Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [BukuKita] Kisah Keramik di suatu titik tempat dan suatu saat waktu

Expand Messages
  • savitriku@yahoo.com
    Monggo silakan jika dirasa itu bermanfaat bagi kebaikan. Salam Ki sav Powered by Telkomsel BlackBerry® ... From: Iffa Sender:
    Message 1 of 4 , Aug 31, 2010
    • 0 Attachment
      Monggo silakan jika dirasa itu bermanfaat bagi kebaikan.

      Salam
      Ki sav
      Powered by Telkomsel BlackBerry�

      -----Original Message-----
      From: "Iffa" <bien.affila@...>
      Sender: bukukita@yahoogroups.com
      Date: Wed, 1 Sep 2010 11:12:33
      To: <bukukita@yahoogroups.com>
      Reply-To: bukukita@yahoogroups.com
      Subject: Re: [BukuKita] Kisah Keramik di suatu titik tempat dan suatu saat waktu

      daleeemmmm bangett... I like it..
      Boleh dishare ke fb/multiply kah ? saya pasti akan tetap mencantumkan penulisnya....^^


      ----- Original Message -----
      From: Krist yulianto
      To: bukukita@yahoogroups.com
      Sent: Tuesday, August 31, 2010 9:09 AM
      Subject: [BukuKita] Kisah Keramik di suatu titik tempat dan suatu saat waktu



      Di suatu titik tempat dan di suatu saat waktu kisah ttg sebuah vas bunga keramik yg memancarkan cinta ini terjadi
      Vas bunga itu tanda cinta yg diberikan seorang suami kepada istri tercintanya
      Setiap saat sang wanita menjaga vas bunga laksana menjaga nyawanya, laksana menjaga anak2nya , laksana menjaga kehormatan suaminya meski sdh lama tiada

      "Prang...!" Pecahlah hatinya tatkala puluhan mungkin juga ratusan serpihan keramik berhamburan di lantai menoreh luka menusuk jantung
      Dengan air cinta bercucuran bagai hujan salah musim dikumpulkannya serpihan2 cintanya itu
      Dari satu menjadi dua
      Dari dua menjadi tiga
      Hingga tak sanggup lagi dia hitung jumlahnya

      Berbelas kasihanlah anak sulung sang wanita dan katanya :
      "Ibu sdhlah, kita buang saja, besok kita beli vas yang baru."
      Tertegun sejenak si ibu memandang lurus menembus mata anaknya:
      "Anakku, bagaimana mungkin aku membuang cinta yg sdh ditorehkan di jantungku dengan mantera suci dan janji tak terpisahkan?"
      "Ibu sudahlah, tidak perlu dikumpulkan lagi yg terlalu kecil. Itu tak berguna krn tak bisa ditempel kembali..,"
      "Anakku, Serpihan Itu tanda cinta ayahmu kepadaku. Tak akan kubiarkan setitikpun lewat dari hatiku."

      Satu dua hari berlalu dan tiada yg mampu mencegah si ibu menarikan tangan diiringi senandung cinta dihati menempel satu-satu serpihan vas bunga.
      Ketika selesai dipanggillah anak sulungnya dan diperlihatkan sebuah vas bunga.
      "anakku lihat lah vas bunga baru yg kita punya."
      "Aduh ibu, itu vas yg berbeda bukan yg diberikan ayah padamu,"kata si sulung
      Dipeluknya si sulung buah hatinya dansambil dibelainya rambutnya :
      "Anakku,
      Ini vas yg sama yg diberikan ayahmu sebagai tanda cinta
      Ini Vas yg sama yg kini lebih sempurna krn menampakan sambungan kasar dan tidak pas dr serpihan keramik. Itu sama spt cinta ayahmu padaku atau sebaliknya : tidak selalu indah sempurna.
      Ini Vas yg sama yg hanya nampak beda, laksana sebuah kehidupan baru tetapi dengan energi cinta yg sama."

      Itulah kisah yg terjadi disuatu titik tempat dan di suatu saat waktu.
      Sebuah cinta selalu akan menemukan jalannya untuk dinyatakan dan dibuktikan.

      Salam syahdu*
      Ki sav 86

      *naik KRL kalo hari minggu ternyata bisa duduk lega dan berkarya tanpa tersiksa

      Powered by Telkomsel BlackBerry�





      [Non-text portions of this message have been removed]




      [Non-text portions of this message have been removed]
    • gunsan
      wah bagus :) ... -- http://www.warungbupardi.com/ [Non-text portions of this message have been removed]
      Message 2 of 4 , Sep 1, 2010
      • 0 Attachment
        wah bagus :)

        Pada 1 September 2010 11.24, <savitriku@...> menulis:

        > Monggo silakan jika dirasa itu bermanfaat bagi kebaikan.
        >
        > Salam
        > Ki sav
        > Powered by Telkomsel BlackBerry�
        >
        > -----Original Message-----
        > From: "Iffa" <bien.affila@...>
        > Sender: bukukita@yahoogroups.com
        > Date: Wed, 1 Sep 2010 11:12:33
        > To: <bukukita@yahoogroups.com>
        > Reply-To: bukukita@yahoogroups.com
        > Subject: Re: [BukuKita] Kisah Keramik di suatu titik tempat dan suatu saat
        > waktu
        >
        > daleeemmmm bangett... I like it..
        > Boleh dishare ke fb/multiply kah ? saya pasti akan tetap mencantumkan
        > penulisnya....^^
        >
        >
        > ----- Original Message -----
        > From: Krist yulianto
        > To: bukukita@yahoogroups.com
        > Sent: Tuesday, August 31, 2010 9:09 AM
        > Subject: [BukuKita] Kisah Keramik di suatu titik tempat dan suatu saat
        > waktu
        >
        >
        >
        > Di suatu titik tempat dan di suatu saat waktu kisah ttg sebuah vas bunga
        > keramik yg memancarkan cinta ini terjadi
        > Vas bunga itu tanda cinta yg diberikan seorang suami kepada istri
        > tercintanya
        > Setiap saat sang wanita menjaga vas bunga laksana menjaga nyawanya,
        > laksana menjaga anak2nya , laksana menjaga kehormatan suaminya meski sdh
        > lama tiada
        >
        > "Prang...!" Pecahlah hatinya tatkala puluhan mungkin juga ratusan serpihan
        > keramik berhamburan di lantai menoreh luka menusuk jantung
        > Dengan air cinta bercucuran bagai hujan salah musim dikumpulkannya
        > serpihan2 cintanya itu
        > Dari satu menjadi dua
        > Dari dua menjadi tiga
        > Hingga tak sanggup lagi dia hitung jumlahnya
        >
        > Berbelas kasihanlah anak sulung sang wanita dan katanya :
        > "Ibu sdhlah, kita buang saja, besok kita beli vas yang baru."
        > Tertegun sejenak si ibu memandang lurus menembus mata anaknya:
        > "Anakku, bagaimana mungkin aku membuang cinta yg sdh ditorehkan di
        > jantungku dengan mantera suci dan janji tak terpisahkan?"
        > "Ibu sudahlah, tidak perlu dikumpulkan lagi yg terlalu kecil. Itu tak
        > berguna krn tak bisa ditempel kembali..,"
        > "Anakku, Serpihan Itu tanda cinta ayahmu kepadaku. Tak akan kubiarkan
        > setitikpun lewat dari hatiku."
        >
        > Satu dua hari berlalu dan tiada yg mampu mencegah si ibu menarikan tangan
        > diiringi senandung cinta dihati menempel satu-satu serpihan vas bunga.
        > Ketika selesai dipanggillah anak sulungnya dan diperlihatkan sebuah vas
        > bunga.
        > "anakku lihat lah vas bunga baru yg kita punya."
        > "Aduh ibu, itu vas yg berbeda bukan yg diberikan ayah padamu,"kata si
        > sulung
        > Dipeluknya si sulung buah hatinya dansambil dibelainya rambutnya :
        > "Anakku,
        > Ini vas yg sama yg diberikan ayahmu sebagai tanda cinta
        > Ini Vas yg sama yg kini lebih sempurna krn menampakan sambungan kasar dan
        > tidak pas dr serpihan keramik. Itu sama spt cinta ayahmu padaku atau
        > sebaliknya : tidak selalu indah sempurna.
        > Ini Vas yg sama yg hanya nampak beda, laksana sebuah kehidupan baru tetapi
        > dengan energi cinta yg sama."
        >
        > Itulah kisah yg terjadi disuatu titik tempat dan di suatu saat waktu.
        > Sebuah cinta selalu akan menemukan jalannya untuk dinyatakan dan
        > dibuktikan.
        >
        > Salam syahdu*
        > Ki sav 86
        >
        > *naik KRL kalo hari minggu ternyata bisa duduk lega dan berkarya tanpa
        > tersiksa
        >
        > Powered by Telkomsel BlackBerry�
        >
        >
        >
        >
        >
        > [Non-text portions of this message have been removed]
        >
        >
        >
        >
        > [Non-text portions of this message have been removed]
        >
        >
        >
        > ------------------------------------
        >
        > BukuKita.com - Indonesia Online Bookstore
        > www.bukukita.comYahoo! Groups Links
        >
        >
        >
        >


        --
        http://www.warungbupardi.com/


        [Non-text portions of this message have been removed]
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.