Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Forum Krisis Tak Bai : Memahami Isu dan Implikasinya

Expand Messages
  • jihad ikhlas
    Polemik yang berlaku di Selatan Thailand bukanlah sesuatu yang baru. Ianya telah terpendam dan tersimpan di lubuk sanubari masyarakat Islam di selatan Thailand
    Message 1 of 197 , Nov 1, 2004
      Polemik yang berlaku di Selatan Thailand bukanlah
      sesuatu yang baru. Ianya telah terpendam dan tersimpan
      di lubuk sanubari masyarakat Islam di selatan Thailand
      sebegitu lama.

      Ada sejarah dan kisah yang tersendiri. Sejarah lampau
      1900 memberi kesan tersendiri kepada perkembangan
      selatan Thailand hingga kini.

      Oleh dengan itu PKPIM mengambil inisiatif mengadakan
      forum untuk memahami dengan lebih rapat isu yang
      berlaku ini.

      Forum Krisis Tak Bai : Memahami Isu dan Implikasinya

      Tarikh : 3 November 2004, Rabu

      Tempat : Dewan Seminar 1, Anjung Rahmat, Gombak.

      Masa : 9.30 malam (Selepas solat Tarawih)

      Panelis :

      Prof. Dr. Nik Anuar Nik Mahmud
      Pusat Pengajian Sejarah, Politik dan Strategi
      Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM)

      Tuan Haji Ahmad Azam Abdul Rahman
      Presiden ABIM

      __________________________________________________
      Do You Yahoo!?
      Log on to Messenger with your mobile phone!
      http://sg.messenger.yahoo.com
    • jihad ikhlas
      http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=63&bagian=0 KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH DAN AMALAN YANG DISYARIATKAN Oleh Syaikh Abdullah
      Message 197 of 197 , Jan 2, 2005
        http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=63&bagian=0

        KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH DAN AMALAN
        YANG DISYARIATKAN


        Oleh
        Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin



        Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam
        semoga tercurah kepada Rasulullah, Nabi kita Muhammad,
        kepada keluarga dan segenap sahabatnya.


        KEUTAMAAN 10 HARI YANG PERTAMA BULAN DZULHIJJAH.

        Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Rahimahullah, dari Ibnu
        'Abbas Radhiyallahu 'Anhuma bahwa Nabi Shallallahu
        'alaihi wa sallam bersabda :

        "Artinya : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat
        itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini,
        yaitu : Sepuluh hari dari bulan DzulHijjah. Mereka
        bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi
        sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi
        sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad)
        dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali
        dengan sesuatu apapun".

        Imam Ahmad, Rahimahullah, meriwayatkan dari Umar
        Radhiyallahu 'Anhuma, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi
        wa sallam bersabda :

        "Artinya : Tidak ada hari yang paling agung dan amat
        dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya
        daripada sepuluh hari (DzulHijjah) ini. Maka
        perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid
        ".


        MACAM-MACAM AMALAN YANG DISYARIATKAN

        [1]. Melaksanakan Ibadah Haji Dan Umrah

        Amal ini adalah amal yang paling utama, berdasarkan
        berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya,
        antara lain : sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa
        sallam:

        "Artinya : Dari umrah ke umrah adalah tebusan
        (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan
        haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga".

        [2]. Berpuasa Selama Hari-Hari Tersebut, Atau Pada
        Sebagiannya, Terutama Pada Hari Arafah.

        Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan
        yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk
        diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi :

        "Artinya : Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang
        akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan
        syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena
        Aku".

        Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu
        'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
        bersabda :

        "Artinya : Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di
        jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya
        dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh
        tahun". [Hadits Muttafaq 'Alaih].

        Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah
        Rahimahullah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
        bersabda :

        "Artinya : Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap
        pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum
        dan sesudahnya".

        [3]. Takbir Dan Dzikir Pada Hari-Hari Tersebut.

        Sebagaimana firman Allah Ta'ala.

        "Artinya : .... dan supaya mereka menyebut nama Allah
        pada hari-hari yang telah ditentukan ..". [Al-Hajj :
        28].

        Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari
        dari bulan Dzul Hijjah. Karena itu, para ulama
        menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari
        tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar
        Radhiyallahu 'Anhuma.

        "Artinya : Maka perbanyaklah pada hari-hari itu
        tahlil, takbir dan tahmid ". [Hadits Riwayat Ahmad].

        Imam Bukhari Rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar
        dan Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhum keluar ke pasar
        pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan
        takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya. Dan
        Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha', tabiin
        bahwa pada hari-hari ini mengucapkan :

        "Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah,
        wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu"

        "Artinya : Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak
        ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah
        Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi
        Allah".

        Dianjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir
        ketika berada di pasar, rumah, jalan, masjid dan
        lain-lainnya. Sebagaimana firman Allah.

        "Artinya : Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas
        petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu ..". [Al-Baqarah
        : 185].

        Tidak dibolehkan mengumandangkan takbir bersama-sama,
        yaitu dengan berkumpul pada suatu majlis dan
        mengucapkannya dengan satu suara (koor). Hal ini tidak
        pernah dilakukan oleh para Salaf. Yang menurut sunnah
        adalah masing-masing orang bertakbir sendiri-sendiri.
        Ini berlaku pada semua dzikir dan do'a, kecuali karena
        tidak mengerti sehingga ia harus belajar dengan
        mengikuti orang lain.

        Dan diperbolehkan berdzikir dengan yang mudah-mudah.
        Seperti : takbir, tasbih dan do'a-do'a lainnya yang
        disyariatkan.

        [4]. Taubat Serta Meninggalkan Segala Maksiat Dan
        Dosa.

        Sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat
        adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba dari
        Allah, dan keta'atan adalah penyebab dekat dan cinta
        kasih Allah kepadanya.

        Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu
        'Anhu, bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
        bersabda.

        "Artinya : Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan
        kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan
        apa yang diharamkan Allah terhadapnya" [Hadits
        Muttafaq 'Alaihi].

        [5]. Banyak Beramal Shalih.

        Berupa ibadah sunat seperti : shalat, sedekah, jihad,
        membaca Al-Qur'an, amar ma'ruf nahi munkar dan lain
        sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu
        dilipat gandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang
        tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi
        lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah
        pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang
        utama, sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang
        amat utama, kecuali jihad orang yang tidak kembali
        dengan harta dan jiwanya.

        [6]. Disyariatkan Pada Hari-Hari Itu Takbir Muthlaq

        Yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai
        shalat Ied. Dan disyariatkan pula takbir muqayyad,
        yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang
        dilaksanakan dengan berjama'ah ; bagi selain jama'ah
        haji dimulai dari sejak Zhuhur hari raya Qurban terus
        berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq.

        [7]. Berkurban Pada Hari Raya Qurban Dan Hari-Hari
        Tasyriq.

        Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim 'Alaihissalam,
        yakni ketika Allah Ta'ala menebus putranya dengan
        sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabi
        shallallahu 'alaihi wa sallam.

        "Artinya : Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba
        jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri
        yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan
        bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh
        domba itu". [Muttafaq 'Alaihi]

        [8]. Dilarang Mencabut atau Memotong Rambut dan Kuku
        bagi orang yang hendak Berkurban.

        Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu
        Salamah Radhiyallhu 'Anha bahwa Nabi shallallahu
        'alaihi wa sallam bersabda.

        "Artinya : Jika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah
        dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka
        hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan
        kukunya".

        Dalam riwayat lain : "Maka janganlah ia mengambil
        sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia
        berkurban".

        Hal ini, mungkin, untuk menyerupai orang yang
        menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya.
        Firman Allah.

        "Artinya : ..... dan jangan kamu mencukur (rambut)
        kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat
        penyembelihan...". [Al-Baqarah : 196].

        Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan
        bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri
        dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari
        mereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut
        serta menggosoknya, meskipun terdapat beberapa
        rambutnya yang rontok.

        [9]. Melaksanakan Shalat Iedul Adha Dan Mengengarkan
        Khutbahnya.

        Setiap muslim hendaknya memahami hikmah
        disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari
        bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah
        dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan ;
        janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan
        bergelimang dalam kemungkaran seperti ;
        nyanyi-nyanyian, main judi, mabuk-mabukan dan
        sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapusnya amal
        kebajikan yang dilakukan selama sepuluh hari.

        [10]. Selain Hal-Hal Yang Telah Disebutkan Diatas.

        Hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari
        ini dengan melakukan ketaatan, dzikir dan syukur
        kepada Allah, melaksanakan segala kewajiban dan
        menjauhi segala larangan ; memanfaatkan kesempatan ini
        dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar mendapat
        ridha-Nya.

        Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya dan menunjuki kita
        kepada jalan yang lurus. Dan shalawat serta salam
        semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad, kepada
        keluarga dan para sahabatnya.

        __________________________________________________
        Do You Yahoo!?
        Log on to Messenger with your mobile phone!
        http://sg.messenger.yahoo.com
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.