Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [assunnah] Ponpes bermanhaj salaf

Expand Messages
  • Saipah Gathers
    Wa alaykumasalam warohmatullahiwabarokatuuh, web assunah gak bisa di akses, minta tolong di copykan dong di milis ini, ponakan saya di Depok Cimanggis,masih
    Message 1 of 26 , May 17, 2006
    • 0 Attachment
      Wa'alaykumasalam warohmatullahiwabarokatuuh,
      web assunah gak bisa di akses, minta tolong di copykan dong di milis ini,
      ponakan saya di Depok Cimanggis,masih mencari cari pesantren,udah
      saya kasih info sih ponpes Imam Bukhari Solo,soalnya hanya itu yg
      ada tingkatan SMA nya.
      kalo yg di Krawang sama Tasik itu kayak nya cuma setingkat SD/SMP

      jazakallah
      umm Ismael(Connecticut)


      Nena Mattewakang <kak_sena@...> wrote:
      Assalamu'alaykum,

      Kalo mo lebih jelas brapa biaya dan kapan test, lebih detailnya bisa dilihat di majalah as sunnah edisi bulan ini.


      Firman Syah <firman_mps@...> wrote:
      Saya ingin menambahkan sedikit:
      Mudir ponpes Al-I'tishom adalah Al-ustadz Ahmad Rofi'i LC. Setiap sabtu beliau mengisi kajian di Masjid Salsabila, Bekasi. Saya pernah berkunjung ke ponpesnya sebulan yang lalu dan diterima langsung oleh Ustadz. Waktu saya kesana pendaftaran santri masih dibuka. Buruan aja daftar...


      abah miqdad <abah_miqdad@...> wrote:
      Wa'alaikumsalam Warrohmatullahi Wa barakatuuh
      Untuk Jawa Barat coba anti hubungi:
      1. PESANTREN AL-I'TISHOM KARAWANG
      Jl. Pesantren Al-I'tishom No.1
      Dusun Kedongdong, Kondang Jaya, Klari
      Karawang, Jawa barat, 41371
      Telp. 0267-433801, 433803
      e-mail. shoom@...
      2. MA'HAD IHYA AS-SUNNAH TASIKMALAYA
      Jl. Terusan Paseh - BCA No 11 Tasikmalaya
      Telp. 0265-310754
      atau untuk lengkapnya lihat di http://www.almanhaj.or.id/


      Saipah Gathers <saipahgathers@...> wrote:
      Assalamu'alaykum Warrohmatullahi Wa barakatuuh,

      Adakah saudara yg punya informasi Ponpes bermanhaj Salaf sekitar
      Jabotabek dan Ja-Bar, utk tingkatan sekolah menengah atas ?

      ponakan saya akan menyantren di ponpes Al Usnayain parung kuda sukabumi,
      apakah manhaj pesantren itu ?
      kalo ada informasi lengkap tolong kasih tahu saya.

      Jazakallah khairan
      umm Ismael
    • Nena Mattewakang
      Assalamu alykum, Maksud saya di majalah as-sunah (bisa dibeli di tempat yang ada kajian salaf)) bukan web site. saya coba kirim attachment yang saya scan dari
      Message 2 of 26 , May 17, 2006
      • 0 Attachment
        Assalamu'alykum,

        Maksud saya di majalah as-sunah (bisa dibeli di tempat yang ada kajian salaf)) bukan web site. saya coba kirim attachment yang saya scan dari majalah tersebut. semoga bermanfaat.


        Saipah Gathers <saipahgathers@...> wrote:
        Wa'alaykumasalam warohmatullahiwabarokatuuh,
        web assunah gak bisa di akses, minta tolong di copykan dong di milis ini,
        ponakan saya di Depok Cimanggis,masih mencari cari pesantren,udah
        saya kasih info sih ponpes Imam Bukhari Solo,soalnya hanya itu yg
        ada tingkatan SMA nya.
        kalo yg di Krawang sama Tasik itu kayak nya cuma setingkat SD/SMP

        jazakallah
        umm Ismael(Connecticut)


        Nena Mattewakang <kak_sena@...> wrote:
        Assalamu'alaykum,

        Kalo mo lebih jelas brapa biaya dan kapan test, lebih detailnya bisa dilihat di majalah as sunnah edisi bulan ini.


        Firman Syah <firman_mps@...> wrote:
        Saya ingin menambahkan sedikit:
        Mudir ponpes Al-I'tishom adalah Al-ustadz Ahmad Rofi'i LC. Setiap sabtu beliau mengisi kajian di Masjid Salsabila, Bekasi. Saya pernah berkunjung ke ponpesnya sebulan yang lalu dan diterima langsung oleh Ustadz. Waktu saya kesana pendaftaran santri masih dibuka. Buruan aja daftar...


        abah miqdad <abah_miqdad@...> wrote:
        Wa'alaikumsalam Warrohmatullahi Wa barakatuuh
        Untuk Jawa Barat coba anti hubungi:
        1. PESANTREN AL-I'TISHOM KARAWANG
        Jl. Pesantren Al-I'tishom No.1
        Dusun Kedongdong, Kondang Jaya, Klari
        Karawang, Jawa barat, 41371
        Telp. 0267-433801, 433803
        e-mail. shoom@...
        2. MA'HAD IHYA AS-SUNNAH TASIKMALAYA
        Jl. Terusan Paseh - BCA No 11 Tasikmalaya
        Telp. 0265-310754
        atau untuk lengkapnya lihat di http://www.almanhaj.or.id/


        Saipah Gathers <saipahgathers@...> wrote:
        Assalamu'alaykum Warrohmatullahi Wa barakatuuh,

        Adakah saudara yg punya informasi Ponpes bermanhaj Salaf sekitar
        Jabotabek dan Ja-Bar, utk tingkatan sekolah menengah atas ?

        ponakan saya akan menyantren di ponpes Al Usnayain parung kuda sukabumi,
        apakah manhaj pesantren itu ?
        kalo ada informasi lengkap tolong kasih tahu saya.

        Jazakallah khairan
        umm Ismael



        ---------------------------------
        Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
      • agung firmansyah
        Assalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuhu. Ikhwan wa Akhwat fillah Insya ALLAH Ta ala yang membaca tulisan/ketikan saya ini Insya ALLAH Ta ala bukan dari
        Message 3 of 26 , May 18, 2006
        • 0 Attachment
          Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuhu.
           
          Ikhwan wa Akhwat fillah Insya ALLAH Ta'ala
           
          yang membaca tulisan/ketikan saya ini Insya ALLAH Ta'ala bukan dari Ahwa ana( nafsu buruk ) untuk menyampaikan pada antum wa anti sekalian semampu ana dari Ta'lim yang ada dapat, dan Insya ALLAH semua sudah tahu.
           
          Pertama kita coba lihat ucapan Rosulullah Salallahualaihi wassalam, ( kurang lebihnya ) :" Alikum bisunnati wasunnati kulafaurosyidiin... " ( Al Hadist )
           
          Salaf yang artinya pendahulu didudukkan pada orangnya dan manhajnya.
          1. Siapa Salaf, yaitu Rosullullah Salallahualaihi wassalam, Sahabat Rosulullah, Tabi'in, Tabi'ut-Tabi'in dan Ulama - ulama AhluSunnah al Jama'ah baik yang awal maupun Ulama Muta'akhir.
          2. Manhaj tentu jelas lihat hadist Rosulullah Salallahualaihi wassalam diatas: "Alaikum bisunnati wasunnatikulafaurosyidin ...." ( Al Hadist ).
          ( terjemahan kurang lebih ) : Wajib Bagimu melaksanakan Sunnahku ( Rosulullah Muhammad Salallahualaihi wassalam ) dan Sunnah Sahabatku ... " ( Al Hadist ).
          dan hadist ini berhubungan dengan "Rodiyallahuanhum warodhuan" ( terjemahan kurang lebihnya ) : ALLAH Ta'ala ridho terhadap mereka dan mereka ridho kepada ALLAH Ta'ala.
          Dan Siapa mereka: adalah Sahabat Rosulullahisallahualaihi wassalam.
           
          Pastilah karena para sahabatlah yang bersama -sama Rosulullah saat Beliau hidup, bersama dalam segala hal sehingga tahu hal yang terkecil yang telah dijelaskan oleh Rosulullah misal tata cara makan, ke kamar kecil dan sampai urusan maaf Cebok setelah berhadast juga dijelaskan sehingga Hadist - hadist semua ini sampai pada sepeninggal mereka dan sampai sekarang.
           
          Kedua masalah Wahabi.
           
          Syaikh Muhammad bin Abdul Wahad Rohimahullah Ta'ala saat beliau hidup antara ( kalau tidak salah ) 1019 sampai dengan 1115 Hijriyah menemukan permasalahan di Arab Saudi yang hampir sama dengan keadaan seperti di Indonesia yaitu : Khurafat - Tahayul - Bid'ah merajalela sehingga beliau perlu mengadakan Tasfhiyah wa Tarbhiyah ( pemurnian kembali ajaran Islam dan Pembinaan kembali ke ajaran Islam sesuai dengan ajaran Rosulullah kepada masyarakat Saudi Arabiyah saat itu.
          Tapi beliau diadukan oleh Gubernur Madinah dan Mekkah saat itu yang berpaham Syi'ih/Syi'ah kepada Khilafah Utsmani dan Akhirnya terjadi pergolakan.
           
          dari Fakta ini Saudi Arabia sekarang sudah dikuasai para kaum Ahlu Sunnah wal Jama'ah ( jadi yang mengirim email masalah Syubhat Arab Saudi ternyata realitanya syubhat itu bukan pada Arab Saudi tetapi hakikatnya pada diri kita ) dan lihatlah cobalah antum wa anti semua ke Arab Saudi dan lihat realitasnya.
           
          Jadi Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Rohimahullah Ta'ala berusaha meneruskan Sunnah - Sunnah Rosulullah Muhammad Salallahualaihi wassalam.
           
          Jadi Penjajah Asing Khufar seperti Yahudi Laknatullah, Inggris tidak suka dan dihembuskan Issu Wahabi yang tak terbukti. Coba antum wa anti sekalian lihat mana yang salah dari ajaran ini. Dan lihat kembali " Alaikum bisunnati wasunnati Kulafaurosyidin .... "
          Dan Hadist Rosulullah : "Man tassyabaha min kaumin wahuwa minhum" ( Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk golongan kaum itu )
          Wallahualam bishawab.
           
          Tegakkan sunnah Rosulullah Salallahualaihi wassalam dan brantas Bid'ah -Khurafat- Tahayul
           
          Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuhu
           
          Abu Akmal Al Ampeli
           
           
           


          evy_PURC@... wrote:
          Assalamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
          Ada yang tahu bedanya Da'wah Salafi dengan Wahabi?




          Ring'em or ping'em. Make PC-to-phone calls as low as 1¢/min with Yahoo! Messenger with Voice.

        • Abu hilmy
          Wa alaikum salam waorkhmatullohi wabarokatuh. Sesungguhnya Dakwah Salafiyah adalah Dakwah kepada Tauhid. Sebagaimana Dakwah yang diperintah kan kepada Seluruh
          Message 4 of 26 , May 18, 2006
          • 0 Attachment
            Wa'alaikum salam waorkhmatullohi wabarokatuh.

            Sesungguhnya Dakwah Salafiyah adalah Dakwah
            kepada Tauhid. Sebagaimana Dakwah yang diperintah
            kan kepada Seluruh rosul.

            Dan Wahabi sebagaimana disebutkan orang-orang ke-
            banyakan dinitsbatkan kepada Syaik Muhammad Bin Abdul
            Wahab At-Tamimi. Beliau adalah Seorang ulama, Insya
            Allah seorang mujaddid. yang mendakwahkan dan menga-
            jak ummat ini kepada Tauhid.(muwahid).

            jadi yg membedakannya adalah orang-orng yg menyebut
            nya dengan tanpa pengetahuan, dan ada juga yg pura-
            pura tidak tahu dan ada juga yg memang tidak mau tau
            karena ta'asub pada golongan.

            afwan, semoga menjadi manfaat.

            Abu Hilmy.



            --- evy_PURC@... wrote:

            > Assalamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
            > Ada yang tahu bedanya Da'wah Salafi dengan Wahabi?


            _________________________
            Do You Yahoo!?
            Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
            http://mail.yahoo.com
          • Naufal
            ... From: To: Sent: Thursday, May 18, 2006 9:35 AM Subject: [assunnah] Tanya : Bedanya Da wah Salafi
            Message 5 of 26 , May 18, 2006
            • 0 Attachment
              ----- Original Message -----
              From: <evy_PURC@...>
              To: <assunnah@yahoogroups.com>
              Sent: Thursday, May 18, 2006 9:35 AM
              Subject: [assunnah] Tanya : Bedanya Da'wah Salafi dengan Wahabi?

              > Assalamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
              > Ada yang tahu bedanya Da'wah Salafi dengan Wahabi?

              Wa`alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

              Tidak ada Wahabi, itu hanya istilah orang2 yang membenci Syaikh Muhammad bin
              Abdul Wahhab -rahimahullah-.
              Yang ada adalah Da'wah Salafiyah, jadi sebenarnya yang mereka juluki dengan
              istilah "Wahabi" adalah "Salafiyun".
            • asep insani
              Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab adalah Sosok Pembaharu, Mengembalikan Aqidah ummat pada saat itu kepada aqidah ahlussunnah wal jama ah (manhaj salaf), dan
              Message 6 of 26 , May 18, 2006
              • 0 Attachment
                Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab adalah Sosok Pembaharu, Mengembalikan Aqidah ummat pada saat itu kepada aqidah ahlussunnah wal jama'ah (manhaj salaf), dan memerangi kesyirikan dan kebid'ahan.

                Sulaiman ibnul Asy'ats As-Sijistani yang lebih dikenal dengan kunyahnya Abu Dawud rahimahullahu berkata: Sulaiman bin Dawud Al-Mahri telah menyampaikan kepadaku, ia berkata: Ibnu Wahb telah menyampaikan kepadaku, ia berkata: Telah mengabarkan kepadaku Sa'id bin Abi Ayyub, dari Syarahil bin Yazid Al-Ma'afiri, dari Abu 'Alqamah, dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau pernah bersabda:

                ????? ????? ????? ??????? ???????? ???????? ?????????? ????? ?????? ????? ?????? ?????? ???? ????????? ????? ?????????

                "Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala mengutus bagi umat ini di penghujung setiap seratus tahun (seabad) seseorang yang mentajdid (memperbaharui) agama umat ini."
                Hadits ini Diriwayatkan oleh Al-Imam Abu Dawud As-Sijistani rahimahullahu dalam Sunan-nya no. 4291. Dikeluarkan pula oleh Al-Imam Abu 'Amr Ad-Dani dalam As-Sunan Al-Waridah fil Fitan no. 364, Al-Imam Al-Hakim dalam Mustadrak-nya, 4/522, dan selain mereka seperti Al-Imam Al-Baihaqi, Al-Khathib, dan Al-Harawi.
                Asy-Syaikh Al-'Allamah Al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullahu menshahihkan hadits ini dalam Shahih Abi Dawud, Ash-Shahihah no. 599, dan Shahih Al-Jami' Ash-Shaghir no. 1874. Beliau berkata: "Sanad hadits ini shahih, para perawinya tsiqah (terpercaya), merupakan perawi yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim rahimahullahu (dalam Shahih-nya)." (Ash-Shahihah, 2/148)
                Beliau juga mengatakan: "(Faidah): Al-Imam Ahmad rahimahullahu mengisyaratkan shahihnya hadits ini. Adz-Dzahabi menyebutkannya dalam Siyar A'lam An-Nubala' (10/46): "Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullahu dari beberapa jalan periwayatan dari beliau: Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala mendatangkan bagi manusia di penghujung setiap seratus tahun seseorang yang mengajari mereka sunnah-sunnah dan meniadakan/ menolak kedustaan dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam" Al-Imam Ahmad rahimahullahu berkata lagi: "Maka kami pun melihat orang yang demikian sifatnya, ternyata pada akhir seratus tahun orang itu adalah Amirul Mukminin 'Umar bin Abdil 'Aziz rahimahullahu dan pada akhir seratus tahun berikutnya (seratus tahun kemudian setelah seratus tahun yang pertama -pent.) orang itu adalah Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahullahu." (Ash-Shahihah, 2/148-149)

                Makna Hadits
                Yang dimaksud dengan umat dalam sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang mulia:

                ????? ????? ????? ??????? ???????? ???????? ??????????

                "Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla mengutus bagi umat ini?"
                kata Al-Qari adalah ummat ijabah (umat Islam yang telah menerima dakwah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam), namun memungkinkan juga dimasukkannya ummat dakwah (mencakup non muslim yang didakwahi untuk masuk ke dalam Islam). Kata Al-Munawi rahimahullahu, yang dimaukan dalam hadits ini adalah ummat ijabah dengan dalil disandarkannya (di-idhafah-kan) kata ad-din (agama) kepada mereka dalam ucapan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam (agama umat ini). (Mukaddimah Faidhul Qadir, 1/10)
                Adapun maksud dari ucapan beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam:

                ????? ?????? ????? ?????? ??????

                "di penghujung setiap seratus tahun", adalah akhir dari seratus tahun atau awalnya, ketika sedikit ilmu dan sunnah di tengah umat, sebaliknya kejahilan menyebar dan banyak kebid'ahan. Namun yang tepat, yang dimaukan dalam hadits ini adalah akhir dari seratus tahun, bukan awalnya. Dengan bukti dari Al-Imam Az-Zuhri dan Al-Imam Ahmad bin Hanbal serta selain keduanya dari kalangan para imam yang terdahulu maupun yang belakangan rahimahumullah. Mereka sepakat bahwa mujaddid yang muncul pada akhir seratus tahun yang pertama[1] adalah Amirul Mukminin 'Umar bin Abdil 'Aziz rahimahullahu. Dan seratus tahun yang kedua[2] adalah Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahullahu. Sementara 'Umar bin Abdil 'Aziz wafat pada tahun 101 H dalam usia 40 tahun dan masa kekhilafahan beliau 2,5 tahun. Sedang Al-Imam Asy-Syafi'i wafat pada tahun 204 H dalam usia 54 tahun. ('Aunul Ma'bud, kitab Al-Malahim, bab Ma Yudzkaru fi Qarnil Mi'ah)
                Al-'Allamah Al-Muhaddits Al-Munawi rahimahullahu berkata: "Dimungkinkan perhitungan seratus tahun itu dari kelahiran Nabi, bi'tsah (diutusnya beliau sebagai Nabi), hijrah beliau ke Madinah, atau wafat beliau. Bila ada yang mengatakan bahwa yang kedua lebih dekat/tepat maka pendapat itu tidak jauh dari kebenaran. Akan tetapi As-Subki dan lainnya secara jelas menyatakan bahwa yang dimaukan adalah yang ketiga (perhitungan sejak hijrah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ke Madinah). (Mukaddimah Faidhul Qadir, 1/10)
                Sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:

                ???? ????????? ????? ?????????

                "Seseorang yang mentajdid (memperbaharui) agama umat ini", yakni orang itu menerangkan tentang As-Sunnah sehingga jelas mana yang bid'ah. Ia menyebarkan ilmu, menolong ahlul ilmi, mematahkan dan merendahkan ahlul bid'ah. ('Aunul Ma'bud, kitab Al-Malahim, bab Ma Yudzkaru fi Qarnil Mi'ah)
                Jumlah mujaddid yang Allah Subhanahu wa Ta'ala tampilkan dalam setiap kurun bisa jadi hanya satu, namun bisa pula berbilang. Mujaddid tersebut harus merupakan seorang alim yang mengetahui ilmu agama secara dzahir maupun batin. Demikian faidah yang diambil dari ucapan Al-Munawi. (Mukaddimah Faidhul Qadir, 1/10)
                Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-'Asqalani rahimahullahu berkata: "Pemahaman yang menyatakan bahwa jumlah mujaddid di setiap kurun itu bisa berbilang, lebih dari satu, memiliki sisi kebenaran. Karena terkumpulnya sifat-sifat yang dibutuhkan untuk men-tajdid perkara agama ini tidak dapat dibatasi pada satu jenis kebaikan saja. Dan tidak mesti seluruh perangai kebaikan dapat terkumpul pada satu orang, kecuali bila orang itu semacam 'Umar bin Abdil 'Aziz rahimahullahu, karena beliau bangkit menegakkan perkara agama ini pada akhir seratus tahun yang pertama dalam keadaan beliau mempunyai seluruh sifat-sifat kebaikan dan terdepan dalam sifat-sifat tersebut. Karena itu, Al-Imam Ahmad rahimahullahu memutlakkan bahwa ahlul ilmi membawa hadits tersebut atas 'Umar bin Abdil 'Aziz (yakni 'Umar bin Abdil 'Aziz merupakan mujaddid yang dimaksud hadits tersebut, -pen.). Adapun setelahnya adalah Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahullahu. Walaupun Al-Imam Asy-Syafi'i memiliki sifat-sifat yang bagus, namun beliau bukan orang yang menegakkan perkara jihad, dan bukan orang yang memegang kekuasaan yang dapat memerintah/menghukumi dengan adil.[3] Berdasarkan hal ini, maka setiap alim yang memiliki salah satu sifat-sifat yang demikian di penghujung seratus tahun, maka dialah mujaddid yang diinginkan, baik jumlahnya berbilang atau hanya satu." (Fathul Bari, 13/361)
                Makna tajdid sendiri adalah menghidupkan apa yang telah terkubur ataupun runtuh berupa pengamalan terhadap Al-Qur'an dan As-Sunnah. Ataupun menghidupkan hukum-hukum syariat yang telah runtuh dan bendera-bendera As-Sunnah yang telah hilang dan ilmu-ilmu agama yang dzahir maupun batin yang telah tersembunyi.[4]
                Seorang mujaddid bukanlah seorang pengacau agama. Makna inilah yang dipahami kebanyakan orang, bahwa mujaddid adalah seseorang yang mengajarkan jalan baru dalam agama, yang sebenarnya lebih pantas dikatakan pengacau agama. Seperti kesalahpahaman orang Indonesia yang menyatakan Nurcholish Madjid sebagai mujaddid, ataupun Muhammad 'Abduh dan Jamaluddin Al-Afghani yang dianggap sebagai mujaddid. Bukan pula mujaddid adalah seorang politikus, sebagaimana anggapan sebagian orang bahwa mujaddid adalah seorang politikus ulung, seperti yang dikatakan orang terhadap Abul A'la Al-Maududi ataupun Dr. Taqiyuddin An-Nabhani, pendiri Hizbut Tahrir. Demikian pula, mujaddid bukanlah seorang pemberontak yang memberontak terhadap pemerintah dan negara, seperti yang dikatakan orang terhadap Hasan Al-Banna, Sayyid Quthb, atau Sa'id Hawa. Dengan demikian, dapat dimengerti bahwa seorang mujaddid tidaklah membawa agama baru, pemikiran baru atau jalan baru. Tetapi ia mengajak manusia untuk kembali kepada agama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang murni setelah mereka melupakan agama Nabi mereka dan tenggelam dalam kebodohan, kebid'ahan, dan kesesatan.

                Penjagaan Allah Subhanahu wa Ta'ala terhadap Agama ini, di antaranya dengan Menampilkan para Mujaddid Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah lama wafat, namun agama beliau tetap terjaga sampai hari ini dan sampai nanti ketika datang hari kiamat. Al-Qur'an yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada beliau tetap murni sebagaimana saat diturunkan Allah Subhanahu wa Ta'ala kali yang pertama. Karena Allah Subhanahu wa Ta'ala menjanjikan pemeliharaannya sebagaimana firman-Nya:

                ?????? ?????? ?????????? ????????? ???????? ???? ?????????????

                "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Adz-Dzikra dan Kami juga yang akan menjaganya." (Al-Hijr: 9)
                Al-'Allamah Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullahu berkata: "Tidaklah dipalingkan satu makna dari makna-makna Al-Qur'an kecuali Allah akan mendatangkan orang yang akan menerangkan al-haq yang nyata pada Al-Qur'an tersebut." (Taisir Al-Karimir Rahman, hal. 429)
                Tidak hanya Al-Qur'an yang terjaga kemurniannya, namun juga Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang merupakan tafsir atau penjelasan dari Al-Qur'anul Karim. Para ulamalah yang dipilih Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk meneruskan dakwah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada seluruh alam, karena mereka adalah pewaris ilmu para Nabi. Dengan keberadaan mereka, Allah Subhanahu wa Ta'ala menjaga agama-Nya.
                Demikianlah setelah diutusnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak membiarkan umat ini terus tenggelam dalam kebodohan, lupa akan petunjuk dan bimbingan agamanya. Di tengah umat ini selalu ada orang-orang yang Allah munculkan untuk mengadakan perbaikan ketika manusia membuat kerusakan. Di tengah mereka mesti ada Ath-Tha'ifah Al-Manshurah Al-Firqatun Najiyah. Dan di setiap penghujung seratus tahun atau satu abad dari perjalanan waktu, di tengah mereka mesti akan tampil seorang atau lebih ulama mujaddid yang akan mengajak mereka untuk kembali kepada ajaran agama Islam yang murni seperti yang dibawa Nabi umat ini Shallallahu 'alaihi wa sallam, sebagaimana kemunculannya dipastikan dalam hadits yang telah kita bawakan di atas.

                Al-Imam Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullahu Sosok Pembaharu
                Salah seorang sosok mujaddid yang Allah Subhanahu wa Ta'ala munculkan di abad ke-12 Hijriyyah atau bertepatan dengan abad ke-19 Masehi adalah Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab bin Sulaiman bin 'Ali At-Tamimi Al-Hanbali rahimahullahu yang bertempat di negeri Najd, Saudi Arabia. Beliau lahir pada tahun 1115 H dan wafat pada tahun 1206 H. Banyak karya tulis yang berbicara tentang beliau yang disifati sebagai seorang peng-ishlah (orang yang mengadakan perbaikan) yang agung, seorang mujaddid Islam, seorang yang berada di atas petunjuk dan cahaya dari Rabbnya dan banyak lagi kebaikan-kebaikannya yang sulit untuk dihitung. (Majmu' Fatawa wa Maqalat Mutanawwi'ah Asy-Syaikh Ibnu Baz, dalam pembahasan tentang Al-Imam Muhammad bin Abdul Wahhab Da'watuhu wa Siratuhu, 1/355)
                Syaikh Mujaddid ini disifati demikian tidak lain karena beliau seorang alim salafi dari sisi aqidah dan manhaj, hingga pantas disifati dengan sifat-sifat kesempurnaan dan disebut dengan sebutan yang merupakan perangai kebaikan dan amal kebajikan. (Qathul Janiyil Mustathab Syarhu 'Aqidah Al-Mujaddid Muhammad bin Abdil Wahhab, hal. 7, karya Asy-Syaikh Al-Allamah Zaid bin Muhammad bin Hadi Al-Madkhali). Barakah dakwah beliau terus dirasakan oleh umat Islam sampai hari ini walaupun beliau telah wafat 221 tahun yang lalu (dua abad lebih). Tidak sebatas di negerinya, tetapi juga sampai ke seluruh negeri yang ada di berbagai belahan bumi ini, termasuk pula negeri kita Indonesia. Kitab-kitab karya beliau tersebar ke segala penjuru negeri, dibaca, dipelajari dan dijadikan rujukan oleh para penuntut ilmu, seperti kitab Al-Ushuluts Tsalatsah, Kasyfusy Syubuhat, Kitabut Tauhid, Masa'ilul Jahiliyyah dan masih banyak lagi.
                Para ulama setelah beliau banyak yang mensyarah karya-karya beliau menjadi satu atau beberapa kitab yang tebal. Satu hasil nyata dari dakwah beliau adalah berdirinya kerajaan tauhid Saudi Arabia dan tetap tegak sampai hari ini sebagai satu-satunya negara yang mengibarkan bendera tauhid dan menyatakan perang terhadap kesyirikan. Walillahil hamdu (Segala pujian yang sempurna hanyalah milik Allah).
                Pada awal dakwahnya, Syaikh yang mulia ini melihat kebodohan tersebar di seluruh negerinya. Beliau melihat manusia berbolak-balik menuju ke pelepah kurma dan kuburan untuk memohon kepada penghuni kubur dan benda-benda mati dengan permintaan yang semestinya tidak diminta kecuali kepada Pencipta langit dan bumi. Beliau melihat manusia meminta ampunan dan kesembuhan kepada penghuni kubur, sebagaimana mereka juga dikuasai oleh ketakutan yang sangat terhadap para setan di mana hal itu membawa mereka untuk berlindung kepada setan.
                Saat berkeliling negeri untuk menuntut ilmu, beliau juga melihat umat Islam hidup dalam kejahiliyahan yang sama dengan umat di negerinya. Di samping itu, beliau melihat Kitabullah tidak lagi menjadi rujukan dalam pengambilan hukum, namun justru manusia berhukum dengan selain hukum Allah. Inilah fenomena yang mendorong Syaikh untuk mengadakan perbaikan aqidah dan hukum sehingga hukum hanya milik Allah dan ibadah hanya ditujukan pada-Nya, demikian pula mutaba'ah (mengikuti) hanyalah kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau menyerang kejahiliyahan dan berseru dengan lantang kepada manusia bahwa mereka tidak di atas agama Islam sedikitpun.
                Beliau pun mengajak mereka untuk kembali kepada Islam yang hakiki, beribadah kepada Allah saja, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun dan agar ketaatan hanya ditujukan kepada Rasul-Nya. Beliau mengajak mereka agar beribadah kepada Allah dengan ajaran yang dibawa oleh Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam tanpa mengadakan-adakan perkara baru dalam agama, dan agar hukum yang diambil dari Kitabullah dan Sunnah Rasul dijadikan sebagai pokok, bukan sekedar pembungkus dalam pendapat-pendapat, undang-undang atau adat. Beliau membawa mushaf (lembaran Al-Qur'an) guna mengajak manusia agar kembali kepadanya, merasa cukup dengannya dan dengan As-Sunnah sebagai penjelas dan perinci apa yang global dalam Al-Qur'an.
                Berawal dari sini, bangkitlah orang-orang yang mendukung kehidupan jahiliyyah. Mereka pun bereaksi dan berteriak bahwa Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab datang membawa agama baru dan menganut madzhab yang kelima. Namun Syaikh tetap berlalu dengan dakwah beliau tanpa mengindahkan apa yang mereka ucapkan dan sebarkan. (Masyakilud Da'wah wad Du'ah fil 'Ashril Hadits, sub judul Da'watu Muhammad bin Abdil Wahhab wa Shumuduha lil Musykil, hal. 45-46, karya Asy-Syaikh Al-'Allamah Muhammad Aman bin 'Ali Al-Jami)
                Banyak sumbangsih yang diberikan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullahu kepada kaum muslimin yang semestinya disyukuri. Namun ada saja orang yang hasad kepada beliau atau orang yang dakwahnya berseberangan dengan dakwah yang beliau tegakkan. Mereka menyimpan kebencian kepada beliau bahkan menyebarkan ucapan-ucapan jelek dan tuduhan palsu tentang beliau dan dakwahnya. Sehingga tidak sedikit orang awam yang termakan ucapan mereka. Akibatnya beliau dibenci dan dicaci oleh mereka, dan dakwah seperti yang beliau ajarkan dijauhi.
                Ditempelkanlah gelar Wahabi kepada pengikut dakwah beliau, seakan beliau dan pengikut dakwah beliau berjalan di atas selain jalan yang haq dan membentuk madzhab yang kelima dalam Islam. Padahal dakwah beliau adalah dakwah kepada tauhid yang murni, memperingatkan dari kesyirikan dengan seluruh jenisnya, seperti bergantung kepada orang-orang mati dan yang lainnya, baik berupa pepohonan, bebatuan dan semisalnya.
                Dalam masalah aqidah, beliau rahimahullahu berada di atas madzhab As-Salafus Shalih, dalam fiqih beliau berpegang dengan madzhab Al-Imam Ahmad rahimahullahu sebagaimana ditunjukkan dalam kitab-kitab karya beliau, fatwa-fatwa beliau dan kitab-kitab karya pengikut beliau dari kalangan anak dan cucu-cucunya serta selain mereka.
                Dengan demikian Wahabiyyah bukanlah madzhab kelima seperti anggapan orang-orang bodoh dan orang-orang yang benci. Dia hanyalah dakwah kepada aqidah salafiyyah dan memperbaharui apa yang telah roboh dari bendera-bendera Islam dan tauhid di jazirah Arab. (Majmu' Fatawa wa Maqalat Mutanawwi'ah, Asy-Syaikh Ibnu Baz, 1/374)

                Aqidah dan Keyakinan Al-Imam Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullahu
                Tuduhan orang-orang yang benci ataupun orang-orang bodoh bahwa Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullahu membawa agama baru dan menyimpang dari ajaran Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sama sekali tidak terbukti. Bahkan bukti yang ada menunjukkan bahwa beliau di atas al-haq, dan dakwah yang beliau sampaikan adalah dakwah yang haq, mencocoki ajaran Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Berikut ini kita bawakan aqidah yang beliau yakini, guna menepis tuduhan dan membuang keraguan dari orang-orang yang ragu.
                Ketika penduduk Qashim menanyakan tentang aqidah beliau, beliau menyatakan bahwa aqidah yang beliau yakini adalah aqidah Al-Firqatun Najiyah, Ahlus Sunnah wal Jamaah. Dan hal ini beliau amalkan dan jalankan selama hidup beliau. Aqidah tersebut berupa:
                1. Iman kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, kebangkitan setelah mati dan iman terhadap takdir yang baik maupun yang buruk.
                2. Termasuk iman kepada Allah adalah mengimani sifat-Nya yang yang disebutkan-Nya dalam kitab-Nya dan lewat lisan Rasul-Nya Shallallahu 'alaihi wa sallam tanpa tahrif (mengubah) dan tanpa ta'thil (menolak), tanpa takyif (menanyakan hakikat) dan tamtsil (menyamakan dengan makhluk).
                3. Al-Qur'an adalah Kalamullah, yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta'ala, bukan makhluk. Al-Qur'an berasal dari Allah Subhanahu wa Ta'ala dan akan kembali kepada-Nya.
                4. Mengimani seluruh yang dikabarkan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berupa hal-hal yang terjadi setelah kematian, fitnah dan nikmat kubur, dikembalikannya ruh kepada jasad pada hari kiamat, adanya mizan, dibagikannya catatan amal para hamba, adanya telaga Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yang airnya lebih putih dari susu, rasanya lebih manis daripada madu dan bejananya sejumlah bintang-bintang di langit, siapa yang meminumnya ia tidak akan haus selama-lamanya. Termasuk pula mengimani adanya shirath (jalan/jembatan) yang dibentangkan di atas dua tepi Jahannam yang akan dilewati manusia sesuai kadar amal mereka. Mengimani adanya syafaat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, adanya surga dan neraka yang telah diciptakan dan sekarang telah ada. Dan mengimani bahwa kaum mukminin akan melihat Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan mata kepala mereka pada hari kiamat.
                5. Mengimani bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah penutup para nabi dan rasul.
                6. Meyakini bahwa shahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang paling afdhal adalah Abu Bakr, kemudian 'Umar, dan 'Utsman yang berikutnya, kemudian 'Ali. Setelahnya adalah enam shahabat yang tersisa dari 10 shahabat yang dijanjikan masuk surga (Al-'Asyrah Al-Mubasysyaruna bil jannah)[5], lalu para shahabat yang mengikuti perang Badar, berikutnya para shahabat yang berbai'at di bawah pohon (Bai'atur Ridhwan).
                7. Beliau berloyalitas kepada para shahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan menyebut mereka dengan kebaikan, ridha kepada mereka, memohonkan ampunan untuk mereka, menahan diri dari menyebut kesalahan mereka, dan diam dari perselisihan yang pernah terjadi di antara mereka.
                8. Sebagaimana beliau pun ridha kepada Ummahatul Mukminin (istri-istri Nabi) radhiyallahu 'anhunna.
                9. Menetapkan adanya karamah wali-wali Allah Subhanahu wa Ta'ala.
                10. Tidak mempersaksikan seseorang dari kaum muslimin dengan pernyataan "Fulan penduduk surga" atau "Fulan ahlun nar (penduduk neraka)", kecuali yang telah dinyatakan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai penduduk surga atau penduduk neraka.
                11. Tidak mengkafirkan seseorang dari kaum muslimin karena dosa yang diperbuat dan tidak pula mengeluarkannya dari lingkaran Islam.
                12. Beliau memandang jihad tetap berlangsung bersama setiap imam/pemimpin yang baik ataupun yang fajir/jahat.
                13. Bolehnya shalat berjamaah di belakang pemimpin yang jahat.
                14. Wajib mendengar dan taat kepada pemimpin kaum muslimin yang baik ataupun yang fajir, selama mereka tidak memerintahkan untuk bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
                15. Siapa yang memegang khilafah, manusia berkumpul dan ridha padanya, atau ia menguasai mereka dengan pedang hingga menjadi khalifah, maka ia wajib ditaati dan haram memberontak padanya.
                16. Beliau berpandangan harusnya memboikot ahlul bid'ah dan memisahkan diri dari mereka sampai mau bertaubat. Kita menghukumi mereka secara dzahir, adapun batin mereka diserahkan urusannya kepada Allah.
                17. Meyakini bahwa setiap perkara yang diada-adakan dalam agama ini merupakan bid'ah.
                18. Iman adalah ucapan dengan lisan, amalan dengan anggota badan dan pembenaran dengan hati, bisa bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan maksiat.
                19. Beliau memandang wajibnya amar ma'ruf nahi mungkar sesuai bimbingan syariat. [Lihat Qathul Janiyil Mustathab Syarhu 'Aqidah Al-Mujaddid Muhammad bin Abdil Wahhab]
                Demikianlah aqidah yang dianut oleh Syaikh Mujaddid tersebut, yang secara jelas menggambarkan beliau adalah seorang sunni salafi, yang berjalan di atas jalan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, para shahabat, tabi'in, atba'ut tabi'in, yakni jalan As-Salafush Shalih. Semestinya tidak ada lagi keraguan akan kebenaran dakwah beliau setelah adanya penjelasan ini. Dan silahkan gigit jari orang-orang yang benci dan hasad kepada beliau dan kepada dakwah tauhid yang haq ini.
                Wallahu ta'ala a'lam bish-shawab.

                Footnote:
                1 Abad pertama Hijriyyah
                2 Abad kedua Hijriyyah
                3 Sebagaimana semua itu ada pada diri Umar bin Abdil 'Aziz rahimahullahu
                4 'Aunul Ma'bud, pada kitab Al-Malahim, bab Ma Yudzkaru fi Qarnil Mi'ah dan mukaddimah Faidhul Qadir, 1/10.
                3 Sebagaimana semua itu ada pada diri Umar bin Abdil 'Aziz rahimahullahu
                4 'Aunul Ma'bud, pada kitab Al-Malahim, bab Ma Yudzkaru fi Qarnil Mi'ah dan mukaddimah Faidhul Qadir, 1/10.



                Abu hilmy <hilmyfarobi@...> wrote:
                Wa'alaikum salam waorkhmatullohi wabarokatuh.

                Sesungguhnya Dakwah Salafiyah adalah Dakwah
                kepada Tauhid. Sebagaimana Dakwah yang diperintah
                kan kepada Seluruh rosul.

                Dan Wahabi sebagaimana disebutkan orang-orang ke-
                banyakan dinitsbatkan kepada Syaik Muhammad Bin Abdul
                Wahab At-Tamimi. Beliau adalah Seorang ulama, Insya
                Allah seorang mujaddid. yang mendakwahkan dan menga-
                jak ummat ini kepada Tauhid.(muwahid).

                jadi yg membedakannya adalah orang-orng yg menyebut
                nya dengan tanpa pengetahuan, dan ada juga yg pura-
                pura tidak tahu dan ada juga yg memang tidak mau tau
                karena ta'asub pada golongan.

                afwan, semoga menjadi manfaat.

                Abu Hilmy.



                --- evy_PURC@... wrote:

                > Assalamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
                > Ada yang tahu bedanya Da'wah Salafi dengan Wahabi?



                ---------------------------------
                New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC and save big.
              • Abdullah Eli
                tentang penamaannya itu sendiri, waktu membahas kitab Jalan Golongan yang Selamat karya Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, ustadz kita memberi penjelasan
                Message 7 of 26 , May 18, 2006
                • 0 Attachment
                  tentang penamaannya itu sendiri,

                  waktu membahas kitab "Jalan Golongan yang Selamat" karya Syaikh
                  Muhammad bin Jamil Zainu, ustadz kita memberi penjelasan mengenai
                  kekeliruan orang2 kafir dan ahli bid'ah (yg menunjukkan kebodohan
                  mereka) ttg pemberian julukan 'wahabi'. Jadi sebenarnya mereka ingin
                  memberi sebutan yg jelek kepada manhaj salaf kita:

                  1) Syaikh kita namanya adalah Muhammad (bin Abdul Wahab), kalau ingin
                  menjuluki "alirannya" harusnya dijuluki sesuai dgn namanya yaitu
                  Muhammad menjadi aliran "Muhammadiyah" dong. Tetapi jika diberi
                  julukan itu, maka itu julukan yg baik yg sesungguhnya mengacu kepada
                  ahlusunnah karena ahlusunnah adalah juga pengikut setia Muhammmad
                  shallallahu 'alaihi wa salam.

                  2) Asal kata wahabi diambil dari Abdul Wahab yakni bapaknya beliau.
                  Jadi mana bisa nama bapak dinisbatkan kepada anaknya?

                  3) Wahab yg merupakan asal kata Wahabi adalah termasuk Asmaul Husna.
                  Jika kita wahabi, artinya kita adalah pengikut jalan Allah Ta'ala?
                  Bukankah syahadat kita adalah mentaati Allah dan Rasulullah?

                  Bukankah secara bahasa dan makna nama wahabi lebih baik daripada nama
                  aliran2 seperti Hizb At Tahrir, Persaudaraan islam , Persatuan Islam?

                  wallahu musta'an


                  On 5/18/06, evy_PURC@... <evy_PURC@...> wrote:
                  > Assalamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
                  > Ada yang tahu bedanya Da'wah Salafi dengan Wahabi?
                • warsito
                  3) Wahab yg merupakan asal kata Wahabi adalah termasuk Asmaul Husna. Jika kita wahabi, artinya kita adalah pengikut jalan Allah Ta ala? Bukankah syahadat kita
                  Message 8 of 26 , May 18, 2006
                  • 0 Attachment
                    3) Wahab yg merupakan asal kata Wahabi adalah termasuk Asmaul Husna.
                    Jika kita wahabi, artinya kita adalah pengikut jalan Allah Ta'ala?
                    Bukankah syahadat kita adalah mentaati Allah dan Rasulullah?
                    ========
                    Setahu saya, wahab (yang banyak memberi) bukan asma Allah. karena kata ini bisa dipakai nama oleh siapa saja. Kalo al Wahhab (Yang Mahapemberi) itu baru asma Allah.
                    Berhati-hatilah, jangan terlalu bersemangat.
                  • Naufal
                    ... From: warsito To: Sent: Friday, May 19, 2006 1:43 PM Subject: Re: [assunnah] Tanya : Bedanya
                    Message 9 of 26 , May 19, 2006
                    • 0 Attachment
                      ----- Original Message -----
                      From: "warsito" <warsito@...>
                      To: <assunnah@yahoogroups.com>
                      Sent: Friday, May 19, 2006 1:43 PM
                      Subject: Re: [assunnah] Tanya : Bedanya Da'wah Salafi dengan Wahabi?

                      > 3) Wahab yg merupakan asal kata Wahabi adalah termasuk Asmaul Husna.
                      > Jika kita wahabi, artinya kita adalah pengikut jalan Allah Ta'ala?
                      > Bukankah syahadat kita adalah mentaati Allah dan Rasulullah?
                      > ========
                      > Setahu saya, wahab (yang banyak memberi) bukan asma Allah. karena kata ini
                      bisa dipakai nama oleh siapa saja. Kalo al Wahhab (Yang Mahapemberi) itu
                      baru asma Allah.
                      > Berhati-hatilah, jangan terlalu bersemangat.


                      'Mereka' membuat istilah 'wahabi' mengambil dari nama Imam Muhammad bin AbdulWahhab, sebagaimana mazhab Imam Ahmad bin Hambal disebut dgn mazhab Hambali. Berarti istilah 'wahabi' itu diambil dari bagian nama ayah Syaikh Muhammad bin AbdulWahab yaitu Abdul Wahab, sedangkan AbdulWahab artinya adalah "Hamba Al-Wahab" sebagaimana Abdullah artinya "Hamba Allah", Abdurrahman artinya "Hamba Ar Rahman", dst.
                    • Saat Bedan
                      Secara ilmiah tidak ada perbedaan antara salafi dan wahabi. Kerana Muhammad bin Abdul Wahab adalah seorang Salafi. Inilah tanda2 akhir zaman berbagai fitnah
                      Message 10 of 26 , May 19, 2006
                      • 0 Attachment
                        Secara ilmiah tidak ada perbedaan antara salafi dan wahabi. Kerana Muhammad bin Abdul Wahab adalah seorang Salafi.
                        Inilah tanda2 akhir zaman berbagai fitnah akan terjadi. Wahabi adalah nama yang diambil dari bapa kepada Muhammad bin Abdul Wahab. Oleh kerana bencinya mereka terhadap Muhammad bin Abdul Wahab, maka digunakan nama bapanya Abdul Wahab kepada Wahabi atau sering disebut dengan fahaman Wahabi. Fitnah ini datangnya daripada para orientalis Barat yang sememangnya kurang senang dengan dasar Islam yang asli yang dikembangkan oleh Muhammad bin Abdul Wahab. Hingga kini apabila nama Wahabi disebut orang akan merasa jelek lagi menakutkan. Yang mengherankan ada segelincir umat Islam turut termakan fitnah tersebut. Terima kasih.


                        Abdullah Eli <eljabbar@...> wrote:
                        tentang penamaannya itu sendiri,

                        waktu membahas kitab "Jalan Golongan yang Selamat" karya Syaikh
                        Muhammad bin Jamil Zainu, ustadz kita memberi penjelasan mengenai
                        kekeliruan orang2 kafir dan ahli bid'ah (yg menunjukkan kebodohan
                        mereka) ttg pemberian julukan 'wahabi'. Jadi sebenarnya mereka ingin
                        memberi sebutan yg jelek kepada manhaj salaf kita:

                        1) Syaikh kita namanya adalah Muhammad (bin Abdul Wahab), kalau ingin
                        menjuluki "alirannya" harusnya dijuluki sesuai dgn namanya yaitu
                        Muhammad menjadi aliran "Muhammadiyah" dong. Tetapi jika diberi
                        julukan itu, maka itu julukan yg baik yg sesungguhnya mengacu kepada
                        ahlusunnah karena ahlusunnah adalah juga pengikut setia Muhammmad
                        shallallahu 'alaihi wa salam.

                        2) Asal kata wahabi diambil dari Abdul Wahab yakni bapaknya beliau.
                        Jadi mana bisa nama bapak dinisbatkan kepada anaknya?

                        3) Wahab yg merupakan asal kata Wahabi adalah termasuk Asmaul Husna.
                        Jika kita wahabi, artinya kita adalah pengikut jalan Allah Ta'ala?
                        Bukankah syahadat kita adalah mentaati Allah dan Rasulullah?

                        Bukankah secara bahasa dan makna nama wahabi lebih baik daripada nama
                        aliran2 seperti Hizb At Tahrir, Persaudaraan islam , Persatuan Islam?

                        wallahu musta'an


                        On 5/18/06, evy_PURC@... <evy_PURC@...> wrote:
                        > Assalamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
                        > Ada yang tahu bedanya Da'wah Salafi dengan Wahabi?



                        ---------------------------------
                        Do you Yahoo!?
                        Yahoo! Movies - Search movie info and celeb profiles and photos.
                      • Fahmi Mubarok
                        Assalaamu alaikum wr. wb. Mohon maaf, tapi saya sangat bingung dan tidak menemukan referensi yang mendukung tentang hal ini: Saya berharap ustadz memaklumi hal
                        Message 11 of 26 , May 19, 2006
                        • 0 Attachment
                          Assalaamu'alaikum wr. wb.

                          Mohon maaf, tapi saya sangat bingung dan tidak menemukan referensi yang
                          mendukung tentang hal ini:

                          Saya berharap ustadz memaklumi hal ini, hal yang ingin saya tanyakan
                          adalah :
                          1. Apa hukum cairan yang keluar dari seorang perempuan dan seorang
                          laki-laki ketika terangsang? adakah dalil yang membahas masalah ini?

                          2. Bagaimana hukumnya jika suami istri melakukan oral seks?

                          Jazakumulloh khoeron katsiroo

                          Wassalaamu'alaikum wr. wb.
                        • yusman alminangi
                          assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. akhi abdulwahab itu artinya hamba yang maha pemberi, benar kata antum bahwa wahab itu bukan nama Allah, yang benar
                          Message 12 of 26 , May 20, 2006
                          • 0 Attachment
                            assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

                            akhi abdulwahab itu artinya hamba yang maha pemberi,
                            benar kata antum bahwa wahab itu bukan nama Allah,
                            yang benar adalah Alwahab itu berarti nama Allah yang
                            maha pemberi, namun disini nama al wahab didahului
                            sebelumnya dengan kata abdul, dgn demikian sudah jelas
                            sekali, bahwa yang dimaksud wahabi yg dipakai org2 yg
                            benci akan da'wah "(syaikh muhammad bin abdulwahab
                            itu") diambil dari kata abdulwahab, sebab nama beliau
                            adalah muhammad bin abdulwahab, lain masalah nya jika
                            nama beliau adalah misalnya : muhammad wahab, nah itu
                            baru nisabatnya ke nama atau pribadi beliau, akan
                            tetapi sudah jelas jelas sekali nama beliau adalah
                            muhammad bin abdulwahab, berarti kata wahabi itu
                            dinisbatkan dari nama abdulwahab yakni dari nama Allah
                            ("Al wahab"), sungguh org yang menjuluki da'wah syaikh
                            muhammad bin abdul wahab sebagai paham wahabi, gerakan
                            wahabi, atau golongan wahabi, untuk menjatuhkan
                            beliau,untuk memberi kesan yg buruk pada da'wah
                            beliau, agar org punya persepsi bahwa ajarannya syaikh
                            muhammad bin abdul wahab adalah ajaran yang dibuat
                            buat saja oleh beliau dan untuk menjerumuskan
                            pemikiran orang orang bahwa da'wah yg di serukan oleh
                            syaikh muhammad bin abdul wahab tidak ada bedanya
                            dengan golongan golongan / firqah sesat lainnya, yang
                            keluar dari ajaran islam., pada dasarnya itu justru,
                            menjatuhkan diri mereka sendiri, dan meninggikan
                            da'wah syaikh muhammad bin abdulwahab dengan
                            sendirinya, karena nisbatnya langsung kepada Alwahab
                            "(yang maha pemberi"), dan terlihat jelas kejahilan
                            mereka. wallahu 'alam bishawab.
                            dan sekarang ana ingin bertanya Apakah ada yang salah
                            dengan dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab kalau
                            pun kalian katakan bahwa wahabi adalah pengikut
                            beliau? Apakah ada yang salah dalam dakwah beliau?


                            --- Naufal <naufal@...> wrote:

                            > ----- Original Message -----
                            > From: "warsito" <warsito@...>
                            > To: <assunnah@yahoogroups.com>
                            > Sent: Friday, May 19, 2006 1:43 PM
                            > Subject: Re: [assunnah] Tanya : Bedanya Da'wah
                            > Salafi dengan Wahabi?
                            >
                            > > 3) Wahab yg merupakan asal kata Wahabi adalah
                            > termasuk Asmaul Husna.
                            > > Jika kita wahabi, artinya kita adalah pengikut
                            > jalan Allah Ta'ala?
                            > > Bukankah syahadat kita adalah mentaati Allah dan
                            > Rasulullah?
                            > > ========
                            > > Setahu saya, wahab (yang banyak memberi) bukan
                            > asma Allah. karena kata ini
                            > bisa dipakai nama oleh siapa saja. Kalo al Wahhab
                            > (Yang Mahapemberi) itu
                            > baru asma Allah.
                            > > Berhati-hatilah, jangan terlalu bersemangat.
                            >
                            >
                            > 'Mereka' membuat istilah 'wahabi' mengambil dari
                            > nama Imam Muhammad bin AbdulWahhab, sebagaimana
                            > mazhab Imam Ahmad bin Hambal disebut dgn mazhab
                            > Hambali. Berarti istilah 'wahabi' itu diambil dari
                            > bagian nama ayah Syaikh Muhammad bin AbdulWahab
                            > yaitu Abdul Wahab, sedangkan AbdulWahab artinya
                            > adalah "Hamba Al-Wahab" sebagaimana Abdullah artinya
                            > "Hamba Allah", Abdurrahman artinya "Hamba Ar
                            > Rahman", dst.



                            --------------------------
                            Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
                          • hanif hanif
                            wassalamu alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh, ini saya copy dari jawaban penanya sebelumnya. salam dari paris hanif =======cairan akibat terangsang secara
                            Message 13 of 26 , May 21, 2006
                            • 0 Attachment
                              wassalamu alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh,

                              ini saya copy dari jawaban penanya sebelumnya.

                              salam dari paris

                              hanif


                              =============Êiran akibat terangsang secara sexual (lihat no.3 madzi)===============
                              a
                              Serial Fiqh 2 : Kitab *Thaharah*
                              Bab *An Najaasaat*

                              *An Najasaat* adalah bentuk plural dari *najasah*, yaitu semua yang
                              dianggap menjijikan oleh orang yang bertabiat normal. Mereka menjaga diri
                              darinya dan mencuci pakaian mereka jika terkena olehnya seperti kotoran dan
                              air seni (*Ar Raudhah An Nadiyyah* I/12 oleh Syaikh Shidiq Hasan Khan)

                              Hukum asal segala sesuatu adalah boleh dan suci. Barangsiapa menyatakan
                              nasjisnya suatu materi, maka ia harus mendatangkan dalil. Namun bila ia
                              tidak bisa membawakan suatu hujjah maka wajib mengikuti hukum asal, yaitu
                              segala sesuatu boleh dan suci.

                              Maka tidak boleh mengatakan tentang najisnya sesuatu kecuali dengan dalil
                              (Syaikh Albani dalam *Shahiih Sunan Abu Dawud* no. 834 dan Syaikh Shidiq
                              Hasan Khan dalam *Ar Raudhah An Nadiyyah* I/15).

                              Hal – hal yang terdapat dalil tentang kenajisan serta cara menyucikannya
                              adalah :

                              1. Air seni.

                              Dari Anas ra., "*Seorang Arab Badui buang air di Mesjid, lalu segolongan
                              orang menghampirinya. Rasulullah ShallallaHu alaihi wa sallam lantas
                              bersabda, 'Biarkanlah ia jangan kalian hentikan kencingnya'".* Lalu Anas
                              ra. melanjutkan, *"Tatkala ia sudah menyelesaikan kencingnya, beliau
                              ShallallaHu alaiHi wa sallam memerintahkan agar dibawakan setimba air lalu
                              diguyurkan di atasnya" *(HR. Al Bukhari no. 6025 dan Muslim no. 284)

                              [Secara umum, zat untuk membersihkan diri dari najis adalah dengan
                              menggunakan air, kecuali syariat membolehkan membersihkannya dengan selain
                              air, seperti menggunakan tanah]

                              Adapun cara menyucikan pakaian yang terkena kencing bayi yang masih menyusu
                              adalah sebagaimana sabda Rasulullah *ShallallaHu alaiHi wa sallam*, *"Air
                              kencing bayi perempuan dicuci, sedangkan air kencing bayi diperciki"* (HR.
                              An Nasa'i I/158 dan Abu Dawud no. 372, di*shahih*kan oleh Syaikh Albani
                              dalam *Shahih Sunan an Nasa'i* no. 293)

                              2. Kotoran manusia.

                              Dari Hudzaifah ra., Rasulullah *ShallallaHu alaiHi wa sallam* bersabda, *"Jika
                              salah seorang diantara kalian menginjak al adzaa dengan sandalnya, maka
                              tanah adalah penyucinya"* (HR. Abu Dawud no. 381, di*shahih*kan oleh Syaikh
                              Albani dalam *Shahih Sunan Abi Dawud* no. 834)

                              *Al Adzaa* adalah segala sesuatu yang engkau merasa tersakiti olehnya,
                              seperti najis, kotoran dan sebagainya *('Aunul Ma'buud* II/44).

                              3. Madzi.

                              Madzi adalah cairan bening, encer dan lengket yang keluar ketika naiknya
                              syahwat. Dialami pria maupun wanita.

                              Ali ra. berkata, *"Aku adalah laki – laki yang sering keluar madzi. Aku
                              malu menanyakannya pada Nabi ShallallaHu alaiHi wa sallam karena kedudukan
                              putri beliau. Lalu kusuruh al Miqdad bin al Aswad untuk menanyakannya. Beliau
                              ShallallaHu alaiHi wa sallam bersabda, 'Dia harus membasuh kemaluannya dan
                              berwudhu'"* (HR Al Bukhari no. 132 dan Muslim no. 303)

                              Untuk pakaian yang terkena madzi Rasulullah ShallallaHu alaiHi wa sallam
                              memberikan panduannya,

                              *"Cukup ambil segenggam air lalu guyurkan pada pakaianmu yang terkena
                              olehnya"* (HR. Abu Dawud no. 207, At Tirmidzi no. 115 dan Ibnu Majah no.
                              506, dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Shahiih Sunan Ibni Majah no. 409)

                              4. Wadi

                              Wadi adalah cairan bening dan kental yang keluar setelah buang air. Dari
                              Ibnu Abbas ra., ia berkata, *"Mani, wadi dan madzi. Adapun mani maka wajib
                              mandi. Sedangkan untuk wadi dan madzi beliau ShallallaHu alaiHi wa sallam
                              bersabda,*
                              * *
                              *'Basulah dzakar atau kemaluanmu dan wudhulah sebagaimana engkau berwudhu
                              untuk shalat'"* (HR. Abu Dawud dan Al Baihaqi I/115, di*shahih*kan oleh
                              Syaikh Albani dalam *Shahih Sunan Abi Dawud* no. 190)
                              * *

                              5. Kotoran hewan yang tidak halal dimakan dagingnya.


                              Dari Abdullah ra., ia berkata, "*Ketika Nabi ShallallaHu alaiHi wa sallam
                              hendak buang hajat, beliau berkata, 'Bawakan aku 3 batu'. Aku menemukan dua
                              batu dan sebuah kotoran keledai. Lalu beliau mengambil kedua batu itu dan
                              membuang kotoran tadi lalu berkata, '(Kotoran) itu najis'"* (HR. Ibnu Majah,
                              di*shahih*kan oleh Syaikh Albani dalam *Shahih Sunan Ibnu Majah* no. 2530)

                              6. Darah haidh

                              Dari Asma' binti Abi Bakar ra. ra, ia berkata, "*Seorang wanita datang
                              kepada kepada Nabi ShallallaHu alaiHi wa sallam lalu berkata, 'Baju seorang
                              diantara kami terkena darah haidh, apa yang ia lakukan ?'*
                              * *
                              *Beliau ShallallaHu alaiHi wa sallam bersabda, "Keriklah, kucek dengan air,
                              lalu guyurlah. Kemudian shalatlah dengan (baju) itu'"* (HR. Al Bukhari no.
                              307 dan Muslim no. 291)

                              7. Air liur anjing.

                              Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah *ShallallaHu alaiHi wa sallam* bersabda,
                              *"(Cara) menyucikan bejana salah seorang diantara kalian jika dijilat anjing
                              adalah membasuhnya tujuh kali. Yang pertama dengan tanah"* (HR. Muslim no.
                              276)

                              8. Bangkai

                              Yaitu segala sesuatu yang mati tanpa disembelih secara syar'i. Dasarnya
                              adalah sabda Rasulullah *ShallallaHu alaiHi wa sallam*, *"Kulit bangkai apa
                              saja jika disamak, maka ia suci"* (HR. Ibnu Majah, Ahmad dalam *Al Fathur
                              Rabbani* no. 49, At Tirmidzi no. 1782, Ibnu Majah no. 3609 dan An
                              Nasa'iVII/173, dari Ibnu Abbas ra., di*shahih*kan oleh Syaikh Albani
                              dalam *Shahih
                              Sunan Ibni Majah* no. 2907)

                              Maraji :
                              *Panduan Fiqh Lengkap Jilid 1*, Abdul 'Azhim bin Badawi Al Khalafi, Pustaka
                              Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Jumadil Akhir 1426 H/Juli 2005 M.

                              Catatan :
                              Jika suatu benda terkena najis dan dibiarkan kering serta bekas najisnya
                              hilang maka benda itupun menjadi suci kembali sebagaimana hadits dari Ibnu
                              Umar ra., ia berkata, *"Pada zaman Rasulullah ShallallaHu alaiHi wa sallam,
                              banyak anjing yang kencing dan berlalu lalang di dalam mesjid. Mereka tidak
                              mengguyurkan air sedikit pun di atasnya"* (HR. Bukhari no. 174 secara *
                              mu'allaq* dan Abu Dawud no. 378)

                              ========oral sex=========

                              >--- In assunnah@yahoogroups.com,
                              >Ryan Proxy <ikonos_12@...> wrote:
                              > assalamualaikum..
                              > afwan saya mo nanya...
                              > apakah hukum oral seks dan menelan sperma?
                              > terimakasih atas jawabannya..
                              > maaf kalo pertanyaan nya vulgar..

                              Mungkin sedikit membantu diambil dari konsultasi ustad di
                              www.muslim.or.id :

                              Penanya: Abu Abdirrahman
                              Di Jawab Oleh: Ust. Abu Ukasyah Aris Munandar

                              Pertanyaan:
                              Assalaamu'alaikum wr. wb
                              Ana mau tanya seputar hubungan suami istri.

                              1. Apa hukumya istri melakukan oral sex pada suaminya?
                              2. Apa hukumya istri melakukan onani pada suaminya sendiri?

                              Jazakallah
                              Wassalaamu'alaikum wr.wb

                              Jawaban:

                              A.
                              Oral sex adalah terlarang mengingat:

                              1. Allah berfirman, yang artinya: "maka setubuhilah mereka di
                              tempat yang Allah perintahkan kepadamu." (QS. Al-Baqoroh: 222).
                              Tempat yang Allah perintahkan adalah farji dan bukan mulut.
                              2. Perbuatan tersebut dilakukan oleh orang-orang kafir, dan
                              menyerupai orang-orang kafir adalah haram.
                              3. Mulut adalah tempat yang mulia, seperti untuk berzikir, baca
                              Al-Qur'an dan lain-lain, sedangkan farji adalah tempat yang kotor
                              (tempat keluarnya air kencing dan madzi). Bagaimanakah tempat yang
                              kotor diletakkan di tempat yang mulia? Atau sebaliknya…
                              4. Dalil fitrah, oral sex adalah menjijikkan menurut orang-orang
                              yang memiliki fitnah yang bersih dan berakal sehat.
                              5. Beberapa ulama yang berpendapat bahwa oral sex terlarang (baca:
                              harom –ed) diantaranya Syaikh Al-Albani, Syaikh Bin Baz, Syaikh Salim
                              bin `Ied Al-Hilali dan Syaikh Masyhur Al-Salman (lihat majalah Al
                              Furqon, Gresik, ed. 3 th. III hal. 6).

                              B.
                              Onani yang dilakukan oleh tangan isteri yang sah hukumnya boleh
                              menurut kesepakatan ulama. Demikian pernyataan imam Syaukani (lihat
                              Majalah Al Furqon Gresik, ed. 6 th. III hal. 46).

                              2006/5/20, Fahmi Mubarok <fahmi_mubarok@...>:
                              >
                              > Assalaamu'alaikum wr. wb.
                              >
                              > Mohon maaf, tapi saya sangat bingung dan tidak menemukan referensi yang
                              > mendukung tentang hal ini:
                              >
                              > Saya berharap ustadz memaklumi hal ini, hal yang ingin saya tanyakan
                              > adalah :
                              > 1. Apa hukum cairan yang keluar dari seorang perempuan dan seorang
                              > laki-laki ketika terangsang? adakah dalil yang membahas masalah ini?
                              >
                              > 2. Bagaimana hukumnya jika suami istri melakukan oral seks?
                              >
                              > Jazakumulloh khoeron katsiroo
                              >
                              > Wassalaamu'alaikum wr. wb.
                            • Budi Aribowo
                              Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh Cairan yang keluar saat syahwat naik disebut madzi, dan dihukumi najis sehingga harus dibersihkan, berikut
                              Message 14 of 26 , May 21, 2006
                              • 0 Attachment
                                Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh

                                Cairan yang keluar saat syahwat naik disebut madzi, dan dihukumi najis sehingga harus dibersihkan, berikut penjelasannya,

                                Madzi adalah cairan bening, encer dan lengket yang keluar ketika naiknya syahwat. Dialami pria maupun wanita.

                                Ali ra. berkata, ?Aku adalah laki ? laki yang sering keluar madzi. Aku malu menanyakannya pada Nabi ShallallaHu alaiHi wa sallam karena kedudukan putri beliau. Lalu kusuruh al Miqdad bin al Aswad untuk menanyakannya. Beliau ShallallaHu alaiHi wa sallam bersabda, ?Dia harus membasuh kemaluannya dan berwudhu?? (HR Al Bukhari no. 132 dan Muslim no. 303)

                                Untuk pakaian yang terkena madzi Rasulullah ShallallaHu alaiHi wa sallam memberikan panduannya,

                                ?Cukup ambil segenggam air lalu guyurkan pada pakaianmu yang terkena olehnya? (HR. Abu Dawud no. 207, At Tirmidzi no. 115 dan Ibnu Majah no. 506, dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Shahiih Sunan Ibni Majah no. 409)

                                Maraji :
                                Panduan Fiqh Lengkap Jilid 1, Abdul ?Azhim bin Badawi Al Khalafi, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Jumadil Akhir 1426 H/Juli 2005 M.



                                Fahmi Mubarok <fahmi_mubarok@...> wrote:
                                Assalaamu'alaikum wr. wb.

                                Mohon maaf, tapi saya sangat bingung dan tidak menemukan referensi yang
                                mendukung tentang hal ini:

                                Saya berharap ustadz memaklumi hal ini, hal yang ingin saya tanyakan
                                adalah :
                                1. Apa hukum cairan yang keluar dari seorang perempuan dan seorang
                                laki-laki ketika terangsang? adakah dalil yang membahas masalah ini?

                                2. Bagaimana hukumnya jika suami istri melakukan oral seks?

                                Jazakumulloh khoeron katsiroo

                                Wassalaamu'alaikum wr. wb.



                                ---------------------------------
                                Blab-away for as little as 1?/min. Make PC-to-Phone Calls using Yahoo! Messenger with Voice.
                              • fsms sunnah
                                assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh bismillah Dengan mengharap Ridho Allah subhanahu wata ala Diberitahukan kepada ikhwan dan akhwat sekalian, bahwa
                                Message 15 of 26 , May 22, 2006
                                • 0 Attachment
                                  assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
                                  bismillah
                                  Dengan mengharap Ridho Allah subhanahu wata'ala
                                  Diberitahukan kepada ikhwan dan akhwat sekalian, bahwa
                                  insya'Allah akan diadakan BEDAH BUKU ILMIYAH
                                  "RUNTUHNYA TEORI HELLIOSENTRIS,
                                  KEPASTIAN AL-QUR'AN DAN SUNNAH,MATAHARI MENGELILINGI
                                  BUMI"
                                  TANGGAL :ahad,21 jumadil ula 1427/
                                  ahad,18 juni 2006
                                  WAKTU :08.00 WIB - 11.30 WIB
                                  TEMPAT :MASJID BAITUL FIKRI(KAMPUS UNTAG)
                                  JL.SEMOLOWARU 45 SURABAYA
                                  +/-400 METER TIMUR TERMINAL BRATANG
                                  PEMATERI :AL-USTADZ AHMAD SABIQ ABU YUSUF, Lc
                                  JUDUL BUKU :MATAHARI MENGELILINGI BUMI,
                                  SEBUAH KEPASTIAN AL-QURAN DAN
                                  AS-SUNNAH
                                  INFAQ :Rp.5000,-
                                  FASILITAS :SNACK,SOFTDRINK,DISKON BUKU
                                  25%,DISKON 20%CHECKUP LAB.SYIFA'HERBAL MEDIKA
                                  PENYELENGGARA :PUSTAKA AL-FURQON GRESIK,YAYASAN
                                  TAUHIDULLAH SURABAYA,YAYASAN ITTIBA'AUSSUNNAH
                                  SIDOARJO,TAKMIR UKMKI KAMPUS UNTAG SURABAYA.
                                  NB:TEMPAT TERBATAS
                                  INFORMASI DAN PENDAFTARAN:
                                  VIA SMS:
                                  ABU ANAS--------08123.014.714/031-71215910
                                  ABU ASIYAH------081.332.87.9493
                                  VIA PHONE:
                                  031-71446670
                                  031-3715429
                                  DEMIKIAN INFORMASI DARI KAMI, DIHARAP AGAR IKHWAN DAN
                                  AKHWAT SEKALIAN DAPAT MEMPUBLIKASIKANNYA
                                  JAZAKUMULLAH KHAIRON
                                  PANITIA BEDAH BUKU
                                  ABU ASIYAH


                                  _________________________________
                                  Do You Yahoo!?
                                  Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
                                  http://mail.yahoo.com
                                • Abdullah Eli
                                  terima kasih. maaf, saya cabut kalimat tersebut dan rujuk kepada kalimat yg benar.
                                  Message 16 of 26 , May 22, 2006
                                  • 0 Attachment
                                    terima kasih. maaf, saya cabut kalimat tersebut dan rujuk kepada
                                    kalimat yg benar.


                                    On 5/19/06, warsito <warsito@...> wrote:
                                    > Setahu saya, wahab (yang banyak memberi) bukan asma Allah. karena kata ini >bisa dipakai nama oleh siapa saja. Kalo al Wahhab (Yang Mahapemberi) itu baru >asma Allah.
                                    > Berhati-hatilah, jangan terlalu bersemangat.
                                  • linda maya
                                    assalamu alaikum wr.wb mau nanya nich: soal cairan yang keluar yang disebut madzi itu najis dan hanya wudhu aja. tapi kalau keluar air mani (sperma) harus
                                    Message 17 of 26 , May 22, 2006
                                    • 0 Attachment
                                      assalamu'alaikum wr.wb

                                      mau nanya nich: soal cairan yang keluar yang disebut
                                      madzi itu najis dan hanya wudhu aja. tapi kalau keluar
                                      air mani (sperma) harus mandi junub ya???

                                      trus gmana hukumnya orang yang melakukan onani ato
                                      mastrubasi & gmana setelah itu maksudnya harus wudhu
                                      ato mandi junub ? tolong kasih dalil yang mendukung
                                      jawaban yang ada.

                                      terima kasih sebelum dan sesudahnya.....

                                      wassalamu'alaikum wr.wb

                                      _________________________
                                      Do You Yahoo!?
                                      Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
                                      http://mail.yahoo.com
                                    • Fahrizal
                                      Assalamu alaikum warohmatullohi.. Keluarnya mani dr seseorang baik itu disengaja (ex. masturbasi, hub. suami istri) atau tidak disengaja (mimpi), maka org
                                      Message 18 of 26 , May 23, 2006
                                      • 0 Attachment
                                        Assalamu'alaikum warohmatullohi..

                                        Keluarnya mani dr seseorang baik itu disengaja (ex. masturbasi, hub. suami istri) atau tidak disengaja (mimpi), maka org tersebut dikatakan Junub, dan org yg Junub diwajibkan untuk mandi, sedangkan keluarnya madzi (biasanya berupa cairan bening, dan keluarnya tidak disertai dgn rasa nikmat) tidak diwajibkan untuk mandi cukup wudhu saja, berdasarkan hadits ttg Ali yg kemudian Ali menyuruh pembantunya utk menanykan hal tsbt kepada Rasululloh sholalallohu 'alaihi wassalama, dan Rasululloh bersabda cukup wudhu saja. Afwan, ana lupa rowinya.
                                        Allohu'alam...


                                        JIKA SEORANG WANITA BERMIMPI DAN MENGELUARKAN CAIRAN YANG TIDAK MENGENAI
                                        PAKAIANNYA, APAKAH IA WAJIB MANDI

                                        Oleh
                                        Al-Lajnah Ad-Da'imah Lil Ifta'

                                        Pertanyaan
                                        Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta' ditanya : Saat saya bermimpi, saya segera
                                        sadar dan bangun untuk menahan keluarnya cairan pada pakaian saya, lalu saya
                                        keluarkan di kamar mandi, apakah wajib bagi saya untuk mandi atau cukup
                                        berwudhu saja untuk melakukan shalat dan membaca Al-Qur'an ?

                                        Jawaban
                                        Anda wajib mandi karena mimpi itu menyebabkan keluar cairan, baik mani itu
                                        Anda keluarkan di pakaian Anda ataupun di kamar mandi, karena wajib mandi
                                        pada mimpi berdasarkan pada keluarnya mani sesuai dengan sabda Rasulullah
                                        Shalallahu 'alaihi wa salam :
                                        "Air (mandi) dikarenakan air (keluarnya mani) ",
                                        juga berdasarkan sabda Nabi Shalallahu alaihi wa salam pula, saat Ummu Salim
                                        bertanya kepada beliau :
                                        Sesungguhnya Allah tidak malu pada kebenaran, apakah wajib mandi bagi wanita
                                        yang mengalami mimpi?" maka beliau bersabda'
                                        "Artinya : Ya, wajib baginya untuk mandi jika ia melihat air (mimpi itu
                                        keluarnya mani)".

                                        [Fatawa Al-Lajnah Ad-Da'imah, 5/307]


                                        WAJIB MANDIKAH BILA KELUARNYA MANI KARENA SYAHWAT TANPA BERSETUBUH

                                        Pertanyaan
                                        Al-Lajnah Ad-Da'imah Lil Ifta' ditanya: Wajib mandikah bagi wanita yang
                                        mengeluarkan mani karena adanya syahwat tanpa melakukan persetubuhan ?

                                        Jawaban
                                        Jika keluarnya mani dari seorang wanita dengan disertai rasa nikmat maka
                                        wajib baginya untuk mandi.

                                        [Al-Lajnah Ad-Da'imah, 5/311]

                                        [Disalin dari buku Al-Fatawa Al-Jami'ah Lil Mar'atil Muslimah Edisi
                                        Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita Penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan
                                        Terbitan Darul Haq hal 26-27 Penerjemah Amir Hamzah Fakhruddin]

                                        Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action==more&article_id=8&bagian==0

                                        Wassalamu'alaikum warohamtullohi..
                                        Rizal


                                        On 5/23/06, linda maya <oky_tria@...> wrote:
                                        >
                                        > assalamu'alaikum wr.wb
                                        >
                                        > mau nanya nich: soal cairan yang keluar yang disebut
                                        > madzi itu najis dan hanya wudhu aja. tapi kalau keluar
                                        > air mani (sperma) harus mandi junub ya???
                                        >
                                        > trus gmana hukumnya orang yang melakukan onani ato
                                        > mastrubasi & gmana setelah itu maksudnya harus wudhu
                                        > ato mandi junub ? tolong kasih dalil yang mendukung
                                        > jawaban yang ada.
                                        >
                                        > terima kasih sebelum dan sesudahnya.....
                                        >
                                        > wassalamu'alaikum wr.wb
                                      • Naufal
                                        ... From: linda maya To: Sent: Tuesday, May 23, 2006 1:03 PM Subject: [assunnah] OOT: cairan ...
                                        Message 19 of 26 , May 23, 2006
                                        • 0 Attachment
                                          ----- Original Message -----
                                          From: "linda maya" <oky_tria@...>
                                          To: <assunnah@yahoogroups.com>
                                          Sent: Tuesday, May 23, 2006 1:03 PM
                                          Subject: [assunnah] OOT: cairan

                                          > assalamu'alaikum wr.wb

                                          wa`alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

                                          > mau nanya nich: soal cairan yang keluar yang disebut
                                          > madzi itu najis dan hanya wudhu aja. tapi kalau keluar
                                          > air mani (sperma) harus mandi junub ya???

                                          ya, benar

                                          > trus gmana hukumnya orang yang melakukan onani ato
                                          > mastrubasi & gmana setelah itu maksudnya harus wudhu
                                          > ato mandi junub ? tolong kasih dalil yang mendukung
                                          > jawaban yang ada.

                                          bukankah sudah dipahami dari pertanyaan diatas bahwa jika keluar air mani
                                          (sperma) maka wajib mandi junub?
                                          bukankah onani/masturbasi mengeluarkan air mani? maka sudah tentu wajib
                                          mandi

                                          > terima kasih sebelum dan sesudahnya.....
                                          >
                                          > wassalamu'alaikum wr.wb
                                        • Budi Aribowo
                                          wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh, Harus mandi bu karena keluar air mani. Berikut hal - hal yang menyebabkan mandi wajib, semoga bermanfaat, 1.
                                          Message 20 of 26 , May 24, 2006
                                          • 0 Attachment
                                            wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh,

                                            Harus mandi bu karena keluar air mani.
                                            Berikut hal - hal yang menyebabkan mandi wajib, semoga bermanfaat,

                                            1. Keluar air mani, baik saat terjaga ataupun tidur, berdasarkan sabda Rasulullah ShallallaHu 'alaiHi wa sallam,

                                            "Sesungguhnya air (mandi) itu disebabkan air (keluarnya mani)" (HR. Muslim no. 343 dan Abu Dawud no. 214)

                                            2. Jima' (berhubungan badan), walaupun tidak keluar air mani. Dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah ShallallaHu 'alaiHi wa sallam bersabda,

                                            "Jika ia telah duduk diantara ke empat cabang istrinya ... (kiasan untuk bersetubuh), maka ia wajib mandi meskipun tidak keluar air mani" (HR. Muslim no. 348)

                                            3. Masuk Islamnya orang kafir. Dari Qais bin 'Ashim, ia menceritakan bahwa ketika ia masuk Islam, Nabi ShallallaHu 'alaiHi wa sallam menyuruhnya mandi dengan air dan bidara (HR. At Tirmidzi no. 602 dan Abu Dawud no. 351, dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Irwaa'ul Ghaliil no. 128)

                                            4. Terputusnya haidh dan nifas. Dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah ShallallaHu 'alaiHi wa sallam berkata kepada Fathimah binti Abi Khubaisy,

                                            "Jika datang haidh, maka tinggalkanlah shalat. Dan jika telah lewat, maka mandi dan shalatlah" (HR. Al Bukhari no. 320, Muslim no. 333, Abu Dawud no. 279, At Tirmidzi no. 125 dan An Nasa'i I/186)

                                            5. Hari Jum'at. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra., bahwa Rasulullah ShallallaHu 'alaiHi wa sallam bersabda,

                                            "Mandi Jum'at wajib bagi setiap orang yang telah baligh" (HR. Al Bukhari no. 879, Muslim no. 346, Abu Dawud no. 337, An Nasa'i III/93 dan Ibnu Majah no. 1089)

                                            Maraji'

                                            Panduan Fiqih Lengkap Jilid 1, Abdul Azhim bin Badawi Al Khalafi, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Jumadil Akhir 1426 H/Juli 2005 M.



                                            linda maya <oky_tria@...> wrote:
                                            assalamu'alaikum wr.wb

                                            mau nanya nich: soal cairan yang keluar yang disebut
                                            madzi itu najis dan hanya wudhu aja. tapi kalau keluar
                                            air mani (sperma) harus mandi junub ya???

                                            trus gmana hukumnya orang yang melakukan onani ato
                                            mastrubasi & gmana setelah itu maksudnya harus wudhu
                                            ato mandi junub ? tolong kasih dalil yang mendukung
                                            jawaban yang ada.

                                            terima kasih sebelum dan sesudahnya.....

                                            wassalamu'alaikum wr.wb



                                            ---------------------------------
                                            Love cheap thrills? Enjoy PC-to-Phone calls to 30+ countries for just 2¢/min with Yahoo! Messenger with Voice.
                                          Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.