Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Candi Borobudur yang penuh misteri

Expand Messages
  • Rudy A. B. Alamsjah
    Candi ini merupakan salah satu monumen Budha yang terbesar. Tingginya dari kaki ke puncak stupa induk adalah 31,5 meter. Diduga, dalam bentuk aslinya, sebelum
    Message 1 of 1 , Mar 4, 2000
      Candi ini merupakan salah satu monumen Budha yang terbesar.
      Tingginya dari kaki ke puncak stupa induk adalah 31,5 meter.
      Diduga, dalam bentuk aslinya, sebelum puncak stupa itu runtuh,
      tingginya sekitar 40 meter. Lebar kakinya antara sudut-sudut
      besar adalah 113 meter. Sumbunya 123 meter.

      Bangunan ini terdiri dari 10 tingkat. Enam tingkat di bawah
      berbentuk persegi. Tiga teras lainnya berbentuk lingkaran.
      Relief-relief yang mengandung cerita merupakan rangkain relief
      yang terpanjang di dunia. terdiri dari 1.460 panel, yang luas
      permukaan seluruhnya adalah 1.900 meter persegi. Relief yang
      dekoratif ada 1212 buah, meliputi luas lebih dari 600 meter
      persegi. Arca Budha dalam bentuk patung penuh ada 504 buah.
      Stupa-stupa kecil ada 1.472 buah. Pancurannya ada 100 buah, dan
      ada 32 singa batu.

      Sampai kini, bangunan batu ini masih penuh misteri. Tidak
      diketahui pasti, siapa yang membangunnya. Yang jelas, candi ini
      dibangun pada sekitar tahun 800 Masehi, ketika Dinasti Sailendra
      berkuasa di Jawa. Dinasti ini mencapai zaman keemasannya pada
      sekitar tahun 750-850 Masehi. Tak ada sumber tertulis yang
      menjelaskan siapa pembangunnya.

      Menurut J.G. Casparis sesudah meneliti prasasti Karangan Tengah,
      berangka tahun 824 Masehi, pendiri Candi Borobudur adalah Raja
      Sailendra yang bernama Samarattungga, pada kira-kira tahun 824
      Masehi. Bangunan ini baru bisa diselesaikan oleh anaknya, Ratu
      Pramoawardhani. Rakyat sekitar candi ini punya cerita lain lagi.
      Menurut Sahibul Hikayat, yang membangun Candi Borobudur adalah
      seorang ahli bangunan bernama Gunadharma. Sekarang, ia
      beristirahat di puncak Pegunungan Menoreh, sambil mengawasi
      keadaan candi ciptaannya dari masa ke masa. Memang, kalau
      dilihat dari Candi Borobudur, bukit-bukit Pegunungan Menoreh ini
      mirip dengan wajah seseorang yang tidur terlentang di atas
      pegunungan.

      Tentu, ini hanya dongeng saja. Siapapun penciptanya, yang jelas,
      dia adalah seorang arsitek yang luar biasa, yang juga seorang
      filsuf, dan seorang insinyur. Bayangkan, candi ini dibangun
      dengan ukuran-ukuran yang menghasilkan angka-angka yang teratur.
      Di tingkat 'Arupadhatu', tiga teras yang berbentuk lingkaran,
      jumlah stupanya adalah 32, 24, dan 16. Atau perbandingannya
      adalah 4:3:2.

      Angka-angka tertentu di candi ini juga merupakan suatu
      perlambang. Misalnya, jumlah tingkatan di Borobudur semuanya ada
      10 tingkat. ( 1 +0 =1 ). JUmlah stupa di tingkat Arupadhatu yang
      di dalamnya ada patungnya adalah 32+24+16+1 =73 ( 7 +3 =10 --> 1
      +0 =1 ).

      Jumlah patung-pautng di Borobudur semuanya ada 505 buah, yang
      kalau dijumlah adalah ( 5 +0 +5 =10 --> 1 +0 =1 ).
      Angka 1 melambangkan sang Adhi Budha yang Maha Esa.

      Nama Borobudur sendiri, sampai sekarang masih menimbulkan tanda
      tanya. Tak ada prasasti atau dokumen yang menjelaskan apa arti
      kata Borobudur. Memang, dalam Kitab Negarakertagama karangan Mpu
      Prapanca, ada disebut kata budur untuk sebuah bangunan suci
      agama Budha aliran Wajradhara. Lalu, di sebelah timur candi ini,
      terdapat sebuah desa bernama desa Boro.

      Sebagian ahli lalu menduga, kata Borobudur merupakan gabungan
      antara kata Boro dan Budur. Tapi mereka tak bisa menemukan bukti
      yang bisa menjelaskannya. Sampai-sampai Raffles, gubernur
      jendral Inggris, yang juga pecinta ilmu pengetahuan, ikut
      penasaran dan mengumpulkan keterangan dari masyarakat setempat.
      Menurut mereka, kata budur berasal dari kata budo yang dalam
      bahasa Jawa berarti kuno. Zaman budo artinya zaman kuno. Jadi,
      Borobudur berarti 'Boro zaman kuno'. Ternyata hal ini tak ada
      hubungannya dengan Candi Borobudur. Raffles lalu mencari
      keterangan lain dan menemukan, konon, boro artinya agung, dan
      budur artinya Budha. Jadi Borobudur artinya Sang Budha yang
      Agung.

      Penjelasan ini agak masuk akal karena kata boro memang berasal
      dari bahasa Jawa Kuno, Bhara yang dapat berarti agung. Ahli
      lainnya bilang, kata Boro atau bara bersumber dari kata biara.
      Dari bahasa Sansekerta, vihara. Lalu digabungkan dengan kata
      budur yang artinya tonjolan, atau bukit. Kalau begitu,
      kesimpulannya, berarti nama Borobudur bukan nama resmi.
      Contohnya Candi Sewu. Nama resminya Manjusrigrha, atau Kediaman
      Dewa Manjusri. Sedangkan Borobudur tak punya nama resmi.

      Penjelasan-penjelasan ini tak ada yang memuaskan para ahli
      lainnya. Giliran seorang sarjana Belanda, Prof. J.C. de
      Casparis, yang jadi penasaran. Lalu mengadakan penelitian.
      Prasasti Kahulunan yang berangka tahun 842 Masehi, ia
      menyimpulkan, Borobudur adalah bangunan yang dalam prasasti itu
      disebut Bhumisambharabhudara, suatu bangunan suci untuk memuja
      nenek moyang. Sejauh mana kebenarannya, tak ada yang tahu pasti.

      Sampai saat ini belum ada ahli yang menemukan arti sebenarnya.
      Tapi tabir misteri soal arti nama dan tahun pembangunannya tidak
      mengurangi kekaguman bangsa lain akan hasil karya nenek moyang
      kita. Betapa tidak, bangunan Budha ini benar-benar khas
      arsitektur Indonesia, yang tak ada duanya di negara Budha
      lainnya. Buktinya, stupa, bangunan suci agama budha aslinya
      berbentuk kubah. Tapi stupa Borobudur bentuknya tidak seperti
      itu. Trus, stupa ini digabung dengan bangunan suci Indonesia
      asli, yaitu yang disebut punden berundak, artinya suatu bangunan
      sederhana berbentuk empat persegi yang berundak-undak atau
      bertingkat-tingkat. Bangunan ini sudah adasebelum agama Hindu
      masuk ke Indonesia.


      __________________________________________________
      Do You Yahoo!?
      Talk to your friends online with Yahoo! Messenger.
      http://im.yahoo.com
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.