Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [artikel-hukum] Polisi vs Geng Bermotor

Expand Messages
  • manatap vincent
    Atraksi geng motor perlu diteliti oleh para pakar ilmu sosial untuk dapat mendeteksi apa latar belakang geng motor terbentuk. justifikasi yang tidak
    Message 1 of 2 , Apr 26 8:48 PM
    View Source
    • 0 Attachment
      Atraksi geng motor perlu diteliti oleh para pakar ilmu sosial untuk dapat mendeteksi apa latar belakang geng motor terbentuk.
      justifikasi yang tidak komprehensif tehadap geng motor akan menimbulkan konfik sosial.
      cobalah instansi yang berwenang, akademisi melakukan penelitian komprehensif terhadap atraksi geng motor, supaya solusinya dapat ditemukan, mudah mudahan managemen geng motor dapat dimodifikasi ke arah yang positif, karenya Nyali Geng motor lebih berani dibandingkan dengan Nyali politisi


      2012/4/23 neli_aguslia <neli_aguslia@...>
       

      POLISI vs Gang Bermotor
      Dalam kekerasaan geng bermotor sebenarnya yang menjadi kendala adalah ketidak mampuan dan kesigapan kepolisian kita dalam penanganan keamanan system kita.
      kita a harus bisa membedakan antara club motor dengan geng yg sering terlibat dalam aksi kekerasan ,ataukah memang geng kendaraan bermotor lambat laun cenderung melakukan tindakan aksi kekerasan dikarenakan ada faktor 2 luar dan kesempatan.
      Dalam beberapa tahun ini sudah menjadi sebuah trend geng bermotor melakukan aksi kekerasan , membuat onar (trouble maker) yang membuat suasana menjadi mencekam dan menimbulkan korban .tindakan pidana ini mencakup pencurian ,perampasan ,perampokan ,penganiayaann,perkosaan pembunuhan exct
      Geng bermotor mempunyai kelebihan dalam hal faktor :1.kecepatan 2.quantitas jumlah anggota 3.perlengkapan 4. budaya
      Jumlah yang banyak menyebabkan mereka menjadi agresivve dan berani melakukan `'abusive of power'' dari tindakan pidana berat sampai pelecehan masyarakat Ditambah dengan kepercayaan diri karena mereka dapat segera menghilang dari kejaran aparat dan massa.
      Saya juga tidak setuju dengan komentator dr beberapa lawyer di JCC meenyatakan akibat dari kasus2 korupsi dan contoh buruk dari pemimpin2 negera yang menyebabkan mereka bertindak menjadi brutal.ini akan bisa menjadi pen –justifikas-an i dari perbuatan mereka .mereka melakukan ini karena merasa invicible/untouchable dari lemahnya system Negara khususnya Kapolri sebagai aparat penegak hukum.
      Apakah diperlukan operasi perencanaan penyergapan yang membutuh kan waktu berhari2 atau mempunya prosedur kecepatan dalam penyergapan dan penangkapan?
      Dalam hal kuantitas sebenarnya pihak Polri jangan mengeluhkan keterbatasan sdm personel mereka .. jarang terjadi pihak kepolisian dalam dunia internasional mengakui ketidakberdayaanya kecuali kepolisan Inggris seperti kasus London Riot 2011
      Begitupula kekurangan dari segi dari equiptmen & tools ,peralatan,persenjataan dan armada pun sangat terbatas tetapi didalam masalah kualitas seharusnya Kapolri lebih superior.
      Tidak seperti kita saksikan banyak kejadian kriminal dari media luar(news /berita bukan dari cerita holywood movies) khususnya barat jika saja terjadi suatu daerah atau terjadi pengejaran maka pihak kepolian /yang berwenang akan segera automatis memblok daerah jalan 2 tersebut melakukan sebuah pengepungan dengan mengunakan tehnologi informasi yang canggih dengan mengendarai motor, mobil sampai dengan helicopter, dimana terlihat pengejaran sampai penangkapan mereka sangat metodis dan sistematis
      Selain Kapolri belum mempunyai mempunyai Public Relation yang bagus dan dikenal masyarakat .Polisi harus bisa lebih mendekatkan diri heart and mind kepada masyarakat .pertanyaannya Apakah sudah bekerja telepon darurat di Indonesia `'110'' seperti nomor telepon polisi 911 di Amerika Serikat .Budaya kita warisan zaman colonial masih segan untuk berhubungan polisi dan disamping dari budaya kita yang memang kurang familiar dengan `'110'' .belum terciptanya budaya kerjasama polisi dan masyarakat yang baik.Budaya ini menguntungkan pihak geng motor didalam melakukan tindakan criminal.
      laporan / info yang diberikan masyarakat pun kepada pihak kepolisian harus direspon cepat tidak boleh telat karena akan berakibat fatal.kadang respon ini sangat lama dan tiba di tempat kejadian sudah lama selesai atindak pidanya ataupun pihak yang berwenang tidak kunjung datang,banyak kasus 2 geng motor dimana sudah ada laporan kepada polisi itu takut bertindak atau tidak berkordinasi dengan markasnya untuk memback up anggotanya atau aksinya.
      Untuk kasus geng bermotor yang dilakukan oleh oknum militer adalah tetap kewenangan polisi dalam hal penanganan karena dilakukan di wilayah tertib sipilYang menjadi pertanyaan saya selanjutnya adalah apakah ada dasar hukum kerjasama operasi gabungan antara Kepolisian dan Polisi Militer atau Kepolisian/Polda dan TNI AL Polda dan TNI AL ?Jika memang akan ada operasi bersama dan harus sering diadakan latihan bersama maka struktur di atas dalam chain command nya adalah dari kepolisan
      Kami sepakat selama ini dalam hal strategi dan taktik antara Polisi dan gang bermotor ,selama ini pemenangnya adalah geng bermotor !


    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.