Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Mitologi dalam sejarah peradaban dunia (Kemiripan Kisah Noah dan Kisah Nuwa)

Expand Messages
  • Rinto Jiang
    Mitologi ada dalam setiap peradaban dan biasanya memulai kebudayaan dari setiap bangsa di dunia ini. Mitologi dalam bahasa Tionghoa disebut Shen Hua dan
    Message 1 of 10 , Sep 6, 2004
    • 0 Attachment
      Mitologi ada dalam setiap peradaban dan biasanya memulai kebudayaan dari setiap bangsa di dunia ini. Mitologi dalam bahasa Tionghoa disebut "Shen Hua" dan mitologi-mitologi ini mendominasi cerita2 sebelum Dinasti Xia pada abad 21 SM.

      Mitologi di seluruh peradaban di dunia ini lebih kurang berkisar dan berkaitan dengan alam dan segala fenomenanya. Ini lumrah saja karena di zaman dulu di mana teknologi belum berkembang pesat seperti sekarang ini, banyak fenomena alam yang tak dapat dijelaskan secara ilmiah maupun rasional sehingga muncullah cerita2 sebagai mitologi.

      Salah satu ciri khas dan persamaan daripada mitologi di berbagai peradaban dunia adalah perasaan takut dan kagum akan kebesaran dan keganasan alam. Langit, air, bumi, matahari, bulan dan berbagai binatang besar dan kuat pasti menjadi tokoh di berbagai mitologi yang berbeda. Manusia di zaman dulu berusaha mencari tahu bagaimana dunia dan alam ini ada, darimana manusia itu datang, maka muncullah mitologi penciptaan.

      Saat ini telah ada pemujaan dan penghormatan terhadap alam karena manusia mengakui kebesaran alam. Di dalam masyarakat Tiongkok purba ada pemujaan terhadap langit, bumi dan air. Dalam perkembangannya, langit, bumi dan air serta fenomena alam lainnya di-manusia-kan untuk menimbulkan rasa kedekatan antara alam dengan manusia. Dari sinilah muncul dewa-dewi dalam kepercayaan tradisional masyarakat Tionghoa yaitu bentuk penghormatan terhadap alam sebagai tempat tinggal manusia.

      Untuk menguatkan keyakinan manusia akan kebesaran alam (dewa tadi), maka biasanya akan ada kehancuran dunia untuk kemudian diperbaiki oleh sang dewa-dewi atau paling kurang ada skenario penyelamatan manusia dari kehancuran bersama dunia oleh sang tokoh mitologi. Ini dilakoni oleh Nuwa yang menambal langit bocor dan menegakkan kembali langit pada posisinya setelah alam semesta diciptakan oleh tokoh mitologi lainnya Pangu.

      Jadi, mitologi penciptaan di dalam kebudayaan Tionghoa dilakoni oleh banyak tokoh dengan peran masing2. Pangu memisahkan langit dan bumi serta menciptakan alam semesta, Nuwa menciptakan manusia dan memperbaiki alam yang rusak setelah diciptakan Pangu.

      Ini lebih kurang sama saja dengan mitologi peradaban lainnya yang juga punya mitos2 sejenis berupa penghormatan kepada kebesaran alam. Peradaban Babylon, India, Mesir, Maya, Aztec semuanya punya catatan mengenai mitologi sejenis. Bila sama itu adalah semacam local genius (meminjam istilah Bu Greysia), karena leluhur kita memandang langit yang sama, matahari dan bulan yang sama, tinggal di bumi ini dan semuanya berkembang di daerah aliran sungai maupun muara sungai maka pastilah ada persamaan kebudayaan dan produk daripadanya termasuk mitologi ini.


      Rinto Jiang






      bibolaginkgo wrote:

      Kisah Noah dan Kisah Nuwa juga ada kemiripannya.

      1. Kedua2nya pernah mengatasi masalah banjir besar. Noah mengatasi
          dengan menyelamatkan dunia dengan mengungsikan semua spesies
          ke bahtera besar dan menunggu sampai  banjir reda. Nuwa
          menyelamatkan dengan menambal langit yang bocor.

      2. Nuwa menambal Langit yang bocor dengan batu 7 warna, yang
         kemudian menjadi pelangi.  Dalam Kisah Noah, setelah banjir besar
         reda, kemarahan Tuhan juga reda. Dan Tuhan mengadakan perjanjian
         dengan Noah untuk tidak akan memusnahkan manusia lagi. Sebagai
         tanda perjanjian itu, muncul pelangi di langit.

      Kalau saya lihat, dalam kedua kisah itu, menunjukkan struggle manusia
      dengan alam. Alam yang bisa membinasakan manusia, tetapi juga
      bisa menghidupkan dan menciptakan keindahan dalam hidup manusia.


      Chris


    • greysia susilo junus
      ihik, jadi tergerak. mitologi sudah dijelaskan disini. yang saya mau tambahkan, semua jenis mitologi (dari a sampe z, dari yang bersumber pada folklore maupun
      Message 2 of 10 , Sep 9, 2004
      • 0 Attachment
        ihik, jadi tergerak. mitologi sudah dijelaskan disini. yang saya mau tambahkan, semua jenis mitologi (dari a sampe z, dari yang bersumber pada folklore maupun yunani kuno.-agama pagan), tidak attach secara langsung dengan agama2 sekarang. toh, kita memelihara mitologi yang sudah ada tersebut sebagai salah satu warisan kekayaan budaya, seperti juga kita memelihara keramik cina tang, atau candi borobudur. tidak semua harus disembah, kan? jadi tidak betul kalo saya mengerti tentang teori creation nu wa, atau pangu (tulisnya bener ga sih?), atau zeus, berarti saya menjadi murtad. kita hanya mengenang, kita hanya melestarikan. toh, kalo sempat surfing di internet mengenai mitologi (saya pernah riset kecilkecilan disini), mitologi yunani juga bisa dijadikan bahan pendidikan psikologi. (seperti penyimpangan anak tertarik pada ibunya ... siapa tuh? atau pemujaan terhadap diri sendiri - narcisius... dll). emang ada di dunia yang masih nyembah zeus lengkap sampe herkules???
         
        greysia

        Rinto Jiang <rintojiang@...> wrote:
        Mitologi ada dalam setiap peradaban dan biasanya memulai kebudayaan dari setiap bangsa di dunia ini. Mitologi dalam bahasa Tionghoa disebut "Shen Hua" dan mitologi-mitologi ini mendominasi cerita2 sebelum Dinasti Xia pada abad 21 SM.

        Mitologi di seluruh peradaban di dunia ini lebih kurang berkisar dan berkaitan dengan alam dan segala fenomenanya. Ini lumrah saja karena di zaman dulu di mana teknologi belum berkembang pesat seperti sekarang ini, banyak fenomena alam yang tak dapat dijelaskan secara ilmiah maupun rasional sehingga muncullah cerita2 sebagai mitologi.

        Salah satu ciri khas dan persamaan daripada mitologi di berbagai peradaban dunia adalah perasaan takut dan kagum akan kebesaran dan keganasan alam. Langit, air, bumi, matahari, bulan dan berbagai binatang besar dan kuat pasti menjadi tokoh di berbagai mitologi yang berbeda. Manusia di zaman dulu berusaha mencari tahu bagaimana dunia dan alam ini ada, darimana manusia itu datang, maka muncullah mitologi penciptaan.

        Saat ini telah ada pemujaan dan penghormatan terhadap alam karena manusia mengakui kebesaran alam. Di dalam masyarakat Tiongkok purba ada pemujaan terhadap langit, bumi dan air. Dalam perkembangannya, langit, bumi dan air serta fenomena alam lainnya di-manusia-kan untuk menimbulkan rasa kedekatan antara alam dengan manusia. Dari sinilah muncul dewa-dewi dalam kepercayaan tradisional masyarakat Tionghoa yaitu bentuk penghormatan terhadap alam sebagai tempat tinggal manusia.

        Untuk menguatkan keyakinan manusia akan kebesaran alam (dewa tadi), maka biasanya akan ada kehancuran dunia untuk kemudian diperbaiki oleh sang dewa-dewi atau paling kurang ada skenario penyelamatan manusia dari kehancuran bersama dunia oleh sang tokoh mitologi. Ini dilakoni oleh Nuwa yang menambal langit bocor dan menegakkan kembali langit pada posisinya setelah alam semesta diciptakan oleh tokoh mitologi lainnya Pangu.

        Jadi, mitologi penciptaan di dalam kebudayaan Tionghoa dilakoni oleh banyak tokoh dengan peran masing2. Pangu memisahkan langit dan bumi serta menciptakan alam semesta, Nuwa menciptakan manusia dan memperbaiki alam yang rusak setelah diciptakan Pangu.

        Ini lebih kurang sama saja dengan mitologi peradaban lainnya yang juga punya mitos2 sejenis berupa penghormatan kepada kebesaran alam. Peradaban Babylon, India, Mesir, Maya, Aztec semuanya punya catatan mengenai mitologi sejenis. Bila sama itu adalah semacam local genius (meminjam istilah Bu Greysia), karena leluhur kita memandang langit yang sama, matahari dan bulan yang sama, tinggal di bumi ini dan semuanya berkembang di daerah aliran sungai maupun muara sungai maka pastilah ada persamaan kebudayaan dan produk daripadanya termasuk mitologi ini.


        Rinto Jiang


        Do you Yahoo!?
        Shop for Back-to-School deals on Yahoo! Shopping.

      • perfect_harmony2000
        sdr.Greysia , sebenarnya banyak manusia mempercayai mitos sebagai suatu bentuk kebenaran. Dalam pandangan father Van Schie , mitos melahirkan religi. Dari
        Message 3 of 10 , Sep 9, 2004
        • 0 Attachment
          sdr.Greysia ,

          sebenarnya banyak manusia mempercayai mitos sebagai suatu bentuk
          kebenaran.
          Dalam pandangan father Van Schie , mitos melahirkan religi. Dari
          religi ini akan berkembang menjadi 2 pada akhirnya.
          Yang satu menjadi memahami makna dibalik mitos itu sedangkan yang
          lainya terkungkung dalam mitos itu sendiri.

          Daripada kita terkungkung dalam mitos , apakah tidak lebih baik
          mengambil makna yang terkandung dalam mitos tersebut ?
          Baik mitos Gilgamesh , Apsu Tiamat , Nv Wa , Nu Wa , Ahura Mazda ,
          Jataka maupun lain-lainya jika dibaca secara mati , maka akan
          mengekang pikiran.
          Apalagi pada akhirnya akan membuat kita mengkotak-kotakkan manusia
          secara hitam putih.


          hormat saya ,


          Xuan Tong
          --- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, greysia susilo junus
          <greysiagreysia@y...> wrote:
          > ihik, jadi tergerak. mitologi sudah dijelaskan disini. yang saya
          mau tambahkan, semua jenis mitologi (dari a sampe z, dari yang
          bersumber pada folklore maupun yunani kuno.-agama pagan), tidak
          attach secara langsung dengan agama2 sekarang. toh, kita memelihara
          mitologi yang sudah ada tersebut sebagai salah satu warisan kekayaan
          budaya, seperti juga kita memelihara keramik cina tang, atau candi
          borobudur. tidak semua harus disembah, kan? jadi tidak betul kalo
          saya mengerti tentang teori creation nu wa, atau pangu (tulisnya
          bener ga sih?), atau zeus, berarti saya menjadi murtad. kita hanya
          mengenang, kita hanya melestarikan. toh, kalo sempat surfing di
          internet mengenai mitologi (saya pernah riset kecilkecilan disini),
          mitologi yunani juga bisa dijadikan bahan pendidikan psikologi.
          (seperti penyimpangan anak tertarik pada ibunya ... siapa tuh? atau
          pemujaan terhadap diri sendiri - narcisius... dll). emang ada di
          dunia yang masih nyembah zeus lengkap sampe herkules???
          >
          > greysia
          >
          > Rinto Jiang <rintojiang@y...> wrote:
          > Mitologi ada dalam setiap peradaban dan biasanya memulai kebudayaan
          dari setiap bangsa di dunia ini. Mitologi dalam bahasa Tionghoa
          disebut "Shen Hua" dan mitologi-mitologi ini mendominasi cerita2
          sebelum Dinasti Xia pada abad 21 SM.
          >
          > Mitologi di seluruh peradaban di dunia ini lebih kurang berkisar
          dan berkaitan dengan alam dan segala fenomenanya. Ini lumrah saja
          karena di zaman dulu di mana teknologi belum berkembang pesat seperti
          sekarang ini, banyak fenomena alam yang tak dapat dijelaskan secara
          ilmiah maupun rasional sehingga muncullah cerita2 sebagai mitologi.
          >
          > Salah satu ciri khas dan persamaan daripada mitologi di berbagai
          peradaban dunia adalah perasaan takut dan kagum akan kebesaran dan
          keganasan alam. Langit, air, bumi, matahari, bulan dan berbagai
          binatang besar dan kuat pasti menjadi tokoh di berbagai mitologi yang
          berbeda. Manusia di zaman dulu berusaha mencari tahu bagaimana dunia
          dan alam ini ada, darimana manusia itu datang, maka muncullah
          mitologi penciptaan.
          >
          > Saat ini telah ada pemujaan dan penghormatan terhadap alam karena
          manusia mengakui kebesaran alam. Di dalam masyarakat Tiongkok purba
          ada pemujaan terhadap langit, bumi dan air. Dalam perkembangannya,
          langit, bumi dan air serta fenomena alam lainnya di-manusia-kan untuk
          menimbulkan rasa kedekatan antara alam dengan manusia. Dari sinilah
          muncul dewa-dewi dalam kepercayaan tradisional masyarakat Tionghoa
          yaitu bentuk penghormatan terhadap alam sebagai tempat tinggal
          manusia.
          >
          > Untuk menguatkan keyakinan manusia akan kebesaran alam (dewa tadi),
          maka biasanya akan ada kehancuran dunia untuk kemudian diperbaiki
          oleh sang dewa-dewi atau paling kurang ada skenario penyelamatan
          manusia dari kehancuran bersama dunia oleh sang tokoh mitologi. Ini
          dilakoni oleh Nuwa yang menambal langit bocor dan menegakkan kembali
          langit pada posisinya setelah alam semesta diciptakan oleh tokoh
          mitologi lainnya Pangu.
          >
          > Jadi, mitologi penciptaan di dalam kebudayaan Tionghoa dilakoni
          oleh banyak tokoh dengan peran masing2. Pangu memisahkan langit dan
          bumi serta menciptakan alam semesta, Nuwa menciptakan manusia dan
          memperbaiki alam yang rusak setelah diciptakan Pangu.
          >
          > Ini lebih kurang sama saja dengan mitologi peradaban lainnya yang
          juga punya mitos2 sejenis berupa penghormatan kepada kebesaran alam.
          Peradaban Babylon, India, Mesir, Maya, Aztec semuanya punya catatan
          mengenai mitologi sejenis. Bila sama itu adalah semacam local genius
          (meminjam istilah Bu Greysia), karena leluhur kita memandang langit
          yang sama, matahari dan bulan yang sama, tinggal di bumi ini dan
          semuanya berkembang di daerah aliran sungai maupun muara sungai maka
          pastilah ada persamaan kebudayaan dan produk daripadanya termasuk
          mitologi ini.
          >
          >
          > Rinto Jiang
          >
          >
          > ---------------------------------
          > Do you Yahoo!?
          > Shop for Back-to-School deals on Yahoo! Shopping.
        Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.