Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

465Semoga Rezeki Anda semakin dipermudah untuk penegakan hukum dan demokrasi

Expand Messages
  • Kusnadi Thea
    May 27, 2011
    • 0 Attachment
      salam,

      rekan-rekan praktisi dan analis hukum yang baik,
      sore ini saya baru mengetahui berita ttg krisis keuangan LBH Jakarta yang berpotensi menghambat kerja-kerja advokasinya. namun jangan sampai hal itu terjadi, sebab bagaimanapun keberadaan Lembaga Bantuan Hukum bagi masyarakat miskin dan marginal mesti tetap ada, khususnya LBH Jakarta, yg sudah sama-sama kita ketahui sepak terjang perjuangannya.

      oleh karena itu atas dasar kekerabatan dan naluri, saya mengajak rekan-rekan CDS untuk menyisihkan sedikit rejekinya untuk membantu sepak terjang lembaga tsb. walaupun itu cuma Rp. 50.000 atau mungkin Rp. 100.000 dari pendapatan kita, saya kira itu akan sangat berarti bagi LBH Jakarta saat ini.
      Oleh karena itu saya mengharapkan bilamana rekan-rekan berkenan untuk menyumbang sedikit kepada LBH Jakarta. semoga saja dengan memberi sedikit dukungan materiil bagi LBH Jakarta, rezeki dan daya kritis keilmuan hukum rekan-rekan akan segera terpublikasikan dg baik dan benar.

      terimakasih,
      warm regard,

      Kusnadi, SH
      Center For Detention Studies (CDS)
      _________________________________________________________________________________________________
      Siaran Pers Nomor : 352/SK/LBH/V/2011

      “KRISIS KEUANGAN LBH JAKARTA, RIBUAN ORANG TERANCAM KEHILANGAN HAK ATAS BANTUAN HUKUM

      Setiap tahunnya, LBH Jakarta menangani tidak kurang dari seribu pengaduan, belum termasuk pendidikan hukum bagi masyarakat marjinal dan upaya mendorong perubahan kebijakan yang pro rakyat miskin termasuk RUU Pekerja Rumah Tangga, RUU Bantuan Hukum, RUU KUHAP, RUU Pengadaan Tanah, RUU Jaminan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan, PERDA Ketertiban Umum, PERDA Perpasaran, dsb.
      Pada tahun 2010 yang lalu, LBH Jakarta menerima 1.150 pengaduan dengan jumlah orang terbantu sebesar 201.165 orang (Catahu, 2010). Dalam 5 tahun terakhir, LBH Jakarta menerima tidak kurang dari seribu pengaduan dengan jumlah orang terbantu sebanyak rata-rata 59.900 orang per tahun. Sementara itu, menjelang akhir semester tahun 2011 ini saja (31 April 2011), LBH Jakarta menerima pengaduan kasus sebanyak 447 Kasus dengan 3949 orang terbantu.
      Untuk membiayai kerja-kerja tersebut, setiap bulan LBH Jakarta membutuhkan biaya sedikitnya 70 juta untuk keperluan operasional kantor dan overhead (termasuk transportasi, kurir, peralatan kantor, komunikasi dan gaji untuk 17 staf), atau sekitar kurang lebih 800 juta rupiah per tahun. Untuk menopang semua kebutuhan tersebut, LBH Jakarta masih sangat tergantung pada bantuan lembaga-lembaga donor seperti Kemitraan, AUSAID, Hivos, Yayasan Tifa, dan lainnya. Audit oleh auditor independen dilakukan secara rutin setiap tahun dan selalu dilaporkan ke publik di catatan akhir tahun. Namun demikian, kini LBH Jakarta mengalami krisis keuangan. Per 20 Mei 2011, keuangan LBH Jakarta menunjukan angka Rp 27 juta yang hanya mencukupi untuk memberikan bantuan hukum selama 1 bulan ke depan. kondisi ini tidak terprediksi sebelumnya oleh management LBH Jakarta dan terjadi karena tertundanya komitmen pemberian dana dari beberapa lembaga donor dari waktu yang telah dijadwalkan sebelumnya. Sementara itu, beberapa lembaga donor tidak lagi memperpanjang dukungan keuangannya kepada LBH Jakarta karena kebijakan pengetatan keuangan pemerintah tempat lembaga donor berasal.
      Sejak dihentikannya donasi dari APBD DKI pada tahun 2008 yang lalu, LBH Jakarta menghadapi tantangan yang besar dalam membiayai kerja-kerja bantuan hukum. Terlebih kebijakan dari sejumlah lembaga donor yang menolak untuk mendanai kerja-kerja bantuan hukum, penanganan kasus per kasus, karena dianggap sebagai tanggungjawab Pemerintah Indonesia. Selama ini sejumlah donasi untuk program advokasi kebijakan yang didanai, telah digunakan untuk mensubsidi pemberian layanan bantuan hukum Cuma-cuma. Sementara, Pemerintah tidak memberikan dukungan keuangan apapun untuk pelaksanaan kerja bantuan hukum, yang sebenarnya merupakan hak konstitusional warga negara.
      Meskipun tidak akan sampai menghentikan operasional LBH Jakarta, krisis keuangan ini akan berdampak pada terganggunya layanan bantuan hukum Cuma-cuma dan kegiatan pemantaun publik terhadap kebijakan negara. Beberapa langkah telah ditempuh managemen LBH Jakarta untuk menjaga keberlanjutan kerja-kerja bantuan hukum diantaranya dengan mengintensifkan fundrising dan penggalangan donasi publik. Oleh karena itu kami mengundang publik Jakarta dan seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dalam donasi publik LBH Jakarta. Donasi dapat dilakukan dengan mentransfer ke:
      1. Bank BNI 46 Cabang Menteng, Jakarta, No. Rekening 00-107-40908 atas nama LBH Jakarta
      2. Bank Mandiri No. Rekening 123-00-0300674-1 atas nama LBH Jakarta
      3. Bank DKI, No. Rekening 108-11-14231-8 atas nama LBH Jakarta
      Donasi publik ini sangat penting dan dibutuhkan sebagai upaya untuk membangun kemandirian dan meningkatkan akuntabilitas LBH sebagai organisasi non pemerintah, dengan masyarakat kelas menengah dan kaum miskin jakarta sebagai konstituen utamanya. Terakhir, Dengan adanya pengumuman ini, kami menghimbau para konstituen, klien LBH Jakarta untuk tidak risau dan tetap percaya bahwa penanganan kasus tetap akan dilakukan secara profesional.

      Jakarta, 26 Mei 2011
      LEMBAGA BANTUAN HUKUM JAKARTA

      CP: Nurkholis Hidayat (08588369371) dan Restaria Hutabarat /Kepala Litbang LBH Jakarta (085695630844)