Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Michelangelo’s Secret : Sebuah Rahasia Kecerdasan

Expand Messages
  • jody_pojoh
    Karena menulis catatan ini pas Malam Tahun Baru 2007, saya ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru 2007 ........ Membaca resensi dari Astra Dewangga, jelas
    Message 1 of 9 , Dec 31, 2006
    • 0 Attachment
      Karena menulis catatan ini pas Malam Tahun Baru 2007, saya ingin
      mengucapkan Selamat Tahun Baru 2007 ........
      Membaca resensi dari Astra Dewangga, jelas menggelitik saya, karena
      saya punya perspektif berbeda soal Michelangelo's Secret
      (Michelangelo's Notebook).Membaca Michelangelo's Secret (MS), bagi
      saya, seperti tengah menghadapi jigsaw puzzle. Cerita dibuka dengan
      prolog yang sudah pasti merupakan benang merah antara masa lalu dan
      masa kini dalam novel ini.

      22 Juli 1942. Eugenio, seorang bocah laki-laki berusia sekitar 3
      tahun, mendapatkan nama baru FREDERICO BOTTE, dan dibawa pergi dari
      Biara San Giovanni All' Orfenio, Italia Utara. Eugenio adalah anak
      Eugenio Pacelli, cikal bakal Paus Pius XII, lahir sebagai produk
      inses dengan keponakannya sendiri, Katherine Maria Teresa Annunzio,
      yang SAMA SEKALI BUKAN SUSTER dan mati BUNUH DIRI bukannya DIBUNUH.

      Berdasarkan spekulasi rumor seputar anak yang tak jelas nasibnya
      ini, Paul Christopher (pseudonim penulis dan aktor Christopher Hyde?)
      menggeber cerita, membaurkannya dalam adonan pembalasan dendam,
      kegilaan, dan bau darah.

      Meloncat ke masa kini, kita diperkenalkan dengan mahasiswa New York
      University merangkap model telanjang dan kurator sebuah museum
      bernama Fiona Katherine Ryan alias Finn,24 tahun, cantik,berambut
      merah, prototipe Julia Roberts muda. Gambaran itu mungkin yang
      menyebabkan Narayan Radhakrishnan (sampul belakang novel), teringat
      pada Darby Shaw, karakter perempuan dalam "The Pelican Brief" (John
      Grisham), yang menurut pengakuan Grisham terinspirasi oleh Julia
      Roberts. Cantik dan berambut merah.

      Tanpa sengaja, Finn menemukan lukisan vivisection dari zaman
      Renaisans, yang diyakininya sebagai bagian dari buku Michelangelo
      Bounarroti. Penemuan ini menyeret Finn pada 2 pembunuhan sadis
      menggunakan koummya yang dicuri dari sekolah Greyfriars. Demi
      mempertahankan hidup, Finn bertemu Michael Valentine yang masa
      lalunya terkait dengan orang tua Finn. Cerita kemudian merambat pada
      pembunuhan lain, Vincent Delaney, pastur gadungan, yayasan Grange,
      Carduss Club di bawah kendali masa lalu dan orang sosok di balik
      Archivo Secreto Vaticano.

      Paralel dengan pencarian Finn, penulis menghadirkan karakter laki-
      laki tua berambut abu-abu, yang punya kebiasaan telanjang ketika
      menyusun kitab suci versinya. Seorang laki-laki gila, sehingga tak
      heran, dia memberi motif sampul kitabnya berupa salib dengan Bunda
      Maria tergantung di atas salib dan bukan Yesus. Dari sudut pandang
      laki-laki inilah, tabir masa lalu disingkapkan, memperlihatkan
      adegan-adegan di balik perampokan karya seni hasil rampokan yang
      melibatkan orang Jerman sendiri dan militer Amerika yang sedang
      berada di sana.Mungkin, sebagian di antara mereka tidak sadar,
      seorang anak laki-laki pendiam di antara mereka sedang mengamati dan
      tidak akan membiarkan masa lalu itu terkubur begitu saja.

      Dengan cerdas,mengejutkan, penulis menguak misteri, yang mengantar
      pada pemahaman bahwa Yayasan Grange sesungguhnya adalah titik
      terakhir dari jalur yang membentang antara 2 benua, antara 2
      masa.Paul Christopher rupanya bukan penulis yang murah hati.Walaupun
      novelnya akan mengingatkan pada novel-novel genre sejenis yang
      meramaikan literatur Amerika, tapi Paul punya gaya sendiri. Paul
      seolah-olah memaksa pembaca untuk mengaduk otak sehingga membaca MS
      benar-benar menjadi sebuah "page-turning adventure" dan kita tidak
      akan segera dipuaskan oleh deskripsi dan narasi.

      Saya menduga Paul "terpeleset" ketika mengungkapkan tentang seorang
      satpam museum berambut abu-abu yang pada akhir novel dikenal oleh
      Finn. Di awal novel namanya Willie, di akhir novel namanya
      Fred.Mestinya keduanya sama, apalagi Paul terus-menerus menyebutkan
      laki-laki berambut abu-abu dan tentunya ingin pembaca menyimpulkan
      sendiri.

      Dalam novel menggedor benak yang konon judul aslinya "The Last
      Judgment" kita tidak akan mengenal tokoh Frederico Botte jika tidak
      membaca dengan teliti.Dialah yang digambarkan telanjang ketika
      menyusun kitab sucinya, dialah Eugenio atau di Amerika menjadi Fred
      Thorpe. Saya yakin, dalam novel ini, sebetulnya Amerika bukan tujuan
      semula ke mana Eugenio hendak dibawa. Peristiwa di perbatasan
      Swisslah yang sangat menentukan keberadaannya di Amerika.Dan saya
      pikir, ahem,... karena ada campur tangan CINTA.
      Fred dibawa ke Amerika oleh Ilse (Annalise) Kurovsky, yang saya
      yakin merupakan nama baru dari Suster Filomena yang didapatnya pada
      prolog cerita.Di perbatasan Swiss itulah hidup Suster Filomena
      berubah. Kenapa? Dia bertemu Brian Thorpe, yang akhirnya jadi
      suaminya, sang SERSAN yang diceritakan di masa lalu.
      Kalau kita lebih teliti lagi, ketika melakukan kejahatan, Fred
      Thorpe menggunakan seragam militer bekas ayah angkatnya.
      Jika lebih teliti lagi, kita bisa memastikan kalau Brian Thorpe
      dibunuh oleh Fred sendiri!

      MS adalah novel populer, sehingga sah-sah saja novelnya dihiasi
      dengan hal-hal seperti nama-nama selebritas, film atau tayangan TV,
      apalagi latar belakang Paul adalah dunia perfilman.
      Ketidakjelasan saya temukan antara lain di hal. 276 " Pada tahun
      1956, setelah kematian anak laki-laki itu pada umur enam belas
      tahun, dst...." Apa maksud kalimat itu? Siapa anak laki-laki itu?

      Saya baru kenal Paul pada novel ini, tetapi rupanya dia sangat
      populer di Amerika. Pernah mengamati begitu banyaknya merek (brand)
      dalam buku ini? Levi's. Gap. Brooks Brothers. Turnbull & Asser.
      Bally. Bvlgari. Lagerfeld. Timex. Kevlar. Spandex. Tic Tac. Rolex.
      Hugo Boss. Dan masih banyak lagi. Rupanya Michelangelo's Secret juga
      menjadi media placement berbagai merek............ Luar biasa!




      --- In dastanbooks@yahoogroups.com, AstraDewangga
      <astradewangga@...> wrote:
      >
      > Judul : Michelangelo's Secret
      > Judul Asli : Michelangelo's Notebook
      > Penulis : Paul Christopher
      > Penerjemah : Ahmad Muhajir & Nadiah Alwi
      > Penerbit : Dastan Books
      > Cetakan : I, November 2006
      > Tebal : 460 hal; 12.5 x 19 cm
      >
      >
      > Dari embel-embel tambahan judulnya yang mengundang: Konspirasi
      Langit: Nazi, Vatikan & Rahasia Michelangelo membuat saya penasaran
      untuk segera menuntaskan buku ini. Dan hasilnya tidak mengecewakan.
      Diawali dengan kisah penjemputan seorang anak, Frederico Botte,
      hasil hubungan gelap Eugenio Pacelli, seorang Paus Roma yang diperas
      Nazi dengan seorang suster setempat yang akhirnya dibunuh, kisah
      mencekam ini mulai mengalir.
      >
      > Dari setting Italia Utara tahun 1942, cerita bergulir ke kehidupan
      Fiona Katherine Ryan, yang biasa dipanggil Finn Ryan, mahasiswi
      Sejarah Seni 24 tahun yang harus pontang-panting bekerja sambilan di
      beberapa tempat untuk membiayai kelangsungan hidup dan kuliahnya di
      New York University. Dari menjadi model telanjang dan kurator junior
      di Museum Seni Parker-Hall New York, pekerjaan terakhirlah yang
      membawanya pada 'petualangan seni' yang mendebarkan.
      >
      > Dimulai saat Finn menemukan lukisan jasad wanita terpotong
      dengan guratan Michelangelo, yang diperkirakan berasal dari buku
      catatan Michelangelo yang keberadannya nyaris dianggap mitos. Belum
      apa-apa, berbagai kesialan beruntun menimpa Finn: dipecat oleh
      direktur museum (Alexander Crawley), menghadapi usaha percobaan
      pembunuhan atas dirinya (namun yang terbunuh malah pacarnya, Peter),
      dituduh membunuh Crawley (yang akhirnya juga terbunuh), dikejar-
      kejar pembunuh bayaran Asia gila dalam waktu 48 jam setelah
      menemukan lukisan tersebut.
      >
      > Beragam kejadian yang jauh dari normalitas hidupnya sehari-hari
      membuatnya terpaksa menghubungi karib ibunya, seorang arkeolog yang
      tengah mengadakan penggalian di Yucatan. Orang itu Michael
      Valentine, pengamat benda seni - terutama lukisan - yang karismatik
      dan eksentrik. Berdua dengan Michael, Finn tidak hanya terlibat
      percintaan yang hangat, namun juga petualangan-petualangan seru dan
      mendebarkan sehubungan dengan usaha membongkar jaringan pencuri
      lukisan-lukisan antik & kuno dari para maestro lukisan yang
      melibatkan gereja dan Nazi.
      >
      > Alur cerita yang melompat-lompat dari masa lalu ke masa kini yang
      konstan mungkin akan sedikit membingungkan pembaca, namun dari
      sinilah Paul Christopher mencoba menceritakan proses pencurian
      lukisan besar-besaran yang terjadi selama Perang Dunia II.
      Serangkaian pembunuhan yang terjadi pasca kematian Crawley semakin
      menambah ketegangan buku ini. Satu hal yang mengganggu saya justru
      tokoh Botte itu sendiri, yang diklaim Vincent Delaney (Special
      Action Squad), yang khusus menangani kasus pembunuhan tersebut
      sebagai anak yang sudah jahat sejak ia dilahirkan. Selain kenyataan
      bahwa ia adalah penjaga keamanan di museum tempat Finn pernah
      bekerja, tidak sedikitpun dijelaskan tindak-tanduk Botte, kecuali di
      akhir cerita. Namun ironisnya, hal itu yang justru membuat ending
      buku ini tidak mudah ditebak.
      >
      > Diperkaya dengan beragam istilah seni lukis dan nama-nama lukisan
      dari para maestro pelukis, buku ini pasti akan sangat digemari para
      pecinta sejarah dan seni. Asyiknya, meski tergolong buku serius,
      namun Christopher memasukkan unsur-unsur modernitas yang bisa
      dibilang 'happening' saat ini. Misalnya: 'Rahasia paling besar dalam
      dirinya yang orang lain tidak boleh tahu adalah ia mau saja
      berhubungan seks dengan Johnny Depp di tengah Time Square kalau
      bintang film itu memintanya – sesuatu yang tidak mungkin terjadi"
      (hal. 125). Atau: "Sebenarnya ia tidak percaya pada apa yang
      didengarnya dalam acara Talk Show Horward Stern di radio atau dalam
      serial televisi Sex and the City yang terus diputar-ulang" (hal.
      125).
      >
      > Terjemahan buku ini juga cukup bagus, terbukti dengan catatan kaki
      yang memadai, mengingat banyaknya istilah Italia yang kurang
      familiar bagi pembaca. Namun sayangnya (saya sudah berkali-kali
      mengalami hal ini pada buku-buku terbitan Dastan Books), ada
      beberapa kalimat yang terasa kurang pas. Misalnya: "Ia menghabiskan
      waktu beberapa detik untuk mengikat-kuda rambutnya" (hal. 393). Akan
      lebih baik jika ditulis menjadi: "Ia menghabiskan waktu beberapa
      detik untuk mengikat rambutnya model ikat-kuda." Namun terlepas dari
      hal kecil itu, buku ini sangat pantas dinikmati.
      >
      > http://bukubacaku.blogspot.com/
      >
      >
      >
      >
      > - sebaris tulisan, kekal dalam jiwa -
      >
      >
      >
      >
      >
      > __________________________________________________
      > Do You Yahoo!?
      > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
      > http://mail.yahoo.com
      >
      > [Non-text portions of this message have been removed]
      >
    • AstraDewangga
      Terlebih dulu saya ucapkan terima kasih ya atas umpan baliknya dari Jody. Sebagai peresensi pemula, saya sangat membutuhkan masukan2 yang sangat kaya dan
      Message 2 of 9 , Jan 3, 2007
      • 0 Attachment
        Terlebih dulu saya ucapkan terima kasih ya atas umpan baliknya dari Jody.
        Sebagai peresensi pemula, saya sangat membutuhkan masukan2 yang sangat kaya dan cerdas seperti ini. Terima kasih sekali lagi ya....hope i can do better next time ;D
        salam kenal ya....;d

        jody_pojoh <jody_pojoh@...> wrote:
        Karena menulis catatan ini pas Malam Tahun Baru 2007, saya ingin
        mengucapkan Selamat Tahun Baru 2007 ........
        Membaca resensi dari Astra Dewangga, jelas menggelitik saya, karena
        saya punya perspektif berbeda soal Michelangelo's Secret
        (Michelangelo's Notebook).Membaca Michelangelo's Secret (MS), bagi
        saya, seperti tengah menghadapi jigsaw puzzle. Cerita dibuka dengan
        prolog yang sudah pasti merupakan benang merah antara masa lalu dan
        masa kini dalam novel ini.

        22 Juli 1942. Eugenio, seorang bocah laki-laki berusia sekitar 3
        tahun, mendapatkan nama baru FREDERICO BOTTE, dan dibawa pergi dari
        Biara San Giovanni All' Orfenio, Italia Utara. Eugenio adalah anak
        Eugenio Pacelli, cikal bakal Paus Pius XII, lahir sebagai produk
        inses dengan keponakannya sendiri, Katherine Maria Teresa Annunzio,
        yang SAMA SEKALI BUKAN SUSTER dan mati BUNUH DIRI bukannya DIBUNUH.

        Berdasarkan spekulasi rumor seputar anak yang tak jelas nasibnya
        ini, Paul Christopher (pseudonim penulis dan aktor Christopher Hyde?)
        menggeber cerita, membaurkannya dalam adonan pembalasan dendam,
        kegilaan, dan bau darah.

        Meloncat ke masa kini, kita diperkenalkan dengan mahasiswa New York
        University merangkap model telanjang dan kurator sebuah museum
        bernama Fiona Katherine Ryan alias Finn,24 tahun, cantik,berambut
        merah, prototipe Julia Roberts muda. Gambaran itu mungkin yang
        menyebabkan Narayan Radhakrishnan (sampul belakang novel), teringat
        pada Darby Shaw, karakter perempuan dalam "The Pelican Brief" (John
        Grisham), yang menurut pengakuan Grisham terinspirasi oleh Julia
        Roberts. Cantik dan berambut merah.

        Tanpa sengaja, Finn menemukan lukisan vivisection dari zaman
        Renaisans, yang diyakininya sebagai bagian dari buku Michelangelo
        Bounarroti. Penemuan ini menyeret Finn pada 2 pembunuhan sadis
        menggunakan koummya yang dicuri dari sekolah Greyfriars. Demi
        mempertahankan hidup, Finn bertemu Michael Valentine yang masa
        lalunya terkait dengan orang tua Finn. Cerita kemudian merambat pada
        pembunuhan lain, Vincent Delaney, pastur gadungan, yayasan Grange,
        Carduss Club di bawah kendali masa lalu dan orang sosok di balik
        Archivo Secreto Vaticano.

        Paralel dengan pencarian Finn, penulis menghadirkan karakter laki-
        laki tua berambut abu-abu, yang punya kebiasaan telanjang ketika
        menyusun kitab suci versinya. Seorang laki-laki gila, sehingga tak
        heran, dia memberi motif sampul kitabnya berupa salib dengan Bunda
        Maria tergantung di atas salib dan bukan Yesus. Dari sudut pandang
        laki-laki inilah, tabir masa lalu disingkapkan, memperlihatkan
        adegan-adegan di balik perampokan karya seni hasil rampokan yang
        melibatkan orang Jerman sendiri dan militer Amerika yang sedang
        berada di sana.Mungkin, sebagian di antara mereka tidak sadar,
        seorang anak laki-laki pendiam di antara mereka sedang mengamati dan
        tidak akan membiarkan masa lalu itu terkubur begitu saja.

        Dengan cerdas,mengejutkan, penulis menguak misteri, yang mengantar
        pada pemahaman bahwa Yayasan Grange sesungguhnya adalah titik
        terakhir dari jalur yang membentang antara 2 benua, antara 2
        masa.Paul Christopher rupanya bukan penulis yang murah hati.Walaupun
        novelnya akan mengingatkan pada novel-novel genre sejenis yang
        meramaikan literatur Amerika, tapi Paul punya gaya sendiri. Paul
        seolah-olah memaksa pembaca untuk mengaduk otak sehingga membaca MS
        benar-benar menjadi sebuah "page-turning adventure" dan kita tidak
        akan segera dipuaskan oleh deskripsi dan narasi.

        Saya menduga Paul "terpeleset" ketika mengungkapkan tentang seorang
        satpam museum berambut abu-abu yang pada akhir novel dikenal oleh
        Finn. Di awal novel namanya Willie, di akhir novel namanya
        Fred.Mestinya keduanya sama, apalagi Paul terus-menerus menyebutkan
        laki-laki berambut abu-abu dan tentunya ingin pembaca menyimpulkan
        sendiri.

        Dalam novel menggedor benak yang konon judul aslinya "The Last
        Judgment" kita tidak akan mengenal tokoh Frederico Botte jika tidak
        membaca dengan teliti.Dialah yang digambarkan telanjang ketika
        menyusun kitab sucinya, dialah Eugenio atau di Amerika menjadi Fred
        Thorpe. Saya yakin, dalam novel ini, sebetulnya Amerika bukan tujuan
        semula ke mana Eugenio hendak dibawa. Peristiwa di perbatasan
        Swisslah yang sangat menentukan keberadaannya di Amerika.Dan saya
        pikir, ahem,... karena ada campur tangan CINTA.
        Fred dibawa ke Amerika oleh Ilse (Annalise) Kurovsky, yang saya
        yakin merupakan nama baru dari Suster Filomena yang didapatnya pada
        prolog cerita.Di perbatasan Swiss itulah hidup Suster Filomena
        berubah. Kenapa? Dia bertemu Brian Thorpe, yang akhirnya jadi
        suaminya, sang SERSAN yang diceritakan di masa lalu.
        Kalau kita lebih teliti lagi, ketika melakukan kejahatan, Fred
        Thorpe menggunakan seragam militer bekas ayah angkatnya.
        Jika lebih teliti lagi, kita bisa memastikan kalau Brian Thorpe
        dibunuh oleh Fred sendiri!

        MS adalah novel populer, sehingga sah-sah saja novelnya dihiasi
        dengan hal-hal seperti nama-nama selebritas, film atau tayangan TV,
        apalagi latar belakang Paul adalah dunia perfilman.
        Ketidakjelasan saya temukan antara lain di hal. 276 " Pada tahun
        1956, setelah kematian anak laki-laki itu pada umur enam belas
        tahun, dst...." Apa maksud kalimat itu? Siapa anak laki-laki itu?

        Saya baru kenal Paul pada novel ini, tetapi rupanya dia sangat
        populer di Amerika. Pernah mengamati begitu banyaknya merek (brand)
        dalam buku ini? Levi's. Gap. Brooks Brothers. Turnbull & Asser.
        Bally. Bvlgari. Lagerfeld. Timex. Kevlar. Spandex. Tic Tac. Rolex.
        Hugo Boss. Dan masih banyak lagi. Rupanya Michelangelo's Secret juga
        menjadi media placement berbagai merek............ Luar biasa!

        --- In dastanbooks@yahoogroups.com, AstraDewangga
        <astradewangga@...> wrote:
        >
        > Judul : Michelangelo's Secret
        > Judul Asli : Michelangelo's Notebook
        > Penulis : Paul Christopher
        > Penerjemah : Ahmad Muhajir & Nadiah Alwi
        > Penerbit : Dastan Books
        > Cetakan : I, November 2006
        > Tebal : 460 hal; 12.5 x 19 cm
        >
        >
        > Dari embel-embel tambahan judulnya yang mengundang: Konspirasi
        Langit: Nazi, Vatikan & Rahasia Michelangelo membuat saya penasaran
        untuk segera menuntaskan buku ini. Dan hasilnya tidak mengecewakan.
        Diawali dengan kisah penjemputan seorang anak, Frederico Botte,
        hasil hubungan gelap Eugenio Pacelli, seorang Paus Roma yang diperas
        Nazi dengan seorang suster setempat yang akhirnya dibunuh, kisah
        mencekam ini mulai mengalir.
        >
        > Dari setting Italia Utara tahun 1942, cerita bergulir ke kehidupan
        Fiona Katherine Ryan, yang biasa dipanggil Finn Ryan, mahasiswi
        Sejarah Seni 24 tahun yang harus pontang-panting bekerja sambilan di
        beberapa tempat untuk membiayai kelangsungan hidup dan kuliahnya di
        New York University. Dari menjadi model telanjang dan kurator junior
        di Museum Seni Parker-Hall New York, pekerjaan terakhirlah yang
        membawanya pada 'petualangan seni' yang mendebarkan.
        >
        > Dimulai saat Finn menemukan lukisan jasad wanita terpotong
        dengan guratan Michelangelo, yang diperkirakan berasal dari buku
        catatan Michelangelo yang keberadannya nyaris dianggap mitos. Belum
        apa-apa, berbagai kesialan beruntun menimpa Finn: dipecat oleh
        direktur museum (Alexander Crawley), menghadapi usaha percobaan
        pembunuhan atas dirinya (namun yang terbunuh malah pacarnya, Peter),
        dituduh membunuh Crawley (yang akhirnya juga terbunuh), dikejar-
        kejar pembunuh bayaran Asia gila dalam waktu 48 jam setelah
        menemukan lukisan tersebut.
        >
        > Beragam kejadian yang jauh dari normalitas hidupnya sehari-hari
        membuatnya terpaksa menghubungi karib ibunya, seorang arkeolog yang
        tengah mengadakan penggalian di Yucatan. Orang itu Michael
        Valentine, pengamat benda seni - terutama lukisan - yang karismatik
        dan eksentrik. Berdua dengan Michael, Finn tidak hanya terlibat
        percintaan yang hangat, namun juga petualangan-petualangan seru dan
        mendebarkan sehubungan dengan usaha membongkar jaringan pencuri
        lukisan-lukisan antik & kuno dari para maestro lukisan yang
        melibatkan gereja dan Nazi.
        >
        > Alur cerita yang melompat-lompat dari masa lalu ke masa kini yang
        konstan mungkin akan sedikit membingungkan pembaca, namun dari
        sinilah Paul Christopher mencoba menceritakan proses pencurian
        lukisan besar-besaran yang terjadi selama Perang Dunia II.
        Serangkaian pembunuhan yang terjadi pasca kematian Crawley semakin
        menambah ketegangan buku ini. Satu hal yang mengganggu saya justru
        tokoh Botte itu sendiri, yang diklaim Vincent Delaney (Special
        Action Squad), yang khusus menangani kasus pembunuhan tersebut
        sebagai anak yang sudah jahat sejak ia dilahirkan. Selain kenyataan
        bahwa ia adalah penjaga keamanan di museum tempat Finn pernah
        bekerja, tidak sedikitpun dijelaskan tindak-tanduk Botte, kecuali di
        akhir cerita. Namun ironisnya, hal itu yang justru membuat ending
        buku ini tidak mudah ditebak.
        >
        > Diperkaya dengan beragam istilah seni lukis dan nama-nama lukisan
        dari para maestro pelukis, buku ini pasti akan sangat digemari para
        pecinta sejarah dan seni. Asyiknya, meski tergolong buku serius,
        namun Christopher memasukkan unsur-unsur modernitas yang bisa
        dibilang 'happening' saat ini. Misalnya: 'Rahasia paling besar dalam
        dirinya yang orang lain tidak boleh tahu adalah ia mau saja
        berhubungan seks dengan Johnny Depp di tengah Time Square kalau
        bintang film itu memintanya – sesuatu yang tidak mungkin terjadi"
        (hal. 125). Atau: "Sebenarnya ia tidak percaya pada apa yang
        didengarnya dalam acara Talk Show Horward Stern di radio atau dalam
        serial televisi Sex and the City yang terus diputar-ulang" (hal.
        125).
        >
        > Terjemahan buku ini juga cukup bagus, terbukti dengan catatan kaki
        yang memadai, mengingat banyaknya istilah Italia yang kurang
        familiar bagi pembaca. Namun sayangnya (saya sudah berkali-kali
        mengalami hal ini pada buku-buku terbitan Dastan Books), ada
        beberapa kalimat yang terasa kurang pas. Misalnya: "Ia menghabiskan
        waktu beberapa detik untuk mengikat-kuda rambutnya" (hal. 393). Akan
        lebih baik jika ditulis menjadi: "Ia menghabiskan waktu beberapa
        detik untuk mengikat rambutnya model ikat-kuda." Namun terlepas dari
        hal kecil itu, buku ini sangat pantas dinikmati.
        >
        > http://bukubacaku.blogspot.com/
        >
        >
        >
        >
        > - sebaris tulisan, kekal dalam jiwa -
        >
        >
        >
        >
        >
        > __________________________________________________
        > Do You Yahoo!?
        > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
        > http://mail.yahoo.com
        >
        > [Non-text portions of this message have been removed]
        >






        - sebaris tulisan, kekal dalam jiwa -





        __________________________________________________
        Do You Yahoo!?
        Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
        http://mail.yahoo.com

        [Non-text portions of this message have been removed]
      • jody_pojoh
        Thanks juga buat Astra.... saya sudah menengok blognya, dan menurut saya keren.... cuma belum sempat baca lebih jauh lagi. Saya juga belum lama ini bikin blog,
        Message 3 of 9 , Jan 3, 2007
        • 0 Attachment
          Thanks juga buat Astra.... saya sudah menengok blognya, dan menurut
          saya keren.... cuma belum sempat baca lebih jauh lagi. Saya juga
          belum lama ini bikin blog, n terus terang ide mengisi blog-ku dengan
          resensi buku datangnya dari seorang Astra.... Thanks for your idea.
          Terus terang saya suka penulis resensi (seperti Astra), karena
          secara tersirat sudah menunjukkan siapa dirinya. Saya percaya bahwa
          YOU ARE WHAT YOU READ.Senang mengenalmu.....
          --- In dastanbooks@yahoogroups.com, AstraDewangga
          <astradewangga@...> wrote:
          >
          > Terlebih dulu saya ucapkan terima kasih ya atas umpan baliknya
          dari Jody.
          > Sebagai peresensi pemula, saya sangat membutuhkan masukan2 yang
          sangat kaya dan cerdas seperti ini. Terima kasih sekali lagi
          ya....hope i can do better next time ;D
          > salam kenal ya....;d
          >
          > jody_pojoh <jody_pojoh@...> wrote:
          > Karena menulis catatan ini pas Malam Tahun Baru 2007,
          saya ingin
          > mengucapkan Selamat Tahun Baru 2007 ........
          > Membaca resensi dari Astra Dewangga, jelas menggelitik saya,
          karena
          > saya punya perspektif berbeda soal Michelangelo's Secret
          > (Michelangelo's Notebook).Membaca Michelangelo's Secret (MS), bagi
          > saya, seperti tengah menghadapi jigsaw puzzle. Cerita dibuka
          dengan
          > prolog yang sudah pasti merupakan benang merah antara masa lalu
          dan
          > masa kini dalam novel ini.
          >
          > 22 Juli 1942. Eugenio, seorang bocah laki-laki berusia sekitar 3
          > tahun, mendapatkan nama baru FREDERICO BOTTE, dan dibawa pergi
          dari
          > Biara San Giovanni All' Orfenio, Italia Utara. Eugenio adalah anak
          > Eugenio Pacelli, cikal bakal Paus Pius XII, lahir sebagai produk
          > inses dengan keponakannya sendiri, Katherine Maria Teresa
          Annunzio,
          > yang SAMA SEKALI BUKAN SUSTER dan mati BUNUH DIRI bukannya DIBUNUH.
          >
          > Berdasarkan spekulasi rumor seputar anak yang tak jelas nasibnya
          > ini, Paul Christopher (pseudonim penulis dan aktor Christopher
          Hyde?)
          > menggeber cerita, membaurkannya dalam adonan pembalasan dendam,
          > kegilaan, dan bau darah.
          >
          > Meloncat ke masa kini, kita diperkenalkan dengan mahasiswa New
          York
          > University merangkap model telanjang dan kurator sebuah museum
          > bernama Fiona Katherine Ryan alias Finn,24 tahun, cantik,berambut
          > merah, prototipe Julia Roberts muda. Gambaran itu mungkin yang
          > menyebabkan Narayan Radhakrishnan (sampul belakang novel),
          teringat
          > pada Darby Shaw, karakter perempuan dalam "The Pelican Brief"
          (John
          > Grisham), yang menurut pengakuan Grisham terinspirasi oleh Julia
          > Roberts. Cantik dan berambut merah.
          >
          > Tanpa sengaja, Finn menemukan lukisan vivisection dari zaman
          > Renaisans, yang diyakininya sebagai bagian dari buku Michelangelo
          > Bounarroti. Penemuan ini menyeret Finn pada 2 pembunuhan sadis
          > menggunakan koummya yang dicuri dari sekolah Greyfriars. Demi
          > mempertahankan hidup, Finn bertemu Michael Valentine yang masa
          > lalunya terkait dengan orang tua Finn. Cerita kemudian merambat
          pada
          > pembunuhan lain, Vincent Delaney, pastur gadungan, yayasan Grange,
          > Carduss Club di bawah kendali masa lalu dan orang sosok di balik
          > Archivo Secreto Vaticano.
          >
          > Paralel dengan pencarian Finn, penulis menghadirkan karakter laki-
          > laki tua berambut abu-abu, yang punya kebiasaan telanjang ketika
          > menyusun kitab suci versinya. Seorang laki-laki gila, sehingga tak
          > heran, dia memberi motif sampul kitabnya berupa salib dengan Bunda
          > Maria tergantung di atas salib dan bukan Yesus. Dari sudut pandang
          > laki-laki inilah, tabir masa lalu disingkapkan, memperlihatkan
          > adegan-adegan di balik perampokan karya seni hasil rampokan yang
          > melibatkan orang Jerman sendiri dan militer Amerika yang sedang
          > berada di sana.Mungkin, sebagian di antara mereka tidak sadar,
          > seorang anak laki-laki pendiam di antara mereka sedang mengamati
          dan
          > tidak akan membiarkan masa lalu itu terkubur begitu saja.
          >
          > Dengan cerdas,mengejutkan, penulis menguak misteri, yang mengantar
          > pada pemahaman bahwa Yayasan Grange sesungguhnya adalah titik
          > terakhir dari jalur yang membentang antara 2 benua, antara 2
          > masa.Paul Christopher rupanya bukan penulis yang murah
          hati.Walaupun
          > novelnya akan mengingatkan pada novel-novel genre sejenis yang
          > meramaikan literatur Amerika, tapi Paul punya gaya sendiri. Paul
          > seolah-olah memaksa pembaca untuk mengaduk otak sehingga membaca
          MS
          > benar-benar menjadi sebuah "page-turning adventure" dan kita tidak
          > akan segera dipuaskan oleh deskripsi dan narasi.
          >
          > Saya menduga Paul "terpeleset" ketika mengungkapkan tentang
          seorang
          > satpam museum berambut abu-abu yang pada akhir novel dikenal oleh
          > Finn. Di awal novel namanya Willie, di akhir novel namanya
          > Fred.Mestinya keduanya sama, apalagi Paul terus-menerus
          menyebutkan
          > laki-laki berambut abu-abu dan tentunya ingin pembaca menyimpulkan
          > sendiri.
          >
          > Dalam novel menggedor benak yang konon judul aslinya "The Last
          > Judgment" kita tidak akan mengenal tokoh Frederico Botte jika
          tidak
          > membaca dengan teliti.Dialah yang digambarkan telanjang ketika
          > menyusun kitab sucinya, dialah Eugenio atau di Amerika menjadi
          Fred
          > Thorpe. Saya yakin, dalam novel ini, sebetulnya Amerika bukan
          tujuan
          > semula ke mana Eugenio hendak dibawa. Peristiwa di perbatasan
          > Swisslah yang sangat menentukan keberadaannya di Amerika.Dan saya
          > pikir, ahem,... karena ada campur tangan CINTA.
          > Fred dibawa ke Amerika oleh Ilse (Annalise) Kurovsky, yang saya
          > yakin merupakan nama baru dari Suster Filomena yang didapatnya
          pada
          > prolog cerita.Di perbatasan Swiss itulah hidup Suster Filomena
          > berubah. Kenapa? Dia bertemu Brian Thorpe, yang akhirnya jadi
          > suaminya, sang SERSAN yang diceritakan di masa lalu.
          > Kalau kita lebih teliti lagi, ketika melakukan kejahatan, Fred
          > Thorpe menggunakan seragam militer bekas ayah angkatnya.
          > Jika lebih teliti lagi, kita bisa memastikan kalau Brian Thorpe
          > dibunuh oleh Fred sendiri!
          >
          > MS adalah novel populer, sehingga sah-sah saja novelnya dihiasi
          > dengan hal-hal seperti nama-nama selebritas, film atau tayangan
          TV,
          > apalagi latar belakang Paul adalah dunia perfilman.
          > Ketidakjelasan saya temukan antara lain di hal. 276 " Pada tahun
          > 1956, setelah kematian anak laki-laki itu pada umur enam belas
          > tahun, dst...." Apa maksud kalimat itu? Siapa anak laki-laki itu?
          >
          > Saya baru kenal Paul pada novel ini, tetapi rupanya dia sangat
          > populer di Amerika. Pernah mengamati begitu banyaknya merek
          (brand)
          > dalam buku ini? Levi's. Gap. Brooks Brothers. Turnbull & Asser.
          > Bally. Bvlgari. Lagerfeld. Timex. Kevlar. Spandex. Tic Tac. Rolex.
          > Hugo Boss. Dan masih banyak lagi. Rupanya Michelangelo's Secret
          juga
          > menjadi media placement berbagai merek............ Luar biasa!
          >
          > --- In dastanbooks@yahoogroups.com, AstraDewangga
          > <astradewangga@> wrote:
          > >
          > > Judul : Michelangelo's Secret
          > > Judul Asli : Michelangelo's Notebook
          > > Penulis : Paul Christopher
          > > Penerjemah : Ahmad Muhajir & Nadiah Alwi
          > > Penerbit : Dastan Books
          > > Cetakan : I, November 2006
          > > Tebal : 460 hal; 12.5 x 19 cm
          > >
          > >
          > > Dari embel-embel tambahan judulnya yang mengundang: Konspirasi
          > Langit: Nazi, Vatikan & Rahasia Michelangelo membuat saya
          penasaran
          > untuk segera menuntaskan buku ini. Dan hasilnya tidak
          mengecewakan.
          > Diawali dengan kisah penjemputan seorang anak, Frederico Botte,
          > hasil hubungan gelap Eugenio Pacelli, seorang Paus Roma yang
          diperas
          > Nazi dengan seorang suster setempat yang akhirnya dibunuh, kisah
          > mencekam ini mulai mengalir.
          > >
          > > Dari setting Italia Utara tahun 1942, cerita bergulir ke
          kehidupan
          > Fiona Katherine Ryan, yang biasa dipanggil Finn Ryan, mahasiswi
          > Sejarah Seni 24 tahun yang harus pontang-panting bekerja sambilan
          di
          > beberapa tempat untuk membiayai kelangsungan hidup dan kuliahnya
          di
          > New York University. Dari menjadi model telanjang dan kurator
          junior
          > di Museum Seni Parker-Hall New York, pekerjaan terakhirlah yang
          > membawanya pada 'petualangan seni' yang mendebarkan.
          > >
          > > Dimulai saat Finn menemukan lukisan jasad wanita terpotong
          > dengan guratan Michelangelo, yang diperkirakan berasal dari buku
          > catatan Michelangelo yang keberadannya nyaris dianggap mitos.
          Belum
          > apa-apa, berbagai kesialan beruntun menimpa Finn: dipecat oleh
          > direktur museum (Alexander Crawley), menghadapi usaha percobaan
          > pembunuhan atas dirinya (namun yang terbunuh malah pacarnya,
          Peter),
          > dituduh membunuh Crawley (yang akhirnya juga terbunuh), dikejar-
          > kejar pembunuh bayaran Asia gila dalam waktu 48 jam setelah
          > menemukan lukisan tersebut.
          > >
          > > Beragam kejadian yang jauh dari normalitas hidupnya sehari-hari
          > membuatnya terpaksa menghubungi karib ibunya, seorang arkeolog
          yang
          > tengah mengadakan penggalian di Yucatan. Orang itu Michael
          > Valentine, pengamat benda seni - terutama lukisan - yang
          karismatik
          > dan eksentrik. Berdua dengan Michael, Finn tidak hanya terlibat
          > percintaan yang hangat, namun juga petualangan-petualangan seru
          dan
          > mendebarkan sehubungan dengan usaha membongkar jaringan pencuri
          > lukisan-lukisan antik & kuno dari para maestro lukisan yang
          > melibatkan gereja dan Nazi.
          > >
          > > Alur cerita yang melompat-lompat dari masa lalu ke masa kini
          yang
          > konstan mungkin akan sedikit membingungkan pembaca, namun dari
          > sinilah Paul Christopher mencoba menceritakan proses pencurian
          > lukisan besar-besaran yang terjadi selama Perang Dunia II.
          > Serangkaian pembunuhan yang terjadi pasca kematian Crawley semakin
          > menambah ketegangan buku ini. Satu hal yang mengganggu saya justru
          > tokoh Botte itu sendiri, yang diklaim Vincent Delaney (Special
          > Action Squad), yang khusus menangani kasus pembunuhan tersebut
          > sebagai anak yang sudah jahat sejak ia dilahirkan. Selain
          kenyataan
          > bahwa ia adalah penjaga keamanan di museum tempat Finn pernah
          > bekerja, tidak sedikitpun dijelaskan tindak-tanduk Botte, kecuali
          di
          > akhir cerita. Namun ironisnya, hal itu yang justru membuat ending
          > buku ini tidak mudah ditebak.
          > >
          > > Diperkaya dengan beragam istilah seni lukis dan nama-nama
          lukisan
          > dari para maestro pelukis, buku ini pasti akan sangat digemari
          para
          > pecinta sejarah dan seni. Asyiknya, meski tergolong buku serius,
          > namun Christopher memasukkan unsur-unsur modernitas yang bisa
          > dibilang 'happening' saat ini. Misalnya: 'Rahasia paling besar
          dalam
          > dirinya yang orang lain tidak boleh tahu adalah ia mau saja
          > berhubungan seks dengan Johnny Depp di tengah Time Square kalau
          > bintang film itu memintanya – sesuatu yang tidak mungkin terjadi"
          > (hal. 125). Atau: "Sebenarnya ia tidak percaya pada apa yang
          > didengarnya dalam acara Talk Show Horward Stern di radio atau
          dalam
          > serial televisi Sex and the City yang terus diputar-ulang" (hal.
          > 125).
          > >
          > > Terjemahan buku ini juga cukup bagus, terbukti dengan catatan
          kaki
          > yang memadai, mengingat banyaknya istilah Italia yang kurang
          > familiar bagi pembaca. Namun sayangnya (saya sudah berkali-kali
          > mengalami hal ini pada buku-buku terbitan Dastan Books), ada
          > beberapa kalimat yang terasa kurang pas. Misalnya: "Ia
          menghabiskan
          > waktu beberapa detik untuk mengikat-kuda rambutnya" (hal. 393).
          Akan
          > lebih baik jika ditulis menjadi: "Ia menghabiskan waktu beberapa
          > detik untuk mengikat rambutnya model ikat-kuda." Namun terlepas
          dari
          > hal kecil itu, buku ini sangat pantas dinikmati.
          > >
          > > http://bukubacaku.blogspot.com/
          > >
          > >
          > >
          > >
          > > - sebaris tulisan, kekal dalam jiwa -
          > >
          > >
          > >
          > >
          > >
          > > __________________________________________________
          > > Do You Yahoo!?
          > > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
          > > http://mail.yahoo.com
          > >
          > > [Non-text portions of this message have been removed]
          > >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          > - sebaris tulisan, kekal dalam jiwa -
          >
          >
          >
          >
          >
          > __________________________________________________
          > Do You Yahoo!?
          > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
          > http://mail.yahoo.com
          >
          > [Non-text portions of this message have been removed]
          >
        • AstraDewangga
          Aduh terima kasih lho...cuma saya sepertinya enggak bakat nulis resensi buku yang berat2 ya...hehehehe...maklum, namanya juga pemula..Aniwei, bisa tahu alamat
          Message 4 of 9 , Jan 3, 2007
          • 0 Attachment
            Aduh terima kasih lho...cuma saya sepertinya enggak bakat nulis resensi buku yang berat2 ya...hehehehe...maklum, namanya juga pemula..Aniwei, bisa tahu alamat blog-nya, jika tidak keberatan? untuk milisers lainnya, maaf jika email ini mengganggu ya...secara saya kurang enak jika langsung menghubungi bung Jody via email pribadinya...(unless if u dont mind lho Jody!). tq.

            jody_pojoh <jody_pojoh@...> wrote:
            Thanks juga buat Astra.... saya sudah menengok blognya, dan menurut
            saya keren.... cuma belum sempat baca lebih jauh lagi. Saya juga
            belum lama ini bikin blog, n terus terang ide mengisi blog-ku dengan
            resensi buku datangnya dari seorang Astra.... Thanks for your idea.
            Terus terang saya suka penulis resensi (seperti Astra), karena
            secara tersirat sudah menunjukkan siapa dirinya. Saya percaya bahwa
            YOU ARE WHAT YOU READ.Senang mengenalmu.....
            --- In dastanbooks@yahoogroups.com, AstraDewangga
            <astradewangga@...> wrote:
            >
            > Terlebih dulu saya ucapkan terima kasih ya atas umpan baliknya
            dari Jody.
            > Sebagai peresensi pemula, saya sangat membutuhkan masukan2 yang
            sangat kaya dan cerdas seperti ini. Terima kasih sekali lagi
            ya....hope i can do better next time ;D
            > salam kenal ya....;d
            >


            Recent Activity

            22
            New Members

            Visit Your Group
            SPONSORED LINKS

            Writing book
            Writing a book
            Book writing software
            Writing and publishing a book
            Creative writing book

            Yahoo! Movies
            Up for a movie?
            Check out the
            new releases.

            Yahoo! TV
            The Intern Contest
            You could work for
            the next Apprentice.

            Yahoo! Groups
            Start a group
            in 3 easy steps.
            Connect with others.



            .





            - sebaris tulisan, kekal dalam jiwa -





            __________________________________________________
            Do You Yahoo!?
            Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
            http://mail.yahoo.com

            [Non-text portions of this message have been removed]
          • arnizaf
            Salut pak Jodhy!! Ulasan anda dalam & tajam. Termasuk yg ttg Red Leaves Tomas Cook. Pak Jodhy ini wartawan atau jurnalis ya? Apa anda ada blog yg bahas buku2
            Message 5 of 9 , Jan 3, 2007
            • 0 Attachment
              Salut pak Jodhy!! Ulasan anda dalam & tajam. Termasuk yg ttg Red
              Leaves Tomas Cook. Pak Jodhy ini wartawan atau jurnalis ya? Apa anda
              ada blog yg bahas buku2 di-Indonesia? Kalau ada boleh juga buat
              referensi.

              Moga2 belum terlambat : SELAMAT TAHUN BARU 2007!!


              Arniza

              --- In dastanbooks@yahoogroups.com, "jody_pojoh" <jody_pojoh@...>
              wrote:
              >
              > Karena menulis catatan ini pas Malam Tahun Baru 2007, saya ingin
              > mengucapkan Selamat Tahun Baru 2007 ........
              > Membaca resensi dari Astra Dewangga, jelas menggelitik saya,
              karena
              > saya punya perspektif berbeda soal Michelangelo's Secret
              > (Michelangelo's Notebook).Membaca Michelangelo's Secret (MS), bagi
              > saya, seperti tengah menghadapi jigsaw puzzle. Cerita dibuka
              dengan
              > prolog yang sudah pasti merupakan benang merah antara masa lalu
              dan
              > masa kini dalam novel ini.
              >
              > 22 Juli 1942. Eugenio, seorang bocah laki-laki berusia sekitar 3
              > tahun, mendapatkan nama baru FREDERICO BOTTE, dan dibawa pergi
              dari
              > Biara San Giovanni All' Orfenio, Italia Utara. Eugenio adalah anak
              > Eugenio Pacelli, cikal bakal Paus Pius XII, lahir sebagai produk
              > inses dengan keponakannya sendiri, Katherine Maria Teresa
              Annunzio,
              > yang SAMA SEKALI BUKAN SUSTER dan mati BUNUH DIRI bukannya DIBUNUH.
              >
              > Berdasarkan spekulasi rumor seputar anak yang tak jelas nasibnya
              > ini, Paul Christopher (pseudonim penulis dan aktor Christopher
              Hyde?)
              > menggeber cerita, membaurkannya dalam adonan pembalasan dendam,
              > kegilaan, dan bau darah.
              >
              > Meloncat ke masa kini, kita diperkenalkan dengan mahasiswa New
              York
              > University merangkap model telanjang dan kurator sebuah museum
              > bernama Fiona Katherine Ryan alias Finn,24 tahun, cantik,berambut
              > merah, prototipe Julia Roberts muda. Gambaran itu mungkin yang
              > menyebabkan Narayan Radhakrishnan (sampul belakang novel),
              teringat
              > pada Darby Shaw, karakter perempuan dalam "The Pelican Brief"
              (John
              > Grisham), yang menurut pengakuan Grisham terinspirasi oleh Julia
              > Roberts. Cantik dan berambut merah.
              >
              > Tanpa sengaja, Finn menemukan lukisan vivisection dari zaman
              > Renaisans, yang diyakininya sebagai bagian dari buku Michelangelo
              > Bounarroti. Penemuan ini menyeret Finn pada 2 pembunuhan sadis
              > menggunakan koummya yang dicuri dari sekolah Greyfriars. Demi
              > mempertahankan hidup, Finn bertemu Michael Valentine yang masa
              > lalunya terkait dengan orang tua Finn. Cerita kemudian merambat
              pada
              > pembunuhan lain, Vincent Delaney, pastur gadungan, yayasan Grange,
              > Carduss Club di bawah kendali masa lalu dan orang sosok di balik
              > Archivo Secreto Vaticano.
              >
              > Paralel dengan pencarian Finn, penulis menghadirkan karakter laki-
              > laki tua berambut abu-abu, yang punya kebiasaan telanjang ketika
              > menyusun kitab suci versinya. Seorang laki-laki gila, sehingga tak
              > heran, dia memberi motif sampul kitabnya berupa salib dengan Bunda
              > Maria tergantung di atas salib dan bukan Yesus. Dari sudut pandang
              > laki-laki inilah, tabir masa lalu disingkapkan, memperlihatkan
              > adegan-adegan di balik perampokan karya seni hasil rampokan yang
              > melibatkan orang Jerman sendiri dan militer Amerika yang sedang
              > berada di sana.Mungkin, sebagian di antara mereka tidak sadar,
              > seorang anak laki-laki pendiam di antara mereka sedang mengamati
              dan
              > tidak akan membiarkan masa lalu itu terkubur begitu saja.
              >
              > Dengan cerdas,mengejutkan, penulis menguak misteri, yang mengantar
              > pada pemahaman bahwa Yayasan Grange sesungguhnya adalah titik
              > terakhir dari jalur yang membentang antara 2 benua, antara 2
              > masa.Paul Christopher rupanya bukan penulis yang murah
              hati.Walaupun
              > novelnya akan mengingatkan pada novel-novel genre sejenis yang
              > meramaikan literatur Amerika, tapi Paul punya gaya sendiri. Paul
              > seolah-olah memaksa pembaca untuk mengaduk otak sehingga membaca
              MS
              > benar-benar menjadi sebuah "page-turning adventure" dan kita tidak
              > akan segera dipuaskan oleh deskripsi dan narasi.
              >
              > Saya menduga Paul "terpeleset" ketika mengungkapkan tentang
              seorang
              > satpam museum berambut abu-abu yang pada akhir novel dikenal oleh
              > Finn. Di awal novel namanya Willie, di akhir novel namanya
              > Fred.Mestinya keduanya sama, apalagi Paul terus-menerus
              menyebutkan
              > laki-laki berambut abu-abu dan tentunya ingin pembaca menyimpulkan
              > sendiri.
              >
              > Dalam novel menggedor benak yang konon judul aslinya "The Last
              > Judgment" kita tidak akan mengenal tokoh Frederico Botte jika
              tidak
              > membaca dengan teliti.Dialah yang digambarkan telanjang ketika
              > menyusun kitab sucinya, dialah Eugenio atau di Amerika menjadi
              Fred
              > Thorpe. Saya yakin, dalam novel ini, sebetulnya Amerika bukan
              tujuan
              > semula ke mana Eugenio hendak dibawa. Peristiwa di perbatasan
              > Swisslah yang sangat menentukan keberadaannya di Amerika.Dan saya
              > pikir, ahem,... karena ada campur tangan CINTA.
              > Fred dibawa ke Amerika oleh Ilse (Annalise) Kurovsky, yang saya
              > yakin merupakan nama baru dari Suster Filomena yang didapatnya
              pada
              > prolog cerita.Di perbatasan Swiss itulah hidup Suster Filomena
              > berubah. Kenapa? Dia bertemu Brian Thorpe, yang akhirnya jadi
              > suaminya, sang SERSAN yang diceritakan di masa lalu.
              > Kalau kita lebih teliti lagi, ketika melakukan kejahatan, Fred
              > Thorpe menggunakan seragam militer bekas ayah angkatnya.
              > Jika lebih teliti lagi, kita bisa memastikan kalau Brian Thorpe
              > dibunuh oleh Fred sendiri!
              >
              > MS adalah novel populer, sehingga sah-sah saja novelnya dihiasi
              > dengan hal-hal seperti nama-nama selebritas, film atau tayangan
              TV,
              > apalagi latar belakang Paul adalah dunia perfilman.
              > Ketidakjelasan saya temukan antara lain di hal. 276 " Pada tahun
              > 1956, setelah kematian anak laki-laki itu pada umur enam belas
              > tahun, dst...." Apa maksud kalimat itu? Siapa anak laki-laki itu?
              >
              > Saya baru kenal Paul pada novel ini, tetapi rupanya dia sangat
              > populer di Amerika. Pernah mengamati begitu banyaknya merek
              (brand)
              > dalam buku ini? Levi's. Gap. Brooks Brothers. Turnbull & Asser.
              > Bally. Bvlgari. Lagerfeld. Timex. Kevlar. Spandex. Tic Tac. Rolex.
              > Hugo Boss. Dan masih banyak lagi. Rupanya Michelangelo's Secret
              juga
              > menjadi media placement berbagai merek............ Luar biasa!
              >
              >
              >
              >
              > --- In dastanbooks@yahoogroups.com, AstraDewangga
              > <astradewangga@> wrote:
              > >
              > > Judul : Michelangelo's Secret
              > > Judul Asli : Michelangelo's Notebook
              > > Penulis : Paul Christopher
              > > Penerjemah : Ahmad Muhajir & Nadiah Alwi
              > > Penerbit : Dastan Books
              > > Cetakan : I, November 2006
              > > Tebal : 460 hal; 12.5 x 19 cm
              > >
              > >
              > > Dari embel-embel tambahan judulnya yang mengundang: Konspirasi
              > Langit: Nazi, Vatikan & Rahasia Michelangelo membuat saya
              penasaran
              > untuk segera menuntaskan buku ini. Dan hasilnya tidak
              mengecewakan.
              > Diawali dengan kisah penjemputan seorang anak, Frederico Botte,
              > hasil hubungan gelap Eugenio Pacelli, seorang Paus Roma yang
              diperas
              > Nazi dengan seorang suster setempat yang akhirnya dibunuh, kisah
              > mencekam ini mulai mengalir.
              > >
              > > Dari setting Italia Utara tahun 1942, cerita bergulir ke
              kehidupan
              > Fiona Katherine Ryan, yang biasa dipanggil Finn Ryan, mahasiswi
              > Sejarah Seni 24 tahun yang harus pontang-panting bekerja sambilan
              di
              > beberapa tempat untuk membiayai kelangsungan hidup dan kuliahnya
              di
              > New York University. Dari menjadi model telanjang dan kurator
              junior
              > di Museum Seni Parker-Hall New York, pekerjaan terakhirlah yang
              > membawanya pada 'petualangan seni' yang mendebarkan.
              > >
              > > Dimulai saat Finn menemukan lukisan jasad wanita terpotong
              > dengan guratan Michelangelo, yang diperkirakan berasal dari buku
              > catatan Michelangelo yang keberadannya nyaris dianggap mitos.
              Belum
              > apa-apa, berbagai kesialan beruntun menimpa Finn: dipecat oleh
              > direktur museum (Alexander Crawley), menghadapi usaha percobaan
              > pembunuhan atas dirinya (namun yang terbunuh malah pacarnya,
              Peter),
              > dituduh membunuh Crawley (yang akhirnya juga terbunuh), dikejar-
              > kejar pembunuh bayaran Asia gila dalam waktu 48 jam setelah
              > menemukan lukisan tersebut.
              > >
              > > Beragam kejadian yang jauh dari normalitas hidupnya sehari-hari
              > membuatnya terpaksa menghubungi karib ibunya, seorang arkeolog
              yang
              > tengah mengadakan penggalian di Yucatan. Orang itu Michael
              > Valentine, pengamat benda seni - terutama lukisan - yang
              karismatik
              > dan eksentrik. Berdua dengan Michael, Finn tidak hanya terlibat
              > percintaan yang hangat, namun juga petualangan-petualangan seru
              dan
              > mendebarkan sehubungan dengan usaha membongkar jaringan pencuri
              > lukisan-lukisan antik & kuno dari para maestro lukisan yang
              > melibatkan gereja dan Nazi.
              > >
              > > Alur cerita yang melompat-lompat dari masa lalu ke masa kini
              yang
              > konstan mungkin akan sedikit membingungkan pembaca, namun dari
              > sinilah Paul Christopher mencoba menceritakan proses pencurian
              > lukisan besar-besaran yang terjadi selama Perang Dunia II.
              > Serangkaian pembunuhan yang terjadi pasca kematian Crawley semakin
              > menambah ketegangan buku ini. Satu hal yang mengganggu saya justru
              > tokoh Botte itu sendiri, yang diklaim Vincent Delaney (Special
              > Action Squad), yang khusus menangani kasus pembunuhan tersebut
              > sebagai anak yang sudah jahat sejak ia dilahirkan. Selain
              kenyataan
              > bahwa ia adalah penjaga keamanan di museum tempat Finn pernah
              > bekerja, tidak sedikitpun dijelaskan tindak-tanduk Botte, kecuali
              di
              > akhir cerita. Namun ironisnya, hal itu yang justru membuat ending
              > buku ini tidak mudah ditebak.
              > >
              > > Diperkaya dengan beragam istilah seni lukis dan nama-nama
              lukisan
              > dari para maestro pelukis, buku ini pasti akan sangat digemari
              para
              > pecinta sejarah dan seni. Asyiknya, meski tergolong buku serius,
              > namun Christopher memasukkan unsur-unsur modernitas yang bisa
              > dibilang 'happening' saat ini. Misalnya: 'Rahasia paling besar
              dalam
              > dirinya yang orang lain tidak boleh tahu adalah ia mau saja
              > berhubungan seks dengan Johnny Depp di tengah Time Square kalau
              > bintang film itu memintanya – sesuatu yang tidak mungkin terjadi"
              > (hal. 125). Atau: "Sebenarnya ia tidak percaya pada apa yang
              > didengarnya dalam acara Talk Show Horward Stern di radio atau
              dalam
              > serial televisi Sex and the City yang terus diputar-ulang" (hal.
              > 125).
              > >
              > > Terjemahan buku ini juga cukup bagus, terbukti dengan catatan
              kaki
              > yang memadai, mengingat banyaknya istilah Italia yang kurang
              > familiar bagi pembaca. Namun sayangnya (saya sudah berkali-kali
              > mengalami hal ini pada buku-buku terbitan Dastan Books), ada
              > beberapa kalimat yang terasa kurang pas. Misalnya: "Ia
              menghabiskan
              > waktu beberapa detik untuk mengikat-kuda rambutnya" (hal. 393).
              Akan
              > lebih baik jika ditulis menjadi: "Ia menghabiskan waktu beberapa
              > detik untuk mengikat rambutnya model ikat-kuda." Namun terlepas
              dari
              > hal kecil itu, buku ini sangat pantas dinikmati.
              > >
              > > http://bukubacaku.blogspot.com/
              > >
              > >
              > >
              > >
              > > - sebaris tulisan, kekal dalam jiwa -
            • agisugi
              Mas jody , mbak astra.... ayo bahas Harga Seorang Wanita dong. Messiah Conspiracy juga boleh, sekalian ngelengkapin bahasanya mas yudi. Mbak astra blognya
              Message 6 of 9 , Jan 3, 2007
              • 0 Attachment
                Mas jody , mbak astra.... ayo bahas Harga Seorang Wanita dong.
                Messiah Conspiracy juga boleh, sekalian ngelengkapin bahasanya mas
                yudi.

                Mbak astra blognya bagus.

                Agi

                --- In dastanbooks@yahoogroups.com, AstraDewangga
                <astradewangga@...> wrote:
                >
                > Aduh terima kasih lho...cuma saya sepertinya enggak bakat nulis
                resensi buku yang berat2 ya...hehehehe...maklum, namanya juga
                pemula..Aniwei, bisa tahu alamat blog-nya, jika tidak keberatan?
                untuk milisers lainnya, maaf jika email ini mengganggu ya...secara
                saya kurang enak jika langsung menghubungi bung Jody via email
                pribadinya...(unless if u dont mind lho Jody!). tq.
                >
                > jody_pojoh <jody_pojoh@...> wrote:
                > Thanks juga buat Astra.... saya sudah menengok blognya,
                dan menurut
                > saya keren.... cuma belum sempat baca lebih jauh lagi. Saya juga
                > belum lama ini bikin blog, n terus terang ide mengisi blog-ku
                dengan
                > resensi buku datangnya dari seorang Astra.... Thanks for your idea.
                > Terus terang saya suka penulis resensi (seperti Astra), karena
                > secara tersirat sudah menunjukkan siapa dirinya. Saya percaya
                bahwa
                > YOU ARE WHAT YOU READ.Senang mengenalmu.....
                > --- In dastanbooks@yahoogroups.com, AstraDewangga
                > <astradewangga@> wrote:
                > >
                > > Terlebih dulu saya ucapkan terima kasih ya atas umpan baliknya
                > dari Jody.
                > > Sebagai peresensi pemula, saya sangat membutuhkan masukan2 yang
                > sangat kaya dan cerdas seperti ini. Terima kasih sekali lagi
                > ya....hope i can do better next time ;D
                > > salam kenal ya....;d
                > >
              • jody_pojoh
                Thanks, ya. (Saya tdk tahu bagaimana menyapa anda). Saya masih belajar mengulas cerita. Saya bukan wartawan atau jurnalis, cuma bookworm biasa.Baru saja
                Message 7 of 9 , Jan 5, 2007
                • 0 Attachment
                  Thanks, ya. (Saya tdk tahu bagaimana menyapa anda). Saya masih
                  belajar mengulas cerita. Saya bukan wartawan atau jurnalis, cuma
                  bookworm biasa.Baru saja coba-coba bikin blog. Masih jelek. Tapi
                  boleh juga kalo mau nengok ke sana.Isinya mungkin mengecewakan.
                  Thanks.
                  http://jodypojoh.blogdrive.com

                  --- In dastanbooks@yahoogroups.com, "arnizaf" <arnizaf@...> wrote:
                  >
                  > Salut pak Jodhy!! Ulasan anda dalam & tajam. Termasuk yg ttg Red
                  > Leaves Tomas Cook. Pak Jodhy ini wartawan atau jurnalis ya? Apa
                  anda
                  > ada blog yg bahas buku2 di-Indonesia? Kalau ada boleh juga buat
                  > referensi.
                  >
                  > Moga2 belum terlambat : SELAMAT TAHUN BARU 2007!!
                  >
                  >
                  > Arniza
                  >
                  > --- In dastanbooks@yahoogroups.com, "jody_pojoh" <jody_pojoh@>
                  > wrote:
                  > >
                  > > Karena menulis catatan ini pas Malam Tahun Baru 2007, saya ingin
                  > > mengucapkan Selamat Tahun Baru 2007 ........
                  > > Membaca resensi dari Astra Dewangga, jelas menggelitik saya,
                  > karena
                  > > saya punya perspektif berbeda soal Michelangelo's Secret
                  > > (Michelangelo's Notebook).Membaca Michelangelo's Secret (MS),
                  bagi
                  > > saya, seperti tengah menghadapi jigsaw puzzle. Cerita dibuka
                  > dengan
                  > > prolog yang sudah pasti merupakan benang merah antara masa lalu
                  > dan
                  > > masa kini dalam novel ini.
                  > >
                  > > 22 Juli 1942. Eugenio, seorang bocah laki-laki berusia sekitar 3
                  > > tahun, mendapatkan nama baru FREDERICO BOTTE, dan dibawa pergi
                  > dari
                  > > Biara San Giovanni All' Orfenio, Italia Utara. Eugenio adalah
                  anak
                  > > Eugenio Pacelli, cikal bakal Paus Pius XII, lahir sebagai produk
                  > > inses dengan keponakannya sendiri, Katherine Maria Teresa
                  > Annunzio,
                  > > yang SAMA SEKALI BUKAN SUSTER dan mati BUNUH DIRI bukannya
                  DIBUNUH.
                  > >
                  > > Berdasarkan spekulasi rumor seputar anak yang tak jelas nasibnya
                  > > ini, Paul Christopher (pseudonim penulis dan aktor Christopher
                  > Hyde?)
                  > > menggeber cerita, membaurkannya dalam adonan pembalasan dendam,
                  > > kegilaan, dan bau darah.
                  > >
                  > > Meloncat ke masa kini, kita diperkenalkan dengan mahasiswa New
                  > York
                  > > University merangkap model telanjang dan kurator sebuah museum
                  > > bernama Fiona Katherine Ryan alias Finn,24 tahun, cantik,berambut
                  > > merah, prototipe Julia Roberts muda. Gambaran itu mungkin yang
                  > > menyebabkan Narayan Radhakrishnan (sampul belakang novel),
                  > teringat
                  > > pada Darby Shaw, karakter perempuan dalam "The Pelican Brief"
                  > (John
                  > > Grisham), yang menurut pengakuan Grisham terinspirasi oleh Julia
                  > > Roberts. Cantik dan berambut merah.
                  > >
                  > > Tanpa sengaja, Finn menemukan lukisan vivisection dari zaman
                  > > Renaisans, yang diyakininya sebagai bagian dari buku Michelangelo
                  > > Bounarroti. Penemuan ini menyeret Finn pada 2 pembunuhan sadis
                  > > menggunakan koummya yang dicuri dari sekolah Greyfriars. Demi
                  > > mempertahankan hidup, Finn bertemu Michael Valentine yang masa
                  > > lalunya terkait dengan orang tua Finn. Cerita kemudian merambat
                  > pada
                  > > pembunuhan lain, Vincent Delaney, pastur gadungan, yayasan
                  Grange,
                  > > Carduss Club di bawah kendali masa lalu dan orang sosok di balik
                  > > Archivo Secreto Vaticano.
                  > >
                  > > Paralel dengan pencarian Finn, penulis menghadirkan karakter laki-
                  > > laki tua berambut abu-abu, yang punya kebiasaan telanjang ketika
                  > > menyusun kitab suci versinya. Seorang laki-laki gila, sehingga
                  tak
                  > > heran, dia memberi motif sampul kitabnya berupa salib dengan
                  Bunda
                  > > Maria tergantung di atas salib dan bukan Yesus. Dari sudut
                  pandang
                  > > laki-laki inilah, tabir masa lalu disingkapkan, memperlihatkan
                  > > adegan-adegan di balik perampokan karya seni hasil rampokan yang
                  > > melibatkan orang Jerman sendiri dan militer Amerika yang sedang
                  > > berada di sana.Mungkin, sebagian di antara mereka tidak sadar,
                  > > seorang anak laki-laki pendiam di antara mereka sedang mengamati
                  > dan
                  > > tidak akan membiarkan masa lalu itu terkubur begitu saja.
                  > >
                  > > Dengan cerdas,mengejutkan, penulis menguak misteri, yang
                  mengantar
                  > > pada pemahaman bahwa Yayasan Grange sesungguhnya adalah titik
                  > > terakhir dari jalur yang membentang antara 2 benua, antara 2
                  > > masa.Paul Christopher rupanya bukan penulis yang murah
                  > hati.Walaupun
                  > > novelnya akan mengingatkan pada novel-novel genre sejenis yang
                  > > meramaikan literatur Amerika, tapi Paul punya gaya sendiri. Paul
                  > > seolah-olah memaksa pembaca untuk mengaduk otak sehingga membaca
                  > MS
                  > > benar-benar menjadi sebuah "page-turning adventure" dan kita
                  tidak
                  > > akan segera dipuaskan oleh deskripsi dan narasi.
                  > >
                  > > Saya menduga Paul "terpeleset" ketika mengungkapkan tentang
                  > seorang
                  > > satpam museum berambut abu-abu yang pada akhir novel dikenal oleh
                  > > Finn. Di awal novel namanya Willie, di akhir novel namanya
                  > > Fred.Mestinya keduanya sama, apalagi Paul terus-menerus
                  > menyebutkan
                  > > laki-laki berambut abu-abu dan tentunya ingin pembaca
                  menyimpulkan
                  > > sendiri.
                  > >
                  > > Dalam novel menggedor benak yang konon judul aslinya "The Last
                  > > Judgment" kita tidak akan mengenal tokoh Frederico Botte jika
                  > tidak
                  > > membaca dengan teliti.Dialah yang digambarkan telanjang ketika
                  > > menyusun kitab sucinya, dialah Eugenio atau di Amerika menjadi
                  > Fred
                  > > Thorpe. Saya yakin, dalam novel ini, sebetulnya Amerika bukan
                  > tujuan
                  > > semula ke mana Eugenio hendak dibawa. Peristiwa di perbatasan
                  > > Swisslah yang sangat menentukan keberadaannya di Amerika.Dan saya
                  > > pikir, ahem,... karena ada campur tangan CINTA.
                  > > Fred dibawa ke Amerika oleh Ilse (Annalise) Kurovsky, yang saya
                  > > yakin merupakan nama baru dari Suster Filomena yang didapatnya
                  > pada
                  > > prolog cerita.Di perbatasan Swiss itulah hidup Suster Filomena
                  > > berubah. Kenapa? Dia bertemu Brian Thorpe, yang akhirnya jadi
                  > > suaminya, sang SERSAN yang diceritakan di masa lalu.
                  > > Kalau kita lebih teliti lagi, ketika melakukan kejahatan, Fred
                  > > Thorpe menggunakan seragam militer bekas ayah angkatnya.
                  > > Jika lebih teliti lagi, kita bisa memastikan kalau Brian Thorpe
                  > > dibunuh oleh Fred sendiri!
                  > >
                  > > MS adalah novel populer, sehingga sah-sah saja novelnya dihiasi
                  > > dengan hal-hal seperti nama-nama selebritas, film atau tayangan
                  > TV,
                  > > apalagi latar belakang Paul adalah dunia perfilman.
                  > > Ketidakjelasan saya temukan antara lain di hal. 276 " Pada tahun
                  > > 1956, setelah kematian anak laki-laki itu pada umur enam belas
                  > > tahun, dst...." Apa maksud kalimat itu? Siapa anak laki-laki itu?
                  > >
                  > > Saya baru kenal Paul pada novel ini, tetapi rupanya dia sangat
                  > > populer di Amerika. Pernah mengamati begitu banyaknya merek
                  > (brand)
                  > > dalam buku ini? Levi's. Gap. Brooks Brothers. Turnbull & Asser.
                  > > Bally. Bvlgari. Lagerfeld. Timex. Kevlar. Spandex. Tic Tac.
                  Rolex.
                  > > Hugo Boss. Dan masih banyak lagi. Rupanya Michelangelo's Secret
                  > juga
                  > > menjadi media placement berbagai merek............ Luar biasa!
                  > >
                  > >
                  > >
                  > >
                  > > --- In dastanbooks@yahoogroups.com, AstraDewangga
                  > > <astradewangga@> wrote:
                  > > >
                  > > > Judul : Michelangelo's Secret
                  > > > Judul Asli : Michelangelo's Notebook
                  > > > Penulis : Paul Christopher
                  > > > Penerjemah : Ahmad Muhajir & Nadiah Alwi
                  > > > Penerbit : Dastan Books
                  > > > Cetakan : I, November 2006
                  > > > Tebal : 460 hal; 12.5 x 19 cm
                  > > >
                  > > >
                  > > > Dari embel-embel tambahan judulnya yang mengundang: Konspirasi
                  > > Langit: Nazi, Vatikan & Rahasia Michelangelo membuat saya
                  > penasaran
                  > > untuk segera menuntaskan buku ini. Dan hasilnya tidak
                  > mengecewakan.
                  > > Diawali dengan kisah penjemputan seorang anak, Frederico Botte,
                  > > hasil hubungan gelap Eugenio Pacelli, seorang Paus Roma yang
                  > diperas
                  > > Nazi dengan seorang suster setempat yang akhirnya dibunuh, kisah
                  > > mencekam ini mulai mengalir.
                  > > >
                  > > > Dari setting Italia Utara tahun 1942, cerita bergulir ke
                  > kehidupan
                  > > Fiona Katherine Ryan, yang biasa dipanggil Finn Ryan, mahasiswi
                  > > Sejarah Seni 24 tahun yang harus pontang-panting bekerja sambilan
                  > di
                  > > beberapa tempat untuk membiayai kelangsungan hidup dan kuliahnya
                  > di
                  > > New York University. Dari menjadi model telanjang dan kurator
                  > junior
                  > > di Museum Seni Parker-Hall New York, pekerjaan terakhirlah yang
                  > > membawanya pada 'petualangan seni' yang mendebarkan.
                  > > >
                  > > > Dimulai saat Finn menemukan lukisan jasad wanita terpotong
                  > > dengan guratan Michelangelo, yang diperkirakan berasal dari buku
                  > > catatan Michelangelo yang keberadannya nyaris dianggap mitos.
                  > Belum
                  > > apa-apa, berbagai kesialan beruntun menimpa Finn: dipecat oleh
                  > > direktur museum (Alexander Crawley), menghadapi usaha percobaan
                  > > pembunuhan atas dirinya (namun yang terbunuh malah pacarnya,
                  > Peter),
                  > > dituduh membunuh Crawley (yang akhirnya juga terbunuh), dikejar-
                  > > kejar pembunuh bayaran Asia gila dalam waktu 48 jam setelah
                  > > menemukan lukisan tersebut.
                  > > >
                  > > > Beragam kejadian yang jauh dari normalitas hidupnya sehari-hari
                  > > membuatnya terpaksa menghubungi karib ibunya, seorang arkeolog
                  > yang
                  > > tengah mengadakan penggalian di Yucatan. Orang itu Michael
                  > > Valentine, pengamat benda seni - terutama lukisan - yang
                  > karismatik
                  > > dan eksentrik. Berdua dengan Michael, Finn tidak hanya terlibat
                  > > percintaan yang hangat, namun juga petualangan-petualangan seru
                  > dan
                  > > mendebarkan sehubungan dengan usaha membongkar jaringan pencuri
                  > > lukisan-lukisan antik & kuno dari para maestro lukisan yang
                  > > melibatkan gereja dan Nazi.
                  > > >
                  > > > Alur cerita yang melompat-lompat dari masa lalu ke masa kini
                  > yang
                  > > konstan mungkin akan sedikit membingungkan pembaca, namun dari
                  > > sinilah Paul Christopher mencoba menceritakan proses pencurian
                  > > lukisan besar-besaran yang terjadi selama Perang Dunia II.
                  > > Serangkaian pembunuhan yang terjadi pasca kematian Crawley
                  semakin
                  > > menambah ketegangan buku ini. Satu hal yang mengganggu saya
                  justru
                  > > tokoh Botte itu sendiri, yang diklaim Vincent Delaney (Special
                  > > Action Squad), yang khusus menangani kasus pembunuhan tersebut
                  > > sebagai anak yang sudah jahat sejak ia dilahirkan. Selain
                  > kenyataan
                  > > bahwa ia adalah penjaga keamanan di museum tempat Finn pernah
                  > > bekerja, tidak sedikitpun dijelaskan tindak-tanduk Botte, kecuali
                  > di
                  > > akhir cerita. Namun ironisnya, hal itu yang justru membuat ending
                  > > buku ini tidak mudah ditebak.
                  > > >
                  > > > Diperkaya dengan beragam istilah seni lukis dan nama-nama
                  > lukisan
                  > > dari para maestro pelukis, buku ini pasti akan sangat digemari
                  > para
                  > > pecinta sejarah dan seni. Asyiknya, meski tergolong buku serius,
                  > > namun Christopher memasukkan unsur-unsur modernitas yang bisa
                  > > dibilang 'happening' saat ini. Misalnya: 'Rahasia paling besar
                  > dalam
                  > > dirinya yang orang lain tidak boleh tahu adalah ia mau saja
                  > > berhubungan seks dengan Johnny Depp di tengah Time Square kalau
                  > > bintang film itu memintanya – sesuatu yang tidak mungkin terjadi"
                  > > (hal. 125). Atau: "Sebenarnya ia tidak percaya pada apa yang
                  > > didengarnya dalam acara Talk Show Horward Stern di radio atau
                  > dalam
                  > > serial televisi Sex and the City yang terus diputar-ulang" (hal.
                  > > 125).
                  > > >
                  > > > Terjemahan buku ini juga cukup bagus, terbukti dengan catatan
                  > kaki
                  > > yang memadai, mengingat banyaknya istilah Italia yang kurang
                  > > familiar bagi pembaca. Namun sayangnya (saya sudah berkali-kali
                  > > mengalami hal ini pada buku-buku terbitan Dastan Books), ada
                  > > beberapa kalimat yang terasa kurang pas. Misalnya: "Ia
                  > menghabiskan
                  > > waktu beberapa detik untuk mengikat-kuda rambutnya" (hal. 393).
                  > Akan
                  > > lebih baik jika ditulis menjadi: "Ia menghabiskan waktu beberapa
                  > > detik untuk mengikat rambutnya model ikat-kuda." Namun terlepas
                  > dari
                  > > hal kecil itu, buku ini sangat pantas dinikmati.
                  > > >
                  > > > http://bukubacaku.blogspot.com/
                  > > >
                  > > >
                  > > >
                  > > >
                  > > > - sebaris tulisan, kekal dalam jiwa -
                  >
                • jody_pojoh
                  Sama nih, maaf kalau mengganggu yang lain. Enggak keberatan. Cuma karena baru coba-coba bikin blog, ya, maklum kalau jelek. Isinya juga mungkin mengecewakan.
                  Message 8 of 9 , Jan 5, 2007
                  • 0 Attachment
                    Sama nih, maaf kalau mengganggu yang lain. Enggak keberatan. Cuma
                    karena baru coba-coba bikin blog, ya, maklum kalau jelek. Isinya juga
                    mungkin mengecewakan. Ide awalnya juga datang dari orang lain, jadi
                    kadang lupa, hehehe....
                    http://jodypojoh.blogdrive.com

                    --- In dastanbooks@yahoogroups.com, AstraDewangga <astradewangga@...>
                    wrote:
                    >
                    > Aduh terima kasih lho...cuma saya sepertinya enggak bakat nulis
                    resensi buku yang berat2 ya...hehehehe...maklum, namanya juga
                    pemula..Aniwei, bisa tahu alamat blog-nya, jika tidak keberatan?
                    untuk milisers lainnya, maaf jika email ini mengganggu ya...secara
                    saya kurang enak jika langsung menghubungi bung Jody via email
                    pribadinya...(unless if u dont mind lho Jody!). tq.
                    >
                    > jody_pojoh <jody_pojoh@...> wrote:
                    > Thanks juga buat Astra.... saya sudah menengok blognya,
                    dan menurut
                    > saya keren.... cuma belum sempat baca lebih jauh lagi. Saya juga
                    > belum lama ini bikin blog, n terus terang ide mengisi blog-ku
                    dengan
                    > resensi buku datangnya dari seorang Astra.... Thanks for your idea.
                    > Terus terang saya suka penulis resensi (seperti Astra), karena
                    > secara tersirat sudah menunjukkan siapa dirinya. Saya percaya bahwa
                    > YOU ARE WHAT YOU READ.Senang mengenalmu.....
                    > --- In dastanbooks@yahoogroups.com, AstraDewangga
                    > <astradewangga@> wrote:
                    > >
                    > > Terlebih dulu saya ucapkan terima kasih ya atas umpan baliknya
                    > dari Jody.
                    > > Sebagai peresensi pemula, saya sangat membutuhkan masukan2 yang
                    > sangat kaya dan cerdas seperti ini. Terima kasih sekali lagi
                    > ya....hope i can do better next time ;D
                    > > salam kenal ya....;d
                    > >
                    >
                    >
                    > Recent Activity
                    >
                    > 22
                    > New Members
                    >
                    > Visit Your Group
                    > SPONSORED LINKS
                    >
                    > Writing book
                    > Writing a book
                    > Book writing software
                    > Writing and publishing a book
                    > Creative writing book
                    >
                    > Yahoo! Movies
                    > Up for a movie?
                    > Check out the
                    > new releases.
                    >
                    > Yahoo! TV
                    > The Intern Contest
                    > You could work for
                    > the next Apprentice.
                    >
                    > Yahoo! Groups
                    > Start a group
                    > in 3 easy steps.
                    > Connect with others.
                    >
                    >
                    >
                    > .
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    > - sebaris tulisan, kekal dalam jiwa -
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    > __________________________________________________
                    > Do You Yahoo!?
                    > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
                    > http://mail.yahoo.com
                    >
                    > [Non-text portions of this message have been removed]
                    >
                  Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.