Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Narasi Nabi (catatan novel-novel profetis)

Expand Messages
  • Ahmad Sahidin
    Narasi Nabi (catatan novel-novel profetis) Oleh AHMAD SAHIDIN BEBERAPA pekan lalu saya menyempatkan diri bersama istri ke sebuah Toko Buku di Bandung. Selain
    Message 1 of 1 , May 2 7:42 PM
      Narasi Nabi (catatan novel-novel profetis)
      Oleh AHMAD SAHIDIN

      BEBERAPA pekan lalu saya menyempatkan diri bersama istri ke sebuah Toko Buku di Bandung. Selain dalam rangka mencari buku-buku yang dibutuhkan, juga untuk meng-update informasi tentang perbukuan. Saat berjalan ke sana kemari; dari rak ke rak, sampailah pada rak khusus novel. Betapa kagetnya saya melihat novel-novel yang dipajang di sana, yang sebagian besar diisi dengan novel yang bertemakan sejarah dan tokoh lokal seperti Siliwangi, Prajurit Pajajaran, Perang Bubat, Gajah Mada, Raden Saleh, Samudera Pasai, dan beberapa novel terjemahan dari luar negeri.

      Begitu juga pada saat datang pada pameran buku yang berlokasi di Jalan Braga Bandung, terdapat beberapa novel sejarah yang diterbitkan oleh Tiga Serangkai, Bentang, Eldeweis, Sygma, dan lainnya.

      Sembari melihat-lihat novel, saya bertanya-tanya dalam hati: kenapa sekarang lebih banyak novel yang bertemaka sejarah dan tokoh lokal? Saya terus berpikir, tetapi tidak dapat menyimpulkan gejala tersebut. Namun bagi saya selaku penikmat buku, banyaknya novel yang bernuansa sejarah dan tokoh-tokoh lokal, dapat bisa disebut kemajuan karena kalau dilihat dari tema-tema novel Indonesia sebelumnya masih bertemakan klasik: cinta, pengorbanan, tobat, perselingkuhan, cinta terlarang, petualangan, dan traficking.

      Selain itu, saya juga menemukan beberapa novel terjemahan tentang Nabi Muhammad saw dan khualafa ar-rasyidun (Abu Bakar, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan, dan Sayyidina Ali bin Abi Thalib) karya Abdurrahamn Syarqawi.

      Juga terdapat novel biografi Muhammad saw yang ditulis orang Indonesia. Misalnya Idrus Shahab dengan judul “Sesungguhnya, Dialah Muhammad” yang beberapa kali cetak ulang dan “Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan” karya Tasaro GK dan Mei 2011 akan diluncurkan buku keduanya “Muhammad: Para Pengeja Hujan”. Saya tidak tahu; apakah isinya akan lebih banyak nuansa imajinasi atau fakta yang disuguhkan seorang Tasaro dalam karya lanjutan tersebut. Mudah-mudahan bukan sebuah pengulangan dari kisah lama yang dikemas dalam narasi baru. Kita tunggu dan lihat bersama.

      Kemudian muncul novel seri inspirasi Nabi yang ditulis oleh Fatih Beeman dan diterbitkan Salamadani (Agustus 2010). Ada empat judul: Yusuf, Sulaiman, Daud, dan Musa.

      Keempat novel ini, kabarnya terinspirasi dari kisah para Nabi yang ditulis dengan gaya penulisan sastrawi berbentuk novel. Mungkin hal baru yang disajikan dalam novel tersebut adalah seting zamannya dan lokasi serta konteks cerita. Apalagi kalau dilihat dari jumlah halaman yang kurang tebal, tampaknya novel inspirasi Nabi ini dapat disebut ”karya tanggung” dan terlalu dipaksakan sehingga kurang berkesan sempurna untuk ukuran novel Indonesia. Apabila dibandingkan dengan Tasaro GK, Ayu Utami, atau Ahmad Tohari, sangat jauh kelasnya.

      Mungkin sebagai catatan untuk perbaikan ke depannya, saya menemukan beberapa “ketanggungan”. Pertama, peralihan cerita demi ceritanya sangat dekat sehingga alurnya terasa loncat-loncat; tersekat dan terpenggal saat membacanya. Kedua, tokoh-tokoh muncul begitu saja tanpa ada latar belakangnya atau penjelasan di akhir. Ketiga, konflik yang dibangun kurang dramatis dan terasa kering serta endingnya pun kurang seru dan memuaskan. Keempat, penggunaan dan pilihan diksi (kata) masih biasa-biasa sehingga saya selaku pembaca tidak mendapatkan pencerahan baru.

      Setelah membacanya, saya jadi bertanya-tanya: apa yang hendak disuguhkan oleh Fatih Beeman? Apakah hanya mengambil setting kisah Nabi semata dan mengalihkannya dalam bentuk cerita lain dengan alur sama? Atau membuat kisah yang sekadar terinspirasi kisah Nabi? Namun dari pertanyaan itu saya sedikit memahami: kemungkinan naskahnya belum final dan diburu-buru oleh penerbit karena dikejar target marketing untuk bersaing dengan novel-novel sejarah kini sedang marak. Kalau hanya sekadar memenuhi tuntutan market dan tren, tanggung jadinya.


      www.ahmadsahidin.wordpress.com
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.