Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Tanya Birokrasi?

Expand Messages
  • Dedi Afriadi
    Assalamu`alaikum Seperti yang kita ketahui bahwa RI saat ini menjadi negara nomor 2 yg paling buruk birokrasinya di dunia. Di kampus saya Malaysia, kami
    Message 1 of 7 , Jun 4, 2010
    • 0 Attachment
      Assalamu`alaikum

      Seperti yang kita ketahui bahwa RI saat ini menjadi negara nomor 2 yg paling buruk birokrasinya di dunia. Di kampus saya Malaysia, kami beberapa kali mengadukan penyelewengan birokrat malaysia dan itu ditanggapi dengan cepat, bahkan ada yg dipecat, walaupun yg mengadukan itu adalah warga negara asing..
      saya pernah melihat langsung korupsi yg dilakukan oleh kepolisian RI, Imigrasi dan berbagai birokrasi lainnya. Pertanyaannya, kemana dan dengan siapakah kita mengadu kalau melihat penyelewengan dan pelanggaran itu?

      Terima Kasih
      Wassalam

    • cc_mulyana@yahoo.com
      Assalamualaikum wr wb Yth. Mas Adhie Alhamdulillah masih ada orang yg peduli kalau langit hampir runtuh, saya sih masih optimis langitnya belum runtuh beneran.
      Message 2 of 7 , Jun 4, 2010
      • 0 Attachment
        Assalamualaikum wr wb

        Yth. Mas Adhie

        Alhamdulillah masih ada orang yg peduli kalau langit hampir runtuh, saya sih masih optimis langitnya belum runtuh beneran.

        Kalau boleh saya menyarankan, Mas Adhie kan juga mantan inner cycle-nya istana saat jaman alm Presiden Gusdur dan saya kira Mas Adhie juga pasti punya akses kepada pusat kekuasaan, jadi alangkah eloknya kalo Mas Adhie mengingatkan Presiden SBY dengan tulisan seperti ini langsung ditujukan kepada presiden melalui surat pribadi agar beliau juga memperoleh informasi yg berimbang tidak hanya yang APS - Asal Presiden Senang.

        Kalau sekedar melempar kekesalan kepada publik karena kondisi yg tidak karuan ini hanyalah menciptakan opini publik yg belum tentu ditanggapi secara serius oleh rezim yang berkuasa. Saya jadi ingat firman Allohutaala yg memerintahkan Nabi Musa dan Harun untuk menasihati Firaun yg kafir dengan kata-kata yang halus dan lembut.
        Saya pikir posisi Mas Adhie ibarat Nabi Musa yg hendak menasihati Firaun (baca: penguasa) jadi sampaikanlah kepada presiden dengan perkataan yg lemah lembut apalagi Presiden SBY ini kan tidak seperti Firaun yg kafir tetapi beliau seorang muslim yg Insyaalloh muslim yang baik.

        Mohon maaf bila Mas Adhie kurang berkenan, atau ada kalimat saya yang tidak pada tempatnya. Semoga Allohutaala memberikan petunjuk dan jalan yg lurus kepada pemimpin dan bangsa Indonesia, amin - Wallhutala a'lam
        Wassalam
        Mulyana

        Sent from my BlackBerry®
        powered by Sinyal Kuat INDOSAT


        From: Adhie Massardi <amassardi@...>
        Sender: artikel-hukum@yahoogroups.com
        Date: Thu, 3 Jun 2010 12:59:28 +0800 (SGT)
        To: Hukum Society<artikel-hukum@yahoogroups.com>
        ReplyTo: artikel-hukum@yahoogroups.com
        Subject: [artikel-hukum] Langit Sudah Runtuh [1 Attachment]

         


        Langit Sudah Runtuh

         

        Oleh ADHIE M MASSARDI

        SEKALIPUN langit runtuh, hukum harus tetap tegak. Begitu prinsip para pendekar hukum yang melata di muka bumi. Memang kedengaran sangat arogan, terutama bagi kalangan yang sok relijius, yang mengartikan “langit runtuh” secara harfiah.

        Hukum adalah produk peradaban. Makanya, di kalangan orang-orang beradab, hukum menjadi rambu utama yang harus ditaati. Di lapangan hijau ada hukum. Wasit yang pegang kendali. Di jalan raya ada hukum. Polisi lalu lintas yang jadi pengawasnya.

        Bahkan dalam keadaan perang yang melibatkan banyak orang saling bunuh, dengan senjata paling mematikan, tetap ada hukum. Ada mahkamah yang akan mengadili dan menghukum para pelanggar tatacara perang.

        Pengertian “hukum” dalam adagium di atas mengacu kepada “rasa keadilan” yang harus ditegakkan. Di mana saja, kapan saja, kepada siapa saja, memang harus berlaku adil. Bahkan, kata Rasululah SAW, kepada musuh yang kita benci sekalipun, tetap harus berlaku adil.

        Sekarang langit Indonesia sudah runtuh. Benar-benar sudah runtuh. Kalau tidak percaya, tanya mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Susno Duadji, atau Alterina Hofman, suami Jane Deviyanti Hadipoespito yang dituduh memalsukan jenis kelamin. Atau tanya aktivis yang terus memburu bandit perekayasa bailout Bank Century yang merugikan negara Rp 6,7 triliun.

        Tapi kenapa hukum (keadilan) tak kunjung tegak? Apakah karena tak ada pendekar hukum? Atau karena peradaban juga sudah mati?

        Langit (harapan) memang bisa diruntuhkan oleh rezim diktator, penguasa pembohong, atau pemimpin yang korup. Atau kombinasi dari ketiga unsur itu. Tapi kalau masih ada pendekar keadilan, insya Allah, hukum masih bisa ditegakkan.

        Di zaman rezim diktatorial Orde Baru, misalnya, ada pendekar hukum Yap Thiam Hien dan Adnan Buyung Nasution. Dengan jurus-jurusnya yang elegan dan bermartabat, kedua pendekar keadilan itu sanggup menahan pilar hukum tetap berdiri.

        Sehingga para penentang penguasa, atau orang-orang yang berseberangan dengan pakem kekuasaan, seperti tokoh-tokoh PKI, tokoh Islam, juga orang-orang yang ditentang oleh kedua paham itu, sama-sama mendapat pembelaan yang gigih. Di hati kedua advokat ini memang terpahat semangat “fiat justitia, ruat caelum” (tegakkan keadilan, sekalipun langit runtuh). Tak berlebihan bila semboyan itu diukir dalam lambang Yap Thiam Hien Award.

        Memang, pada era kebohongan dan uang menjadi raja kehidupan seperti sekarang, tak akan lahir pendekar hukum yang di hatinya terukir fiat justitia, ruat caelum. Sebab ketika polisi, jaksa, hakim dan pengacara membentuk lingkaran yang tak terputus, lalu menjelma menjadi “mafia”, hanya kekuasaan yang bisa menembusnya. Padahal kita tahu, kekuasaan bisa dikendalikan oleh “kebohongan dan uang”.

        Artinya, kalau kita bisa berbohong, misalnya membuat kebijakan moneter yang manipulatif, maka akan menggelontorlah uang yang sangat banyak. Kemudian kita ciptakan kebohongan lain yang menggoda. Lalu dengan uang yang sangat banyak, kita kampanyekan kebohongan itu kepada publik. Dan terciptalah tangga menuju ke kekuasaan.

        Maka orang seperti Susno Duadji yang sudah terlempar dari panggung kekuasaan, nasibnya tak akan lebih baik dari perangko: di pojok kiri atas, alias tersudutkan!

        Sialnya, sekarang ini kriteria advokat hebat itu adalah yang bisa mendistribusikan uang sogokan secara cepat dan tepat. Hakim yang canggih adalah yang bisa merahasiakan pemberian si markus.

        Itu sebabnya kasus hukum unik yang menimpa Susno, yang terus berganti, atau yang didakwakan kepada Alterina Hofman padahal dengan istrinya tidak bermasalah, tak akan menjadi yurisprudensi dalam ranah hukum kita. ¨ adhie@amassardi. com

        SUMBER: Tabloid Politik INDONESIA MONITOR edisi 100 (02 s/d 08 Juni 2010)




      • Dyah Ayu Paramita
        Hi Mas Dedi, Kalau yg ingin dikomplainnya adalah pegawai administrasi negara, sebenarnya ya ke PTUN. -- idealnya sih ke Pengadilan Administrasi, seperti Consul
        Message 3 of 7 , Jun 7, 2010
        • 0 Attachment
          Hi Mas Dedi,
          Kalau yg ingin dikomplainnya adalah pegawai administrasi negara, sebenarnya ya ke PTUN. -- idealnya sih ke Pengadilan Administrasi, seperti Consul d'Etat punya Prancis, sayang kita ga ada -- dan sayangnya lg UU PTUN membatasi hal2 yg bisa diurus PTUN jadi cuma "kebijakan pejabat administrasi negara yg sudah final, individual, kongkrit lagi" istilahnya beschikking tertulis.
          Dan kalau kita mau coba Upaya Administrasi, misalnya bikin komplain ke atasannya si pejabat tadi, juga bisa. Tapi sptnya sudah jadi rahasia umum ya, yg namanya pejabat itu sama aja semua. Kongkalikongnya papan atas semua. :D

          Jadi, I suggest, mengadunya sama Tuhan saja, supaya dibalas dengan adil.
          You won't find any justice in Indonesia.

          Cheers,
          Dydi


          Dydi Arifien
          Sent from my INDOSAT BlackBerry®


          From: Dedi Afriadi <afriadi2002@...>
          Sender: artikel-hukum@yahoogroups.com
          Date: Fri, 4 Jun 2010 06:32:19 -0700 (PDT)
          To: <artikel-hukum@yahoogroups.com>
          ReplyTo: artikel-hukum@yahoogroups.com
          Subject: [artikel-hukum] Tanya Birokrasi?

           

          Assalamu`alaikum

          Seperti yang kita ketahui bahwa RI saat ini menjadi negara nomor 2 yg paling buruk birokrasinya di dunia. Di kampus saya Malaysia, kami beberapa kali mengadukan penyelewengan birokrat malaysia dan itu ditanggapi dengan cepat, bahkan ada yg dipecat, walaupun yg mengadukan itu adalah warga negara asing..
          saya pernah melihat langsung korupsi yg dilakukan oleh kepolisian RI, Imigrasi dan berbagai birokrasi lainnya. Pertanyaannya, kemana dan dengan siapakah kita mengadu kalau melihat penyelewengan dan pelanggaran itu?

          Terima Kasih
          Wassalam

        • Sjahril Nasution
          Menurut saya langit belum runtuh, teori yang saya tahu adalah hukum tanpa politik adalah buta, dan politik tanpa hukum menjadi pincang. sekarang  politikus
          Message 4 of 7 , Jun 9, 2010
          • 0 Attachment
            Menurut saya langit belum runtuh, teori yang saya tahu adalah hukum tanpa politik adalah buta, dan politik tanpa hukum menjadi pincang.
            sekarang  politikus kita buta yang menyebabkan hukum dan arah politik menabrak nabrak rasa keadilan ,kepantasan , menyuburkan rasa permusuhan.
            (jika suatu perkara dipegang oleh yang bukan ahlinya maka tunggulag kehancurannya) .
            "LSM Studi Pengembangan dan Advokasi Hukum "(SUMBANGSIH DESA).
             

            --- Pada Kam, 3/6/10, Adhie Massardi <amassardi@...> menulis:

            Dari: Adhie Massardi <amassardi@...>
            Judul: [artikel-hukum] Langit Sudah Runtuh [1 Attachment]
            Kepada: "Hukum Society" <artikel-hukum@yahoogroups.com>
            Tanggal: Kamis, 3 Juni, 2010, 4:59 AM

             


            Langit Sudah Runtuh

             

            Oleh ADHIE M MASSARDI

            SEKALIPUN langit runtuh, hukum harus tetap tegak. Begitu prinsip para pendekar hukum yang melata di muka bumi. Memang kedengaran sangat arogan, terutama bagi kalangan yang sok relijius, yang mengartikan “langit runtuh” secara harfiah.

            Hukum adalah produk peradaban. Makanya, di kalangan orang-orang beradab, hukum menjadi rambu utama yang harus ditaati. Di lapangan hijau ada hukum. Wasit yang pegang kendali. Di jalan raya ada hukum. Polisi lalu lintas yang jadi pengawasnya.

            Bahkan dalam keadaan perang yang melibatkan banyak orang saling bunuh, dengan senjata paling mematikan, tetap ada hukum. Ada mahkamah yang akan mengadili dan menghukum para pelanggar tatacara perang.

            Pengertian “hukum” dalam adagium di atas mengacu kepada “rasa keadilan” yang harus ditegakkan. Di mana saja, kapan saja, kepada siapa saja, memang harus berlaku adil. Bahkan, kata Rasululah SAW, kepada musuh yang kita benci sekalipun, tetap harus berlaku adil.

            Sekarang langit Indonesia sudah runtuh. Benar-benar sudah runtuh. Kalau tidak percaya, tanya mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Susno Duadji, atau Alterina Hofman, suami Jane Deviyanti Hadipoespito yang dituduh memalsukan jenis kelamin. Atau tanya aktivis yang terus memburu bandit perekayasa bailout Bank Century yang merugikan negara Rp 6,7 triliun.

            Tapi kenapa hukum (keadilan) tak kunjung tegak? Apakah karena tak ada pendekar hukum? Atau karena peradaban juga sudah mati?

            Langit (harapan) memang bisa diruntuhkan oleh rezim diktator, penguasa pembohong, atau pemimpin yang korup. Atau kombinasi dari ketiga unsur itu. Tapi kalau masih ada pendekar keadilan, insya Allah, hukum masih bisa ditegakkan.

            Di zaman rezim diktatorial Orde Baru, misalnya, ada pendekar hukum Yap Thiam Hien dan Adnan Buyung Nasution. Dengan jurus-jurusnya yang elegan dan bermartabat, kedua pendekar keadilan itu sanggup menahan pilar hukum tetap berdiri.

            Sehingga para penentang penguasa, atau orang-orang yang berseberangan dengan pakem kekuasaan, seperti tokoh-tokoh PKI, tokoh Islam, juga orang-orang yang ditentang oleh kedua paham itu, sama-sama mendapat pembelaan yang gigih. Di hati kedua advokat ini memang terpahat semangat “fiat justitia, ruat caelum” (tegakkan keadilan, sekalipun langit runtuh). Tak berlebihan bila semboyan itu diukir dalam lambang Yap Thiam Hien Award.

            Memang, pada era kebohongan dan uang menjadi raja kehidupan seperti sekarang, tak akan lahir pendekar hukum yang di hatinya terukir fiat justitia, ruat caelum. Sebab ketika polisi, jaksa, hakim dan pengacara membentuk lingkaran yang tak terputus, lalu menjelma menjadi “mafia”, hanya kekuasaan yang bisa menembusnya. Padahal kita tahu, kekuasaan bisa dikendalikan oleh “kebohongan dan uang”.

            Artinya, kalau kita bisa berbohong, misalnya membuat kebijakan moneter yang manipulatif, maka akan menggelontorlah uang yang sangat banyak. Kemudian kita ciptakan kebohongan lain yang menggoda. Lalu dengan uang yang sangat banyak, kita kampanyekan kebohongan itu kepada publik. Dan terciptalah tangga menuju ke kekuasaan.

            Maka orang seperti Susno Duadji yang sudah terlempar dari panggung kekuasaan, nasibnya tak akan lebih baik dari perangko: di pojok kiri atas, alias tersudutkan!

            Sialnya, sekarang ini kriteria advokat hebat itu adalah yang bisa mendistribusikan uang sogokan secara cepat dan tepat. Hakim yang canggih adalah yang bisa merahasiakan pemberian si markus.

            Itu sebabnya kasus hukum unik yang menimpa Susno, yang terus berganti, atau yang didakwakan kepada Alterina Hofman padahal dengan istrinya tidak bermasalah, tak akan menjadi yurisprudensi dalam ranah hukum kita. ¨ adhie@amassardi. com

            SUMBER: Tabloid Politik INDONESIA MONITOR edisi 100 (02 s/d 08 Juni 2010)





          • Marco Polo
            Ada pepatah yg berbunyi sbb : * IKAN ITU BUSUKNYA MULAI DARI KEPALA atau perumpamaan yg serupa : * BAGAIMANA TUAN - BEGITULAH TOKONYA dan kedua
            Message 5 of 7 , Jun 10, 2010
            • 0 Attachment
              Click Me!
              Ada pepatah yg berbunyi sbb  :  *  IKAN ITU BUSUKNYA MULAI DARI KEPALA
              atau perumpamaan yg serupa :  *  BAGAIMANA TUAN - BEGITULAH TOKONYA
               
              dan kedua Perumpamaan tsb tepat berlaku bagi : PEMERINTAH DAN PARA PEJABAT2 SERTA REPUBLIK YG DIPIMPINNYA .......
               
               
               
              -------Original Message-------
               
              Date: 7.6.2010 23:39:42
              Subject: [artikel-hukum] Tanya Birokrasi?
               
               

              Assalamu`alaikum

              Seperti yang kita ketahui bahwa RI saat ini menjadi negara nomor 2 yg paling buruk birokrasinya di dunia. Di kampus saya Malaysia, kami beberapa kali mengadukan penyelewengan birokrat malaysia dan itu ditanggapi dengan cepat, bahkan ada yg dipecat, walaupun yg mengadukan itu adalah warga negara asing..
              saya pernah melihat langsung korupsi yg dilakukan oleh kepolisian RI, Imigrasi dan berbagai birokrasi lainnya. Pertanyaannya, kemana dan dengan siapakah kita mengadu kalau melihat penyelewengan dan pelanggaran itu?

              Terima Kasih
              Wassalam

               
              FREE Animations for your email - by IncrediMail! Click Here!
            • Sjahril Nasution
              Kalo tindakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dikepolisian bisa di propam,kalo disipil bisa di inspektorat jika telah masuk ke pidana lap ke Polisi dan
              Message 6 of 7 , Jun 13, 2010
              • 0 Attachment
                Kalo tindakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dikepolisian bisa di propam,kalo disipil bisa di inspektorat jika telah masuk ke pidana lap ke Polisi dan jika laporan kita tidak ditanggapi bisa lap propam.
                jika mengenai TUN bisa ke PTUN.

                --- Pada Kam, 10/6/10, Marco Polo <comoprima@...> menulis:

                Dari: Marco Polo <comoprima@...>
                Judul: Re: [artikel-hukum] Tanya Birokrasi?
                Kepada: artikel-hukum@yahoogroups.com
                Tanggal: Kamis, 10 Juni, 2010, 8:46 PM

                 

                Click Me!
                Ada pepatah yg berbunyi sbb  :  *  IKAN ITU BUSUKNYA MULAI DARI KEPALA
                atau perumpamaan yg serupa :  *  BAGAIMANA TUAN - BEGITULAH TOKONYA
                 
                dan kedua Perumpamaan tsb tepat berlaku bagi : PEMERINTAH DAN PARA PEJABAT2 SERTA REPUBLIK YG DIPIMPINNYA .......
                 
                 
                 
                -------Original Message----- --
                 
                Date: 7.6.2010 23:39:42
                Subject: [artikel-hukum] Tanya Birokrasi?
                 
                 

                Assalamu`alaikum

                Seperti yang kita ketahui bahwa RI saat ini menjadi negara nomor 2 yg paling buruk birokrasinya di dunia. Di kampus saya Malaysia, kami beberapa kali mengadukan penyelewengan birokrat malaysia dan itu ditanggapi dengan cepat, bahkan ada yg dipecat, walaupun yg mengadukan itu adalah warga negara asing..
                saya pernah melihat langsung korupsi yg dilakukan oleh kepolisian RI, Imigrasi dan berbagai birokrasi lainnya. Pertanyaannya, kemana dan dengan siapakah kita mengadu kalau melihat penyelewengan dan pelanggaran itu?

                Terima Kasih
                Wassalam

                 
                FREE Animations for your email - by IncrediMail! Click Here!


              Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.