Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Bls: Harga Sapi Kembali Anjlok

Expand Messages
  • kusuma diwyanto
    Dear all., Tadi sore, sekitar jam 15.00-16.00 pak SBY, pak Mentan dan bbrp menteri mampir di Balitnak Ciawi. Dalam kunjungan kerja tsb sudah disampaikan dan
    Message 1 of 1 , Aug 22, 2011
    View Source
    • 0 Attachment
      Dear all.,

      Tadi sore, sekitar jam 15.00-16.00 pak SBY, pak Mentan dan bbrp menteri mampir di Balitnak Ciawi.

      Dalam kunjungan kerja tsb sudah disampaikan dan dibahas tentang kondisi persapian nasional, masalah penelitian dan beliau merespon positif.

      Ketika dialog dilanjutkan dengan pak Mentan, saya sempat utarakan tentang sulitnya memasarkan sapi dari daerah.

      Prinsipnya, masalah transportasi akan segera dibahas dengan pihak perhubungan.

      Sekecil  apapun harapannya, saya dan semua teman-teman di Litbang cukup senang dan puas; karena semua uneg-uneg yang selalu kita bicarakan tentang persapian di DN dapat langsung didengar presiden dan beberapa menteri.

      Mari kita kawal, agar arahan presiden tsb menjadi kenyataan di lapang.

      Selamat untuk teman-2 di Badan Litbang, Puslit dan Balitnak, yang telah susah payah menyiapkan kunjungan RI-1. Perjuangan teman-2 yang luar biasa ! Semoga apa yang telah dikerjakan membuahkan hasil yang konkrit.

      Mungkin ini merupakan kunjungan presiden yang sangat praktis, murah, dan cukup bermakna bagi dunia peternakan.

      Selamat bekerja dan sukses selalu.

      Semoga.,

      Wass.,

      KD

      --- Pada Sen, 22/8/11, edy <bbeta86@...> menulis:

      Dari: edy <bbeta86@...>
      Judul: Harga Sapi Kembali Anjlok
      Kepada: "kusuma diwyanto" <kd_267@...>
      Tanggal: Senin, 22 Agustus, 2011, 5:06 AM

      Harga Sapi Kembali Anjlok
      Rabu, 10 Agustus 2011 15:16:00
      *
      Perdagangan sapi di Pasar Hewan Siyono. (Foto : Dedy EW)

      *

      *WONOSARI (KRjogja.com)* - Penghentian impor sapi dari Australia ke Indonesia yang beberapa pekan lalu menjadi angin segar bagi peternak hilang sudah. Padahal saat impor dihentikan, harga sapi di Gunungkidul merangkak naik antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

      Akan tetapi, kebijakan pemerintah yang kembali membuka kiriman sapi dari Australia menjadi ancaman peternak Gunungkidul. “Seharusnya pemerintah bisa lebih memikirkan masyarakat termasuk peternak sapi. Ketika impor berhenti harga sedikit merangkak naik. Namun kali ini sudah dibuka kembali kiriman dari AustraliA yang menyebabkan harga kembali turun,” kata Sudiyo salah satu pedagang sapi, Rabu (10/8).

      Harga sapi metal yang sebelumnya Rp 8 juta kini turun menjadi Rp 7 juta, sedangkan sapi putih juga turun dari Rp 4 juta menjadi Rp 3.200.000. Bila impor terus dilakukan peternak akan semakin merugi. Kondisi yang cukup memojokkan peternak ini mau tidak mau harus diantisipasi termasuk menjual hewan ternak sekalipun sedikit untung, bahkan merugi.

      “Karena untuk rata-rata pemeliharaan setiap hari, satu ekor sapi bisa menghabiskan Rp 30 ribu. Sehingga perhitungan satu bulan menghabiskan kurang lebih Rp 900 ribu. Biaya pemeliharaan tersebut tidak imbang dengan harga sapi yang semula sedikit naik kini kembali terpuruk,” ujarnya.

      Hal senada juga dikatakan Mardiono, salah satu pedagang, memang harga sapi beberapa waktu lalu ketika impor dihentikan bisa sedikit naik. Akan tetapi kebijakan impor dibuka kembali membuat harga kembali bergejolak turun. Jika sapi besar berkisar Rp 900 ribu, penurunan untuk sapi yang kecil antara Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu.

      “Peternak berharap, pemerintah bisa bersikap bijak dengan kembali menutup impor sapi dari luar negeri. Sebab perkembangan ternak sapi di dalam negeri cukup bagus, bahkan Gunungkidul juga terkenal dengan gudang ternak serta sudah mampu mengirim ke berbagai kota besar di Indonesia,”imbuhnya. *(R-2)*

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.