Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

SHIRAH NABAWIYAH; Nasab, Kelahiran dan Penyusuan Nabi Saw (1)

Expand Messages
  • Santosa
    SHIRAH NABAWIYAH (Dr. Muhammad Sa id Ramadhan Al-Buthy) Nasab, Kelahiran dan Penyusuan Nabi Saw (1) Nasabnya ialah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib
    Message 1 of 1 , Nov 8, 2001
      SHIRAH NABAWIYAH

      (Dr. Muhammad Sa'id Ramadhan Al-Buthy)


      Nasab, Kelahiran dan Penyusuan Nabi Saw (1)

      Nasabnya ialah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib (namanya Syaibatul Hamd) bin Hisyam bin Abdi Manaf (namanya al- Mughirah) bin Qushayyi (namanya Zaid) bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Lu'ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nazar bin Mu'iddu bin Adnan.


      Itulah batas nasab Rasulullah yang telah disepakati. Selebihnya dari yang telah disebutkan masih diperselisihkan. Tetapi, hal yang sudah tidak diperselisihkan lagi ialah, bahwa Adnan termasuk anak Ismail, Nabi Allah, bin Ibrahim, kekasih Allah. Dan bahwa Allah telah memilihnya (Nabi Saw) dari kabilah yang paling bersih, keturunan yang paling suci dan utama. Tak sedikitpun dari karat-karat jahiliyah menyusup ke dalam nasabnya.


      Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Rasulullah Saw, beliau bersabda:

      "Sesungguhnya Allah telah memilih Kinanah dari anak Isma'il, dan memilih Quraisy dari Kinanah, kemudian memilih Hasyim dari Quraisy, dan memilihku dari Bani Hasyim."


      Nabi Muhammad Saw dilahirkan pada tahun gajah, yakni tahun dimana Abraham al-Asyram berusaha menyerang Makkah dan menghancurkan Ka'bah. Lalu Allah menggagalkannya dengan mukjizat yang mengagumkan, sebagaimana diceritakan di dalam Al Qur'an. Menurut riwayat yang paling kuat jatuh pada hari Senin malam, 12 Rabi'ul Awwal.


      Ia dilahirkan dalam keadaan yatim. Bapaknya Abdullah, meninggal ketika ibunya mengandung dua bulan. Lalu ia diasuh oleh kakeknya, Abdul-Muththalib dan disusukannya-sebagaimana tradisi Arab pada waktu itu- kepada seorang wanita dari Bani Sa'd bin Bakar, bernama Halimah binti Abu Dzu'aib.


      Para perawi Sirah telah sepakat bahwa pedalaman Bani Sa'd pada waktu itu sedang mengalami musim kemarau yang menyebabkan keringnya ladang peternakan dan pertanian. Tidak lama setelah Muhammad Saw berda di rumah Halimah, tinggal di kamarnya dan menyusu darinya, menghijaulah kembali tanaman-tanaman di sekitar rumahnya, sehingga kambing-kambingnya pulang kandang dengan perut kenyang dan sarat air susu.


      Selama keberadaan Nabi Saw di pedalaman Bani Sa'd terjadilah "pembelahan dada", sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim, kemudian ia dikembalikan kepada ibunya setelah genap berumur lima tahun.


      Ketika sudah berumur enam tahun, ibunya, Aminah, meninggal dunia. Kemudian berada dalam asuhan kakeknya, Abdul Muththalib. Tetapi setelah genap berusia delapan tahun, ia ditinggal mati oleh kakeknya. Setelah itu ia diasuh oleh pamannya, Abu Thalib. (bersambung)



      [Non-text portions of this message have been removed]
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.