Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Pejabat yang Lalai Bisa Dipenjara 3 Tahun

Expand Messages
  • HKSIS
    KOMPAS - Kamis, 21 September 2006 Pejabat yang Lalai Bisa Dipenjara 3 Tahun Jakarta, Kompas - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Hamid Awaludin menegaskan,
    Message 1 of 1 , Sep 20, 2006
    • 0 Attachment
      KOMPAS - Kamis, 21 September 2006




      Pejabat yang Lalai Bisa Dipenjara 3 Tahun


      Jakarta, Kompas - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Hamid Awaludin
      menegaskan, pejabat yang lalai atau menghambat sehingga menyebabkan
      seseorang kehilangan hak memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia bisa
      dipenjara setahun. �Bahkan, jika itu dilakukan dengan sengaja, ia bisa
      dipenjara hingga tiga tahun,� kata Hamid Awaludin, Rabu (20/9), dalam
      seminar bertajuk �Aplikasi UU Nomor 12/2006 tentang Kewarganegaraan� di
      Jakarta.

      Penegasan isi Pasal 36 UU No 12/2006 itu bagi Hamid cukup penting
      karena saat ini paradigma pemerintah tentang kewarganegaraan berubah.
      Sebelumnya, cara pandang tentang kewarganegaraan didominasi latar belakang
      etnis atau suku. Namun, sejak UU itu disahkan pada 1 Agustus 2006, cara
      pandang berubah. Cara pandang kewarganegaraan baru itu, menurut Hamid,
      didasarkan pada hukum. �Bukan lagi etnis atau warna kulit, tidak
      diskriminatif, dan menghargai prestasi seseorang,� katanya.

      Dengan cara pandang itu, setiap orang yang ingin menjadi warga negara
      Indonesia tak lagi harus bersusah payah mengurus syarat administrasi
      bertele-tele, termasuk surat bukti kewarganegaraan Republik Indonesia
      (SBKRI). Untuk mendukung itu, Menteri Hukum dan HAM akan mengeluarkan
      keputusan tentang anak-anak hasil pernikahan campur.

      Menteri Hukum dan HAM juga akan membuat keputusan bagi mereka yang
      karena sebab-sebab tertentu terpaksa tinggal di luar negeri untuk waktu lama
      dan kehilangan kewarganegaraan Indonesia. �Keputusan itu sudah selesai,
      termasuk formulirnya. Kami akan mengirim ke kantor-kantor perwakilan di luar
      negeri,� kata Hamid. (JOS)



      [Non-text portions of this message have been removed]
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.