Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Telah terbit: Novel DAUGHTER OF GOD by Lewis Perdue

Expand Messages
  • Prayudi
    Telah terbit! Dapatkan di toko buku-toko buku kesayangan Anda... Novel teranyar dari Dastan Books: Judul: Daughter of God Sub: Segitiga Misteri: Konstantin,
    Message 1 of 3 , Aug 4, 2006
    • 0 Attachment
      Telah terbit!
      Dapatkan di toko buku-toko buku kesayangan Anda...

      Novel teranyar dari Dastan Books:

      Judul:
      Daughter of God

      Sub:
      Segitiga Misteri: Konstantin, Vatikan & Putri Tuhan

      Misteri Menakutkan yang Mengguncang Fondasi Keimanan

      "Anak Tuhan" ini dibunuh... karena jenis kelamin dan kekuatan
      penyembuhannya...
      --Publishers Weekly

      Penulis:
      Lewis Perdue
      New York Times Bestselling Author

      Fiction - Thriller

      Harga: Rp 65.000;

      Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi.
      Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan.
      Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap.
      Fondasi keimanan masyarakat modern terancam!

      Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama
      suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang kolektor
      yang menjelang ajal itu ingin agar Zoe mengurus benda-benda seninya.
      Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia
      secara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai
      tinggi itu habis terbakar.

      Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang yang
      mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka tidak
      ketahui. Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan
      dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu.

      Zoe dan Seth terjerat jaring konspirasi yang telah berusia ribuan tahun,
      pembunuhan, dan intrik yang berporos pada misteri kebenaran Anak
      Perempuan Tuhan, yang bila terbukti akan menghancurkan fondasi peradaban
      manusia.


      Fiksi berdasarkan fakta yang ditulis dengan meyakinkan...
      --Kirkus Reviews

      Thriller yang luar biasa.
      --Indianapolis Star

      Thriller yang luar biasa di setiap levelnya.
      --Booklist

      Sangat dianjurkan... Sebuah thriller yang sarat aksi...
      --Midwest Book Review

      Daughter of God adalah [contoh] bagaimana thriller seharusnya ditulis...
      Bacaan yang tak akan cepat Anda lupakan.
      --Clive Cussler, New York Times Bestselling Author

      Daughter of God adalah thriller yang sarat aksi, memadukan pencurian
      benda seni, konspirasi yang telah berumur lebih dari satu milenium, dan
      filsuf religius.
      --Harriet Klausner, The #1 Reviewer at Amazon

      Mengagumkan... Ini adalah buku yang menarik, menegangkan, sekaligus
      menggugah.
      --Sullivan County Democrat

      Memikat sekaligus mencerahkan...
      --National Catholic Reporter

      Daughter of God bergerak laju dan hampir mustahil diletakkan [sebelum
      selesai]... Anda akan butuh tidur setelah duduk lama membacanya.
      --Donna Scanlon, Rambles


      Selain menjadi penulis, Lewis Perdue adalah presiden IdeaWorx, sebuah
      perusahaan pemasaran dan e-commerce. Ia pernah menjadi asisten utama
      senator dan gubernur, juga mengajar jurnalistik di Corness dan UCLA. Ia
      kini tinggal di Sonoma, California bersama istri dan dua anaknya.

      Perdue menulis novel ini berdasarkan fakta. Pengalaman pribadinya ketika
      berusaha melacak keberadaan benda-benda seni yang hilang, ia suguhkan
      sebagai salah satu bukti. Ia memutuskan untuk berhenti melacak
      keberadaan benda-benda seni itu setelah mendapati gelagat yang kurang
      baik, kemarahan, dan beragam ancaman kekerasan yang datang dari berbagai
      pihak.

      Situs resmi: www.daughter-of-god.com



      Dari Penulis

      Saya terlahir dan dibesarkan di Mississippi, di mana Yesus dan sepak
      bola menjadi dua hal yang sangat penting. Baik agama, maupun
      pertandingan Ole Miss/State adalah topik pembicaraan yang tidak akan
      pernah berakhir, menimbulkan rasa cemas, kebahagiaan, kemarahan,
      ketakutan, kebencian yang dalam, dan perdebatan karena adanya ide yang
      menyebutkan bahwa wanita tidak memiliki kemampuan untuk menangani kedua
      obsesi itu.

      Karena dibesarkan sebagai seorang Presbyterian dari selatan, saya
      menjadi semakin kehilangan antusiasme saat menginjak dewasa. Ketika
      mulai bergabung dengan gerakan hak-hak sipil pada tahun 1960-an, saya
      dengan segera melihat betapa agama itu-tidak hanya di selatan, tapi
      secara global-telah menjadi alat praktis bagi kontrol sosial dengan
      kitab-kitab suci dan buku-buku yang diselewengkan dan dipilah-pilah
      dengan penuh kehati-hatian untuk menemukan bagian-bagiannya yang bisa
      mendukung penjajahan rasial dan seksual serta perasaan chauvinisme
      religius yang mengesampingkan keyakinan lain sebagai sebuah kebenaran.

      Aktivitas saya dalam bidang hak-hak sipil membuat saya terkucil-seorang
      remaja berkulit putih-dari kebanyakan teman-teman yang lain. Tapi dengan
      segera saya bisa memiliki teman-teman lain yang mempunyai
      kesamaan-kebanyakan orang-orang kulit hitam dan Yahudi-yang berlatar
      belakang dan berbudaya yang pada awalnya asing, tapi pada akhirnya
      begitu membebaskan dan memberikan pencerahan.

      Keingintahuan saya tentang agama semakin berkembang. Keingintahuan yang
      begitu besar yang terpuaskan dengan mempelajarinya di bidang studi agama
      dan filosofi di perguruan tinggi. Saya semakin memahami bahwa, seperti
      perusahaan, pemerintahan, dan institusi lainnya, gereja-gereja juga
      mengembangkan sistem birokrasinya sendiri, momentum untuk menyokong
      dirinya sendiri, dan rasa hausnya akan kekuasaan yang kemudian mendorong
      mereka melakukan tindakan-tindakan berdasarkan kepentingan mereka
      sendiri dan menyebabkan pandangan mereka teralihkan dari fokus utamanya,
      yaitu membimbing jemaah menuju kondisi spiritual yang baik.

      Dari sini kita bisa melihat dengan mudah bahwa perselisihan antaragama
      bukanlah perselisihan antarpenganutnya, tapi malah perselisihan yang
      disebabkan oleh birokrasi, politik, dan ambisi budaya gereja dan para
      pemimpin politik yang memaksakan agenda pribadi mereka untuk mencapai
      kekuasaan dan kejayaan. Tanpa malu-malu lagi mereka melakukan pelecehan
      agama, menggunakan Tuhan untuk memenuhi ambisi pribadi mereka
      sendiri-sendiri.

      Para pemimpin gereja dan sekutu politik mereka telah berbohong,
      membunuh, melukai, membantai, memaksa, mengancam, dan memulai perang
      suci untuk mengonsolidasikan kekuasaan mereka. Mereka telah
      memutarbalikkan kitab suci dan menulis ulang sejarah untuk menyampaikan
      niat mereka. Dan mereka semua telah memberangus wanita meskipun orang
      telah melihat Tuhan sebagai seorang perempuan jauh lebih lama daripada
      melihat Tuhan sebagai seorang laki-laki.

      Memang Pencipta alam semesta Yang Mahakuasa ini tidak mungkin untuk
      dinilai sebagai laki-laki atau perempuan. Melihat Tuhan hanya sebagai
      laki-laki adalah tindakan melecehkan Tuhan.

      Daughter of God adalah cara saya untuk melihat semua ini. Saya
      menulisnya dalam bentuk thriller karena itu adalah cara yang paling
      menyenangkan bagi seorang penulis menuangkan kata-katanya di depan
      komputer. Saya harap kecintaan saya yang tidak akan berubah ini
      tersampaikan pada setiap pembaca.



      [Non-text portions of this message have been removed]
    • mak_dang
      Sebelumnya,makasih atas infonya ya. Membaca sekelumit resensi tentang Daughter of God saya berkesimpulan bahwa buku ini masih bercerita tentang pakem yang sama
      Message 2 of 3 , Aug 7, 2006
      • 0 Attachment
        Sebelumnya,makasih atas infonya ya.
        Membaca sekelumit resensi tentang Daughter of God saya berkesimpulan
        bahwa buku ini masih bercerita tentang pakem yang sama dengan Da
        Vinci Code. Ide yang diusung oleh Lewis Perdue saya lihat tidak beda
        jauh dengan Dan Brown yaitu keinginan mendobrak kemapanan doktrin
        gereja.
        Mungkin ada teman-teman yang perneh membaca lengkap buku baru DOG
        (Daughter of God) ini, saya mohon tanggapannya>
        Terima kasih

        Hari Darnis
        --- In dastanbooks@yahoogroups.com, "Prayudi" <yudi@...> wrote:
        >
        > Telah terbit!
        > Dapatkan di toko buku-toko buku kesayangan Anda...
        >
        > Novel teranyar dari Dastan Books:
        >
        > Judul:
        > Daughter of God
        >
        > Sub:
        > Segitiga Misteri: Konstantin, Vatikan & Putri Tuhan
        >
        > Misteri Menakutkan yang Mengguncang Fondasi Keimanan
        >
        > "Anak Tuhan" ini dibunuh... karena jenis kelamin dan kekuatan
        > penyembuhannya...
        > --Publishers Weekly
        >
        > Penulis:
        > Lewis Perdue
        > New York Times Bestselling Author
        >
        > Fiction - Thriller
        >
        > Harga: Rp 65.000;
        >
        > Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi.
        > Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan.
        > Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap.
        > Fondasi keimanan masyarakat modern terancam!
        >
        > Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama
        > suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang
        kolektor
        > yang menjelang ajal itu ingin agar Zoe mengurus benda-benda seninya.
        > Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia
        > secara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai
        > tinggi itu habis terbakar.
        >
        > Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang
        yang
        > mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka
        tidak
        > ketahui. Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan
        > dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu.
        >
        > Zoe dan Seth terjerat jaring konspirasi yang telah berusia ribuan
        tahun,
        > pembunuhan, dan intrik yang berporos pada misteri kebenaran Anak
        > Perempuan Tuhan, yang bila terbukti akan menghancurkan fondasi
        peradaban
        > manusia.
        >
        >
        > Fiksi berdasarkan fakta yang ditulis dengan meyakinkan...
        > --Kirkus Reviews
        >
        > Thriller yang luar biasa.
        > --Indianapolis Star
        >
        > Thriller yang luar biasa di setiap levelnya.
        > --Booklist
        >
        > Sangat dianjurkan... Sebuah thriller yang sarat aksi...
        > --Midwest Book Review
        >
        > Daughter of God adalah [contoh] bagaimana thriller seharusnya
        ditulis...
        > Bacaan yang tak akan cepat Anda lupakan.
        > --Clive Cussler, New York Times Bestselling Author
        >
        > Daughter of God adalah thriller yang sarat aksi, memadukan pencurian
        > benda seni, konspirasi yang telah berumur lebih dari satu milenium,
        dan
        > filsuf religius.
        > --Harriet Klausner, The #1 Reviewer at Amazon
        >
        > Mengagumkan... Ini adalah buku yang menarik, menegangkan, sekaligus
        > menggugah.
        > --Sullivan County Democrat
        >
        > Memikat sekaligus mencerahkan...
        > --National Catholic Reporter
        >
        > Daughter of God bergerak laju dan hampir mustahil diletakkan
        [sebelum
        > selesai]... Anda akan butuh tidur setelah duduk lama membacanya.
        > --Donna Scanlon, Rambles
        >
        >
        > Selain menjadi penulis, Lewis Perdue adalah presiden IdeaWorx,
        sebuah
        > perusahaan pemasaran dan e-commerce. Ia pernah menjadi asisten utama
        > senator dan gubernur, juga mengajar jurnalistik di Corness dan
        UCLA. Ia
        > kini tinggal di Sonoma, California bersama istri dan dua anaknya.
        >
        > Perdue menulis novel ini berdasarkan fakta. Pengalaman pribadinya
        ketika
        > berusaha melacak keberadaan benda-benda seni yang hilang, ia
        suguhkan
        > sebagai salah satu bukti. Ia memutuskan untuk berhenti melacak
        > keberadaan benda-benda seni itu setelah mendapati gelagat yang
        kurang
        > baik, kemarahan, dan beragam ancaman kekerasan yang datang dari
        berbagai
        > pihak.
        >
        > Situs resmi: www.daughter-of-god.com
        >
        >
        >
        > Dari Penulis
        >
        > Saya terlahir dan dibesarkan di Mississippi, di mana Yesus dan sepak
        > bola menjadi dua hal yang sangat penting. Baik agama, maupun
        > pertandingan Ole Miss/State adalah topik pembicaraan yang tidak akan
        > pernah berakhir, menimbulkan rasa cemas, kebahagiaan, kemarahan,
        > ketakutan, kebencian yang dalam, dan perdebatan karena adanya ide
        yang
        > menyebutkan bahwa wanita tidak memiliki kemampuan untuk menangani
        kedua
        > obsesi itu.
        >
        > Karena dibesarkan sebagai seorang Presbyterian dari selatan, saya
        > menjadi semakin kehilangan antusiasme saat menginjak dewasa. Ketika
        > mulai bergabung dengan gerakan hak-hak sipil pada tahun 1960-an,
        saya
        > dengan segera melihat betapa agama itu-tidak hanya di selatan, tapi
        > secara global-telah menjadi alat praktis bagi kontrol sosial dengan
        > kitab-kitab suci dan buku-buku yang diselewengkan dan dipilah-pilah
        > dengan penuh kehati-hatian untuk menemukan bagian-bagiannya yang
        bisa
        > mendukung penjajahan rasial dan seksual serta perasaan chauvinisme
        > religius yang mengesampingkan keyakinan lain sebagai sebuah
        kebenaran.
        >
        > Aktivitas saya dalam bidang hak-hak sipil membuat saya terkucil-
        seorang
        > remaja berkulit putih-dari kebanyakan teman-teman yang lain. Tapi
        dengan
        > segera saya bisa memiliki teman-teman lain yang mempunyai
        > kesamaan-kebanyakan orang-orang kulit hitam dan Yahudi-yang berlatar
        > belakang dan berbudaya yang pada awalnya asing, tapi pada akhirnya
        > begitu membebaskan dan memberikan pencerahan.
        >
        > Keingintahuan saya tentang agama semakin berkembang. Keingintahuan
        yang
        > begitu besar yang terpuaskan dengan mempelajarinya di bidang studi
        agama
        > dan filosofi di perguruan tinggi. Saya semakin memahami bahwa,
        seperti
        > perusahaan, pemerintahan, dan institusi lainnya, gereja-gereja juga
        > mengembangkan sistem birokrasinya sendiri, momentum untuk menyokong
        > dirinya sendiri, dan rasa hausnya akan kekuasaan yang kemudian
        mendorong
        > mereka melakukan tindakan-tindakan berdasarkan kepentingan mereka
        > sendiri dan menyebabkan pandangan mereka teralihkan dari fokus
        utamanya,
        > yaitu membimbing jemaah menuju kondisi spiritual yang baik.
        >
        > Dari sini kita bisa melihat dengan mudah bahwa perselisihan
        antaragama
        > bukanlah perselisihan antarpenganutnya, tapi malah perselisihan yang
        > disebabkan oleh birokrasi, politik, dan ambisi budaya gereja dan
        para
        > pemimpin politik yang memaksakan agenda pribadi mereka untuk
        mencapai
        > kekuasaan dan kejayaan. Tanpa malu-malu lagi mereka melakukan
        pelecehan
        > agama, menggunakan Tuhan untuk memenuhi ambisi pribadi mereka
        > sendiri-sendiri.
        >
        > Para pemimpin gereja dan sekutu politik mereka telah berbohong,
        > membunuh, melukai, membantai, memaksa, mengancam, dan memulai perang
        > suci untuk mengonsolidasikan kekuasaan mereka. Mereka telah
        > memutarbalikkan kitab suci dan menulis ulang sejarah untuk
        menyampaikan
        > niat mereka. Dan mereka semua telah memberangus wanita meskipun
        orang
        > telah melihat Tuhan sebagai seorang perempuan jauh lebih lama
        daripada
        > melihat Tuhan sebagai seorang laki-laki.
        >
        > Memang Pencipta alam semesta Yang Mahakuasa ini tidak mungkin untuk
        > dinilai sebagai laki-laki atau perempuan. Melihat Tuhan hanya
        sebagai
        > laki-laki adalah tindakan melecehkan Tuhan.
        >
        > Daughter of God adalah cara saya untuk melihat semua ini. Saya
        > menulisnya dalam bentuk thriller karena itu adalah cara yang paling
        > menyenangkan bagi seorang penulis menuangkan kata-katanya di depan
        > komputer. Saya harap kecintaan saya yang tidak akan berubah ini
        > tersampaikan pada setiap pembaca.
        >
        >
        >
        > [Non-text portions of this message have been removed]
        >
      • prayudi_n
        Dear Bung Hari, Daughter of God ini aslinya ditulis oleh Lewis Perdue pada tahun 1999, dan pertama kali diterbitkan pada tahun 2000. Jadi sebelum DaVinci Code
        Message 3 of 3 , Aug 9, 2006
        • 0 Attachment
          Dear Bung Hari,

          Daughter of God ini aslinya ditulis oleh Lewis Perdue pada tahun
          1999, dan pertama kali diterbitkan pada tahun 2000. Jadi sebelum
          DaVinci Code nya Dan Brown yang 'ditengarai' (disinyalir) oleh
          sejumlah pihak sebagai plagiator itu (DaVinci Code terbit 2003).

          Plagiator?
          Ya, sejumlah orang termasuk Lewis Perdue menganggap Dan Brown sbg
          plagiator. Berkenaan dengan Lewis Perdue sendiri, ia kini tengah
          membawa tuntutannya ke tingkat banding di pengadilan tinggi melawan
          Dan Brown dan Random House.
          Lewis Perdue menganggap Dan Brown menjiplak novel2nya, yakni The
          DaVinci Legacy (1983) dan Daughter of God (2000).

          Bagaimanapun, menurut banyak pihak, novel2 Lewis Perdue lebih
          berbobot dan lebih 'berani' ketimbang novel2 Dan Brown. Ambil contoh
          DaVinci Code vs Daughter of God. Kontroversi yang dihadirkan dalam
          DaVinci Code tidak ada seujung kuku dari kontroversi yang dihadirkan
          dalam Daughter of God.
          Kesimpulan DaVinci Code juga kurang "menggigit".
          "Penjahat utama" dalam DaVinci Code bukan siapa-siapa. Dalam arti,
          ia "orang luar" dan tidak masuk dalam lingkaran birokrasi organisasi
          keagamaan.

          Plus perlu dicatat: Dan Brown hanya menohok Gereja Katolik,
          sedangkan Lewis Perdue menohok logika manusia secara umum, apa pun
          agama dan kepercayaannya, bahkan jika ateis sekalipun.


          Best,
          Yudi



          --- In dastanbooks@yahoogroups.com, "mak_dang" <mak_dang@...> wrote:
          >
          > Sebelumnya,makasih atas infonya ya.
          > Membaca sekelumit resensi tentang Daughter of God saya
          berkesimpulan
          > bahwa buku ini masih bercerita tentang pakem yang sama dengan Da
          > Vinci Code. Ide yang diusung oleh Lewis Perdue saya lihat tidak
          beda
          > jauh dengan Dan Brown yaitu keinginan mendobrak kemapanan doktrin
          > gereja.
          > Mungkin ada teman-teman yang perneh membaca lengkap buku baru DOG
          > (Daughter of God) ini, saya mohon tanggapannya>
          > Terima kasih
          >
          > Hari Darnis
          > --- In dastanbooks@yahoogroups.com, "Prayudi" <yudi@> wrote:
          > >
          > > Telah terbit!
          > > Dapatkan di toko buku-toko buku kesayangan Anda...
          > >
          > > Novel teranyar dari Dastan Books:
          > >
          > > Judul:
          > > Daughter of God
          > >
          > > Sub:
          > > Segitiga Misteri: Konstantin, Vatikan & Putri Tuhan
          > >
          > > Misteri Menakutkan yang Mengguncang Fondasi Keimanan
          > >
          > > "Anak Tuhan" ini dibunuh... karena jenis kelamin dan kekuatan
          > > penyembuhannya...
          > > --Publishers Weekly
          > >
          > > Penulis:
          > > Lewis Perdue
          > > New York Times Bestselling Author
          > >
          > > Fiction - Thriller
          > >
          > > Harga: Rp 65.000;
          > >
          > > Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi.
          > > Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan.
          > > Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap.
          > > Fondasi keimanan masyarakat modern terancam!
          > >
          > > Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss
          bersama
          > > suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang
          > kolektor
          > > yang menjelang ajal itu ingin agar Zoe mengurus benda-benda
          seninya.
          > > Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal
          dunia
          > > secara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni
          bernilai
          > > tinggi itu habis terbakar.
          > >
          > > Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang
          > yang
          > > mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka
          > tidak
          > > ketahui. Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan
          > > dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu.
          > >
          > > Zoe dan Seth terjerat jaring konspirasi yang telah berusia
          ribuan
          > tahun,
          > > pembunuhan, dan intrik yang berporos pada misteri kebenaran Anak
          > > Perempuan Tuhan, yang bila terbukti akan menghancurkan fondasi
          > peradaban
          > > manusia.
          > >
          > >
          > > Fiksi berdasarkan fakta yang ditulis dengan meyakinkan...
          > > --Kirkus Reviews
          > >
          > > Thriller yang luar biasa.
          > > --Indianapolis Star
          > >
          > > Thriller yang luar biasa di setiap levelnya.
          > > --Booklist
          > >
          > > Sangat dianjurkan... Sebuah thriller yang sarat aksi...
          > > --Midwest Book Review
          > >
          > > Daughter of God adalah [contoh] bagaimana thriller seharusnya
          > ditulis...
          > > Bacaan yang tak akan cepat Anda lupakan.
          > > --Clive Cussler, New York Times Bestselling Author
          > >
          > > Daughter of God adalah thriller yang sarat aksi, memadukan
          pencurian
          > > benda seni, konspirasi yang telah berumur lebih dari satu
          milenium,
          > dan
          > > filsuf religius.
          > > --Harriet Klausner, The #1 Reviewer at Amazon
          > >
          > > Mengagumkan... Ini adalah buku yang menarik, menegangkan,
          sekaligus
          > > menggugah.
          > > --Sullivan County Democrat
          > >
          > > Memikat sekaligus mencerahkan...
          > > --National Catholic Reporter
          > >
          > > Daughter of God bergerak laju dan hampir mustahil diletakkan
          > [sebelum
          > > selesai]... Anda akan butuh tidur setelah duduk lama membacanya.
          > > --Donna Scanlon, Rambles
          > >
          > >
          > > Selain menjadi penulis, Lewis Perdue adalah presiden IdeaWorx,
          > sebuah
          > > perusahaan pemasaran dan e-commerce. Ia pernah menjadi asisten
          utama
          > > senator dan gubernur, juga mengajar jurnalistik di Corness dan
          > UCLA. Ia
          > > kini tinggal di Sonoma, California bersama istri dan dua anaknya.
          > >
          > > Perdue menulis novel ini berdasarkan fakta. Pengalaman
          pribadinya
          > ketika
          > > berusaha melacak keberadaan benda-benda seni yang hilang, ia
          > suguhkan
          > > sebagai salah satu bukti. Ia memutuskan untuk berhenti melacak
          > > keberadaan benda-benda seni itu setelah mendapati gelagat yang
          > kurang
          > > baik, kemarahan, dan beragam ancaman kekerasan yang datang dari
          > berbagai
          > > pihak.
          > >
          > > Situs resmi: www.daughter-of-god.com
          > >
          > >
          > >
          > > Dari Penulis
          > >
          > > Saya terlahir dan dibesarkan di Mississippi, di mana Yesus dan
          sepak
          > > bola menjadi dua hal yang sangat penting. Baik agama, maupun
          > > pertandingan Ole Miss/State adalah topik pembicaraan yang tidak
          akan
          > > pernah berakhir, menimbulkan rasa cemas, kebahagiaan, kemarahan,
          > > ketakutan, kebencian yang dalam, dan perdebatan karena adanya
          ide
          > yang
          > > menyebutkan bahwa wanita tidak memiliki kemampuan untuk
          menangani
          > kedua
          > > obsesi itu.
          > >
          > > Karena dibesarkan sebagai seorang Presbyterian dari selatan, saya
          > > menjadi semakin kehilangan antusiasme saat menginjak dewasa.
          Ketika
          > > mulai bergabung dengan gerakan hak-hak sipil pada tahun 1960-an,
          > saya
          > > dengan segera melihat betapa agama itu-tidak hanya di selatan,
          tapi
          > > secara global-telah menjadi alat praktis bagi kontrol sosial
          dengan
          > > kitab-kitab suci dan buku-buku yang diselewengkan dan dipilah-
          pilah
          > > dengan penuh kehati-hatian untuk menemukan bagian-bagiannya yang
          > bisa
          > > mendukung penjajahan rasial dan seksual serta perasaan
          chauvinisme
          > > religius yang mengesampingkan keyakinan lain sebagai sebuah
          > kebenaran.
          > >
          > > Aktivitas saya dalam bidang hak-hak sipil membuat saya terkucil-
          > seorang
          > > remaja berkulit putih-dari kebanyakan teman-teman yang lain.
          Tapi
          > dengan
          > > segera saya bisa memiliki teman-teman lain yang mempunyai
          > > kesamaan-kebanyakan orang-orang kulit hitam dan Yahudi-yang
          berlatar
          > > belakang dan berbudaya yang pada awalnya asing, tapi pada
          akhirnya
          > > begitu membebaskan dan memberikan pencerahan.
          > >
          > > Keingintahuan saya tentang agama semakin berkembang.
          Keingintahuan
          > yang
          > > begitu besar yang terpuaskan dengan mempelajarinya di bidang
          studi
          > agama
          > > dan filosofi di perguruan tinggi. Saya semakin memahami bahwa,
          > seperti
          > > perusahaan, pemerintahan, dan institusi lainnya, gereja-gereja
          juga
          > > mengembangkan sistem birokrasinya sendiri, momentum untuk
          menyokong
          > > dirinya sendiri, dan rasa hausnya akan kekuasaan yang kemudian
          > mendorong
          > > mereka melakukan tindakan-tindakan berdasarkan kepentingan mereka
          > > sendiri dan menyebabkan pandangan mereka teralihkan dari fokus
          > utamanya,
          > > yaitu membimbing jemaah menuju kondisi spiritual yang baik.
          > >
          > > Dari sini kita bisa melihat dengan mudah bahwa perselisihan
          > antaragama
          > > bukanlah perselisihan antarpenganutnya, tapi malah perselisihan
          yang
          > > disebabkan oleh birokrasi, politik, dan ambisi budaya gereja dan
          > para
          > > pemimpin politik yang memaksakan agenda pribadi mereka untuk
          > mencapai
          > > kekuasaan dan kejayaan. Tanpa malu-malu lagi mereka melakukan
          > pelecehan
          > > agama, menggunakan Tuhan untuk memenuhi ambisi pribadi mereka
          > > sendiri-sendiri.
          > >
          > > Para pemimpin gereja dan sekutu politik mereka telah berbohong,
          > > membunuh, melukai, membantai, memaksa, mengancam, dan memulai
          perang
          > > suci untuk mengonsolidasikan kekuasaan mereka. Mereka telah
          > > memutarbalikkan kitab suci dan menulis ulang sejarah untuk
          > menyampaikan
          > > niat mereka. Dan mereka semua telah memberangus wanita meskipun
          > orang
          > > telah melihat Tuhan sebagai seorang perempuan jauh lebih lama
          > daripada
          > > melihat Tuhan sebagai seorang laki-laki.
          > >
          > > Memang Pencipta alam semesta Yang Mahakuasa ini tidak mungkin
          untuk
          > > dinilai sebagai laki-laki atau perempuan. Melihat Tuhan hanya
          > sebagai
          > > laki-laki adalah tindakan melecehkan Tuhan.
          > >
          > > Daughter of God adalah cara saya untuk melihat semua ini. Saya
          > > menulisnya dalam bentuk thriller karena itu adalah cara yang
          paling
          > > menyenangkan bagi seorang penulis menuangkan kata-katanya di
          depan
          > > komputer. Saya harap kecintaan saya yang tidak akan berubah ini
          > > tersampaikan pada setiap pembaca.
          > >
          > >
          > >
          > > [Non-text portions of this message have been removed]
          > >
          >
        Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.