Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Panglima Kelompok Merah Poso, Cornelis Tibo: Saya Ajak Masyarakat Muslim Berdamai

Expand Messages
  • Hidajat Sjarif
    Panglima Kelompok Merah Poso, Cornelis Tibo: Saya Ajak Masyarakat Muslim Berdamai Jum at, 30 Juni 2000, @17:15 WIB Poso -- Pertikaian yang terjadi antara
    Message 1 of 1 , Jun 30, 2000
    View Source
    • 0 Attachment
      Panglima Kelompok Merah Poso, Cornelis Tibo: Saya Ajak
      Masyarakat Muslim Berdamai
      Jum'at, 30 Juni 2000, @17:15 WIB

      Poso -- Pertikaian yang terjadi antara kelompok merah
      (nonmuslim) dan kelompok putih (muslim) di Poso, terus
      berlanjut. Masing-masing merasa tidak pernah memulai
      suatu penyerangan, bahkan mereka menganggap apa yang
      selama ini dilakukan adalah untuk mempertahankan diri.

      Menurut Panglimanya, Cornelis Tibo, kelompok Merah pun
      sebenarnya menginginkan perdamaian dengan Kelompok
      Muslim. Bahkan, menurutnya, ia melarang keras
      anggotanya untuk membakar masjid. Untuk mengetahui
      lebih jauh pembelaan yang selama ini dituduhkan pada
      mereka, berikut wawancara Berpolitik.Com bersama
      beberapa wartawan lain dengan Panglima Kelompok Merah,
      Cornelis Tibo.

      Apa alasan Anda menggerakkan massa dan ikut berperang?

      Kami tidak ingin berkelahi dengan sesama warga Kota
      Poso. Kami hanya mencari para provokator yang
      menyebarkan isu kalau kami perusuh. Tetapi kami justru
      dihadang dan dituduh akan melakukan pembunuhan.

      Apa sudah ada provokator yang ditangkap?
      Sampai sekarang, belum ada karena saya bersama pasukan
      dihalangi terus. Ya, karena kami dihalangi, maka kami
      singkirkan orang yang menghalangi itu.

      Siapa yang menghalangi Anda?
      Utamanya aparat keamanan yang membendung dan sekaligus
      menembak. Jadinya kami mundur, tapi massa yang ada di
      Kota Poso, menyerang kami dengan batu dan senjata
      peluncur. Jadinya kami bertanya, bagaimana bisa damai
      kalau kami terus diserang. Sementara kami hanya ingin
      tangkap provokatornya. Kalau sudah ditangkap, pasti
      keadaan akan segera aman.

      Siapa saja yang Anda anggap sebagai provokator?
      Adnan Arsal, Daeng Raja, Maro Tompo, Agfar Patanga,
      Nani Lamusu, Mandor Pahe, dan beberapa nama lain.

      Soal isu pembakaran masjid bagaimana itu?
      Tidak ada itu. Saya melarang keras anggota untuk
      merusak apalagi sampai membakar masjid, sekolah dan
      bangunan umum lainnya. Kamu bisa cari, kalau ada
      masjid yang kami rusak walaupun rumah ibadah kami
      sendiri dirusak dan diratakan. Kami menghormati tempat
      ibadah agama lain.

      Pemerkosaan dan pembantaian di Desa Kilo Sembilan dan
      Pesantren Wali Songo, apa Anda yang perintahkan?
      Tidak, saya tidak pernah memberi perintah untuk
      melakukan itu. Bahkan saya sendiri yang akan
      membunuhnya kalau ada pasukan saya yang terlibat
      melakukan hal tersebut, termasuk melakukan penjarahan.

      Kalau begitu siapa yang melakukan?
      Saya tidak tahu, mungkin ada orang yang ingin
      memojokkan kami. Saya curiga jangan-jangan ada
      sekelompok orang yang ingin memanfaatkan persoalan ini
      untuk kepentingan kelompoknya. Saat ini semua pihak
      memvonis, kamilah yang melakukan semua perbuatan itu.
      Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak pernah
      diberi kesempatan untuk bicara. Wartawan pun tidak
      pernah menemui kami.
      Berapa jumlah pasukan Anda?
      5.000 orang lebih.
      Senjata-senjata yang dimiliki, apa dibuat sendiri atau
      ada yang menyuplainya?
      Tidak ada yang menyuplai, kami sendiri yang membuat
      senjata-senjata itu. Kalau ada yang mengatakan,
      senjata itu diperoleh dari anggota polisi atau TNI
      yang seagama dengan kami, itu hanya fitnah yang
      disebarkan oleh para provokator.
      Katanya, pasukan Anda menggunakan peluru-peluru dan
      senjata organik?
      Saya tidak tahu darimana peluru-peluru itu. Yang kami
      gunakan hanya senapan dum-dum yang pelurunya kami buat
      sendiri dari paku atau potongan besi. Selain itu kami
      juga menggunakan bambu runcing, busur dan parang.
      Jadi tidak ada senjata organik?
      Tidak ada, kalau tidak percaya silahkan periksa. Saya
      juga kecewa dengan pemberitaan media lokal yang selalu
      memojokkan kami sementara tidak ada wartawannya yang
      turun langsung.
      Apa betul Pasukan Kelelawar adalah pasukan khusus
      anda?
      Saya tegaskan, sebelum saya datang ke sini, Pasukan
      Kelelawar ini telah ada. Pasukan itu dibentuk lantaran
      kami terpukul dengan peristiwa pembakaran rumah ibadah
      kami. Setelah saya tiba dari Beteleme, Pasukan
      Kelelawar itu saya ambil alih dan saya bubarkan.
      Yang ada sekarang, hanya warga biasa yang bertugas
      untuk memburu, menangkap dan menindak para perusuh
      (provokator) yang telah merusak suasana kedamaian yang
      ada di sini. Bukan kami mencari masyarakat yang tidak
      ada salahnya lalu kami babat.
      Berapa jumlahnya?
      Jumlahnya mencapai ribuan. Satu orang anggota Pasukan
      Kelelawar bisa menjadi 50 orang. Jadi kalau 10 orang
      masuk bisa menjadi ribuan.
      Apa ada yang membayar Anda untuk memimpin dan terlibat
      dalam masalah ini?
      Tidak ada yang membayar atau memanas-manasi. Saya
      sendiri berpikir sewaktu di Beteleme, kalau saya tidak
      turun maka kejadian ini tidak bisa berhenti. Dengan
      kesadaran ini saya turun, saya datang ke Poso dan cari
      tokoh-tokohnya untuk membicarakan penyelesaian masalah
      ini. Saya datang di sini bukan mau bikin ricuh dengan
      masyarakat. Saya ingin agar masyarakat di Kota Poso
      ini damai. Itu yang saya inginkan. Tapi kami justru
      diusir dari kampung halaman sendiri.
      Lalu, mengapa terjadi kerusuhan?
      Begitu bertemu dengan Pak Gaffar dan Pak Haji Amin
      yang dari Ampana serta tokoh-tokoh masyarakat lainnya
      di dekat Gereja Katholik itu, saya mengatakan, jangan
      lagi kita berbuat yang tidak-tidak karena saya datang
      supaya kita damai.
      Kemudian saya meminta agar dipertemukan dengan
      Kapolres, Saat Pak Gaffar memanggil Kapolres,
      tiba-tiba ratusan massa mengepung kami dan akhirnya
      gereja terbakar. Itu yang membuat saya emosi. Kita mau
      membicarakan perdamaian malah mau dibunuh. Jadi apa
      boleh buat terpaksa kami melawan.

      Apa kejadian ini dilatarbelakangi SARA?
      Tidak, sama sekali bukan SARA. Lihat simbol yang kami
      gunakan hanya bendera Merah Putih sebagai lambang
      persatuan. Kami adalah korban dari kepentingan politik
      sekelompok elit di daerah ini yang memprovokasi dengan
      menggunakan SARA untuk mencapai tujuannya.

      Dengan perjanjian damai ini, apa langkah Anda
      selanjutnya?
      Saya akan memerintahkan kepada anggota pasukan untuk
      segera menyerahkan senjata kepada aparat keamanan dan
      kembali pada pekerjaannya sebagai petani. Biarlah
      aparat yang menyelesaikan masalah ini.

      Harapan Anda pada aparat keamanan?
      Aparat harus segera menangkap para provokator yang
      semua identitasnya telah diketahui. Jangan dibiarkan
      provokator itu bebas berkeliaran, nanti berdampak
      tidak baik. Kalau misalnya, ada aparat baik dari
      polisi atau TNI yang terlibat, jangan pilih kasih.
      Tangkap juga mereka.

      Pada masyarakat muslim?
      Saya ajak pada seluruh masyarakat muslim bersatu untuk
      berdamai, jangan lagi kita terlibat dalam pertikaian
      yang hanya merugikan kita sendiri. Selain itu, saya
      mengajak untuk bekerja bersama pemerintah agar para
      pengungsi yang ada di hutan-hutan, di gunung atau
      dimana saja dapat kembali ketempatnya.

      Soal pengungsi, apa Anda menjamin keselamatan mereka?
      Seluruh pengungsi saya jamin keselamatannya tanpa
      terkecuali. *** (far)

      http://www.berpolitik.com/article.pl?sid=100/06/30/1715249

      __________________________________________________
      Do You Yahoo!?
      Kick off your party with Yahoo! Invites.
      http://invites.yahoo.com/
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.