Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Beyond Belief (To Pak Liang)

Expand Messages
  • Bagus Dj, SKAI-New
    Pak Liang. Saya ada mau tanya, kenapa kritik dari ajaran Buddha yang pak Liang sampaikan di milis ini kok hanya ditujukan kepada agama Kristen ? Bukankah agama
    Message 1 of 8 , Oct 20, 2003
      Pak Liang.
      Saya ada mau tanya, kenapa kritik dari ajaran Buddha yang pak Liang
      sampaikan di milis ini kok hanya ditujukan kepada agama Kristen ?
      Bukankah agama Islampun tidak sejalan dengan ajaran Buddhis ?
      bagaimana agama-agama lain (Hindu, Tapekong, Kebatinan Abah Jambrong, dan
      agama-2 primitif lainnya) menurut Buddhism ?


      Terima kasih



      >-----Original Message-----
      >From: Zhuge Liang [mailto:zhugeliangthesleepingdragon@...]
      >Sent: Friday, October 17, 2003 2:59 PM
      >To: siapa_aja_dah@...
      >Subject: [diskusi-alkitab] Beyond Belief (8)
      >
      >
      >7. BAGAIMANA KITA MENJAWAB PERTANYAAN PARA PENYEBAR INJIL
      >
      >Sebagai bagian dari usaha mereka untuk mempromosikan iman
      >mereka, para penyebar Injil seringkali
      >menanyakan pertanyaan kepada umat Buddha, yang bertujuan untuk
      >membingungkan atau melemahkan umat
      >Buddha. Kita akan melihat kepada beberapa pertanyaan dan
      >komentar-komentar mereka, dan memberikan
      >jawaban-jawaban Buddhis.
      >
      >(Catatan Editor: Seringkali tujuan orang-orang Kristen untuk
      >membingungkan dan melemahkan umat
      >Buddha berhasil, karena:
      >1. Orang Buddhis yang mereka pertanyakan bukanlah orang
      >Buddhis yang sering ke Vihara, atau yang
      >banyak belajar tentang Dhamma.
      >2. Pertanyaan-pertanyaan yang mereka tanyakan telah mereka
      >persiapkan berikut jawaban dari mereka
      >sendiri yang semua dari pertanyaan itu adalah berdasarkan
      >KONSEP PIKIRAN DAN MENTAL orang-orang
      >Kristen. Sehingga mereka bisa memberikan jawaban, komentar
      >yang bersifat Kristen pula. Itulah yang
      >membuat orang Kristen KELIHATAN mempunyai jawaban atas
      >pertanyaan-pertanyaan yang membingungkan
      >umat Buddha itu. Pernah sekali saya diajak berdiskusi, seorang
      >penyebar Injil Kristen yang taat ke
      >kebaktian agamanya dan pintar akan Alkitab mengatakan bahwa
      >Sang Buddha bagi orang Buddha
      >setingkat dengan Yesus dalam Agama Kristen, dan Maria perawan
      >suci oleh orang Kristen, setingkat
      >dan sama halnya dengan Dewi Kwan Im. Ini adalah pertanyaan
      >yang bodoh dan menggelikan.
      >Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang menyesatkan dan
      >membingungkan. Dengan dalih, Buddha
      >tidak bisa menyelamatkan manusia, tetapi Yesus bisa.)
      >
      >Kamu tidak percaya kepada Tuhan, sehingga kamu tidak bisa
      >menjelaskan asal mula dunia ini
      >Memang benar Kristen mempunyai penjelasan tentang bagaimana
      >semuanya bermula. Tetapi apakah
      >penjelasan itu benar? Marilah kita teliti. Alkitab mengatakan
      >bahwa Tuhan menciptakan segalanya
      >dalam enam hari dan pada hari ketujuh, Ia beristirahat. Cerita
      >yang aneh ini tidaklah lebih dari
      >sekedar sebuah dongeng, dan tidak lebih benar daripada dongeng
      >Hindu yang mengatakan para dewa
      >menciptakan semuanya dengan mengocok susu yang sebanyak air di
      >laut, atau kepercayaan kuno bahwa
      >alam semesta ini ditetaskan dari sebutir telur kosmos.
      >
      >Beberapa bagian dari dongeng penciptaan ini adalah tidak masuk
      >akal. Contohnya, dikatakan pada
      >hari pertama Tuhan menciptakan terang dan gelap tetapi pada
      >hari keempat Dia menciptakan matahari
      >(Kejadian 1:15-16). Bagaimana bisa ada siang dan malam tanpa
      >matahari? Dongeng penciptaan ini juga
      >bertentangan dengan ilmu pengetahuan moderen yang telah
      >membuktikan tentang awal alam semesta, dan
      >bagaimana kehidupan berkembang. Tidak ada bagian di ilmu
      >perbintangan atau biologi di perguruan
      >tinggi manapun di dunia ini yang mengajarkan dongeng
      >penciptaan dengan alasan sederhana, bahwa
      >dongeng tersebut tidak berdasarkan kenyataan. Maka, memang
      >benar Kristen mempunyai penjelasan
      >tentang awal mula sesuatu (seperti halnya kebanyakan agama
      >juga punya penjelasan sendiri), tetapi
      >penjelasan itu hanyalah dongeng belaka.
      >Lalu apa yang Buddhisme katakan tentang awal mula segala
      >sesuatu? Buddhisme mengatakan hal yang
      >sedikit sekali tentang hal ini dan dengan alasan yang sangat
      >masuk akal. Tujuan dari Buddhisme
      >adalah untuk mengembangkan kebijaksanaan dan belas kasihan
      >sehingga bisa mencapai Nibbana.
      >Mengetahui asal mula dunia tidak membantu kita mengembangkan
      >cinta kasih dan kebijaksanaan untuk
      >mencapai Nibbana.
      >
      >Pernah sekali seorang meminta Sang Buddha untuk memberitahu
      >dia bagaimana alam semesta ini
      >bermula. Sang Buddha mengatakan kepadanya "Kamu seperti orang
      >yang baru saja di panah dengan anak
      >panah beracun, dan ketika dokter datang untuk mencabut anak
      >panah tersebut, kamu mengatakan
      >'Tunggu! Sebelum anak panah ini dicabut saya mau tahu nama
      >orang yang memanah anak panah ini, dari
      >suku/keluarga mana dia berasal, dari kampung mana dia
      >dilahirkan. Saya ingin mengetahui dari jenis
      >kayu apa busurnya terbuat, bulu apa yang digunakan di ujung
      >anak panah ini, seberapa panjang anak
      >panah ini, dan lain-lain, dan lain-lain.' Orang itu akan mati
      >sebelum semua pertanyaan itu bisa
      >terjawab. Tugas saya adalah untuk membantu kamu untuk mencabut
      >anak panah penderitaan dari dirimu
      >sendiri." (Majjhima Nikaya Sutta No.63)
      >
      >Once a man demanded that the Buddha tell him how the universe
      >began. The Buddha said to him "You
      >are like a man who has been shot with a poison arrow and who,
      >when the doctor comes to remove it,
      >says,'Wait! Before the arrow is removed I want to know the
      >name of the man who shot it, what clan
      >he comes from, which village he was born in. I want to know
      >what type of wood his bow is made
      >from, what feathers are on the end of the arrow, how long the
      >arrows are, etc etc etc.' That man
      >would die before all these questions could be answered. My job
      >is to help you to remove the arrow
      >of suffering from yourself." - Majjhima Nikaya Sutta No.63
      >
      >Buddhisme mengkonsentrasikan kepada membantu kita semua
      >memecahkan masalah-masalah hidup -
      >sehingga tidak mendukung tebakan-tebakan yang tidak berguna.
      >Dan jika seorang umat Buddhis ingin
      >mengetahui bagaimana dan awal mula alam semesta, ia akan
      >menanyakan pertanyaan ini kepada seorang
      >ilmuwan.
      >
      >Agama Buddha tidak bisa diterapkan karena dikatakan kamu tidak
      >bisa membunuh seekor semut
      >sekalipun
      >Sebelum kita membela ajaran Sang Buddha terhadap vonis tentang
      >ajaran yang tidak bisa diterapkan,
      >marilah kita melihat apakah ajaran Kristen bisa diterapkan.
      >Menurut Yesus, jika seseorang menampar
      >kita di salah satu pipi kita, kita hendaknya memberikan pipi
      >yang lain untuk ditampar juga.
      >(Matius 5:25). Kalau kita menemukan seseorang telah mencuri
      >celana kita, kita harus pergi keluar
      >dan memberikan maling itu pakaian kita juga (Matius 5:30).
      >Jika kita tidak bisa menahan diri dari
      >mencuri, kita harus memotong tangan kita sendiri (Matius
      >5:30). Kita bisa mengatakan semua ajaran
      >yang tercantum di ayat-ayat di atas tidak bisa diterapkan,
      >meskipun orang Kristen akan lebih suka
      >menyebutnya sebagai tantangan daripada tidak bisa diterapkan.
      >Dan tentunya mereka benar. Untuk
      >bisa memberikan pipi yang lain utuk ditampar sekali lagi
      >tidaklah mudah. Hal ini memerlukan kita
      >untuk mengendalikan amarah kita dan dengan melakukan hal ini
      >bisa menolong untuk mengembangan
      >kesabaran, kerendahan hati, tidak membalas, dan cinta kasih.
      >Kalau kita tidak tertantang kita
      >tidak akan maju.
      >
      >Sang Buddha meminta kita untuk menghormati semua mahluk,
      >bahkan mahluk-mahluk yang rendah.
      >Mengenai memberikan pipi yang lain, ini tidaklah selalu mudah.
      >Seperti bagi banyak orang,
      >mahluk-mahluk seperti semut bisa sangat mengganggu dan tidak
      >menyenangkan. Ketika kita bertekad
      >untuk tidak membunuh dan berusaha untuk menjalankan tekad itu,
      >kita tertantang untuk menimbulkan
      >kesabaran, kerendahan hati, cinta kasih dan sebagainya. Jadi
      >dengan meminta kita menghormati semua
      >jenis kehidupan, ajaran Buddhis dan ajaran Kristen sama saja
      >sulit untuk diterapkan.
      >
      >Sang Buddha telah mati, maka Dia tidak bisa menolong dirimu
      >Umat Buddhis terkadang mengalami kesulitan untuk menjawab
      >secara benar ketika orang Kristen
      >mengatakan hal ini. Akan tetapi kalau kita mengetahui Dhamma
      >dengan baik, akan dengan sangat mudah
      >kita bisa menyangkal pernyataan seperti itu. Karena pernyataan
      >seperti itu dan juga
      >pernyataan-pernyataan yang sering orang Kristen ucapkan
      >tentang agama Buddha adalah berdasarkan
      >kesalahpahaman.
      >
      >Pertama-tama, Sang Buddha tidaklah mati. Beliau telah mencapai
      >Nibbana, sebuah keadaan yang bebas
      >dan damai sama sekali. Nama lain yang diberikan Sang Buddha
      >kepada Nibbana adalah Keadaan Yang
      >Tidak Mati (Amita) karena setelah seorang mencapai Nibbana,
      >orang itu tidak akan terlahir lagi,
      >dengan tidak terlahir, maka ia juga tidak mati. Tentu saja
      >Nibbana bukanlah "kehidupan abadi" yang
      >naif seperti yang digambarkan di Alkitab, di mana badan
      >dibangkitkan dan malaikat bernyanyi.
      >Kenyataannya, Nibbana itu sangat halus sehingga tidak mudah
      >untuk dijelaskan. Akan tetapi Nibbana
      >bukanlah ketidakadaan, seperti yang telah Sang Buddha
      >jelaskan. (Majjhima Nikaya Sutta No72; Sutta
      >Nipata, Verse 1076)
      >
      >"Firstly, the Buddha is not dead. He has attained Nirvana, a
      >state of utter peace and freedom. The
      >other name the Buddha gives Nirvana is the Deathless State
      >(Amita) because after one attains it
      >one is no longer subject to birth or death. In fact it is so
      >subtle it is not easy to describe.
      >However it is not non-existence, as the Buddha makes very
      >clear." - Majjhima Nikaya Sutta No.72;
      >Sutta Nipata, Verse 1076
      >
      >Dan juga sama tidak benarnya untuk mengatakan bahwa Buddha
      >tidak bisa menolong kita. Selama empat
      >puluh tahun, Sang Buddha menjelaskan dengan sangat mendetil
      >dan dengan kejelasan yang mengagumkan,
      >semua yang kita perlukan untuk mencapai Nibbana. Semua yang
      >kita perlukan untuk lakukan adalah
      >untuk mengikuti petunjuk-petunjuk beliau. Kata-kata Beliau
      >sangatlah membantu dan berlaku di jaman
      >sekarang, seperti halnya sangatlah membantu dan berlaku di
      >saat pertama kali diajarkan 2500 tahun
      >yang lalu. Tentu saja Buddha tidak membantu kita dengan cara
      >yang diambil Yesus menurut orang
      >Kristen. Dan Buddha tidak membantu demikian dengan alasan yang
      >sangat baik. Jika seorang murid
      >tahu bahwa sewaktu ujian dia bisa menanyakan jawaban atas
      >pertanyaan ujian kepada gurunya, dia
      >tidak akan belajar, sehingga dia tidak akan pernah bisa tahu
      >dan berusaha sendiri. Jika seorang
      >olahragawan tahu bahwa hanya dengan meminta juri untuk memberi
      >dia kemenangan, dia tidak akan
      >peduli untuk melatih tubuh dan memajukan prestasinya. Sekedar
      >memberi apa yang orang minta
      >tidaklah menolong mereka dengan benar. Bahkan kenyataannya,
      >hal itu hanya akan memastikan bahwa
      >orang yang meminta itu akan tetap lemah, penuh ketergantungan
      >dan malas.
      >
      >Sang Buddha memberi petunjuk menuju Nibbana dan mengajarkan
      >kita bekal-bekal apa yang kita
      >perlukan untuk perjalanan menuju Nibbana. Seiring dengan
      >perjalanan itu, kita akan belajar dari
      >pengalaman-pengalaman kita dan dari kesalahan-kesalahan kita,
      >meningkatkan kekuatan, kedewasaan
      >dan kebijaksanaan. Hasilnya ketika kita selesai menempuh
      >perjalanan ini, kita akan menjadi
      >orang-orang yang berbeda sama sekali dibandingkan dengan kita
      >sewaktu memulai perjalanan. Berkat
      >bantuan Sang Buddha yang cermat kita akan mencapai Kesunyataan.
      >
      >Maka untuk mengatakan bahwa Sang Buddha telah mati dan tidak
      >bisa menolong kita tidak hanya salah,
      >tetapi juga secara tidak langsung mengatakan bahwa Yesus itu
      >hidup dan bisa menolong dirimu.
      >Marilah kita lihat kepada pendapat ini. Orang-orang Kristen
      >menyatakan bahwa Yesus itu hidup,
      >tetapi bukti apa yang ada tentang hal ini? Mereka akan
      >mengatakan bahwa Alkitab membuktikan Yesus
      >bangkita di antara orang-orang mati. Sungguh sial,
      >pernyataan-pernyataan yang ditulis oleh
      >beberapa orang beberapa ribu tahun yang lalu tidaklah
      >membuktikan apa-apa. Sebuah pernyataan di
      >Mahabharata (salah satu Kitab Suci orang Hindu) mengatakan
      >bahwa seorang suci mempunyai kendaraan
      >yang bisa terbang. Tetapi apakah ini membuktikan bahwa orang
      >India kuno menemukan pesawat terbang?
      >Tentu saja tidak. Tulisan-tulisan kuno Mesir mengatakan bahwa
      >Dewa Khnum menciptakan segalanya
      >dari tanah yang dia bentuk dari roda pembuat kendi. Apakah ini
      >membuktikan bahwa semua yang ada
      >itu adalah tanah? Tentu saja tidak. Sebuah ayat di dalam
      >Perjanjian Lama mengatakan seorang
      >bernama Balaam mempunyai keledai yang bisa berbicara. Apakah
      >ayat itu membuktikan bahwa semua
      >binatang bisa berbicara? Tentu saja tidak.
      >
      >Kita tidak bisa secara tidak menanyakan secara kritis,
      >menerima klaim yang dibuat oleh Alkitab
      >ataupun kitab suci lain bulat-bulat. Ketika kita meneliti
      >klaim-klaim tentang kebangkitan Yesus,
      >kita telah menemukan alasan yang sangat baik untuk tidak
      >percaya kepada klaim-klaim tersebut.
      >Bahkan, Alkitab sendiri membuktikan bahwa Yesus tidaklah
      >hidup. Sebelum Yesus disalibkan, Yesus
      >memberitahu murid-muridnya bahwa dia akan kembali sebelum yang
      >terakhir dari mereka mati. (Matius
      >10:23, 16:28, Lukas 21:32). Hal itu diucapkan 2000 tahun yang
      >lalu. Yesus masih belum kembali.
      >Mengapa? Tentunya karena dia sudah mati.
      >
      >Pendapat kedua bahwa Yesus selalu menjawab ketika kamu berdoa
      >kepadanya. Sangatlah mudah untuk
      >membuktikan bahwa ini tidak benar. Orang-orang Kristen
      >meninggal karena penyakit,
      >ketidakberuntungan, mempunyai masalah-masalah emosi, menyerah
      >ke dalam godaan, dll seperti halnya
      >orang yang tidak beragama Kristen. Padahal orang Kristen
      >memohon pertolongan dari Yesus lewat
      >doa-doa mereka. Saya mempunyai seorang teman yang Kristen yang
      >beriman untuk selama
      >bertahun-tahun. Secara bertahap dia mulai ragu dan meminta
      >bantuan dari pendeta. Sang pendeta
      >memberi petunjuk kepadanya untuk berdoa, dan bahkan meminta
      >anggota gereja untuk berdoa bagi teman
      >ini. Akan tetapi, meskipun semua doa ke Yesus untuk kekuatan
      >dan petunjuk, keraguan teman saya ini
      >semakin bertambah, dan akhirnya meninggalkan gereja. Kemudian
      >dia menjadi umat Buddha. Jika Yesus
      >benar-benar hidup dan siap membantu, mengapa orang-orang
      >Kristen mempunyai problem yang sama
      >banyaknya dengan orang-orang non-Kristen? Mengapa Yesus tidak
      >menjawab doa-doa teman saya dan
      >membantunya untuk tetap menjadi orang Kristen? Tentunya karena
      >Yesus telah mati dan tidak bisa
      >membantu.
      >
      >Dalam menjawab sangkalan ini, orang-orang Kristen akan
      >mengatakan bahwa ada orang-orang yang bisa
      >bersaksi bahwa doa-doa mereka telah dijawab (terkabulkan).
      >Kalau benar demikian, orang-orang yang
      >beriman kepada Islam, Hindu, Seikh, Tao, Shinto, Kuan Im juga
      >bisa memberikan kesaksian yang sama.
      >
      >Tidak seperti Kristiani, Buddhisme menganut paham yang pesimis
      >Menurut kamus Webster, pesimisme adalah "kepercayaan bahwa
      >kejahatan di dalam hidup ini melebihi
      >kebaikan" - "the belief that evil in life outweighs the good".
      >Adalah hal yang menarik bahwa
      >orang-orang Kristen menuduh umat-umat Buddha pesimis karena
      >justru pendapat bahwa kejahatan
      >melebihi kebaikan adalah ajaran pusat agama Kristen, bukan
      >ajaran pokok Buddha. Dua ayat Alkitab
      >yang orang Kristen fanatik yang paling suka kutip adalah
      >"Seperti ada tertulis: Tidak ada yang
      >benar, seorangpun tidak."(Roma 3:10) dan "Sesungguhnya, di
      >bumi tidak ada orang yang saleh: yang
      >berbuat baik dan tidak pernah berbuat jahat." (Pengkhotbah
      >7:20). Ajaran tentang Dosa Asal
      >mengajarkan bahwa semua manusia adalah pembuat dosa, tidak
      >bisa melepaskan dirinya sendiri dari
      >dosa, dan kejahatan di dalam diri kita lebih kuat daripada
      >kebaikan (Roma 7:14-24). Orang-orang
      >Kristen akan mengatakan memang benar demikian, kita bisa
      >terbebas dari dosa jika kita menerima
      >Yesus. Mungkin kita bisa terbebas kalau menerima Yesus, tetapi
      >kenyataan mengatakan bahwa
      >orang-orang Kristen membutuhkan Yesus karena pandangan orang
      >Kristen tentang watak dasar manusia
      >yang pesimis sama sekali.
      >
      >Ajaran Sang Buddha, di sisi yang lain, mempunyai pandangan
      >sangat berbeda dan lebih nyata tentang
      >watak dasar manusia. Sementara menyadari bahwa manusia bisa
      >berbuat jahat, Buddhisme mengajarkan
      >kita untuk menaklukkan kejahatan dan melakukan kebaikan
      >melalui usaha kita sendiri.
      >
      >(Catatan Editor: Pesimis juga sering diartikan orang tidak mau
      >berusaha karena tahu bahwa apapun
      >yang diusahakan akan gagal. Apakah ajaran Sang Buddha pesimis?
      >Justru Sang Buddha mendukung kita
      >berusaha karena kita bisa melepaskan diri dari penderitaan,
      >karena ajaran Sang Buddha yang
      >diusahakan dan dijalankan akan berhasil. Karena penderitaan
      >itu BISA ditaklukkan, itu adalah
      >pandangan yang SANGAT OPTIMIS. Jadi pendapat orang Kristen
      >bahwa ajaran Sang Buddha pesimis adalah
      >omong kosong yang bodoh.)
      >
      >Abaikan yang salah. Pengabaian itu bisa dilakukan. Kalau
      >pengabaian ini mustahil, Saya tidak akan
      >mendukung kamu untuk melakukannya. Tetapi berhubung hal ini
      >bisa dilaksanakan, Saya katakan
      >kepadamu: "Abaikan yang salah". Kalau mengabaikan yang salah
      >membawa kerugian dan kesedihan, Saya
      >tidak akan mendukung kamu untuk melakukannya. Tetapi berhubung
      >hal ini menghasilkan manfaat dan
      >kebahagiaan, Saya dukung kamu: "Abaikan yang salah".
      >
      >Tanamkanlah kebaikan. Menanam kebaikan bisa dilakukan. Kalau
      >hal ini tidak bisa dilakukan, Saya
      >tidak akan mendukung kamu untuk melakukannya. Tetapi berhubung
      >hal ini bisa dilakukan, Saya
      >katakan kepadamu:"Tanamkanlah kebaikan." Kalau menanam
      >kebaikan membawa kerugian dan kesedihan,
      >Saya tidak akan mendukung kamu untuk melakukannya. Tetapi
      >berhubung menanam kebaikan menghasilkan
      >maanfaat dan kebahagiaan, Saya dukung kamu:"Tanamkanlah
      >kebaikan." (Anguttara Nikaya, Book of
      >Twos, Sutta No.9)
      >
      >"Abandon wrong. It can be done. If it were impossible to do I
      >would not urge you to do so. But
      >since it can be done, I say to you: "Abandon wrong". If
      >abandoning wrong brought loss and sorrow,
      >I would not urge you to do so. But since it conduces to
      >benefit and happiness, I urge you:
      >"Abandon wrong." Cultivate the good. It can be done. If it
      >were impossible to do, I would not urge
      >you to do so. But since it can be done, I say to you:
      >"Cultivate the good." If cultivating the
      >good brought loss and sorrow, I would not urge you to do so.
      >But since it conduces to benefit and
      >happiness, I urge you:"Cutivate good"" - Anguttara Nikaya,
      >Book of Twos, Sutta No.9
      >
      >Entah seorang setuju atau tidak terhadap ajaran Sang Buddha,
      >tentunya orang itu tidak akan
      >mengatakan ajaran Sang Buddha itu pesimistis.
      >
      >Yesus mengajarkan kita untuk mengasihi tetapi Buddhisme
      >mengajarkan kita untuk menjadi dingin dan
      >tak berperasaan
      >
      >Ini tidaklah benar. Sang Buddha berkata kita hendaknya
      >mengembangkan cinta kasih yang hangat dan
      >penuh perhatian kepada semua manusia (Catatan Editor: Dan semua mahluk)
      >
      >Seperti ibu yang bersedia melindungi anak satu-satunya
      >meskipun dengan mempertaruhkan nyawanya
      >sendiri, demikian juga seseorang hendaknya menghasilkan cinta
      >kasih tak bersyarat kepada semua
      >mahluk. (Sutta Nipata Verse 150)
      >
      >"Just as a mother would protect her only child even at the
      >risk of her own life, even so one
      >should cultivate unconditional love to all beings" - Sutta
      >Nipata Verse 150
      >
      >Dalam semua segi, cinta kasih itu sama pentingnya dan
      >ditekankan bagi ajaran agama Buddha dan
      >Kristiani. Akan tetapi ada sesuatu yang merusak praktek cinta
      >kasih orang-orang Kristen. Desakan
      >mereka yang keras suaranya mengatakan bahwa hanya merekalah
      >yang mempunyai cinta kasih, dan
      >kualitas dari cinta kasih mereka jauh lebih unggul daripada
      >cinta kasih lain, dan penghinaan juga
      >ejekan mereka yang terus menerus kepada usaha orang lain untuk
      >melaksanakan cinta kasih membuat
      >mereka terlihat berbeda sama sekali dari yang lain. Begitu
      >picik dan cemburunya beberapa orang
      >Kristen sampai mereka tidak bisa memuji atau menghargai
      >kualitas cinta kasih yang sama indahnya,
      >kecuali ada tulisan "Buatan Yesus" tertempel di atasnya.
      >
      >Kamu mengklaim bahwa setelah meninggal, kita akan dilahirkan
      >kembali, tetapi tidak ada bukti nyata
      >adanya kelahiran kembali.
      >
      >(Catatan Editor: Kelahiran kembali atau reinkarnasi adalah
      >salah satu topik yang cukup luas dan
      >perlu diterangkan secara terperinci. Untuk itu, para pembaca
      >disarankan untuk mencari buku-buku
      >Buddhis secara umum, yang mana terdapat satu bab khusus
      >tentang "kelahiran kembali" atau
      >"reinkarnasi" atau "tumimbal lahir". Buku-bukut tersebut
      >tersedia secara gratis kalau Anda pergi
      >ke Vihara ataupun ke perpustakaan umum.
      >Alasan mengapa muncul pernyataan seperti yang tertera di atas,
      >karena sekali lagi orang Kristen
      >telah menggunakan logika, mental, dan pengetahuan Kristiani
      >mereka dalam mempertanyakan sesuatu.
      >Satu hal yang pasti: Alam sesudah kematian yang berakibatkan
      >tumimbal lahir telah mempunyai dasar
      >kuat untuk dijadikan bukti. Surga orang Kristen di lain pihak,
      >sampai sekarang belum terbukti
      >ada.)
      >
      >Sebelum kita memberi jawaban, marilah kita membandingkan
      >teori-teori sesudah kematian dari agama
      >Kristen dan Buddha. Menurut Kristiani, Tuhan menciptakan
      >sebuah jiwa (roh) baru yang menjadi
      >manusia yang hidup lalu mati. Setelah kematian, jiwa itu (roh)
      >itu akan pergi ke surga abadi kalau
      >percaya kepada Yesus, atau ke neraka abadi kalau ia tidak
      >percaya kepada Yesus.
      >
      >Menurut Buddhisme, adalah tidak mungkin untuk megira-ngira
      >awal mutlak atas keberadaan sesuatu.
      >Setiap mahluk hidup, mati dan dilahirkan kembali ke dalam
      >keberadaan baru. Proses mati dan
      >dilahirkan kembali ini adalah suatu proses yang alamai dan
      >dapat berlangsung selamanya kecuali ia
      >mencapai Nibbana. Ketika satu mahluk mencapai Nibbana,
      >pengertian mereka dan secara pasti juga
      >kelakuan mereka berubah. Kelakuan yang berubah inilah yang
      >juga merubah proses yang menyebabkan
      >kelahiran kembali.
      >
      >Jadi bukan dilahirkan kembali, melainkan menjadi keberadaan
      >baru yang mencapai Nibbana. Nibbana
      >bukanlah keberadaan (untuk menjadi ada (dalam arti mahluk)
      >berarti mempunyai reaksi terhadap
      >indera, untuk tumbuh, membusuk, untuk berpindah dalam waktu
      >dan ruang, untuk dilahirkan kembali
      >menjadi mahluk baru, dll). Nibbana juga bukanlah
      >ketidakberadaan, dalam arti Nibbana bukanlah
      >penghancuran. Dalam kata lain, keberadaan suatu mahluk itu
      >tidak ada awalnya dan tidak ada
      >akhirnya kecuali Nibbana dicapai. Mencapai Nibbana adalah
      >satu-satunya alasan untuk hidup.
      >
      >(Catatan Editor: Para pembaca mungkin kurang bisa menyerap
      >arti yang tertulis di atas. Yang
      >dimaksudkan adalah: Nibbana bukanlah kekosongan atau
      >kehancuran dari yang hidup, tetapi bukan juga
      >keberadaan atau tempat kehidupan (dalam arti hidup, karena
      >untuk hidup berarti untuk mempunyai
      >unsur Lima Kandha seperti yang dijelaskan sebelumnya).)
      >
      >Ada bukti yang sedikit sekali tentang kedua teori ini. Tetapi,
      >ada beberapa masalah logika dan
      >moral terhadap teori orang Kristen, yang mana teori Buddhis
      >tidak punya masalah tersebut sehingga
      >teori Buddhis lebih bisa diterima. Kristiani melihat
      >keberadaan (existence) itu sebagai sesuatu
      >yang memiliki awal tapi tidak memiliki akhir, sedangkan
      >Buddhisme melihat keberadaan ini sebagai
      >suatu siklus perputaran. Tidak ada satu contohpun di alam yang
      >mempunyai awal tapi tidak mempunyai
      >akhir. Malahan, semua proses alam yang kita perhatikan
      >mempunyai siklus perputaran. Musim-musim
      >datang dan pergi dari tahun ke tahun. Hujan turun, air hujan
      >mengalir ke laut, menguap, membentuk
      >awan dan turun lagi menjadi hujan. Tubuh kita mencerna
      >unsur-unsur dalam bentuk makanan; ketika
      >kita meninggal, tubuh akan membusuk dan melepaskan unsur-unsur
      >itu ke dalam tanah, yang kemudian
      >diisap lagi oleh tanaman dan binatang yang kembali akan di
      >makan. Planet-planet mengelilingi
      >matahari, dan bahkan galaksi tempat tata surya kita berada
      >juga berputar secara perlahan-lahan.
      >Teori umat Buddha tentang kelahiran kembali sangatlah sejalan
      >dengan proses siklus perputaran
      >alam, sedangkan teori Kristiani tidak sejalan dengan proses
      >siklus perputaran alam.
      >
      >Orang-orang Kristen mengatakan bahwa Tuhan menciptakan kita
      >dengan satu tujuan - supaya kita
      >percaya kepadaNya dan terselamatkan. Kalau benar demikian,
      >akan sangat sulit untuk menjelaskan
      >mengapa tiap tahun jutaan janin tergugurkan, jutaan bayi
      >dilahirkan mati atau meninggal dalam dua
      >tahun pertama kehidupan mereka. Lebih jauh lagi, jutaan orang
      >dilahirkan dan hidup dalam kehidupan
      >dengan kerusakan mental yang parah, tidak bisa berpikir secara
      >normal. Bagaimana semua yang
      >dijelaskan di atas itu bisa masuk ke dalam rencana Tuhan?
      >Tujuan apa yang dimiliki Tuhan dalam
      >menciptakan kehidupan dan membiarkan mereka mati bahkan
      >sebelum dilahirkan atau hidup sementara?
      >Apa yang terjadi dengan orang-orang itu? Apakah mereka pergi
      >ke surga atau ke neraka? Kalau Tuhan
      >benar-benar menciptakan kita dengan rencana dibenakNya,
      >rencana itu tentunya tidaklah jelas. Dan
      >juga kebanyakan dari penduduk dunia bukanlah orang Kristen,
      >dan seperti yang kita ketahui bahkan
      >tidak semua orang Kristen itu diselamatkan. Ini berarti jumlah
      >ciptaan Tuhan yang akan dibuang
      >masuk ke neraka akan jauh lebih banyak. Rencana Tuhan untuk
      >menyelamatkan semua manusia ciptaannya
      >telah berjalan dengan sangat tidak benar. Sehingga meskipun
      >kita tidak bisa membuktikan kedua
      >teori dari kedua agama, ajaran Buddhis ternyata lebih menarik
      >dan masuk akal.
      >
      >(Catatan Editor: Kebanyakan dari orang-orang Kristen bisa
      >dengan lantang mengatakan bahwa HANYA
      >dengan percaya, mereka bisa terselamatkan. Itu karena
      >kebanyakan dari mereka hidup dan serba
      >berkecukupan. Apa yang bisa dijelaskan orang Kristen tentang
      >janin-janin yang gugur itu? Apa yang
      >bisa dijelaskan orang Kristen tentang orang yang tidak bisa
      >percaya karena mentalnya yang rusak
      >dari lahir? Adilkah Tuhan? Orang belum bisa dan atau sempat
      >percaya saja sudah dimatikan. Tentunya
      >sangat tidak adil! Mungkin adil bagi orang Kristen yang hidup
      >enak dan berkecukupan, karena mereka
      >belum pernah merasakan ketidakadilan itu, atau sedikit dari
      >mereka yang merasakan ketidakadilan
      >itu. Karena mereka bukanlah janin-janin yang mati itu. Karena
      >mereka bukanlah orang yang cacat
      >mental. Meskipun KALAU Tuhan orang Kristen itu ada, tentunya
      >Tuhan mereka tidaklah Maha segalanya
      >seperti yang mereka teriakkan secara lantang!)
      >
      >(Catatan Editor: Untuk mengingatkan kembali Kejadian 6:6-7,
      >TUHAN Allah menyesal atas ciptaan-Nya.
      >Ini membuktikan 2 hal: Pertama, Tuhan tidaklah sempurna karena
      >tidak bisa menciptakan
      >kesempurnaan. Kedua, Tuhan tidaklah sempurna karena bisa
      >merasakan penyesalan.)
      >
      >Kalau benar kita dilahirkan kembali, bagaimana kamu
      >menjelaskan meningkatnya jumlah penduduk
      >dunia?
      >Ketika semua mahluk mati, tidaklah harus untuk terlahir lagi
      >menjadi mahluk yang sama. Misalnya,
      >seorang manusia bisa saja terlahir sebagai seekor binatang,
      >atau mungkin terlahir sebagai mahluk
      >dewa, tergantung karmanya sendiri. Kenyataan bahwa adanya
      >peningkatan jumlah manusia di dunia
      >mengartikan bahwa lebih banyak binatang mati yang terlahir
      >menjadi manusia. (Telah terdapat
      >hubungan yang erat dengan menurunnya jumlah binatang di dunia
      >karena kepunahan dan sebab kematian
      >lain seperti dikonsumsi manusia, dll) dan juga banyak manusia
      >yang dilahrikan kembali menjadi
      >manusia. Mengapa demikian? Mengapa banyak binatang yang
      >terlahir menjadi manusia memang sulit
      >untuk dijelaskan.
      >
      >(Catatan Editor: Tentunya dalam kehidupan sebelum menjadi
      >binatang, mereka pernah berbuat karma
      >yang sangat baik sehingga karma baik itu berbuah dan mereka
      >terlahir menjadi manusia.)
      >
      >Tetapi ada penjelasan mengapa semakin banyak manusia yang
      >terlahir kembali menjadi manusia. Itu
      >disebabkan oleh semakin menyebarnya pengetahuan akan
      >ajaran-ajaran Sang Buddha. Bahkan di tempat
      >di mana Dhamma tidaklah dikenal secara umum, kebaikan tetap
      >saja ada dan diperbuat. Semua ini
      >adalah penyebab meningkatnya jumlah penduduk dunia.
      >
      >(Catatan Editor: Perlu diingat oleh para pembaca, meskipun
      >Dhamma tidak dikenal, Dhamma itu juga
      >terlaksana. Mengapa? Karena Dhamma hanyalah sebuat merek atau
      >nama yang kita berikan kepada
      >ajaran-ajaran Buddha. Dan ajaran-ajaran Sang Buddha itu adalah
      >berintikan kebaikan yang
      >universal.)
      >
      >Nibbana adalah tujuan yang tidak bisa terlaksana karena
      >membutuhkan waktu yang lama untuk
      >mencapainya. Meskipun ada bisa mencapainya, jumlahnya
      >sangatlah sedikit.
      >
      >Memang benar dalam mencapai Nibbana diperlukan waktu yang
      >sangat lama, tetapi di sisi yang lain,
      >kelahiran kembali memberikan kita banyak peluang dan waktu
      >untuk mencapai Nibbana. Kalau seseorang
      >tidak melakukannya di dalam kehidupan ini, dia bisa terus
      >berusaha di kehidupan berikutnya.
      >Sebenarnya, panjangnya waktu yang diperlukan itu adalah
      >sepanjang yang diinginkan oleh orang itu.
      >Sang Buddha berkata bahwa bila seseorang benar-benar ingin
      >mencapai Nibbana, orang itu bisa
      >mencapai Nibbana dalam waktu tujuh hari (Majjhima Nikaya,
      >Sutta No.10). "The Buddha says that if
      >one really wants, one can attain Nirvana within seven days" -
      >Majjhima Nikaya Sutta No.10.
      >
      >Kalau benar demikian, orang Kristen akan menanyakan, mengapa
      >tidak semua orang Buddha mencapai
      >Nibbana? Dengan sangat mudah dijawab kejadian-kejadian duniawi
      >
      >(Catatan Editor: tali percintaan, kesedihan, kemarahan,
      >kenikmatan akan indera seperti kenikamatan
      >mata, sentuhan, perasaan - semuanya dari itu juga dialami oleh
      >semua manusia) masih sangatlah
      >menarik bagi banyak umat Buddha. Seiring dengan bertambahnya
      >pengetahuan dan pengertian yang
      >mendalam, ketertarikan itu akan secara bertahap berkurang dan
      >hilang, sehingga langkah demi
      >langkah, menurut cepatnya langkah masing-masing (Catatan
      >Editor: jumlah karma baik dan karma
      >buruk), menuju Nibbana.
      >
      >Tentang pernyataan bahwa hanya sedikit yang bisa mencapai
      >Nibbana, ini tidaklah benar. Sementara
      >di dalam Kristiani, seorang hanya mempunyai satu kesempatan
      >untuk diselamatkan, ajaran Sang Buddha
      >menjelaskan bahwa dengan kelahiran kembali, seorang mempunyai
      >kesempatan yang tak terbatas
      >banyaknya untuk mencapai Nibbana. Ini juga mengartikan bahwa
      >semuanya akan terbebaskan secara
      >perlahan-lahan. Seperti yang Kitab Buddhis katakan:
      >
      >Keadaan tidak mati ini telah dicapai oleh banyak, dan akan
      >tetap bisa dicapai hari ini oleh
      >siapapun juga yang berusaha. Tetapi tidak akan dicapai bagi
      >mereka yang tidak berusaha.
      >(Therigatha, verse 513)
      >
      >"This immortal state has been attained by many and can be
      >still attained even today by anyone who
      >makes an effort. But not by those who do not strive" -
      >Therigatha, Verse 513
      >
      >Dalam Kristiani, sejarah mempunyai arit penting, dan sejarah
      >itu bergerak menuju satu tujuan.
      >Sedangkan paham Buddhisme tentang siklus perputaran hidup
      >mengartikan bahwa sejarah tidak ada
      >artinya dan paham inilah yang membuat umat Buddhis dianggap
      >pesimis dan tidak berbeda satu sama
      >lainnya.
      >
      >Memang benar bahwa menurut sejarah Buddhisme, sejarah tidaklah
      >bergerak menuju suatu tujuan.
      >Tetapi siapapun yang menjalankan Delapan Jalan Kebenaran
      >tentunya akan menuju ke satu tujuan. Ia
      >akan secara pasti bergerak menuju kedamaian dan kebebasan
      >dalam Nibbana.
      >
      >Seperti air sungai Gangga yang mengalir, meluncur, mengarah ke
      >timur, demikian juga barang siapa
      >yang melakukan dan berbuat banyak di dalam Delapan Jalan
      >Kebenaran, mengalir, meluncur mengarah ke
      >Nibbana. (Samyutta Nikaya, Great Chapter, Sutta No.67)
      >
      >"Just as the river of Ganges flows, slides, tends towards the
      >east, so too one who cultivates and
      >makes much of the Noble Eightfold Path flows, slides, tends
      >towards Nirvana." - Samyutta Nikaya,
      >Great Chapter, Sutta No.67
      >
      >Jadi memang benar untuk mengatakan bahwa Buddhisme lebih nyata
      >akan pandangannya tentang
      >keberadaan, juga bahwa sejarah tidaklah menuju ke satu tujuan.
      >Dan apa puncak sejarah yang
      >dihadapi oleh orang Kristen? Kiamat, di mana manusia dalam
      >jumlah yang banyak dan semua hasil
      >karya manusia akan dihancurkan oleh hujan belerang dan api.
      >Bahkan segelintir orang yang
      >terselamatkan dari kiamat akan menghadapi keabadian yang suram
      >di surga, menyadari bahwa
      >setidaknya seorang dari anggota keluarga dan teman mereka,
      >yang pada saat yang sama (abadi),
      >dihukum di neraka. Akan sangatlah sulit untuk membayangkan
      >masa depan yang lebih mengerikan
      >daripada yang satu ini.
      >
      >Sang Buddha menyontek ide karma dan kelahiran kembali dari agama Hindu
      >Hindu memang mengajarkan tentang karma dan reinkarnasi
      >(kelahiran kembali). Tetapi versi-versi
      >mereka tentang kedua topik ajaran ini adalah sangat berbeda
      >dari versi agama Buddha. Contohnya,
      >ajaran Hindu mengatakan bahwa kita ditentukan oleh karma kita
      >sedangkan agama Buddha menjelaskan
      >bahwa karma hanyalah syarat bagi kita. Menurut ajaran Hindu,
      >sebuah roh abadi (atman) berpindah
      >dari satu kehidupan ke kehidupan yang lain sedangkan ajaran
      >agama Buddha tidak mengakui adanya roh
      >(anatman), melainkan aliran energi mental yang terus menerus
      >berubah yang terlahirkan kembali.
      >Contoh di atas hanyalah dua dari banyak perbedaan antara
      >ajaran Hindu dan ajaran Buddha tentang
      >karma dan kelahiran kembali.
      >
      >Akan tetapi, meskipun jikalau ajaran agama Buddha dan Hindu
      >itu sama, ini tidak berarti bahwa
      >Buddha telah dengan sembarangan menyontek ide dari agama lain.
      >Terkadang memang terjadi bahwa dua
      >orang, yang saling terpisah dan tidak berhubungan, menemukan
      >penemuan yang sama. Satu contoh yang
      >baik adalah tentang ditemukannya teori evolusi manusia. Di
      >tahun 1858, persis sebelum Charles
      >Darwin menerbitkan bukunya "The Origin of the Species", secara
      >kebetulan ada orang lain yang
      >bernama Russell Wallace, juga telah menyusun ide evolusi yang
      >persis sama dengan yang disusun oleh
      >Charles Darwin. Darwin dan Wallace tidak saling menyontek;
      >melainkan dengan mempelajari kenyataan
      >alam yang ada, mereka menyusun kesimpulan yang sama secara
      >sendiri-sendiri.
      >
      >Maka, jika ide-ide Hindu tentang karma dan kelahiran kembali
      >tampaknya sama persis dengan ide-ide
      >Buddhis tentang karma dan kelahiran kembali (tetapi ide-ide
      >kedua agama tentang topik tersebut
      >berbeda), tetap saja tidak terbukti bahwa Sang Buddha
      >menyontek. Kenyataannya adalah orang-orang
      >suci Hindu mendapatkan ide-ide yang samar-samar tentang karma
      >dan kelahiran kembali melalui
      >pengetahuan yang mereka kembangkan lewat meditasi. Yang
      >kemudian diajarkan oleh Sang Buddha
      >(Catatan Editor: yang telah mencapai Penerangan Sempurna lewat
      >meditasi) dengan lebih lengkap dan
      >tepat.
      >
      >Yesus mengampuni dosa-dosa kita, tetapi Buddhisme mengatakan
      >bahwa kamu tidak akan pernah bisa
      >melarikan diri dari akibat-akibat Karmamu sendiri
      >Tidaklah seluruhnya benar bahwa Yesus itu mengampuni dosa-dosa
      >kita. Menurut ajaran Kristiani,
      >setelah manusia diciptakan, mereka akan hidup selamanya -
      >pertama, untuk beberapa puluh tahun di
      >dunia dan kemudian hidup selamanya di surga atau neraka. Yesus
      >akan mengampuni dosa-dosa orang
      >ketika mereka hidup di dunia ini, tetapi menolak untuk
      >mengampuni mereka yang telah dihukum di
      >neraka, tidak peduli berapa kali mereka memohon dan bertobat.
      >Sehingga pengampunan Yesus itu hanya
      >terbatas dalam waktu hidup sementara di dunia, dan kemudian
      >tidak mau memaafkan lagi kalau orang
      >itu masuk neraka. Maka kebanyakan orang tidak akan pernah bisa
      >melarikan diri dari akibat dosa
      >mereka.
      >
      >Dapatkah umat Buddhis melarikan diri dari karma mereka
      >sendiri? Ajaran tentang karma mengajarkan
      >bahwa setiap kelakuan (kamma) mempunyai akibat (vipaka).
      >Tetapi akibatnya tidaklah selalu sama
      >dengan penyebabnya. Contohnya, jika seorang mencuri sesuatu,
      >kelakuan ini akan membawa akibat
      >buruk. Tetapi jika setelah mencuri orang tersebut menyesal,
      >mengembalikan barang yang dicuri, dan
      >dengan tulus berjanji akan berusaha lebih berhati-hati di masa
      >yang akan datang, akibat buruk itu
      >akan tetap ada tetapi sudah tidak sekuat akibatnya kalau dia
      >tidak menyesal.
      >
      >Tetapi walaupun si pencuri itu tidak mengakui kesalahannya,
      >tetapi melakukan kebaikan yang lain,
      >dia akan terbebas dari kesalahan itu setelah karmanya berbuah.
      >Jadi menurut ajaran agama Buddha,
      >kita bisa terbebas dari karma kita dengan membayar karma
      >tersebut, sedangkan menurut ajaran
      >Kristiani, dosa-dosa kita hanya akan dimaafkan dalam jangka
      >waktu yang begitu pendek.
      >
      >(Catatan Editor: Satu contoh logika yang menggambarkan adilnya
      >karma adalah contoh tentang
      >sesendok garam. Jika sesendok garam dimasukkan ke dalam mulut,
      >rasa asinya tentu saja sangat luar
      >biasa. Tetapi jika sesendok garam itu dimasukkan ke dalam
      >segelas air, rasa asin itu akan
      >berkurang. Dan kalau sesendok garam itu dimasukkan ke dalam
      >segentong air, garam itu tetap tidak
      >akan berkurang dalam jumlah, tetapi karena jumlah airnya yang
      >banyak rasa asin itu akan jauh
      >berkurang. Demikianlah juga dengan karma kita. Kalau kita
      >berbuat buruk dan tidak menyesali
      >ataupun memperbaikinya, karma buruk itu akan berbuat setimpal
      >seperti sesendok garam yang
      >dimasukkan ke dalam mulut. Tetapi jika perbuatan buruk itu
      >disesali dan kemudian banyak berbuat
      >baik (menambah banyak air ke dalam gentong yang berisi
      >sesendok garam), akibat yang berbuah juga
      >akan menjadi ringan.)
      >
      >Ada banyak segi yang mana ajaran Karma lebih baik daripada
      >pendapat orang Kristen tentang
      >pengampunan dosa dan penghukuman. Di dalam Buddhisme, ketika
      >seseorang mungkin harus menerima
      >akibat-akibat buruk dari karma jahatnya yang telah dia perbuat
      >(yang tentu saja adil), ini juga
      >berarti bahwa orang tersebut juga pasti menerima akibat-akibat
      >baik dari karma baik yang pernah
      >dibuatnya.
      >
      >Tetapi tidak demikian halnya dengan ajaran Kristen. Contohnya,
      >seorang yang bukan beragama Kristen
      >yang jujur, penuh kesabaran, murah hati, dan baik hati, tetapi
      >meskipun baik, setelah meninggal
      >orang ini akan masuk ke neraka abadi dan tidak menerima
      >imbalan atas segala kebaikannya yang
      >pernah dia perbuat.
      >
      >Lebih jauh lagi, menurut ajaran tentang karma, akibat-akibat
      >yang kita terima dan rasakan, adalah
      >dalam proporsi yang setimpal hasil dari sebabnya - kalau tidak
      >ada faktor lain. (Catatan Editor:
      >Contoh sesendok garam itu adalah contoh yang baik untuk kita
      >renungkan kembali. Kalau tidak ada
      >faktor perbuatan baik yang kita kumpulkan (menuangkan air),
      >rasa asin sesendok garam itu haruslah
      >dirasakan sepenuhnya. Itulah yang diartikan di paragraf ini).
      >
      >Tetapi tidak demikian halnya di dalam ajaran Kristen. Meskipun
      >seseorang telah berbuat sangat
      >banyak kejahatan dalam hidupnya, hukuman neraka abadi adalah
      >hukuman yang tidak proporsional sama
      >sekali. Bagaimana jauh lebih tidak proporsionalnya hukuman
      >yang sama (neraka abadi) dijatuhkan
      >kepada orang berbudi baik yang bukan Kristen? Tentunya
      >keabadian di neraka, dan pendapat yang
      >dihujat oleh orang-orang yang bukan Kristen, berasal dari
      >ajaran yang menampilkan keraguan yang
      >serius terhadap Tuhan yang Maha Adil dan Maha Pengasih dan Penyayang.
      >
      >Kristiani telah menyebar luas ke hampir setiap negara di dunia
      >dan mempunyai lebih banyak pengikut
      >dari agama apapun di dunia, maka agama Kristen pastilah benar.
      >
      >Memang benar agama Kristen telah menyebar luas, tetapi
      >bagaimanakah penyebaran ini terjadi? Sampai
      >ke abad 15, agama Kristen hanya terbatas di benua Eropa saja.
      >Setelah abad 15, tentara-tentara
      >Eropa menyebar ke seluruh dunia memaksakan agama mereka kepada
      >orang-orang yang mereka jajah. Di
      >kebanyakan negara yang dijajah (seperti Sri Lanka, Filipina,
      >Taiwan dan beberapa bagian dari
      >India) dibuat hukum-hukum untuk melarang semua agama selain
      >agama Kristen. Sampai ke akhir abad
      >ke-19, kekerasan yang keji tidak lagi dipakai untuk memaksakan
      >agama Kristen, tetapi di bawah
      >pengaruh penyebar-penyebar Injil, petugas-petugas negara
      >penjajah mencoba menghalangi agama-agama
      >non-Kristen sebanyak mungkin.
      >
      >Hari ini, penyebaran agama Kristen didukung oleh bantuan
      >keuangan yang berlimpah yang para
      >penyebar Injil dapatkan kebanyakan dari Amerika Serikat. Maka
      >agama Kristen tidaklah tersebar
      >karena ajarannya yang dianggap paling mulia, melainkan karena
      >faktor-faktor lain.
      >
      >Tentang apakah agama Kristen adalah agama yang paling banyak
      >penganutnya di dunia ini. Dapatkah
      >kita memasukkan orang-orang Mormon, Kesaksian Yehova, Moonies
      >sebagai orang Kristen? Bisakah kita
      >memasukkan kumpulan-kumpulan dan sekte-sekte aneh yang
      >berkembang di Amerika Selatan dan Afrika
      >yang jumlahnya mencapai jutaan itu sebagai orang-orang
      >Kristen? Bahkan hampir semua orang
      >Protestan tidak menganggap orang Katolik sebagai orang Kristen!
      >
      >(Catatan Editor: Begitulah kenyataan yang ada. Orang Kristen
      >yang sering menghina Katolik dan
      >tidak menganggap orang Katolik sebagai orang Kristen. Tetapi
      >kalau orang-orang Kristen sedang
      >berusaha untuk mengajak orang berpindah agama, banyak dari
      >mereka akan menganggap orang Katolik
      >sebagai orang Kristen untuk membanggakan banyaknya pengikut
      >Kristiani.)
      >
      >Kalau kita tidak mengakui semua aliran-aliran aneh dan sesat
      >agama Kristen sebagai 'Kristen
      >Sejati', maka ini mungkin akan membuat agama Kristen sebagai
      >salah satu agama terkecil di dunia.
      >Ini juga tentunya menjelaskan mengapa Alkitab mengatakan bahwa
      >hanya 144.000 (Seratus empat puluh
      >empat ribu) orang yang akan diselamatkan pada Hari Pengadilan
      >Terakhir. (Wahyu 14:3-4). Tetapi
      >walaupun jikalau agama Kristen adalah agama yang paling banyak
      >penganutnya di dunia, apalah
      >artinya? Dua ratus tahun yang lalu kebanyakan manusia percaya
      >bahwa bumi ini datar. Sejak itu
      >mereka telah terbukti salah. Ketepatan dan kebenaran suatu
      >kepercayaan tidaklah berhubungan dengan
      >jumlah orang yang menerima kepercayaan tersebut.
      >
      >Tuhan memberkati mereka yang percaya kepadaNya. Itulah
      >sebabnya mengapa negara-negara Kristen kaya
      >raya dan negara-negara Buddhis miskin-miskin.
      >
      >Dari semua sanggahan yang orang Kristen pakai untuk mengajak
      >orang berpindah agama, sejauh ini
      >sanggahan inilah yang paling bodoh. Pertama-tama kalau apa
      >yang dikatakan di dalam Alkitab tentang
      >kekayaan adalah benar (Matius 19:23-24), maka kelihatannya
      >berkat yang dipercayai telah diberikan
      >Tuhan kepada Eropa dan America adalah kutukan dalam selimut.
      >Kedua, jika kemakmuran asdalah bukti
      >dari berkat dan bantuan Tuhan, tampaknya Tuhan sangat menyukai
      >orang Islam karena Dia telah
      >memberikan minyak bumi yang begitu banyak kepada mereka.
      >Ketiga, beberapa negara-negara Kristen
      >seperti Honduras, Filipina (Catatan Editor: juga Ethiopia yang
      >dilanda kelaparan di tahun 80-an)
      >adalah negara-negara yang miskin, sedangkan Jepang, yang
      >kebanyakan penduduknya adalah umat Buddha
      >adalah negara yang sangat kaya. Terakhir, dengan membuat
      >pernyataan-pernyataan seperti ini, orang
      >Kristen telah membiarkan diri mereka tergelincir dari tujuan
      >mereka menyembah Tuhan - kecintaan
      >akan uang. Buddhisme telah mengajarkan bahwa kualitas seperti
      >berpuas diri (hidup sederhana),
      >cinta kasih, kelemahlembutan, kedamaian dari dalam diri adalah
      >lebih berharga daripada uang.
      >
      >Di seluruh penjuru dunia termasuk di Asia, agama Kristen telah
      >menjadi penggerak kemajuan
      >sedangkan agama Buddha telah berbuat sedikit sekali untuk
      >memajukan masyarakat.
      >
      >Banyak yang bisa dibanggakan dari sejarah Kristen, tetapi sama
      >banyaknya pula yang orang Kristen
      >patut merasa malu. Ambilah contoh perbudakan. Sebuah gerakan
      >yang sangat keji yang didukung oleh
      >hampir seluruh gereja sampai abad ke-19. Setelah Paulus
      >memasukkan budak yang bernama Oresimus ke
      >dalam agama Kristen, Paulus meyakinkan Oresimus bahwa sebagai
      >seorang Kristen ia hendaknya kembali
      >kepada tuannya (Filemon 1:3-20). Paulus meminta kepada tuannya
      >untuk memperlakukan Oresimus dengan
      >baik, tetapi dia tidak meminta tuannya untuk membebaskan
      >budaknya. Alkitab mengatakan bahwa
      >budak-budak hendaknya mematuhi tuan-tuan mereka meskipun
      >mereka diperlakukan secara keji.
      >
      >"Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan
      >kepada tuanmu, bukan saja kepada yang
      >baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis. Sebab adalah
      >kasih karunia, jika seorang karena
      >sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak
      >harus ia tanggung. Sebab dapatkah
      >disebut pujian, jika kami menderita pukulan karena kamu
      >berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat
      >baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah
      >kasih karunia pada Allah." (1 Petrus
      >2:18-20)
      >
      >Maka menurut Alkitab, seorang budak haruslah menganggap
      >tuannya sebagai Tuhan dan menganggap lebih
      >baik dipukul karena berbuat baik daripada berbuat buruk.
      >
      >Para pemilik budak di Afrika, Amerika dan Brasilia mendukung
      >budak-budak mereka untuk menjadi
      >orang Kristen supaya budak-budak itu lebih patuh dan tidak
      >melawan. Di Inggris, seruan untuk
      >menghentikan perbudakan di abad ke-18 ditentang secara keras
      >oleh pihak gereja. Pihak gereja juga
      >menentang seruan yang sama di Mexico, Brasilia dan Amerika
      >Selatan. (Untuk lebih lengkapnya,
      >silakan baca bab "Slavery" di "The Encyclopedia of Religion
      >and Ethics", 1989)
      >
      >Ambil juga contoh yang dialami ilmu pengetahuan. Perkembangan
      >ilmu pengetahuan di Barat terhambat
      >oleh pertentangan dari gereja. (Baca "A History of the Warfare
      >of Science with Theology in
      >Christendom, 2 Vol, A.D White, 1960). Pertentanga Kristen
      >untuk membedah mayat telah menghentikan
      >pertumbuhan kedokteran dan anatomi selama 300 tahun.
      >Gereja-gereja menentang pembedahan itu karena
      >mereka percaya bahwa pembedahan akan membuat kebangkitan badan
      >menjadi mustahil. Gereja juga
      >menentang pandangan heliosentris tentang alam semesta dan
      >bahkan mengancam Galileo Galilei karena
      >dia berkata bahwa bumi berputar mengelilingi matahari. Ketika
      >Benjamin Franklin menemukan tangkai
      >penangkal listrik yang mencegah kerusakan gedung akibat
      >sambaran petir, gereja Protestan sangatlah
      >murka. Mereka percaya bahwa Tuhan tidak akan bisa lagi
      >menghukum orang-orang berdosa dengan
      >menjatuhkan petir kepada mereka.
      >
      >(Catatan Editor: Ternyata secara tersirat, Gereja Protestan
      >ternyata tidak yakin kalau Tuhan itu
      >Maha Hebat, sehingga harus "kalah" oleh penangkal petir buatan
      >manusia.)
      >
      >Ketika chloroform ditemukan, gereja-gereja Kristen melarang
      >penggunaan chloroform untuk meredakan
      >kesakitan sewaktu melahirkan. Alkitab mengajarkan dan orang
      >Kristen percaya bahwa kesakitan karena
      >melahirkan adalah hukuman Tuhan atas dosa Hawa (Kejadian 3:16)
      >
      >Ambil juga contoh yang dialami oleh orang Yahudi. Dari semua
      >lembaran hitam sejarah Kristen,
      >inilah lembaran sejarah Kristen yang paling kelam dan paling
      >hina. Selama 2000 tahun, orang-orang
      >Kristen telah mengecam, memburu, mencela dan membunuh
      >orang-orang Yahudi karena orang-orang Yahudi
      >menolak untuk percaya kepada Yesus. Dan dalam hal ini
      >Protestan tidaklah lebih baik dari Katolik.
      >Di tahun 1986, seorang pendeta Protestan di Amerika Serika
      >berkata,"Tuhan tidak mendengar ketika
      >orang Yahudi berdoa."
      >
      >(Catatan Editor: Sungguh bodoh dan keji perbuatan di atas. Dan
      >yang lebih membingungkan lagi
      >adalah bangsa Israel (Yahudi) adalah orang-orang
      >pilihan/kesayangan Tuhan yang dibawa keluar oleh
      >Tuhan melalui kepemimpinan Musa selama 40 tahun. Mengapa
      >terjadi hujatan, hinaan, pemburuan dan
      >pembunuhan terhadap orang-orang kesayangan Tuhan yang justru
      >dilakukan oleh orang Kristen
      >sendiri?)
      >
      >Kita bisa melanjutkan ini karena masih banyak lagi sejarah
      >Kristen yang tidak terpuji. Tetapi
      >cukuplah sampai di sini. Memang benar sejak abad ke-19
      >gereja-gereja Kristen telah mulai untuk
      >mengambil dan memegang cara pandang tradisi duniawi yang lebih
      >bebas. Sehingga sekarang
      >orang-orang Kristen seringkali menjadi ujung tombak gerakan
      >untuk keadilan, demokrasi dan
      >persamaan hak. Secara bertentangan Alkitab mengatakan semua
      >pemerintah, bahkan yang tidak adil,
      >mendapatkan kuasa mereka dari Tuhan, dan siapapun yang
      >menentang pemerintah berarti telah
      >menentang Tuhan.
      >
      >"Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di
      >atasnya, sebab tidak ada pemerintah yang
      >tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada,
      >ditetapkan oleh Allah. Sebab itu
      >barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan
      >siapa melakukannya, akan
      >mendatangkan hukuman atas dirinya." (Roma 13:1-2)
      >Lihat juga Yohanes 19:11, Titus 3:1, Petrus 2:13, Amsal 8:15-16
      >Raja-raja yang kejam, kardinal-kardinal, uskup-uskup mengutip
      >ayat-ayat seperti yang tercantum di
      >atas selama berabad-abad lamanya untuk membenarkan kekuasaan
      >mereka. Ahli-ahli ilmu ketuhanan dan
      >aktivis sosial berlatarbelakang Kristen sangatlah diam
      >terhadap ayat-ayat tersebut. Filosofi
      >sosial orang Kristen tidaklah berasal dari Alkitab, melainkan
      >berasal dari tradisi duniawi Barat
      >yang ditentang oleh gereja-gereja selama 400 tahun. Sekarang
      >mereka mencoba berpura-pura dengan
      >mengatakan nilai-nilai duniawi ini berasal dari Yesus.
      >(Lihatlah "What the Bible Really Says, ed.
      >M.Smith and R.S. Hoffman, 1989).
      >
      >Buddhisme telah sejak dulu tidak menyerang seperti Kristen,
      >dan tidak seteratur Kristen. Ini telah
      >berarti, pengaruh Buddhisme terhadap masyarakat adalah halus,
      >kurang terlihat, dan bahkan tidak
      >sekuat yang diharapkan. Tetapi di sisi lain, ini telah berarti
      >bahwa perburuan dan pembunuhan
      >terhadap orang yang tidak percaya, dan perang-perang berdarah
      >antar agama yang telah mencoreng
      >sejarah Kristen, sangatlah jarang atau tidak pernah ada di
      >dalam Buddhisme.
      >
      >(1) Jauh didalam, umat Buddha sebenarnya mencari Tuhan
      >(2) Buddhisme hanyalah pernyataan yang berbeda akan
      >pengertian manusia terhadap Tuhan
      >(3) Umat Buddhis sebenarnya adalah orang Kristen di luar
      >kalangan gereja
      >
      >Di jaman sekarang, kita sering mendengar orang-orang Kristen
      >yang lebih liberal mengatakan
      >pernyataan-pernyataan seperti ini. Menyedihkan sekali,
      >pernyataan-pernyataan ini tidak ada artinya
      >sama sekali. Kita bisa saja memutarbalikkan
      >pernyataan-pernyataan itu dan berkata "Jauh di dalam,
      >orang-orang Kristen mencari Nibbana", "Tuhan Kristen hanyalah
      >gambaran orang Kristen tentang
      >Nibbana" atau "Orang-orang Kristen adalah orang Buddha diluar
      >kalangan Sangha (para Bhikku)".
      >
      >Meskipun pernyataan-pernyataan itu sering diterima oleh umat
      >Buddha sebagai tanda orang Kristen
      >liberal lebih toleran daripada saudara-saudara mereka yang
      >Kristen fundamentalis dan fanatik,
      >kenyataannya tidaklah demikian. Pernyataan-pernyataan ini
      >hanyalah menunjukkan bahwa orang-orang
      >Kristen ingin menyatakan keunggulan agama mereka. Ini juga
      >menunjukkan bahwa orang-orang Kristen
      >yang dianggap toleran itu menggantungkan toleransi mereka atas
      >kepercayaan bahwa agama Buddha itu
      >adalah bentuk lain dari agama Kristen. Secara singkat,
      >toleransi itu berdasarkan khayalan belaka.
      >Orang-orang Kristen yang liberal hanya akan toleran secara
      >tulus kalau mereka bisa mengakui bahwa
      >agama Buddha adalah berbeda dari agama Kristen, dan
      >menghormati serta toleran terhadap perbedaan
      >itu.
      >
      >Buddhisme boleh saja menjadi filosofi yang luhur, tetapi kalau
      >kau melihat negara-negara Buddhis,
      >kamu akan melihat kelihatannya sangat sedikit orang yang
      >mengamalkan ajarannya.
      >
      >Mungkin! Tetapi bukankah demikian halnya dengan negara-negara
      >Kristen? Orang Kristen jujur yang
      >mana yang berani mengatakan bahwa SEMUA orang Kristen secara
      >penuh dan tulus menjalankan
      >sepenuhnya ajaran Yesus? Marilah kita tidak mengadili sebuah
      >agama atas dasar mereka yang tidak
      >menjalankan ajaran agama itu.
      >
      >__________________________________
      >Do you Yahoo!?
      >The New Yahoo! Shopping - with improved product search
      >http://shopping.yahoo.com
      >
      >------------------------ Yahoo! Groups Sponsor
      >---------------------~-->
      >Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
      >Printer at MyInks.com. Free s/h on orders $50 or more to the
      >US & Canada.
      >http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
      >http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/.1VolB/TM
      >---------------------------------------------------------------
      >------~->
      >
      >To unsubscribe from this group, send an email to:
      >diskusi-alkitab-unsubscribe@yahoogroups.com
      >
      >
      >
      >Your use of Yahoo! Groups is subject to
      >http://docs.yahoo.com/info/terms/
      >
      >
    • Zhuge Liang
      Halo Pak Bagus, Jawabannya sederhana : Karena hanya orang Kristen yang melakukan kristenisasi :) Kata Pengantar dari Editor dan Prakata dari Penulis jelas
      Message 2 of 8 , Oct 20, 2003
        Halo Pak Bagus,
        Jawabannya sederhana :
        Karena hanya orang Kristen yang melakukan kristenisasi :)

        Kata Pengantar dari Editor dan Prakata dari Penulis jelas menyampaikan tujuan buku itu, yaitu
        ingin memberikan keseimbangan informasi kepada umum.
        Ya, informasi berharga terutama bagi umat Buddha dalam zaman kristenisasi sekarang ini :)

        Adalah hal yang wajar apabila sebagian kecil masyarakat yang mendukung kristenisasi tidak dapat
        menerima kehadiran buku ini, karena buku ini cukup mencerdaskan umat Buddha dalam hal Kristologi
        :)
        Hitung-hitung sebagai bekal bagi umat Buddha apabila di-injili oleh para penginjil :)

        Semoga Pak Bagus berbahagia.
        Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

        Regards,
        Zhuge Liang

        > From: "Bagus Dj, SKAI-New" <Bagus-Dj@...>
        > Date: Mon, 20 Oct 2003 16:14:44 +0700
        > Subject: Beyond Belief (To Pak Liang)
        >
        > Pak Liang.
        > Saya ada mau tanya, kenapa kritik dari ajaran Buddha yang pak Liang
        > sampaikan di milis ini kok hanya ditujukan kepada agama Kristen ?
        > Bukankah agama Islampun tidak sejalan dengan ajaran Buddhis ?
        > bagaimana agama-agama lain (Hindu, Tapekong, Kebatinan Abah Jambrong, dan
        > agama-2 primitif lainnya) menurut Buddhism ?
        >
        > Terima kasih

        __________________________________
        Do you Yahoo!?
        The New Yahoo! Shopping - with improved product search
        http://shopping.yahoo.com
      • Zhuge Liang
        Pak Bagus, Di kantor tempat saya kerja pertama kali, saya di-injili oleh Boss saya sendiri, karena saya selalu menolak diajak ikut persekutuan doa Jumat siang.
        Message 3 of 8 , Oct 21, 2003
          Pak Bagus,
          Di kantor tempat saya kerja pertama kali, saya di-injili oleh Boss saya sendiri, karena saya
          selalu menolak diajak ikut persekutuan doa Jumat siang.
          Demikian pula, beberapa kali pindah kerja, selalu kena di-injili baik oleh Boss, atasan, maupun
          rekan sejawat, karena saya nggak pernak mau ikutan Jumatan Kristen.
          Bahkan bawahan pun nekat juga menginjili saya :)

          Isteri saya mengalami hal yang sama di lingkungan kerjanya.
          Tetangga yang Kristen begitu juga, kalo hari Sabtu / Minggu, pas saya dan keluarga lagi santai di
          rumah, nggak bosen-bosennya gangguin saya dan isteri di rumah, dan tiap kali pula saya cuekin :)
          Bahkan pada acara pertemuan khusus Buddhis di Duta Merlin bulan September 2003 yang lalu, seorang
          Kristen nekat menginjili seluruh umat Buddha yang hadir :)

          Semoga Pak Bagus berbahagia.
          Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

          Regards,
          Zhuge Liang

          > From: "Bagus Dj, SKAI-New" <Bagus-Dj@...>
          > Subject: RE: Beyond Belief (To Pak Liang)
          > Date: Mon, 20 Oct 2003 16:58:55 +0700
          >
          > Pak Liang,
          > Seperti apa bentuk kristenisasi yang pernah bapak lihat atau alami ?
          > Terima kasih
          > Semoga Pak Liang juga berbahagia
          >
          > >From: Zhuge Liang [mailto:zhugeliangthesleepingdragon@...]
          > >Sent: Monday, October 20, 2003 4:51 PM
          > >Subject: Re: Beyond Belief (To Pak Liang)
          > >
          > >Halo Pak Bagus,
          > >Jawabannya sederhana :
          > >Karena hanya orang Kristen yang melakukan kristenisasi :)
          > >
          > >Kata Pengantar dari Editor dan Prakata dari Penulis jelas
          > >menyampaikan tujuan buku itu, yaitu
          > >ingin memberikan keseimbangan informasi kepada umum.
          > >Ya, informasi berharga terutama bagi umat Buddha dalam zaman
          > >kristenisasi sekarang ini :)
          > >
          > >Adalah hal yang wajar apabila sebagian kecil masyarakat yang
          > >mendukung kristenisasi tidak dapat
          > >menerima kehadiran buku ini, karena buku ini cukup
          > >mencerdaskan umat Buddha dalam hal Kristologi :)
          > >Hitung-hitung sebagai bekal bagi umat Buddha apabila di-injili
          > >oleh para penginjil :)
          > >
          > >Semoga Pak Bagus berbahagia.
          > >Semoga semua makhluk hidup berbahagia.
          > >
          > >Regards,
          > >Zhuge Liang
          > >
          > >> From: "Bagus Dj, SKAI-New" <Bagus-Dj@...>
          > >> Date: Mon, 20 Oct 2003 16:14:44 +0700
          > >> Subject: Beyond Belief (To Pak Liang)
          > >>
          > >> Pak Liang.
          > >> Saya ada mau tanya, kenapa kritik dari ajaran Buddha yang pak Liang
          > >> sampaikan di milis ini kok hanya ditujukan kepada agama Kristen ?
          > >> Bukankah agama Islampun tidak sejalan dengan ajaran Buddhis ?
          > >> bagaimana agama-agama lain (Hindu, Tapekong, Kebatinan Abah Jambrong, dan
          > >> agama-2 primitif lainnya) menurut Buddhism ?
          > >>
          > >> Terima kasih


          __________________________________
          Do you Yahoo!?
          The New Yahoo! Shopping - with improved product search
          http://shopping.yahoo.com
        • Zhuge Liang
          ... __________________________________ Do you Yahoo!? The New Yahoo! Shopping - with improved product search http://shopping.yahoo.com
          Message 4 of 8 , Oct 21, 2003
            > From: "Bagus Dj, SKAI-New" <Bagus-Dj@...>
            > Subject: RE: Beyond Belief (To Pak Liang)
            > Date: Mon, 20 Oct 2003 16:58:55 +0700
            >
            > Pak Liang,
            > Seperti apa bentuk kristenisasi yang pernah bapak lihat atau alami ?
            > Terima kasih
            > Semoga Pak Liang juga berbahagia
            >
            > >From: Zhuge Liang [mailto:zhugeliangthesleepingdragon@...]
            > >Sent: Monday, October 20, 2003 4:51 PM
            > >Subject: Re: Beyond Belief (To Pak Liang)
            > >
            > >Halo Pak Bagus,
            > >Jawabannya sederhana :
            > >Karena hanya orang Kristen yang melakukan kristenisasi :)
            > >
            > >Kata Pengantar dari Editor dan Prakata dari Penulis jelas
            > >menyampaikan tujuan buku itu, yaitu
            > >ingin memberikan keseimbangan informasi kepada umum.
            > >Ya, informasi berharga terutama bagi umat Buddha dalam zaman
            > >kristenisasi sekarang ini :)
            > >
            > >Adalah hal yang wajar apabila sebagian kecil masyarakat yang
            > >mendukung kristenisasi tidak dapat
            > >menerima kehadiran buku ini, karena buku ini cukup
            > >mencerdaskan umat Buddha dalam hal Kristologi
            > >:)
            > >Hitung-hitung sebagai bekal bagi umat Buddha apabila di-injili
            > >oleh para penginjil :)
            > >
            > >Semoga Pak Bagus berbahagia.
            > >Semoga semua makhluk hidup berbahagia.
            > >
            > >Regards,
            > >Zhuge Liang
            > >
            > >> From: "Bagus Dj, SKAI-New" <Bagus-Dj@...>
            > >> Date: Mon, 20 Oct 2003 16:14:44 +0700
            > >> Subject: Beyond Belief (To Pak Liang)
            > >>
            > >> Pak Liang.
            > >> Saya ada mau tanya, kenapa kritik dari ajaran Buddha yang pak Liang
            > >> sampaikan di milis ini kok hanya ditujukan kepada agama Kristen ?
            > >> Bukankah agama Islampun tidak sejalan dengan ajaran Buddhis ?
            > >> bagaimana agama-agama lain (Hindu, Tapekong, Kebatinan Abah Jambrong, dan
            > >> agama-2 primitif lainnya) menurut Buddhism ?
            > >>
            > >> Terima kasih

            __________________________________
            Do you Yahoo!?
            The New Yahoo! Shopping - with improved product search
            http://shopping.yahoo.com
          • MESCH
            Menurut saya menginjili tidak tidak sama dengan Kristenisasi karena menginjili sama dengan memberitakan Injil. Sdr. ZL sering menulis mengenai ajaran Buddhis
            Message 5 of 8 , Oct 21, 2003
              Menurut saya menginjili tidak tidak sama dengan Kristenisasi karena
              menginjili sama dengan memberitakan Injil.
              Sdr. ZL sering menulis mengenai ajaran Buddhis di milis-milis hal ini sama
              dengan memberitakan ajaran Buddhis melalui tulisan.
              Kalau Sdr. ZL mengartikan orang Kristen yang menginjili melakukan
              kristenisasi maka Sdr. ZL juga melakukan Buddhisnisasi.

              Salam,
              MESCH
              ----- Original Message -----
              From: "Zhuge Liang" <zhugeliangthesleepingdragon@...>
              To: <Bagus-Dj@...>
              Sent: Tuesday, October 21, 2003 3:12 PM
              Subject: [diskusi-alkitab] RE: Beyond Belief (To Pak Liang)


              > Pak Bagus,
              > Di kantor tempat saya kerja pertama kali, saya di-injili oleh Boss saya
              sendiri, karena saya
              > selalu menolak diajak ikut persekutuan doa Jumat siang.
              > Demikian pula, beberapa kali pindah kerja, selalu kena di-injili baik oleh
              Boss, atasan, maupun
              > rekan sejawat, karena saya nggak pernak mau ikutan Jumatan Kristen.
              > Bahkan bawahan pun nekat juga menginjili saya :)
              >
              > Isteri saya mengalami hal yang sama di lingkungan kerjanya.
              > Tetangga yang Kristen begitu juga, kalo hari Sabtu / Minggu, pas saya dan
              keluarga lagi santai di
              > rumah, nggak bosen-bosennya gangguin saya dan isteri di rumah, dan tiap
              kali pula saya cuekin :)
              > Bahkan pada acara pertemuan khusus Buddhis di Duta Merlin bulan September
              2003 yang lalu, seorang
              > Kristen nekat menginjili seluruh umat Buddha yang hadir :)
              >
              > Semoga Pak Bagus berbahagia.
              > Semoga semua makhluk hidup berbahagia.
              >
              > Regards,
              > Zhuge Liang
              >
              > > From: "Bagus Dj, SKAI-New" <Bagus-Dj@...>
              > > Subject: RE: Beyond Belief (To Pak Liang)
              > > Date: Mon, 20 Oct 2003 16:58:55 +0700
              > >
              > > Pak Liang,
              > > Seperti apa bentuk kristenisasi yang pernah bapak lihat atau alami ?
              > > Terima kasih
              > > Semoga Pak Liang juga berbahagia
              > >
              > > >From: Zhuge Liang [mailto:zhugeliangthesleepingdragon@...]
              > > >Sent: Monday, October 20, 2003 4:51 PM
              > > >Subject: Re: Beyond Belief (To Pak Liang)
              > > >
              > > >Halo Pak Bagus,
              > > >Jawabannya sederhana :
              > > >Karena hanya orang Kristen yang melakukan kristenisasi :)
              > > >
              > > >Kata Pengantar dari Editor dan Prakata dari Penulis jelas
              > > >menyampaikan tujuan buku itu, yaitu
              > > >ingin memberikan keseimbangan informasi kepada umum.
              > > >Ya, informasi berharga terutama bagi umat Buddha dalam zaman
              > > >kristenisasi sekarang ini :)
              > > >
              > > >Adalah hal yang wajar apabila sebagian kecil masyarakat yang
              > > >mendukung kristenisasi tidak dapat
              > > >menerima kehadiran buku ini, karena buku ini cukup
              > > >mencerdaskan umat Buddha dalam hal Kristologi :)
              > > >Hitung-hitung sebagai bekal bagi umat Buddha apabila di-injili
              > > >oleh para penginjil :)
              > > >
              > > >Semoga Pak Bagus berbahagia.
              > > >Semoga semua makhluk hidup berbahagia.
              > > >
              > > >Regards,
              > > >Zhuge Liang
              > > >
              > > >> From: "Bagus Dj, SKAI-New" <Bagus-Dj@...>
              > > >> Date: Mon, 20 Oct 2003 16:14:44 +0700
              > > >> Subject: Beyond Belief (To Pak Liang)
              > > >>
              > > >> Pak Liang.
              > > >> Saya ada mau tanya, kenapa kritik dari ajaran Buddha yang pak Liang
              > > >> sampaikan di milis ini kok hanya ditujukan kepada agama Kristen ?
              > > >> Bukankah agama Islampun tidak sejalan dengan ajaran Buddhis ?
              > > >> bagaimana agama-agama lain (Hindu, Tapekong, Kebatinan Abah Jambrong,
              dan
              > > >> agama-2 primitif lainnya) menurut Buddhism ?
              > > >>
              > > >> Terima kasih
              >
              >
            • Zhuge Liang
              ... __________________________________ Do you Yahoo!? The New Yahoo! Shopping - with improved product search http://shopping.yahoo.com
              Message 6 of 8 , Oct 23, 2003
                > From: David Kuntadi <david_kt@...>
                > Date: Tue, 21 Oct 2003 18:39:13 -0700 (PDT)
                > Subject: Re: Beyond Belief (To Pak Liang)
                >
                > Injil artinya kabar baik.
                > Diinjili artinya diberitakan kabar baik.
                > Pemaksaan untuk pindah agama jelas bukan penginjilan.
                >
                > Salam,
                > David Kuntadi
                >
                > --- Zhuge Liang <zhugeliangthesleepingdragon@...> wrote:
                > > Pak Bagus,
                > > Di kantor tempat saya kerja pertama kali, saya
                > > di-injili oleh Boss saya sendiri, karena saya
                > > selalu menolak diajak ikut persekutuan doa Jumat siang.
                > > Demikian pula, beberapa kali pindah kerja, selalu
                > > kena di-injili baik oleh Boss, atasan, maupun
                > > rekan sejawat, karena saya nggak pernak mau ikutan
                > > Jumatan Kristen.
                > > Bahkan bawahan pun nekat juga menginjili saya :)
                > >
                > > Isteri saya mengalami hal yang sama di lingkungan
                > > kerjanya.
                > > Tetangga yang Kristen begitu juga, kalo hari Sabtu /
                > > Minggu, pas saya dan keluarga lagi santai di
                > > rumah, nggak bosen-bosennya gangguin saya dan isteri
                > > di rumah, dan tiap kali pula saya cuekin :)
                > > Bahkan pada acara pertemuan khusus Buddhis di Duta
                > > Merlin bulan September 2003 yang lalu, seorang
                > > Kristen nekat menginjili seluruh umat Buddha yang hadir :)
                > >
                > > Semoga Pak Bagus berbahagia.
                > > Semoga semua makhluk hidup berbahagia.
                > >
                > > Regards,
                > > Zhuge Liang
                > >
                > > > From: "Bagus Dj, SKAI-New" <Bagus-Dj@...>
                > > > Subject: RE: Beyond Belief (To Pak Liang)
                > > > Date: Mon, 20 Oct 2003 16:58:55 +0700
                > > >
                > > > Pak Liang,
                > > > Seperti apa bentuk kristenisasi yang pernah bapak lihat atau alami ?
                > > > Terima kasih
                > > > Semoga Pak Liang juga berbahagia
                > > >
                > > > >From: Zhuge Liang [mailto:zhugeliangthesleepingdragon@...]
                > > > >Sent: Monday, October 20, 2003 4:51 PM
                > > > >Subject: Re: Beyond Belief (To Pak Liang)
                > > > >
                > > > >Halo Pak Bagus,
                > > > >Jawabannya sederhana :
                > > > >Karena hanya orang Kristen yang melakukan kristenisasi :)
                > > > >
                > > > >Kata Pengantar dari Editor dan Prakata dari Penulis jelas
                > > > >menyampaikan tujuan buku itu, yaitu
                > > > >ingin memberikan keseimbangan informasi kepada umum.
                > > > >Ya, informasi berharga terutama bagi umat Buddha dalam zaman
                > > > >kristenisasi sekarang ini :)
                > > > >
                > > > >Adalah hal yang wajar apabila sebagian kecil masyarakat yang
                > > > >mendukung kristenisasi tidak dapat menerima kehadiran buku ini, karena buku ini cukup
                > > > >mencerdaskan umat Buddha dalam hal Kristologi :)
                > > > >Hitung-hitung sebagai bekal bagi umat Buddha apabila di-injili
                > > > >oleh para penginjil :)
                > > > >
                > > > >Semoga Pak Bagus berbahagia.
                > > > >Semoga semua makhluk hidup berbahagia.
                > > > >
                > > > >Regards,
                > > > >Zhuge Liang
                > > > >
                > > > >> From: "Bagus Dj, SKAI-New" <Bagus-Dj@...>
                > > > >> Date: Mon, 20 Oct 2003 16:14:44 +0700
                > > > >> Subject: Beyond Belief (To Pak Liang)
                > > > >>
                > > > >> Pak Liang.
                > > > >> Saya ada mau tanya, kenapa kritik dari ajaran Buddha yang pak Liang
                > > > >> sampaikan di milis ini kok hanya ditujukan kepada agama Kristen ?
                > > > >> Bukankah agama Islampun tidak sejalan dengan ajaran Buddhis ?
                > > > >> bagaimana agama-agama lain (Hindu, Tapekong, Kebatinan Abah Jambrong, dan
                > > > >> agama-2 primitif lainnya) menurut Buddhism ?
                > > > >>
                > > > >> Terima kasih

                __________________________________
                Do you Yahoo!?
                The New Yahoo! Shopping - with improved product search
                http://shopping.yahoo.com
              • Zhuge Liang
                Pak Mesch, Cara-cara pemaksaan, baik secara halus maupun kasar, intimidasi, yang dilakukan orang Kristen terhadap orang lain yang beragama non-Kristen, apakah
                Message 7 of 8 , Oct 23, 2003
                  Pak Mesch,
                  Cara-cara pemaksaan, baik secara halus maupun kasar, intimidasi, yang dilakukan orang Kristen
                  terhadap orang lain yang beragama non-Kristen, apakah dapat dibenarkan ?

                  Berikut ini saya kutip tulisan seorang rekan Buddhis saya :
                  Kristenisasi menghalalkan beberapa cara :
                  - Memakai budaya Tionghoa untuk menyebarkan Kristen, ini nampak dalam buku-buku karya Samuel Wang,
                  Ethel Nelson, Markus Tan, William Chouw dan lain sebagainya.
                  - Penyebaran di kantor2 dan tempat kerja, baik dengan cara halus maupun kasar.
                  Kalau ditolak maka rekan2 atau atasan Kristen tersebut akan mencari2 kesalahan kita.
                  - Melalui perkawinan, kalau pasangan kita Kristen maka kita akan dipaksa pindah agama.
                  Alasannya, terang dan gelap tidak dapat bercampur menjadi satu.
                  - Melalui sekolah2 dan lembaga2 sosial.

                  Pak Mesch, uraian rekan Buddhis saya itu tepat sekali.
                  Saya melihat dan mengalami sendiri segala intimidasi, gangguan, harassment, pemaksaan model
                  begitu, yang sudah saya ceritakan pada email saya sebelumnya.

                  Semoga Pak Mesch berbahagia.
                  Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

                  Regards,
                  Zhuge Liang

                  > From: "MESCH" <menachem@...>
                  > Date: Tue, 21 Oct 2003 16:50:58 +0700
                  > Subject: Re: Beyond Belief (To Pak Liang)
                  >
                  > Menurut saya menginjili tidak tidak sama dengan Kristenisasi karena menginjili sama dengan
                  > memberitakan Injil.
                  > Sdr. ZL sering menulis mengenai ajaran Buddhis di milis-milis hal ini sama dengan memberitakan
                  > ajaran Buddhis melalui tulisan.
                  > Kalau Sdr. ZL mengartikan orang Kristen yang menginjili melakukan kristenisasi maka Sdr. ZL juga
                  > melakukan Buddhisnisasi.
                  >
                  > Salam,
                  > MESCH
                  >
                  > From: "Zhuge Liang" <zhugeliangthesleepingdragon@...>
                  > Sent: Tuesday, October 21, 2003 3:12 PM
                  > Subject: RE: Beyond Belief (To Pak Liang)
                  >
                  > > Pak Bagus,
                  > > Di kantor tempat saya kerja pertama kali, saya di-injili oleh Boss saya sendiri, karena saya
                  > > selalu menolak diajak ikut persekutuan doa Jumat siang.
                  > > Demikian pula, beberapa kali pindah kerja, selalu kena di-injili baik oleh Boss, atasan,
                  maupun
                  > > rekan sejawat, karena saya nggak pernak mau ikutan Jumatan Kristen.
                  > > Bahkan bawahan pun nekat juga menginjili saya :)
                  > >
                  > > Isteri saya mengalami hal yang sama di lingkungan kerjanya.
                  > > Tetangga yang Kristen begitu juga, kalo hari Sabtu / Minggu, pas saya dan keluarga lagi santai
                  > > di rumah, nggak bosen-bosennya gangguin saya dan isteri di rumah, dan tiap kali pula saya
                  > > cuekin :)
                  > > Bahkan pada acara pertemuan khusus Buddhis di Duta Merlin bulan September 2003 yang lalu,
                  > > seorang Kristen nekat menginjili seluruh umat Buddha yang hadir :)
                  > >
                  > > Semoga Pak Bagus berbahagia.
                  > > Semoga semua makhluk hidup berbahagia.
                  > >
                  > > Regards,
                  > > Zhuge Liang
                  > >
                  > > > From: "Bagus Dj, SKAI-New" <Bagus-Dj@...>
                  > > > Subject: RE: Beyond Belief (To Pak Liang)
                  > > > Date: Mon, 20 Oct 2003 16:58:55 +0700
                  > > >
                  > > > Pak Liang,
                  > > > Seperti apa bentuk kristenisasi yang pernah bapak lihat atau alami ?
                  > > > Terima kasih
                  > > > Semoga Pak Liang juga berbahagia
                  > > >
                  > > > >From: Zhuge Liang [mailto:zhugeliangthesleepingdragon@...]
                  > > > >Sent: Monday, October 20, 2003 4:51 PM
                  > > > >Subject: Re: Beyond Belief (To Pak Liang)
                  > > > >
                  > > > >Halo Pak Bagus,
                  > > > >Jawabannya sederhana :
                  > > > >Karena hanya orang Kristen yang melakukan kristenisasi :)
                  > > > >
                  > > > >Kata Pengantar dari Editor dan Prakata dari Penulis jelas
                  > > > >menyampaikan tujuan buku itu, yaitu
                  > > > >ingin memberikan keseimbangan informasi kepada umum.
                  > > > >Ya, informasi berharga terutama bagi umat Buddha dalam zaman
                  > > > >kristenisasi sekarang ini :)
                  > > > >
                  > > > >Adalah hal yang wajar apabila sebagian kecil masyarakat yang
                  > > > >mendukung kristenisasi tidak dapat
                  > > > >menerima kehadiran buku ini, karena buku ini cukup
                  > > > >mencerdaskan umat Buddha dalam hal Kristologi :)
                  > > > >Hitung-hitung sebagai bekal bagi umat Buddha apabila di-injili
                  > > > >oleh para penginjil :)
                  > > > >
                  > > > >Semoga Pak Bagus berbahagia.
                  > > > >Semoga semua makhluk hidup berbahagia.
                  > > > >
                  > > > >Regards,
                  > > > >Zhuge Liang
                  > > > >
                  > > > >> From: "Bagus Dj, SKAI-New" <Bagus-Dj@...>
                  > > > >> Date: Mon, 20 Oct 2003 16:14:44 +0700
                  > > > >> Subject: Beyond Belief (To Pak Liang)
                  > > > >>
                  > > > >> Pak Liang.
                  > > > >> Saya ada mau tanya, kenapa kritik dari ajaran Buddha yang pak Liang
                  > > > >> sampaikan di milis ini kok hanya ditujukan kepada agama Kristen ?
                  > > > >> Bukankah agama Islampun tidak sejalan dengan ajaran Buddhis ?
                  > > > >> bagaimana agama-agama lain (Hindu, Tapekong, Kebatinan Abah Jambrong, dan
                  > > > >> agama-2 primitif lainnya) menurut Buddhism ?
                  > > > >>
                  > > > >> Terima kasih

                  __________________________________
                  Do you Yahoo!?
                  The New Yahoo! Shopping - with improved product search
                  http://shopping.yahoo.com
                • Zhuge Liang
                  ... __________________________________ Do you Yahoo!? The New Yahoo! Shopping - with improved product search http://shopping.yahoo.com
                  Message 8 of 8 , Oct 23, 2003
                    > From: David Kuntadi <david_kt@...>
                    > Date: Tue, 21 Oct 2003 23:52:49 -0700 (PDT)
                    > Subject: RE: Beyond Belief (To Pak Liang)
                    >
                    > Terus terang saya juga tidak setuju dengan orang yg
                    > (meskipun secara halus) mengajak orang pindah agama.
                    >
                    > Menginjili tidak sama dengan mengajak orang pindah
                    > agama (menginjili= memberitakan kabar baik).
                    > Permasalahan ini juga terjadi ketika pertama kali
                    > orang mengabarkan Injil, mereka juga salah dengan
                    > mengajak orang pindah agama (ada yg dipaksa sunat
                    > misalnya). Tapi alkitab sebetulnya sudah menulis
                    > dengan jelas mengenai hal ini.
                    >
                    > Salam,
                    > David Kuntadi
                    >
                    > --- Jamal Senjaya <jamal_senjaya1@...> wrote:
                    > > Artinya meminta org pindah agama secara halus
                    > > Karena itu jangan menginjili org agama lain!!!

                    __________________________________
                    Do you Yahoo!?
                    The New Yahoo! Shopping - with improved product search
                    http://shopping.yahoo.com
                  Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.