Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Obati pasien dengan transfer chi

Expand Messages
  • dr_erik_tapan
    Obati pasien dengan transfer chi Bagi praktisi pengobatan transfer energi ke tubuh pasien sudah tidak asing lagi. Namun lain halnya yang dilakukan Yopit
    Message 1 of 1 , Sep 2, 2002
    View Source
    • 0 Attachment
      Obati pasien dengan transfer chi

      Bagi praktisi pengobatan transfer energi ke tubuh pasien sudah tidak
      asing lagi. Namun lain halnya yang dilakukan Yopit Liswardi, transfer
      yang dilakukan dengan menyerap chi di udara melalui tenaga dalamnya
      dan disalurkan ke tubuh pasien.
      "Transfer energi itu bukan dari tenaga dalam. Badan saya seperti
      container hanya numpang lewat saja setelah saya serap chi dari udara,
      langsung saya salurkan ke badan pasien," kata Yopit yang mengaku
      sejak kecil sudah ada chi di badannya.

      Menurut Yopit, chi bisa dipakai untuk mengobati segala penyakit. Tapi
      tergantung siapa yang mengobatinya karena dalam falsafah, chi muncul
      kalau orang mempunyai pikiran cinta kasih, dan cinta damai gampang
      menyerap udara.

      Chi itu, menurut agama Islam disebut juga nur, atau energi kehidupan.
      Untuk menyerap chi, kata Yopit, seseorang harus melatih otot, pikiran
      dan napas.

      Saat chi ditransfer ke tubuh pasien, lanjut dia, ada yang tidak
      merasakan sesuatu. Ada yang merasa panas, ada yang terasa mengalir di
      tubuhnya, ada juga yang merasa kesemutan.

      Menurut Yopit, tubuh itu kumpulan dari getaran dan dalam tubuh
      manusia, ada 60 triliun sel yang mempunyai kemampuan macam-macam,
      jelas Yopit. Seperti rambut ada yang hitam dan putih.

      Dia menuturkan bahwa di antara pasien yang berobat padanya,
      kebanyakan menderita penyakit jantung koroner, asam urat, kolesterol,
      kencing manis, dan lupus. Setelah ia melakukan transfer chi, dia juga
      memberikan anjuran pantangan kepada pasiennya.

      Penyakit jantung koroner dianjurkan tidak boleh makan lemak-lemak,
      santan, udang, kepiting, sate kambing dan goreng-gorengan. Sedangkan
      obat yang diberikan pada pasien hanya untuk memperlancar peredaran
      darah.

      Obatnya sulit

      Obat yang disediakan sulit didapat, yaitu Lingzhi berupa kapsul yang
      terbuat dari jamur yang tumbuh di pohon kayu banyak terdapat di Kebun
      Raya Bogor.

      Bagi pasien tidak mampu, obat sejenis yang mudah didapat adalah
      pegagan atau samiloto, terutama untuk asam urat atau kolesterol. Bila
      pasien sedang makan obat dari dokter, maka dianjurkan untuk
      dikurangi.

      Mengenai biaya pengobatan, kata Yopit bagi pasien yang mampu tarifnya
      minimal Rp200 ribu, tapi bila tidak mampu tidak dipungut biaya.

      "Jadi, ada subsidi silang," kata Yopit yang buka praktek di Komplek
      Pertokoan Duta Permai Blok BI No. 16 Bekasi, Telpon. 8843239 atau HP.
      08161845241. Praktek setiap Selasa, Rabu dan Jumat pukul 20.00 -
      21.30.

      Selain buka praktek, dia juga mengajar chikung melalui privat selama
      4 jam, dengan biaya Rp1,5 juta-Rp2 juta dengan pelajaran cara
      berlatih diri, cara menyerap dan menyalurkan chi ke bagian tubuh yang
      sakit sehingga dapat sembuh, cara meditasi, cara senam tiga jurus dan
      satu jurus, senam pernapasan telapak kaki.

      "Belajar chikung untuk pengobatan itu sangat mudah," kata Yopit yang
      sehari-hari sibuk sebagai Direktur PT Merapi Utama Pharma di Jl.
      Cilosari No. 25, Jakarta.

      Dia juga mengarang buku-buku pengobatan cara chikung. Dua buku yang
      sudah diterbitkan adalah Mengaktifkan kekuatan dalam diri untuk
      pengobatan dan Rahasia Chikung Pengobatan. Sedang yang akan
      diterbitkan berjudul Melatih pernapasan telapak kaki.

      Cara dia mendeteksi penyakit ada dua cara. Pertama, dengan memegang
      satu-satu jenis penyakit dengan cara imajinasi, seperti memegang
      jantung atau hati.

      Namun hal itu dilakukan agak lama. Biasanya secara cepat apalagi
      pasien itu melalui telpon atau email dengan cara memegang getaran
      badan pasien, atau memegang organ atau porstatnya. Tidak perlu
      menyebutkan identitas

      Melalui pengobatan jarak jauh, Yopit juga sanggup, baik melalui
      telepon atau e-mail, karena kata dia, pasien dan Yopit duduk sama-
      sama di samudera chi dan secara imajinasi organ pasien dipegangnya.

      Namun kalau patah tulang atau kaki patah, dia tidak sanggup karena
      tidak bisa di chi, tapi harus disambung dulu baru bisa.

      Dia mencontohkan, seperti kuali ada capcai dan terdapat semut besar
      serta kecoa. Kalau cara medis. Semutnya diambil dulu begitu juga
      kecoa-nya.

      Jika cara chi kualinya dipanaskan. Tapi kalau kualinya retak harus
      ditempel/dirapatkan dulu baru di chi. (ms)

      http://www.bisnis.com/servlet/page?
      _pageid=267&_dad=portal30&_schema=PORTAL30&id=203279&tanggal_awal=01-
      SEP-02&tanggal_akhir=08-SEP-
      02&kata_kunci=chikung&edisi=000000&di_mana=Isi%20Berita&kategori=BIM%
      20&sort=DESC&ptopik=A01&tgledisi=02-SEP-2002
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.