Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Teori Terbaru Tentang Asal Mula Kehidupan

Expand Messages
  • Nur Agustinus
    Teori Terbaru Tentang Asal Mula Kehidupan Suara Karya, Rabu, 21 Febuari 2001 http://www.suarakarya-online.com/news.xtp?category_id=75&news_id=8864 Pakar-pakar
    Message 1 of 1 , Apr 1, 2001
    • 0 Attachment
      Teori Terbaru Tentang Asal Mula Kehidupan

      Suara Karya, Rabu, 21 Febuari 2001
      http://www.suarakarya-online.com/news.xtp?category_id=75&news_id=8864

      Pakar-pakar antariksa Amerika untuk pertama kalinya telahmembuktikan bahwa
      apabila bahan-bahan kimia sederhana ditaruh dalam lingkungan yang sama
      seperti yang terdapat di ruang angkasa yang sangat dingin dan tanpa bobot,
      bahan-bahan kimia itu secara otomatis akan membentuk bola-bola kecil yang
      kosong dan dinding bola-bola itu sangat mirip dengan lapisan membran yang
      terdapat dalam tiap sel semua mahkluk hidup yaitu manusia, hewan, dan
      tanaman.

      Hal itu menunjukkan bahwa proses kimia yang awal yang nantinya mungkin
      akan menjadi sumber atau cikal bakal kehidupan yang ada di Bumi ini
      kemungkinan besar terjadi di ruang angkasa. Kata Louis Alamandola, pakar
      NASA pada Ames Research Center di California, sel-sel kimia yang sangat
      kecil itu membutuhkan semacam bahan pelindung yang disebut membran guna
      melindungi kehidupan yang baru muncul.

      Kalau teori itu benar maka kehidupan jelas akan terdapat di banyak
      tempat lain di alam raya ini. Hasil penemuan baru ini adalah semacam
      petunjuk bagi jawaban atas pertanyaan yang sejak lama telah menggugah
      pikiran manusia yaitu tentang asal usul kehidupan. Teori yang paling masuk
      akal sampai sekarang adalah bahwa planet Bumi bermilyar tahun lalu kaya akan
      bahan-bahan kimia, baik yang sederhana yang kemudian membentuk
      senyawa-senyawa kimia yang lebih kompleks, maupun senyawa-senyawa kimia yang
      lebih rumit yang akhirnya membentuk organisme hidup yang mula-mula.

      Tapi, kata para pakar lagi, penemuan yang paling baru itu menunjukkan
      kehidupan malahan sudah dimulai lebih dini di alam raya lama sebelum
      terbentuknya planet-planet seperti Bumi kita ini. Kalau kondisi di
      planet-planet tadi bisa menunjang kehidupan maka implikasinya adalah bahwa
      bahan-bahan kimia sederhana tadi bisa menjadi bahan kimia senyawa yang lebih
      kompleks yang akhirnya berubah menjadi bentuk-bentuk kehidupan yang paling
      awal.

      Sampai sekarang belum ada pakar yang tahu pasti bagaimana mulainya
      kehidupan ini di Bumi. Tapi yang jelas, kata mereka, pada suatu tingkat
      perkembangan, munculnya dinding sel adalah suatu perkembangan yang sangat
      penting. Semua bentuk kehidupan yang ada di Bumi pada tingkatan paling dasar
      punya lapisan pelindung yang disebut membran yang melindungi proses kimia
      yang terjadi dan terdapat di dalam sel itu. Hanya karena adanya dinding
      pelindung itulah tiap sel bisa menciptakan energi.

      Uji Laboratorium

      Para pakar di lab. Astrokimia Ames di California itu menciptakan
      lingkungan yang mirip dengan kondisi yang terdapat di ruang angkasa hampa
      dimana suhu rata-rata berada pada 441 derajat F dibawah nol (-441xF), suatu
      kondisi yang mendekati suhu O mutlak (0xK = -273,15xC).

      Kedalam ruangan khusus itu dimasukkan bahan-bahan kimia dasar seperti
      air, metanol, amonia, dan gas karbon monoksida. semua bahan kimia dasar itu
      terdapat dapam partikel-partikel es yang berada dalam apa yang tampak
      seperti kabut tebal yang terdapat di antara bintang-bintang. Kemudian para
      pakar menyinari partikel-partikel es sederhana itu dengan sinar UV yang
      sangat kuat seperti yang dipancarkan oleh bintang yang terletak tidak jauh
      dari gumpalan awan es tebal tadi.

      Kalau bahan-bahan residu yang tertinggal dalam proses itu dicampur
      dengan air dan diletakkan dibawah lensa mikroskop tampaklah bintik-bintik
      kecil yang secara spontan berkelompok seperti busa sabun yang masing-masing
      punya dinding sel bagian dalam dan dinding bagian luar. Kata Jason, D pakar
      sains yang menulis laporan tentang eksperimen itu dalam majalah Proceedings
      of National Acsdemy of Science, sebagian dari bahan senyawa tadi ada yang
      sangat aktif sehingga bulatan sel-sel itu tampak bersinar. Itu berarti,
      katany sel-sel kimia tadi mampu mengubah energi yang berasal dari sinar UV
      sampai menjadi sinar yang bisa dilihat oleh mata.

      Tapi, kata Jason lagi, susunan senyawa kimia tadi belum bisa disebut
      hidup karena mereka tidak punya bahan-bahan genetika yang diperlukan untuk
      terus berevolusi. Saat ini, kata Jason lagi, kita baru saja mulai memahami
      bagaimana munculnya bentuk-bentuk senyawa yang berada dalam dunia mikro yang
      punya lapisan pelindung. Susunan kimia yang terdapat dalam butir-butir es
      yang ada di sekitar bintang-bintang besar sangat mirip dengan bahan-bahan
      kimia yang ditemukan dalam sebuah batu meteorit yang jatuh di Australia.

      Karena itu muncul teori yang mengatakan bahwa bahan-bahan kimia
      sederhana yang terdapat di Bumi dulu kemungkinan berasal dari ruang angkasa
      dan tiba di Bumi dengan menumpang komet, asteroid, atau sampah antariksa
      lainnya yang sampai sekarangpun masih terus menghujani Bumi. Kalau itu yang
      terjadi, kata pakar sains Louis A, cikal bakal kehidupan yang sama juga
      sedang menghujani planet-planet yang baru terbentuk. Dan pada suatu hari
      nanti manusia akan bisa berjumpa dengan saudara-saudara mereka yang hidup
      dan berasal dari bagian lain di alam raya ini. (A Surahman)
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.