Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: MARS, O MARS !

Expand Messages
  • goteng
    Indah, artikel yg bagus, saya sangat menikmati bacaan ini. Thanks for writing :) Jeff ... segede ... tanggal 28 ... nyatanya ... gue ... bisa ... media ...
    Message 1 of 8 , Sep 2, 2003
    • 0 Attachment
      Indah, artikel yg bagus, saya sangat menikmati bacaan ini.
      Thanks for writing :)

      Jeff
      --- In astro_indonesia@yahoogroups.com, indah ip <besji@t...> wrote:
      > MARS, O MARS !
      > Oleh Indah IP (indahip@c...)
      >
      >
      >
      > "Ternyata, planet yang digembar-gemborkan segede bulan itu cuma
      segede
      > kepala jarum pentul ya, Ndah !", demikian sms seorang teman
      tanggal 28
      > Agustus lalu. Dia kecewa dan bingung dengan pemberitaan di berbagai
      > media yang sempat mengesankan akan ada bulan kembar di langit,
      nyatanya
      > tidak.
      >
      > Ketika pagi itu saya sampai di kantor, hampir semua orang yang saya
      > temui di lobi, di lift, di selasar, di mana-mana tidak lepas dari
      > pembicaraan tentang planet merah yang cantik malam sebelumnya.
      > Menuju toilet, seorang rekan yang lain sempat nyeletuk, "Waah,..
      gue
      > lupa ngintip Mars semalam !! yaaaahhh,… 60.000 tahun lagi deh baru
      bisa
      > lihat lagiii,…".
      >
      > Sejak satu bulan terakhir hingga puncaknya tanggal 27 Agustus 2003,
      > bahkan sampai hari ini, masyarakat dibombardir dengan informasi
      media
      > cetak maupun cyber tentang munculnya fenomena alam yang langka
      terjadi.
      > Ada yang berharap terlalu besar namun akhirnya kecewa karena tidak
      > sesuai dengan yang dibayangkan. Ada yang berbondong-bondong
      memenuhi
      > Planetarium dan Observatorium Bosscha, berharap punya kesempatan
      > menyaksikannya namun akhirnya pulang dengan kecewa karena terjebak
      macet
      > atau tidak berhasil menyelinap di balik penuh sesaknya lokasi
      tersebut.
      >
      > Sebetulnya kemarin-kemarin saya tidak terpikir membuat tulisan ini.
      > Nggak percaya diri mungkin, bahasa kerennya. Tapi seseorang
      mendorong
      > saya melakukannya. Apabila tulisan ini selesai juga, selain karena
      > dorongan tadi, mungkin karena saya berharap tulisan ini memberikan
      > sedikit manfaat, mengurangi sedikit kekecewaan atau menghapuskan
      sedikit
      > rasa penasaran yang sempat ada di hati kita semua.
      >
      > Sebagai catatan, informasi yang akan saya ungkapkan sebetulnya
      adalah
      > juga informasi yang bisa kita jumpai dengan mudah di berbagai
      media,
      > tapi mungkin kita tidak sempat atau tidak punya waktu untuk sedikit
      > merangkum dan merenunginya.
      >
      > Hal pertama yang ingin saya kemukakan adalah email-email yang
      beredar di
      > berbagai mailing list maupun email-email pribadi. Kalau dihitung-
      hitung,
      > kemarin ini ada sekitar 20-an lebih email yang menyelinap ke
      mailbox
      > saya dengan subjek sama "Mars Will Appear as Big As The Moon!" atau
      > "Bulan Kembar di Bulan Agustus!". Beberapa email bersubjek serupa
      bahkan
      > menyarankan dengan sangat untuk jangan lupa mengajak ibu, bapak,
      kakek,
      > nenek, teteh, adik dan cucu menyaksikan bulan kembar tersebut. Bisa
      > dibayangkan bagaimana setiap orang menjadi penasaran dan sangat
      ingin
      > tahu apakah benar ada dua bulan kembar di langit ? Sampai-sampai
      ada
      > seorang rekan yang sempat melontarkan kekhawatirannya akan kiamat
      kalau
      > memang fenomena dahsyat itu betul-betul terjadi ! Wow !
      >
      > Tentang Oposisi Mars
      > Berdasarkan informasi yang saya ketahui, apa yang terjadi tanggal
      27
      > Agustus 2003 lalu adalah peristiwa oposisi Planet Mars. Artinya
      > Mars-Bumi-Matahari sejajar apabila dilihat dari atas. Dan
      peristiwa ini
      > sesungguhnya terjadi secara alamiah setiap 26 bulan atau 2 tahun 2
      > bulan. Yang istimewa kali ini, tepat pada tanggal tersebut jarak
      antara
      > Bumi dan planet merah ini akan mencapai minimum, yaitu 55,758 juta
      km,
      > di mana ini adalah jarak terdekat Bumi-Mars setelah 59.619 tahun.
      Dengan
      > demikian Mars terlihat maksimum dari bumi, bermagnitudo -2,9
      (magnitudo
      > = kecemerlangan semu objek langit — semakin kecil magnitudo,
      semakin
      > jelas objek tersebut terlihat) dan akan sangat jelas jika diamati
      lewat
      > teleskop. Dengan perbesaran sebesar 75 kali, bentuk Mars akan
      terlihat
      > bulat penuh seperti purnama (lingkaran sempurna, berbeda dengan
      beberapa
      > minggu sebelumnya, di mana Mars tampak sedikit peang karena ada
      sebagian
      > permukaan Mars yang tidak menghadap ke Bumi apabila diamati lewat
      > teleskop). Tepatnya saya kutip satu kalimat dalam email-email yang
      > beredar luas, "..At a modest 75-power magnification Mars will look
      as
      > large as the full moon to the naked eye ".Nah, informasi ini yang
      > mungkin terlewat oleh kita sehingga begitu saja mempersepsikan
      akan ada
      > bulan kembar di langit Agustus yang bisa dilihat dengan mata
      telanjang.
      >
      > Keistimewaan lain dari peristiwa oposisi Mars juga karena momen ini
      > digunakan oleh NASA sebagai saat untuk mengirimkan wahana antariksa
      > untuk mempelajari Mars. Diharapkan akhir tahun ini dan awal tahun
      depan
      > kita akan mulai memanen data dari mereka.
      >
      > Kalau tidak sempat menyaksikannya tanggal 27 Agustus 2003 lalu,
      jangan
      > khawatir dan kecewa kehilangan Mars, karena Mars tidak cuma muncul
      satu
      > hari itu saja, kita masih bisa menikmatinya hari ini, besok, lusa,
      > minggu-minggu depan, bulan depan, sampai betul-betul tidak
      terlihat dari
      > langit dengan mata telanjang secara bertahap.
      >
      > Tentang warna Mars yang tidak betul-betul merah
      > Sepulang kantor, tanggal 27 Agustus 2003 malam, Mars terlihat
      cantik
      > sekali di langit. Mungkin mengalahkan cemerlang Jupiter yang
      selalu saya
      > amati dari atas ojek, hampir setiap pulang kerja. Sempat terlintas
      untuk
      > pergi ke Planetarium, TIM, tapi urung. Beberapa sms dan telepon
      dari
      > teman mengabarkan situasi sangat berdesak-desakan dan penuh. Yang
      > menyedihkan, pecahnya kaca partisi ruang di lantai dua, retaknya
      > pertemuan dinding dengan lantai tangga menuju kubah lantai 3,
      rusaknya
      > keramik dan lantai salah satu anak tangga yang mengakibatkan tiang
      > railing longgar tertancap dan hilangnya beberapa properti
      Planetarium
      > yang berharga. Keingintahuan masyarakat dan rasa penasaran memang
      tidak
      > terhindarkan.
      >
      > Walhasil, saya memutuskan langsung pulang ke rumah dan mengajak
      ayah,
      > ibu serta adik saya menyaksikan keindahan itu dari balik pagar!
      Ternyata
      > nggak kalah asiknya lho. Pengalaman tersendiri menikmati planet
      merah
      > itu begitu terang benderang dan menjadi satu-satunya benda langit
      paling
      > menonjol meski tidak menggunakan teleskop.
      >
      > Tapi kenapa warnanya tidak semerah minggu sebelumnya ya? Selama
      ini Mars
      > dijuluki planet merah karena batuan dan tanah permukaannya
      mengandung
      > mineral besi seperti karat sehingga warna permukaannya terlihat
      oranye
      > kemerahan. Pada tanggal 27 Agustus 2003, karena posisi dekatnya
      yang
      > saat itu sejajar dengan bumi dan matahari, pantulan sinar matahari
      pada
      > wajah mars membuat warnanya cenderung lebih putih.
      >
      > Menyambung serunya momen itu, seorang rekan keesokan harinya
      menelepon
      > dan menyampaikan bahwa semalam ia sempat dibentak oleh beberapa
      orang
      > ketika sedang mengatur posisi teropong. "Eh,..si mbak ngapain sih
      nih,..
      > menghalangi aja, minggir dong!". Beberapa orang tampak tidak sabar
      > dengan situasi. Padahal teman saya tersebut adalah salah satu
      pemilik
      > teropong yang ada. Begitulah sebagian kehebohan malam bersejarah
      itu.
      >
      > Mungkin kondisi ini bisa jadi masukan bagi berbagai media agar di
      masa
      > datang bisa memberikan pemberitaan berimbang, khususnya dalam hal
      > penyampaian, sehingga hal yang simpang siur & membuat heboh
      seperti ini
      > bisa diantisipasi.
      >
      >
      > Tentang pengaruh yang mungkin terjadi
      > Ada satu sms yang bertanya akankah peristiwa ini besar pengaruhnya
      > terhadap energi dan memberikan pengaruh khusus bagi bumi atau
      manusia?
      > Ada juga email yang menyatakan di India konon menurut takhyul,
      kejadian
      > seperti ini adalah pertanda bencana, sementara di barat sana,
      dianggap
      > pertanda bangkitnya romantisme para lelaki (men are from mars and
      women
      > are from venus). Dan masih banyak lagi. Mungkin pemberitaan di
      mana-mana
      > sempat membuat sebagian orang panik dan bertanya-tanya apakah
      sangat
      > besar pengaruhnya terhadap alam semesta.
      >
      > Dari informasi yang sempat saya tangkap, secara khusus tidak ada
      > pengaruhnya. Mungkin kira-kira hampir sama dengan ketika terjadi
      > peristiwa bulan purnama, di mana gravitasi meningkat, menyebabkan
      air
      > laut pasang. Namun magnitud dari efek kali ini sangat-sangat kecil
      > dibandingkan dengan bulan, sehingga praktis tidak akan terasa pada
      bumi
      > secara fisik. Jadi efek pasang (high tide) tidak akan terukur dari
      bumi
      > secara praktis.
      >
      >
      > Yang luput dari perhatian
      > Satu hal, perhatian kita sangat tersita oleh kehadiran Mars
      sehingga
      > melupakan dua peristiwa menarik yang juga sedang terjadi di saat
      hampir
      > bersamaan di bulan Agustus ini, yaitu kesempatan menyaksikan hujan
      > meteor Perseid sekitar 60 buah per jam, di mana puncaknya tanggal
      13
      > Agustus 2003 sampai dengan kira-kira 5 hari setelahnya dan
      kehadiran
      > Planet Uranus yang menemani Planet Mars purnama tanggal 27-29
      Agustus
      > 2003 (hal ini tidak terlihat mata telanjang, dengan teleskop pun
      sangat
      > kecil dan sulit di cari karena jaraknya yang jauh).
      >
      > Bagi saya pribadi, peristiwa ini menunjukkan betapa ada kekuatan
      lain
      > yang Maha di balik semuanya. Mengamati semesta, memunculkan rasa
      kagum
      > yang tidak habis-habisnya. Betapa semua telah diciptakan dan
      diaturNya
      > dengan harmonis dan indah. Refleksi akhirnya adalah rasa syukur
      yang tak
      > putus. Allahu Akbar. Allah Maha Besar.
      >
      > Nah, akhirnya tulisan ini selesai juga. Semoga bisa memberikan
      manfaat
      > walau sedikit, bisa menyederhanakan yang sebelum-sebelumnya
      terlihat
      > rumit dan membingungkan, bisa membuka wawasan.
      >
      > Saya sadar akan pengetahuan yang terbatas dan tidak luput dari
      salah dan
      > khilaf. Tidak ada sedikitpun niat untuk menggurui siapa-siapa.
      Terima
      > kasih kepada seseorang yang berhasil menggelitik keinginan menulis
      saya,
      > yang mengakibatkan semalaman suntuk nggak bisa tidur menimbang-
      nimbang,
      > mengumpulkan keberanian sampai akhirnya memutuskan untuk coba
      memencet
      > tuts-tuts keyboard ini hingga tuntas.
      >
      > Tulisan ini lebih sebagai keinginan untuk sekedar berbagi,
      semampunya,
      > merangkum yang mungkin sempat terlewat. Bagaimanapun kebenaran
      hanya
      > pada Allah. Wallahualam.
      >
      >
      > Situs tentang Mars
      > Bagi yang masih penasaran dengan Mars, berikut ini adalah beberapa
      situs
      > yang juga merupakan sumber dari tulisan ini :
      >
      > Situs milik Julianto
      > http://www.julianto.net
      >
      > Observatorium Bosscha live on internet
      > http://bosscha-live.ai3.itb.ac.id/index.htm
      >
      > Situs web milik Ferry M. Simatupang
      > http://www.as.itb.ac.id/~ferry/Articles/Mars2003/Mars2003.html
      >
      > Hubble Site
      > http://hubblesite.org/newscenter/archive/1997/23/
      >
      >
      > Selain dari situs-situs di atas, sumber tulisan ini juga merupakan
      hasil
      > diskusi dengan rekan-rekan HAAJ (Himpunan Astronomi Amatir Jakarta)
      > dalam beberapa pertemuan di Planetarium, TIM, Jakarta dan mailing
      list
      > tentang astronomi (haaj84@yahoogroups.com,
      > astro_indonesia@yahoogroups.com).
      >
      >
      > 30 Agustus 2003
    • wiwien wibisono
      Fenomena Mars di bulan Agustus memang heboh , informasi yg diberikan memang sepotong2 sehingga perkataan sebesar bulan menjadi daya tarik orang awam untuk
      Message 2 of 8 , Sep 2, 2003
      • 0 Attachment
        Fenomena Mars di bulan Agustus memang heboh , informasi yg diberikan memang sepotong2 sehingga perkataan "sebesar bulan" menjadi daya tarik orang awam untuk berjubel mengikuti fenomena langka ini , jika ada yang kecewa (termasuk saya) ya kita bisa maklum. Tapi keramaian ini membuktikan bahwa kita manusia sudah mulai merasa kesepian di angkasa raya yang luas ini , kita menantikan teman lain yang datang dari luar , kita merindukan pesan bahwa ada sesuatu di luar sana dengan berharap cemas , ada ngga ya? Kita cuma bisa menunggu. Akhir kata semoga fenomena ini membangkitkan minat banyak orang terhadap dunia astronomi di Indonesia.
        NB: Ketika melihat Mars di halaman kost saya , sebagai orang awam saya bertanya dalam hati , apa yang akan terjadi jika Mars benar2 bisa dilihat sebesar bulan dengan mata telanjang? 

        indah ip <besji@...> wrote:
        MARS, O  MARS !
        Oleh Indah IP (indahip@...)
         
         

        �Ternyata, planet yang digembar-gemborkan segede bulan itu cuma segede kepala jarum pentul ya, Ndah !�, demikian sms seorang teman tanggal 28 Agustus lalu. Dia kecewa dan bingung dengan pemberitaan di berbagai media yang sempat mengesankan akan ada bulan kembar di langit, nyatanya tidak.

        Ketika pagi itu saya sampai di kantor, hampir semua orang yang saya temui di lobi, di lift, di selasar, di mana-mana tidak lepas dari pembicaraan tentang planet merah yang cantik malam sebelumnya.
        Menuju toilet, seorang rekan yang lain sempat nyeletuk, �Waah,.. gue lupa ngintip Mars semalam !! yaaaahhh,� 60.000 tahun lagi deh baru bisa lihat lagiii,��.

        Sejak satu bulan terakhir hingga puncaknya tanggal 27 Agustus 2003, bahkan sampai hari ini, masyarakat dibombardir dengan informasi media cetak maupun cyber tentang munculnya fenomena alam yang langka terjadi. Ada yang berharap terlalu besar namun akhirnya kecewa karena tidak sesuai dengan yang dibayangkan. Ada yang berbondong-bondong memenuhi Planetarium dan Observatorium Bosscha, berharap punya kesempatan menyaksikannya namun akhirnya pulang dengan kecewa karena terjebak macet atau tidak berhasil menyelinap di balik penuh sesaknya lokasi tersebut.

        Sebetulnya kemarin-kemarin saya tidak terpikir membuat tulisan ini. Nggak percaya diri mungkin, bahasa kerennya. Tapi seseorang mendorong saya melakukannya. Apabila tulisan ini selesai juga, selain karena dorongan tadi, mungkin karena saya berharap tulisan ini memberikan sedikit manfaat, mengurangi sedikit kekecewaan atau menghapuskan sedikit rasa penasaran yang sempat ada di hati kita semua.

        Sebagai catatan, informasi yang akan saya ungkapkan sebetulnya adalah juga informasi yang bisa kita jumpai dengan mudah di berbagai media, tapi mungkin kita tidak sempat atau tidak punya waktu untuk sedikit merangkum dan merenunginya.

        Hal pertama yang ingin saya kemukakan adalah email-email yang beredar di berbagai mailing list maupun email-email pribadi. Kalau dihitung-hitung, kemarin ini ada sekitar 20-an lebih email yang menyelinap ke mailbox saya dengan subjek sama �Mars Will Appear as Big As The Moon!� atau �Bulan Kembar di Bulan Agustus!�. Beberapa email bersubjek serupa bahkan menyarankan dengan sangat untuk jangan lupa mengajak ibu, bapak, kakek, nenek, teteh, adik dan cucu menyaksikan bulan kembar tersebut. Bisa dibayangkan bagaimana setiap orang menjadi penasaran dan sangat ingin tahu apakah benar ada dua bulan kembar di langit ? Sampai-sampai ada seorang rekan yang sempat melontarkan kekhawatirannya akan kiamat kalau memang fenomena dahsyat itu betul-betul terjadi ! Wow !

        Tentang Oposisi Mars
        Berdasarkan informasi yang saya ketahui, apa yang terjadi tanggal 27 Agustus 2003 lalu adalah peristiwa oposisi Planet Mars. Artinya Mars-Bumi-Matahari sejajar apabila dilihat dari atas. Dan peristiwa ini sesungguhnya terjadi secara alamiah setiap 26 bulan atau 2 tahun 2 bulan. Yang istimewa kali ini, tepat pada tanggal tersebut jarak antara Bumi dan planet merah ini akan mencapai minimum, yaitu 55,758 juta km, di mana ini adalah jarak terdekat Bumi-Mars setelah 59.619 tahun. Dengan demikian Mars terlihat maksimum dari bumi, bermagnitudo -2,9 (magnitudo = kecemerlangan semu objek langit � semakin kecil magnitudo, semakin jelas objek tersebut terlihat) dan akan sangat jelas jika diamati lewat teleskop. Dengan perbesaran sebesar 75 kali, bentuk Mars akan terlihat bulat penuh seperti purnama (lingkaran sempurna, berbeda dengan beberapa minggu sebelumnya, di mana Mars tampak sedikit peang karena ada sebagian permukaan Mars yang tidak menghadap ke Bumi apabila diamati lewat teleskop). Tepatnya saya kutip satu kalimat dalam email-email yang beredar luas, �..At a modest 75-power magnification Mars will look as large as the full moon to the naked eye �.Nah, informasi ini yang mungkin terlewat oleh kita sehingga begitu saja mempersepsikan akan ada bulan kembar di langit Agustus yang bisa dilihat dengan mata telanjang.

        Keistimewaan lain dari peristiwa oposisi Mars juga karena momen ini digunakan oleh NASA sebagai saat untuk mengirimkan wahana antariksa untuk mempelajari Mars. Diharapkan akhir tahun ini dan awal tahun depan kita akan mulai memanen data dari mereka.

        Kalau tidak sempat menyaksikannya tanggal 27 Agustus 2003 lalu, jangan khawatir dan kecewa kehilangan Mars, karena Mars tidak cuma muncul satu hari itu saja, kita masih bisa menikmatinya hari ini, besok, lusa, minggu-minggu depan, bulan depan, sampai betul-betul tidak terlihat dari langit dengan mata telanjang secara bertahap.

        Tentang warna Mars yang tidak betul-betul merah
         Sepulang kantor, tanggal 27 Agustus 2003 malam, Mars terlihat cantik sekali di langit. Mungkin mengalahkan cemerlang Jupiter yang selalu saya amati dari atas ojek, hampir setiap pulang kerja. Sempat terlintas untuk pergi ke Planetarium, TIM, tapi urung. Beberapa sms dan telepon dari teman mengabarkan situasi sangat berdesak-desakan dan penuh. Yang menyedihkan, pecahnya kaca partisi ruang di lantai dua, retaknya pertemuan dinding dengan lantai tangga menuju kubah lantai 3, rusaknya keramik dan lantai salah satu anak tangga yang mengakibatkan tiang railing longgar tertancap dan hilangnya beberapa properti Planetarium yang berharga. Keingintahuan masyarakat dan rasa penasaran memang tidak terhindarkan.

        Walhasil, saya memutuskan langsung pulang ke rumah dan mengajak ayah, ibu serta adik saya menyaksikan keindahan itu dari balik pagar! Ternyata nggak kalah asiknya lho. Pengalaman tersendiri menikmati planet merah itu begitu terang benderang dan menjadi satu-satunya benda langit paling menonjol meski tidak menggunakan teleskop.

        Tapi kenapa warnanya tidak semerah minggu sebelumnya ya? Selama ini Mars dijuluki planet merah karena batuan dan tanah permukaannya mengandung mineral besi seperti karat sehingga warna permukaannya terlihat oranye kemerahan. Pada tanggal 27 Agustus 2003, karena posisi dekatnya yang saat itu sejajar dengan bumi dan matahari, pantulan sinar matahari pada wajah mars membuat warnanya cenderung lebih putih.

        Menyambung serunya momen itu, seorang rekan keesokan harinya menelepon dan menyampaikan bahwa semalam ia sempat dibentak oleh beberapa orang ketika sedang mengatur posisi teropong. �Eh,..si mbak ngapain sih nih,.. menghalangi aja, minggir dong!�. Beberapa orang tampak tidak sabar dengan situasi. Padahal teman saya tersebut adalah salah satu pemilik teropong yang ada. Begitulah sebagian kehebohan malam bersejarah itu.

        Mungkin kondisi ini bisa jadi masukan bagi berbagai media agar di masa datang bisa memberikan pemberitaan berimbang, khususnya dalam hal penyampaian, sehingga hal yang simpang siur & membuat heboh seperti ini bisa diantisipasi.
         

        Tentang pengaruh yang mungkin terjadi
        Ada satu sms yang bertanya akankah peristiwa ini besar pengaruhnya terhadap energi dan memberikan pengaruh khusus bagi bumi atau manusia? Ada juga email yang menyatakan di India konon menurut takhyul, kejadian seperti ini adalah pertanda bencana, sementara di barat sana, dianggap pertanda bangkitnya romantisme para lelaki (men are from mars and women are from venus). Dan masih banyak lagi. Mungkin pemberitaan di mana-mana sempat membuat sebagian orang panik dan bertanya-tanya apakah sangat besar pengaruhnya terhadap alam semesta.

        Dari informasi yang sempat saya tangkap, secara khusus tidak ada pengaruhnya. Mungkin kira-kira hampir sama dengan ketika terjadi peristiwa bulan purnama, di mana gravitasi meningkat, menyebabkan air laut pasang. Namun magnitud dari efek kali ini sangat-sangat kecil dibandingkan dengan bulan, sehingga praktis tidak akan terasa pada bumi secara fisik. Jadi efek pasang (high tide) tidak akan terukur dari bumi secara praktis.
         

        Yang luput dari perhatian
        Satu hal, perhatian kita sangat tersita oleh kehadiran Mars sehingga melupakan dua peristiwa menarik yang juga sedang terjadi di saat hampir bersamaan di bulan Agustus ini, yaitu kesempatan menyaksikan hujan meteor Perseid sekitar 60 buah per jam, di mana puncaknya tanggal 13 Agustus 2003 sampai dengan kira-kira 5 hari setelahnya dan kehadiran Planet Uranus yang menemani Planet Mars purnama tanggal 27-29 Agustus 2003 (hal ini tidak terlihat mata telanjang, dengan teleskop pun sangat kecil dan sulit di cari karena jaraknya yang jauh).

        Bagi saya pribadi, peristiwa ini menunjukkan betapa ada kekuatan lain yang Maha di balik semuanya. Mengamati semesta, memunculkan rasa  kagum yang tidak habis-habisnya. Betapa semua telah diciptakan dan  diaturNya dengan harmonis dan indah. Refleksi akhirnya adalah rasa syukur yang tak putus. Allahu Akbar. Allah Maha Besar.

        Nah, akhirnya tulisan ini selesai juga. Semoga bisa memberikan manfaat walau sedikit, bisa menyederhanakan yang sebelum-sebelumnya terlihat rumit dan membingungkan, bisa membuka wawasan.

        Saya sadar akan pengetahuan yang terbatas dan tidak luput dari salah dan khilaf. Tidak ada sedikitpun niat untuk menggurui siapa-siapa. Terima kasih kepada seseorang yang berhasil menggelitik keinginan menulis saya, yang mengakibatkan semalaman suntuk nggak bisa tidur menimbang-nimbang, mengumpulkan keberanian sampai akhirnya memutuskan untuk coba memencet tuts-tuts keyboard ini hingga tuntas.

        Tulisan ini lebih sebagai keinginan untuk sekedar berbagi, semampunya, merangkum yang mungkin sempat terlewat. Bagaimanapun kebenaran hanya pada Allah. Wallahualam.
         

        Situs tentang Mars
        Bagi yang masih penasaran dengan Mars, berikut ini adalah beberapa situs yang juga merupakan sumber dari tulisan ini :

        Situs milik Julianto
        http://www.julianto.net

        Observatorium Bosscha live on internet
        http://bosscha-live.ai3.itb.ac.id/index.htm

        Situs web milik Ferry M. Simatupang
        http://www.as.itb.ac.id/~ferry/Articles/Mars2003/Mars2003.html

        Hubble Site
        http://hubblesite.org/newscenter/archive/1997/23/
         

        Selain dari situs-situs di atas, sumber tulisan ini juga merupakan hasil diskusi dengan rekan-rekan HAAJ (Himpunan Astronomi Amatir Jakarta) dalam beberapa pertemuan di Planetarium, TIM, Jakarta dan mailing list tentang astronomi (haaj84@yahoogroups.com, astro_indonesia@yahoogroups.com).
         

        30 Agustus 2003
         
         

        Untuk mengikuti mailist ini kirim email kosong ke astro_indonesia-subscribe@egroups.com
        Untuk berhenti kirim email kosong ke astro_indonesia-unsubscribe@egroups.com


        Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


        Do you Yahoo!?
        Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software

      • indah ip
        ... semoga apa yang ditulis bermanfaat meski sedikit indah ip
        Message 3 of 8 , Sep 3, 2003
        • 0 Attachment
          :-) terima kasih juga atas apresiasinya, mas jeff
          semoga apa yang ditulis bermanfaat meski sedikit

          indah ip

          goteng wrote:

          > Indah, artikel yg bagus, saya sangat menikmati bacaan ini.
          > Thanks for writing :)
          >
          > Jeff
        • goteng
          ... Kelihatannya sangat berhasil :) ... saya bertanya dalam hati , apa yang akan terjadi jika Mars benar2 bisa dilihat sebesar bulan dengan mata telanjang? ...
          Message 4 of 8 , Sep 3, 2003
          • 0 Attachment
            --- In astro_indonesia@yahoogroups.com, wiwien wibisono
            > Akhir kata semoga fenomena ini membangkitkan minat banyak orang
            > terhadap dunia astronomi di Indonesia.
            Kelihatannya sangat berhasil :)

            > NB: Ketika melihat Mars di halaman kost saya , sebagai orang awam
            saya bertanya dalam hati , apa yang akan terjadi jika Mars benar2
            bisa dilihat sebesar bulan dengan mata telanjang?
            >
            Ada teman yg bertanya begini juga, jawabannya, "buruan nikah"
            hehehe... (j/k)

            Jeff
          • goteng
            Sangat bermanfaat koq. Saya skg lagi di luar negeri, melalui tulisan mbak Indah saya jadi bisa ikutan merasakan apa yg terjadi di tanah air. Jeff
            Message 5 of 8 , Sep 3, 2003
            • 0 Attachment
              Sangat bermanfaat koq. Saya skg lagi di luar negeri, melalui tulisan
              mbak Indah saya jadi bisa ikutan merasakan apa yg terjadi di tanah
              air.

              Jeff


              --- In astro_indonesia@yahoogroups.com, indah ip <besji@t...> wrote:
              > :-) terima kasih juga atas apresiasinya, mas jeff
              > semoga apa yang ditulis bermanfaat meski sedikit
              >
              > indah ip
              >
              > goteng wrote:
              >
              > > Indah, artikel yg bagus, saya sangat menikmati bacaan ini.
              > > Thanks for writing :)
              > >
              > > Jeff
            • wiwien wibisono
              ... saya bertanya dalam hati , apa yang akan terjadi jika Mars benar2 bisa dilihat sebesar bulan dengan mata telanjang? ... Ada teman yg bertanya begini juga,
              Message 6 of 8 , Sep 6, 2003
              • 0 Attachment


                goteng <goteng@...> wrote:

                > NB: Ketika melihat Mars di halaman kost saya , sebagai orang awam
                saya bertanya dalam hati , apa yang akan terjadi jika Mars benar2
                bisa dilihat sebesar bulan dengan mata telanjang?
                >
                Ada teman yg bertanya begini juga, jawabannya, "buruan nikah"
                hehehe... (j/k)

                Jeff

                Ya bener juga sejauh-jauhnya kita mengarungi bintang2 dan dunia ilmu toh akhirnya harus kawin juga dan mikirin susu anak , bukan lagi milky way



                Untuk mengikuti mailist ini kirim email kosong ke astro_indonesia-subscribe@egroups.com
                Untuk berhenti kirim email kosong ke astro_indonesia-unsubscribe@egroups.com


                Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


                Do you Yahoo!?
                Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software
              Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.