Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Tiga Buku Baru: Tadarus Cinta Buya Pujangga, The Downfall of Dynasty, dan Jangan Berputus Asa dari Rahmat Allah

Expand Messages
  • kang ahsa
    Saya sudah lama tidak membaca novel. Terakhir kalau tidak salah, yang saya baca adalah Sang Pemusar Gelombang yang diterbitkan Salamadani Grafindo. Sebuah
    Message 1 of 1 , May 29, 2013
    • 0 Attachment
      Saya sudah lama tidak membaca novel. Terakhir kalau tidak salah, yang
      saya baca adalah Sang Pemusar Gelombang yang diterbitkan Salamadani
      Grafindo. Sebuah novel yang mengisahkan kehidupan tokoh Ikhwanul
      Muslimin: Syaikh Hasan Al-Banna.

      Kalau tidak salah jumat pekan kemarin, seorang kawan dari Salamadani
      memberi tahu ada novel baru. Kawan saya itu menyampaikan, novel baru
      yang diterbitkan Salamadani ditulis oleh Akmal Nasery Basral, penulis
      yang meraih predikat penulis Fiksi Terbaik dalam Islamic Book Fair
      Award 2011 di Jakarta.

      Novel apa? Kawan saya mengatakan novelisasi kehidupan Buya Hamka (Haji
      Abdul Malik Karim Amrullah), seorang ulama dan tokoh Persyarikatan
      Muhammadiyah.

      Mendengar itu saya teringat pada buku-buku yang sudah pernah dibaca,
      seperti Di Bawah Lindungan Ka’bah, Tasawuf Modern, Tasawuf dan
      Perkembangannya, dan Pelajaran Agama Islam. Buku yang disebutkan
      adalah karya Hamka yang sudah terbilang buku lama.

      Dari obrolan dengan kawan, saya diberitahu bahwa novel yang ditulis
      Akmal itu berjudul Tadarus Cinta Buya Pujangga. Novel ini mengisahkan
      peristiwa kehidupan Hamka, fase perkembangan seorang anak bernama
      Malik: dari remaja sampai dewasa. Bahkan masa pembentukan menjadi
      ulama dan pujangga pun dikisahkan. Pertemuan dengan Sukarno, Presiden
      Republik Indonesia yang pertama, tokoh-tokoh Persyarikatan
      Muhammadiyah, interaksi dengan kehidupan adat Minangkabau, dan
      pergerakan Islam Indonesia pun dikisahkan.

      Proses penulisannya pun menggunakan sumber terpercaya. Buku
      otobiografi yang ditulis Hamka sendiri: Kenang-Kenangan Hidup (terbit
      tahun 1951), Ajahku: Riwajat Hidup Dr.H.Abd Karim Amrullah dan
      Perdjuangan Kaum Agama di Sumatera (terbit tahun 1958), dan dilengkapi
      dengan sumber lainnya. Sampai-sampai sang penulis, Akmal, melakukan
      riset ke kampung halaman tempat kelahiran Hamka dan menggali informasi
      dari anak cucu Hamka.

      Wah hebat. Itu yang terucap ketika kawan saya itu bercerita tentang
      novel baru yang diterbitkan Salamadani. Tidak hanya itu, kawan saya
      juga bercerita bahwa buku Api Sejarah karya Ahmad Mansur Suryanegara
      terus terjual dan naik cetak yang keenam.

      Sekira tiga sampai empat bulan, saya bertemu lagi dengan kawan saya.
      Saya menyapanya dan menanyakan tentang novel terbaru dari Akmal yang
      berjudul Tadarus Cinta Buya Pujangga.

      Kawan saya memanggil salah seorang pegawai dan tidak lama menyodorkan
      tiga buku: Tadarus Cinta Buya Pujangga, The Downfall of Dynasty
      (ditulis oleh Indra Gunawan), Jangan Berputus Asa dari Rahmat Allah
      (sebuah buku terjemahan yang ditulis oleh Ahmad Abduh Iwadh).
      Ketiganya merupakan produk Salamadani Grafindo yang terbaru.

      Alhamdulillah… saya mulai membacanya dari yang pertama. Insya Allah….
      kalau ada waktu dan masih diberi jatah umur, akan saya bagi dalam
      bentuk catatan atau sekadar komentar. Hatur nuhun buat kawan-kawan
      Salamadani, khususnya Mas Ali.



      --
      http://www.kompasiana.com/kangahsa
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.