Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

6Mahkamah Agung Larang Calon Advokat Disumpah

Expand Messages
  • budimansudharma
    May 14, 2009
    • 0 Attachment
      KAI: Sikap MA tentang Advokat Menunjukkan Ketua MA Tak Berkualitas
      12-Mei-2009 | 08:19:45 WIB
      Jakarta-Mediasi Online.

      Presiden Kongres Advokat Indonesia (KAI) H Indra Sahnun Lubis SH menilai Ketua MA tidak berkualitas serta tidak bijaksana dalam bersikap. "Itu sangat-sangat kita sesalkan," ujar Indra Sahnun Lubis yang didampingi sekjen Roberto Hutagalung dan hampir seluruh petinggi DPP KAI kepada wartawan, di Jakarta senin (11/5).
      Pernyataan Indra itu disampaikan berkaitan dengan sikap
      Mahkamah Agung (MA) nomor 052/KMA/V/2009 terkait dengan
      organisasi advokat. Dalam sikap tersebut MA antara lain meminta
      kepada para Ketua Pengadilan Tinggi (KaPT) untuk tidak terlibat
      secara langsung atau tidak langsung terhadap adanya perselisihan
      di dalam organisasi advokat. Ini berarti KaPT tidak mengambil
      sumpah advokat baru sebagaimana yang ditentukan dalam pasal 4
      Undang-undang no 18 tahun 2003 tentang advokat (UUA).
      Namun demikian, MA juga menyatakan advokat yang telah diambil
      sumpahnya, tidak bisa dihalangi untuk beracara di pengadilan,
      terlepas dari organisasi manapun ia berasal. Apabila advokat yang
      diambil sumpahnya menyimpang dari ketentuan, maka sumpahnya
      dianggap tidak sah dan tidak dibenarkan beracara di pengadilan.
      Dengan adanya sikap MA tersebut, Indra Sahnun juga menilai
      bahwa Ketua MA cara berpikirnya sangat rendah. Karena selama ini
      menurutnya KAI sudah memenuhi apa yang disyaratkan oleh UUA.
      Masalah pelantikan dan sumpah advokat yang dilakukan oleh KAI,
      Sekjen Roberto Hutagalung menyatakan bahwa pihaknya selalu
      memberi tahu kepada Pengadilan Tinggi (PT) setempat dimana
      advokat akan dilantik. Bahkan disampaikannya juga ke MA. "Setelah
      kita sampaikan, MA tak melarang KAI melantik advokat yang hingga
      kini sudah ribuan jumlahnya," ujar Roberto.
      Baik Indra maupun Roberto sependapat bahwa sikap MA tersebut
      sama sekali tidak berdasar UUA. Karena MA tak melarang KAI
      melantik dan menggelar sumpah advokat, maka tak ada alasan
      sumpah dan pelantikan advokat KAI tak sah.

      Bahkan Roberto menilai, sikap MA tersebut dilihat dari sisi derajat
      (hierarki) perundang-undangan di Indonesia, tak ada. Karena yang
      tertinggi hierarkinya adalah Tap MPR, UUD 1945, UU dan lain
      sebagainya. "Jadi sikap MA tak mungkin dapat mengalahkan UU
      (UUA) secara hierarki," papar Roberto.
      Inti dari sumpah advokat itu menurut mereka, yang bersumpah itu
      advokat, yaitu bersumpah untuk tidak melakukan perbuaanperbuatan
      yang tercela. Misalnya bersumpah untuk tidak menyuap,
      menjaga martabat advokat, bersumpah untuk menjalankan profesi
      advokat, "ini salah satu hal sumpah advokat di muka pengadilan,
      bukan pengadilan menyumpah advokat," bebernya.
      Oleh karena itu, Indra dan Roberto menafsirkan sikap MA tersebut
      tidak berlakuk surut. Artinya, yang sudah disumpah, yang sudah
      terjadi, terjadilah. Sumpah dan pelantikan yang dilakukan sebelum
      1 Mei berarti tak ada masalah dan sah. Yang akan datang, baru ada
      perubahan atau petunjuk dari MA.
      Dalam waktu dekat ini KAI akan "melabrak" Ketua MA untuk
      menanyakan sikap MA tersebut. Tak hanya pengurus KAI yang
      datang, mungkin diikuti oleh ribuan advokat KAI.


      sumber : http://www.mediasionline.com/readnews.php?id=1350&menu=berita&kategori=Hukum


      selengkapnya di www.budimansudharma.com
    • Show all 2 messages in this topic