Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Suka Jajan bikin Impoten?

Expand Messages
  • indopendent
    Suka Jajan bikin Impoten? Kamis, 23 Maret, 2000 1. Suka jajan bikin impoten. Tidak. Sering jajan tidak menyebabkan pria impoten, tetapi seks bebas berisiko
    Message 1 of 1 , Apr 3, 2000
       
      Suka Jajan bikin Impoten?
      Kamis, 23 Maret, 2000

      1. Suka jajan bikin impoten.
      Tidak. Sering jajan tidak menyebabkan pria impoten, tetapi seks bebas berisiko tinggi untuk tertular penyakit kelamin. Pada tahap tertentu, penyakit kelamin memang bisa mengakibatkan impoten. Apalagi jika sudah ditambahi stres. Pengaruh psikologis sangat besar peranannya pada potensi seks seseorang.

      2. Sering onani bikin ereksi lemah.
      Tidak benar. Keras tidaknya ereksi ditentukan oleh banyaknya darah yang tertahan oleh penis, serta sehat tidaknya pembuluh darah dalam tabung penis. Lelaki yang mengidap penyakit gula, volume darah yang tertahan di tabung penis lebih sedikit daripada pria normal. Itu sebabnya ereksinya lebih lemah daripada pria normal.

      3. Nyeri saat ereksi berarti kena herpes kelamin.
      Tidak betul. Penyakit herpes menimbulkan nyeri tidak hanya pada saat ereksi saja. Rasa nyeri saat ereksi timbul karena gangguan pada kulit kulup. Tempat lekat kulit kulupnya sedemikian rupa sehingga tertarik sewaktu ereksi.

      4. Ereksi tinggi tanda kesuburan.
      Tidak benar. Tinggi-tidaknya ereksi tergantung pada usia. Yang muda lebih tinggi ereksinya daripada yang tua. Kesuburan pria ditentukan oleh faktor hormon, ada dan tidaknya penyakit pembuluh darah penis, serta ada dan tidaknya penyakit kencing manis. Juga tergantung jarak waktu setelah ejakulasi. Ereksi setelah masa refrakter, yaitu sedikitnya setengah jam setelah ejakulasi, biasanya lebih rendah dari ereksi sebelumnya.

      5. Mendadak layu saat kegiatan seks tandanya pria nakal.
      Tidak benar. Hal seperti itu lebih ditentukan oleh faktor kejiwaan. Beban psikologis yang berat bisa mengakibatkan layu mendadak seperti itu. Keadaannya akan kembali normal ketika beban psikologis itu hilang atau terlupakan.

      6. Pulang kerja loyo berarti habis berbuat mesum.
      Bukan. Perbuatan mesum tidak akan membuat pria jadi loyo. Hal ini terjadi karena adanya faktor kejiwaan. Mungkin karena bisnis yang kacau atau juga karena ada masalah yang berat. Untuk itu istri perlu mengerti. Semakin dicemooh dan digugat suami akan semakin loyo.

      7. Sejak kawin tidak mampu, berarti dia impoten.
      Belum tentu. Seorang homoseks pun akan begitu jika melakukan kegiatan seksual dengan lawan jenisnya. Tapi dia akan mampu jika pasangannya kaum sejenisnya. Rasa takut dan cemas serta faktor kejiwaan lainnya bisa menyebabkan suami loyo di malam pengantin.

      8. Poten terhadap istri bukan berarti tidak homo.
      Belum tentu juga. Pria biseks bisa dengan wanita maupun pria. Jika lebih besar poten-nya terhadap kaum sejenisnya berarti dia homo. Namun bila lebih besar poten-nya pada lawan jenisnya berarti dia heteroseksual.

      9. Duda yang lambat ereksinya berarti nakal sewaktu muda.
      Bukan begitu. Karena dia sudah tua, karuan saja tak bisa 'gas kontan' seperti sewaktu dia muda. Semakin tua seseorang semakin lambat pula ereksinya.

      10. Hubungan seksual tengah malam menyebabkan penyakit.
      Salah. Hubungan seksual bebas dilakukan kapan saja. Asal kondisi fisik dan mental keduanya benar-benar siap, oke saja. Kapan saja boleh. Tapi jangan di mana saja! Haha.

      11. Posisi senggama menentukan jenis kelamin anak.
      Tidak benar. Posisi saat bersenggama sama sekali tidak ada kaitannya dengan jenis kelamin anak yang dikandung nanti. Justru kondisi sperma dan vaginalah faktor utamanya. Selain itu kondisi asam basa vagina juga sangat menentukan. Pada suasana vagina terlalu asam, sel benih lelaki tidak tahan dan mudah gugur. Sel benih lelaki lebih tahan dalam suasana vagina basa. Sedangkan sel benih perempuan lebih tahan asam. Sehingga jika apa pun sebabnya suasana vagina ibu lebih asam, sel benih perempuan berpeluang lebih besar membuahi sel telurnya dibandingkan dengan sel benih lelaki.
      Supaya buahnya lelaki, suasana vagina ibu harus dibuat lebih bersuasana basa, dengan obat semprot, jenis menu, dan menyembuhkan penyakit yang membuat suasana vagina ibu lebih asam. Misalnya, karena penyakit keputihan.

      12. Banyak pasangan dan sering berganti-ganti bikin awet muda.
      Tidak benar. Hal itu justru membuat hidup tambah tak bergairah. Bahkan bisa mengakibatkan percekcokan. Saat rumah tangga kisruh, pikiran akan stres. Orang yang banyak mengalami stres akan tampak lebih tua dari usia yang sebenarnya.

      13. Tidak mungkin hamil kalau hanya nempel.
      Belum tentu. Sebab pada saat ereksi puncak, bisa saja cairan sperma yang berada di ujung muara kemaluan menetes. Tetesan ini bisa jadi sudah mengandung spermatozoa. Sehingga sekalipun hanya nempel, spermatozoa yang gesit itu bisa masuk ke liang vagina. Kehamilan yang terjadi dengan selaput dara si wanita masih utuh seperti itu, secara hukum bisa membuktikan bahwa yang bersangkutan belum pernah bersanggama.

      14. Sanggama saat datang haid menimbulkan penyakit.
      Alasan sebenarnya adalah karena terdapat larangan agama. Secara medis tidak ada halangan untuk melakukan hubungan seksual saat haid. Masalahnya adalah, pada saat haid kondisi fisik dan mental wanita terganggu. Secara mental mudah emosi dan secara fisik gampang lelah. Daya tahan pun berkurang.

      15. Sanggama, makin lama makin hebat.
      Keliru. Sanggama lebih lama justru akan membuat istri kelelahan, menimbulkan sensasi tidak enak, rasa nyeri berlebihan, dan mungkin malah sensasi seksual yang kontra-klimaks. Dan itu artinya adalah penderitaan.

      16. Posisi wanita di atas mencegah kehamilan.
      Tidak betul. Baik wanita di atas maupun di bawah saat sanggama tetap saja mengakibatkan sperma menempuh targetnya. Dan tentu saja bisa mengakibatkan kehamilan bila orang tersebut tidak memakai alat kontrasepsi. Posisi jungkir-balik pun bisa menimbulkan kehamilan, asalkan sel jantan sukses bertemu dengan sel betina.

      17. Wanita yang tidak mengalami orgasme tidak akan hamil.
      Tidak benar. Kehamilan pasti terjadi asal dilakukan saat istri sedang berada dalam masa subur, baik mencapai orgasmus maupun tidak orgasmus.

      18. Sanggama saat hamil muda akibatkan anak lahir cacat.
      Salah. Yang bertanggung jawab atas anak yang lahir cacat adalah
      gen ayah atau ibu atau keduanya. Risiko sanggama saat calon ibu hamil muda adalah: keguguran. Itu pun tak perlu terlalu dikhawatirkan, asal melakukannya dengan lembut dan penuh kasih-sayang.

      19. Terlalu banyak dan sering bersanggama sebabkan impotensi.
      Tidak benar. Frekuensi sanggama ditentukan oleh keinginan kedua belah pihak. Impotensi tidak disebabkan oleh keseringan bersanggama, melainkan oleh hal-hal lain di luar kegiatan sanggama.

      20. Dari tampilan fisik bisa diketahui apakah seorang pria pernah bersanggama.
      Tidak betul. Tidak ada tanda-tanda fisik –yang bisa dipertanggungjawabkan-- pada pria, yang memperlihatkan dia pernah berhubungan seks atau belum.*

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.