Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Membuat kalender yang sangat teliti

Expand Messages
  • Hutaminingtyas Dyah Arini
    Salam Astronomi... Hehehe.. Saya baru pertama kali posting di sini.. meskipun sudah lama gabung Kok pas postingnya menarik... Masalah kalender Mohon bantuannya
    Message 1 of 33 , Jul 1 2:03 AM
    • 0 Attachment
      Salam Astronomi...
      Hehehe.. Saya baru pertama kali posting di sini.. meskipun sudah lama gabung
      Kok pas postingnya menarik... Masalah kalender
      Mohon bantuannya kalo keliru.. Saya masih amateur...
       
      Setau saya sih,,, keakuratan kalender Gregorian memang sudah cukup baik.
      Yaitu dalam 20.000 tahun, baru dikoreksi satu hari saja. Ya.. setau saya sekitar itu
      Perhitungan dapat dihitung dengan memakai cara pak pranoto. Pakai Tahun surya juga...
      Sebenenya kan angka" di belakang koma itu yang bikin harus ada semacam koreksi..
       
      Pada dasarnya.. Ketelitian kalender didasarkan pada semakin dekat tidaknya
       angka di belakang koma kalender dengan angka di belakang koma pada Tahun Surya
      yaitu 0.24222222....
       
      Saya pernah iseng - iseng disuruh buat kalender yang ketelitiannya yaitu
      Dikoreksi satu hari dalam 100.000 tahun, tahun kabisatnya harus ditambah untuk
      kurun waktu lain...Misal ya.. kan kabisat Julian unt taun yang habis dibagi 4.. Nah.. taun kabisat harus ditambah misal unt taun kelipatan 3000 misalnya. Peraturannya harus ditambah... 
      Ada banyak cara memang,, tetapi,, semakin teliti kalender yang dibuat
      setau saya semakin banyak juga peraturan - peraturan seperti misalnya
      penentuan tahun kabisat yang tambah rumit...
       
      Nah.. Padahal kalender itu dibuat untuk mempermudah kita orang awam
      untuk mengetahui waktu dan posisi benda langit (hitungan kasarnya)
      Nah kalo peraturannya tambah rumit cuma demi ketelitian apa nggak repot tuh yang awam??
       
      Tapi bagi para astronom,, kalender yang dipakai harus benar - benar akurat...
      Harus juga memperhitungkan faktor lain seperti presesi, nutasi,
      perlambatan rotasi akibat pasang surut... dll.
      Nah loh... Gimana tuh???
       
      Ada yang berminat coba buat kalender yang sangat teliti???
      Yah...mungkin di masa depan besok - besok ada yang mampu
      bikin kalender sangat teliti tapi pemakaiannya sederhana kali yaa...
       
      Amiiinnn....
      Mohon koreksinyaaaa....
       
      salam,
       
       
      orang awam yang cinta astro

      ----- Pesan Asli ----
      Dari: pranoto rusmin <pranotohr@...>
      Kepada: astronomi_indonesia@yahoogroups.com
      Terkirim: Jumat, 27 Juni, 2008 21:59:13
      Topik: [astronomi_indonesia] kalender Masehi memang tidak stabil

      Hitungan saya begini, semoga tidak salah. (saya merujuk pada buku lain hitungannya tidak sama). Kalu pun salah, ya tinggal dikoreksi, tidak usah repot2 ya...

      Kalau didefinisikan satu tahun solar adalah 365,2422 hari. Tiap tahun jumlah harinya 365, kecuali tahun kabisat, jadi 366 hari. Penambahannya pada bulan februari. Kalau dihitung
      365 * 3 + 366 = 1461. Sedangkan, kalau dengan definisi di atas, 365,2422 * 4 =1460,9688
      ada error sebesar 0,0312. Kalau selama kurang lebih 1282 tahun akan terjadi error 10 hari.
      Kalau dalam 12820 tahun jadi error 100 hari.
      Error yang terus terakumulasi inilah disebut unbounded value, yang menjadi kriteria ketidakstabilan.

      Saya bukan menyalahkan, hanya mengungkapkan fakta. Yang terbukti dengan sejarah. Nanti sekitar tahun 2862 M harus dilakukan eliminasi 10 hari dari kalender masehi agar posisi tetap sinkron dengan vernal equinox.

      Salam Astronomi
      Pranoto





      --- On Tue, 10/6/08, Ma'rufin Sudibyo <marufins@yahoo. com> wrote:
      From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@yahoo. com>
      Subject: Re: [astronomi_indonesi a] Re: Persoalan ketidakakuratan kalender solar
      To: astronomi_indonesia @yahoogroups. com
      Cc: "Rovicky Dwi Putrohari" <rovicky@gmail. com>, "Budi Sm" <sm_budiy@yahoo. com>, "wahyu budi" <wahyubudisetyawan@ yahoo.com>, "Ustadz Wahyu" <wahyuiso@yahoo. com>, "Rachmad Resmiyanto" <rachmadresmi@ yahoo.com>, "Purwoko" <purwoko@mail. ugm.ac.id>, "Sulis OSN" <al_ienz@yahoo. co.id>, "Ihda" <brother_ihda@ yahoo.co. id>
      Date: Tuesday, 10 June, 2008, 10:18 PM

      Ya standar untuk pengukuran waktu kan sebenarnya satuan detik itu, yang sudah bisa ditentukan dengan akurat lewat jam atom ataupun MASER. Sementara kalender, lebih pada pengukuran waktu yang praktikal saja, terutama untuk kepentingan kehidupan kita sehari-hari. Sehingga sebenarnya tidak perlu dipersoalkan lebih lanjut mana yang paling "akurat", karena toh sistem kalender yang ada (baik lunar, solar maupun lunisolar) punya kelebihan dan kelemahannya sendiri-sendiri.

      Dan kalo kita mencoba menelaah sebuah fenomena dalam perspektif sains, yang terpenting kan bisa tidak fenomena itu mendapatkan pembuktiannya ? Jika tidak ya jangan menyebutnya sebagai "teori", apalagi muncul klaim sebagai "yang paling akurat".

      Saya pernah terlibat dalam diskusi dengan topik tak kalah edun suradun-nya dibandingkan kalender, bersama beberapa intelek (sebagian besar menjadi pengajar SMA di Jateng selatan) tentang Gempa Aceh 2004. Satu pihak berpendapat tsunami dalam gempa itu muncul  akibat ledakan nuklir dari superbomb USA. Satu yang lain malah menyebut gempa itu adalah konsekuensi langsung dari upaya "pemindahan" Meridian Nol Derajat dari yang semula berada di Greenwich kemudian digeser ke timur hingga menempati meridian Makkah. Hanya saja, ketika dikejar buktinya, atau yang paling sederhana sekalipun : dasar perhitungannya, tak ada yang bisa menunjukkan. Dan tentu saja sulit untuk diterima bahwa ledakan nuklir (sekuat apapun ledakannya) mampu menciptakan rupture sepanjang 1600 km dengan lebar 150 km, dan secara bersamaan mengangkat segmen batuan di rupture ini secara naik miring (oblique thrust) sejauh 20 m dengan kenaikan vertikal 5 meter, menghasilkan tsunami berenergi 2 megaton TNT yang berbentuk gelombang koheren sehingga hampir tidak kehilangan energi perusaknya meski sudah menempuh jarak sepertujuh keliling Bumi, hingga memporak-porandakan pantai timur Afrika. Apalagi pemindahan garis meridian, yang itu saja hanya garis khayal rekaan manusia yang digunakan nuntuk memudahkan kehidupan manusia saja.

      Btw, kita mungkin bangsa yang menyukai hal2 yang tidak masuk di nalar ya? Seperti terpampang pada iklan2 paranormal di televisi kita. Ataupun presiden kita yang diam-diam getol mempromosikan blue energy ala Joko Suprapto ataupun dulu ketika mempromosikan pupuk Nutrisi Saputra (yang ternyata dalam jangka panjang malah merusak tanah). Di lapangan astronomi, menjelang Agustus ini mari siap-siap disibukkan dengan isu Mars sebesar Bulan. Hal-hal tak rasionil ini yang saya rasa perlu kita kikis bareng-bareng, mulai dari lingkungan terkecil dan terdekat dengan kita. Mari belajar untuk kritis dalam menilai, sekaligus tetap menghormati yang bersangkutan.

      salam,

      Ma'rufin

      ----- Original Message ----
      From: Adi Nugroho <steveadinegoro@ yahoo.com>
      To: astronomi_indonesia @yahoogroups. com
      Sent: Monday, June 9, 2008 6:23:15 AM
      Subject: Re: [astronomi_indonesi a] Re: Persoalan ketidakakuratan kalender solar

      bagus lagi... itu namanya ilmuwan sejati, sabar dan mengungkapkan fakta secara tegas (tidak sekadar bernarasi tanpa jelas maksudnya)

      ----- Original Message ----
      From: ompi ompi <mp_ompi@yahoo. com>
      To: astronomi_indonesia @yahoogroups. com
      Sent: Monday, June 9, 2008 4:53:50 PM
      Subject: Re: [astronomi_indonesi a] Re: Persoalan ketidakakuratan kalender solar

      Kang Ma'rufin,

      Kok sampeyan masih inget sih, 1 detik= wkt utk bergetar Caesium-133 sekian kali... Jadi inget pelajaran SMP duluuuu, wkt klas I.

      Plus kok sampeyan orangnya suabar ya, masih bertahan nanggepin tentang kalender...

       

      Cheers

      .




      Get your preferred Email name!
      Now you can @... and @rocketmail. com.



      Dapatkan alamat Email baru Anda!
      Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
    • Ferry M. Simatupang
      ... From: pranoto rusmin Subject: Re: [astronomi_indonesia] 1 tahun solar itu yang benar berapa hari ya? To:
      Message 33 of 33 , Jul 7 2:48 AM
      • 0 Attachment
        --- On Mon, 7/7/08, pranoto rusmin <pranotohr@...> wrote:
        From: pranoto rusmin <pranotohr@...>
        Subject: Re: [astronomi_indonesia] 1 tahun solar itu yang benar berapa hari ya?
        To: astronomi_indonesia@yahoogroups.com
        Date: Monday, July 7, 2008, 1:45 PM

        > Wah ini ilmu baru lagi. Pak Ferry dapat menjelaskan lebih rinci lagi
        > pergerakan vernal equinox dan istilah efemeris?


        vernal equinox (titik tanjak naik, perpotongan ekliptika dengan equator langit) bergerak perlahan oleh efek presesi bumi. presesi ini adalah gerak sumbu rotasi bumi yang periodenya sekitar 25,765 tahun. karena sumbu rotasi bumi itu berputar (ingat gerak gasing...), maka titik potong ekliptika dan equator langit juga ikut bergeser. dalam arah sepanjang ekliptika, titik vernal equinox ini bergerak dengan kecepatan rata-rata 50,3" pertahun.

        hari efemeris adalah satuan waktu yang panjangnya 86.400 detik efemeris. 1 detik efemeris adalah interval waktu 1 detik yang diukur dengan jam atom (sesuai dengan definisi 1 detik dalam satuan metrik)



        salam,

        ferry m simatupang
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.