Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

10541Re: [buku-islam] ResensiBuku-Jangan Putus Asa dari Rahmat Allah

Expand Messages
  • akhmad fridi
    Jul 2, 2013
    • 0 Attachment
      alhamdulillah k ahsa sudah membahas tuntas buku yang menarik ini.
      Insya Allah buku "Jangan Berputus Asa dari Rahmat Allah"  bisa menjadi pendamping setia bagi para pembaca buku khususnya yang tertarik dengan buku-buku motivasi.
      Di momentum ramadhan yang tinggal beberapa jam lagi, pembaca bisa menjadikan buku ini sebagai teman ngabuburit agar shaumnya lebih bernilai ibadah plus nambah ilmu.
      hatur nuhun sharingnya kang ahsa..
       



      From: Ahsa <albanduni14@...>
      To: "buku-islam@yahoogroups.com" <buku-islam@yahoogroups.com>; pasarbuku milis <pasarbuku@yahoogroups.com>; "penulislepas@yahoogroups.com" <penulislepas@yahoogroups.com>; majelis misykat <majelis_misykat@yahoogroups.com>; IGI milis <ikatanguruindonesia@yahoogroups.com>
      Sent: Thursday, June 20, 2013 8:26 AM
      Subject: [buku-islam] ResensiBuku-Jangan Putus Asa dari Rahmat Allah

       
      Saya masih punya utang menulis catatan buku yang saya dapatkan dari kawan di Salamadani Grafindo. Dua novel sudah saya resensi. Malahan dengan nuansa kritis. Karena memang itu yang biasanya saya lakukan kalau membaca buku. Tidak hanya memuji, juga sedikit mengomeli (niatnya untuk perbaikan). Semoga saja bisa jembar manah editor dan penulisnya. Kalau pun tak berkenan, mohon maaf. Anggap saja saya tukang obat jalanan dan pengamen. Biarkan saja berlalu. Meminjam Gusdur: gitu aja repot.
      Buku ketiga ini berjudul Jangan Putus Asa dari Rahmat Allah. Sebuah buku terjemahan dari karya Ahmad Abduh ‘Iwadh yang berjudul: Wa la Taiasu min Rauhillah (pada halaman hak cipta ditulis begitu) dan ditulis: La Tai asu min Ruhillah (pada halaman kaver depan bawah). Diterjemahkan oleh Jenal Aripin, Lc. dan Sarah Abdurahmah, Lc.
      Penulisnya, Ahmad Abduh ‘Iwadh, adalah seorang doktor. Hal ini tampak dari penulisan nama penulis dengan diawali gelar “Dr” di halaman prancis dan halaman hak cipta. Sementara pada kaver tidak disematkan gelarnya.

      Pada kaver buku ini diberi komentar pendek (endosermen) oleh seorang aktris (muslimah) Oki Setiana Dewi yang tertulis: “Buku ini mengajak kita untuk senantiasa meneladani Baginda Rasul yang tak pernah putus asa apa pun halangan yang menerpa. Buku yang sungguh memperkaya jiwa dan mengajarkan keteguhan hati.”   
       
      Saat melihat kavernya dan membaca endosermen, saya sangat tertarik untuk membaca. Kemudian saya balik bagian kaver belakang. Blurb yang ditulis cukup menjual: mengajak pembaca untuk membuka bagian dalam buku.

      Kemudian saya buka halaman daftar isi. Saya kaget karena daftar isi berada pada halaman kiri (biasanya berada pada halaman kanan). Wah, tampaknya sudah berubah standar buku. Saya sudah tidak mengikuti lagi perkembangan yang terbaru (seingat saya buku yang memberi edukasi tentang editologi dan penerbitan yang komplet baru dari Pak Bambang Trim yang berjudul Taktis Menyunting, terbit 2009).

      Saya lihat daftar isinya. Sangat menggugah minat untuk baca. Buku ini dibagi dalam sebelas bagian. Mulai dari definisi kemudian berakhir dengan kupasan pertanyaan berkaitan dengan sikap bagi yang tertimpa musibah. Beberapa bagian membahas kisah-kisah Nabi Allah dan para sahabat Rasulullah saw yang memiliki sikap optimis alias tidak putus asa.

      Buku ini tebalnya 432 halaman. Saya termasuk malas kalau baca buku tebal yang tidak saya minati bidangnya. Apalagi ini termasuk buku motivasi yang kalau ditelusuri ujungnya kembali pada diri sendiri.

      Kalau Anda mau melihat bagian dalam buku, penuh dengan ayat Quran dan hadis Rasulullah saw. Dilengkapi juga dengan kisah-kisah yang menarik. Menariknya, hampir setiap ayat diberi kotak dengan huruf yang lebih kecil dari huruf (kalimat) uraian buku. Saya kira itu bagian dari upaya penerbit untuk menguatkan pesan bagi pembaca.

      Kemudian pada bagian penutupnya disajikan kesimpulan buku yang lengkap. Dengan adanya bagian simpulan ini saya tidak lagi tertarik untuk membaca dari bagian satu sampai akhir atau per bagian. Cukup melirik bagian simpulan, saya sudah merasa cukup.
      Kenapa tidak memaksakan baca bagian satu secara runut? Ini hanya masalah mata: saya langsung lelah kalau membaca kalimat-kalimat yang harus dibaca berulang-ulang. Mungkin ini faktor akal saya yang tidak cerdas sehingga sangat sulit untuk mencerna. Jadi, mohon maaf, saya tidak membacanya secara runut dan utuh.

      Meski begitu, saya setuju dengan judul buku ini: jangan berputus asa dari rahmat Allah. Apa pun musibah dan jalan hidup yang ditempuh, insya Allah kalau ditekuni (didasari niat ibadah) pasti menuai berkah dan hikmah. Percayalah, Allah senantiasa bersama kita dan tidak membebani makhluk dengan beban yang tidak dapat dipikulnya. 

      Alhamdulillah... atos lunas :-)

      www.kompasiana.com/albanduni14


    • Show all 2 messages in this topic