Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

RE: [BukuKita] Andrea Hirata

Expand Messages
  • Habib Ashshiddiqy
    Ya...udh baca saya... ... From: Faiss SH Sent: 25-06-2010, 09:48 To: bukukita@yahoogroups.com Subject: [BukuKita] Andrea Hirata wah ada dwilogi terbaru dari
    Message 1 of 10 , Jun 29, 2010
    • 0 Attachment
      Ya...udh baca saya...
      -----Original Message-----
      From: Faiss SH
      Sent: 25-06-2010, 09:48
      To: bukukita@yahoogroups.com
      Subject: [BukuKita] Andrea Hirata



      wah ada dwilogi terbaru dari Andrea
    • Faiss SH
      gmana puas gak mas habib
      Message 2 of 10 , Jul 1, 2010
      • 0 Attachment
        gmana puas gak mas habib

        On Tue Jun 29th, 2010 10:05 PM PDT Habib Ashshiddiqy wrote:

        >Ya...udh baca saya...
        >-----Original Message-----
        >From: Faiss SH
        >Sent: 25-06-2010, 09:48
        >To: bukukita@yahoogroups.com
        >Subject: [BukuKita] Andrea Hirata
        >
        >
        >
        >wah ada dwilogi terbaru dari Andrea
        >
        >
        >
        >
      • Habib Ashshiddiqy
        Bagus lah...critanya masih tentang pengarangnya... ... From: Faiss SH Sent: 02-07-2010, 12:57 To: bukukita@yahoogroups.com Subject: RE: [BukuKita] Andrea
        Message 3 of 10 , Jul 1, 2010
        • 0 Attachment
          Bagus lah...critanya masih tentang pengarangnya...
          -----Original Message-----
          From: Faiss SH
          Sent: 02-07-2010, 12:57
          To: bukukita@yahoogroups.com
          Subject: RE: [BukuKita] Andrea Hirata



          gmana puas gak mas habib

          On Tue Jun 29th, 2010 10:05 PM PDT Habib Ashshiddiqy wrote:

          >Ya...udh baca saya...
          >-----Original Message-----
          >From: Faiss SH
          >Sent: 25-06-2010, 09:48
          >To: bukukita@yahoogroups.com
          >Subject: [BukuKita] Andrea Hirata
          >
          >
          >
          >wah ada dwilogi terbaru dari Andrea
          >
          >
          >
          >
        • dhewiberta hardjono
          Aku baru sampai mozaik 4 yg padang bulan. langsung suka pas baca novel barunya ini. [Non-text portions of this message have been removed]
          Message 4 of 10 , Jul 4, 2010
          • 0 Attachment
            Aku baru sampai mozaik 4 yg padang bulan. langsung suka pas baca novel
            barunya ini.


            [Non-text portions of this message have been removed]
          • Faiss SH
            oh ya,mbk dhewi beli bukunya harga brapa
            Message 5 of 10 , Jul 6, 2010
            • 0 Attachment
              oh ya,mbk dhewi beli bukunya harga brapa

              On Sun Jul 4th, 2010 11:39 PM PDT dhewiberta hardjono wrote:

              >Aku baru sampai mozaik 4 yg padang bulan. langsung suka pas baca novel
              >barunya ini.
              >
              >
              >[Non-text portions of this message have been removed]
              >
            • Yows
              Judul : Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas Pengarang : Andrea Hirata Penerbit : Bentang, Juni 2010 Ini adalah buku kelima dari Andrea Hirata sang penulis
              Message 6 of 10 , Jul 31, 2010
              • 0 Attachment
                Judul : Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas
                Pengarang : Andrea Hirata
                Penerbit : Bentang, Juni 2010


                Ini adalah buku kelima dari Andrea Hirata sang penulis novel best seller
                tetralogi laskar pelangi. Padang bulan menjadi sebuah dwilogi bersama dengan
                Cinta di Dalam Gelas. Dua buku bisa didapatkan dalam satu paket, sebuah buku
                bersampul orange di depan dan marun di belakang.


                Padang bulan dan Cinta di Dalam Gelas masih menceritakan kehidupan di
                sekeliling ikal, kehidupan orang melayu yang tinggal di pulau Belitong. Selain
                menceritakan kisah si Ikal, andrea juga menceritakan kisah seorang anak
                perempuan bernama Maryamah, yang biasa dipanggil Enong, yang menjadi pembuka
                buku ini dengan kehidupan yang dihinggapi tragedi tapi selalu bangkit dan
                berdiri.


                Pengaruh besar perasaan cinta dalam kehidupan manusia menjadi bagian penting
                dari buku ini. seperti dalam kutipan berikut.

                "Tak dapat dipungkiri, hal paling sinting yang mungkin dilakukan umat manusia
                di muka bumi ini sebagian besar berasal-muasal dari cinta." Atau dalam bagian
                lain dikatakan “Cinta, yang jika seluruh gunung di dunia ini digabungkan, masih
                akan lebih kecil darinya.”


                Ikal harus berhadapan dengan kenyataan, ketika perasaan cinta pertamanya menuai
                pertentangan antara mencintai ayahnya dan mencintai A Ling yang tak direstui
                ayahnya. Ikal berniat membawa A Ling pergi ke Jakarta. Suka dan duka sebagai
                paradoks yang diakibatkan oleh perasaan cinta digambarkan dengan kutipan ini.

                "Bagi yang tengah jatuh cinta. Waktu mengisi relung dada mereka dengan
                kegembiraan, sekaligus kecemasan. Karena teristimewa untuk cinta, waktu menjadi
                jerat. Semakin cinta melekat, semakin kuat waktu menjerat. Jika cinta yang lama
                itu menukik, jerat itu mencekik."


                Cerita berlanjut hingga sampai pada kenyataan dimana Ikal mendapat saingan yang
                akan merebut cintanya dari dirinya. Perasaan cemburu itu tergambar dengan
                begitu mempesona.

                "Akupun sesungguhnya ingin bertemu dengan Zinar. Sesungguhnya aku ingin tahu,
                bagaimana muka orang yang telah membuat A Ling mabuk kepayang, yang telah pula
                membuatku sengsara. Sore itu aku naik sepeda ke manggar. Kukayuh sepedaku
                dengan marah dan tergesa-gesa. Nafas meburu, hati membiru, tangan menggenggam
                tinju, kepala penuh pikiran jahat. Trifolia cemburu pada bunga desember, capung
                cemburu pada kumbang, danau ingin ditinggalkan sendiri, awan bercerai-berai,
                langit curiga pada angin dan angin membenci gunung. Alam penuh angkara murka."


                Dimana si perebut kebahagiaannya dibayangkannya dalam sebentuk deskripsi yang
                amat sangat super kejam sekali.

                "Bayangan manusia lain menyerbu. Giginya tonggos, wajahnya bulat, hidungnya
                meleleh karena suntikan silikon yang gagal dan ia dulu adalah seorang
                perempuan."


                Rasa kehilangan terhadap orang yang dicintai yang diungkapkannya juga terasa
                mengiris hati, terutama bagi yang pernah mengalami.

                "Namun, ternyata, jika seseorang hanya memikirkan seseorang, bertahun-tahum dan
                dari waktu kewaktu mengisi hatinya sendiri dengan cinta hanya untuk orang itu
                saja, maka saat orang itu pergi, kehilangan menjelma menjadi sakit yang tak
                tertanggungkan, menggeletar sepanjang waktu."


                Dilanjutkan dengan teori empirisnya terhadap kebenaran-kebenaran di alam
                semesta.

                "Dunia ini rupanya penuh dengan orang yang kita inginkan, tapi tak menginginkan
                kita, dan sebaliknya. Kurasa itulah postulat pertama hukum keseimbangan alam.
                Jika kita selalu mendapatkan apa yang kita inginkan, seseorang akan naik ke
                puncak bukit, lalu meniup sangkakala, dunia kiamat."


                Andrea juga sangat piawai dalam menggambarkan kehidupan disekitar Ikal yang
                berisi tragedi dengan cara komedi, yang banyak ditemui disepanjang cerita.
                Salah satunya adalah tentang teman semasa kecilnya yan disebut sebagai Detektif
                M Nur.

                "Nasibku dan Detektif M Nur mirip. Kami adalah pengangguran, lebih dari itu
                kami adalah bagian dari golongan pria-pria yang paling menyedihkan di dunia
                ini, yaitu pria yang tak jelas masa depannya, mulai memasuki satu tahap yang
                disebut sebagai bujang lapuk, dan masih tinggal dengan ibu."


                Namun dalam pada itu, penulis tetap mengisi narasinya dengan semangat untuk
                berjuang, dengan mimpi dan harapan bahwa potensi kemanusiaan bisa terus
                berkembang.

                "Orang-orang telah melupakan bahwa belajar tidak melulu untuk mengejar dan
                membuktikan sesuatu, namun belajar itu sendiri adalah perayaan dan penghargaan
                terhadap diri sendiri." atau “Berikan aku sesuatu yang paling sulit, aku akan
                belajar.”


                Demikian buku Padang Bulan berkisah. Lalu dilanjutkan dengan buku keduanya:
                Cinta di Dalam Gelas, tetap dengan gaya bahasa satire yang sama indahnya.
                Mengisahkan keadaan sosial dan kultural di daerahnya, yang menaruh harga diri
                dalam pertandingan catur, yang mengadukan kegetiran hidup di dalam sebuah
                warung kopi, yang kesemuanya terangkum dalam segelas kopi, yang adalah
                penjelmaan dari sebuah cinta di dalam gelas.


                Seperti biasanya, cerita ini dilengkapi dengan pelajaran moral nomer sekian
                serta penyakit gila nomer sekian sekian yang tak pernah ditempatkan dengan
                urutan, seolah-olah dia hanya menyebutkan angka apa saja yang sedang terlintas
                di kepala.

                “Pelajaran moral no dua puluh dua: kemiskinan susah diberantas karena pelakunya
                senang menjadi miskin.”


                Hingga akhirnya penyakit gila itu hinggap di kepala narator, ketika dia
                bercerita tentang Yamuna blender kesayangannya.

                “Jika warung kopi sedang sepi, aku bercakap-cakap dengan blender itu. Aku
                berkisah tentang kawan-kawan masa kecilku. Blender itu bercerita tentang musim
                yang tak menentu dan keluhannya tentang dapur tempat tinggalnya yang
                berantakan.”


                Sangat indah sekali bagaimana andrea menceritakan tragedi, harapan dan perasaan
                cinta berdasarkan pengamatan dan perasaan yang mendalam, dengan gaya bahasa
                yang masih sama seperti buku-buku sebelumnya.



                Info Buku : http://www.bukukita.com/Cerita-Fiksi/Romance/80547-Dwilogi-Padang-Bulan-&-Cinta-di-Dalam-Gelas.html





                [Non-text portions of this message have been removed]
              • Faiss SH
                inti nya asik gak mas?
                Message 7 of 10 , Aug 7, 2010
                • 0 Attachment
                  inti nya asik gak mas?

                  On Sat Jul 31st, 2010 11:36 PM PDT Yows wrote:

                  >Judul : Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas
                  >Pengarang : Andrea Hirata
                  >Penerbit : Bentang, Juni 2010
                  >
                  >
                  >Ini adalah buku kelima dari Andrea Hirata sang penulis novel best seller
                  >tetralogi laskar pelangi. Padang bulan menjadi sebuah dwilogi bersama dengan
                  >Cinta di Dalam Gelas. Dua buku bisa didapatkan dalam satu paket, sebuah buku
                  >bersampul orange di depan dan marun di belakang.
                  >
                  >
                  >Padang bulan dan Cinta di Dalam Gelas masih menceritakan kehidupan di
                  >sekeliling ikal, kehidupan orang melayu yang tinggal di pulau Belitong. Selain
                  >menceritakan kisah si Ikal, andrea juga menceritakan kisah seorang anak
                  >perempuan bernama Maryamah, yang biasa dipanggil Enong, yang menjadi pembuka
                  >buku ini dengan kehidupan yang dihinggapi tragedi tapi selalu bangkit dan
                  >berdiri.
                  >
                  >
                  >Pengaruh besar perasaan cinta dalam kehidupan manusia menjadi bagian penting
                  >dari buku ini. seperti dalam kutipan berikut.
                  >
                  >"Tak dapat dipungkiri, hal paling sinting yang mungkin dilakukan umat manusia
                  >di muka bumi ini sebagian besar berasal-muasal dari cinta." Atau dalam bagian
                  >lain dikatakan “Cinta, yang jika seluruh gunung di dunia ini digabungkan, masih
                  >akan lebih kecil darinya.”
                  >
                  >
                  >Ikal harus berhadapan dengan kenyataan, ketika perasaan cinta pertamanya menuai
                  >pertentangan antara mencintai ayahnya dan mencintai A Ling yang tak direstui
                  >ayahnya. Ikal berniat membawa A Ling pergi ke Jakarta. Suka dan duka sebagai
                  >paradoks yang diakibatkan oleh perasaan cinta digambarkan dengan kutipan ini.
                  >
                  >"Bagi yang tengah jatuh cinta. Waktu mengisi relung dada mereka dengan
                  >kegembiraan, sekaligus kecemasan. Karena teristimewa untuk cinta, waktu menjadi
                  >jerat. Semakin cinta melekat, semakin kuat waktu menjerat. Jika cinta yang lama
                  >itu menukik, jerat itu mencekik."
                  >
                  >
                  >Cerita berlanjut hingga sampai pada kenyataan dimana Ikal mendapat saingan yang
                  >akan merebut cintanya dari dirinya. Perasaan cemburu itu tergambar dengan
                  >begitu mempesona.
                  >
                  >"Akupun sesungguhnya ingin bertemu dengan Zinar. Sesungguhnya aku ingin tahu,
                  >bagaimana muka orang yang telah membuat A Ling mabuk kepayang, yang telah pula
                  >membuatku sengsara. Sore itu aku naik sepeda ke manggar. Kukayuh sepedaku
                  >dengan marah dan tergesa-gesa. Nafas meburu, hati membiru, tangan menggenggam
                  >tinju, kepala penuh pikiran jahat. Trifolia cemburu pada bunga desember, capung
                  >cemburu pada kumbang, danau ingin ditinggalkan sendiri, awan bercerai-berai,
                  >langit curiga pada angin dan angin membenci gunung. Alam penuh angkara murka."
                  >
                  >
                  >Dimana si perebut kebahagiaannya dibayangkannya dalam sebentuk deskripsi yang
                  >amat sangat super kejam sekali.
                  >
                  >"Bayangan manusia lain menyerbu. Giginya tonggos, wajahnya bulat, hidungnya
                  >meleleh karena suntikan silikon yang gagal dan ia dulu adalah seorang
                  >perempuan."
                  >
                  >
                  >Rasa kehilangan terhadap orang yang dicintai yang diungkapkannya juga terasa
                  >mengiris hati, terutama bagi yang pernah mengalami.
                  >
                  >"Namun, ternyata, jika seseorang hanya memikirkan seseorang, bertahun-tahum dan
                  >dari waktu kewaktu mengisi hatinya sendiri dengan cinta hanya untuk orang itu
                  >saja, maka saat orang itu pergi, kehilangan menjelma menjadi sakit yang tak
                  >tertanggungkan, menggeletar sepanjang waktu."
                  >
                  >
                  >Dilanjutkan dengan teori empirisnya terhadap kebenaran-kebenaran di alam
                  >semesta.
                  >
                  >"Dunia ini rupanya penuh dengan orang yang kita inginkan, tapi tak menginginkan
                  >kita, dan sebaliknya. Kurasa itulah postulat pertama hukum keseimbangan alam.
                  >Jika kita selalu mendapatkan apa yang kita inginkan, seseorang akan naik ke
                  >puncak bukit, lalu meniup sangkakala, dunia kiamat."
                  >
                  >
                  >Andrea juga sangat piawai dalam menggambarkan kehidupan disekitar Ikal yang
                  >berisi tragedi dengan cara komedi, yang banyak ditemui disepanjang cerita.
                  >Salah satunya adalah tentang teman semasa kecilnya yan disebut sebagai Detektif
                  >M Nur.
                  >
                  >"Nasibku dan Detektif M Nur mirip. Kami adalah pengangguran, lebih dari itu
                  >kami adalah bagian dari golongan pria-pria yang paling menyedihkan di dunia
                  >ini, yaitu pria yang tak jelas masa depannya, mulai memasuki satu tahap yang
                  >disebut sebagai bujang lapuk, dan masih tinggal dengan ibu."
                  >
                  >
                  >Namun dalam pada itu, penulis tetap mengisi narasinya dengan semangat untuk
                  >berjuang, dengan mimpi dan harapan bahwa potensi kemanusiaan bisa terus
                  >berkembang.
                  >
                  >"Orang-orang telah melupakan bahwa belajar tidak melulu untuk mengejar dan
                  >membuktikan sesuatu, namun belajar itu sendiri adalah perayaan dan penghargaan
                  >terhadap diri sendiri." atau “Berikan aku sesuatu yang paling sulit, aku akan
                  >belajar.”
                  >
                  >
                  >Demikian buku Padang Bulan berkisah. Lalu dilanjutkan dengan buku keduanya:
                  >Cinta di Dalam Gelas, tetap dengan gaya bahasa satire yang sama indahnya.
                  >Mengisahkan keadaan sosial dan kultural di daerahnya, yang menaruh harga diri
                  >dalam pertandingan catur, yang mengadukan kegetiran hidup di dalam sebuah
                  >warung kopi, yang kesemuanya terangkum dalam segelas kopi, yang adalah
                  >penjelmaan dari sebuah cinta di dalam gelas.
                  >
                  >
                  >Seperti biasanya, cerita ini dilengkapi dengan pelajaran moral nomer sekian
                  >serta penyakit gila nomer sekian sekian yang tak pernah ditempatkan dengan
                  >urutan, seolah-olah dia hanya menyebutkan angka apa saja yang sedang terlintas
                  >di kepala.
                  >
                  >“Pelajaran moral no dua puluh dua: kemiskinan susah diberantas karena pelakunya
                  >senang menjadi miskin.”
                  >
                  >
                  >Hingga akhirnya penyakit gila itu hinggap di kepala narator, ketika dia
                  >bercerita tentang Yamuna blender kesayangannya.
                  >
                  >“Jika warung kopi sedang sepi, aku bercakap-cakap dengan blender itu. Aku
                  >berkisah tentang kawan-kawan masa kecilku. Blender itu bercerita tentang musim
                  >yang tak menentu dan keluhannya tentang dapur tempat tinggalnya yang
                  >berantakan.”
                  >
                  >
                  >Sangat indah sekali bagaimana andrea menceritakan tragedi, harapan dan perasaan
                  >cinta berdasarkan pengamatan dan perasaan yang mendalam, dengan gaya bahasa
                  >yang masih sama seperti buku-buku sebelumnya.
                  >
                  >
                  >
                  >Info Buku : http://www.bukukita.com/Cerita-Fiksi/Romance/80547-Dwilogi-Padang-Bulan-&-Cinta-di-Dalam-Gelas.html
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >[Non-text portions of this message have been removed]
                  >
                • satriajuniarti@yahoo.com
                  Asyiiikkk euy...andre hirata banget... Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! ... From: Faiss SH
                  Message 8 of 10 , Aug 8, 2010
                  • 0 Attachment
                    Asyiiikkk euy...andre hirata banget...
                    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

                    -----Original Message-----
                    From: Faiss SH <faytino_77@...>
                    Sender: bukukita@yahoogroups.com
                    Date: Sat, 7 Aug 2010 22:41:04
                    To: <bukukita@yahoogroups.com>
                    Reply-To: bukukita@yahoogroups.com
                    Subject: Re: [BukuKita] Andrea Hirata: Padang Bulan

                    inti nya asik gak mas?

                    On Sat Jul 31st, 2010 11:36 PM PDT Yows wrote:

                    >Judul : Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas
                    >Pengarang : Andrea Hirata
                    >Penerbit : Bentang, Juni 2010
                    >
                    >
                    >Ini adalah buku kelima dari Andrea Hirata sang penulis novel best seller
                    >tetralogi laskar pelangi. Padang bulan menjadi sebuah dwilogi bersama dengan
                    >Cinta di Dalam Gelas. Dua buku bisa didapatkan dalam satu paket, sebuah buku
                    >bersampul orange di depan dan marun di belakang.
                    >
                    >
                    >Padang bulan dan Cinta di Dalam Gelas masih menceritakan kehidupan di
                    >sekeliling ikal, kehidupan orang melayu yang tinggal di pulau Belitong. Selain
                    >menceritakan kisah si Ikal, andrea juga menceritakan kisah seorang anak
                    >perempuan bernama Maryamah, yang biasa dipanggil Enong, yang menjadi pembuka
                    >buku ini dengan kehidupan yang dihinggapi tragedi tapi selalu bangkit dan
                    >berdiri.
                    >
                    >
                    >Pengaruh besar perasaan cinta dalam kehidupan manusia menjadi bagian penting
                    >dari buku ini. seperti dalam kutipan berikut.
                    >
                    >"Tak dapat dipungkiri, hal paling sinting yang mungkin dilakukan umat manusia
                    >di muka bumi ini sebagian besar berasal-muasal dari cinta." Atau dalam bagian
                    >lain dikatakan “Cinta, yang jika seluruh gunung di dunia ini digabungkan, masih
                    >akan lebih kecil darinya.”
                    >
                    >
                    >Ikal harus berhadapan dengan kenyataan, ketika perasaan cinta pertamanya menuai
                    >pertentangan antara mencintai ayahnya dan mencintai A Ling yang tak direstui
                    >ayahnya. Ikal berniat membawa A Ling pergi ke Jakarta. Suka dan duka sebagai
                    >paradoks yang diakibatkan oleh perasaan cinta digambarkan dengan kutipan ini.
                    >
                    >"Bagi yang tengah jatuh cinta. Waktu mengisi relung dada mereka dengan
                    >kegembiraan, sekaligus kecemasan. Karena teristimewa untuk cinta, waktu menjadi
                    >jerat. Semakin cinta melekat, semakin kuat waktu menjerat. Jika cinta yang lama
                    >itu menukik, jerat itu mencekik."
                    >
                    >
                    >Cerita berlanjut hingga sampai pada kenyataan dimana Ikal mendapat saingan yang
                    >akan merebut cintanya dari dirinya. Perasaan cemburu itu tergambar dengan
                    >begitu mempesona.
                    >
                    >"Akupun sesungguhnya ingin bertemu dengan Zinar. Sesungguhnya aku ingin tahu,
                    >bagaimana muka orang yang telah membuat A Ling mabuk kepayang, yang telah pula
                    >membuatku sengsara. Sore itu aku naik sepeda ke manggar. Kukayuh sepedaku
                    >dengan marah dan tergesa-gesa. Nafas meburu, hati membiru, tangan menggenggam
                    >tinju, kepala penuh pikiran jahat. Trifolia cemburu pada bunga desember, capung
                    >cemburu pada kumbang, danau ingin ditinggalkan sendiri, awan bercerai-berai,
                    >langit curiga pada angin dan angin membenci gunung. Alam penuh angkara murka."
                    >
                    >
                    >Dimana si perebut kebahagiaannya dibayangkannya dalam sebentuk deskripsi yang
                    >amat sangat super kejam sekali.
                    >
                    >"Bayangan manusia lain menyerbu. Giginya tonggos, wajahnya bulat, hidungnya
                    >meleleh karena suntikan silikon yang gagal dan ia dulu adalah seorang
                    >perempuan."
                    >
                    >
                    >Rasa kehilangan terhadap orang yang dicintai yang diungkapkannya juga terasa
                    >mengiris hati, terutama bagi yang pernah mengalami.
                    >
                    >"Namun, ternyata, jika seseorang hanya memikirkan seseorang, bertahun-tahum dan
                    >dari waktu kewaktu mengisi hatinya sendiri dengan cinta hanya untuk orang itu
                    >saja, maka saat orang itu pergi, kehilangan menjelma menjadi sakit yang tak
                    >tertanggungkan, menggeletar sepanjang waktu."
                    >
                    >
                    >Dilanjutkan dengan teori empirisnya terhadap kebenaran-kebenaran di alam
                    >semesta.
                    >
                    >"Dunia ini rupanya penuh dengan orang yang kita inginkan, tapi tak menginginkan
                    >kita, dan sebaliknya. Kurasa itulah postulat pertama hukum keseimbangan alam.
                    >Jika kita selalu mendapatkan apa yang kita inginkan, seseorang akan naik ke
                    >puncak bukit, lalu meniup sangkakala, dunia kiamat."
                    >
                    >
                    >Andrea juga sangat piawai dalam menggambarkan kehidupan disekitar Ikal yang
                    >berisi tragedi dengan cara komedi, yang banyak ditemui disepanjang cerita.
                    >Salah satunya adalah tentang teman semasa kecilnya yan disebut sebagai Detektif
                    >M Nur.
                    >
                    >"Nasibku dan Detektif M Nur mirip. Kami adalah pengangguran, lebih dari itu
                    >kami adalah bagian dari golongan pria-pria yang paling menyedihkan di dunia
                    >ini, yaitu pria yang tak jelas masa depannya, mulai memasuki satu tahap yang
                    >disebut sebagai bujang lapuk, dan masih tinggal dengan ibu."
                    >
                    >
                    >Namun dalam pada itu, penulis tetap mengisi narasinya dengan semangat untuk
                    >berjuang, dengan mimpi dan harapan bahwa potensi kemanusiaan bisa terus
                    >berkembang.
                    >
                    >"Orang-orang telah melupakan bahwa belajar tidak melulu untuk mengejar dan
                    >membuktikan sesuatu, namun belajar itu sendiri adalah perayaan dan penghargaan
                    >terhadap diri sendiri." atau “Berikan aku sesuatu yang paling sulit, aku akan
                    >belajar.”
                    >
                    >
                    >Demikian buku Padang Bulan berkisah. Lalu dilanjutkan dengan buku keduanya:
                    >Cinta di Dalam Gelas, tetap dengan gaya bahasa satire yang sama indahnya.
                    >Mengisahkan keadaan sosial dan kultural di daerahnya, yang menaruh harga diri
                    >dalam pertandingan catur, yang mengadukan kegetiran hidup di dalam sebuah
                    >warung kopi, yang kesemuanya terangkum dalam segelas kopi, yang adalah
                    >penjelmaan dari sebuah cinta di dalam gelas.
                    >
                    >
                    >Seperti biasanya, cerita ini dilengkapi dengan pelajaran moral nomer sekian
                    >serta penyakit gila nomer sekian sekian yang tak pernah ditempatkan dengan
                    >urutan, seolah-olah dia hanya menyebutkan angka apa saja yang sedang terlintas
                    >di kepala.
                    >
                    >“Pelajaran moral no dua puluh dua: kemiskinan susah diberantas karena pelakunya
                    >senang menjadi miskin.”
                    >
                    >
                    >Hingga akhirnya penyakit gila itu hinggap di kepala narator, ketika dia
                    >bercerita tentang Yamuna blender kesayangannya.
                    >
                    >“Jika warung kopi sedang sepi, aku bercakap-cakap dengan blender itu. Aku
                    >berkisah tentang kawan-kawan masa kecilku. Blender itu bercerita tentang musim
                    >yang tak menentu dan keluhannya tentang dapur tempat tinggalnya yang
                    >berantakan.”
                    >
                    >
                    >Sangat indah sekali bagaimana andrea menceritakan tragedi, harapan dan perasaan
                    >cinta berdasarkan pengamatan dan perasaan yang mendalam, dengan gaya bahasa
                    >yang masih sama seperti buku-buku sebelumnya.
                    >
                    >
                    >
                    >Info Buku : http://www.bukukita.com/Cerita-Fiksi/Romance/80547-Dwilogi-Padang-Bulan-&-Cinta-di-Dalam-Gelas.html
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >[Non-text portions of this message have been removed]
                    >







                    [Non-text portions of this message have been removed]
                  • Fajrin Thamrin
                    baru beli...(yg ada ttd nya) :p tapi belum sempat baca 2010/8/9 ... -- Fajrin Thamrin Patu visit me @
                    Message 9 of 10 , Aug 11, 2010
                    • 0 Attachment
                      baru beli...(yg ada ttd nya) :p
                      tapi belum sempat baca

                      2010/8/9 <satriajuniarti@...>

                      >
                      >
                      > Asyiiikkk euy...andre hirata banget...
                      > Sent from my BlackBerry� smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
                      > Teruuusss...!
                      >
                      > -----Original Message-----
                      > From: Faiss SH <faytino_77@... <faytino_77%40yahoo.com>>
                      > Sender: bukukita@yahoogroups.com <bukukita%40yahoogroups.com>
                      > Date: Sat, 7 Aug 2010 22:41:04
                      > To: <bukukita@yahoogroups.com <bukukita%40yahoogroups.com>>
                      > Reply-To: bukukita@yahoogroups.com <bukukita%40yahoogroups.com>
                      > Subject: Re: [BukuKita] Andrea Hirata: Padang Bulan
                      >
                      > inti nya asik gak mas?
                      >
                      > On Sat Jul 31st, 2010 11:36 PM PDT Yows wrote:
                      >
                      > >Judul : Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas
                      > >Pengarang : Andrea Hirata
                      > >Penerbit : Bentang, Juni 2010
                      > >
                      > >
                      > >Ini adalah buku kelima dari Andrea Hirata sang penulis novel best seller
                      > >tetralogi laskar pelangi. Padang bulan menjadi sebuah dwilogi bersama
                      > dengan
                      > >Cinta di Dalam Gelas. Dua buku bisa didapatkan dalam satu paket, sebuah
                      > buku
                      > >bersampul orange di depan dan marun di belakang.
                      > >
                      > >
                      > >Padang bulan dan Cinta di Dalam Gelas masih menceritakan kehidupan di
                      > >sekeliling ikal, kehidupan orang melayu yang tinggal di pulau Belitong.
                      > Selain
                      > >menceritakan kisah si Ikal, andrea juga menceritakan kisah seorang anak
                      > >perempuan bernama Maryamah, yang biasa dipanggil Enong, yang menjadi
                      > pembuka
                      > >buku ini dengan kehidupan yang dihinggapi tragedi tapi selalu bangkit dan
                      > >berdiri.
                      > >
                      > >
                      > >Pengaruh besar perasaan cinta dalam kehidupan manusia menjadi bagian
                      > penting
                      > >dari buku ini. seperti dalam kutipan berikut.
                      > >
                      > >"Tak dapat dipungkiri, hal paling sinting yang mungkin dilakukan umat
                      > manusia
                      > >di muka bumi ini sebagian besar berasal-muasal dari cinta." Atau dalam
                      > bagian
                      > >lain dikatakan �Cinta, yang jika seluruh gunung di dunia ini digabungkan,
                      > masih
                      > >akan lebih kecil darinya.�
                      > >
                      > >
                      > >Ikal harus berhadapan dengan kenyataan, ketika perasaan cinta pertamanya
                      > menuai
                      > >pertentangan antara mencintai ayahnya dan mencintai A Ling yang tak
                      > direstui
                      > >ayahnya. Ikal berniat membawa A Ling pergi ke Jakarta. Suka dan duka
                      > sebagai
                      > >paradoks yang diakibatkan oleh perasaan cinta digambarkan dengan kutipan
                      > ini.
                      > >
                      > >"Bagi yang tengah jatuh cinta. Waktu mengisi relung dada mereka dengan
                      > >kegembiraan, sekaligus kecemasan. Karena teristimewa untuk cinta, waktu
                      > menjadi
                      > >jerat. Semakin cinta melekat, semakin kuat waktu menjerat. Jika cinta yang
                      > lama
                      > >itu menukik, jerat itu mencekik."
                      > >
                      > >
                      > >Cerita berlanjut hingga sampai pada kenyataan dimana Ikal mendapat saingan
                      > yang
                      > >akan merebut cintanya dari dirinya. Perasaan cemburu itu tergambar dengan
                      > >begitu mempesona.
                      > >
                      > >"Akupun sesungguhnya ingin bertemu dengan Zinar. Sesungguhnya aku ingin
                      > tahu,
                      > >bagaimana muka orang yang telah membuat A Ling mabuk kepayang, yang telah
                      > pula
                      > >membuatku sengsara. Sore itu aku naik sepeda ke manggar. Kukayuh sepedaku
                      > >dengan marah dan tergesa-gesa. Nafas meburu, hati membiru, tangan
                      > menggenggam
                      > >tinju, kepala penuh pikiran jahat. Trifolia cemburu pada bunga desember,
                      > capung
                      > >cemburu pada kumbang, danau ingin ditinggalkan sendiri, awan
                      > bercerai-berai,
                      > >langit curiga pada angin dan angin membenci gunung. Alam penuh angkara
                      > murka."
                      > >
                      > >
                      > >Dimana si perebut kebahagiaannya dibayangkannya dalam sebentuk deskripsi
                      > yang
                      > >amat sangat super kejam sekali.
                      > >
                      > >"Bayangan manusia lain menyerbu. Giginya tonggos, wajahnya bulat,
                      > hidungnya
                      > >meleleh karena suntikan silikon yang gagal dan ia dulu adalah seorang
                      > >perempuan."
                      > >
                      > >
                      > >Rasa kehilangan terhadap orang yang dicintai yang diungkapkannya juga
                      > terasa
                      > >mengiris hati, terutama bagi yang pernah mengalami.
                      > >
                      > >"Namun, ternyata, jika seseorang hanya memikirkan seseorang,
                      > bertahun-tahum dan
                      > >dari waktu kewaktu mengisi hatinya sendiri dengan cinta hanya untuk orang
                      > itu
                      > >saja, maka saat orang itu pergi, kehilangan menjelma menjadi sakit yang
                      > tak
                      > >tertanggungkan, menggeletar sepanjang waktu."
                      > >
                      > >
                      > >Dilanjutkan dengan teori empirisnya terhadap kebenaran-kebenaran di alam
                      > >semesta.
                      > >
                      > >"Dunia ini rupanya penuh dengan orang yang kita inginkan, tapi tak
                      > menginginkan
                      > >kita, dan sebaliknya. Kurasa itulah postulat pertama hukum keseimbangan
                      > alam.
                      > >Jika kita selalu mendapatkan apa yang kita inginkan, seseorang akan naik
                      > ke
                      > >puncak bukit, lalu meniup sangkakala, dunia kiamat."
                      > >
                      > >
                      > >Andrea juga sangat piawai dalam menggambarkan kehidupan disekitar Ikal
                      > yang
                      > >berisi tragedi dengan cara komedi, yang banyak ditemui disepanjang cerita.
                      >
                      > >Salah satunya adalah tentang teman semasa kecilnya yan disebut sebagai
                      > Detektif
                      > >M Nur.
                      > >
                      > >"Nasibku dan Detektif M Nur mirip. Kami adalah pengangguran, lebih dari
                      > itu
                      > >kami adalah bagian dari golongan pria-pria yang paling menyedihkan di
                      > dunia
                      > >ini, yaitu pria yang tak jelas masa depannya, mulai memasuki satu tahap
                      > yang
                      > >disebut sebagai bujang lapuk, dan masih tinggal dengan ibu."
                      > >
                      > >
                      > >Namun dalam pada itu, penulis tetap mengisi narasinya dengan semangat
                      > untuk
                      > >berjuang, dengan mimpi dan harapan bahwa potensi kemanusiaan bisa terus
                      > >berkembang.
                      > >
                      > >"Orang-orang telah melupakan bahwa belajar tidak melulu untuk mengejar dan
                      >
                      > >membuktikan sesuatu, namun belajar itu sendiri adalah perayaan dan
                      > penghargaan
                      > >terhadap diri sendiri." atau �Berikan aku sesuatu yang paling sulit, aku
                      > akan
                      > >belajar.�
                      > >
                      > >
                      > >Demikian buku Padang Bulan berkisah. Lalu dilanjutkan dengan buku
                      > keduanya:
                      > >Cinta di Dalam Gelas, tetap dengan gaya bahasa satire yang sama indahnya.
                      > >Mengisahkan keadaan sosial dan kultural di daerahnya, yang menaruh harga
                      > diri
                      > >dalam pertandingan catur, yang mengadukan kegetiran hidup di dalam sebuah
                      > >warung kopi, yang kesemuanya terangkum dalam segelas kopi, yang adalah
                      > >penjelmaan dari sebuah cinta di dalam gelas.
                      > >
                      > >
                      > >Seperti biasanya, cerita ini dilengkapi dengan pelajaran moral nomer
                      > sekian
                      > >serta penyakit gila nomer sekian sekian yang tak pernah ditempatkan dengan
                      >
                      > >urutan, seolah-olah dia hanya menyebutkan angka apa saja yang sedang
                      > terlintas
                      > >di kepala.
                      > >
                      > >�Pelajaran moral no dua puluh dua: kemiskinan susah diberantas karena
                      > pelakunya
                      > >senang menjadi miskin.�
                      > >
                      > >
                      > >Hingga akhirnya penyakit gila itu hinggap di kepala narator, ketika dia
                      > >bercerita tentang Yamuna blender kesayangannya.
                      > >
                      > >�Jika warung kopi sedang sepi, aku bercakap-cakap dengan blender itu. Aku
                      > >berkisah tentang kawan-kawan masa kecilku. Blender itu bercerita tentang
                      > musim
                      > >yang tak menentu dan keluhannya tentang dapur tempat tinggalnya yang
                      > >berantakan.�
                      > >
                      > >
                      > >Sangat indah sekali bagaimana andrea menceritakan tragedi, harapan dan
                      > perasaan
                      > >cinta berdasarkan pengamatan dan perasaan yang mendalam, dengan gaya
                      > bahasa
                      > >yang masih sama seperti buku-buku sebelumnya.
                      > >
                      > >
                      > >
                      > >Info Buku :
                      > http://www.bukukita.com/Cerita-Fiksi/Romance/80547-Dwilogi-Padang-Bulan-&-Cinta-di-Dalam-Gelas.html
                      > >
                      > >
                      > >
                      > >
                      > >
                      > >[Non-text portions of this message have been removed]
                      > >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      > [Non-text portions of this message have been removed]
                      >
                      >
                      >



                      --
                      Fajrin Thamrin Patu
                      visit me @ www[dot]carienaknyasaja[dot]blogspot[dot]com


                      [Non-text portions of this message have been removed]
                    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.