Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Selamat Memasuki : "2009 - Tahun Kerbau"

Expand Messages
  • Revli Mandagie
    Tahun Baru Imlek adalah salah satu hari raya Tionghoa tradisional, yang dirayakan, yang jatuh pada hari terjadinya bulan baru kedua setelah hari terjadinya
    Message 1 of 4 , Jan 22, 2009

      Tahun Baru Imlek adalah salah satu hari raya Tionghoa tradisional, yang dirayakan, yang jatuh pada hari terjadinya bulan baru kedua setelah hari terjadinya hari terpendek musim dingin. Namun, jika ada bulan kabisat kesebelas atau kedua belas menuju tahun baru, tahun baru Imlek akan jatuh pada bulan ketiga setelah hari terpendek. Pada tahun 2005 hal ini terjadi dan akan terjadi lagi tahun 2033.
      Kalender Tionghoa dibentuk dengan menggabungkan kalender bulan dan kalender matahari.

      Kalender Tionghua sekarang masih digunakan untuk memperingati berbagai hari perayaan tradisional Tionghua dan memilih hari yang paling menguntungkan untuk perkawinan atau pembukaan usaha.
      Aturannya berbeda dengan kalender umum, seperti; perhitungan bulan adalah rotasi bulan pada bumi. Berarti hari pertama setiap bulan dimulai pada tengah malam hari bulan muda astronomi.

      "Hari" dalam Kalender Tionghua dimulai dari jam 11 malam dan bukan jam 12 tengah malam. Satu tahun ada 12 bulan, tetapi setiap 2 atau 3 tahun sekali terdapat bulan ganda. Berselang satu kali musim tahun matahari Cina adalah setara dengan satu pemulaan matahari ke dalam tanda zodiak tropis. Matahari selalu melewati titik balik matahari musim dingin (masuk Capricorn) selama bulan 11.
      Penggunaan kalender Tionghoa dalam kegiatan sehari-hari dengan menentukan fase bulan, yang penting bagi petani dan dimungkinkan karena setiap hari dalam kalender sesuai dengan fase tertentu dalam suatu bulan.

      Selain itu, kalender Tionghoa menggunakan 12 shio berupa binatang, yang melambangkan kedua belas cabang bumi, yaitu : tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, kera, ayam, anjing, babi.
      Untuk tahun 2009, berdasarkan kalender Tionghoa, tahun Kerbau Api.

      Imlek adalah religi dan tradisi Konfucian. Kalender Imlek pertama kali diciptakan oleh Huang Di, seorang Nabi (Raja Agung) dalam agama Khonghucu. Lalu kalender ini diteruskan oleh Xia Yu, sorang raja suci/nabi dalam agama Khonghucu pada Dinasti Xia (2205-1766SM).

      Dengan jatuhnya dinasti Xia dan diganti oleh Dinasti Shang (1766-1122 SM), maka sistem kalendernya juga berganti. Tahun barunya dimulai tahun 1 dan bulannya maju 1 bulan sehingga kalau kalender yang dipakai Xia tahun baru jatuh pada awal musim semi, maka pada Shang tahun barunya jatuh pada akhir musim dingin. Dinasti Shang lalu diganti oleh Dinasti Zhou (1122-255SM), dan bergantilah sistem penanggalannya juga. Tahun barunya jatuh pada saat matahari berada di garis 23,5 derajat Lintang Selatan yaitu tanggal 22 Desember saat puncak musim dingin.

      Dinasti Zhou lalu diganti Dinasti Qin (255-202SM). Berganti pula sistemnya. Begitu pula ketika Dinasti Qin diganti oleh Dinasti Han(202SM-206M). Pada jaman Dinasti Han, Kaisar Han Wu Di yang memerintah pada tahun 140-86 SM lalu mengganti sistem kalendarnya dan mengikuti anjuran Nabi Kongzi untuk memakai sistem Dinasti Xia. Dan sebagai penghormatan atas Nabi Kongzi, maka tahun kelahiran Nabi Kongzi 551 SM ditetapkan sebagai tahun ke-1. Dengan demikian penanggalan Imlek adalah perayaan umat Khonghucu.

      Hari Raya Imlek yang juga dikenal sebagai Festival Musim Semi, biasanya ada tradisi pemberian angpao atau bingkisan dalam amplop merah yang berisi sejumlah uang.

      Angpao pada tahun baru Imlek mempunyai istilah khusus yaitu "Ya Sui", artinya hadiah yang diberikan untuk anak2 berkaitan dengan pertambahan umur/pergantian tahun. Di zaman dulu, hadiah ini biasanya berupa manisan, bonbon dan makanan. Sesuai perkembangan zaman, angpao berisi uang menjadi alternatif hadiah. Tradisi memberikan uang sebagai hadiah Ya Sui ini muncul sekitar zaman Ming dan Qing.

      Di dalam tradisi Tionghoa, orang yang wajib dan berhak memberikan angpao biasanya adalah orang yang telah menikah, karena pernikahan dianggap merupakan batas antara masa kanak-kanak dan dewasa, dan orang yang telah menikah dianggap telah mapan secara ekonomi. Selain memberikan angpao kepada anak-anak, mereka juga wajib memberikan angpao kepada yang dituakan.

      Bagi yang belum menikah meski usianya sudah termasuk kategori dewasa, tetap berhak menerima angpao, dengan harapan angpao dari orang yang telah menikah akan memberikan nasib baik kepada orang tersebut, dalam hal ini tentunya jodoh

      (Berbagai sumber)


      Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman
      Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.