Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

NII Al Zaytun dengan Gontor Ponorogo

Expand Messages
  • Gatot Subroto Sawung Rono
    Sehubungan dengan apa yang dimuat dalam Majalah Al Zaytun, edisi II bulan Februari 2000 yang menyatakan adanya kesan hubungan dan keterkaitan yang erat antara
    Message 1 of 1 , Jan 5, 2003
      Sehubungan dengan apa yang dimuat dalam Majalah Al
      Zaytun, edisi II bulan Februari 2000 yang menyatakan
      adanya kesan hubungan dan keterkaitan yang erat antara
      Pondok Pesatren Al Zaytun dengan Pondok Modern Gontor.
      Dan juga informasi dari mulut ke mulut oleh
      ikhwan-ikhwan AL Zaytun, yang menyatakan tentang
      adanya kerja sama untuk mengelola Ma'had Al Zaytun,
      Haurgelis Indramayu, dengan para Asatidz Pondok Modern
      Gontor. Demikian pula halnya kabar tentang rutinitas
      kunjungan Pimpinan Pondok Modern Gontor, KH. Abdullah
      Syukri Zarkasyi ke ma'had Al Zaytun, setiap tiga bulan
      sekali.

      Saya sempat melakukan konfirmasi langsung dengan K.H.
      Abdullah Syukri Zarkasyi, Pimpinan Pondok Modern
      Gontor Ponorogo Jawa Timur. Selain bertujuan untuk
      mendapatkan data diri AS (Abdul Salam) Panji Gumilang,
      sebagai alumnus Pondok Modern Gontor, melalui Buku
      Induk Santri Pondok Modern Gontor. Maka saya juga
      berkepentingan untuk memperoleh konfirmasi dan
      penjelasan secara langsung dari pihak yang berkompeten
      di Pondok Modern Gontor tersebut, yakni K.H. Abdullah
      Syukri Zarkasyi. Sehubungan dengan kuat dan santernya
      berita dari mulut ke mulut, tentang kesepakatan adanya
      kerja sama Pondok Modern Gontor dengan Al Zaytun
      tersebut, serta terjalinnya hubungan mesra yang sudah
      lama berlangsung antara KW IX dengan Pondok Modern
      Gontor, melalui pembinaan terhadap santri putri
      kalangan KW IX, termasuk anak dari Abu TOTO Abdul
      Salam Panji Gumilang sendiri, sejak sekitar tahun
      1991/1992, di Pondok Pesantren Putri Mantingan.

      Jawaban Pimpinan Pondok Modern Gontor, KH Abdullah
      Syukri Zarkasyi dan para Asatids, ternyata sangat
      membingungkan saya. Karena sangat bertolak belakang
      dan bertentangan dengan kabar yang disebarkan oleh
      ikhwan-ikhwan AL Zaytun. Bahkan para Asatidz Pondok
      Modern Gontor tersebut dengan sangat antusias
      mencarikan bukti data diri Abdul Salam Panji Gumilang
      bin Rosyidi tersebut, melalui Buku Induk Santri.
      Menurut para Asatidz Pondok Modern Gontor, sekitar
      sebulan lalu (sekitar bulan September) para pimpinan
      pondok telah melakukan musyawarah untuk membahas
      adanya issue yang disebarkan oleh saudara-saudara muda
      Al Zaytun tersebut. Dan kesimpulannya, Pondok Modern
      Gontor harus melakukan "counter-attact" dengan cara
      yang sama, atas tersebarnya issue yang merugikan
      tersebut. Artinya, para asatidz dan eksponen Pondok
      Modern Gontor, tidak saja menolak dan membantah atas
      beredarnya issue kerja sama dengan AL Zaytun dan
      menghimbau masyarakat agar tidak memasukkan
      putra-putrinya ke Ma'had Al Zaytun.

      Dalam kesempatan konfirmasi saya dengan Pimpinan
      Pondok Modern Gontor, KH Abdullah Syukri Zarkasyi,
      beliau dengan tegas dan berulang-ulang menyatakan
      bahwa "Tidak ada kerjasama dengan Al Zaytun". Dia
      mengakui, memang dulu pernah diundang oleh beberapa
      alumnus Gontor yang taat bergabung dengan Al Zaytun,
      yang seingat dia, alumnus tersebut bernama ZAINAL
      ARIFIN, agar bersedia untuk malakukan kunjugan ke
      Ma'had Al Zaytun. Namun, menurut KH Abdullah Syukri
      Zarkasyi, saat itu dia datang ke Ma'had Al Zaytun
      tersebut, di sana masih belum ada santri sama sekali.
      Dan yang pertama kali ditanyakan oleh beliau saat itu
      kepada saat itu kepada Zainal Arifin, adalah masalah
      dana (pertanyaan klasik). Ketika beliau menanyakan
      tentang dari mana asal usul dana untuk membangun
      semuanya ini ? Zainal Arifin menjawab : Ini semua dari
      Allah (smart solution...)

      Munurt KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, jawaban ini tidak
      transparan, sehingga dia menanyakan lebih jelas lagi :
      "iya dari Allah, tetapi melalui siapa ?" Karena Zainal
      Arifin terdiam tidak mau menjawab pertanyaan Bapak Kyi
      Haji Abdullah Syukri Zarkasyi, lantas dia menimpali :
      "Bagaimana kalian ini, dengan mantan gurunya sendiri
      ndak mau terbuka" (dalam hati saya, ngapain terbuka
      ama orang di luar NII, mereka semua kan sesat. Kacian
      tertipu lu, dasar Kyai Gontor Bangsat !!!). Akhirnya
      masih menurut penuturan beliau : "Saya lantas
      berfikir, ini pasti ada yang tidak beres". Saya ndak
      cocok dan tidak suka dengan hal-hal yang tidak jelas.
      Memang saat itu mereka mengusulkan kepada saya, supaya
      Gontor bersedia membantu. Dan saya jawab, silahkan
      kalian datang ke Gontor dan mari kita bicarakan, namum
      sampai sekarang tidak satupun mereka yang datang. Dan
      Abu Toto pun pernah datang ke sini (Gontor), tapi
      tidak menemui saya, ntah menemui siapa ...???

      Tapi yang jelas, memang banyak beberapa alumnus Gontor
      yang mengabdi di Al Zaytun, lantas mereka ini dikasih
      uang 200 ribuan setiap kali datang, dan mereka senang
      sekali, karena kalau di Gontor nggak mungkin ada yang
      mau ngasih uang, malah disuruh nyumbang, (BAH, sialan
      Gontor !!!). Dan mereka ini mau datang ke Al Zaytun
      bukan untuk menyampaikan ilmu dan aqidah, tetapi
      semata-mata karena jabatan "mudabbir" di Al Zaytun,
      otomatis gajinya juga oke. Kalo mengabdi di Gontor,
      dapet gaji apaan, paling cuman barak penampungan yang
      kumuh, jatah makan tempe dan ikan asin doang (kapan
      orang Islam akan jaya, kalo kayak gitu terus ...
      contoh itu Zaytun, makan daging dan susu terus !!!).

      Orang seperti ini tentu tidak bisa dicegah, bagaimana
      mencegahnya. Yaah wajarlah kalau di antara alumnus
      banyak yang nakal. Tapi sebagian mereka sekarang sudah
      keluar dari sana, dan banyak juga santri dari Zaytun
      pindah ke Gontor. Tentang anak-anak di Pesantren Putri
      Mantingan yang eks Zaytun, kebanyakan mereka itu
      nakal-nakal dan binal, mereka biasa mencuri dan
      berzina sesama, akhirnya kita keluarkan. Maklumlah
      aqidah di Al Zaytun, hal-hal seperti itu kan
      dihalalkan ....na'udhulibillahi min ndalik.

      Jadi kalau ada yang mengatakan saya sering ke AL
      Zaytun, dan bahkan sering secara rutine setiap tiga
      bulan sekali ... yaa tafsirkan sendiri. Saya ke sana
      cuman sekali saja, itupun ketika masih belum ada
      santrinya. Kalau persoalan nama Gontor dikait-kaitkan,
      saya kira bukan cuman Al Zaytun saja, yang lainnya
      juga banyak. Jawab saja pakai mulut, entar masyarakat
      juga percaya, masyarakat kita kan gampang dibodohi.



      Do you Yahoo!?
      Yahoo! Mail Plus - Powerful. Affordable. Sign up now
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.