Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [budaya_tionghua] Re: Keterlambatan Budaya

Expand Messages
  • agoeng_set@yahoo.com
    Masa sih? Di film2 Hk masih sering diperagakan tuh, klo ga ada yg kenal lagi, mereka nyontek dr mana yah? Btw itu bukan kebudayaan tionghoa semarang ajalah,
    Message 1 of 77 , Mar 1, 2011
    • 0 Attachment
      Masa sih? Di film2 Hk masih sering diperagakan tuh, klo ga ada yg kenal lagi, mereka nyontek dr mana yah? Btw itu bukan kebudayaan tionghoa semarang ajalah, didaerah2 laen jg masih banyak yg peragain seperti itu. Tp klo upacara ciau tau ala peranakan ciben yg ga ada di tmpt lain. Btw anda sebagai sesepuh peranakan hrsnya bisa menjaga tradisi ini, minimal di lingkungan keluarga, anak2 anda yg mau menikah diadakan tradisi peranakan ini atau bahkan kawan2 di sekitar rumah n gereja anda juga boleh disarankan melakukan tradisi peranakan yg hampir punah ini, drpd melakukan tradisi modern ala barat yg tentunya tidak selaras dengan visi pelestarian budaya peranakan anda.
      From: Tjandra Ghozalli <ghozalli2002@...>
      Sender: budaya_tionghua@yahoogroups.com
      Date: Tue, 1 Mar 2011 13:41:03 +0800 (SGT)
      To: <budaya_tionghua@yahoogroups.com>
      ReplyTo: budaya_tionghua@yahoogroups.com
      Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: Keterlambatan Budaya

       

      Ya begitulah mereka (orang di RRT , bukan saya) menjadikan perkawinan ala barat sebagai sesuatu yg modern. Kawan saya bung Joseph Chen yg baru pulang dari Chung Kwo mengatakan bahwa Tradisi pai-ciu/teh-pai, tata cara pernikahan yang biasa Tionghoa Semarang lakukan, sudah tidak ada lagi semua di RRT. Seperti misalnya ortu pengantin pria memakaikan jas, memakaikan sarung tangan, ortu pengantin wanita memakaikan waring (penutup wajah), menyerahkan buket bunga ke tangan pengantin wanita, upacara temon (ketemu bride and groom), kemudian pengantin pria membuka waring tadi. Berjalan keluar/masuk rumah dipayungi dengan payung kertas sambil disebar ke langit beras kuning, dsb, dsb, sudah tidak ada satupun di RRT yang mengenalnya. Demikian RGDS.TG


      --- On Tue, 3/1/11, Liquid Yahoo <liquidha@...> wrote:

      From: Liquid Yahoo <liquidha@...>
      Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: Keterlambatan Budaya
      To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
      Date: Tuesday, March 1, 2011, 12:01 PM

       

      Maksud anda, budaya tionghua itu kuno ya, kalo budaya barat modern.
       
      Kalo kawin di klenteng itu kuno ya, kalo kawin pake pendeta atau pastor modern ya.
       
      Baru tau saya ada pemikiran kayak gini, atau saya ini manusia kuno ya?
       
      Pantesan, kalo orang bilang, "oh MASIH pegang hio toh (karena kunooo), kalo mereka SUDAH megang apa ga tau dah (modern gitu lhooo)"....
       
       
       
      ----- Original Message -----
      Sent: Tuesday, 01 March, 2011 05:50
      Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: Keterlambatan Budaya

      Anda benar kita di Indonesia masih membicarakan cio thaw padahal di sana karena revolusi kebudayaan sebagian masyarakatnya sudah tidak melakukannya lagi dan sudah memakai pakaian pengantin gaya barat (white gawn). Saya lihat di CCTV banyak pasangan yg mengontak pendeta atau pastor utk diberkati perkawinannya gaya barat. Padahal mereka ingin melakukannya bukan krn mau pindah agama tapi sekedar lifestyle. Sy tdk tahu apakah hal ini bisa dikabulkan pendeta atau pastor disana. RGDS.TG

      Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone


      From: "Dada" <wrw.hzh@...>
      Sender: budaya_tionghua@yahoogroups.com
      Date: Mon, 28 Feb 2011 14:59:49 -0000
      To: <budaya_tionghua@yahoogroups.com>
      ReplyTo: budaya_tionghua@yahoogroups.com
      Subject: [budaya_tionghua] Re: Keterlambatan Budaya

       

      yang anda maksud delay budaya itu anda masih mendengarkan lagu Teresa Teng padahal anak muda lagi rajin mendengarkan dan melantunkan lagu Jay Chou? ...........Atauuuuu Sun Tzu yang anda baca atau filsafat Tiongkok yang anda baca disini itu sudah berbeda dengan yang ada di Tiongkok. Atau menggunakan busana barat dalam pernikahan ?

      >
      >________________________________
      > From: "ghozalli2002@..." ghozalli2002@...
      > To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
      > Sent: Mon, 28 February, 2011 16:39:59
      > Subject: [budaya_tionghua] Keterlambatan Budaya
      >
      > Dear member, saya punya hopeng namanya Aming, dia lahir di Indonesia th 1950
      > tapi ayah bundanya asli Fujian yg berimigrasi ke Indonesia tahun 1942 . Ayahnya
      > Aming merasa heran ketika diajak temannya kondangan perkawinan di Tangerang pada
      > tahun 70 an. Sebab pada acara perkawinan tsb pengantin pria masih pakai jubah
      > pembesar Qing (Manchu), masih pakai topi cetok dan tauchang. Padahal di China
      > waktu itu orang bisa dipenjara kalau masih pakai tradisi Qing. Jadi terkadang
      > kita mendapati delay (keterlambatan) budaya di negara komunitas seberang lautan
      > dari negara asal. Demikian. RGDS. TG
      > Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
      >
      > ------------------------------------
      >
      > .: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.
      >
      > .: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.
      >
      > .: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
      >
      > .: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.
      >
      > Yahoo! Groups Links
      >


    • Ardian
      heheheh pak Akhmad, kadang seh kite iseng aje en bisa ketawa ketiwi baca tulisan pian hoa ini yg gak jelas arahnya kemana. ya anggep aja hiburan selingan
      Message 77 of 77 , Mar 22, 2011
      • 0 Attachment
        heheheh pak Akhmad, kadang seh kite iseng aje en bisa ketawa ketiwi baca tulisan pian hoa ini yg gak jelas arahnya kemana.
        ya anggep aja hiburan selingan penghibur toh, jgn masukin ke hati lar. Anggep aje hiburan huehahahahahaha

        --- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "Akhmad Bukhari Saleh" <absaleh@...> wrote:
        >
        > He he he... yang dikritisi Dada-heng kan bayang-bayang dengan aneka jelmaan pian-hoa, jadi tidak akan merasakannya, dan tidak akan ada efeknya...
        >
        > Wasalam.
        >
        > ====================================
        >
        >
        > ----- Original Message -----
        > From: Dada
        > To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
        > Sent: Sunday, March 20, 2011 10:57 AM
        > Subject: [budaya_tionghua] Re: Keterlambatan Budaya
        >
        >
        >
        >
        > Tampaknya, pemerintah RRT adalah 1-1-nya pemerintah yg tidak tunduk pada Vatican. Ini akan memprovokasi tentara-tentara Kristuz untuk mengintensifkan infiltrasi ke Zhongguo, demi untuk menkoptasi motherland. Saya tidak bisa menemukan pemerintahan dari partai laen selainPartai Komuniz Tiongkok (PKT) yg mampu membendung percobaan invasi kekuatan barat & katolik.
        >
        >
        > Shalom Ahura Mazda
        >
        > Kalau pemerintah RRT mah memang berdikari , terus pemerintah dan rakyatnya mau berkerja keras , tidak cuman modal pentang bacot , kerja pake cungur. Lain halnya dengan Tionghoa/Cina/Peranakan whatsoever... di Indonesia , entah yah . omdo
        >
        > apa yang dikatakan lamunan pemuda dibawah ini , tidak jelas orientasinya apa , pro RRT ? saya rasa bukan , bagaimana bisa pro RRT kalau mendefinisikan RRT dengan sedangkal itu .
        >
        > Anti katolik ? saya rasa bukan , tulisannya dan pemikirannya belum sampai di tahap dimana katolik itu produktif , entah menulis jurnal , menulis buku , mendirikan sekolah , universitas , rumah sakit , surat kabar dan lain sebagainya. Tionghoa tulen ? saya rasa bukan , dari sekian postingnya mana yang bisa berkontribusi bagi mailing list Budaya Tionghoa ini .
        >
        > Tentu saya lebih respek terhadap "pendatang baru" macam Joseph Chen , paling tidak ada kontribusinya bagi milist ini . daripada pemuda dengan orientasi dan identitas tidak jelas , tidak ada kontribusi , selain koar2 dan pentang bacot sedari dulu kala.
        >
        > ***
        >
        >
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.