Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [artikel-hukum] Mohon Bantuan

Expand Messages
  • Ĥugo Şchenkenberg
    Tergantung, kita di pihak yg mana dulu? Trus maunya apa? Cerai? Atau apa? ***************** Sent from my BlackBerry® Don t walk in front of me, I may not
    Message 1 of 12 , Oct 23, 2009
    • 0 Attachment
      Tergantung, kita di pihak yg mana dulu?
      Trus maunya apa? Cerai? Atau apa?

      *****************
      Sent from my BlackBerry®

      Don't walk in front of me, I may not follow; Don't walk behind me, I may not lead; Walk beside me, and just be my friend. (Albert Camus)


      From: Gerard <gerard_ngunadi@...>
      Date: Fri, 23 Oct 2009 17:55:39 +0800 (SGT)
      To: <artikel-hukum@yahoogroups.com>
      Subject: [artikel-hukum] Mohon Bantuan

       


      Dear rekan millist
      Langsung saja kepermasalahannya.
       
      Teman saya (wanita) sudah menjalani perkawinan selama 9 tahun dan selama perkawinan ini selalu mengalami teror fisik maupun psikis, sampai anak2 mereka (ada 3 yang terbesar 8Thn, 7Thn dan 4Thn) kalau mendengar suara kendaraan ayahnya yang pulang kerja selalu ketakutan. cacimaki dan bentakkan sudah hal biasa yang mereka terima. kata2 (maaf) " goblok,tolol" dan sejenisnya bukan hal asing lagi yang mereka dengar, babak belur? mungkin sudah tidak terhitung yang harus sang istri terima.
      Padahal si Istri sudah membantu ikut mencari nafkah dengan bekerja di perusahaan. tapi cemburu sang suami yang tidak dapat ditolerir sampai sang istri terlarang untuk dandan. beginilah cerita rumah tangga teman saya ini.
      Tahun ke 3-4 orang tua si istri membeli sebuah rumah atas nama si istri yang sekarang ditempati.
      Dua bulan yang lalu si istri pulang kerja mengalami kecelakaan dan menerima beberapa jahitan, dengan sangat terpaksa si istri tidak bisa melayani suaminya makan (biasanya si istri yang selalu menyiapkan makan untuk suaminya) gara2 ini terjadi pertengkaran hebat yang akhirnya ada ultimatum dari si suami:
      1 si suami keluar dari rumah atau
      2 si suami tetap dirumah dan dia boleh melakukan kekerasan terhadap istri dan anak2nya.
      akhirnya sisuami diusir dari rumah (karena rumah ini milik orangtua si istri)
      beberapa hari kemudian dia kembali dan minta maaf dan berjanji akan berubah namun ternyata janji tinggal janji.
      Minggu yang lalu terjadi keributan lagi dan lagi2 si suami diusir tetapi sekali ini dia ngotot tetap stay dirumah, karena tidak tahan lagi hari jumat kemarin si istri membawa anak2 keluar dari rumah.
      sekarang sedang dilakukan proses mediasi antara kedua keluarga besar. Disini timbul masalah ternyata si suami minta bagian harta dari rumah yang menurut dia ini adalah harta gono gini. 
      sebagai acuan si suami sebelumnya telah menikah dan memiliki seorang anak yang sekarang ikut orangtuanya, karena agama mereka tidak memperbolehkan bercerai mereka menikah dengan mamalsukan surat. mohon masukkan  rekan2 yang mengerti hukum untuk kasus seperti ini, terima kasih 
       
       
       


       


       











      Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda?
      Buat Pingbox terbaru Anda sekarang!
    • - mulyana
      To: Gerald Sebaiknya Anda menggunakan Accountant Forensic lebih dulu untuk memastikan fakta-fakta yang tercerai berai tadi menjadi satu rangkaian fakta yang
      Message 2 of 12 , Oct 24, 2009
      • 0 Attachment
        To: Gerald
         
        Sebaiknya Anda menggunakan Accountant Forensic lebih dulu untuk memastikan fakta-fakta yang tercerai berai tadi menjadi satu rangkaian fakta yang utuh sehingga masalah pembagian harta gono gini menjadi jelas.


        From: Gerard <gerard_ngunadi@...>
        To: artikel-hukum@yahoogroups.com
        Sent: Fri, October 23, 2009 4:55:39 PM
        Subject: [artikel-hukum] Mohon Bantuan

         


        Dear rekan millist
        Langsung saja kepermasalahannya.
         
        Teman saya (wanita) sudah menjalani perkawinan selama 9 tahun dan selama perkawinan ini selalu mengalami teror fisik maupun psikis, sampai anak2 mereka (ada 3 yang terbesar 8Thn, 7Thn dan 4Thn) kalau mendengar suara kendaraan ayahnya yang pulang kerja selalu ketakutan. cacimaki dan bentakkan sudah hal biasa yang mereka terima. kata2 (maaf) " goblok,tolol" dan sejenisnya bukan hal asing lagi yang mereka dengar, babak belur? mungkin sudah tidak terhitung yang harus sang istri terima.
        Padahal si Istri sudah membantu ikut mencari nafkah dengan bekerja di perusahaan. tapi cemburu sang suami yang tidak dapat ditolerir sampai sang istri terlarang untuk dandan. beginilah cerita rumah tangga teman saya ini.
        Tahun ke 3-4 orang tua si istri membeli sebuah rumah atas nama si istri yang sekarang ditempati.
        Dua bulan yang lalu si istri pulang kerja mengalami kecelakaan dan menerima beberapa jahitan, dengan sangat terpaksa si istri tidak bisa melayani suaminya makan (biasanya si istri yang selalu menyiapkan makan untuk suaminya) gara2 ini terjadi pertengkaran hebat yang akhirnya ada ultimatum dari si suami:
        1 si suami keluar dari rumah atau
        2 si suami tetap dirumah dan dia boleh melakukan kekerasan terhadap istri dan anak2nya.
        akhirnya sisuami diusir dari rumah (karena rumah ini milik orangtua si istri)
        beberapa hari kemudian dia kembali dan minta maaf dan berjanji akan berubah namun ternyata janji tinggal janji.
        Minggu yang lalu terjadi keributan lagi dan lagi2 si suami diusir tetapi sekali ini dia ngotot tetap stay dirumah, karena tidak tahan lagi hari jumat kemarin si istri membawa anak2 keluar dari rumah.
        sekarang sedang dilakukan proses mediasi antara kedua keluarga besar. Disini timbul masalah ternyata si suami minta bagian harta dari rumah yang menurut dia ini adalah harta gono gini. 
        sebagai acuan si suami sebelumnya telah menikah dan memiliki seorang anak yang sekarang ikut orangtuanya, karena agama mereka tidak memperbolehkan bercerai mereka menikah dengan mamalsukan surat. mohon masukkan  rekan2 yang mengerti hukum untuk kasus seperti ini, terima kasih 
         
         
         


         


         











        Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda?
        Buat Pingbox terbaru Anda sekarang!

      • Rocky Marbun
        Dear Mr. Gerald, Pada prinsipnya saya sepakat dengan pendapat rekan-rekan di milis, bahwa telah terjadi KDRT dalam rumah tangga mereka, namun perlu saya kutip
        Message 3 of 12 , Oct 25, 2009
        • 0 Attachment
          Dear Mr. Gerald,

          Pada prinsipnya saya sepakat dengan pendapat rekan-rekan di milis, bahwa telah terjadi KDRT dalam rumah tangga mereka, namun perlu saya kutip dari pernyataan Mr. Gerald sbb:
          "sebagai acuan si suami sebelumnya telah menikah dan memiliki seorang anak yang sekarang ikut orangtuanya, karena agama mereka tidak memperbolehkan bercerai mereka menikah dengan mamalsukan surat. mohon masukkan  rekan2 yang mengerti hukum untuk kasus seperti ini, terima kasih"

          berdasarkan fakta tersebut, maka semua argumen dan saran yang sudah diberikan menjadi lemah. Karena pada prinsipnya tidak terjadi pernikahan di antara mereka. Hal tersebut karena pernikahan mereka tidak resmi, bahkan mereka menikah dengan memalsukan surat nikah.
          sedangkan surat nikah resmi merupakan dasar baik gugatan secara perdata maupun tuntutan secara pidana.
          Oleh karena itu, tidak ada harta gono gini bagi kedua nya, dan tidak ada pernikahan resmi diantara ke dua nya.
          satu-satu nya solusi, bila kondisi nya demikian, maka pihak perempuan dapat saja mengusir pihak laki dan tidak ada pembagian harta.

          demikian saran saya, lebih dan kurang nya mohon maaf.

          Rocky Marbun, S.H., M.H
          Legal Consultant / Operational Manager
          Law Office TRUST & SUCCESS ASSOCIATES
          Ruko Ketapang Indah Blok B1 No. 5
          Jl. KH. Zaenul Arifin
          Jakarta 11140
          Telp. 021 63854772 (Office)
          Hp. 0813-80387448
          021-99283750

          --- Pada Sab, 24/10/09, rizky dwinanto <rizky.dwinanto@...> menulis:

          Dari: rizky dwinanto <rizky.dwinanto@...>
          Judul: RE: [artikel-hukum] Mohon Bantuan
          Kepada: artikel-hukum@yahoogroups.com
          Tanggal: Sabtu, 24 Oktober, 2009, 11:05 PM

           

          Dear Pak Gerard,

          Jika saya tidak salah mengartikan, pertanyaan bapak mungkin seperti ini: Apakah rumah yang diberikan oleh orang tua istri dapat masuk kedalam harta bersama dan suami dapat meminta bagiannya?

          Sebagaimana di atur dalam pasal 35 khususnya ayat (2) UU Perkawinan 1 tahun 1974 harta benda seperti warisan atau hadiah adalah mutlak kewenangan dari si penerima harta benda tersebut dan tidak masuk kedalam harta bersama (tidak masuk harta gono gini). Hal ini tidak berlaku dalam hal para pihak menetukan lain.

          Sedikit ilustrasi dari bapak bahwa suami telah terikat perkawinan dengan istri yang pertama. Dalam dapat membuktikan keadaan tersebut berdasarkan Pasal 24 UU Perkawinan 1/74 teman bapak dapat mengajukan pembatalan perkawinan, dimana dipulihkan keadaan seolah-olah tidak terjadinya perkawinan.

          Dan jika boleh menyarankan baiknya jika teman bapak melaoprkan kepada pihak yang berwajib karena telah terjadi kekerasan fisik maupun psikis.

          Semoga dapat membatu.

          Salam,
          Rizky Dwinanto

          Nb: Feel free for discuss


          To: artikel-hukum@ yahoogroups. com
          From: gerard_ngunadi@ ymail.com
          Date: Fri, 23 Oct 2009 17:55:39 +0800
          Subject: [artikel-hukum] Mohon Bantuan

           


          Dear rekan millist
          Langsung saja kepermasalahannya.
           
          Teman saya (wanita) sudah menjalani perkawinan selama 9 tahun dan selama perkawinan ini selalu mengalami teror fisik maupun psikis, sampai anak2 mereka (ada 3 yang terbesar 8Thn, 7Thn dan 4Thn) kalau mendengar suara kendaraan ayahnya yang pulang kerja selalu ketakutan. cacimaki dan bentakkan sudah hal biasa yang mereka terima. kata2 (maaf) " goblok,tolol" dan sejenisnya bukan hal asing lagi yang mereka dengar, babak belur? mungkin sudah tidak terhitung yang harus sang istri terima.
          Padahal si Istri sudah membantu ikut mencari nafkah dengan bekerja di perusahaan. tapi cemburu sang suami yang tidak dapat ditolerir sampai sang istri terlarang untuk dandan. beginilah cerita rumah tangga teman saya ini.
          Tahun ke 3-4 orang tua si istri membeli sebuah rumah atas nama si istri yang sekarang ditempati.
          Dua bulan yang lalu si istri pulang kerja mengalami kecelakaan dan menerima beberapa jahitan, dengan sangat terpaksa si istri tidak bisa melayani suaminya makan (biasanya si istri yang selalu menyiapkan makan untuk suaminya) gara2 ini terjadi pertengkaran hebat yang akhirnya ada ultimatum dari si suami:
          1 si suami keluar dari rumah atau
          2 si suami tetap dirumah dan dia boleh melakukan kekerasan terhadap istri dan anak2nya.
          akhirnya sisuami diusir dari rumah (karena rumah ini milik orangtua si istri)
          beberapa hari kemudian dia kembali dan minta maaf dan berjanji akan berubah namun ternyata janji tinggal janji.
          Minggu yang lalu terjadi keributan lagi dan lagi2 si suami diusir tetapi sekali ini dia ngotot tetap stay dirumah, karena tidak tahan lagi hari jumat kemarin si istri membawa anak2 keluar dari rumah.
          sekarang sedang dilakukan proses mediasi antara kedua keluarga besar. Disini timbul masalah ternyata si suami minta bagian harta dari rumah yang menurut dia ini adalah harta gono gini. 
          sebagai acuan si suami sebelumnya telah menikah dan memiliki seorang anak yang sekarang ikut orangtuanya, karena agama mereka tidak memperbolehkan bercerai mereka menikah dengan mamalsukan surat. mohon masukkan  rekan2 yang mengerti hukum untuk kasus seperti ini, terima kasih 
           
           
           


           


           











          Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda?
          Buat Pingbox terbaru Anda sekarang!


          New Windows 7: Simplify what you do everyday. Find the right PC for you.


          Lebih aman saat online.
          Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!
        • CINDY LINTANG
          Mungkin g nanti dgn adanya pelaporan dapat menjadi bumerang kpd si istri yg ikut memalsukan dokumen nikah? Yg pasti saya setuju pendapat yg mengusulkan
          Message 4 of 12 , Oct 25, 2009
          • 0 Attachment
            Mungkin g nanti dgn adanya pelaporan dapat menjadi bumerang kpd si istri yg ikut memalsukan dokumen nikah? Yg pasti saya setuju pendapat yg mengusulkan pelaporan atas KDRT yg dilakukan suami kpd istri k pihak kepolisian. Ttg rumah bila itu warisan maka suami tdk mendapatkan bagian, jika bukan warisan n surat nikah palsu maka suami ttp tdk dpt bagian jg.

            Turut bersimpati terhadap peristiwa tersebut.

            Br,
            Cindy



            --- On Sun, 10/25/09, Rocky Marbun <rockymarbun@...> wrote:

            From: Rocky Marbun <rockymarbun@...>
            Subject: RE: [artikel-hukum] Mohon Bantuan
            To: artikel-hukum@yahoogroups.com
            Date: Sunday, October 25, 2009, 7:21 PM

             

            Dear Mr. Gerald,

            Pada prinsipnya saya sepakat dengan pendapat rekan-rekan di milis, bahwa telah terjadi KDRT dalam rumah tangga mereka, namun perlu saya kutip dari pernyataan Mr. Gerald sbb:
            "sebagai acuan si suami sebelumnya telah menikah dan memiliki seorang anak yang sekarang ikut orangtuanya, karena agama mereka tidak memperbolehkan bercerai mereka menikah dengan mamalsukan surat. mohon masukkan  rekan2 yang mengerti hukum untuk kasus seperti ini, terima kasih"

            berdasarkan fakta tersebut, maka semua argumen dan saran yang sudah diberikan menjadi lemah. Karena pada prinsipnya tidak terjadi pernikahan di antara mereka. Hal tersebut karena pernikahan mereka tidak resmi, bahkan mereka menikah dengan memalsukan surat nikah.
            sedangkan surat nikah resmi merupakan dasar baik gugatan secara perdata maupun tuntutan secara pidana.
            Oleh karena itu, tidak ada harta gono gini bagi kedua nya, dan tidak ada pernikahan resmi diantara ke dua nya.
            satu-satu nya solusi, bila kondisi nya demikian, maka pihak perempuan dapat saja mengusir pihak laki dan tidak ada pembagian harta.

            demikian saran saya, lebih dan kurang nya mohon maaf.

            Rocky Marbun, S.H., M.H
            Legal Consultant / Operational Manager
            Law Office TRUST & SUCCESS ASSOCIATES
            Ruko Ketapang Indah Blok B1 No. 5
            Jl. KH. Zaenul Arifin
            Jakarta 11140
            Telp. 021 63854772 (Office)
            Hp. 0813-80387448
            021-99283750

            --- Pada Sab, 24/10/09, rizky dwinanto <rizky.dwinanto@ hotmail.com> menulis:

            Dari: rizky dwinanto <rizky.dwinanto@ hotmail.com>
            Judul: RE: [artikel-hukum] Mohon Bantuan
            Kepada: artikel-hukum@ yahoogroups. com
            Tanggal: Sabtu, 24 Oktober, 2009, 11:05 PM

             

            Dear Pak Gerard,

            Jika saya tidak salah mengartikan, pertanyaan bapak mungkin seperti ini: Apakah rumah yang diberikan oleh orang tua istri dapat masuk kedalam harta bersama dan suami dapat meminta bagiannya?

            Sebagaimana di atur dalam pasal 35 khususnya ayat (2) UU Perkawinan 1 tahun 1974 harta benda seperti warisan atau hadiah adalah mutlak kewenangan dari si penerima harta benda tersebut dan tidak masuk kedalam harta bersama (tidak masuk harta gono gini). Hal ini tidak berlaku dalam hal para pihak menetukan lain.

            Sedikit ilustrasi dari bapak bahwa suami telah terikat perkawinan dengan istri yang pertama. Dalam dapat membuktikan keadaan tersebut berdasarkan Pasal 24 UU Perkawinan 1/74 teman bapak dapat mengajukan pembatalan perkawinan, dimana dipulihkan keadaan seolah-olah tidak terjadinya perkawinan.

            Dan jika boleh menyarankan baiknya jika teman bapak melaoprkan kepada pihak yang berwajib karena telah terjadi kekerasan fisik maupun psikis.

            Semoga dapat membatu.

            Salam,
            Rizky Dwinanto

            Nb: Feel free for discuss


            To: artikel-hukum@ yahoogroups. com
            From: gerard_ngunadi@ ymail.com
            Date: Fri, 23 Oct 2009 17:55:39 +0800
            Subject: [artikel-hukum] Mohon Bantuan

             


            Dear rekan millist
            Langsung saja kepermasalahannya.
             
            Teman saya (wanita) sudah menjalani perkawinan selama 9 tahun dan selama perkawinan ini selalu mengalami teror fisik maupun psikis, sampai anak2 mereka (ada 3 yang terbesar 8Thn, 7Thn dan 4Thn) kalau mendengar suara kendaraan ayahnya yang pulang kerja selalu ketakutan. cacimaki dan bentakkan sudah hal biasa yang mereka terima. kata2 (maaf) " goblok,tolol" dan sejenisnya bukan hal asing lagi yang mereka dengar, babak belur? mungkin sudah tidak terhitung yang harus sang istri terima.
            Padahal si Istri sudah membantu ikut mencari nafkah dengan bekerja di perusahaan. tapi cemburu sang suami yang tidak dapat ditolerir sampai sang istri terlarang untuk dandan. beginilah cerita rumah tangga teman saya ini.
            Tahun ke 3-4 orang tua si istri membeli sebuah rumah atas nama si istri yang sekarang ditempati.
            Dua bulan yang lalu si istri pulang kerja mengalami kecelakaan dan menerima beberapa jahitan, dengan sangat terpaksa si istri tidak bisa melayani suaminya makan (biasanya si istri yang selalu menyiapkan makan untuk suaminya) gara2 ini terjadi pertengkaran hebat yang akhirnya ada ultimatum dari si suami:
            1 si suami keluar dari rumah atau
            2 si suami tetap dirumah dan dia boleh melakukan kekerasan terhadap istri dan anak2nya.
            akhirnya sisuami diusir dari rumah (karena rumah ini milik orangtua si istri)
            beberapa hari kemudian dia kembali dan minta maaf dan berjanji akan berubah namun ternyata janji tinggal janji.
            Minggu yang lalu terjadi keributan lagi dan lagi2 si suami diusir tetapi sekali ini dia ngotot tetap stay dirumah, karena tidak tahan lagi hari jumat kemarin si istri membawa anak2 keluar dari rumah.
            sekarang sedang dilakukan proses mediasi antara kedua keluarga besar. Disini timbul masalah ternyata si suami minta bagian harta dari rumah yang menurut dia ini adalah harta gono gini. 
            sebagai acuan si suami sebelumnya telah menikah dan memiliki seorang anak yang sekarang ikut orangtuanya, karena agama mereka tidak memperbolehkan bercerai mereka menikah dengan mamalsukan surat. mohon masukkan  rekan2 yang mengerti hukum untuk kasus seperti ini, terima kasih 
             
             
             


             


             











            Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda?
            Buat Pingbox terbaru Anda sekarang!


            New Windows 7: Simplify what you do everyday. Find the right PC for you.


            Lebih aman saat online.
            Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!


          • Gerard
            Terima kasih atas tanggapan dari rekan2 atas email saya, setelah mendapat masukkan dari teman2 millist dan saya forward ke yang bersangkutan, maka dia mendapat
            Message 5 of 12 , Oct 26, 2009
            • 0 Attachment
              Terima kasih atas tanggapan dari rekan2 atas email saya, setelah mendapat masukkan dari teman2 millist dan saya forward ke yang bersangkutan, maka dia mendapat suport dan pengetahuan hukum yang memadai, saat ini sedang dilakukan mediasi dengan keluarga besar mereka dan informasi yang saya dapat si suami minta waktu sampai tanggal 1 november untuk membereskan barang-barangnya. semoga semuanya bisa selesai dengan baik.
               


               


               












              Dari: CINDY LINTANG <cindimeiza@...>
              Kepada: artikel-hukum@yahoogroups.com
              Terkirim: Sen, 26 Oktober, 2009 13:02:46
              Judul: RE: [artikel-hukum] Mohon Bantuan

               

              Mungkin g nanti dgn adanya pelaporan dapat menjadi bumerang kpd si istri yg ikut memalsukan dokumen nikah? Yg pasti saya setuju pendapat yg mengusulkan pelaporan atas KDRT yg dilakukan suami kpd istri k pihak kepolisian. Ttg rumah bila itu warisan maka suami tdk mendapatkan bagian, jika bukan warisan n surat nikah palsu maka suami ttp tdk dpt bagian jg.

              Turut bersimpati terhadap peristiwa tersebut.

              Br,
              Cindy



              --- On Sun, 10/25/09, Rocky Marbun <rockymarbun@ yahoo.com> wrote:

              From: Rocky Marbun <rockymarbun@ yahoo.com>
              Subject: RE: [artikel-hukum] Mohon Bantuan
              To: artikel-hukum@ yahoogroups. com
              Date: Sunday, October 25, 2009, 7:21 PM

               

              Dear Mr. Gerald,

              Pada prinsipnya saya sepakat dengan pendapat rekan-rekan di milis, bahwa telah terjadi KDRT dalam rumah tangga mereka, namun perlu saya kutip dari pernyataan Mr. Gerald sbb:
              "sebagai acuan si suami sebelumnya telah menikah dan memiliki seorang anak yang sekarang ikut orangtuanya, karena agama mereka tidak memperbolehkan bercerai mereka menikah dengan mamalsukan surat. mohon masukkan  rekan2 yang mengerti hukum untuk kasus seperti ini, terima kasih"

              berdasarkan fakta tersebut, maka semua argumen dan saran yang sudah diberikan menjadi lemah. Karena pada prinsipnya tidak terjadi pernikahan di antara mereka. Hal tersebut karena pernikahan mereka tidak resmi, bahkan mereka menikah dengan memalsukan surat nikah.
              sedangkan surat nikah resmi merupakan dasar baik gugatan secara perdata maupun tuntutan secara pidana.
              Oleh karena itu, tidak ada harta gono gini bagi kedua nya, dan tidak ada pernikahan resmi diantara ke dua nya.
              satu-satu nya solusi, bila kondisi nya demikian, maka pihak perempuan dapat saja mengusir pihak laki dan tidak ada pembagian harta.

              demikian saran saya, lebih dan kurang nya mohon maaf.

              Rocky Marbun, S.H., M.H
              Legal Consultant / Operational Manager
              Law Office TRUST & SUCCESS ASSOCIATES
              Ruko Ketapang Indah Blok B1 No. 5
              Jl. KH. Zaenul Arifin
              Jakarta 11140
              Telp. 021 63854772 (Office)
              Hp. 0813-80387448
              021-99283750

              --- Pada Sab, 24/10/09, rizky dwinanto <rizky.dwinanto@ hotmail.com> menulis:

              Dari: rizky dwinanto <rizky.dwinanto@ hotmail.com>
              Judul: RE: [artikel-hukum] Mohon Bantuan
              Kepada: artikel-hukum@ yahoogroups. com
              Tanggal: Sabtu, 24 Oktober, 2009, 11:05 PM

               

              Dear Pak Gerard,

              Jika saya tidak salah mengartikan, pertanyaan bapak mungkin seperti ini: Apakah rumah yang diberikan oleh orang tua istri dapat masuk kedalam harta bersama dan suami dapat meminta bagiannya?

              Sebagaimana di atur dalam pasal 35 khususnya ayat (2) UU Perkawinan 1 tahun 1974 harta benda seperti warisan atau hadiah adalah mutlak kewenangan dari si penerima harta benda tersebut dan tidak masuk kedalam harta bersama (tidak masuk harta gono gini). Hal ini tidak berlaku dalam hal para pihak menetukan lain.

              Sedikit ilustrasi dari bapak bahwa suami telah terikat perkawinan dengan istri yang pertama. Dalam dapat membuktikan keadaan tersebut berdasarkan Pasal 24 UU Perkawinan 1/74 teman bapak dapat mengajukan pembatalan perkawinan, dimana dipulihkan keadaan seolah-olah tidak terjadinya perkawinan.

              Dan jika boleh menyarankan baiknya jika teman bapak melaoprkan kepada pihak yang berwajib karena telah terjadi kekerasan fisik maupun psikis.

              Semoga dapat membatu.

              Salam,
              Rizky Dwinanto

              Nb: Feel free for discuss


              To: artikel-hukum@ yahoogroups. com
              From: gerard_ngunadi@ ymail.com
              Date: Fri, 23 Oct 2009 17:55:39 +0800
              Subject: [artikel-hukum] Mohon Bantuan

               


              Dear rekan millist
              Langsung saja kepermasalahannya.
               
              Teman saya (wanita) sudah menjalani perkawinan selama 9 tahun dan selama perkawinan ini selalu mengalami teror fisik maupun psikis, sampai anak2 mereka (ada 3 yang terbesar 8Thn, 7Thn dan 4Thn) kalau mendengar suara kendaraan ayahnya yang pulang kerja selalu ketakutan. cacimaki dan bentakkan sudah hal biasa yang mereka terima. kata2 (maaf) " goblok,tolol" dan sejenisnya bukan hal asing lagi yang mereka dengar, babak belur? mungkin sudah tidak terhitung yang harus sang istri terima.
              Padahal si Istri sudah membantu ikut mencari nafkah dengan bekerja di perusahaan. tapi cemburu sang suami yang tidak dapat ditolerir sampai sang istri terlarang untuk dandan. beginilah cerita rumah tangga teman saya ini.
              Tahun ke 3-4 orang tua si istri membeli sebuah rumah atas nama si istri yang sekarang ditempati.
              Dua bulan yang lalu si istri pulang kerja mengalami kecelakaan dan menerima beberapa jahitan, dengan sangat terpaksa si istri tidak bisa melayani suaminya makan (biasanya si istri yang selalu menyiapkan makan untuk suaminya) gara2 ini terjadi pertengkaran hebat yang akhirnya ada ultimatum dari si suami:
              1 si suami keluar dari rumah atau
              2 si suami tetap dirumah dan dia boleh melakukan kekerasan terhadap istri dan anak2nya.
              akhirnya sisuami diusir dari rumah (karena rumah ini milik orangtua si istri)
              beberapa hari kemudian dia kembali dan minta maaf dan berjanji akan berubah namun ternyata janji tinggal janji.
              Minggu yang lalu terjadi keributan lagi dan lagi2 si suami diusir tetapi sekali ini dia ngotot tetap stay dirumah, karena tidak tahan lagi hari jumat kemarin si istri membawa anak2 keluar dari rumah.
              sekarang sedang dilakukan proses mediasi antara kedua keluarga besar. Disini timbul masalah ternyata si suami minta bagian harta dari rumah yang menurut dia ini adalah harta gono gini. 
              sebagai acuan si suami sebelumnya telah menikah dan memiliki seorang anak yang sekarang ikut orangtuanya, karena agama mereka tidak memperbolehkan bercerai mereka menikah dengan mamalsukan surat. mohon masukkan  rekan2 yang mengerti hukum untuk kasus seperti ini, terima kasih 
               
               
               


               


               











              Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda?
              Buat Pingbox terbaru Anda sekarang!


              New Windows 7: Simplify what you do everyday. Find the right PC for you.


              Lebih aman saat online.
              Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!




              Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik.
              Tambah lebih banyak teman ke Yahoo! Messenger sekarang!
            Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.