Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Tanggal Maulid Nabi

Expand Messages
  • Ma'rufin Sudibyo
    Saya rubah subject-nya ya, Tentang Maulid Nabi, ada tulisan menarik dari pak Dr. Thomas Djamaluddin (Djamaluddin. 2001. Calendar Conversion Program Used To
    Message 1 of 1 , Jun 1, 2008
    • 0 Attachment
      Saya rubah subject-nya ya,

      Tentang Maulid Nabi, ada tulisan menarik dari pak Dr. Thomas Djamaluddin (Djamaluddin. 2001. Calendar Conversion Program Used To Analyze Early History of Islam). Saya membandingkannya dengan Moon Calculator v6.0 berbasis kriteria Yallop, yakni kriteria visibilitas hilaal yang diintroduksikan Bernard Yallop (1997) sebagai perbaikan dari kriteria-kriteria sebelumnya seperti Babilonia dan Ibn Tariq. Kriteria Yallop mempunyai lebar rentang ketidakpastian bujur terkecil (54° bujur menurut Schaefer), hampir sama besarnya dengan kriteria Odeh yang diintroduksikan pada 2004 dan masih lebih baik dibandingkan kriteria Babilonia dan Ibn Tariq (ketidakpastian > 180° bujur).

      Sebagai sumber utamanya tetap hadits Nabi SAW seperti diriwayatkan Muslim (dimana Nabi SAW lahir, diangkat menjadi Nabi dan menerima wahyu pertama pada hari Senin, sehingga pada hari Senin disunnahkan untuk berpuasa). Juga dari Jabir dan Ibnu Abbas dimana diriwayatkan Nabi SAW dilahirkan pada Senin 12 Rabiul Awwal, serta diangkat menjadi Nabi dan Rasul, mengalami Isra' M'iraj, hijrah dan wafat juga pada hari Senin. Sebagai pembanding kita juga bisa melihat konsistensinya dengan misalnya Perang Khandaq (yang terjadi pada musim dingin tahun 5 H), Perang Tabuk (pada musim panas yang kering di tahun 9 H) dan gerhana Matahari di Madinah (tahun 10 H), mengingat peristiwa itu selain menyebut tanggal juga memuat juga deskripsi situasi saat itu (musim dingin/panas).

      Secara singkat bisa direkonstruksi informasi berikut : mayoritas sumber menyebut Nabi SAW lahir pada Senin 12 Rabiul Awwal Tahun Gajah, yang menurut ulama falak Mesir, Mahmud Pasya' al-Falaki, terjadi pada Senin 20 April 571 CE (CE = Common Era). Namun jika ditelusuri lebih lanjut, peristiwa Maulid nampaknya sudah terjadi sebelum 571 CE, dengan mengingat bahwa ketika Nabi SAW melaksanakan hijrah pada 621 CE, beliau sudah berusia 53 tahun lunar, atau setara dengan 52 tahun solar. Sehingga Maulid Nabi SAW terjadi pada 570 CE. Ini sejalan dengan penemuan terbaru di Yaman yang menyebutkan pendudukan Kemaharajaan Abisinea (Ethiopia) berakhir di sekitar 570 CE seiring dengan penyerbuan Persia, sementara diketahui bahwa Peristiwa Tentara Bergajah (yang menjadi penanda tahun Maulid Nabi SAW) terjadi di penghujung akhir kekuasaan Abisinea di Yaman.

      Moon Calculator v6.0 menunjukkan 12 Rabiul Awwal di tahun 570 CE itu terjadi pada hari Sabtu, 3 Mei 570. Sekilas ini kontradiktif dengan Hadits Muslim dan Jabir dan Ibnu Abbas. Demikian juga waktu-waktu penting dalam kehidupan Nabi SAW pun berselisih dua hari. Ini tidak bisa dijelaskan dengan istikmal. Pak Jamal menyebut selisih dua hari itu kemungkinan terjadi karena penduduk Madinah mengalami kesedihan yang teramat mendalam dengan wafatnya Nabi, sehingga terlambat dalam mengamati hilaal. Mungkin dari sinilah asal usul apa yang pernah dikemukakan pak Nidlol, bahwa bulan (lunasi) Hijriyyah memang pernah dihitung berjumlah 31 hari.

      Saya menduga salah satu keterlambatan itu mungkin terjadi dalam menentukan 1 Rabiuts Tsani pasca wafatnya Nabi SAW, mengingat saat itu Madinah berada dalam situasi mencekam seiring kegoncangan di Jazirah Arabia akibat merebaknya gerakan riddah (belot agama) yang dikobarkan Musailamah, Aswad al-Insa, Thulailah al-Asadi dan Malik ibn Nuwaira. Bahkan Thulailah dan pasukannya saat itu telah bersiaga di dekat Madinah. Sementara sebagian besar penduduk laki-laki Madinah masih bergabung dengan pasukan Usamah ibn Zaid yang bergerak ke utara (ke perbatasan Kerajaan Ghassan) seperti digariskan Nabi SAW sebelum wafat, sehingga Madinah nyaris kosong selama 40 hari pasca wafatnya Nabi SAW. Demikian mencekamnya situasi Madinah sehingga Khalif Abubakar mengambil kebijaksanaan mengamankan perempuan, anak-anak dan lansia di Masjid Nabawi dengan dibentengi regu-regu pengawalan dibawah komando Ali ibn Abi Thalib, Zubair ibn Awwam dan Abdullah ibn Mas'ud. Belakangan Khalif Abubakar mengambil inisiatif menggempur pasukan Thulailah secara kilat menjelang dinihari ketika perundingan gagal.

      Rekonstruksi dengan Moon Calculator v6.0 menunjukkan, hilaal 1 Rabiuts Tsani sebenarnya sudah bisa diamati dengan mata telanjang pada Rabu 24 Juni 632 CE dari Madinah (elevasi 604 m dpl), namun ketinggiannya saat itu hanya 4,5° pada saat best time (yakni saat hilaal mulai terlihat) yang terjadi 30 menit pasca sunset geometrik. Ini cukup rendah dan secara normal pun agak sulit untuk dilihat sekilas, kecuali jika pengamat memfokuskan diri. Dan dalam situasi mencekam, apalagi perundingan dengan Thulailah dan serangan kilatnya berlangsung pada minggu-minggu tersebut, maka terjadinya kanalisasi perhatian (seperti yang dialami operator PLTN Three Mile Islands 2 dalam 79 jam nan mencekam pada 28 Maret 1979 akibat kecelakaan nuklir TMI 2) adalah sangat mungkin hingga hilaal yang rendah itu luput dari perhatian.

      Dengan mempertimbangkan hal itu maka 12 Rabiul Awwal terjadi pada Senin 5 Mei 570. Perang Khandaq terjadi selama tiga minggu di bulan Syawwal 5 H atau bertepatan dengan Februari 627 CE, dimana musim dingin berkecamuk di Jazirah Arabia sehingga cocok dengan deskripsi badai suhu dingin saat peperangan itu. Sebaliknya Perang Tabuk terjadi pada bulan Rajab 9 H atau pada Oktober 630 CE, dimana musim panas sedang meraja dan ini sesuai dengan situasi saat itu, dimana terjadi kesulitan-kesulitan dalam menyiapkan pasukan. Sementara Gerhana Matahari di Madinah, yang berlangsung pada hari yang sama dengan wafatnya Ibrahim bin Muhammad, terjadi pada Senin 27 Januari 632 CE. Gerhana disebut terjadi pada pagi hari. Simulasi dengan Starry Night v4.05 menunjukkan gerhana itu adalah Gerhana Matahari Cincin (Anular) yang terjadi pada pukul 07:30 - 10:10 waktu Madinah.

      Walahua'lam...

      salam


      Ma'rufin

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.