Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

[Info Buku] Telah Terbit: FOR GOD AND COUNTRY karya James Yee -- Derita "Taliban Cina"

Expand Messages
  • Prayudi
    Telah Terbit! FOR GOD AND COUNTRY Korban Paranoid Amerika The Untold Story: Kisah Nyata Penderitaan Kapten Muslim U.S. Army di Penjara Guantanamo (Penjara
    Message 1 of 1 , May 2 8:31 PM
    • 0 Attachment
      Telah Terbit!

      FOR GOD AND COUNTRY
      Korban Paranoid Amerika

      The Untold Story:
      Kisah Nyata Penderitaan Kapten Muslim U.S. Army di
      Penjara Guantanamo (Penjara Khusus Teroris)

      Karya: James Yee
      Penerbit: Dastan Books
      Terbit: Mei 2006
      Tebal: 356 + viii halaman (Hardcover - jacket)
      Harga: Rp 69,900
      Non-Fiction

      Sarat dengan pengungkapan rahasia. (The Washington Post)

      [Yee] mengatakan dalam bukunya bahwa otoritas militer secara sadar
      menciptakan atmosfer di mana para penjaga merasa bebas menyikasa para
      tahanan. (The New York Times)

      Kisah pedih Yee yang ia sebut sebagai pelecehan terhadap keyakinan dan
      patriotismenya ini sunguh menggelisahkan... (USA Today)

      James Yee tiba di Guantanamo sebagai perwira AS yang patriotik... Namun
      kemudian ia ditahan, dituduh menjadi mata-mata. Ini adalah kisahnya yang
      menggelisahkan. (The Sunday Times)

      Kapten James Yee, korban paranoid Washington. (Kompas)

      James Yee. Berbagai tekanan diterima karena ras dan kepercayaannya.
      (Tempo)

      Yee mendapat perlakuan layaknya tahanan lain di kamp yang terkenal
      dengan kekejaman para penjaganya itu... (Republika)


      Yee mencintai Tuhan dan Amerika, namun salah satunya memenjarakannya.
      ***
      Pelecehan terhadap kitab suci umat Islam kerap terjadi di Penjara
      Guantanamo. Polisi militer di penjara sering menggunakan lembaran
      Alquran untuk membersihkan lantai. Saya sering menemukan sobekan lembar
      Alquran di lantai.
      ***
      Mereka tidak peduli pangkat saya kapten, lulusan West Point, akademi
      militer paling bergengsi di Amerika Serikat. Mereka tidak peduli agama
      saya melarang telanjang di hadapan orang. Mereka tidak peduli belum ada
      dakwaan resmi terhadap saya. Mereka tidak peduli istri dan anak-anak
      saya tidak mengetahui keberadaan saya. Mereka pun jelas tidak peduli
      kalau saya adalah warga Amerika yang setia dan, di atas segalanya, tidak
      bersalah.
      ***
      Istrinya menggenggam pistol di tangan yang satu dan dua butir peluru di
      tangan lainnya. "Ajari aku cara menggunakannya," bisik wanita itu
      melalui telepon dari apartemen mereka di Olympia, Washington. Dari semua
      hal yang pernah dilalui James Yee-penahanan, tuduhan spionase, 76 hari
      di dikurung di sel isolasi-ini adalah yang terburuk.

      Rasa takut membadai di dadanya saat bicara di telepon dengan istrinya.
      Sebagai seorang ulama militer, Yee telah dilatih untuk mendeteksi dan
      mencegah tindakan bunuh diri. Yee tahu bahwa kondisi Huda telah kritis.
      Istrinya itu telah menemukan pistol Smith & Wesson miliknya yang
      disimpan di tempat tersembunyi di dalam lemari. Huda sudah merencanakan
      ini. Yee merasa tak berdaya...

      ***
      Kisah James Yee ini mengungkap bagaimana seorang lulusan West Point yang
      patriotik didakwa dengan dakwaan yang amat serius dan ditahan dalam sel
      isolasi-semua itu tanpa bukti apa pun.

      James Yee dibesarkan di New Jersey dan-seperti ayah dan
      kakak-kakaknya-ingin mengabdi pada negaranya. Ia memutuskan untuk masuk
      US Army Chaplain Corps (Korps Ulama Angkatan Darat AS) sebagai salah
      seorang ulama Muslim pertama. Kisahnya ini dituturkan dengan amat
      memikat, menyuguhkan pandangan orang-dalam tentang kondisi di Teluk
      Guantanamo, tempat Yee ditugaskan pada tahun 2003. Tugasnya adalah
      melanyani kebutuhan spiritual para tahanan di sana, dan karenanya ia
      lebih memahami kondisi mereka ketimbang orang lain. Namun, karena itu ia
      malah dijuluki 'Taliban Cina', disindir, dicerca, dan difitnah
      macam-macam. Semua itu tidak terbukti; seluruh dakwaan terhadapnya
      dibatalkan. Sayangnya, karier militer dan reputasinya telah lebih dulu
      hancur.

      Inilah kisah yang mengungkap sisi gelap perang terhadap terorisme yang
      berlebihan dan tanpa aturan, yang menebar bahaya di mana-mana dan
      mengakibatkan seorang patriot Amerika sejati diperlakukan layaknya
      musuh. Bukannya mendapat penghargaan atas jasa-jasanya, Yee malah
      dihukum. Reputasi Amerika sebagai negara hukum yang adil ikut tercoreng
      bersamanya.

      ***
      Seriusnya situasi yang dihadapi Yee amatlah jelas. (Guardian)

      [Yee] harus menjalani penyidikan militer yang sarat dengan kecurigaan
      terhadap keyakinanya... (Publishers Weekly)

      [Kisah ini] menunjukkan bahwa tiada seorang pun yang aman pada masa-masa
      paranoid ini. (The Australian)

      Buku ini sungguh bertenaga, mengungkap bagaimana ketakutan dan kebodohan
      dapat mengarah kepada pelecehan terhadap keadilan. (The Associated
      Press)

      Chaplain Yee, dipenjara karena keyakinannya. (Asian Week)

      James Yee lulus dari West Point pada tahun 1990, mengabdi di Angkatan
      Darat AS selama empat belas tahun, termasuk tugas di Arab Saudi
      pasca-Perang Teluk I. Setelah memeluk Islam pada tahun 1991, ia belajar
      di Damaskus, Suriah selama empat tahun. Ia telah dua kali menunaikan
      ibadah haji ke Makkah. Kini ia tinggal di Olympia, Washington.



      [Non-text portions of this message have been removed]
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.