Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Laksamana Cheng Ho di Kalimantan (Re: Laksamana Cheng Ho - Sampokong)

Expand Messages
  • RM Danardono HADINOTO
    Uraian mas Rinto ini sesuai dengan apa yang saya baca,mengenai route Zheng He. Beliau singgah di Jawa Timur kemudian melalui selat Malaka, dimana terletak
    Message 1 of 17 , Mar 1, 2005
    • 0 Attachment
      Uraian mas Rinto ini sesuai dengan apa yang saya baca,mengenai route
      Zheng He. Beliau singgah di Jawa Timur kemudian melalui selat Malaka,
      dimana terletak Palembang, lalu menuju India.

      Laut Jawa (pantura) dan selat Malakka memang route para pelayar kala
      itu, yang datang dan pergi dari/ke Asia selatan dan Timur Tengah
      maupun Eropa.

      Route yang lain adalah perairan Philippina kemudian Sulawesi utara
      menyusuri perairan Malukku sampai ke Nusa Tenggara. Mungkin ini route
      yang sering dilalui dari dan ke Tiongkok menyusuri pantai timur Asia.

      Salam

      danardono




      --- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, Rinto Jiang <rintojiang@y...>
      wrote:
      > Hendy Lie menulis :
      >
      > Halo Mang Ucup,
      >
      > Mang Ucup (atau rekan lainnya) pernah baca gak kalau Laksamana Cheng
      > Ho juga pernah singgah di Kalimantan? Saya tidak tahu apakah Cheng
      Ho
      > pernah singgah di Kalimantan apa nggak, tapi yang pasti di kota saya
      > Singkawang (Kalimantan Barat) ada pantai yang dinamai dengan Sam Po
      > Kung (bahasa Khek). Di pantai ini juga ada sebuah kelenteng kecil
      > yang dinamai Sam Po Kung untuk menghormati beliau. Selain itu di
      > Kuching (Malaysia - Kalimantan bagian utara) ada jalan yang dinamai
      > Laksamana Cheng Ho.
      > Apa ini bisa dijadikan "bukti" kalau Cheng Ho pernah singgah di
      > Kalimantan?
      >
      > Salam,
      > Hendy
      >
      >
      > Rinto Jiang :
      >
      > Catatan mengenai Laksamana Cheng Ho pernah singgah di Kalimantan
      belum
      > pernah saya baca. Memang ada beberapa tempat yang dinamai
      berhubungan
      > dengan Cheng Ho adalah benar2 pernah disinggahi oleh armada
      Laksamana
      > Cheng Ho di antaranya kota Zamboanga di Filipina Selatan dan kota
      > Semarang di Jawa. Zamboanga disebut San-bao-yan atau Sam-po-gan
      dalam
      > dialek Hokkian. Kemudian Semarang bernama San-bao-long atau Sam-po-
      long
      > dalam dialek Hokkian.
      >
      > Zamboanga dapat saya pastikan berasal dari kata Hokkian, Sampogan.
      Nah
      > untuk Semarang, saya kurang tahu dan juga tidak mau berspekulasi
      apakah
      > Sam-po-long lebih dulu ada lalu di-Jawa-kan menjadi Semarang atau
      > Semarang lebih dulu ada? Sam-po-long itu dalam Mandarin arti
      harfiahnya
      > adalah Kuburan Sampo (Cheng Ho) dalam pada ini memang cocok dengan
      > anggapan bahwa Cheng Ho dikuburkan di Semarang.
      >
      > Saya pernah mendengar ceramah dari seorang profesor di almamater
      saya
      > yang telah beberapa kali mengadakan konferensi internasional
      membahas
      > tentang Cheng Ho tentang peta laut ekspedisi Cheng Ho, disebutkan
      bahwa
      > di dalam peta-peta yang digambar dengan tangan tadi tertera 500
      nama
      > tempat di benua Asia dan Afrika. Saya kurang tahu apakah angka 500
      ini
      > merupakan jumlah tempat yang pernah disinggahi Cheng Ho atau bukan?
      >
      > Di Nusantara, selain Semarang, Cheng Ho juga pernah singgah di
      Palembang
      > dan Aceh. Di Aceh, Cheng Ho ada menghadiahkan satu buah lonceng
      kepada
      > Raja Aceh, raja yang mana saya kurang tahu karena buta sejarah
      Aceh.
      > Dikatakan bahwa lonceng tadi masih ada tersimpan di museum di Aceh.
      > Sebelum ke Aceh, Cheng Ho mengunjungi Palembang dan Malaka.
      Kunjungan ke
      > Palembang ini sebenarnya adalah titah dari Kaisar Ming Tai-zu yang
      heran
      > mengapa Sriwijaya sepertinya hilang ditelan bumi dan tidak pernah
      > mengirimkan upeti lagi. Dalam laporannya Cheng Ho menuliskan bahwa
      > Sriwijaya telah sangat lemah.
      >
      > Sedikit penjelasan dari saya. Thanks.
      >
      >
      > Rinto Jiang
    • Rinto Jiang
      RM Danardono Hadinoto menulis : Uraian mas Rinto ini sesuai dengan apa yang saya baca,mengenai route Zheng He. Beliau singgah di Jawa Timur kemudian melalui
      Message 2 of 17 , Mar 1, 2005
      • 0 Attachment
        RM Danardono Hadinoto menulis :

        Uraian mas Rinto ini sesuai dengan apa yang saya baca,mengenai route
        Zheng He. Beliau singgah di Jawa Timur kemudian melalui selat Malaka,
        dimana terletak Palembang, lalu menuju India.

        Laut Jawa (pantura) dan selat Malakka memang route para pelayar kala
        itu, yang datang dan pergi dari/ke Asia selatan dan Timur Tengah
        maupun Eropa.




        Rinto Jiang :

        Kerajaan Malaka didirikan oleh Parameswara yang merupakan raja terakhir Sriwijaya yang ditaklukkan oleh Majapahit. Parameswara kemudian berhasil menyelamatkan diri ke Malaka yang saat itu merupakan tanah tak bertuan karena melemahnya kerajaan Sriwijaya.

        Sewaktu armada Cheng Ho mengunjungi kerajaan Malaka, kerajaan ini masih kecil sekali. Parameswara kemudian menyetujui untuk membayar upeti kepada Dinasti Ming untuk mendapatkan perlindungan dari ancaman Majapahit. Cheng Ho kemudian memutuskan untuk mendirikan satu pelabuhan transit di Malaka sebagai tempat menimbun barang2 yang dibawanya. Ini diperlukan karena pelayaran Cheng Ho adalah bergantung pada angin musim. Jadi, armada mereka akan beristirahat di Malaka dan menunggu sampai angin selatan berhembus dan membawa armada Cheng Ho kembali ke Tiongkok. Alasan Cheng Ho tidak menggunakan Palembang sebagai tempat transit karena Palembang waktu itu telah dikuasai oleh Majapahit dan Majapahit mengambil tempat yang berseberangan (bermusuhan) dengan Dinasti Ming. Suatu waktu, tidak dicatat pada ekspedisi ke-berapa, armada Cheng Ho diserang oleh pasukan Majapahit. Dinasti Ming kemudian menuntut ganti rugi dan akhirnya Majapahit membayar kompensasi sebesar 10000 tael emas sehingga Kaisar Ming Cheng Zu mengurungkan niat mengirimkan pasukan untuk menyerang Majapahit.

        Cheng Ho mendirikan sebuah pelabuhan lengkap dengan pemukiman, garnisun dan gedung administrasi. Sepeninggal Cheng Ho, tidak ada armada yang datang lagi dari Tiongkok. Raja Parameswara kemudian mengambil alih kota pelabuhan tadi dan meneruskan dasar administrasi perdagangan yang diletakkan Cheng Ho. Malaka kemudian menetapkan pajak dari perdagangan2 yang dilakukan di Malaka. Tentu saja ini merupakan satu faktor yang menyebabkan Malaka cepat tumbuh menjadi negara besar. Beberapa tahun saja, Malaka meluaskan pengaruhnya ke Aceh dan Deli. Sutra dan porselin dari Tiongkok, rempah2 dari Maluku, permata dari Arab semuanya bertemu di Malaka dan diperdagangkan di sana. Sampai pada Portugis datang dan kagum akan kejayaan Malaka, Malaka harus menghadapi agresi Portugis pada tahun 1511.


        Rinto Jiang
      • RM Danardono HADINOTO
        Mas Rinto, Suatu tulisan yang menarik. Terutama, bila dikhabarkan, bahwa Majapahit mengambil posisi berhadapan dengan Tiongkok. Setahu saya, ini terjadi
        Message 3 of 17 , Mar 1, 2005
        • 0 Attachment
          Mas Rinto,

          Suatu tulisan yang menarik. Terutama, bila dikhabarkan, bahwa
          Majapahit mengambil posisi berhadapan dengan Tiongkok. Setahu saya,
          ini terjadi sebelum Majapahit didirikan, ialah antara prabu
          Kartanegara dan utusan Kublai Khan. (Bahwa Majapahit berhadapan
          dengan Tiongkok is new for me, yang saya tahu, Majapahit juga
          berusaha menguasai jalan niaga di selat Melakka).

          Kemudian raden Wijaya bersekutu dengan pasukan Tiongkok, dan
          mendirikan Majapahit.

          Kontak dengan Tiongkok dikhabarkan, pada saat perjalanan laksamana
          Zheng He, namun ini sudah disaat Majapahit akan ambruk (abad ke XV).

          Lihatlah catatan berikut ini (antara akhir tahun 1300an dan
          pertengahan 1400an):

          ---------------------
          1389
          Hayam Wuruk passes away; beginning of decline of Majapahit.

          1400
          Aceh converts to Islam.
          1401
          War of succession begins in Majapahit, lasting four years. The power
          of Majapahit begins to lessen. About this time, the kings of Gelgel
          began to rule as "dewa agung", or chief king, in Bali.
          1402
          Melaka founded by Parameshwara, rebel prince from Palembang.

          1404
          Parameshwara sends an embassy to Beijing, receives promise of
          protection from China.
          1405
          Chinese Admiral Cheng Ho visits Semarang.
          1409
          Cheng Ho visits Melaka.

          1411
          Parameshwara visits Beijing on a state visit.

          1414
          Parameshwara converts to Islam, takes name Iskandar Syah. Melaka is
          now an Islamic sultanate.

          Islam, one of Indonesia's five religions.

          The Islamic religion had been common among traders in Sumatra and
          Java for some time. The Singhasari and Majapahit kingdoms probably
          had a few Muslims involved in their courts. Large-scale conversions
          to Islam began when local kings adopted the new religion. Aceh and
          Melaka were among the first. Most of Java did not become Muslims
          until the early 1500s.

          1414
          First masjid founded on Ambon island.

          1427
          Queen Suhita inherits the Majapahit kingdom from Wikramawardhana.

          1445
          Hindu revolt in Melaka against Islam is suppressed.

          Thai attack on Melaka is driven back.

          1447
          Kertawijaya, brother of Suhita, becomes King of Majapahit. He
          converts to Islam on the advice of his wife, Darawati, a princess of
          Champa (in what is now Vietnam).

          Sunan Ampel, nephew of Kertawijaya, works to spread Islam around
          Surabaya.

          Sunan Ampel in a traditional portrait. Sunan Ampel was the first
          notable member of the Nine Walis or Walisongo, Islamic teachers who
          worked to spread Islam around Java in the late 1400s and early 1500s.
          See also the separate page on the Walisongo.

          1451
          King Kertawijaya is murdered and replaced by Rajasawardhana, who
          hinders the spread of Islam in Majapahit.

          1456
          Thai attack on Melaka by sea is driven back.

          Bhre Wengker becomes king of Majapahit after three years of chaos.
          Around this time, Palembang converted to Islam.

          1459
          Raja Abdullah of Melaka conquers Kedah and Pahang from the Thais.

          1460
          Kingdom of Aru (near Deli) on Sumatra becomes independent.

          1466
          Suraprabhawa becomes king of Majapahit.

          Kyai Demung founds Sumenep on Madura; breaks away from Majapahit
          control.

          1468
          Court rebellion in Majapahit: Bhre Kertabhumi drives Suraprabhawa out
          of his court at Tumapel. Suraprabhawa moves his seat to Daha, near
          Kediri.
          Around this time, many Hindus from Majapahit left Java for Bali.
          1475
          Ternate and Tidore convert to Islam.
          1478
          Daha region under Girindrawardhana, a great-grandson of Kertawijaya,
          revolts. Majapahit kingdom falls into chaos. Bhre Kertabumi, King of
          Majapahit at Tumapel, flees to Demak. Girindrawardhana sets himself
          up as ruler in Majapahit.

          Islamic Kingdom of Demak founded by Raden Patah (or Fattah), a prince
          of Majapahit (son of King Kertawijaya by a Chinese wife). Masjid
          founded at Demak.

          Islamic Sultanate founded at Cirebon, formerly a possession of the
          Pajajaran King Siliwangi.
          By the 1490s, the Portuguese had sailed around the southern tip of
          Africa and had landed in India.

          ----------------

          Kita lihat juga, penguasaan Islam dsisepanjang selat malaka dan
          pantai utara Jawa melemahkan kekuatan politik kerajaan kerajaan kita,
          dan membuka jalan bagi penguasaan Portugis yang diawali dengan
          perebutan Malakka oleh Alfonso d'Albuquerque ditahun 1511 yang
          bertolak dari Goa.

          FYI: sultan Melakka juga dibantu oleh pengusaha Jerman yang kaya raya
          dengan dana dan senjata, namanya Fugger. Dia juga Kristen, tetapi tak
          ingin monopoly rempah rempah jatuh ketangan Portugis. Namun dia
          bergerak secara privat dan tak mendapat dukungan dari kerajaan
          Jerman, yang belum perduli mengenai Asia kala itu.




          Salam

          danardono






          --- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, Rinto Jiang <rintojiang@y...>
          wrote:
          > RM Danardono Hadinoto menulis :
          >
          > Uraian mas Rinto ini sesuai dengan apa yang saya baca,mengenai route
          > Zheng He. Beliau singgah di Jawa Timur kemudian melalui selat
          Malaka,
          > dimana terletak Palembang, lalu menuju India.
          >
          > Laut Jawa (pantura) dan selat Malakka memang route para pelayar kala
          > itu, yang datang dan pergi dari/ke Asia selatan dan Timur Tengah
          > maupun Eropa.
          >
          >
          >
          > Rinto Jiang :
          >
          > Kerajaan Malaka didirikan oleh Parameswara yang merupakan raja
          terakhir
          > Sriwijaya yang ditaklukkan oleh Majapahit. Parameswara kemudian
          berhasil
          > menyelamatkan diri ke Malaka yang saat itu merupakan tanah tak
          bertuan
          > karena melemahnya kerajaan Sriwijaya.
          >
          > Sewaktu armada Cheng Ho mengunjungi kerajaan Malaka, kerajaan ini
          masih
          > kecil sekali. Parameswara kemudian menyetujui untuk membayar upeti
          > kepada Dinasti Ming untuk mendapatkan perlindungan dari ancaman
          > Majapahit. Cheng Ho kemudian memutuskan untuk mendirikan satu
          pelabuhan
          > transit di Malaka sebagai tempat menimbun barang2 yang dibawanya.
          Ini
          > diperlukan karena pelayaran Cheng Ho adalah bergantung pada angin
          musim.
          > Jadi, armada mereka akan beristirahat di Malaka dan menunggu sampai
          > angin selatan berhembus dan membawa armada Cheng Ho kembali ke
          Tiongkok.
          > Alasan Cheng Ho tidak menggunakan Palembang sebagai tempat transit
          > karena Palembang waktu itu telah dikuasai oleh Majapahit dan
          Majapahit
          > mengambil tempat yang berseberangan (bermusuhan) dengan Dinasti
          Ming.
          > Suatu waktu, tidak dicatat pada ekspedisi ke-berapa, armada Cheng
          Ho
          > diserang oleh pasukan Majapahit. Dinasti Ming kemudian menuntut
          ganti
          > rugi dan akhirnya Majapahit membayar kompensasi sebesar 10000 tael
          emas
          > sehingga Kaisar Ming Cheng Zu mengurungkan niat mengirimkan pasukan
          > untuk menyerang Majapahit.
          >
          > Cheng Ho mendirikan sebuah pelabuhan lengkap dengan pemukiman,
          garnisun
          > dan gedung administrasi. Sepeninggal Cheng Ho, tidak ada armada
          yang
          > datang lagi dari Tiongkok. Raja Parameswara kemudian mengambil alih
          kota
          > pelabuhan tadi dan meneruskan dasar administrasi perdagangan yang
          > diletakkan Cheng Ho. Malaka kemudian menetapkan pajak dari
          perdagangan2
          > yang dilakukan di Malaka. Tentu saja ini merupakan satu faktor yang
          > menyebabkan Malaka cepat tumbuh menjadi negara besar. Beberapa
          tahun
          > saja, Malaka meluaskan pengaruhnya ke Aceh dan Deli. Sutra dan
          porselin
          > dari Tiongkok, rempah2 dari Maluku, permata dari Arab semuanya
          bertemu
          > di Malaka dan diperdagangkan di sana. Sampai pada Portugis datang
          dan
          > kagum akan kejayaan Malaka, Malaka harus menghadapi agresi Portugis
          pada
          > tahun 1511.
          >
          >
          > Rinto Jiang
        • Shinjai Hayashi
          Rinto Jiang : Catatan mengenai Laksamana Cheng Ho pernah singgah di Kalimantan belum pernah saya baca. ************** Iya, memang belum pernah saya baca..
          Message 4 of 17 , Mar 1, 2005
          • 0 Attachment
            Rinto Jiang :
            Catatan mengenai Laksamana Cheng Ho pernah singgah di Kalimantan belum
            pernah saya baca.
            **************
            Iya, memang belum pernah saya baca..

            Tetapi... saya pernah melihat laporan situs2 peninggalan Ming, dan
            diantaranya ada patung yang terletak di tepi sawah di China, dan
            digambarkan sebagai patung duta besar dari Kalimantan.
            Jika jaman Ming, ada dutabesar Borneo di Da-Ming (Great Ming),
            ada kemungkinan terjadi hubungan diplomatikdi antaranya,
            dan kemungkinan Chengho singgah dalam perjalannnya. Pada suku
            asli Kalimantan sendiri, yaitu suku Daya, banyak menyimpan pusaka
            berupa kendi2 dari jaman Ming, yang menunjukkan hubungan
            yang erat dengan Ming.



            Chris
          • Rinto Jiang
            RM Danardono HADINOTO menulis : Mas Rinto, Suatu tulisan yang menarik. Terutama, bila dikhabarkan, bahwa Majapahit mengambil posisi berhadapan dengan Tiongkok.
            Message 5 of 17 , Mar 1, 2005
            • 0 Attachment
              RM Danardono HADINOTO menulis :

              Mas Rinto,

              Suatu tulisan yang menarik. Terutama, bila dikhabarkan, bahwa
              Majapahit mengambil posisi berhadapan dengan Tiongkok. Setahu saya,
              ini terjadi sebelum Majapahit didirikan, ialah antara prabu
              Kartanegara dan utusan Kublai Khan. (Bahwa Majapahit berhadapan
              dengan Tiongkok is new for me, yang saya tahu, Majapahit juga
              berusaha menguasai jalan niaga di selat Melakka).

              Kemudian raden Wijaya bersekutu dengan pasukan Tiongkok, dan
              mendirikan Majapahit.

              Kontak dengan Tiongkok dikhabarkan, pada saat perjalanan laksamana
              Zheng He, namun ini sudah disaat Majapahit akan ambruk (abad ke XV).

              [deleted]



              Rinto Jiang :

              Mungkin Mas Danardono telah lupa. Raden Wijaya membohongi pasukan Dinasti Yuan dengan mengatakan bahwa Jayakatwang dari Kediri adalah pengganti dari Kertanegara yang sedianya mau dihukum oleh pasukan Dinasti Yuan tersebut. Lalu bersatulah mereka untuk melenyapkan Jayakatwang yang memang merupakan musuh Raden Wijaya. Padahal, Raden Wijaya sendiri adalah penerus Kertanegara. Jadi Raden Wijaya-lah yang seharusnya dihukum oleh pasukan Yuan tadi.

              Setelah Jayakatwang berhasil ditaklukkan, Raden Wijaya tiba2 berbalik menyerang pasukan Kublai Khan yang memang sudah lelah berperang. Raden Wijaya sendiri kemudian mendirikan kerajaan Majapahit. Dari sinilah dendam antara Tiongkok dan Majapahit mulai dikobarkan.

              Dinasti Ming berdiri, sebagai negara "adikuasa" pada zaman tersebut, Kaisar Ming Taizu (Zhu Yuan-zhang) yang merupakan kaisar pertama menetapkan banyak kebijakan yang sangat arogan. Ia menutup semua jalur perdagangan yang sangat bebas pada masa Dinasti Yuan. Saya kira ia adalah pemerintahan pertama di dunia yang menjadikan perdagangan harus dikontrol pemerintah seperti masa sekarang ini. Ia menetapkan bahwa seluruh perdagangan harus dilakukan antar pemerintah, artinya pedagang2 di dalam Tiongkok menjual barang mereka kepada pemerintah, pemerintah lalu menjual barang kepada kerajaan2 lainnya. Ini juga salah satu sebabnya armada laut Tiongkok dapat menjadi raja lautan di dunia pada masa itu.

              Ia juga menetapkan bahwa negara2 yang ingin berdagang dengan Tiongkok diharuskan membayar sejumlah upeti kepada kekaisaran Ming. Majapahit menolak tuntutan ini dan juga memaksa Sriwijaya dan kerajaan kecil lainnya untuk menolak tuntutan upeti ini. Sriwijaya yang memang sudah sangat lemah memang sudah tidak mempunyai kemampuan membayar upeti kepada Ming. Sejarah mencatat, yang kemudian memberikan upeti hanyalah Gaoli (Korea), Champa (Vietnam). Namun seiring membesarnya kekuatan maritim Ming dan ketakutan negara2 kecil di Asia Tenggara akan kekuatan Majapahit, sampai pada ekspedisi Cheng Ho yang terakhir, ada sekitar diplomat dari 30 kerajaan besar kecil yang ikut dengan Cheng Ho menyerahkan upeti untuk mencari perlindungan dari Ming. Memberikan upeti artinya negara tadi akan menjadi protektorat Ming.

              Demikian sekilas perseteruan Ming dan Majapahit dalam persaingan menjadi negara "adikuasa" pada masa tersebut.


              Rinto Jiang
            • RM Danardono HADINOTO
              Terimakasih mas Rinto untuk uraiannya. Ini adalah perkembangan yang logis saat itu. Kedua kerajaan, kekaisaran Ming dan Majapahit adalah negara berfilsafat
              Message 6 of 17 , Mar 1, 2005
              • 0 Attachment
                Terimakasih mas Rinto untuk uraiannya.

                Ini adalah perkembangan yang logis saat itu. Kedua kerajaan,
                kekaisaran Ming dan Majapahit adalah negara berfilsafat hegemonial,
                dan batas Majapahit menyentuh batas pengaruh kekaisaran Ming, yakni
                Asia tenggara. Kalau tak salah, Majapahit pernah meliputi seluruh
                semenanjung Malayu, termasuk Tumasik, kini Singapura, jadi berbatasan
                dengan wilayah Campa.

                Benar, raden Wijaya menipu team pasukan Kublai Khan yang bertugas
                menghukum Kartanegara, yang sudah terlanjur dimusanahkan Jayakatwang,
                sang Akuwu. namun, antara saat itu,sampai saat kedatangan laksamana
                Zheng He kelihatan agak jauh, dua abad?

                Menurut pengamatan saya, alasan perebutan pengaruh di selat Malakka,
                lebih menjadi alasan dari posisi yang berhadapan, antara Majapahit
                dan Tiongkok, ketimbang dari dendam dari masa Kublai Khan itu. Jangan
                kita lupakan, Majapahit juga menuntut upeti dari negara negara yang
                ditaklukkannya, atau ingin ditaklukkannya. Misalnya raja kerajaan
                Pakuan Pajajaran, yang menolaknya, dan memilih bunuh diri.

                Salam

                Danardono





                --- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, Rinto Jiang <rintojiang@y...>
                wrote:
                > RM Danardono HADINOTO menulis :
                >
                > Mas Rinto,
                >
                > Suatu tulisan yang menarik. Terutama, bila dikhabarkan, bahwa
                > Majapahit mengambil posisi berhadapan dengan Tiongkok. Setahu saya,
                > ini terjadi sebelum Majapahit didirikan, ialah antara prabu
                > Kartanegara dan utusan Kublai Khan. (Bahwa Majapahit berhadapan
                > dengan Tiongkok is new for me, yang saya tahu, Majapahit juga
                > berusaha menguasai jalan niaga di selat Melakka).
                >
                > Kemudian raden Wijaya bersekutu dengan pasukan Tiongkok, dan
                > mendirikan Majapahit.
                >
                > Kontak dengan Tiongkok dikhabarkan, pada saat perjalanan laksamana
                > Zheng He, namun ini sudah disaat Majapahit akan ambruk (abad ke XV).
                >
                > [deleted]
                >
                >
                > Rinto Jiang :
                >
                > Mungkin Mas Danardono telah lupa. Raden Wijaya membohongi pasukan
                > Dinasti Yuan dengan mengatakan bahwa Jayakatwang dari Kediri adalah
                > pengganti dari Kertanegara yang sedianya mau dihukum oleh pasukan
                > Dinasti Yuan tersebut. Lalu bersatulah mereka untuk melenyapkan
                > Jayakatwang yang memang merupakan musuh Raden Wijaya. Padahal,
                Raden
                > Wijaya sendiri adalah penerus Kertanegara. Jadi Raden Wijaya-lah
                yang
                > seharusnya dihukum oleh pasukan Yuan tadi.
                >
                > Setelah Jayakatwang berhasil ditaklukkan, Raden Wijaya tiba2
                berbalik
                > menyerang pasukan Kublai Khan yang memang sudah lelah berperang.
                Raden
                > Wijaya sendiri kemudian mendirikan kerajaan Majapahit. Dari sinilah
                > dendam antara Tiongkok dan Majapahit mulai dikobarkan.
                >
                > Dinasti Ming berdiri, sebagai negara "adikuasa" pada zaman
                tersebut,
                > Kaisar Ming Taizu (Zhu Yuan-zhang) yang merupakan kaisar pertama
                > menetapkan banyak kebijakan yang sangat arogan. Ia menutup semua
                jalur
                > perdagangan yang sangat bebas pada masa Dinasti Yuan. Saya kira ia
                > adalah pemerintahan pertama di dunia yang menjadikan perdagangan
                harus
                > dikontrol pemerintah seperti masa sekarang ini. Ia menetapkan bahwa
                > seluruh perdagangan harus dilakukan antar pemerintah, artinya
                pedagang2
                > di dalam Tiongkok menjual barang mereka kepada pemerintah,
                pemerintah
                > lalu menjual barang kepada kerajaan2 lainnya. Ini juga salah satu
                > sebabnya armada laut Tiongkok dapat menjadi raja lautan di dunia
                pada
                > masa itu.
                >
                > Ia juga menetapkan bahwa negara2 yang ingin berdagang dengan
                Tiongkok
                > diharuskan membayar sejumlah upeti kepada kekaisaran Ming.
                Majapahit
                > menolak tuntutan ini dan juga memaksa Sriwijaya dan kerajaan kecil
                > lainnya untuk menolak tuntutan upeti ini. Sriwijaya yang memang
                sudah
                > sangat lemah memang sudah tidak mempunyai kemampuan membayar upeti
                > kepada Ming. Sejarah mencatat, yang kemudian memberikan upeti
                hanyalah
                > Gaoli (Korea), Champa (Vietnam). Namun seiring membesarnya kekuatan
                > maritim Ming dan ketakutan negara2 kecil di Asia Tenggara akan
                kekuatan
                > Majapahit, sampai pada ekspedisi Cheng Ho yang terakhir, ada
                sekitar
                > diplomat dari 30 kerajaan besar kecil yang ikut dengan Cheng Ho
                > menyerahkan upeti untuk mencari perlindungan dari Ming. Memberikan
                upeti
                > artinya negara tadi akan menjadi protektorat Ming.
                >
                > Demikian sekilas perseteruan Ming dan Majapahit dalam persaingan
                menjadi
                > negara "adikuasa" pada masa tersebut.
                >
                >
                > Rinto Jiang
              • Rinto Jiang
                RM Danardono HADINOTO menulis : Benar, raden Wijaya menipu team pasukan Kublai Khan yang bertugas menghukum Kartanegara, yang sudah terlanjur dimusanahkan
                Message 7 of 17 , Mar 3, 2005
                • 0 Attachment
                  RM Danardono HADINOTO menulis :

                  Benar, raden Wijaya menipu team pasukan Kublai Khan yang bertugas
                  menghukum Kartanegara, yang sudah terlanjur dimusanahkan Jayakatwang,
                  sang Akuwu. namun, antara saat itu,sampai saat kedatangan laksamana
                  Zheng He kelihatan agak jauh, dua abad?

                  Menurut pengamatan saya, alasan perebutan pengaruh di selat Malakka,
                  lebih menjadi alasan dari posisi yang berhadapan, antara Majapahit
                  dan Tiongkok, ketimbang dari dendam dari masa Kublai Khan itu. Jangan
                  kita lupakan, Majapahit juga menuntut upeti dari negara negara yang
                  ditaklukkannya, atau ingin ditaklukkannya. Misalnya raja kerajaan
                  Pakuan Pajajaran, yang menolaknya, dan memilih bunuh diri.

                  Salam

                  Danardono



                  Rinto Jiang :

                  Tidak sampai 2 abad. Kalau mau ditarik alur waktunya kira2 seperti di bawah.

                  1292 Kublai Khan mengirimkan pasukannya menyerang Jawa.

                  1293 Majapahit berdiri.

                  1294 Kublai Khan wafat.

                  1368 Ming berdiri. Kaisar pertama Zhu Yuan-zhang meminta pengakuan dan upeti dari kerajaan-kerajaan kecil termasuk Sriwijaya dan Majapahit. Sriwijaya telah lemah dan tidak memberikan jawaban, Majapahit menolak tegas.

                  1369 Larangan melaut dari Kaisar menjadikan bajak laut Jepang menguasai pantai2 di Tiongkok. Pertentangan antara Tiongkok dan bajak laut Jepang dimulai sejak tahun ini.

                  1402 Kaisar Ming Chengzu naik tahta, menitahkan Zheng He untuk melaksanakan ekspedisi perdagangan sambil meneliti Sriwijaya yang tidak kedengaran kabarnya lagi.

                  1405 Ekspedisi Zheng He pertama.

                  Entah ekspedisi Zheng He yang keberapa, Majapahit telah mengalami perang saudara. Setahu saya, sepeninggal Hayam Wuruk, Majapahit pelan2 terpuruk dan mengalami perang saudara. Seperti yang saya beritahukan sebelumnya bahwa armada Zheng He pernah diserang oleh pasukan Majapahit yang sedang dalam keadaan perang saudara. Kaisar Ming Chengzu kemudian meminta ganti rugi kepada Majapahit atas penyerangan tersebut yang kemudian didamaikan dengan ganti rugi sebesar 10000 tael emas dari Majapahit.

                  Jadi bolehlah dianggap kalau dendam antara Tiongkok dan Majapahit dibagi dalam 2 tahap, Dinasti Yuan vs Majapahit, serta Dinasti Ming vs Majapahit. Namun alasannya sama, desakan Tiongkok kepada Majapahit untuk membayar upeti yang ditolak oleh Majapahit.


                  Rinto Jiang
                • RM Danardono HADINOTO
                  Suatu berita yang menarik, yang memberikan pencerahan baru secara historis. Penulis sejarah Indonesia rupanya kurang research, terutama menggunakan sumber
                  Message 8 of 17 , Mar 3, 2005
                  • 0 Attachment
                    Suatu berita yang menarik, yang memberikan pencerahan baru secara
                    historis. Penulis sejarah Indonesia rupanya kurang research, terutama
                    menggunakan sumber sumber dari berbagai bahasa.

                    Kebanyakan text sejarah masih berasal dari penterjemahan dari buku
                    buku Belanda yang ditulis sebelum PD II.

                    Terimakasih mas Rinto.

                    salam

                    Danardono



                    --- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, Rinto Jiang <rintojiang@y...>
                    wrote:
                    > RM Danardono HADINOTO menulis :
                    >
                    > Benar, raden Wijaya menipu team pasukan Kublai Khan yang bertugas
                    > menghukum Kartanegara, yang sudah terlanjur dimusanahkan
                    Jayakatwang,
                    > sang Akuwu. namun, antara saat itu,sampai saat kedatangan laksamana
                    > Zheng He kelihatan agak jauh, dua abad?
                    >
                    > Menurut pengamatan saya, alasan perebutan pengaruh di selat Malakka,
                    > lebih menjadi alasan dari posisi yang berhadapan, antara Majapahit
                    > dan Tiongkok, ketimbang dari dendam dari masa Kublai Khan itu.
                    Jangan
                    > kita lupakan, Majapahit juga menuntut upeti dari negara negara yang
                    > ditaklukkannya, atau ingin ditaklukkannya. Misalnya raja kerajaan
                    > Pakuan Pajajaran, yang menolaknya, dan memilih bunuh diri.
                    >
                    > Salam
                    >
                    > Danardono
                    >
                    >
                    > Rinto Jiang :
                    >
                    > Tidak sampai 2 abad. Kalau mau ditarik alur waktunya kira2 seperti
                    di bawah.
                    >
                    > 1292 Kublai Khan mengirimkan pasukannya menyerang Jawa.
                    >
                    > 1293 Majapahit berdiri.
                    >
                    > 1294 Kublai Khan wafat.
                    >
                    > 1368 Ming berdiri. Kaisar pertama Zhu Yuan-zhang meminta pengakuan
                    dan
                    > upeti dari kerajaan-kerajaan kecil termasuk Sriwijaya dan
                    Majapahit.
                    > Sriwijaya telah lemah dan tidak memberikan jawaban, Majapahit
                    menolak tegas.
                    >
                    > 1369 Larangan melaut dari Kaisar menjadikan bajak laut Jepang
                    menguasai
                    > pantai2 di Tiongkok. Pertentangan antara Tiongkok dan bajak laut
                    Jepang
                    > dimulai sejak tahun ini.
                    >
                    > 1402 Kaisar Ming Chengzu naik tahta, menitahkan Zheng He untuk
                    > melaksanakan ekspedisi perdagangan sambil meneliti Sriwijaya yang
                    tidak
                    > kedengaran kabarnya lagi.
                    >
                    > 1405 Ekspedisi Zheng He pertama.
                    >
                    > Entah ekspedisi Zheng He yang keberapa, Majapahit telah mengalami
                    perang
                    > saudara. Setahu saya, sepeninggal Hayam Wuruk, Majapahit pelan2
                    terpuruk
                    > dan mengalami perang saudara. Seperti yang saya beritahukan
                    sebelumnya
                    > bahwa armada Zheng He pernah diserang oleh pasukan Majapahit yang
                    sedang
                    > dalam keadaan perang saudara. Kaisar Ming Chengzu kemudian meminta
                    ganti
                    > rugi kepada Majapahit atas penyerangan tersebut yang kemudian
                    didamaikan
                    > dengan ganti rugi sebesar 10000 tael emas dari Majapahit.
                    >
                    > Jadi bolehlah dianggap kalau dendam antara Tiongkok dan Majapahit
                    dibagi
                    > dalam 2 tahap, Dinasti Yuan vs Majapahit, serta Dinasti Ming vs
                    > Majapahit. Namun alasannya sama, desakan Tiongkok kepada Majapahit
                    untuk
                    > membayar upeti yang ditolak oleh Majapahit.
                    >
                    >
                    > Rinto Jiang
                  • Rinto Jiang
                    Rinto Jiang menulis : 1405 Ekspedisi Zheng He pertama. Entah ekspedisi Zheng He yang keberapa, Majapahit telah mengalami perang saudara. Setahu saya,
                    Message 9 of 17 , Mar 23, 2005
                    • 0 Attachment
                      Rinto Jiang menulis :

                      1405 Ekspedisi Zheng He pertama.

                      Entah ekspedisi Zheng He yang keberapa, Majapahit telah mengalami perang saudara. Setahu saya, sepeninggal Hayam Wuruk, Majapahit pelan2 terpuruk dan mengalami perang saudara. Seperti yang saya beritahukan sebelumnya bahwa armada Zheng He pernah diserang oleh pasukan Majapahit yang sedang dalam keadaan perang saudara. Kaisar Ming Chengzu kemudian meminta ganti rugi kepada Majapahit atas penyerangan tersebut yang kemudian didamaikan dengan ganti rugi sebesar 10000 tael emas dari Majapahit.

                      Jadi bolehlah dianggap kalau dendam antara Tiongkok dan Majapahit dibagi dalam 2 tahap, Dinasti Yuan vs Majapahit, serta Dinasti Ming vs Majapahit. Namun alasannya sama, desakan Tiongkok kepada Majapahit untuk membayar upeti yang ditolak oleh Majapahit.



                      Rinto Jiang :

                      Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya tentang ekspedisi Zheng He dan kaitannya dengan Majapahit. Saya kemudian mendapat informasi lebih lanjut bahwa kejadian serangan terhadap armada Zheng He adalah pada ekspedisinya yang pertama. Jumlah korban 170 orang. Menurut catatan Zheng He, ia menganggap kejadian ini sebagai salah paham antara pasukan Majapahit dan pasukan Zheng He.

                      Kemudian, Zheng He juga pernah menepi di Kalimantan, namun cuma ada catatan mengenai Brunei yang pada saat itu dinamakan Bo Ni. Tidak terdapat catatan mengenai bagian Kalimantan wilayah Indonesia sekarang. Kunjungan ke Brunei ini tercatat pada ekspedisinya yang ke-4.

                      Demikian, semoga mencerahkan.


                      Rinto Jiang
                    • Satyani Adiwibowo
                      Maaf apabila menyela diskusi (yang sungguh menarik ini). Saya adalah penulis yang ingin mengangkat tema Majapahit ke layar lebar, dan sekarang sedang research
                      Message 10 of 17 , Mar 23, 2005
                      • 0 Attachment
                        Maaf apabila menyela diskusi (yang sungguh menarik ini). Saya adalah
                        penulis yang ingin mengangkat tema Majapahit ke layar lebar, dan
                        sekarang sedang research mengenai sejarahnya. Bolehkah saya tahu buku
                        referensi apa yang saudara2 pakai? Dan dimana bisa saya dapatkan?
                        Karena alur ceritanya ingin saya tekankan pada hubungan Majapahit dan
                        Cina, dan tak banyak buku yang menjelaskan detil mengenai hal
                        tersebut.

                        Terima kasih banyak sebelumnya.

                        Salam,

                        Satyani A.
                      • Ambon
                        Rupanya Majapahit berkuasa juga di Vietnam, karena menurut seorang teman sekolah saya yang berasal dari Vietnam dia katakan bahwa di kampung kalau orang tua
                        Message 11 of 17 , Mar 23, 2005
                        • 0 Attachment
                          Rupanya Majapahit berkuasa juga di Vietnam, karena menurut seorang teman
                          sekolah saya yang berasal dari Vietnam dia katakan bahwa di kampung kalau
                          orang tua menakutkan anak-anak kecil supaya cepat tidur dbilang: "Kalau kamu
                          tak tidur nanti diambil orang Jawa". Interpertasi selanjutnya diserahkan
                          kepada Anda.

                          ----- Original Message -----
                          From: "Satyani Adiwibowo" <bunga.kampus@...>
                          To: <budaya_tionghua@yahoogroups.com>
                          Sent: Thursday, March 24, 2005 4:01 AM
                          Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: Perseteruan Ming dan Majapahit (Malaka
                          menjadi negara besar karena Cheng Ho)
                          >
                          >
                          > Maaf apabila menyela diskusi (yang sungguh menarik ini). Saya adalah
                          > penulis yang ingin mengangkat tema Majapahit ke layar lebar, dan
                          > sekarang sedang research mengenai sejarahnya. Bolehkah saya tahu buku
                          > referensi apa yang saudara2 pakai? Dan dimana bisa saya dapatkan?
                          > Karena alur ceritanya ingin saya tekankan pada hubungan Majapahit dan
                          > Cina, dan tak banyak buku yang menjelaskan detil mengenai hal
                          > tersebut.
                          >
                          > Terima kasih banyak sebelumnya.
                          >
                          > Salam,
                          >
                          > Satyani A.
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >
                          > .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
                          >
                          > .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.
                          >
                          > .: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
                          >
                          > .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua@... :.
                          > Yahoo! Groups Links
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >
                        • Rinto Jiang
                          Sdri. Satyani, Sumber catatan aslinya tentu banyak di sini, namun sayangnya kesemua masih dalam versi mandarin. Saya sendiri lebih banyak mendapat informasi
                          Message 12 of 17 , Mar 23, 2005
                          • 0 Attachment
                            Sdri. Satyani,

                            Sumber catatan aslinya tentu banyak di sini, namun sayangnya kesemua masih dalam versi mandarin. Saya sendiri lebih banyak mendapat informasi ini langsung dari profesor di almamater saya yang kebetulan ahli sejarah hubungan internasional Tiongkok atau South East Asian Studies, karena saya bukan ahli sejarah.  Salah satu profesor (Prof. Wu Jin od NCKU) di departemen saya belajar adalah salah satu penggemar riset Cheng Ho, beliau juga menjadi salah anggota panel penasehat panitia perayaan 600 tahun Cheng Ho di Singapura. Pak Leo Suryadinata dari Indonesia juga salah satu penasehat di sana.

                            http://www.chengho.org/news/news003.htm

                            Masalah buku referensi asli, pernah sekali2 coba mencari ke perpustakaan buku Ming Shi (Sejarah Ming) namun akhirnya menyerah karena bahasa klasik susah sekali dimengerti.

                            Orang Tiongkok itu suka mencatat apa saja. Itu makanya tidak heran kalau sejarah Tiongkok itu paling lengkap dibanding sejarah negara manapun. Apalagi peradaban Tiongkok tidak pernah terputus selama ribuan tahun. Sebenarnya dalam menyusun sejarah Indonesia misalnya, Indonesia dapat mengambil rujukan ke banyak sumber2 lainnya di luar negeri seperti Tiongkok dan India misalnya supaya dapat disusun satu sejarah Indonesia yang lebih objektif dan akurat.


                            Rinto Jiang



                            Satyani Adiwibowo wrote:

                            Maaf apabila menyela diskusi (yang sungguh menarik ini). Saya adalah
                            penulis yang ingin mengangkat tema Majapahit ke layar lebar, dan
                            sekarang sedang research mengenai sejarahnya. Bolehkah saya tahu buku
                            referensi apa yang saudara2 pakai? Dan dimana bisa saya dapatkan?
                            Karena alur ceritanya ingin saya tekankan pada hubungan Majapahit dan
                            Cina, dan tak banyak buku yang menjelaskan detil mengenai hal
                            tersebut.

                            Terima kasih banyak sebelumnya.

                            Salam,

                            Satyani A.

                          • Satyani Adiwibowo
                            Saya juga mendengar kekuasaan Majapahit itu dikabarkan mencapai sepertiga wilayah Asia sekarang. Yang dulu saya baca di Intisari adalah bahwa candi Angkor Wat
                            Message 13 of 17 , Mar 23, 2005
                            • 0 Attachment
                              Saya juga mendengar kekuasaan Majapahit itu dikabarkan mencapai
                              sepertiga wilayah Asia sekarang. Yang dulu saya baca di Intisari
                              adalah bahwa candi Angkor Wat itu hampir diserang Majapahit (atau
                              Candi tersebut merupakan situs kerajaan majapahit itu sendiri?)

                              Waduh, kebanyakan dengan bahasa mandarin ya...(mesti les dulu?)

                              Atau adakah orang-orang yang bisa saya hubungi? Aku bisa menghubungi
                              Prof. Wu Jin atau Pak Leo Suryadinata, Mas Rinto? Mungkin mereka
                              berkenan membagikan informasi yang mungkin belum ada referensinya di
                              Jakarta. Tadi baru saja saya menghubungi seorang lulusan arkeologi UI
                              yang sudah mempunyai naskah mengenai batas kerajaan Majapahit, dan
                              sedang mencari penerbit yang mau menerbitkan bukunya. Mohon
                              informasinya apabila ada yang mengetahui.

                              Terima kasih banyak sebelumnya Mas Rinto, Mas...Ambon (nggak apa2 aku
                              panggil begitu?)

                              Salam,
                              Satyani A.
                            • rene chan
                              Hi Sdr. Satyani, Tampak nya sdr. berada di Indonesia, buku yg cukup mempunyai authority tentang Majapahit yg bisa di dapat di Indo, mungkin Gramedia, adalah
                              Message 14 of 17 , Mar 24, 2005
                              • 0 Attachment
                                Hi Sdr. Satyani,

                                Tampak nya sdr. berada di Indonesia, buku yg cukup mempunyai authority
                                tentang Majapahit yg bisa di dapat di Indo, mungkin Gramedia, adalah
                                buku2 karangan Slamet Mulyana, ada beberapa yg bisa di pakai sbg
                                reference spt ;
                                - A Story of Majapahit, 1976 Singapore
                                -Runtuh nya Kerajaan Hindu Djawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di
                                Nusantara, Djakarta 1968
                                - Negara Kertagama dan Tafsir sejarah nya , Djakarta 1979

                                Selain itu utk ahli sejarah dari luar, Graaf & Pigeaud,
                                -Kerajaan-Kerajaan Islam di Jawa peralihan dari Majapahit ke Mataram ,
                                Jakarta 1986
                                -Cina Muslim di Jawa abad XV dan XVI antara historitas dan mitos,
                                Jogjakarta 1998

                                Semoga bisa membantu........

                                rgds. rene chan



                                --- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, Satyani Adiwibowo
                                <bunga.kampus@g...> wrote:
                                >
                                > Saya juga mendengar kekuasaan Majapahit itu dikabarkan mencapai
                                > sepertiga wilayah Asia sekarang. Yang dulu saya baca di Intisari
                                > adalah bahwa candi Angkor Wat itu hampir diserang Majapahit (atau
                                > Candi tersebut merupakan situs kerajaan majapahit itu sendiri?)
                                >
                                > Waduh, kebanyakan dengan bahasa mandarin ya...(mesti les dulu?)
                                >
                                > Atau adakah orang-orang yang bisa saya hubungi? Aku bisa menghubungi
                                > Prof. Wu Jin atau Pak Leo Suryadinata, Mas Rinto? Mungkin mereka
                                > berkenan membagikan informasi yang mungkin belum ada referensinya di
                                > Jakarta. Tadi baru saja saya menghubungi seorang lulusan arkeologi UI
                                > yang sudah mempunyai naskah mengenai batas kerajaan Majapahit, dan
                                > sedang mencari penerbit yang mau menerbitkan bukunya. Mohon
                                > informasinya apabila ada yang mengetahui.
                                >
                                > Terima kasih banyak sebelumnya Mas Rinto, Mas...Ambon (nggak apa2 aku
                                > panggil begitu?)
                                >
                                > Salam,
                                > Satyani A.
                              • Ambon
                                Majapahit itu sama artinya dengan Maha Pahit bagi rakyat. Tak percaya? Coba renungkan sebentar berdasarkan bukti-bukti sejarah bagaimana pemerintahan kerajaan
                                Message 15 of 17 , Mar 25, 2005
                                • 0 Attachment
                                  Majapahit itu sama artinya dengan Maha Pahit bagi rakyat. Tak percaya? Coba
                                  renungkan sebentar berdasarkan bukti-bukti sejarah bagaimana pemerintahan
                                  kerajaan feodal di masa silam. Kalau sulit dapat bahan, baca saja
                                  buku-buku karangan Douwes Dekker alias Multatuli. Salah satu dari karyanya
                                  yaitu Max Havelaar telah dibuat film. Film ini untuk waktu yang lama tidak
                                  diperkenangkan untuk diperlihatkan kepada umum di Indonesia dengan alasan
                                  film tsb menghina rakyat Indonesia. Pada film ini bisa dilihat bagaimana
                                  perlakuan kepala desa terhadap penduduk. Perlakuan kepala desa ini tak lain
                                  daripada warisan hubungan sosial masa silam yaitu antara liannya dari zaman
                                  Maha Pahit.

                                  Pikir punya pikir pemerintah Indonesia sejak Presiden RI Jenderal Mohammad
                                  Soeharto naik tahta kekuasan bisa diibaratkan sebagai rezim Neo Mojopahit,
                                  jadi kalau mau buat film atau analisa bisa diadakan perbandingan dan
                                  tentunya akan menjadi topik diskusi yang hangat.

                                  Bukankah Pak Harto membuat musoleum untuk keluarganya di Jawa tengah,
                                  katanya musoleum itu mau dibuat pada makam kesultanan Jawa, tetapi tak
                                  diizinkan, lalu musoleum tersebut dibangun diatas bukit dengan muka
                                  menghadap makam kesultanan seolah-olah mengilustrasikan pandangan rendah
                                  terhadap keluarga sultan, demikian keterangan sebahagian orang.

                                  Cheers,

                                  ----- Original Message -----
                                  From: "Satyani Adiwibowo" <bunga.kampus@...>
                                  To: <budaya_tionghua@yahoogroups.com>
                                  Sent: Thursday, March 24, 2005 4:55 AM
                                  Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: Perseteruan Ming dan Majapahit (Malaka
                                  menjadi negara besar karena Cheng Ho)


                                  >
                                  >
                                  > Saya juga mendengar kekuasaan Majapahit itu dikabarkan mencapai
                                  > sepertiga wilayah Asia sekarang. Yang dulu saya baca di Intisari
                                  > adalah bahwa candi Angkor Wat itu hampir diserang Majapahit (atau
                                  > Candi tersebut merupakan situs kerajaan majapahit itu sendiri?)
                                  >
                                  > Waduh, kebanyakan dengan bahasa mandarin ya...(mesti les dulu?)
                                  >
                                  > Atau adakah orang-orang yang bisa saya hubungi? Aku bisa menghubungi
                                  > Prof. Wu Jin atau Pak Leo Suryadinata, Mas Rinto? Mungkin mereka
                                  > berkenan membagikan informasi yang mungkin belum ada referensinya di
                                  > Jakarta. Tadi baru saja saya menghubungi seorang lulusan arkeologi UI
                                  > yang sudah mempunyai naskah mengenai batas kerajaan Majapahit, dan
                                  > sedang mencari penerbit yang mau menerbitkan bukunya. Mohon
                                  > informasinya apabila ada yang mengetahui.
                                  >
                                  > Terima kasih banyak sebelumnya Mas Rinto, Mas...Ambon (nggak apa2 aku
                                  > panggil begitu?)
                                  >
                                  > Salam,
                                  > Satyani A.
                                  >
                                  >
                                  >
                                  >
                                  >
                                  >
                                  > .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
                                  >
                                  > .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.
                                  >
                                  > .: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
                                  >
                                  > .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua@... :.
                                  > Yahoo! Groups Links
                                  >
                                  >
                                  >
                                  >
                                  >
                                  >
                                  >
                                Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.