Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Pujian dan Adorasi - Kamis, 25 Agustus 2011

Expand Messages
  • Yulia
      Saudara-saudariku terkasih dalam Yesus Kristus,   marilah kita kembali berkumpul dan bersama-sama memuji serta menyembah DIA yang telah memberikan
    Message 1 of 1 , Aug 23, 2011
    • 0 Attachment
       
      Saudara-saudariku terkasih dalam Yesus Kristus,

       

      marilah kita kembali berkumpul dan bersama-sama memuji serta menyembah DIA yang telah memberikan hatiNYA yang Mahakudus kepada kita; mari kita menanggapi curahan kasihNYA dalam Pujian dan Adorasi yang akan diadakan pada :

       

      Hari, tgl           : Kamis, 25 Agustus 2011

      Jam                 : pk 19:30 WIB - selesai

      Tempat           : Kapel (lantai 2) Gereja BHK Kemakmuran

                                Jl. Hasyim Ashari 28 Jakarta 10130

                                (dr Harmoni arah ke Roxy; depan Merlyn Hotel).

       

       

      Pandanglah HatiKu ini, yang begitu mengasihi manusia,
      tetapi manusia tidak mau balas mengasihi-Ku.
      Melalui engkau, Hati IlahiKu berharap
      untuk menyebarkan kasih-Nya ke segenap penjuru dunia.
      ~ Yesus kepada St. Margareta Maria Alacoque
       

       

      Jangan lewatkan kesempatan indah ini. Ajaklah dan forwardkan undangan ini kepada teman-teman yang lain .

       

      Tuhan memberkati.

       

      a.n. Komunitas Emmanuel

       
      ==============================
       

      Puji-pujian

      adalah luapan sukacita kita di hadapan Sang Pencipta. Saat puji-pujian, kita mengungkapkan rasa syukur kita karena Allah telah menciptakan kita dengan penuh cinta. Puji-pujian adalah tanggapan (jawaban) alamiah manusia yang mengalami hadirat Allah dalam hidupnya. Puji-pujian sendiri adalah sebuat doa di mana kita mengagumi sifat-sifat Allah dan kita menyanyikan doa tersebut.

       

      Adorasi

      adalah suatu sikap hati di mana kita mau secara sungguh-sungguh menyatakan bahwa kita mencintai Yesus, bahwa kita mau membalas cinta yang telah Ia berikan pada kita. Adorasi tidak membutuhkan apapun selain penyerahan seluruh diri kita. Tubuh dan hati kita

       
      =========================================
       
      25 Agustus
       St. Louis (Ludowikus) IX

       
      St. Louis IX dari PerancisLouis dilahirkan pada tanggal 25 April 1214. Ayahnya adalah Raja Louis VIII dari Perancis dan ibunya adalah Ratu Blanka. Menurut cerita, ketika Pangeran Louis masih kecil, ibunya memeluknya erat-erat. Katanya, “Aku mengasihimu, puteraku terkasih, dengan cinta kasih sebanyak yang dapat diberikan seorang ibu. Tetapi, aku lebih suka melihatmu mati di bawah kakiku daripada melihatmu melakukan suatu dosa besar.” Louis tidak pernah melupakan kata-kata ibunya itu. Ia menghargai iman Katoliknya juga didikan yang diberikan kepadanya. Ketika usianya dua belas tahun, ayahnya meninggal dunia dan ia menjadi raja. Ratu Blanka memerintah hingga puteranya genap duapuluh satu tahun.

       
      Louis menjadi seorang raja yang mengagumkan. Ia menikah dengan Margaret, puteri seorang pangeran. Mereka saling mengasihi satu sama lain. Mereka dikarunia sebelas putera puteri. Louis seorang suami dan ayah yang baik. Dan selama ibunya, Ratu Blanka, hidup, ia menunjukkan sikap hormat kepadanya. Bagaimana pun sibuknya dia, Louis selalu menyempatkan diri untuk ikut ambil bagian dalam Misa Harian dan mendaraskan Doa Ofisi. Ia anggota Ordo Ketiga Fransiskan dan hidup sederhana. Ia murah hati serta adil. Ia memerintah rakyatnya dengan bijaksana, belas kasihan dan dengan menerapkan prinsip-prinsip Kristiani sejati. Ia hidup sesuai dengan keyakinannya sebagai seorang Katolik. Ia tahu bagaimana melerai perdebatan dan perselisihan. Ia mendengarkan mereka yang miskin dan terabaikan. Ia menyediakan waktu bagi siapa saja, tidak hanya bagi mereka yang kaya serta berpengaruh. Ia memajukan pendidikan Katolik dan mendirikan biara-biara.

       
      Seorang sejarawan, Joinville, menulis mengenai riwayat hidup St. Louis. Ia mengenang bahwa ia mengabdi raja selama duapuluh dua tahun lamanya. Setiap hari ia ada dekat raja. Dan sepanjang masa itu, ia dapat mengatakan bahwa tidak pernah sekali pun ia mendengar Raja Louis menyumpah atau mengucapkan kata-kata yang tidak sopan. Demikian juga raja tidak mengijinkan kata-kata demikian diucapkan dalam istananya.

       
      St. Louis merasa bahwa merupakan suatu kewajiban penting baginya menolong umat Kristiani yang menderita di Tanah Suci. Ia ingin ikut ambil bagian dalam Perang Salib. Dua kali ia memimpin pasukan berperang melawan bala tentara Turki. Dalam peperangannya yang pertama, ia tertawan. Tetapi, bahkan dalam penjara sekali pun, ia bersikap sebagai seorang ksatria Kristiani sejati. Ia gagah berani dan berbudi luhur dalam segala sikapnya. Louis kemudian dibebaskan dan kembali ke Perancis untuk mengurus kerajaannya. Tetapi, begitu ada kesempatan, ia mulai berangkat lagi ke medan perang untuk melawan musuh iman. Namun demikian dalam perjalanan, raja yang sangat dicintai rakyatnya itu terjangkit demam tipus. Beberapa jam menjelang kematiannya, ia berdoa, “Tuhan, sebentar lagi aku memasuki rumah-Mu, bersembah sujud di Bait-Mu yang kudus, serta memuliakan Nama-Mu.” St. Louis wafat pada tanggal 25 Agustus tahun 1270. Usianya limapuluh enam tahun. St. Louis dinyatakan kudus oleh Paus Bonifasius VIII pada tahun 1297.

       
      “Bermurah-hatilah terhadap mereka yang miskin, kurang beruntung dan menderita. Berikan kepada mereka bantuan serta penghiburan sebanyak yang kamu mampu.” ~ St. Louis


       
         25 Agustus
       St. Yosef dari Calasanz

       
      St. Yosef dari CalasanzYosef dilahirkan pada tahun 1556 di kastil ayahnya di Spanyol. Ia kuliah dan menjadi seorang pengacara. Pada usia duapuluh delapan tahun, Yosef ditahbiskan sebagai imam. Pastor Yosef diserahi jabatan-jabatan penting dan ia melaksanakan tugas-tugasnya itu dengan baik. Namun demikian, ia merasa bahwa Tuhan memanggilnya untuk melakukan suatu karya istimewa bagi anak-anak miskin di Roma. Taat pada panggilan Tuhan, Pastor Yosef meninggalkan segala yang ia miliki di Spanyol dan pergi ke Roma. Di sana, hatinya tergerak oleh belas kasihan kepada anak-anak yatim piatu dan anak-anak gelandangan yang ia jumpai di mana-mana. Mereka diacuhkan serta diterlantarkan. Pastor Yosef mulai mengumpulkan mereka dan mengajarkan semua mata pelajaran umum kepada mereka, terutama tentang iman. Para imam yang lain mulai bergabung dengannya. Tak lama kemudian Pastor Yosef telah menjadi pemimpin dari suatu ordo religius baru. Tetapi, ia tak pernah membiarkan tugas-tugasnya sebagai pendiri dan pemimpin biara membuatnya berhenti mengajar anak-anak yang dikasihinya. Ia bahkan menyapu lantai kelas sendiri. Seringkali ia mengantarkan anak-anak yang kecil pulang ke rumah mereka ketika jam pelajaran telah usai.

       
      St. Yosef harus mengalami banyak penderitaan karena ulah beberapa orang yang hendak mengambil alih ordonya. Mereka ingin mengelolanya sesuai dengan cara mereka. Suatu ketika ia bahkan diarak di jalan-jalan bagaikan seorang tahanan. Ia nyaris dijebloskan ke dalam penjara, meskipun imam yang baik ini tidak melakukan kesalahan apapun. Ketika umurnya sembilanpuluh tahun, Pastor Yosef menerima kabar yang sangat menyedihkan. Ordonya dilarang terus berkarya. Namun demikan, menanggapi tragedi tersebut Pastor Yosef hanya mengatakan, “Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil; terpujilah nama-Nya. Karyaku diselenggarakan semata-mata karena cinta kepada Tuhan.”

       
      Dua tahun kemudian, yaitu pada tahun 1648, orang kudus ini wafat dalam tenang dan damai. Usianya sembilanpuluh dua tahun. Beberapa tahun sesudah wafatnya, ordonya, Ordo Imam-imam Piarist, diijinkan untuk melanjutkan kembali karya St. Yosef yang mengagumkan. St. Yosef dinyatakan kudus oleh Paus Klemens XIII pada tahun 1767 dan dinyatakan sebagai santo pelindung sekolah-sekolah Kristen pada tahun 1948 oleh Paus Pius XII.

       
      “Siapa yang bertanggung jawab mengajar haruslah dikarunia kasih-sayang yang mendalam, kesabaran yang besar, dan terutama, kerendahan hati yang luar biasa.”  ~ St. Yosef dari Calasanz
       
       
      “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Pauline Books & Media.”
       
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.