Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin

Expand Messages
  • Muha Adel
    menarik sekali reportasenya kanda saleh, saya betul-betul menikmatinya, mungkin ada kita lupa kunjungi tempat kursus bahasa inggris dimana kak saleh sebagai
    Message 1 of 25 , Sep 22, 2010
      menarik sekali reportasenya kanda saleh, saya betul-betul menikmatinya, mungkin ada kita lupa kunjungi tempat kursus bahasa inggris dimana kak saleh sebagai pembinanya namanya MECCA (entah kenapa namanya kearaban skali, he he he) yang bermarkas di mamoa dan sekarang sudah berubah menjadi depot air minum. he he he, anyway. thanks atas postingannya.

      salam

      muhaemin



      From:
      saleh mude <salehmude@...>
      To: alauddin makassar <UIN-makassar@yahoogroups.com>
      Cc: ccchuria huria <ccchuria@yahoogroups.com>
      Sent: Wed, September 22, 2010 2:30:37 PM
      Subject: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin

       

      Panitia PSBM XII dan Mudik ke Alauddin

      Assalmua alaikum teman2,

      Mohon maaf, karena beberapa kesibukan selama ramadhan dan sesudah idul fitri, maka jarang saya tengok dan merespons tulisan atau memposting tulisan yang bisa mengisi waktu luang kita, sekaligus menyegarkan tali silaturahim kita.

      Kesempatan ini, saya ingin mengungkapkan rasa kesan bahagia saya ketika mudik ke Makassar kemarin, Rabu-Senin Malam, 15-20 September 2010.
      Rabu, 15 Sept saya dan rombongan mendarat dan langsung bergabung Panitia Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XII dan Halal bi Halal di sebuah hotel, kawasan Jl. Jend Sudirman. Ada beberapa rangkaian kami, yang sudah regular digelar tiap tahun, sepekan sesudah Idul Fitri; tahun ini misalnya, antara lain Pertemuan Saudagar Bugis-Makasar (PSBM) XII dan halal bi halal dirangkaikan; dialog bisnis dan budaya; kajian kearifan lokal yang perlu dilestarikan dan dipahami oleh mahasiswa-generasi muda; ikhtiar mereduksi fenomena anarkisme mahasiswa; pameran karya unggulan mahasiswa (kemarin yang ikut dari Unhas, Alauddin tidak ikut karena surat tak sampai?); welcome dinner di rumah jabatan gubernur; festival makanan khas; golf gathering; dan parawell party bersama walikota di anjungan pantai losari.

      Kamis pagi, 16 September, pukul 09.00 sampai sore hari, acara pembukaaan-seremonial dan dialog wacana: business in culture, kearifan lokal, ikhtiar mereduksi anarkisme makasiswa Makassar, PSBM berlansung sukses dan cukup ramai di Wisma Kalla, Jl. Dr Sam Ratulangi 8 Makassar. Setidaknya tiga karib kita (kawan lama saya) datang menjadi peserta peninjau yang saya kira suka berwacana persaudagaran, ada Wahyuddin Halim, Ali Ngampo, Kak Saleh Tajuddin.

      Esoknya, Jumat Pagi, 17 September 2010, pukul 08.30 saya dijemput oleh Sdr Wahyuddin, diajak dan dipandu jalan-jalan mengunjungi kampus lama dan baru. Sungguh indah kesan selama hari ini. Saya ketika masuk kampus lama, mencoba menghadirkan kesan lama saya ketika mulai kuliah 1988-1992, di mana saya mulai kenalan banyak calon ustadz, kiyai, dan pemikir besar. Saya kenalan Wahyuddin di hari pertama di ruang kuliah formal hingga hari in, kami saling kontak dan berbagi suka dan suka. Saya juga mengenang bagitu banyak suka dan duka selama menimbah ilmu di Ushuluddin, jurusan akidah filsafat. Sdr Wahyuddin mencoba menunjukkan dan menjelaskan posisi-posisi gedung-gedung baru dan lama mulai di kampus lama lanjut di kampus baru. Di kampus lama, saya berhasil potret gedung pencakar langit, Islamic Center yang mencaplok areal bekas gedung serbaguna. Ini salah satu bantuan Bank Dunia kata Wahyuddin menjelaskan dengan bangga hehehehe….. kami berdua juga memutar ke
      eks gedung rektorat yang kini beralih-fungsi sebagai gedung pascasarjana.

      Menjelang jam 10 pagi, kami berdua memutar mobil barunya Sdr Wahyuddin yang masih berplat kode Jakarta, menuju kampus-gedung baru di Bilangan Samata. Sebuah wilayah yang belum pernah saya injak sebelumnya. Saya diantar mengelilingi kampus baru Samata yang lokasinya sangat asri, rindang nan membentang luas. Sebuah kampus yang sudah modern walau masih butuh perhatian pembangunan sarana pelengkap seperti tempat parkiran, kantin-food court, arena bermain mahasiswa, asrama mahasiswa-swi dan sarana penunjang akademik lainnya. Saya bangga dan senang memandang dan memotret gedung-gedung kampus baru di Samata. Selamat deh kepada inisiator dan pelobinya sehingga dana bantuan Islamic Development Banking (IDB) bisa mengucur lumayan banyak hehehe…. Semoga seluruh fasilitas itu menjadi arena mencetak ribuan sarjana Muslim yang berkarakter, seperti tema PSBM XII, membentuk Saudagar Berkarakter. Amin.

      Kisah menarik ini berlanjut atas kebaikan Sdr Wahyuddin mengantar saya menjejaki seluruh lantai dan pintu-pintu Gedung Ushuluddin, yang berada pada garda paling depan, yang istilah Wahyuddin mengambil posisi sebagai tameng jika ada demo dan ulah pihak luar hehehe, tapi semoga tak ada lagi seperti kasus awal ramadhan yang konon diprovokasi oleh segelintir mahasiswa yang kini telah disepakati pihak Rektor, dipecat secara tidak terhormat. Sebuah tragedy yang tak perlu lagi berulang.

      Saya juga dipertemukan pak Dekan Ushuluddin, Pak Mushawir yang bagitu ramah, guru saya pak Kadir Saile, Andi Darussalam, Ibu Nurlina dan guru matakuliah akhlakku ibu Aisyah yang selalu ramah dan murah senyum. Saya selami mereka semua, dan terpancar di raut muka dan aura mereka rasa kegembiraan bertemu-ria murid lamanya hehehe…..sayang sekali hari ini saya tak berjumpa kawan-kawan (adik-adik) dari pengurus Senat. Suasana kampus sepi, memang masih liburan, idul fitri. Menjelang kami pamitan, saya berpepasan pak Dekan Ushuluddin di tangga, kami singgah bercakap-cakap beberapa hal, termasuk isi posting dan komentar2 di milis kita ini. Beliau rupanya kadang-kadang membuka dan membaca isi postingan teman2 semua tapi belum sempat memberi komentar.

      Kesan indah ini belum berakhir, berlanjut ke Gedung Rektorat baru. Sdr Wahyuddin mencoba menggandeng tangan saya sambil menjelaskan bagaimana indah dan empuknya kursi-kursi Para calon Pembantu Rektor yang kini masuk arena transisi hehehe…. yang sebentar lagi diisi oleh hasil suksesi per-rektorat-an bulan lalu yang dimenangkan oleh Prof. Dr. H. Qodari Gassing dan timnya. Saya lihat ada upaya Wahyu mempertemukan saya dengan Prof. Qodir Gassing tapi sayang hari itu beliau tidak di tempat. Tapi saya diterima Dr. Kamaruddin, Pembantu Rektor IV. Kami bercakap-cakap begitu akrab sekitar 10 menit, mulai wacana dampak pertemuan saudagar hingga isi komentar teman-teman di milis kita. Cuma sayang, mungkin kendala Pak Pembantu Rektor IV ini mirip Pak Dekan Ushuluddin, terkendala masalah waktu memberi respons dan komentar tema-tema di milis kita ini.
      Kesan lainnya, saya berjumpa kawan lama, sekelas bersama Wahyuddin dulu, Sdr Syukri Mathar yang kini dipercaya sebagai staf bagian keuangan Alauddin. Senang juga dengar posisi baru kawan Syukri ini yang dulu selalu bangga dan penuh semangat kuliah karena bisa menenteng ke kelas buku-buku filsafat langkah yang belum dan susah kami miliki. Selamat untuk Sdr Syukri Mathar yang telah lama mengabdi dan begitu loyal pada kampus almamater kita hehehe…..sampai setengah bercanda, saya gelari Syukri ini suatu hari dipercaya sebagai menteri keuangan Alauddin. Amin.

      Kawan baru saya hari itu sebelum kami pamitan ke rumah Wahyuddin adalah Pak Rapi, yang kini dipercaya mengelola Website UIN Alauddin. Kami baru kenalan hari ini juga tapi langsung akrab karena kami bincang tentang milis ini, dan juga masalah persiapan Temu Alumni yang pernah saya komentari dan tanyakan biaya administrasinya. Kata Pak Rapi, masih dalam proses sehingga sampai hari ini belum ditentukan item program dan biaya administrannya. Terima kasih Pak Rapi.

      Menjelang waktu Jumatan, kami berdua meninggalkan Kampus Samata menuju rumah Wahyuddin yang bersebelahan Rumah Dinas Bupati Gowa. Kami salat jumat di Masjid Agung Tua Syekh Yusuf. Sebuah masjid yang besar dan ramai jemaahnya. Hari in, saya dan Wahyu di deretan kedua, kelihatan di deretan-shaf pertama, Bupati Gowa Ichsan YL, Bahar Ngitung, dan rombongannya. Kami tak sempat selamat beliau-beliau itu, hehehe…..

      Seusai Jumatan, kami bertiga; saya, Wahyuddin, dan putra sulungnya, Ahmad Israqi 6 tahun (Kiki) meluncur mencari makanan khas, konro renyah-empuk di Jalan Gunung Latimojong (kalau tak salah). Kami makan di sana, lalu saya didrop di tempat saya menginap, dan kami berpisah.

      Melalui milis ini, saya ingin berterima kasih kepada Sdr Wahyuddin yang telah berbaik hati kepada saya hehehe. Ini semua adalah hasil pertemanan kita selama ini, sejak tahun 1988 hingga hari ini. Sungguh indah pertemuan kita kemarin, insya Allah selalu menjadi kenangan yang tak mudah terlupakan. Terlalu banyak kenangan indah saya bersama Sdr Wahyuddin yang kini asyik mempersiapkan diri lanjut sekolah di Australia. Saya dan keluarga doakan semoga segera berangkat dan cepat selesai kuliah program doktoralnya di sana, menjadi intelektual.

      Satu hal yang mengusik kehadiran saya di Makassar kemarin adalah Prof. Hamdan, jebolan Australia juga yang marah complain karena saya tak masukkan utusan pembicara anak muda jebolan Alauddin di rangkaian dialog PSBM XII. Saya bela diri, itu kesalahan Sdr Wahyuddin karena saya minta nama-nama calon pembicara yang paham budaya kearifan local dan etika bisnis tapi Sdr Wahyuddin hanya merekomendasi Sdr Adlin Sila. Adlin sudah oke dan Panitia sudah kirim surat tapi batal karena Sdr Adlin haris ke Australia sebelum acara PSBM XII digelar. Pembicara alumni Alauddin, Prof. Nasaruddin sebenarnya sudah mewakili Alauddin, namun Sdr Hamdan masih ngotot harus anak muda. Saya janji semoga tahun depan saya masih dalam posisi menentukan dalam kepanitiaan PSBM XIII, amin.

      Mohon maaf dan semoga teman2 semilis berkenan saya posting kesan ini. Berharap jika teman2 lainnya berkunjung or kembali ke kampus kita, bisa berbagi cerita pula di milis ini. Terima kasih. To pada salama wali-wali….
      Kebon Sirih, Rabu, 22 September 2010


    • Adlin Sila
      Bung Saleh yang baik,   Menarik cerita perjalananta di Makassar, bisa jadi Cerpen tuh hehehe. Menyesal sekali tidak bisa hadir di acara Pertemuan Saudagar
      Message 2 of 25 , Sep 22, 2010
        Bung Saleh yang baik,
         
        Menarik cerita perjalananta di Makassar, bisa jadi Cerpen tuh hehehe.
        Menyesal sekali tidak bisa hadir di acara Pertemuan Saudagar Bugis Makassar tersebut.
        Tapi saya sangat berterima kasih atas kepercayaanta, saya sangat tersanjung, juga kepada bung Wahyu yang telah memberikan rekomendasinya. Saya hanya berharap semoga pertemuan para saudagar kemarin itu menghasilkan sesuatu yang produktif bagi kemajuan Makassar kedepan.
        Saya sudah seminggu lebih di Canberra dan sudah banyak cerita yang bisa saya share di lain waktu dengan teman2 milist. Yang jelas, selama saya di Canberra saya banyak dibantu oleh teman2 terutama bung Faried, yang sama2 saudagar ILMU di daerah rantau, terutama untuk secepatnya settled dengan segala urusan administrasi di kampus.
        Mudah2an kalau bung Wahyu sudah datang (sy tdk tahu apakah ke ANU atau ke Melbourne Uni?), akan semakin banyak saudagar ILMU dari Makassar di Australia hehehe.
        Salam damai dan doanya kawan.
         
        Muhammad Adlin Sila
         
        Departement of Anthropology
        ANU College of Asia and the Pacific
        Australian National University
        Room
        7329, Coombs Building (#9)
        Canberra - Australia
        Ph
        : +61261253207 (extension 52163)
        Mobile:+61420424912
         
        Home: Burnie st, Lyons, Woden
         



        --- On Wed, 9/22/10, Muha Adel <muhaadel@...> wrote:

        From: Muha Adel <muhaadel@...>
        Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin
        To: UIN-makassar@yahoogroups.com
        Date: Wednesday, September 22, 2010, 1:44 AM

         
        menarik sekali reportasenya kanda saleh, saya betul-betul menikmatinya, mungkin ada kita lupa kunjungi tempat kursus bahasa inggris dimana kak saleh sebagai pembinanya namanya MECCA (entah kenapa namanya kearaban skali, he he he) yang bermarkas di mamoa dan sekarang sudah berubah menjadi depot air minum. he he he, anyway. thanks atas postingannya.

        salam

        muhaemin



        From:
        saleh mude <salehmude@...>
        To: alauddin makassar <UIN-makassar@yahoogroups.com>
        Cc: ccchuria huria <ccchuria@yahoogroups.com>
        Sent: Wed, September 22, 2010 2:30:37 PM
        Subject: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin

         
        Panitia PSBM XII dan Mudik ke Alauddin

        Assalmua alaikum teman2,

        Mohon maaf, karena beberapa kesibukan selama ramadhan dan sesudah idul fitri, maka jarang saya tengok dan merespons tulisan atau memposting tulisan yang bisa mengisi waktu luang kita, sekaligus menyegarkan tali silaturahim kita.

        Kesempatan ini, saya ingin mengungkapkan rasa kesan bahagia saya ketika mudik ke Makassar kemarin, Rabu-Senin Malam, 15-20 September 2010.
        Rabu, 15 Sept saya dan rombongan mendarat dan langsung bergabung Panitia Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XII dan Halal bi Halal di sebuah hotel, kawasan Jl. Jend Sudirman. Ada beberapa rangkaian kami, yang sudah regular digelar tiap tahun, sepekan sesudah Idul Fitri; tahun ini misalnya, antara lain Pertemuan Saudagar Bugis-Makasar (PSBM) XII dan halal bi halal dirangkaikan; dialog bisnis dan budaya; kajian kearifan lokal yang perlu dilestarikan dan dipahami oleh mahasiswa-generasi muda; ikhtiar mereduksi fenomena anarkisme mahasiswa; pameran karya unggulan mahasiswa (kemarin yang ikut dari Unhas, Alauddin tidak ikut karena surat tak sampai?); welcome dinner di rumah jabatan gubernur; festival makanan khas; golf gathering; dan parawell party bersama walikota di anjungan pantai losari.

        Kamis pagi, 16 September, pukul 09.00 sampai sore hari, acara pembukaaan-seremonial dan dialog wacana: business in culture, kearifan lokal, ikhtiar mereduksi anarkisme makasiswa Makassar, PSBM berlansung sukses dan cukup ramai di Wisma Kalla, Jl. Dr Sam Ratulangi 8 Makassar. Setidaknya tiga karib kita (kawan lama saya) datang menjadi peserta peninjau yang saya kira suka berwacana persaudagaran, ada Wahyuddin Halim, Ali Ngampo, Kak Saleh Tajuddin.

        Esoknya, Jumat Pagi, 17 September 2010, pukul 08.30 saya dijemput oleh Sdr Wahyuddin, diajak dan dipandu jalan-jalan mengunjungi kampus lama dan baru. Sungguh indah kesan selama hari ini. Saya ketika masuk kampus lama, mencoba menghadirkan kesan lama saya ketika mulai kuliah 1988-1992, di mana saya mulai kenalan banyak calon ustadz, kiyai, dan pemikir besar. Saya kenalan Wahyuddin di hari pertama di ruang kuliah formal hingga hari in, kami saling kontak dan berbagi suka dan suka. Saya juga mengenang bagitu banyak suka dan duka selama menimbah ilmu di Ushuluddin, jurusan akidah filsafat. Sdr Wahyuddin mencoba menunjukkan dan menjelaskan posisi-posisi gedung-gedung baru dan lama mulai di kampus lama lanjut di kampus baru. Di kampus lama, saya berhasil potret gedung pencakar langit, Islamic Center yang mencaplok areal bekas gedung serbaguna. Ini salah satu bantuan Bank Dunia kata Wahyuddin menjelaskan dengan bangga hehehehe….. kami berdua juga memutar ke
        eks gedung rektorat yang kini beralih-fungsi sebagai gedung pascasarjana.

        Menjelang jam 10 pagi, kami berdua memutar mobil barunya Sdr Wahyuddin yang masih berplat kode Jakarta, menuju kampus-gedung baru di Bilangan Samata. Sebuah wilayah yang belum pernah saya injak sebelumnya. Saya diantar mengelilingi kampus baru Samata yang lokasinya sangat asri, rindang nan membentang luas. Sebuah kampus yang sudah modern walau masih butuh perhatian pembangunan sarana pelengkap seperti tempat parkiran, kantin-food court, arena bermain mahasiswa, asrama mahasiswa-swi dan sarana penunjang akademik lainnya. Saya bangga dan senang memandang dan memotret gedung-gedung kampus baru di Samata. Selamat deh kepada inisiator dan pelobinya sehingga dana bantuan Islamic Development Banking (IDB) bisa mengucur lumayan banyak hehehe…. Semoga seluruh fasilitas itu menjadi arena mencetak ribuan sarjana Muslim yang berkarakter, seperti tema PSBM XII, membentuk Saudagar Berkarakter. Amin.

        Kisah menarik ini berlanjut atas kebaikan Sdr Wahyuddin mengantar saya menjejaki seluruh lantai dan pintu-pintu Gedung Ushuluddin, yang berada pada garda paling depan, yang istilah Wahyuddin mengambil posisi sebagai tameng jika ada demo dan ulah pihak luar hehehe, tapi semoga tak ada lagi seperti kasus awal ramadhan yang konon diprovokasi oleh segelintir mahasiswa yang kini telah disepakati pihak Rektor, dipecat secara tidak terhormat. Sebuah tragedy yang tak perlu lagi berulang.

        Saya juga dipertemukan pak Dekan Ushuluddin, Pak Mushawir yang bagitu ramah, guru saya pak Kadir Saile, Andi Darussalam, Ibu Nurlina dan guru matakuliah akhlakku ibu Aisyah yang selalu ramah dan murah senyum. Saya selami mereka semua, dan terpancar di raut muka dan aura mereka rasa kegembiraan bertemu-ria murid lamanya hehehe…..sayang sekali hari ini saya tak berjumpa kawan-kawan (adik-adik) dari pengurus Senat. Suasana kampus sepi, memang masih liburan, idul fitri. Menjelang kami pamitan, saya berpepasan pak Dekan Ushuluddin di tangga, kami singgah bercakap-cakap beberapa hal, termasuk isi posting dan komentar2 di milis kita ini. Beliau rupanya kadang-kadang membuka dan membaca isi postingan teman2 semua tapi belum sempat memberi komentar.

        Kesan indah ini belum berakhir, berlanjut ke Gedung Rektorat baru. Sdr Wahyuddin mencoba menggandeng tangan saya sambil menjelaskan bagaimana indah dan empuknya kursi-kursi Para calon Pembantu Rektor yang kini masuk arena transisi hehehe…. yang sebentar lagi diisi oleh hasil suksesi per-rektorat-an bulan lalu yang dimenangkan oleh Prof. Dr. H. Qodari Gassing dan timnya. Saya lihat ada upaya Wahyu mempertemukan saya dengan Prof. Qodir Gassing tapi sayang hari itu beliau tidak di tempat. Tapi saya diterima Dr. Kamaruddin, Pembantu Rektor IV. Kami bercakap-cakap begitu akrab sekitar 10 menit, mulai wacana dampak pertemuan saudagar hingga isi komentar teman-teman di milis kita. Cuma sayang, mungkin kendala Pak Pembantu Rektor IV ini mirip Pak Dekan Ushuluddin, terkendala masalah waktu memberi respons dan komentar tema-tema di milis kita ini.
        Kesan lainnya, saya berjumpa kawan lama, sekelas bersama Wahyuddin dulu, Sdr Syukri Mathar yang kini dipercaya sebagai staf bagian keuangan Alauddin. Senang juga dengar posisi baru kawan Syukri ini yang dulu selalu bangga dan penuh semangat kuliah karena bisa menenteng ke kelas buku-buku filsafat langkah yang belum dan susah kami miliki. Selamat untuk Sdr Syukri Mathar yang telah lama mengabdi dan begitu loyal pada kampus almamater kita hehehe…..sampai setengah bercanda, saya gelari Syukri ini suatu hari dipercaya sebagai menteri keuangan Alauddin. Amin.

        Kawan baru saya hari itu sebelum kami pamitan ke rumah Wahyuddin adalah Pak Rapi, yang kini dipercaya mengelola Website UIN Alauddin. Kami baru kenalan hari ini juga tapi langsung akrab karena kami bincang tentang milis ini, dan juga masalah persiapan Temu Alumni yang pernah saya komentari dan tanyakan biaya administrasinya. Kata Pak Rapi, masih dalam proses sehingga sampai hari ini belum ditentukan item program dan biaya administrannya. Terima kasih Pak Rapi.

        Menjelang waktu Jumatan, kami berdua meninggalkan Kampus Samata menuju rumah Wahyuddin yang bersebelahan Rumah Dinas Bupati Gowa. Kami salat jumat di Masjid Agung Tua Syekh Yusuf. Sebuah masjid yang besar dan ramai jemaahnya. Hari in, saya dan Wahyu di deretan kedua, kelihatan di deretan-shaf pertama, Bupati Gowa Ichsan YL, Bahar Ngitung, dan rombongannya. Kami tak sempat selamat beliau-beliau itu, hehehe…..

        Seusai Jumatan, kami bertiga; saya, Wahyuddin, dan putra sulungnya, Ahmad Israqi 6 tahun (Kiki) meluncur mencari makanan khas, konro renyah-empuk di Jalan Gunung Latimojong (kalau tak salah). Kami makan di sana, lalu saya didrop di tempat saya menginap, dan kami berpisah.

        Melalui milis ini, saya ingin berterima kasih kepada Sdr Wahyuddin yang telah berbaik hati kepada saya hehehe. Ini semua adalah hasil pertemanan kita selama ini, sejak tahun 1988 hingga hari ini. Sungguh indah pertemuan kita kemarin, insya Allah selalu menjadi kenangan yang tak mudah terlupakan. Terlalu banyak kenangan indah saya bersama Sdr Wahyuddin yang kini asyik mempersiapkan diri lanjut sekolah di Australia. Saya dan keluarga doakan semoga segera berangkat dan cepat selesai kuliah program doktoralnya di sana, menjadi intelektual.

        Satu hal yang mengusik kehadiran saya di Makassar kemarin adalah Prof. Hamdan, jebolan Australia juga yang marah complain karena saya tak masukkan utusan pembicara anak muda jebolan Alauddin di rangkaian dialog PSBM XII. Saya bela diri, itu kesalahan Sdr Wahyuddin karena saya minta nama-nama calon pembicara yang paham budaya kearifan local dan etika bisnis tapi Sdr Wahyuddin hanya merekomendasi Sdr Adlin Sila. Adlin sudah oke dan Panitia sudah kirim surat tapi batal karena Sdr Adlin haris ke Australia sebelum acara PSBM XII digelar. Pembicara alumni Alauddin, Prof. Nasaruddin sebenarnya sudah mewakili Alauddin, namun Sdr Hamdan masih ngotot harus anak muda. Saya janji semoga tahun depan saya masih dalam posisi menentukan dalam kepanitiaan PSBM XIII, amin.

        Mohon maaf dan semoga teman2 semilis berkenan saya posting kesan ini. Berharap jika teman2 lainnya berkunjung or kembali ke kampus kita, bisa berbagi cerita pula di milis ini. Terima kasih. To pada salama wali-wali….
        Kebon Sirih, Rabu, 22 September 2010



      • saleh mude
        Bung Adlin Sila, Adik Muhaemin, dkk Terima kasih responsnya. Untuk adik muhaemin, MECCA (modern English course of Makassar) memang telah almarhum karena adik
        Message 3 of 25 , Sep 22, 2010


          Bung Adlin Sila, Adik Muhaemin, dkk

          Terima kasih responsnya. Untuk adik muhaemin, MECCA (modern English course of Makassar) memang telah almarhum karena adik mukhtar alshodiq, basri dkk yang kebetulan sebagai khalifah pertama tak bisa lama-lama di Makassar harus ikut hijrah ke Jakarta. Kemarin Sabtu, 18 September saya menyempatkan ke Mamoa Raya juga menemui mantan bapak-ibu kost saya, pemilik Bisa Jaya, Ibu Hasbiyah dan suaminya Bapak Salamon Pasda, Dekan Fak Ekonomi Univ Negeri Makassar. Mereka juga pada kaget karena saya muncul dengan taksi pakai celana sebatas lutut, pendek ala turis hehehe….. sebelum magrig, saya coba tembus lorong2 Mamoa walau saya harus singgah bertanya, karena saya ingin potong kompas ke jalan Pabbetengeng menemui mantan tetangga dan kakak sepupu saya, Pak Lanta, doesn senirupa Univ Negeri Makassar juga. Saya merasa berutung budi ke beliau yang banyak membantu perjalanan hidup saya selama berdomisili di Makassar, sekitar 12 tahun.  Sekalig lagi saya suka mengenang kenangan hidup selama di Jl. Landak Baru, kemudian hijrah ke Jl. Pabbetengeng, lalu mandiri di Mamoa Raya.

          Untuk Sdr Adlin Sila, selamat menempuh dunia baru di tanah rantau. Saya termasuk Panitia kemarian yang sudah mengusulkan dan bahkan mucnul di dialog business in culture kemarin di Wisma Kalla, istilah “Saudagar Ilmu”. Usul ini disuarakan oleh utusan KKSS dari Sulawesi Utara, Manado yang kebetulan berprofesi sebagai dosen. Saya kira teman2 bisa mengelaborasi dan meredefinisi istilah “saudagar” yang oleh Pak JK diterjemahkan seribu akal atau orang banyak akal. Orang yang kaya akal kan tentu justru teman2 semilis yang memang lebih asyim mansyuk di dunia perdosenan hehehe……walau pun ada juga tudingan stereotip jelek terhadap makhluk yang bergelar saudagar, dan diperkuat lagu grup Project Pop Tika Panggabeaqn dkk, yang merilis lagu kocak, Bukan Super-Star, …..aku bukan saudagar kaya….yang mengakibatkan orang apriori menduing saudagar itu sinonim orang kaya raya yang suka kawin-mawin. Sehingga Pak Aksa Mahmud kektika buka bersama di rumah dinasnya tahun lalu, mengaku bukan saudagar karena syarat seorang suadagar adalah minimal dua istri hahahaha….


          Oleh, tentu saya berterima kasih jika teman2 semilis sempat mebuka-buka milis kita ini, sambil isi-isi komentar dan informasi yang insya Allah berguna bagi kita semua, minimal merekatkan tali silaturahim kita semua. Tabe.

           sm

           










          --- Pada Rab, 22/9/10, Adlin Sila <silaadlin2000@...> menulis:

          Dari: Adlin Sila <silaadlin2000@...>
          Judul: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin
          Kepada: UIN-makassar@yahoogroups.com
          Tanggal: Rabu, 22 September, 2010, 5:04 AM

           

          Bung Saleh yang baik,
           
          Menarik cerita perjalananta di Makassar, bisa jadi Cerpen tuh hehehe.
          Menyesal sekali tidak bisa hadir di acara Pertemuan Saudagar Bugis Makassar tersebut.
          Tapi saya sangat berterima kasih atas kepercayaanta, saya sangat tersanjung, juga kepada bung Wahyu yang telah memberikan rekomendasinya. Saya hanya berharap semoga pertemuan para saudagar kemarin itu menghasilkan sesuatu yang produktif bagi kemajuan Makassar kedepan.
          Saya sudah seminggu lebih di Canberra dan sudah banyak cerita yang bisa saya share di lain waktu dengan teman2 milist. Yang jelas, selama saya di Canberra saya banyak dibantu oleh teman2 terutama bung Faried, yang sama2 saudagar ILMU di daerah rantau, terutama untuk secepatnya settled dengan segala urusan administrasi di kampus.
          Mudah2an kalau bung Wahyu sudah datang (sy tdk tahu apakah ke ANU atau ke Melbourne Uni?), akan semakin banyak saudagar ILMU dari Makassar di Australia hehehe.
          Salam damai dan doanya kawan.
           
          Muhammad Adlin Sila
           
          Departement of Anthropology
          ANU College of Asia and the Pacific
          Australian National University
          Room
          7329, Coombs Building (#9)
          Canberra - Australia
          Ph
          : +61261253207 (extension 52163)
          Mobile:+61420424912
           
          Home: Burnie st, Lyons, Woden
           



          --- On Wed, 9/22/10, Muha Adel <muhaadel@...> wrote:

          From: Muha Adel <muhaadel@...>
          Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin
          To: UIN-makassar@yahoogroups.com
          Date: Wednesday, September 22, 2010, 1:44 AM

           
          menarik sekali reportasenya kanda saleh, saya betul-betul menikmatinya, mungkin ada kita lupa kunjungi tempat kursus bahasa inggris dimana kak saleh sebagai pembinanya namanya MECCA (entah kenapa namanya kearaban skali, he he he) yang bermarkas di mamoa dan sekarang sudah berubah menjadi depot air minum. he he he, anyway. thanks atas postingannya.

          salam

          muhaemin



          From:
          saleh mude <salehmude@...>
          To: alauddin makassar <UIN-makassar@yahoogroups.com>
          Cc: ccchuria huria <ccchuria@yahoogroups.com>
          Sent: Wed, September 22, 2010 2:30:37 PM
          Subject: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin

           
          Panitia PSBM XII dan Mudik ke Alauddin

          Assalmua alaikum teman2,

          Mohon maaf, karena beberapa kesibukan selama ramadhan dan sesudah idul fitri, maka jarang saya tengok dan merespons tulisan atau memposting tulisan yang bisa mengisi waktu luang kita, sekaligus menyegarkan tali silaturahim kita.

          Kesempatan ini, saya ingin mengungkapkan rasa kesan bahagia saya ketika mudik ke Makassar kemarin, Rabu-Senin Malam, 15-20 September 2010.
          Rabu, 15 Sept saya dan rombongan mendarat dan langsung bergabung Panitia Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XII dan Halal bi Halal di sebuah hotel, kawasan Jl. Jend Sudirman. Ada beberapa rangkaian kami, yang sudah regular digelar tiap tahun, sepekan sesudah Idul Fitri; tahun ini misalnya, antara lain Pertemuan Saudagar Bugis-Makasar (PSBM) XII dan halal bi halal dirangkaikan; dialog bisnis dan budaya; kajian kearifan lokal yang perlu dilestarikan dan dipahami oleh mahasiswa-generasi muda; ikhtiar mereduksi fenomena anarkisme mahasiswa; pameran karya unggulan mahasiswa (kemarin yang ikut dari Unhas, Alauddin tidak ikut karena surat tak sampai?); welcome dinner di rumah jabatan gubernur; festival makanan khas; golf gathering; dan parawell party bersama walikota di anjungan pantai losari.

          Kamis pagi, 16 September, pukul 09.00 sampai sore hari, acara pembukaaan-seremonial dan dialog wacana: business in culture, kearifan lokal, ikhtiar mereduksi anarkisme makasiswa Makassar, PSBM berlansung sukses dan cukup ramai di Wisma Kalla, Jl. Dr Sam Ratulangi 8 Makassar. Setidaknya tiga karib kita (kawan lama saya) datang menjadi peserta peninjau yang saya kira suka berwacana persaudagaran, ada Wahyuddin Halim, Ali Ngampo, Kak Saleh Tajuddin.

          Esoknya, Jumat Pagi, 17 September 2010, pukul 08.30 saya dijemput oleh Sdr Wahyuddin, diajak dan dipandu jalan-jalan mengunjungi kampus lama dan baru. Sungguh indah kesan selama hari ini. Saya ketika masuk kampus lama, mencoba menghadirkan kesan lama saya ketika mulai kuliah 1988-1992, di mana saya mulai kenalan banyak calon ustadz, kiyai, dan pemikir besar. Saya kenalan Wahyuddin di hari pertama di ruang kuliah formal hingga hari in, kami saling kontak dan berbagi suka dan suka. Saya juga mengenang bagitu banyak suka dan duka selama menimbah ilmu di Ushuluddin, jurusan akidah filsafat. Sdr Wahyuddin mencoba menunjukkan dan menjelaskan posisi-posisi gedung-gedung baru dan lama mulai di kampus lama lanjut di kampus baru. Di kampus lama, saya berhasil potret gedung pencakar langit, Islamic Center yang mencaplok areal bekas gedung serbaguna. Ini salah satu bantuan Bank Dunia kata Wahyuddin menjelaskan dengan bangga hehehehe….. kami berdua juga memutar ke
          eks gedung rektorat yang kini beralih-fungsi sebagai gedung pascasarjana.

          Menjelang jam 10 pagi, kami berdua memutar mobil barunya Sdr Wahyuddin yang masih berplat kode Jakarta, menuju kampus-gedung baru di Bilangan Samata. Sebuah wilayah yang belum pernah saya injak sebelumnya. Saya diantar mengelilingi kampus baru Samata yang lokasinya sangat asri, rindang nan membentang luas. Sebuah kampus yang sudah modern walau masih butuh perhatian pembangunan sarana pelengkap seperti tempat parkiran, kantin-food court, arena bermain mahasiswa, asrama mahasiswa-swi dan sarana penunjang akademik lainnya. Saya bangga dan senang memandang dan memotret gedung-gedung kampus baru di Samata. Selamat deh kepada inisiator dan pelobinya sehingga dana bantuan Islamic Development Banking (IDB) bisa mengucur lumayan banyak hehehe…. Semoga seluruh fasilitas itu menjadi arena mencetak ribuan sarjana Muslim yang berkarakter, seperti tema PSBM XII, membentuk Saudagar Berkarakter. Amin.

          Kisah menarik ini berlanjut atas kebaikan Sdr Wahyuddin mengantar saya menjejaki seluruh lantai dan pintu-pintu Gedung Ushuluddin, yang berada pada garda paling depan, yang istilah Wahyuddin mengambil posisi sebagai tameng jika ada demo dan ulah pihak luar hehehe, tapi semoga tak ada lagi seperti kasus awal ramadhan yang konon diprovokasi oleh segelintir mahasiswa yang kini telah disepakati pihak Rektor, dipecat secara tidak terhormat. Sebuah tragedy yang tak perlu lagi berulang.

          Saya juga dipertemukan pak Dekan Ushuluddin, Pak Mushawir yang bagitu ramah, guru saya pak Kadir Saile, Andi Darussalam, Ibu Nurlina dan guru matakuliah akhlakku ibu Aisyah yang selalu ramah dan murah senyum. Saya selami mereka semua, dan terpancar di raut muka dan aura mereka rasa kegembiraan bertemu-ria murid lamanya hehehe…..sayang sekali hari ini saya tak berjumpa kawan-kawan (adik-adik) dari pengurus Senat. Suasana kampus sepi, memang masih liburan, idul fitri. Menjelang kami pamitan, saya berpepasan pak Dekan Ushuluddin di tangga, kami singgah bercakap-cakap beberapa hal, termasuk isi posting dan komentar2 di milis kita ini. Beliau rupanya kadang-kadang membuka dan membaca isi postingan teman2 semua tapi belum sempat memberi komentar.

          Kesan indah ini belum berakhir, berlanjut ke Gedung Rektorat baru. Sdr Wahyuddin mencoba menggandeng tangan saya sambil menjelaskan bagaimana indah dan empuknya kursi-kursi Para calon Pembantu Rektor yang kini masuk arena transisi hehehe…. yang sebentar lagi diisi oleh hasil suksesi per-rektorat-an bulan lalu yang dimenangkan oleh Prof. Dr. H. Qodari Gassing dan timnya. Saya lihat ada upaya Wahyu mempertemukan saya dengan Prof. Qodir Gassing tapi sayang hari itu beliau tidak di tempat. Tapi saya diterima Dr. Kamaruddin, Pembantu Rektor IV. Kami bercakap-cakap begitu akrab sekitar 10 menit, mulai wacana dampak pertemuan saudagar hingga isi komentar teman-teman di milis kita. Cuma sayang, mungkin kendala Pak Pembantu Rektor IV ini mirip Pak Dekan Ushuluddin, terkendala masalah waktu memberi respons dan komentar tema-tema di milis kita ini.
          Kesan lainnya, saya berjumpa kawan lama, sekelas bersama Wahyuddin dulu, Sdr Syukri Mathar yang kini dipercaya sebagai staf bagian keuangan Alauddin. Senang juga dengar posisi baru kawan Syukri ini yang dulu selalu bangga dan penuh semangat kuliah karena bisa menenteng ke kelas buku-buku filsafat langkah yang belum dan susah kami miliki. Selamat untuk Sdr Syukri Mathar yang telah lama mengabdi dan begitu loyal pada kampus almamater kita hehehe…..sampai setengah bercanda, saya gelari Syukri ini suatu hari dipercaya sebagai menteri keuangan Alauddin. Amin.

          Kawan baru saya hari itu sebelum kami pamitan ke rumah Wahyuddin adalah Pak Rapi, yang kini dipercaya mengelola Website UIN Alauddin. Kami baru kenalan hari ini juga tapi langsung akrab karena kami bincang tentang milis ini, dan juga masalah persiapan Temu Alumni yang pernah saya komentari dan tanyakan biaya administrasinya. Kata Pak Rapi, masih dalam proses sehingga sampai hari ini belum ditentukan item program dan biaya administrannya. Terima kasih Pak Rapi.

          Menjelang waktu Jumatan, kami berdua meninggalkan Kampus Samata menuju rumah Wahyuddin yang bersebelahan Rumah Dinas Bupati Gowa. Kami salat jumat di Masjid Agung Tua Syekh Yusuf. Sebuah masjid yang besar dan ramai jemaahnya. Hari in, saya dan Wahyu di deretan kedua, kelihatan di deretan-shaf pertama, Bupati Gowa Ichsan YL, Bahar Ngitung, dan rombongannya. Kami tak sempat selamat beliau-beliau itu, hehehe…..

          Seusai Jumatan, kami bertiga; saya, Wahyuddin, dan putra sulungnya, Ahmad Israqi 6 tahun (Kiki) meluncur mencari makanan khas, konro renyah-empuk di Jalan Gunung Latimojong (kalau tak salah). Kami makan di sana, lalu saya didrop di tempat saya menginap, dan kami berpisah.

          Melalui milis ini, saya ingin berterima kasih kepada Sdr Wahyuddin yang telah berbaik hati kepada saya hehehe. Ini semua adalah hasil pertemanan kita selama ini, sejak tahun 1988 hingga hari ini. Sungguh indah pertemuan kita kemarin, insya Allah selalu menjadi kenangan yang tak mudah terlupakan. Terlalu banyak kenangan indah saya bersama Sdr Wahyuddin yang kini asyik mempersiapkan diri lanjut sekolah di Australia. Saya dan keluarga doakan semoga segera berangkat dan cepat selesai kuliah program doktoralnya di sana, menjadi intelektual.

          Satu hal yang mengusik kehadiran saya di Makassar kemarin adalah Prof. Hamdan, jebolan Australia juga yang marah complain karena saya tak masukkan utusan pembicara anak muda jebolan Alauddin di rangkaian dialog PSBM XII. Saya bela diri, itu kesalahan Sdr Wahyuddin karena saya minta nama-nama calon pembicara yang paham budaya kearifan local dan etika bisnis tapi Sdr Wahyuddin hanya merekomendasi Sdr Adlin Sila. Adlin sudah oke dan Panitia sudah kirim surat tapi batal karena Sdr Adlin haris ke Australia sebelum acara PSBM XII digelar. Pembicara alumni Alauddin, Prof. Nasaruddin sebenarnya sudah mewakili Alauddin, namun Sdr Hamdan masih ngotot harus anak muda. Saya janji semoga tahun depan saya masih dalam posisi menentukan dalam kepanitiaan PSBM XIII, amin.

          Mohon maaf dan semoga teman2 semilis berkenan saya posting kesan ini. Berharap jika teman2 lainnya berkunjung or kembali ke kampus kita, bisa berbagi cerita pula di milis ini. Terima kasih. To pada salama wali-wali….
          Kebon Sirih, Rabu, 22 September 2010




        • W.Halim
          Daeng Adlin dan kawan2 yg superb, Assalamu alaykum ww. Sekedar menjawab pertanyaan di akhir email di bawah, insya Allah saya akan segera menyusul kita dan
          Message 4 of 25 , Sep 23, 2010
            Daeng Adlin dan kawan2 yg superb,

            Assalamu 'alaykum ww.

            Sekedar menjawab pertanyaan di akhir email di bawah, insya' Allah saya akan segera menyusul kita dan bung Faried ke ANU awal tahun depan. Saya sudah dapat an unconditional letter of offer (LO) dari ANU (CAP) sejak akhir Juni tahun ini utk PhD research program yang akan bermula awal Januari 2011.

            Alhamdulillah, sebagai tanda lega dan syukur, saya sekalian ingin berbagi kabar baik juga. Tadi siang saya mendapat telepon dan email dari kordinatior ALA Jakarta tentang diterimanya saya sebagai salah satu dari 26 penerima Australian Leadership Awards Scholarship (ALAS) tahun ini, yang akan efektif mulai awal tahun depan. Karena dapat ALAS pada saat berbarengan, maka saya harus segera merenegosiasi posisi saya sebagai penerima beasiswa Pemprov juga, walau pihak pengelola sesungguhnya sudah mengetahui karena saya terus mengupdate mereka tentang aplikasi2 saya pada beasiswa lain yang malah dianjurkan untuk menutupi defisit jumlah beasiswa dari pemprov.

            Mudah-mudahan, bung Adlin dkk bisa juga nanti membantu saya agar bisa cepat settled saat tiba pertama kali di benua yang baru buat saya itu..hehe.. Semoga karena ada teman2 satu pulau yang superb seperti Adlin dan Faried, rihlah fil-'ilmi di Canberra akan terasa lebih ringan dan nyaman. Soalnya, konon, Canberra lumayan tidak kondusif buat mereka yang mau jadi saudagar, tapi paling bagus buat yang mau menjalani hidup asketik sebagai peneliti atau saudagar ilmu..hehe..

            Mohon doa kawan2 juga supaya urusan kami dimudahkan oleh Allah swt, Amin.

            Salam dari Tinggimae

            Wahyu


            From: Adlin Sila <silaadlin2000@...>
            To: UIN-makassar@yahoogroups.com
            Sent: Wed, September 22, 2010 4:04:39 PM
            Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin

             

            Bung Saleh yang baik,
             
            Menarik cerita perjalananta di Makassar, bisa jadi Cerpen tuh hehehe.
            Menyesal sekali tidak bisa hadir di acara Pertemuan Saudagar Bugis Makassar tersebut.
            Tapi saya sangat berterima kasih atas kepercayaanta, saya sangat tersanjung, juga kepada bung Wahyu yang telah memberikan rekomendasinya. Saya hanya berharap semoga pertemuan para saudagar kemarin itu menghasilkan sesuatu yang produktif bagi kemajuan Makassar kedepan.
            Saya sudah seminggu lebih di Canberra dan sudah banyak cerita yang bisa saya share di lain waktu dengan teman2 milist. Yang jelas, selama saya di Canberra saya banyak dibantu oleh teman2 terutama bung Faried, yang sama2 saudagar ILMU di daerah rantau, terutama untuk secepatnya settled dengan segala urusan administrasi di kampus.
            Mudah2an kalau bung Wahyu sudah datang (sy tdk tahu apakah ke ANU atau ke Melbourne Uni?), akan semakin banyak saudagar ILMU dari Makassar di Australia hehehe.
            Salam damai dan doanya kawan.
             
            Muhammad Adlin Sila
             
            Departement of Anthropology
            ANU College of Asia and the Pacific
            Australian National University
            Room
            7329, Coombs Building (#9)
            Canberra - Australia
            Ph: +61261253207 (extension 52163)
            Mobile:+61420424912
             
            Home: Burnie st, Lyons, Woden
             

             

          • W.Halim
            Dear Saleh, Sebuah catatan pribadi yang menyentuh. Senang sekali karena saya bisa menjadi bagian dari cerita. Betul juga apa yang dibilang Adlin, mungkin
            Message 5 of 25 , Sep 23, 2010
              Dear Saleh,

              Sebuah catatan pribadi yang menyentuh. Senang sekali karena saya bisa menjadi bagian dari cerita. Betul juga apa yang dibilang Adlin, mungkin proyek menulis novel biografis harus segera menjadi prioritas ketimbang menulis buku2 tentang orang lain melulu, JK misalnya..hehe. Pokoknya, hanya ada satu pesan: lanjutkan!! hehe

              Tentang nara sumber di dialog PSBM, ya betullah jalan cerita Saleh. Ketika Saleh menyebutkan sebuah tema yang dicarikan pembicaranya dari kalangan pemikir muda asal Makassar, saya tidak bisa mengingat banyak kawan. Soalnya tema-nya terlalu spesifik dan teknis waktu itu, "Islam dan Etika Bisnis Orang Bugis-Makassar."

              Seingat saya, kawan2 yang memiliki otoritas akademik untuk bicara tentang kedua variable itu cukup langka. Yang bisa secepatnya melintas dalam benak hanyalah Adlin, karena saya ingat sekali, tesis Masters dia di ANU berkaitan dengan akulturasi Islam dan budaya Makassar, sementara disertasi (I) dia di UI tentang ekonomi Islam.

              Walau begitu, saya juga bisa memahami sentilan Dr. Hamdan lewat tlp saat masih bersama Saleh di hotel Sahid Jum'at lalu tentang Prof. Nasaruddin Umat yang sudah cukup sering berbicara dalam forum2 KKSS. Beberapa menit sebelum Pak Nasar bicara, saya sempat bincang dengan beliau di musolah Wisma Kalla. Beliau sesungguhnya menyadari juga kalau tema di atas di luar kompetensi akademiknya, tapi karena ada unsur panitia yang berkeras supaya beliau bisa bicara soal itu, maka (dalam kata2 pak Nasar sendiri), "terpaksa tadi malam saya harus bongkar2 buku untuk cari2 bahan tentang ini." Beliau lalu menyebut nama Dr. Nurman Said yang pak Nasar bilang sesungguhnya paling kompeten bicara soal tsb karena disertasi doktoralnya tentang pola-pola dan strata sosial budaya Bugis-Makassar. "Orang pintar itu, apa aktivitas dia sekarang?" begitu kata pak Nasar pada saya tentang pak Nurman. Saya langsung garuk2 kepala, karena saya kok bisa lupa dengan Pak Nurman ketika dulu Saleh minta rekomendasi nama pembicara. Untuk pak Nurman, mohon maaf lahir dan batin pak..hehe..

              Jadi, memang betul, menyambung usulan Hamda lewat tlp, sebaiknya di masa mendatang, PSBM lebih melibatkan lagi kalangan muda, khususnya para pemikir muda Sulsel sehingga bukan PSBM bukan hanya kependekan dari Pertemuan Saudagar Bugis Makassar, tapi juga Pertemuan Sarjana Bugis Makassar..hehe.. Kalau saudagar bertemu, paling hasilnya cerita2 sukses yang kadang cukup narsis. Tapi kalau sarjana ketemu, kan bisa melahirkan ribuan halaman makalah yang berisi tentang pikiran2 cemerlang untuk perbaikan Sulsel dalam semua sektor. Betul?? Makanya, Saleh, usulkan pada KKSS atau JK, supaya tahun depan PSBM lebih bernuansa akademik dan ditempatkan di kampus 2 UIN Alauddin Makassar.. Bagaimana? hehe

              Okd, itu aja dulu. Untuk Saleh, thanks for the complementary.

              Salam
              Wahyu
               



              From: saleh mude <salehmude@...>
              To: alauddin makassar <UIN-makassar@yahoogroups.com>
              Cc: ccchuria huria <ccchuria@yahoogroups.com>
              Sent: Wed, September 22, 2010 2:30:37 PM
              Subject: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin

               

              Panitia PSBM XII dan Mudik ke Alauddin

              Assalmua alaikum teman2,

              Mohon maaf, karena beberapa kesibukan selama ramadhan dan sesudah idul fitri, maka jarang saya tengok dan merespons tulisan atau memposting tulisan yang bisa mengisi waktu luang kita, sekaligus menyegarkan tali silaturahim kita.

              Kesempatan ini, saya ingin mengungkapkan rasa kesan bahagia saya ketika mudik ke Makassar kemarin, Rabu-Senin Malam, 15-20 September 2010.
              Rabu, 15 Sept saya dan rombongan mendarat dan langsung bergabung Panitia Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XII dan Halal bi Halal di sebuah hotel, kawasan Jl. Jend Sudirman. Ada beberapa rangkaian kami, yang sudah regular digelar tiap tahun, sepekan sesudah Idul Fitri; tahun ini misalnya, antara lain Pertemuan Saudagar Bugis-Makasar (PSBM) XII dan halal bi halal dirangkaikan; dialog bisnis dan budaya; kajian kearifan lokal yang perlu dilestarikan dan dipahami oleh mahasiswa-generasi muda; ikhtiar mereduksi fenomena anarkisme mahasiswa; pameran karya unggulan mahasiswa (kemarin yang ikut dari Unhas, Alauddin tidak ikut karena surat tak sampai?); welcome dinner di rumah jabatan gubernur; festival makanan khas; golf gathering; dan parawell party bersama walikota di anjungan pantai losari.

              Kamis pagi, 16 September, pukul 09.00 sampai sore hari, acara pembukaaan-seremonial dan dialog wacana: business in culture, kearifan lokal, ikhtiar mereduksi anarkisme makasiswa Makassar, PSBM berlansung sukses dan cukup ramai di Wisma Kalla, Jl. Dr Sam Ratulangi 8 Makassar. Setidaknya tiga karib kita (kawan lama saya) datang menjadi peserta peninjau yang saya kira suka berwacana persaudagaran, ada Wahyuddin Halim, Ali Ngampo, Kak Saleh Tajuddin.

              Esoknya, Jumat Pagi, 17 September 2010, pukul 08.30 saya dijemput oleh Sdr Wahyuddin, diajak dan dipandu jalan-jalan mengunjungi kampus lama dan baru. Sungguh indah kesan selama hari ini. Saya ketika masuk kampus lama, mencoba menghadirkan kesan lama saya ketika mulai kuliah 1988-1992, di mana saya mulai kenalan banyak calon ustadz, kiyai, dan pemikir besar. Saya kenalan Wahyuddin di hari pertama di ruang kuliah formal hingga hari in, kami saling kontak dan berbagi suka dan suka. Saya juga mengenang bagitu banyak suka dan duka selama menimbah ilmu di Ushuluddin, jurusan akidah filsafat. Sdr Wahyuddin mencoba menunjukkan dan menjelaskan posisi-posisi gedung-gedung baru dan lama mulai di kampus lama lanjut di kampus baru. Di kampus lama, saya berhasil potret gedung pencakar langit, Islamic Center yang mencaplok areal bekas gedung serbaguna. Ini salah satu bantuan Bank Dunia kata Wahyuddin menjelaskan dengan bangga hehehehe….. kami berdua juga memutar ke
              eks gedung rektorat yang kini beralih-fungsi sebagai gedung pascasarjana.

              Menjelang jam 10 pagi, kami berdua memutar mobil barunya Sdr Wahyuddin yang masih berplat kode Jakarta, menuju kampus-gedung baru di Bilangan Samata. Sebuah wilayah yang belum pernah saya injak sebelumnya. Saya diantar mengelilingi kampus baru Samata yang lokasinya sangat asri, rindang nan membentang luas. Sebuah kampus yang sudah modern walau masih butuh perhatian pembangunan sarana pelengkap seperti tempat parkiran, kantin-food court, arena bermain mahasiswa, asrama mahasiswa-swi dan sarana penunjang akademik lainnya. Saya bangga dan senang memandang dan memotret gedung-gedung kampus baru di Samata. Selamat deh kepada inisiator dan pelobinya sehingga dana bantuan Islamic Development Banking (IDB) bisa mengucur lumayan banyak hehehe…. Semoga seluruh fasilitas itu menjadi arena mencetak ribuan sarjana Muslim yang berkarakter, seperti tema PSBM XII, membentuk Saudagar Berkarakter. Amin.

              Kisah menarik ini berlanjut atas kebaikan Sdr Wahyuddin mengantar saya menjejaki seluruh lantai dan pintu-pintu Gedung Ushuluddin, yang berada pada garda paling depan, yang istilah Wahyuddin mengambil posisi sebagai tameng jika ada demo dan ulah pihak luar hehehe, tapi semoga tak ada lagi seperti kasus awal ramadhan yang konon diprovokasi oleh segelintir mahasiswa yang kini telah disepakati pihak Rektor, dipecat secara tidak terhormat. Sebuah tragedy yang tak perlu lagi berulang.

              Saya juga dipertemukan pak Dekan Ushuluddin, Pak Mushawir yang bagitu ramah, guru saya pak Kadir Saile, Andi Darussalam, Ibu Nurlina dan guru matakuliah akhlakku ibu Aisyah yang selalu ramah dan murah senyum. Saya selami mereka semua, dan terpancar di raut muka dan aura mereka rasa kegembiraan bertemu-ria murid lamanya hehehe…..sayang sekali hari ini saya tak berjumpa kawan-kawan (adik-adik) dari pengurus Senat. Suasana kampus sepi, memang masih liburan, idul fitri. Menjelang kami pamitan, saya berpepasan pak Dekan Ushuluddin di tangga, kami singgah bercakap-cakap beberapa hal, termasuk isi posting dan komentar2 di milis kita ini. Beliau rupanya kadang-kadang membuka dan membaca isi postingan teman2 semua tapi belum sempat memberi komentar.

              Kesan indah ini belum berakhir, berlanjut ke Gedung Rektorat baru. Sdr Wahyuddin mencoba menggandeng tangan saya sambil menjelaskan bagaimana indah dan empuknya kursi-kursi Para calon Pembantu Rektor yang kini masuk arena transisi hehehe…. yang sebentar lagi diisi oleh hasil suksesi per-rektorat-an bulan lalu yang dimenangkan oleh Prof. Dr. H. Qodari Gassing dan timnya. Saya lihat ada upaya Wahyu mempertemukan saya dengan Prof. Qodir Gassing tapi sayang hari itu beliau tidak di tempat. Tapi saya diterima Dr. Kamaruddin, Pembantu Rektor IV. Kami bercakap-cakap begitu akrab sekitar 10 menit, mulai wacana dampak pertemuan saudagar hingga isi komentar teman-teman di milis kita. Cuma sayang, mungkin kendala Pak Pembantu Rektor IV ini mirip Pak Dekan Ushuluddin, terkendala masalah waktu memberi respons dan komentar tema-tema di milis kita ini.
              Kesan lainnya, saya berjumpa kawan lama, sekelas bersama Wahyuddin dulu, Sdr Syukri Mathar yang kini dipercaya sebagai staf bagian keuangan Alauddin. Senang juga dengar posisi baru kawan Syukri ini yang dulu selalu bangga dan penuh semangat kuliah karena bisa menenteng ke kelas buku-buku filsafat langkah yang belum dan susah kami miliki. Selamat untuk Sdr Syukri Mathar yang telah lama mengabdi dan begitu loyal pada kampus almamater kita hehehe…..sampai setengah bercanda, saya gelari Syukri ini suatu hari dipercaya sebagai menteri keuangan Alauddin. Amin.

              Kawan baru saya hari itu sebelum kami pamitan ke rumah Wahyuddin adalah Pak Rapi, yang kini dipercaya mengelola Website UIN Alauddin. Kami baru kenalan hari ini juga tapi langsung akrab karena kami bincang tentang milis ini, dan juga masalah persiapan Temu Alumni yang pernah saya komentari dan tanyakan biaya administrasinya. Kata Pak Rapi, masih dalam proses sehingga sampai hari ini belum ditentukan item program dan biaya administrannya. Terima kasih Pak Rapi.

              Menjelang waktu Jumatan, kami berdua meninggalkan Kampus Samata menuju rumah Wahyuddin yang bersebelahan Rumah Dinas Bupati Gowa. Kami salat jumat di Masjid Agung Tua Syekh Yusuf. Sebuah masjid yang besar dan ramai jemaahnya. Hari in, saya dan Wahyu di deretan kedua, kelihatan di deretan-shaf pertama, Bupati Gowa Ichsan YL, Bahar Ngitung, dan rombongannya. Kami tak sempat selamat beliau-beliau itu, hehehe…..

              Seusai Jumatan, kami bertiga; saya, Wahyuddin, dan putra sulungnya, Ahmad Israqi 6 tahun (Kiki) meluncur mencari makanan khas, konro renyah-empuk di Jalan Gunung Latimojong (kalau tak salah). Kami makan di sana, lalu saya didrop di tempat saya menginap, dan kami berpisah.

              Melalui milis ini, saya ingin berterima kasih kepada Sdr Wahyuddin yang telah berbaik hati kepada saya hehehe. Ini semua adalah hasil pertemanan kita selama ini, sejak tahun 1988 hingga hari ini. Sungguh indah pertemuan kita kemarin, insya Allah selalu menjadi kenangan yang tak mudah terlupakan. Terlalu banyak kenangan indah saya bersama Sdr Wahyuddin yang kini asyik mempersiapkan diri lanjut sekolah di Australia. Saya dan keluarga doakan semoga segera berangkat dan cepat selesai kuliah program doktoralnya di sana, menjadi intelektual.

              Satu hal yang mengusik kehadiran saya di Makassar kemarin adalah Prof. Hamdan, jebolan Australia juga yang marah complain karena saya tak masukkan utusan pembicara anak muda jebolan Alauddin di rangkaian dialog PSBM XII. Saya bela diri, itu kesalahan Sdr Wahyuddin karena saya minta nama-nama calon pembicara yang paham budaya kearifan local dan etika bisnis tapi Sdr Wahyuddin hanya merekomendasi Sdr Adlin Sila. Adlin sudah oke dan Panitia sudah kirim surat tapi batal karena Sdr Adlin haris ke Australia sebelum acara PSBM XII digelar. Pembicara alumni Alauddin, Prof. Nasaruddin sebenarnya sudah mewakili Alauddin, namun Sdr Hamdan masih ngotot harus anak muda. Saya janji semoga tahun depan saya masih dalam posisi menentukan dalam kepanitiaan PSBM XIII, amin.

              Mohon maaf dan semoga teman2 semilis berkenan saya posting kesan ini. Berharap jika teman2 lainnya berkunjung or kembali ke kampus kita, bisa berbagi cerita pula di milis ini. Terima kasih. To pada salama wali-wali….
              Kebon Sirih, Rabu, 22 September 2010


            • Muha Adel
              dear kak wahyu meski tadi udang ngomong secara langsung face to face tentang berita gembira ini, rasanya belum absah kalo belum mengucapkan selamat via milis
              Message 6 of 25 , Sep 23, 2010
                dear kak wahyu

                meski tadi udang ngomong secara langsung face to face tentang berita gembira ini, rasanya belum absah kalo belum mengucapkan selamat via milis ini atas diterimanya sebagai holder ALA yang terbilang prestiigious untuk beasiswa australia, sekali lagi selamat, semoga kesuksesannya bisa juga terpercik kepada kita-kita ini, amien

                salam

                muhaemin

                gerhana alauddin

                From: W.Halim <ruzbihan@...>
                To: UIN-makassar@yahoogroups.com
                Sent: Thu, September 23, 2010 3:11:36 PM
                Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin (utk Adlin)

                 

                Daeng Adlin dan kawan2 yg superb,

                Assalamu 'alaykum ww.

                Sekedar menjawab pertanyaan di akhir email di bawah, insya' Allah saya akan segera menyusul kita dan bung Faried ke ANU awal tahun depan. Saya sudah dapat an unconditional letter of offer (LO) dari ANU (CAP) sejak akhir Juni tahun ini utk PhD research program yang akan bermula awal Januari 2011.

                Alhamdulillah, sebagai tanda lega dan syukur, saya sekalian ingin berbagi kabar baik juga. Tadi siang saya mendapat telepon dan email dari kordinatior ALA Jakarta tentang diterimanya saya sebagai salah satu dari 26 penerima Australian Leadership Awards Scholarship (ALAS) tahun ini, yang akan efektif mulai awal tahun depan. Karena dapat ALAS pada saat berbarengan, maka saya harus segera merenegosiasi posisi saya sebagai penerima beasiswa Pemprov juga, walau pihak pengelola sesungguhnya sudah mengetahui karena saya terus mengupdate mereka tentang aplikasi2 saya pada beasiswa lain yang malah dianjurkan untuk menutupi defisit jumlah beasiswa dari pemprov.

                Mudah-mudahan, bung Adlin dkk bisa juga nanti membantu saya agar bisa cepat settled saat tiba pertama kali di benua yang baru buat saya itu..hehe.. Semoga karena ada teman2 satu pulau yang superb seperti Adlin dan Faried, rihlah fil-'ilmi di Canberra akan terasa lebih ringan dan nyaman. Soalnya, konon, Canberra lumayan tidak kondusif buat mereka yang mau jadi saudagar, tapi paling bagus buat yang mau menjalani hidup asketik sebagai peneliti atau saudagar ilmu..hehe..

                Mohon doa kawan2 juga supaya urusan kami dimudahkan oleh Allah swt, Amin.

                Salam dari Tinggimae

                Wahyu


                From: Adlin Sila <silaadlin2000@...>
                To: UIN-makassar@yahoogroups.com
                Sent: Wed, September 22, 2010 4:04:39 PM
                Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin

                 

                Bung Saleh yang baik,
                 
                Menarik cerita perjalananta di Makassar, bisa jadi Cerpen tuh hehehe.
                Menyesal sekali tidak bisa hadir di acara Pertemuan Saudagar Bugis Makassar tersebut.
                Tapi saya sangat berterima kasih atas kepercayaanta, saya sangat tersanjung, juga kepada bung Wahyu yang telah memberikan rekomendasinya. Saya hanya berharap semoga pertemuan para saudagar kemarin itu menghasilkan sesuatu yang produktif bagi kemajuan Makassar kedepan.
                Saya sudah seminggu lebih di Canberra dan sudah banyak cerita yang bisa saya share di lain waktu dengan teman2 milist. Yang jelas, selama saya di Canberra saya banyak dibantu oleh teman2 terutama bung Faried, yang sama2 saudagar ILMU di daerah rantau, terutama untuk secepatnya settled dengan segala urusan administrasi di kampus.
                Mudah2an kalau bung Wahyu sudah datang (sy tdk tahu apakah ke ANU atau ke Melbourne Uni?), akan semakin banyak saudagar ILMU dari Makassar di Australia hehehe.
                Salam damai dan doanya kawan.
                 
                Muhammad Adlin Sila
                 
                Departement of Anthropology
                ANU College of Asia and the Pacific
                Australian National University
                Room
                7329, Coombs Building (#9)
                Canberra - Australia
                Ph: +61261253207 (extension 52163)
                Mobile:+61420424912
                 
                Home: Burnie st, Lyons, Woden
                 

                 


              • arskal@yahoo.com
                Dear Wahyu dan rekan2 sekalian, Senang sekali mendengar kabar yang super ini. Saya mengucapkan selamat atas keberhasilan Wahyu meraih beasiswa yang prestisius
                Message 7 of 25 , Sep 23, 2010
                  Dear Wahyu dan rekan2 sekalian,
                  Senang sekali mendengar kabar yang super ini. Saya mengucapkan selamat atas keberhasilan Wahyu meraih beasiswa yang prestisius ini. Semoga semua persiapan dan perencanaan hingga settling in di Canberra berjalan lancar tanpa halangan berarti.
                  Lebih dari itu, yang membuat saya juga senang adalah tiga orang bugis di Canberra nanti akan membentuk 'mafia' baru, di sebuah kota lain di Australia, yang akan menandingi 'mafia' bugis lainnya yang sudah terbentuk lebih dulu di Melbourne :)
                  Salam hangat,

                  Arskal

                   

                  ------------------------------------------------
                  Dr Arskal Salim
                  Assistant Professor


                  Aga Khan University
                  Institute for the Study of Muslim Civilisations
                  210 Euston Road
                  London NW1 2DA
                  United Kingdom
                  http://www.aku.edu/ISMC


                  arskal.salim@...
                  Tel. +44 [0] 20 7380 3852
                  Fax.+44 [0] 20 7380 3830




                  From: W.Halim <ruzbihan@...>
                  To: UIN-makassar@yahoogroups.com
                  Sent: Thu, 23 September, 2010 9:11:36
                  Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin (utk Adlin)

                   

                  Daeng Adlin dan kawan2 yg superb,

                  Assalamu 'alaykum ww.

                  Sekedar menjawab pertanyaan di akhir email di bawah, insya' Allah saya akan segera menyusul kita dan bung Faried ke ANU awal tahun depan. Saya sudah dapat an unconditional letter of offer (LO) dari ANU (CAP) sejak akhir Juni tahun ini utk PhD research program yang akan bermula awal Januari 2011.

                  Alhamdulillah, sebagai tanda lega dan syukur, saya sekalian ingin berbagi kabar baik juga. Tadi siang saya mendapat telepon dan email dari kordinatior ALA Jakarta tentang diterimanya saya sebagai salah satu dari 26 penerima Australian Leadership Awards Scholarship (ALAS) tahun ini, yang akan efektif mulai awal tahun depan. Karena dapat ALAS pada saat berbarengan, maka saya harus segera merenegosiasi posisi saya sebagai penerima beasiswa Pemprov juga, walau pihak pengelola sesungguhnya sudah mengetahui karena saya terus mengupdate mereka tentang aplikasi2 saya pada beasiswa lain yang malah dianjurkan untuk menutupi defisit jumlah beasiswa dari pemprov.

                  Mudah-mudahan, bung Adlin dkk bisa juga nanti membantu saya agar bisa cepat settled saat tiba pertama kali di benua yang baru buat saya itu..hehe.. Semoga karena ada teman2 satu pulau yang superb seperti Adlin dan Faried, rihlah fil-'ilmi di Canberra akan terasa lebih ringan dan nyaman. Soalnya, konon, Canberra lumayan tidak kondusif buat mereka yang mau jadi saudagar, tapi paling bagus buat yang mau menjalani hidup asketik sebagai peneliti atau saudagar ilmu..hehe..

                  Mohon doa kawan2 juga supaya urusan kami dimudahkan oleh Allah swt, Amin.

                  Salam dari Tinggimae

                  Wahyu


                  From: Adlin Sila <silaadlin2000@...>
                  To: UIN-makassar@yahoogroups.com
                  Sent: Wed, September 22, 2010 4:04:39 PM
                  Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin

                   

                  Bung Saleh yang baik,
                   
                  Menarik cerita perjalananta di Makassar, bisa jadi Cerpen tuh hehehe.
                  Menyesal sekali tidak bisa hadir di acara Pertemuan Saudagar Bugis Makassar tersebut.
                  Tapi saya sangat berterima kasih atas kepercayaanta, saya sangat tersanjung, juga kepada bung Wahyu yang telah memberikan rekomendasinya. Saya hanya berharap semoga pertemuan para saudagar kemarin itu menghasilkan sesuatu yang produktif bagi kemajuan Makassar kedepan.
                  Saya sudah seminggu lebih di Canberra dan sudah banyak cerita yang bisa saya share di lain waktu dengan teman2 milist. Yang jelas, selama saya di Canberra saya banyak dibantu oleh teman2 terutama bung Faried, yang sama2 saudagar ILMU di daerah rantau, terutama untuk secepatnya settled dengan segala urusan administrasi di kampus.
                  Mudah2an kalau bung Wahyu sudah datang (sy tdk tahu apakah ke ANU atau ke Melbourne Uni?), akan semakin banyak saudagar ILMU dari Makassar di Australia hehehe.
                  Salam damai dan doanya kawan.
                   
                  Muhammad Adlin Sila
                   
                  Departement of Anthropology
                  ANU College of Asia and the Pacific
                  Australian National University
                  Room
                  7329, Coombs Building (#9)
                  Canberra - Australia
                  Ph: +61261253207 (extension 52163)
                  Mobile:+61420424912
                   
                  Home: Burnie st, Lyons, Woden
                   

                   


                • arskal@yahoo.com
                  Bung Saleh, terimakasih untuk berbagi cerita di milis ini tentang mudik ke Alauddin. Minggu depan, saya pun insya Allah akan berada di Makasar selama 2 hari
                  Message 8 of 25 , Sep 23, 2010
                    Bung Saleh, terimakasih untuk berbagi cerita di milis ini tentang mudik ke Alauddin.
                    Minggu depan, saya pun insya Allah akan berada di Makasar selama 2 hari selain untuk silaturrahmi dengan orang tua juga bermaksud mengunjungi UIN Alauddin mempromosikan dan mencari calon2 mahasiswa program MA yang mau belajar ke London.
                    Sepert Bung Saleh, saya pun minta bantuan Wahyu untuk menemani dan menjembatani maksud saya itu. Mudah2an pula saya dapat mendapatkan kesan yang kurang lebih serupa dengan pengalaman bung Saleh mudik ke Alauddin.
                    Salam

                    Arskal




                    From: saleh mude <salehmude@...>
                    To: UIN-makassar@yahoogroups.com
                    Sent: Thu, 23 September, 2010 4:53:34
                    Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin

                     



                    Bung Adlin Sila, Adik Muhaemin, dkk

                    Terima kasih responsnya. Untuk adik muhaemin, MECCA (modern English course of Makassar) memang telah almarhum karena adik mukhtar alshodiq, basri dkk yang kebetulan sebagai khalifah pertama tak bisa lama-lama di Makassar harus ikut hijrah ke Jakarta. Kemarin Sabtu, 18 September saya menyempatkan ke Mamoa Raya juga menemui mantan bapak-ibu kost saya, pemilik Bisa Jaya, Ibu Hasbiyah dan suaminya Bapak Salamon Pasda, Dekan Fak Ekonomi Univ Negeri Makassar. Mereka juga pada kaget karena saya muncul dengan taksi pakai celana sebatas lutut, pendek ala turis hehehe….. sebelum magrig, saya coba tembus lorong2 Mamoa walau saya harus singgah bertanya, karena saya ingin potong kompas ke jalan Pabbetengeng menemui mantan tetangga dan kakak sepupu saya, Pak Lanta, doesn senirupa Univ Negeri Makassar juga. Saya merasa berutung budi ke beliau yang banyak membantu perjalanan hidup saya selama berdomisili di Makassar, sekitar 12 tahun.  Sekalig lagi saya suka mengenang kenangan hidup selama di Jl. Landak Baru, kemudian hijrah ke Jl. Pabbetengeng, lalu mandiri di Mamoa Raya.

                    Untuk Sdr Adlin Sila, selamat menempuh dunia baru di tanah rantau. Saya termasuk Panitia kemarian yang sudah mengusulkan dan bahkan mucnul di dialog business in culture kemarin di Wisma Kalla, istilah “Saudagar Ilmu”. Usul ini disuarakan oleh utusan KKSS dari Sulawesi Utara, Manado yang kebetulan berprofesi sebagai dosen. Saya kira teman2 bisa mengelaborasi dan meredefinisi istilah “saudagar” yang oleh Pak JK diterjemahkan seribu akal atau orang banyak akal. Orang yang kaya akal kan tentu justru teman2 semilis yang memang lebih asyim mansyuk di dunia perdosenan hehehe……walau pun ada juga tudingan stereotip jelek terhadap makhluk yang bergelar saudagar, dan diperkuat lagu grup Project Pop Tika Panggabeaqn dkk, yang merilis lagu kocak, Bukan Super-Star, …..aku bukan saudagar kaya….yang mengakibatkan orang apriori menduing saudagar itu sinonim orang kaya raya yang suka kawin-mawin. Sehingga Pak Aksa Mahmud kektika buka bersama di rumah dinasnya tahun lalu, mengaku bukan saudagar karena syarat seorang suadagar adalah minimal dua istri hahahaha….


                    Oleh, tentu saya berterima kasih jika teman2 semilis sempat mebuka-buka milis kita ini, sambil isi-isi komentar dan informasi yang insya Allah berguna bagi kita semua, minimal merekatkan tali silaturahim kita semua. Tabe.

                     sm

                     










                    --- Pada Rab, 22/9/10, Adlin Sila <silaadlin2000@...> menulis:

                    Dari: Adlin Sila <silaadlin2000@...>
                    Judul: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin
                    Kepada: UIN-makassar@yahoogroups.com
                    Tanggal: Rabu, 22 September, 2010, 5:04 AM

                     

                    Bung Saleh yang baik,
                     
                    Menarik cerita perjalananta di Makassar, bisa jadi Cerpen tuh hehehe.
                    Menyesal sekali tidak bisa hadir di acara Pertemuan Saudagar Bugis Makassar tersebut.
                    Tapi saya sangat berterima kasih atas kepercayaanta, saya sangat tersanjung, juga kepada bung Wahyu yang telah memberikan rekomendasinya. Saya hanya berharap semoga pertemuan para saudagar kemarin itu menghasilkan sesuatu yang produktif bagi kemajuan Makassar kedepan.
                    Saya sudah seminggu lebih di Canberra dan sudah banyak cerita yang bisa saya share di lain waktu dengan teman2 milist. Yang jelas, selama saya di Canberra saya banyak dibantu oleh teman2 terutama bung Faried, yang sama2 saudagar ILMU di daerah rantau, terutama untuk secepatnya settled dengan segala urusan administrasi di kampus.
                    Mudah2an kalau bung Wahyu sudah datang (sy tdk tahu apakah ke ANU atau ke Melbourne Uni?), akan semakin banyak saudagar ILMU dari Makassar di Australia hehehe.
                    Salam damai dan doanya kawan.
                     
                    Muhammad Adlin Sila
                     
                    Departement of Anthropology
                    ANU College of Asia and the Pacific
                    Australian National University
                    Room
                    7329, Coombs Building (#9)
                    Canberra - Australia
                    Ph
                    : +61261253207 (extension 52163)
                    Mobile:+61420424912
                     
                    Home: Burnie st, Lyons, Woden
                     



                    --- On Wed, 9/22/10, Muha Adel <muhaadel@...> wrote:

                    From: Muha Adel <muhaadel@...>
                    Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin
                    To: UIN-makassar@yahoogroups.com
                    Date: Wednesday, September 22, 2010, 1:44 AM

                     
                    menarik sekali reportasenya kanda saleh, saya betul-betul menikmatinya, mungkin ada kita lupa kunjungi tempat kursus bahasa inggris dimana kak saleh sebagai pembinanya namanya MECCA (entah kenapa namanya kearaban skali, he he he) yang bermarkas di mamoa dan sekarang sudah berubah menjadi depot air minum. he he he, anyway. thanks atas postingannya.

                    salam

                    muhaemin



                    From:
                    saleh mude <salehmude@...>
                    To: alauddin makassar <UIN-makassar@yahoogroups.com>
                    Cc: ccchuria huria <ccchuria@yahoogroups.com>
                    Sent: Wed, September 22, 2010 2:30:37 PM
                    Subject: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin

                     
                    Panitia PSBM XII dan Mudik ke Alauddin

                    Assalmua alaikum teman2,

                    Mohon maaf, karena beberapa kesibukan selama ramadhan dan sesudah idul fitri, maka jarang saya tengok dan merespons tulisan atau memposting tulisan yang bisa mengisi waktu luang kita, sekaligus menyegarkan tali silaturahim kita.

                    Kesempatan ini, saya ingin mengungkapkan rasa kesan bahagia saya ketika mudik ke Makassar kemarin, Rabu-Senin Malam, 15-20 September 2010.
                    Rabu, 15 Sept saya dan rombongan mendarat dan langsung bergabung Panitia Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XII dan Halal bi Halal di sebuah hotel, kawasan Jl. Jend Sudirman. Ada beberapa rangkaian kami, yang sudah regular digelar tiap tahun, sepekan sesudah Idul Fitri; tahun ini misalnya, antara lain Pertemuan Saudagar Bugis-Makasar (PSBM) XII dan halal bi halal dirangkaikan; dialog bisnis dan budaya; kajian kearifan lokal yang perlu dilestarikan dan dipahami oleh mahasiswa-generasi muda; ikhtiar mereduksi fenomena anarkisme mahasiswa; pameran karya unggulan mahasiswa (kemarin yang ikut dari Unhas, Alauddin tidak ikut karena surat tak sampai?); welcome dinner di rumah jabatan gubernur; festival makanan khas; golf gathering; dan parawell party bersama walikota di anjungan pantai losari.

                    Kamis pagi, 16 September, pukul 09.00 sampai sore hari, acara pembukaaan-seremonial dan dialog wacana: business in culture, kearifan lokal, ikhtiar mereduksi anarkisme makasiswa Makassar, PSBM berlansung sukses dan cukup ramai di Wisma Kalla, Jl. Dr Sam Ratulangi 8 Makassar. Setidaknya tiga karib kita (kawan lama saya) datang menjadi peserta peninjau yang saya kira suka berwacana persaudagaran, ada Wahyuddin Halim, Ali Ngampo, Kak Saleh Tajuddin.

                    Esoknya, Jumat Pagi, 17 September 2010, pukul 08.30 saya dijemput oleh Sdr Wahyuddin, diajak dan dipandu jalan-jalan mengunjungi kampus lama dan baru. Sungguh indah kesan selama hari ini. Saya ketika masuk kampus lama, mencoba menghadirkan kesan lama saya ketika mulai kuliah 1988-1992, di mana saya mulai kenalan banyak calon ustadz, kiyai, dan pemikir besar. Saya kenalan Wahyuddin di hari pertama di ruang kuliah formal hingga hari in, kami saling kontak dan berbagi suka dan suka. Saya juga mengenang bagitu banyak suka dan duka selama menimbah ilmu di Ushuluddin, jurusan akidah filsafat. Sdr Wahyuddin mencoba menunjukkan dan menjelaskan posisi-posisi gedung-gedung baru dan lama mulai di kampus lama lanjut di kampus baru. Di kampus lama, saya berhasil potret gedung pencakar langit, Islamic Center yang mencaplok areal bekas gedung serbaguna. Ini salah satu bantuan Bank Dunia kata Wahyuddin menjelaskan dengan bangga hehehehe….. kami berdua juga memutar ke
                    eks gedung rektorat yang kini beralih-fungsi sebagai gedung pascasarjana.

                    Menjelang jam 10 pagi, kami berdua memutar mobil barunya Sdr Wahyuddin yang masih berplat kode Jakarta, menuju kampus-gedung baru di Bilangan Samata. Sebuah wilayah yang belum pernah saya injak sebelumnya. Saya diantar mengelilingi kampus baru Samata yang lokasinya sangat asri, rindang nan membentang luas. Sebuah kampus yang sudah modern walau masih butuh perhatian pembangunan sarana pelengkap seperti tempat parkiran, kantin-food court, arena bermain mahasiswa, asrama mahasiswa-swi dan sarana penunjang akademik lainnya. Saya bangga dan senang memandang dan memotret gedung-gedung kampus baru di Samata. Selamat deh kepada inisiator dan pelobinya sehingga dana bantuan Islamic Development Banking (IDB) bisa mengucur lumayan banyak hehehe…. Semoga seluruh fasilitas itu menjadi arena mencetak ribuan sarjana Muslim yang berkarakter, seperti tema PSBM XII, membentuk Saudagar Berkarakter. Amin.

                    Kisah menarik ini berlanjut atas kebaikan Sdr Wahyuddin mengantar saya menjejaki seluruh lantai dan pintu-pintu Gedung Ushuluddin, yang berada pada garda paling depan, yang istilah Wahyuddin mengambil posisi sebagai tameng jika ada demo dan ulah pihak luar hehehe, tapi semoga tak ada lagi seperti kasus awal ramadhan yang konon diprovokasi oleh segelintir mahasiswa yang kini telah disepakati pihak Rektor, dipecat secara tidak terhormat. Sebuah tragedy yang tak perlu lagi berulang.

                    Saya juga dipertemukan pak Dekan Ushuluddin, Pak Mushawir yang bagitu ramah, guru saya pak Kadir Saile, Andi Darussalam, Ibu Nurlina dan guru matakuliah akhlakku ibu Aisyah yang selalu ramah dan murah senyum. Saya selami mereka semua, dan terpancar di raut muka dan aura mereka rasa kegembiraan bertemu-ria murid lamanya hehehe…..sayang sekali hari ini saya tak berjumpa kawan-kawan (adik-adik) dari pengurus Senat. Suasana kampus sepi, memang masih liburan, idul fitri. Menjelang kami pamitan, saya berpepasan pak Dekan Ushuluddin di tangga, kami singgah bercakap-cakap beberapa hal, termasuk isi posting dan komentar2 di milis kita ini. Beliau rupanya kadang-kadang membuka dan membaca isi postingan teman2 semua tapi belum sempat memberi komentar.

                    Kesan indah ini belum berakhir, berlanjut ke Gedung Rektorat baru. Sdr Wahyuddin mencoba menggandeng tangan saya sambil menjelaskan bagaimana indah dan empuknya kursi-kursi Para calon Pembantu Rektor yang kini masuk arena transisi hehehe…. yang sebentar lagi diisi oleh hasil suksesi per-rektorat-an bulan lalu yang dimenangkan oleh Prof. Dr. H. Qodari Gassing dan timnya. Saya lihat ada upaya Wahyu mempertemukan saya dengan Prof. Qodir Gassing tapi sayang hari itu beliau tidak di tempat. Tapi saya diterima Dr. Kamaruddin, Pembantu Rektor IV. Kami bercakap-cakap begitu akrab sekitar 10 menit, mulai wacana dampak pertemuan saudagar hingga isi komentar teman-teman di milis kita. Cuma sayang, mungkin kendala Pak Pembantu Rektor IV ini mirip Pak Dekan Ushuluddin, terkendala masalah waktu memberi respons dan komentar tema-tema di milis kita ini.
                    Kesan lainnya, saya berjumpa kawan lama, sekelas bersama Wahyuddin dulu, Sdr Syukri Mathar yang kini dipercaya sebagai staf bagian keuangan Alauddin. Senang juga dengar posisi baru kawan Syukri ini yang dulu selalu bangga dan penuh semangat kuliah karena bisa menenteng ke kelas buku-buku filsafat langkah yang belum dan susah kami miliki. Selamat untuk Sdr Syukri Mathar yang telah lama mengabdi dan begitu loyal pada kampus almamater kita hehehe…..sampai setengah bercanda, saya gelari Syukri ini suatu hari dipercaya sebagai menteri keuangan Alauddin. Amin.

                    Kawan baru saya hari itu sebelum kami pamitan ke rumah Wahyuddin adalah Pak Rapi, yang kini dipercaya mengelola Website UIN Alauddin. Kami baru kenalan hari ini juga tapi langsung akrab karena kami bincang tentang milis ini, dan juga masalah persiapan Temu Alumni yang pernah saya komentari dan tanyakan biaya administrasinya. Kata Pak Rapi, masih dalam proses sehingga sampai hari ini belum ditentukan item program dan biaya administrannya. Terima kasih Pak Rapi.

                    Menjelang waktu Jumatan, kami berdua meninggalkan Kampus Samata menuju rumah Wahyuddin yang bersebelahan Rumah Dinas Bupati Gowa. Kami salat jumat di Masjid Agung Tua Syekh Yusuf. Sebuah masjid yang besar dan ramai jemaahnya. Hari in, saya dan Wahyu di deretan kedua, kelihatan di deretan-shaf pertama, Bupati Gowa Ichsan YL, Bahar Ngitung, dan rombongannya. Kami tak sempat selamat beliau-beliau itu, hehehe…..

                    Seusai Jumatan, kami bertiga; saya, Wahyuddin, dan putra sulungnya, Ahmad Israqi 6 tahun (Kiki) meluncur mencari makanan khas, konro renyah-empuk di Jalan Gunung Latimojong (kalau tak salah). Kami makan di sana, lalu saya didrop di tempat saya menginap, dan kami berpisah.

                    Melalui milis ini, saya ingin berterima kasih kepada Sdr Wahyuddin yang telah berbaik hati kepada saya hehehe. Ini semua adalah hasil pertemanan kita selama ini, sejak tahun 1988 hingga hari ini. Sungguh indah pertemuan kita kemarin, insya Allah selalu menjadi kenangan yang tak mudah terlupakan. Terlalu banyak kenangan indah saya bersama Sdr Wahyuddin yang kini asyik mempersiapkan diri lanjut sekolah di Australia. Saya dan keluarga doakan semoga segera berangkat dan cepat selesai kuliah program doktoralnya di sana, menjadi intelektual.

                    Satu hal yang mengusik kehadiran saya di Makassar kemarin adalah Prof. Hamdan, jebolan Australia juga yang marah complain karena saya tak masukkan utusan pembicara anak muda jebolan Alauddin di rangkaian dialog PSBM XII. Saya bela diri, itu kesalahan Sdr Wahyuddin karena saya minta nama-nama calon pembicara yang paham budaya kearifan local dan etika bisnis tapi Sdr Wahyuddin hanya merekomendasi Sdr Adlin Sila. Adlin sudah oke dan Panitia sudah kirim surat tapi batal karena Sdr Adlin haris ke Australia sebelum acara PSBM XII digelar. Pembicara alumni Alauddin, Prof. Nasaruddin sebenarnya sudah mewakili Alauddin, namun Sdr Hamdan masih ngotot harus anak muda. Saya janji semoga tahun depan saya masih dalam posisi menentukan dalam kepanitiaan PSBM XIII, amin.

                    Mohon maaf dan semoga teman2 semilis berkenan saya posting kesan ini. Berharap jika teman2 lainnya berkunjung or kembali ke kampus kita, bisa berbagi cerita pula di milis ini. Terima kasih. To pada salama wali-wali….
                    Kebon Sirih, Rabu, 22 September 2010





                  • abakti@hotmail.com
                    Selamat ya akhirnya org cerdas uiin mks ini mendapat ksmpatan emas. Insya Allah dia akan mengegerkan Sulsel atau beyond setelah setelah Dr. Salamaki ki ndi
                    Message 9 of 25 , Sep 23, 2010
                      Selamat ya akhirnya org cerdas uiin mks ini mendapat ksmpatan emas. Insya Allah dia akan mengegerkan Sulsel atau beyond setelah setelah Dr. Salamaki ki ndi sikki biritta mallongi-longi.

                      Powered by Telkomsel BlackBerry®


                      From: "W.Halim" <ruzbihan@...>
                      Sender: UIN-makassar@yahoogroups.com
                      Date: Thu, 23 Sep 2010 01:11:36 -0700 (PDT)
                      To: <UIN-makassar@yahoogroups.com>
                      ReplyTo: UIN-makassar@yahoogroups.com
                      Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin (utk Adlin)

                       

                      Daeng Adlin dan kawan2 yg superb,

                      Assalamu 'alaykum ww.

                      Sekedar menjawab pertanyaan di akhir email di bawah, insya' Allah saya akan segera menyusul kita dan bung Faried ke ANU awal tahun depan. Saya sudah dapat an unconditional letter of offer (LO) dari ANU (CAP) sejak akhir Juni tahun ini utk PhD research program yang akan bermula awal Januari 2011.

                      Alhamdulillah, sebagai tanda lega dan syukur, saya sekalian ingin berbagi kabar baik juga. Tadi siang saya mendapat telepon dan email dari kordinatior ALA Jakarta tentang diterimanya saya sebagai salah satu dari 26 penerima Australian Leadership Awards Scholarship (ALAS) tahun ini, yang akan efektif mulai awal tahun depan. Karena dapat ALAS pada saat berbarengan, maka saya harus segera merenegosiasi posisi saya sebagai penerima beasiswa Pemprov juga, walau pihak pengelola sesungguhnya sudah mengetahui karena saya terus mengupdate mereka tentang aplikasi2 saya pada beasiswa lain yang malah dianjurkan untuk menutupi defisit jumlah beasiswa dari pemprov.

                      Mudah-mudahan, bung Adlin dkk bisa juga nanti membantu saya agar bisa cepat settled saat tiba pertama kali di benua yang baru buat saya itu..hehe.. Semoga karena ada teman2 satu pulau yang superb seperti Adlin dan Faried, rihlah fil-'ilmi di Canberra akan terasa lebih ringan dan nyaman. Soalnya, konon, Canberra lumayan tidak kondusif buat mereka yang mau jadi saudagar, tapi paling bagus buat yang mau menjalani hidup asketik sebagai peneliti atau saudagar ilmu..hehe..

                      Mohon doa kawan2 juga supaya urusan kami dimudahkan oleh Allah swt, Amin.

                      Salam dari Tinggimae

                      Wahyu


                      From: Adlin Sila <silaadlin2000@...>
                      To: UIN-makassar@yahoogroups.com
                      Sent: Wed, September 22, 2010 4:04:39 PM
                      Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin

                       

                      Bung Saleh yang baik,
                       
                      Menarik cerita perjalananta di Makassar, bisa jadi Cerpen tuh hehehe.
                      Menyesal sekali tidak bisa hadir di acara Pertemuan Saudagar Bugis Makassar tersebut.
                      Tapi saya sangat berterima kasih atas kepercayaanta, saya sangat tersanjung, juga kepada bung Wahyu yang telah memberikan rekomendasinya. Saya hanya berharap semoga pertemuan para saudagar kemarin itu menghasilkan sesuatu yang produktif bagi kemajuan Makassar kedepan.
                      Saya sudah seminggu lebih di Canberra dan sudah banyak cerita yang bisa saya share di lain waktu dengan teman2 milist. Yang jelas, selama saya di Canberra saya banyak dibantu oleh teman2 terutama bung Faried, yang sama2 saudagar ILMU di daerah rantau, terutama untuk secepatnya settled dengan segala urusan administrasi di kampus.
                      Mudah2an kalau bung Wahyu sudah datang (sy tdk tahu apakah ke ANU atau ke Melbourne Uni?), akan semakin banyak saudagar ILMU dari Makassar di Australia hehehe.
                      Salam damai dan doanya kawan.
                       
                      Muhammad Adlin Sila
                       
                      Departement of Anthropology
                      ANU College of Asia and the Pacific
                      Australian National University
                      Room
                      7329, Coombs Building (#9)
                      Canberra - Australia
                      Ph: +61261253207 (extension 52163)
                      Mobile:+61420424912
                       
                      Home: Burnie st, Lyons, Woden
                       

                       

                    • Syamsul Arif
                      Assalamu AlaiikumNumpang coddo ka Pak... Salut saya dengan ide ta Pak Wahyuddin. Yup, memang selama ini apa yang ada yang ada dipikiran saya bahwa PSBM hanya
                      Message 10 of 25 , Sep 23, 2010
                        Assalamu Alaiikum
                        Numpang coddo' ka Pak...

                        Salut saya dengan ide ta Pak Wahyuddin. Yup, memang selama ini apa yang ada yang ada dipikiran saya bahwa PSBM hanya untuk mereka orang-orang berduit dari Bugis Makassar. Terlihat bahwa yang diceritakan hanya tentang kesuksesan dan bisnis. Dan tentunya tidak melibatkan Mahasiswa.

                        Pertemuan Sarjana Bugis Makasssar, it's really interesting pak. Dimana Mahasiswa juga seharusnya di libatkan sehingga mahasiswa sekarang bisa belajar dari seniornya.

                        Saya merasa ada gap antara Sarjana dengan Mahasiswa. Mahasiswa mencari jati dirinya dengan jalannya sendiri. Tampa ada guide dari senior mereka.

                        Mereka sangat bangga  menceritakan keberhasilan mahasiswa anagkatan 98 dalam menggulingkan orde baru. That's why mereka juga sering berdemo saat ini. Namun di balik itu, saya temukan beberapa angkatan senior yang justru menilai kalau aksi mahasiswa saat ini tidak murni lagi.

                        Makasih..

                        SekianPSBM bukan hanya kependekan dari Pertemuan Saudagar Bugis Makassar, tapi juga Pertemuan Sarjana Bugis Makassar

                        --- On Thu, 9/23/10, W.Halim <ruzbihan@...> wrote:

                        From: W.Halim <ruzbihan@...>
                        Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin
                        To: UIN-makassar@yahoogroups.com
                        Date: Thursday, September 23, 2010, 3:33 PM

                         

                        Dear Saleh,

                        Sebuah catatan pribadi yang menyentuh. Senang sekali karena saya bisa menjadi bagian dari cerita. Betul juga apa yang dibilang Adlin, mungkin proyek menulis novel biografis harus segera menjadi prioritas ketimbang menulis buku2 tentang orang lain melulu, JK misalnya..hehe. Pokoknya, hanya ada satu pesan: lanjutkan!! hehe

                        Tentang nara sumber di dialog PSBM, ya betullah jalan cerita Saleh. Ketika Saleh menyebutkan sebuah tema yang dicarikan pembicaranya dari kalangan pemikir muda asal Makassar, saya tidak bisa mengingat banyak kawan. Soalnya tema-nya terlalu spesifik dan teknis waktu itu, "Islam dan Etika Bisnis Orang Bugis-Makassar."

                        Seingat saya, kawan2 yang memiliki otoritas akademik untuk bicara tentang kedua variable itu cukup langka. Yang bisa secepatnya melintas dalam benak hanyalah Adlin, karena saya ingat sekali, tesis Masters dia di ANU berkaitan dengan akulturasi Islam dan budaya Makassar, sementara disertasi (I) dia di UI tentang ekonomi Islam.

                        Walau begitu, saya juga bisa memahami sentilan Dr. Hamdan lewat tlp saat masih bersama Saleh di hotel Sahid Jum'at lalu tentang Prof. Nasaruddin Umat yang sudah cukup sering berbicara dalam forum2 KKSS. Beberapa menit sebelum Pak Nasar bicara, saya sempat bincang dengan beliau di musolah Wisma Kalla. Beliau sesungguhnya menyadari juga kalau tema di atas di luar kompetensi akademiknya, tapi karena ada unsur panitia yang berkeras supaya beliau bisa bicara soal itu, maka (dalam kata2 pak Nasar sendiri), "terpaksa tadi malam saya harus bongkar2 buku untuk cari2 bahan tentang ini." Beliau lalu menyebut nama Dr. Nurman Said yang pak Nasar bilang sesungguhnya paling kompeten bicara soal tsb karena disertasi doktoralnya tentang pola-pola dan strata sosial budaya Bugis-Makassar. "Orang pintar itu, apa aktivitas dia sekarang?" begitu kata pak Nasar pada saya tentang pak Nurman. Saya langsung garuk2 kepala, karena saya kok bisa lupa dengan Pak Nurman ketika dulu Saleh minta rekomendasi nama pembicara. Untuk pak Nurman, mohon maaf lahir dan batin pak..hehe..

                        Jadi, memang betul, menyambung usulan Hamda lewat tlp, sebaiknya di masa mendatang, PSBM lebih melibatkan lagi kalangan muda, khususnya para pemikir muda Sulsel sehingga bukan PSBM bukan hanya kependekan dari Pertemuan Saudagar Bugis Makassar, tapi juga Pertemuan Sarjana Bugis Makassar..hehe.. Kalau saudagar bertemu, paling hasilnya cerita2 sukses yang kadang cukup narsis. Tapi kalau sarjana ketemu, kan bisa melahirkan ribuan halaman makalah yang berisi tentang pikiran2 cemerlang untuk perbaikan Sulsel dalam semua sektor. Betul?? Makanya, Saleh, usulkan pada KKSS atau JK, supaya tahun depan PSBM lebih bernuansa akademik dan ditempatkan di kampus 2 UIN Alauddin Makassar.. Bagaimana? hehe

                        Okd, itu aja dulu. Untuk Saleh, thanks for the complementary.

                        Salam
                        Wahyu
                         



                        From: saleh mude <salehmude@...>
                        To: alauddin makassar <UIN-makassar@yahoogroups.com>
                        Cc: ccchuria huria <ccchuria@yahoogroups.com>
                        Sent: Wed, September 22, 2010 2:30:37 PM
                        Subject: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin

                         

                        Panitia PSBM XII dan Mudik ke Alauddin

                        Assalmua alaikum teman2,

                        Mohon maaf, karena beberapa kesibukan selama ramadhan dan sesudah idul fitri, maka jarang saya tengok dan merespons tulisan atau memposting tulisan yang bisa mengisi waktu luang kita, sekaligus menyegarkan tali silaturahim kita.

                        Kesempatan ini, saya ingin mengungkapkan rasa kesan bahagia saya ketika mudik ke Makassar kemarin, Rabu-Senin Malam, 15-20 September 2010.
                        Rabu, 15 Sept saya dan rombongan mendarat dan langsung bergabung Panitia Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XII dan Halal bi Halal di sebuah hotel, kawasan Jl. Jend Sudirman. Ada beberapa rangkaian kami, yang sudah regular digelar tiap tahun, sepekan sesudah Idul Fitri; tahun ini misalnya, antara lain Pertemuan Saudagar Bugis-Makasar (PSBM) XII dan halal bi halal dirangkaikan; dialog bisnis dan budaya; kajian kearifan lokal yang perlu dilestarikan dan dipahami oleh mahasiswa-generasi muda; ikhtiar mereduksi fenomena anarkisme mahasiswa; pameran karya unggulan mahasiswa (kemarin yang ikut dari Unhas, Alauddin tidak ikut karena surat tak sampai?); welcome dinner di rumah jabatan gubernur; festival makanan khas; golf gathering; dan parawell party bersama walikota di anjungan pantai losari.

                        Kamis pagi, 16 September, pukul 09.00 sampai sore hari, acara pembukaaan-seremonial dan dialog wacana: business in culture, kearifan lokal, ikhtiar mereduksi anarkisme makasiswa Makassar, PSBM berlansung sukses dan cukup ramai di Wisma Kalla, Jl. Dr Sam Ratulangi 8 Makassar. Setidaknya tiga karib kita (kawan lama saya) datang menjadi peserta peninjau yang saya kira suka berwacana persaudagaran, ada Wahyuddin Halim, Ali Ngampo, Kak Saleh Tajuddin.

                        Esoknya, Jumat Pagi, 17 September 2010, pukul 08.30 saya dijemput oleh Sdr Wahyuddin, diajak dan dipandu jalan-jalan mengunjungi kampus lama dan baru. Sungguh indah kesan selama hari ini. Saya ketika masuk kampus lama, mencoba menghadirkan kesan lama saya ketika mulai kuliah 1988-1992, di mana saya mulai kenalan banyak calon ustadz, kiyai, dan pemikir besar. Saya kenalan Wahyuddin di hari pertama di ruang kuliah formal hingga hari in, kami saling kontak dan berbagi suka dan suka. Saya juga mengenang bagitu banyak suka dan duka selama menimbah ilmu di Ushuluddin, jurusan akidah filsafat. Sdr Wahyuddin mencoba menunjukkan dan menjelaskan posisi-posisi gedung-gedung baru dan lama mulai di kampus lama lanjut di kampus baru. Di kampus lama, saya berhasil potret gedung pencakar langit, Islamic Center yang mencaplok areal bekas gedung serbaguna. Ini salah satu bantuan Bank Dunia kata Wahyuddin menjelaskan dengan bangga hehehehe….. kami berdua juga memutar ke
                        eks gedung rektorat yang kini beralih-fungsi sebagai gedung pascasarjana.

                        Menjelang jam 10 pagi, kami berdua memutar mobil barunya Sdr Wahyuddin yang masih berplat kode Jakarta, menuju kampus-gedung baru di Bilangan Samata. Sebuah wilayah yang belum pernah saya injak sebelumnya. Saya diantar mengelilingi kampus baru Samata yang lokasinya sangat asri, rindang nan membentang luas. Sebuah kampus yang sudah modern walau masih butuh perhatian pembangunan sarana pelengkap seperti tempat parkiran, kantin-food court, arena bermain mahasiswa, asrama mahasiswa-swi dan sarana penunjang akademik lainnya. Saya bangga dan senang memandang dan memotret gedung-gedung kampus baru di Samata. Selamat deh kepada inisiator dan pelobinya sehingga dana bantuan Islamic Development Banking (IDB) bisa mengucur lumayan banyak hehehe…. Semoga seluruh fasilitas itu menjadi arena mencetak ribuan sarjana Muslim yang berkarakter, seperti tema PSBM XII, membentuk Saudagar Berkarakter. Amin.

                        Kisah menarik ini berlanjut atas kebaikan Sdr Wahyuddin mengantar saya menjejaki seluruh lantai dan pintu-pintu Gedung Ushuluddin, yang berada pada garda paling depan, yang istilah Wahyuddin mengambil posisi sebagai tameng jika ada demo dan ulah pihak luar hehehe, tapi semoga tak ada lagi seperti kasus awal ramadhan yang konon diprovokasi oleh segelintir mahasiswa yang kini telah disepakati pihak Rektor, dipecat secara tidak terhormat. Sebuah tragedy yang tak perlu lagi berulang.

                        Saya juga dipertemukan pak Dekan Ushuluddin, Pak Mushawir yang bagitu ramah, guru saya pak Kadir Saile, Andi Darussalam, Ibu Nurlina dan guru matakuliah akhlakku ibu Aisyah yang selalu ramah dan murah senyum. Saya selami mereka semua, dan terpancar di raut muka dan aura mereka rasa kegembiraan bertemu-ria murid lamanya hehehe…..sayang sekali hari ini saya tak berjumpa kawan-kawan (adik-adik) dari pengurus Senat. Suasana kampus sepi, memang masih liburan, idul fitri. Menjelang kami pamitan, saya berpepasan pak Dekan Ushuluddin di tangga, kami singgah bercakap-cakap beberapa hal, termasuk isi posting dan komentar2 di milis kita ini. Beliau rupanya kadang-kadang membuka dan membaca isi postingan teman2 semua tapi belum sempat memberi komentar.

                        Kesan indah ini belum berakhir, berlanjut ke Gedung Rektorat baru. Sdr Wahyuddin mencoba menggandeng tangan saya sambil menjelaskan bagaimana indah dan empuknya kursi-kursi Para calon Pembantu Rektor yang kini masuk arena transisi hehehe…. yang sebentar lagi diisi oleh hasil suksesi per-rektorat-an bulan lalu yang dimenangkan oleh Prof. Dr. H. Qodari Gassing dan timnya. Saya lihat ada upaya Wahyu mempertemukan saya dengan Prof. Qodir Gassing tapi sayang hari itu beliau tidak di tempat. Tapi saya diterima Dr. Kamaruddin, Pembantu Rektor IV. Kami bercakap-cakap begitu akrab sekitar 10 menit, mulai wacana dampak pertemuan saudagar hingga isi komentar teman-teman di milis kita. Cuma sayang, mungkin kendala Pak Pembantu Rektor IV ini mirip Pak Dekan Ushuluddin, terkendala masalah waktu memberi respons dan komentar tema-tema di milis kita ini.
                        Kesan lainnya, saya berjumpa kawan lama, sekelas bersama Wahyuddin dulu, Sdr Syukri Mathar yang kini dipercaya sebagai staf bagian keuangan Alauddin. Senang juga dengar posisi baru kawan Syukri ini yang dulu selalu bangga dan penuh semangat kuliah karena bisa menenteng ke kelas buku-buku filsafat langkah yang belum dan susah kami miliki. Selamat untuk Sdr Syukri Mathar yang telah lama mengabdi dan begitu loyal pada kampus almamater kita hehehe…..sampai setengah bercanda, saya gelari Syukri ini suatu hari dipercaya sebagai menteri keuangan Alauddin. Amin.

                        Kawan baru saya hari itu sebelum kami pamitan ke rumah Wahyuddin adalah Pak Rapi, yang kini dipercaya mengelola Website UIN Alauddin. Kami baru kenalan hari ini juga tapi langsung akrab karena kami bincang tentang milis ini, dan juga masalah persiapan Temu Alumni yang pernah saya komentari dan tanyakan biaya administrasinya. Kata Pak Rapi, masih dalam proses sehingga sampai hari ini belum ditentukan item program dan biaya administrannya. Terima kasih Pak Rapi.

                        Menjelang waktu Jumatan, kami berdua meninggalkan Kampus Samata menuju rumah Wahyuddin yang bersebelahan Rumah Dinas Bupati Gowa. Kami salat jumat di Masjid Agung Tua Syekh Yusuf. Sebuah masjid yang besar dan ramai jemaahnya. Hari in, saya dan Wahyu di deretan kedua, kelihatan di deretan-shaf pertama, Bupati Gowa Ichsan YL, Bahar Ngitung, dan rombongannya. Kami tak sempat selamat beliau-beliau itu, hehehe…..

                        Seusai Jumatan, kami bertiga; saya, Wahyuddin, dan putra sulungnya, Ahmad Israqi 6 tahun (Kiki) meluncur mencari makanan khas, konro renyah-empuk di Jalan Gunung Latimojong (kalau tak salah). Kami makan di sana, lalu saya didrop di tempat saya menginap, dan kami berpisah.

                        Melalui milis ini, saya ingin berterima kasih kepada Sdr Wahyuddin yang telah berbaik hati kepada saya hehehe. Ini semua adalah hasil pertemanan kita selama ini, sejak tahun 1988 hingga hari ini. Sungguh indah pertemuan kita kemarin, insya Allah selalu menjadi kenangan yang tak mudah terlupakan. Terlalu banyak kenangan indah saya bersama Sdr Wahyuddin yang kini asyik mempersiapkan diri lanjut sekolah di Australia. Saya dan keluarga doakan semoga segera berangkat dan cepat selesai kuliah program doktoralnya di sana, menjadi intelektual.

                        Satu hal yang mengusik kehadiran saya di Makassar kemarin adalah Prof. Hamdan, jebolan Australia juga yang marah complain karena saya tak masukkan utusan pembicara anak muda jebolan Alauddin di rangkaian dialog PSBM XII. Saya bela diri, itu kesalahan Sdr Wahyuddin karena saya minta nama-nama calon pembicara yang paham budaya kearifan local dan etika bisnis tapi Sdr Wahyuddin hanya merekomendasi Sdr Adlin Sila. Adlin sudah oke dan Panitia sudah kirim surat tapi batal karena Sdr Adlin haris ke Australia sebelum acara PSBM XII digelar. Pembicara alumni Alauddin, Prof. Nasaruddin sebenarnya sudah mewakili Alauddin, namun Sdr Hamdan masih ngotot harus anak muda. Saya janji semoga tahun depan saya masih dalam posisi menentukan dalam kepanitiaan PSBM XIII, amin.

                        Mohon maaf dan semoga teman2 semilis berkenan saya posting kesan ini. Berharap jika teman2 lainnya berkunjung or kembali ke kampus kita, bisa berbagi cerita pula di milis ini. Terima kasih. To pada salama wali-wali….
                        Kebon Sirih, Rabu, 22 September 2010



                      • Adlin Sila
                        Dear bung Wahyu,   Mantap mantong ini teman yang satu bela, selamat datang di Canberra nanti pasti saya dan Faried akan membantu untuk bisa betah di
                        Message 11 of 25 , Sep 23, 2010
                          Dear bung Wahyu,
                           
                          Mantap mantong ini teman yang satu bela, selamat datang di Canberra nanti pasti saya dan Faried akan membantu untuk bisa betah di Canberra. Saya dan Faried satu department dan satu lantai, insya Allah bung Wahyu juga akan satu gedung dengan kita berdua di Coombs Building tempat diselenggarakannya Indonesian Update yang prestisius itu. Sampai bertemu tahun depan.
                           
                          Salam,
                           
                           
                          Muhammad Adlin Sila
                           
                          Departement of Anthropology
                          ANU College of Asia and the Pacific (CAP)
                          Australian National University
                          Room
                          7329, Coombs Building (#9)
                          Canberra - Australia
                          Ph
                          : +61261253207 (extension 52163)
                          Mobile:+61420424912
                           

                          --- On Thu, 9/23/10, W.Halim <ruzbihan@...> wrote:

                          From: W.Halim <ruzbihan@...>
                          Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin (utk Adlin)
                          To: UIN-makassar@yahoogroups.com
                          Date: Thursday, September 23, 2010, 1:11 AM

                           
                          Daeng Adlin dan kawan2 yg superb,

                          Assalamu 'alaykum ww.

                          Sekedar menjawab pertanyaan di akhir email di bawah, insya' Allah saya akan segera menyusul kita dan bung Faried ke ANU awal tahun depan. Saya sudah dapat an unconditional letter of offer (LO) dari ANU (CAP) sejak akhir Juni tahun ini utk PhD research program yang akan bermula awal Januari 2011.

                          Alhamdulillah, sebagai tanda lega dan syukur, saya sekalian ingin berbagi kabar baik juga. Tadi siang saya mendapat telepon dan email dari kordinatior ALA Jakarta tentang diterimanya saya sebagai salah satu dari 26 penerima Australian Leadership Awards Scholarship (ALAS) tahun ini, yang akan efektif mulai awal tahun depan. Karena dapat ALAS pada saat berbarengan, maka saya harus segera merenegosiasi posisi saya sebagai penerima beasiswa Pemprov juga, walau pihak pengelola sesungguhnya sudah mengetahui karena saya terus mengupdate mereka tentang aplikasi2 saya pada beasiswa lain yang malah dianjurkan untuk menutupi defisit jumlah beasiswa dari pemprov.

                          Mudah-mudahan, bung Adlin dkk bisa juga nanti membantu saya agar bisa cepat settled saat tiba pertama kali di benua yang baru buat saya itu..hehe.. Semoga karena ada teman2 satu pulau yang superb seperti Adlin dan Faried, rihlah fil-'ilmi di Canberra akan terasa lebih ringan dan nyaman. Soalnya, konon, Canberra lumayan tidak kondusif buat mereka yang mau jadi saudagar, tapi paling bagus buat yang mau menjalani hidup asketik sebagai peneliti atau saudagar ilmu..hehe..

                          Mohon doa kawan2 juga supaya urusan kami dimudahkan oleh Allah swt, Amin.

                          Salam dari Tinggimae

                          Wahyu


                          From: Adlin Sila <silaadlin2000@...>
                          To: UIN-makassar@yahoogroups.com
                          Sent: Wed, September 22, 2010 4:04:39 PM
                          Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin

                           
                          Bung Saleh yang baik,
                           
                          Menarik cerita perjalananta di Makassar, bisa jadi Cerpen tuh hehehe.
                          Menyesal sekali tidak bisa hadir di acara Pertemuan Saudagar Bugis Makassar tersebut.
                          Tapi saya sangat berterima kasih atas kepercayaanta, saya sangat tersanjung, juga kepada bung Wahyu yang telah memberikan rekomendasinya. Saya hanya berharap semoga pertemuan para saudagar kemarin itu menghasilkan sesuatu yang produktif bagi kemajuan Makassar kedepan.
                          Saya sudah seminggu lebih di Canberra dan sudah banyak cerita yang bisa saya share di lain waktu dengan teman2 milist. Yang jelas, selama saya di Canberra saya banyak dibantu oleh teman2 terutama bung Faried, yang sama2 saudagar ILMU di daerah rantau, terutama untuk secepatnya settled dengan segala urusan administrasi di kampus.
                          Mudah2an kalau bung Wahyu sudah datang (sy tdk tahu apakah ke ANU atau ke Melbourne Uni?), akan semakin banyak saudagar ILMU dari Makassar di Australia hehehe.
                          Salam damai dan doanya kawan.
                           
                          Muhammad Adlin Sila
                           
                          Departement of Anthropology
                          ANU College of Asia and the Pacific
                          Australian National University
                          Room
                          7329, Coombs Building (#9)
                          Canberra - Australia
                          Ph: +61261253207 (extension 52163)
                          Mobile:+61420424912
                           
                          Home: Burnie st, Lyons, Woden
                           

                           


                        • Rosmah Tami
                          Congratulations Kak Wahyu... rose 2010/9/23 W.Halim
                          Message 12 of 25 , Sep 23, 2010
                            Congratulations Kak Wahyu...

                            rose

                            2010/9/23 W.Halim <ruzbihan@...>
                             

                            Daeng Adlin dan kawan2 yg superb,

                            Assalamu 'alaykum ww.

                            Sekedar menjawab pertanyaan di akhir email di bawah, insya' Allah saya akan segera menyusul kita dan bung Faried ke ANU awal tahun depan. Saya sudah dapat an unconditional letter of offer (LO) dari ANU (CAP) sejak akhir Juni tahun ini utk PhD research program yang akan bermula awal Januari 2011.

                            Alhamdulillah, sebagai tanda lega dan syukur, saya sekalian ingin berbagi kabar baik juga. Tadi siang saya mendapat telepon dan email dari kordinatior ALA Jakarta tentang diterimanya saya sebagai salah satu dari 26 penerima Australian Leadership Awards Scholarship (ALAS) tahun ini, yang akan efektif mulai awal tahun depan. Karena dapat ALAS pada saat berbarengan, maka saya harus segera merenegosiasi posisi saya sebagai penerima beasiswa Pemprov juga, walau pihak pengelola sesungguhnya sudah mengetahui karena saya terus mengupdate mereka tentang aplikasi2 saya pada beasiswa lain yang malah dianjurkan untuk menutupi defisit jumlah beasiswa dari pemprov.

                            Mudah-mudahan, bung Adlin dkk bisa juga nanti membantu saya agar bisa cepat settled saat tiba pertama kali di benua yang baru buat saya itu..hehe.. Semoga karena ada teman2 satu pulau yang superb seperti Adlin dan Faried, rihlah fil-'ilmi di Canberra akan terasa lebih ringan dan nyaman. Soalnya, konon, Canberra lumayan tidak kondusif buat mereka yang mau jadi saudagar, tapi paling bagus buat yang mau menjalani hidup asketik sebagai peneliti atau saudagar ilmu..hehe..

                            Mohon doa kawan2 juga supaya urusan kami dimudahkan oleh Allah swt, Amin.

                            Salam dari Tinggimae

                            Wahyu


                            From: Adlin Sila <silaadlin2000@...>
                            To: UIN-makassar@yahoogroups.com
                            Sent: Wed, September 22, 2010 4:04:39 PM
                            Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin

                             

                            Bung Saleh yang baik,
                             
                            Menarik cerita perjalananta di Makassar, bisa jadi Cerpen tuh hehehe.
                            Menyesal sekali tidak bisa hadir di acara Pertemuan Saudagar Bugis Makassar tersebut.
                            Tapi saya sangat berterima kasih atas kepercayaanta, saya sangat tersanjung, juga kepada bung Wahyu yang telah memberikan rekomendasinya. Saya hanya berharap semoga pertemuan para saudagar kemarin itu menghasilkan sesuatu yang produktif bagi kemajuan Makassar kedepan.
                            Saya sudah seminggu lebih di Canberra dan sudah banyak cerita yang bisa saya share di lain waktu dengan teman2 milist. Yang jelas, selama saya di Canberra saya banyak dibantu oleh teman2 terutama bung Faried, yang sama2 saudagar ILMU di daerah rantau, terutama untuk secepatnya settled dengan segala urusan administrasi di kampus.
                            Mudah2an kalau bung Wahyu sudah datang (sy tdk tahu apakah ke ANU atau ke Melbourne Uni?), akan semakin banyak saudagar ILMU dari Makassar di Australia hehehe.
                            Salam damai dan doanya kawan.
                             
                            Muhammad Adlin Sila
                             
                            Departement of Anthropology
                            ANU College of Asia and the Pacific
                            Australian National University
                            Room
                            7329, Coombs Building (#9)
                            Canberra - Australia
                            Ph: +61261253207 (extension 52163)
                            Mobile:+61420424912
                             
                            Home: Burnie st, Lyons, Woden
                             

                             


                          • saleh mude
                            Saudara Arskal dan kawan-kawan semuanya... Terima kasih komentar2 condonya semuanya hehehe....senang rasanya kita kembali silaturahmi di milis ini. Saya
                            Message 13 of 25 , Sep 23, 2010

                              Saudara Arskal dan kawan-kawan semuanya...

                              Terima kasih komentar2 condonya semuanya hehehe....senang rasanya kita kembali silaturahmi di milis ini.

                              Saya aminkan doa dan harapan pak arskal yang juga ingin tour ke kampus Alauddin. saya kira arskal justru lebih beruntung karena datang pada saat awal kuliah, kampus sudah ramai, saya kemarin masih sepi karena liburan.

                              Selamat bertravel di Samata, tolong jangan lupa kamera dan handycam hehehe....

                              Pak Andi Faisal, terima kasih juga telah mengisi acara ramadhan kami kemarin di rumah pak hamzah tadja, jaksa agung muda bid pidana umum (jampidum). beliau kebetulan orang penrang.

                              Terima kasih semuanya. salamaki.

                              sm




                              --- Pada Kam, 23/9/10, arskal@... <arskal@...> menulis:

                              Dari: arskal@... <arskal@...>
                              Judul: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin
                              Kepada: UIN-makassar@yahoogroups.com
                              Tanggal: Kamis, 23 September, 2010, 7:07 AM

                               

                              Bung Saleh, terimakasih untuk berbagi cerita di milis ini tentang mudik ke Alauddin.
                              Minggu depan, saya pun insya Allah akan berada di Makasar selama 2 hari selain untuk silaturrahmi dengan orang tua juga bermaksud mengunjungi UIN Alauddin mempromosikan dan mencari calon2 mahasiswa program MA yang mau belajar ke London.
                              Sepert Bung Saleh, saya pun minta bantuan Wahyu untuk menemani dan menjembatani maksud saya itu. Mudah2an pula saya dapat mendapatkan kesan yang kurang lebih serupa dengan pengalaman bung Saleh mudik ke Alauddin.
                              Salam

                              Arskal




                              From: saleh mude <salehmude@...>
                              To: UIN-makassar@yahoogroups.com
                              Sent: Thu, 23 September, 2010 4:53:34
                              Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin

                               



                              Bung Adlin Sila, Adik Muhaemin, dkk

                              Terima kasih responsnya. Untuk adik muhaemin, MECCA (modern English course of Makassar) memang telah almarhum karena adik mukhtar alshodiq, basri dkk yang kebetulan sebagai khalifah pertama tak bisa lama-lama di Makassar harus ikut hijrah ke Jakarta. Kemarin Sabtu, 18 September saya menyempatkan ke Mamoa Raya juga menemui mantan bapak-ibu kost saya, pemilik Bisa Jaya, Ibu Hasbiyah dan suaminya Bapak Salamon Pasda, Dekan Fak Ekonomi Univ Negeri Makassar. Mereka juga pada kaget karena saya muncul dengan taksi pakai celana sebatas lutut, pendek ala turis hehehe….. sebelum magrig, saya coba tembus lorong2 Mamoa walau saya harus singgah bertanya, karena saya ingin potong kompas ke jalan Pabbetengeng menemui mantan tetangga dan kakak sepupu saya, Pak Lanta, doesn senirupa Univ Negeri Makassar juga. Saya merasa berutung budi ke beliau yang banyak membantu perjalanan hidup saya selama berdomisili di Makassar, sekitar 12 tahun.  Sekalig lagi saya suka mengenang kenangan hidup selama di Jl. Landak Baru, kemudian hijrah ke Jl. Pabbetengeng, lalu mandiri di Mamoa Raya.

                              Untuk Sdr Adlin Sila, selamat menempuh dunia baru di tanah rantau. Saya termasuk Panitia kemarian yang sudah mengusulkan dan bahkan mucnul di dialog business in culture kemarin di Wisma Kalla, istilah “Saudagar Ilmu”. Usul ini disuarakan oleh utusan KKSS dari Sulawesi Utara, Manado yang kebetulan berprofesi sebagai dosen. Saya kira teman2 bisa mengelaborasi dan meredefinisi istilah “saudagar” yang oleh Pak JK diterjemahkan seribu akal atau orang banyak akal. Orang yang kaya akal kan tentu justru teman2 semilis yang memang lebih asyim mansyuk di dunia perdosenan hehehe……walau pun ada juga tudingan stereotip jelek terhadap makhluk yang bergelar saudagar, dan diperkuat lagu grup Project Pop Tika Panggabeaqn dkk, yang merilis lagu kocak, Bukan Super-Star, …..aku bukan saudagar kaya….yang mengakibatkan orang apriori menduing saudagar itu sinonim orang kaya raya yang suka kawin-mawin. Sehingga Pak Aksa Mahmud kektika buka bersama di rumah dinasnya tahun lalu, mengaku bukan saudagar karena syarat seorang suadagar adalah minimal dua istri hahahaha….


                              Oleh, tentu saya berterima kasih jika teman2 semilis sempat mebuka-buka milis kita ini, sambil isi-isi komentar dan informasi yang insya Allah berguna bagi kita semua, minimal merekatkan tali silaturahim kita semua. Tabe.

                               sm

                               










                              --- Pada Rab, 22/9/10, Adlin Sila <silaadlin2000@...> menulis:

                              Dari: Adlin Sila <silaadlin2000@...>
                              Judul: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin
                              Kepada: UIN-makassar@yahoogroups.com
                              Tanggal: Rabu, 22 September, 2010, 5:04 AM

                               

                              Bung Saleh yang baik,
                               
                              Menarik cerita perjalananta di Makassar, bisa jadi Cerpen tuh hehehe.
                              Menyesal sekali tidak bisa hadir di acara Pertemuan Saudagar Bugis Makassar tersebut.
                              Tapi saya sangat berterima kasih atas kepercayaanta, saya sangat tersanjung, juga kepada bung Wahyu yang telah memberikan rekomendasinya. Saya hanya berharap semoga pertemuan para saudagar kemarin itu menghasilkan sesuatu yang produktif bagi kemajuan Makassar kedepan.
                              Saya sudah seminggu lebih di Canberra dan sudah banyak cerita yang bisa saya share di lain waktu dengan teman2 milist. Yang jelas, selama saya di Canberra saya banyak dibantu oleh teman2 terutama bung Faried, yang sama2 saudagar ILMU di daerah rantau, terutama untuk secepatnya settled dengan segala urusan administrasi di kampus.
                              Mudah2an kalau bung Wahyu sudah datang (sy tdk tahu apakah ke ANU atau ke Melbourne Uni?), akan semakin banyak saudagar ILMU dari Makassar di Australia hehehe.
                              Salam damai dan doanya kawan.
                               
                              Muhammad Adlin Sila
                               
                              Departement of Anthropology
                              ANU College of Asia and the Pacific
                              Australian National University
                              Room
                              7329, Coombs Building (#9)
                              Canberra - Australia
                              Ph
                              : +61261253207 (extension 52163)
                              Mobile:+61420424912
                               
                              Home: Burnie st, Lyons, Woden
                               



                              --- On Wed, 9/22/10, Muha Adel <muhaadel@...> wrote:

                              From: Muha Adel <muhaadel@...>
                              Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin
                              To: UIN-makassar@yahoogroups.com
                              Date: Wednesday, September 22, 2010, 1:44 AM

                               
                              menarik sekali reportasenya kanda saleh, saya betul-betul menikmatinya, mungkin ada kita lupa kunjungi tempat kursus bahasa inggris dimana kak saleh sebagai pembinanya namanya MECCA (entah kenapa namanya kearaban skali, he he he) yang bermarkas di mamoa dan sekarang sudah berubah menjadi depot air minum. he he he, anyway. thanks atas postingannya.

                              salam

                              muhaemin



                              From:
                              saleh mude <salehmude@...>
                              To: alauddin makassar <UIN-makassar@yahoogroups.com>
                              Cc: ccchuria huria <ccchuria@yahoogroups.com>
                              Sent: Wed, September 22, 2010 2:30:37 PM
                              Subject: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin

                               
                              Panitia PSBM XII dan Mudik ke Alauddin

                              Assalmua alaikum teman2,

                              Mohon maaf, karena beberapa kesibukan selama ramadhan dan sesudah idul fitri, maka jarang saya tengok dan merespons tulisan atau memposting tulisan yang bisa mengisi waktu luang kita, sekaligus menyegarkan tali silaturahim kita.

                              Kesempatan ini, saya ingin mengungkapkan rasa kesan bahagia saya ketika mudik ke Makassar kemarin, Rabu-Senin Malam, 15-20 September 2010.
                              Rabu, 15 Sept saya dan rombongan mendarat dan langsung bergabung Panitia Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XII dan Halal bi Halal di sebuah hotel, kawasan Jl. Jend Sudirman. Ada beberapa rangkaian kami, yang sudah regular digelar tiap tahun, sepekan sesudah Idul Fitri; tahun ini misalnya, antara lain Pertemuan Saudagar Bugis-Makasar (PSBM) XII dan halal bi halal dirangkaikan; dialog bisnis dan budaya; kajian kearifan lokal yang perlu dilestarikan dan dipahami oleh mahasiswa-generasi muda; ikhtiar mereduksi fenomena anarkisme mahasiswa; pameran karya unggulan mahasiswa (kemarin yang ikut dari Unhas, Alauddin tidak ikut karena surat tak sampai?); welcome dinner di rumah jabatan gubernur; festival makanan khas; golf gathering; dan parawell party bersama walikota di anjungan pantai losari.

                              Kamis pagi, 16 September, pukul 09.00 sampai sore hari, acara pembukaaan-seremonial dan dialog wacana: business in culture, kearifan lokal, ikhtiar mereduksi anarkisme makasiswa Makassar, PSBM berlansung sukses dan cukup ramai di Wisma Kalla, Jl. Dr Sam Ratulangi 8 Makassar. Setidaknya tiga karib kita (kawan lama saya) datang menjadi peserta peninjau yang saya kira suka berwacana persaudagaran, ada Wahyuddin Halim, Ali Ngampo, Kak Saleh Tajuddin.

                              Esoknya, Jumat Pagi, 17 September 2010, pukul 08.30 saya dijemput oleh Sdr Wahyuddin, diajak dan dipandu jalan-jalan mengunjungi kampus lama dan baru. Sungguh indah kesan selama hari ini. Saya ketika masuk kampus lama, mencoba menghadirkan kesan lama saya ketika mulai kuliah 1988-1992, di mana saya mulai kenalan banyak calon ustadz, kiyai, dan pemikir besar. Saya kenalan Wahyuddin di hari pertama di ruang kuliah formal hingga hari in, kami saling kontak dan berbagi suka dan suka. Saya juga mengenang bagitu banyak suka dan duka selama menimbah ilmu di Ushuluddin, jurusan akidah filsafat. Sdr Wahyuddin mencoba menunjukkan dan menjelaskan posisi-posisi gedung-gedung baru dan lama mulai di kampus lama lanjut di kampus baru. Di kampus lama, saya berhasil potret gedung pencakar langit, Islamic Center yang mencaplok areal bekas gedung serbaguna. Ini salah satu bantuan Bank Dunia kata Wahyuddin menjelaskan dengan bangga hehehehe….. kami berdua juga memutar ke
                              eks gedung rektorat yang kini beralih-fungsi sebagai gedung pascasarjana.

                              Menjelang jam 10 pagi, kami berdua memutar mobil barunya Sdr Wahyuddin yang masih berplat kode Jakarta, menuju kampus-gedung baru di Bilangan Samata. Sebuah wilayah yang belum pernah saya injak sebelumnya. Saya diantar mengelilingi kampus baru Samata yang lokasinya sangat asri, rindang nan membentang luas. Sebuah kampus yang sudah modern walau masih butuh perhatian pembangunan sarana pelengkap seperti tempat parkiran, kantin-food court, arena bermain mahasiswa, asrama mahasiswa-swi dan sarana penunjang akademik lainnya. Saya bangga dan senang memandang dan memotret gedung-gedung kampus baru di Samata. Selamat deh kepada inisiator dan pelobinya sehingga dana bantuan Islamic Development Banking (IDB) bisa mengucur lumayan banyak hehehe…. Semoga seluruh fasilitas itu menjadi arena mencetak ribuan sarjana Muslim yang berkarakter, seperti tema PSBM XII, membentuk Saudagar Berkarakter. Amin.

                              Kisah menarik ini berlanjut atas kebaikan Sdr Wahyuddin mengantar saya menjejaki seluruh lantai dan pintu-pintu Gedung Ushuluddin, yang berada pada garda paling depan, yang istilah Wahyuddin mengambil posisi sebagai tameng jika ada demo dan ulah pihak luar hehehe, tapi semoga tak ada lagi seperti kasus awal ramadhan yang konon diprovokasi oleh segelintir mahasiswa yang kini telah disepakati pihak Rektor, dipecat secara tidak terhormat. Sebuah tragedy yang tak perlu lagi berulang.

                              Saya juga dipertemukan pak Dekan Ushuluddin, Pak Mushawir yang bagitu ramah, guru saya pak Kadir Saile, Andi Darussalam, Ibu Nurlina dan guru matakuliah akhlakku ibu Aisyah yang selalu ramah dan murah senyum. Saya selami mereka semua, dan terpancar di raut muka dan aura mereka rasa kegembiraan bertemu-ria murid lamanya hehehe…..sayang sekali hari ini saya tak berjumpa kawan-kawan (adik-adik) dari pengurus Senat. Suasana kampus sepi, memang masih liburan, idul fitri. Menjelang kami pamitan, saya berpepasan pak Dekan Ushuluddin di tangga, kami singgah bercakap-cakap beberapa hal, termasuk isi posting dan komentar2 di milis kita ini. Beliau rupanya kadang-kadang membuka dan membaca isi postingan teman2 semua tapi belum sempat memberi komentar.

                              Kesan indah ini belum berakhir, berlanjut ke Gedung Rektorat baru. Sdr Wahyuddin mencoba menggandeng tangan saya sambil menjelaskan bagaimana indah dan empuknya kursi-kursi Para calon Pembantu Rektor yang kini masuk arena transisi hehehe…. yang sebentar lagi diisi oleh hasil suksesi per-rektorat-an bulan lalu yang dimenangkan oleh Prof. Dr. H. Qodari Gassing dan timnya. Saya lihat ada upaya Wahyu mempertemukan saya dengan Prof. Qodir Gassing tapi sayang hari itu beliau tidak di tempat. Tapi saya diterima Dr. Kamaruddin, Pembantu Rektor IV. Kami bercakap-cakap begitu akrab sekitar 10 menit, mulai wacana dampak pertemuan saudagar hingga isi komentar teman-teman di milis kita. Cuma sayang, mungkin kendala Pak Pembantu Rektor IV ini mirip Pak Dekan Ushuluddin, terkendala masalah waktu memberi respons dan komentar tema-tema di milis kita ini.
                              Kesan lainnya, saya berjumpa kawan lama, sekelas bersama Wahyuddin dulu, Sdr Syukri Mathar yang kini dipercaya sebagai staf bagian keuangan Alauddin. Senang juga dengar posisi baru kawan Syukri ini yang dulu selalu bangga dan penuh semangat kuliah karena bisa menenteng ke kelas buku-buku filsafat langkah yang belum dan susah kami miliki. Selamat untuk Sdr Syukri Mathar yang telah lama mengabdi dan begitu loyal pada kampus almamater kita hehehe…..sampai setengah bercanda, saya gelari Syukri ini suatu hari dipercaya sebagai menteri keuangan Alauddin. Amin.

                              Kawan baru saya hari itu sebelum kami pamitan ke rumah Wahyuddin adalah Pak Rapi, yang kini dipercaya mengelola Website UIN Alauddin. Kami baru kenalan hari ini juga tapi langsung akrab karena kami bincang tentang milis ini, dan juga masalah persiapan Temu Alumni yang pernah saya komentari dan tanyakan biaya administrasinya. Kata Pak Rapi, masih dalam proses sehingga sampai hari ini belum ditentukan item program dan biaya administrannya. Terima kasih Pak Rapi.

                              Menjelang waktu Jumatan, kami berdua meninggalkan Kampus Samata menuju rumah Wahyuddin yang bersebelahan Rumah Dinas Bupati Gowa. Kami salat jumat di Masjid Agung Tua Syekh Yusuf. Sebuah masjid yang besar dan ramai jemaahnya. Hari in, saya dan Wahyu di deretan kedua, kelihatan di deretan-shaf pertama, Bupati Gowa Ichsan YL, Bahar Ngitung, dan rombongannya. Kami tak sempat selamat beliau-beliau itu, hehehe…..

                              Seusai Jumatan, kami bertiga; saya, Wahyuddin, dan putra sulungnya, Ahmad Israqi 6 tahun (Kiki) meluncur mencari makanan khas, konro renyah-empuk di Jalan Gunung Latimojong (kalau tak salah). Kami makan di sana, lalu saya didrop di tempat saya menginap, dan kami berpisah.

                              Melalui milis ini, saya ingin berterima kasih kepada Sdr Wahyuddin yang telah berbaik hati kepada saya hehehe. Ini semua adalah hasil pertemanan kita selama ini, sejak tahun 1988 hingga hari ini. Sungguh indah pertemuan kita kemarin, insya Allah selalu menjadi kenangan yang tak mudah terlupakan. Terlalu banyak kenangan indah saya bersama Sdr Wahyuddin yang kini asyik mempersiapkan diri lanjut sekolah di Australia. Saya dan keluarga doakan semoga segera berangkat dan cepat selesai kuliah program doktoralnya di sana, menjadi intelektual.

                              Satu hal yang mengusik kehadiran saya di Makassar kemarin adalah Prof. Hamdan, jebolan Australia juga yang marah complain karena saya tak masukkan utusan pembicara anak muda jebolan Alauddin di rangkaian dialog PSBM XII. Saya bela diri, itu kesalahan Sdr Wahyuddin karena saya minta nama-nama calon pembicara yang paham budaya kearifan local dan etika bisnis tapi Sdr Wahyuddin hanya merekomendasi Sdr Adlin Sila. Adlin sudah oke dan Panitia sudah kirim surat tapi batal karena Sdr Adlin haris ke Australia sebelum acara PSBM XII digelar. Pembicara alumni Alauddin, Prof. Nasaruddin sebenarnya sudah mewakili Alauddin, namun Sdr Hamdan masih ngotot harus anak muda. Saya janji semoga tahun depan saya masih dalam posisi menentukan dalam kepanitiaan PSBM XIII, amin.

                              Mohon maaf dan semoga teman2 semilis berkenan saya posting kesan ini. Berharap jika teman2 lainnya berkunjung or kembali ke kampus kita, bisa berbagi cerita pula di milis ini. Terima kasih. To pada salama wali-wali….
                              Kebon Sirih, Rabu, 22 September 2010






                            • Syamsul Rijal
                              Selamat Bung Wahyu !!!!!!, akhirnya tembus juga. ALA lagi, salah satu award oz yg sangat prestisius. Kesungguhan & keuletanta
                              Message 14 of 25 , Sep 23, 2010
                                Selamat Bung Wahyu !!!!!!, akhirnya tembus juga. ALA lagi, salah satu award oz yg sangat prestisius. Kesungguhan & keuletanta' mengejar impian membuahkan hasil. Semoga semua urusan studi lancar, amin.

                                On Thu Sep 23rd, 2010 9:58 PM ICT abakti@... wrote:

                                >Selamat ya akhirnya org cerdas uiin mks ini mendapat ksmpatan emas. Insya Allah dia akan mengegerkan Sulsel atau beyond setelah setelah Dr. Salamaki ki ndi sikki biritta mallongi-longi.
                                >Powered by Telkomsel BlackBerry®
                                >
                                >-----Original Message-----
                                >From: "W.Halim" <ruzbihan@...>
                                >Sender: UIN-makassar@yahoogroups.com
                                >Date: Thu, 23 Sep 2010 01:11:36
                                >To: <UIN-makassar@yahoogroups.com>
                                >Reply-To: UIN-makassar@yahoogroups.com
                                >Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin (utk Adlin)
                                >
                                >Daeng Adlin dan kawan2 yg superb,
                                >
                                >Assalamu 'alaykum ww.
                                >
                                >Sekedar menjawab pertanyaan di akhir email di bawah, insya' Allah saya akan
                                >segera menyusul kita dan bung Faried ke ANU awal tahun depan. Saya sudah dapat
                                >an unconditional letter of offer (LO) dari ANU (CAP) sejak akhir Juni tahun ini
                                >utk PhD research program yang akan bermula awal Januari 2011.
                                >
                                >Alhamdulillah, sebagai tanda lega dan syukur, saya sekalian ingin berbagi kabar
                                >baik juga. Tadi siang saya mendapat telepon dan email dari kordinatior ALA
                                >Jakarta tentang diterimanya saya sebagai salah satu dari 26 penerima Australian
                                >Leadership Awards Scholarship (ALAS) tahun ini, yang akan efektif mulai awal
                                >tahun depan. Karena dapat ALAS pada saat berbarengan, maka saya harus segera
                                >merenegosiasi posisi saya sebagai penerima beasiswa Pemprov juga, walau pihak
                                >pengelola sesungguhnya sudah mengetahui karena saya terus mengupdate mereka
                                >tentang aplikasi2 saya pada beasiswa lain yang malah dianjurkan untuk menutupi
                                >defisit jumlah beasiswa dari pemprov.
                                >
                                >Mudah-mudahan, bung Adlin dkk bisa juga nanti membantu saya agar bisa cepat
                                >settled saat tiba pertama kali di benua yang baru buat saya itu..hehe.. Semoga
                                >karena ada teman2 satu pulau yang superb seperti Adlin dan Faried, rihlah
                                >fil-'ilmi di Canberra akan terasa lebih ringan dan nyaman. Soalnya, konon,
                                >Canberra lumayan tidak kondusif buat mereka yang mau jadi saudagar, tapi paling
                                >bagus buat yang mau menjalani hidup asketik sebagai peneliti atau saudagar
                                >ilmu..hehe..
                                >
                                >
                                >Mohon doa kawan2 juga supaya urusan kami dimudahkan oleh Allah swt, Amin.
                                >
                                >Salam dari Tinggimae
                                >
                                >Wahyu
                                >
                                >
                                >
                                >From: Adlin Sila <silaadlin2000@...>
                                >To: UIN-makassar@yahoogroups.com
                                >Sent: Wed, September 22, 2010 4:04:39 PM
                                >Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin
                                >
                                >
                                >Bung Saleh yang baik,
                                >
                                >Menarik cerita perjalananta di Makassar, bisa jadi Cerpen tuh hehehe.
                                >Menyesal sekali tidak bisa hadir di acara Pertemuan Saudagar Bugis Makassar
                                >tersebut.
                                >Tapi saya sangat berterima kasih atas kepercayaanta, saya sangat tersanjung,
                                >juga kepada bung Wahyu yang telah memberikan rekomendasinya. Saya hanya berharap
                                >semoga pertemuan para saudagar kemarin itu menghasilkan sesuatu yang produktif
                                >bagi kemajuan Makassar kedepan.
                                >Saya sudah seminggu lebih di Canberra dan sudah banyak cerita yang bisa saya
                                >share di lain waktu dengan teman2 milist. Yang jelas, selama saya di Canberra
                                >saya banyak dibantu oleh teman2 terutama bung Faried, yang sama2 saudagar ILMU
                                >di daerah rantau, terutama untuk secepatnya settled dengan segala urusan
                                >administrasi di kampus.
                                >Mudah2an kalau bung Wahyu sudah datang (sy tdk tahu apakah ke ANU atau ke
                                >Melbourne Uni?), akan semakin banyak saudagar ILMU dari Makassar di Australia
                                >hehehe.
                                >Salam damai dan doanya kawan.
                                >
                                >Muhammad Adlin Sila
                                >
                                >Departement of Anthropology
                                >ANU College of Asia and the Pacific
                                >Australian National University
                                >Room 7329, Coombs Building (#9)
                                >Canberra - Australia
                                >Ph: +61261253207 (extension 52163)
                                >Mobile:+61420424912
                                >Email: adlin.sila@...
                                >
                                >Home: Burnie st, Lyons, Woden
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >
                              • Faried F. Saenong
                                Selamat Pak Wahyudin... kita tunggu di Canberra... di sini mau jadi Saudagar dua2nya juga bisa... :) Salam, Faried F. Saenong Endeavour Int. PhD Fellow
                                Message 15 of 25 , Sep 23, 2010
                                  Selamat Pak Wahyudin... kita tunggu di Canberra... di sini mau jadi Saudagar dua2nya juga bisa... :)

                                  Salam,

                                  Faried F. Saenong
                                  Endeavour Int. PhD Fellow
                                  Research School of Pacific and Asian Studies (RSPAS)
                                  Australian National University (ANU) - Canberra


                                  --- On Thu, 23/9/10, saleh mude <salehmude@...> wrote:

                                  From: saleh mude <salehmude@...>
                                  Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin
                                  To: UIN-makassar@yahoogroups.com
                                  Received: Thursday, 23 September, 2010, 7:34 PM

                                   


                                  Saudara Arskal dan kawan-kawan semuanya...

                                  Terima kasih komentar2 condonya semuanya hehehe....senang rasanya kita kembali silaturahmi di milis ini.

                                  Saya aminkan doa dan harapan pak arskal yang juga ingin tour ke kampus Alauddin. saya kira arskal justru lebih beruntung karena datang pada saat awal kuliah, kampus sudah ramai, saya kemarin masih sepi karena liburan.

                                  Selamat bertravel di Samata, tolong jangan lupa kamera dan handycam hehehe....

                                  Pak Andi Faisal, terima kasih juga telah mengisi acara ramadhan kami kemarin di rumah pak hamzah tadja, jaksa agung muda bid pidana umum (jampidum). beliau kebetulan orang penrang.

                                  Terima kasih semuanya. salamaki.

                                  sm




                                  --- Pada Kam, 23/9/10, arskal@... <arskal@...> menulis:

                                  Dari: arskal@... <arskal@...>
                                  Judul: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin
                                  Kepada: UIN-makassar@yahoogroups.com
                                  Tanggal: Kamis, 23 September, 2010, 7:07 AM

                                   

                                  Bung Saleh, terimakasih untuk berbagi cerita di milis ini tentang mudik ke Alauddin.
                                  Minggu depan, saya pun insya Allah akan berada di Makasar selama 2 hari selain untuk silaturrahmi dengan orang tua juga bermaksud mengunjungi UIN Alauddin mempromosikan dan mencari calon2 mahasiswa program MA yang mau belajar ke London.
                                  Sepert Bung Saleh, saya pun minta bantuan Wahyu untuk menemani dan menjembatani maksud saya itu. Mudah2an pula saya dapat mendapatkan kesan yang kurang lebih serupa dengan pengalaman bung Saleh mudik ke Alauddin.
                                  Salam

                                  Arskal




                                  From: saleh mude <salehmude@...>
                                  To: UIN-makassar@yahoogroups.com
                                  Sent: Thu, 23 September, 2010 4:53:34
                                  Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin

                                   



                                  Bung Adlin Sila, Adik Muhaemin, dkk

                                  Terima kasih responsnya. Untuk adik muhaemin, MECCA (modern English course of Makassar) memang telah almarhum karena adik mukhtar alshodiq, basri dkk yang kebetulan sebagai khalifah pertama tak bisa lama-lama di Makassar harus ikut hijrah ke Jakarta. Kemarin Sabtu, 18 September saya menyempatkan ke Mamoa Raya juga menemui mantan bapak-ibu kost saya, pemilik Bisa Jaya, Ibu Hasbiyah dan suaminya Bapak Salamon Pasda, Dekan Fak Ekonomi Univ Negeri Makassar. Mereka juga pada kaget karena saya muncul dengan taksi pakai celana sebatas lutut, pendek ala turis hehehe….. sebelum magrig, saya coba tembus lorong2 Mamoa walau saya harus singgah bertanya, karena saya ingin potong kompas ke jalan Pabbetengeng menemui mantan tetangga dan kakak sepupu saya, Pak Lanta, doesn senirupa Univ Negeri Makassar juga. Saya merasa berutung budi ke beliau yang banyak membantu perjalanan hidup saya selama berdomisili di Makassar, sekitar 12 tahun.  Sekalig lagi saya suka mengenang kenangan hidup selama di Jl. Landak Baru, kemudian hijrah ke Jl. Pabbetengeng, lalu mandiri di Mamoa Raya.

                                  Untuk Sdr Adlin Sila, selamat menempuh dunia baru di tanah rantau. Saya termasuk Panitia kemarian yang sudah mengusulkan dan bahkan mucnul di dialog business in culture kemarin di Wisma Kalla, istilah “Saudagar Ilmu”. Usul ini disuarakan oleh utusan KKSS dari Sulawesi Utara, Manado yang kebetulan berprofesi sebagai dosen. Saya kira teman2 bisa mengelaborasi dan meredefinisi istilah “saudagar” yang oleh Pak JK diterjemahkan seribu akal atau orang banyak akal. Orang yang kaya akal kan tentu justru teman2 semilis yang memang lebih asyim mansyuk di dunia perdosenan hehehe……walau pun ada juga tudingan stereotip jelek terhadap makhluk yang bergelar saudagar, dan diperkuat lagu grup Project Pop Tika Panggabeaqn dkk, yang merilis lagu kocak, Bukan Super-Star, …..aku bukan saudagar kaya….yang mengakibatkan orang apriori menduing saudagar itu sinonim orang kaya raya yang suka kawin-mawin. Sehingga Pak Aksa Mahmud kektika buka bersama di rumah dinasnya tahun lalu, mengaku bukan saudagar karena syarat seorang suadagar adalah minimal dua istri hahahaha….


                                  Oleh, tentu saya berterima kasih jika teman2 semilis sempat mebuka-buka milis kita ini, sambil isi-isi komentar dan informasi yang insya Allah berguna bagi kita semua, minimal merekatkan tali silaturahim kita semua. Tabe.

                                   sm

                                   










                                  --- Pada Rab, 22/9/10, Adlin Sila <silaadlin2000@...> menulis:

                                  Dari: Adlin Sila <silaadlin2000@...>
                                  Judul: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin
                                  Kepada: UIN-makassar@yahoogroups.com
                                  Tanggal: Rabu, 22 September, 2010, 5:04 AM

                                   

                                  Bung Saleh yang baik,
                                   
                                  Menarik cerita perjalananta di Makassar, bisa jadi Cerpen tuh hehehe.
                                  Menyesal sekali tidak bisa hadir di acara Pertemuan Saudagar Bugis Makassar tersebut.
                                  Tapi saya sangat berterima kasih atas kepercayaanta, saya sangat tersanjung, juga kepada bung Wahyu yang telah memberikan rekomendasinya. Saya hanya berharap semoga pertemuan para saudagar kemarin itu menghasilkan sesuatu yang produktif bagi kemajuan Makassar kedepan.
                                  Saya sudah seminggu lebih di Canberra dan sudah banyak cerita yang bisa saya share di lain waktu dengan teman2 milist. Yang jelas, selama saya di Canberra saya banyak dibantu oleh teman2 terutama bung Faried, yang sama2 saudagar ILMU di daerah rantau, terutama untuk secepatnya settled dengan segala urusan administrasi di kampus.
                                  Mudah2an kalau bung Wahyu sudah datang (sy tdk tahu apakah ke ANU atau ke Melbourne Uni?), akan semakin banyak saudagar ILMU dari Makassar di Australia hehehe.
                                  Salam damai dan doanya kawan.
                                   
                                  Muhammad Adlin Sila
                                   
                                  Departement of Anthropology
                                  ANU College of Asia and the Pacific
                                  Australian National University
                                  Room
                                  7329, Coombs Building (#9)
                                  Canberra - Australia
                                  Ph
                                  : +61261253207 (extension 52163)
                                  Mobile:+61420424912
                                   
                                  Home: Burnie st, Lyons, Woden
                                   



                                  --- On Wed, 9/22/10, Muha Adel <muhaadel@...> wrote:

                                  From: Muha Adel <muhaadel@...>
                                  Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin
                                  To: UIN-makassar@yahoogroups.com
                                  Date: Wednesday, September 22, 2010, 1:44 AM

                                   
                                  menarik sekali reportasenya kanda saleh, saya betul-betul menikmatinya, mungkin ada kita lupa kunjungi tempat kursus bahasa inggris dimana kak saleh sebagai pembinanya namanya MECCA (entah kenapa namanya kearaban skali, he he he) yang bermarkas di mamoa dan sekarang sudah berubah menjadi depot air minum. he he he, anyway. thanks atas postingannya.

                                  salam

                                  muhaemin



                                  From:
                                  saleh mude <salehmude@...>
                                  To: alauddin makassar <UIN-makassar@yahoogroups.com>
                                  Cc: ccchuria huria <ccchuria@yahoogroups.com>
                                  Sent: Wed, September 22, 2010 2:30:37 PM
                                  Subject: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin

                                   
                                  Panitia PSBM XII dan Mudik ke Alauddin

                                  Assalmua alaikum teman2,

                                  Mohon maaf, karena beberapa kesibukan selama ramadhan dan sesudah idul fitri, maka jarang saya tengok dan merespons tulisan atau memposting tulisan yang bisa mengisi waktu luang kita, sekaligus menyegarkan tali silaturahim kita.

                                  Kesempatan ini, saya ingin mengungkapkan rasa kesan bahagia saya ketika mudik ke Makassar kemarin, Rabu-Senin Malam, 15-20 September 2010.
                                  Rabu, 15 Sept saya dan rombongan mendarat dan langsung bergabung Panitia Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XII dan Halal bi Halal di sebuah hotel, kawasan Jl. Jend Sudirman. Ada beberapa rangkaian kami, yang sudah regular digelar tiap tahun, sepekan sesudah Idul Fitri; tahun ini misalnya, antara lain Pertemuan Saudagar Bugis-Makasar (PSBM) XII dan halal bi halal dirangkaikan; dialog bisnis dan budaya; kajian kearifan lokal yang perlu dilestarikan dan dipahami oleh mahasiswa-generasi muda; ikhtiar mereduksi fenomena anarkisme mahasiswa; pameran karya unggulan mahasiswa (kemarin yang ikut dari Unhas, Alauddin tidak ikut karena surat tak sampai?); welcome dinner di rumah jabatan gubernur; festival makanan khas; golf gathering; dan parawell party bersama walikota di anjungan pantai losari.

                                  Kamis pagi, 16 September, pukul 09.00 sampai sore hari, acara pembukaaan-seremonial dan dialog wacana: business in culture, kearifan lokal, ikhtiar mereduksi anarkisme makasiswa Makassar, PSBM berlansung sukses dan cukup ramai di Wisma Kalla, Jl. Dr Sam Ratulangi 8 Makassar. Setidaknya tiga karib kita (kawan lama saya) datang menjadi peserta peninjau yang saya kira suka berwacana persaudagaran, ada Wahyuddin Halim, Ali Ngampo, Kak Saleh Tajuddin.

                                  Esoknya, Jumat Pagi, 17 September 2010, pukul 08.30 saya dijemput oleh Sdr Wahyuddin, diajak dan dipandu jalan-jalan mengunjungi kampus lama dan baru. Sungguh indah kesan selama hari ini. Saya ketika masuk kampus lama, mencoba menghadirkan kesan lama saya ketika mulai kuliah 1988-1992, di mana saya mulai kenalan banyak calon ustadz, kiyai, dan pemikir besar. Saya kenalan Wahyuddin di hari pertama di ruang kuliah formal hingga hari in, kami saling kontak dan berbagi suka dan suka. Saya juga mengenang bagitu banyak suka dan duka selama menimbah ilmu di Ushuluddin, jurusan akidah filsafat. Sdr Wahyuddin mencoba menunjukkan dan menjelaskan posisi-posisi gedung-gedung baru dan lama mulai di kampus lama lanjut di kampus baru. Di kampus lama, saya berhasil potret gedung pencakar langit, Islamic Center yang mencaplok areal bekas gedung serbaguna. Ini salah satu bantuan Bank Dunia kata Wahyuddin menjelaskan dengan bangga hehehehe….. kami berdua juga memutar ke
                                  eks gedung rektorat yang kini beralih-fungsi sebagai gedung pascasarjana.

                                  Menjelang jam 10 pagi, kami berdua memutar mobil barunya Sdr Wahyuddin yang masih berplat kode Jakarta, menuju kampus-gedung baru di Bilangan Samata. Sebuah wilayah yang belum pernah saya injak sebelumnya. Saya diantar mengelilingi kampus baru Samata yang lokasinya sangat asri, rindang nan membentang luas. Sebuah kampus yang sudah modern walau masih butuh perhatian pembangunan sarana pelengkap seperti tempat parkiran, kantin-food court, arena bermain mahasiswa, asrama mahasiswa-swi dan sarana penunjang akademik lainnya. Saya bangga dan senang memandang dan memotret gedung-gedung kampus baru di Samata. Selamat deh kepada inisiator dan pelobinya sehingga dana bantuan Islamic Development Banking (IDB) bisa mengucur lumayan banyak hehehe…. Semoga seluruh fasilitas itu menjadi arena mencetak ribuan sarjana Muslim yang berkarakter, seperti tema PSBM XII, membentuk Saudagar Berkarakter. Amin.

                                  Kisah menarik ini berlanjut atas kebaikan Sdr Wahyuddin mengantar saya menjejaki seluruh lantai dan pintu-pintu Gedung Ushuluddin, yang berada pada garda paling depan, yang istilah Wahyuddin mengambil posisi sebagai tameng jika ada demo dan ulah pihak luar hehehe, tapi semoga tak ada lagi seperti kasus awal ramadhan yang konon diprovokasi oleh segelintir mahasiswa yang kini telah disepakati pihak Rektor, dipecat secara tidak terhormat. Sebuah tragedy yang tak perlu lagi berulang.

                                  Saya juga dipertemukan pak Dekan Ushuluddin, Pak Mushawir yang bagitu ramah, guru saya pak Kadir Saile, Andi Darussalam, Ibu Nurlina dan guru matakuliah akhlakku ibu Aisyah yang selalu ramah dan murah senyum. Saya selami mereka semua, dan terpancar di raut muka dan aura mereka rasa kegembiraan bertemu-ria murid lamanya hehehe…..sayang sekali hari ini saya tak berjumpa kawan-kawan (adik-adik) dari pengurus Senat. Suasana kampus sepi, memang masih liburan, idul fitri. Menjelang kami pamitan, saya berpepasan pak Dekan Ushuluddin di tangga, kami singgah bercakap-cakap beberapa hal, termasuk isi posting dan komentar2 di milis kita ini. Beliau rupanya kadang-kadang membuka dan membaca isi postingan teman2 semua tapi belum sempat memberi komentar.

                                  Kesan indah ini belum berakhir, berlanjut ke Gedung Rektorat baru. Sdr Wahyuddin mencoba menggandeng tangan saya sambil menjelaskan bagaimana indah dan empuknya kursi-kursi Para calon Pembantu Rektor yang kini masuk arena transisi hehehe…. yang sebentar lagi diisi oleh hasil suksesi per-rektorat-an bulan lalu yang dimenangkan oleh Prof. Dr. H. Qodari Gassing dan timnya. Saya lihat ada upaya Wahyu mempertemukan saya dengan Prof. Qodir Gassing tapi sayang hari itu beliau tidak di tempat. Tapi saya diterima Dr. Kamaruddin, Pembantu Rektor IV. Kami bercakap-cakap begitu akrab sekitar 10 menit, mulai wacana dampak pertemuan saudagar hingga isi komentar teman-teman di milis kita. Cuma sayang, mungkin kendala Pak Pembantu Rektor IV ini mirip Pak Dekan Ushuluddin, terkendala masalah waktu memberi respons dan komentar tema-tema di milis kita ini.
                                  Kesan lainnya, saya berjumpa kawan lama, sekelas bersama Wahyuddin dulu, Sdr Syukri Mathar yang kini dipercaya sebagai staf bagian keuangan Alauddin. Senang juga dengar posisi baru kawan Syukri ini yang dulu selalu bangga dan penuh semangat kuliah karena bisa menenteng ke kelas buku-buku filsafat langkah yang belum dan susah kami miliki. Selamat untuk Sdr Syukri Mathar yang telah lama mengabdi dan begitu loyal pada kampus almamater kita hehehe…..sampai setengah bercanda, saya gelari Syukri ini suatu hari dipercaya sebagai menteri keuangan Alauddin. Amin.

                                  Kawan baru saya hari itu sebelum kami pamitan ke rumah Wahyuddin adalah Pak Rapi, yang kini dipercaya mengelola Website UIN Alauddin. Kami baru kenalan hari ini juga tapi langsung akrab karena kami bincang tentang milis ini, dan juga masalah persiapan Temu Alumni yang pernah saya komentari dan tanyakan biaya administrasinya. Kata Pak Rapi, masih dalam proses sehingga sampai hari ini belum ditentukan item program dan biaya administrannya. Terima kasih Pak Rapi.

                                  Menjelang waktu Jumatan, kami berdua meninggalkan Kampus Samata menuju rumah Wahyuddin yang bersebelahan Rumah Dinas Bupati Gowa. Kami salat jumat di Masjid Agung Tua Syekh Yusuf. Sebuah masjid yang besar dan ramai jemaahnya. Hari in, saya dan Wahyu di deretan kedua, kelihatan di deretan-shaf pertama, Bupati Gowa Ichsan YL, Bahar Ngitung, dan rombongannya. Kami tak sempat selamat beliau-beliau itu, hehehe…..

                                  Seusai Jumatan, kami bertiga; saya, Wahyuddin, dan putra sulungnya, Ahmad Israqi 6 tahun (Kiki) meluncur mencari makanan khas, konro renyah-empuk di Jalan Gunung Latimojong (kalau tak salah). Kami makan di sana, lalu saya didrop di tempat saya menginap, dan kami berpisah.

                                  Melalui milis ini, saya ingin berterima kasih kepada Sdr Wahyuddin yang telah berbaik hati kepada saya hehehe. Ini semua adalah hasil pertemanan kita selama ini, sejak tahun 1988 hingga hari ini. Sungguh indah pertemuan kita kemarin, insya Allah selalu menjadi kenangan yang tak mudah terlupakan. Terlalu banyak kenangan indah saya bersama Sdr Wahyuddin yang kini asyik mempersiapkan diri lanjut sekolah di Australia. Saya dan keluarga doakan semoga segera berangkat dan cepat selesai kuliah program doktoralnya di sana, menjadi intelektual.

                                  Satu hal yang mengusik kehadiran saya di Makassar kemarin adalah Prof. Hamdan, jebolan Australia juga yang marah complain karena saya tak masukkan utusan pembicara anak muda jebolan Alauddin di rangkaian dialog PSBM XII. Saya bela diri, itu kesalahan Sdr Wahyuddin karena saya minta nama-nama calon pembicara yang paham budaya kearifan local dan etika bisnis tapi Sdr Wahyuddin hanya merekomendasi Sdr Adlin Sila. Adlin sudah oke dan Panitia sudah kirim surat tapi batal karena Sdr Adlin haris ke Australia sebelum acara PSBM XII digelar. Pembicara alumni Alauddin, Prof. Nasaruddin sebenarnya sudah mewakili Alauddin, namun Sdr Hamdan masih ngotot harus anak muda. Saya janji semoga tahun depan saya masih dalam posisi menentukan dalam kepanitiaan PSBM XIII, amin.

                                  Mohon maaf dan semoga teman2 semilis berkenan saya posting kesan ini. Berharap jika teman2 lainnya berkunjung or kembali ke kampus kita, bisa berbagi cerita pula di milis ini. Terima kasih. To pada salama wali-wali….
                                  Kebon Sirih, Rabu, 22 September 2010







                                   
                                • Syamsul Ma'arif
                                  Saya juga ikut mengucapkan selamat kepada pak Wahyu sebagai salah satu penerima ALA tahun ini. saya juga dengar dari teman2 kalo ALA ini istimewa dalam banyak
                                  Message 16 of 25 , Sep 24, 2010
                                    Saya juga ikut mengucapkan selamat kepada pak Wahyu sebagai salah satu penerima ALA tahun ini. saya juga dengar dari teman2 kalo ALA ini istimewa dalam banyak hal. sekali lagi selamat, Pak. Sukses selalu...

                                    best,
                                    an
                                     
                                    "knowledge is communicable, wisdom is not." SIDHARTHA
                                    "Live simply, you save others." GANDHI
                                     



                                    From: Syamsul Rijal <syamijal@...>
                                    To: uin-makassar@yahoogroups.com
                                    Sent: Fri, September 24, 2010 10:24:27 AM
                                    Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin (utk Adlin)

                                     

                                    Selamat Bung Wahyu !!!!!!, akhirnya tembus juga. ALA lagi, salah satu award oz yg sangat prestisius. Kesungguhan & keuletanta' mengejar impian membuahkan hasil. Semoga semua urusan studi lancar, amin.

                                    On Thu Sep 23rd, 2010 9:58 PM ICT abakti@... wrote:

                                    >Selamat ya akhirnya org cerdas uiin mks ini mendapat ksmpatan emas. Insya Allah dia akan mengegerkan Sulsel atau beyond setelah setelah Dr. Salamaki ki ndi sikki biritta mallongi-longi.
                                    >Powered by Telkomsel BlackBerry®
                                    >
                                    >-----Original Message-----
                                    >From: "W.Halim" <ruzbihan@...>
                                    >Sender: UIN-makassar@yahoogroups.com
                                    >Date: Thu, 23 Sep 2010 01:11:36
                                    >To: <UIN-makassar@yahoogroups.com>
                                    >Reply-To: UIN-makassar@yahoogroups.com
                                    >Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin (utk Adlin)
                                    >
                                    >Daeng Adlin dan kawan2 yg superb,
                                    >
                                    >Assalamu 'alaykum ww.
                                    >
                                    >Sekedar menjawab pertanyaan di akhir email di bawah, insya' Allah saya akan
                                    >segera menyusul kita dan bung Faried ke ANU awal tahun depan. Saya sudah dapat
                                    >an unconditional letter of offer (LO) dari ANU (CAP) sejak akhir Juni tahun ini
                                    >utk PhD research program yang akan bermula awal Januari 2011.
                                    >
                                    >Alhamdulillah, sebagai tanda lega dan syukur, saya sekalian ingin berbagi kabar
                                    >baik juga. Tadi siang saya mendapat telepon dan email dari kordinatior ALA
                                    >Jakarta tentang diterimanya saya sebagai salah satu dari 26 penerima Australian
                                    >Leadership Awards Scholarship (ALAS) tahun ini, yang akan efektif mulai awal
                                    >tahun depan. Karena dapat ALAS pada saat berbarengan, maka saya harus segera
                                    >merenegosiasi posisi saya sebagai penerima beasiswa Pemprov juga, walau pihak
                                    >pengelola sesungguhnya sudah mengetahui karena saya terus mengupdate mereka
                                    >tentang aplikasi2 saya pada beasiswa lain yang malah dianjurkan untuk menutupi
                                    >defisit jumlah beasiswa dari pemprov.
                                    >
                                    >Mudah-mudahan, bung Adlin dkk bisa juga nanti membantu saya agar bisa cepat
                                    >settled saat tiba pertama kali di benua yang baru buat saya itu..hehe.. Semoga
                                    >karena ada teman2 satu pulau yang superb seperti Adlin dan Faried, rihlah
                                    >fil-'ilmi di Canberra akan terasa lebih ringan dan nyaman. Soalnya, konon,
                                    >Canberra lumayan tidak kondusif buat mereka yang mau jadi saudagar, tapi paling
                                    >bagus buat yang mau menjalani hidup asketik sebagai peneliti atau saudagar
                                    >ilmu..hehe..
                                    >
                                    >
                                    >Mohon doa kawan2 juga supaya urusan kami dimudahkan oleh Allah swt, Amin.
                                    >
                                    >Salam dari Tinggimae
                                    >
                                    >Wahyu
                                    >
                                    >
                                    >
                                    >From: Adlin Sila <silaadlin2000@...>
                                    >To: UIN-makassar@yahoogroups.com
                                    >Sent: Wed, September 22, 2010 4:04:39 PM
                                    >Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin
                                    >
                                    >
                                    >Bung Saleh yang baik,
                                    >
                                    >Menarik cerita perjalananta di Makassar, bisa jadi Cerpen tuh hehehe.
                                    >Menyesal sekali tidak bisa hadir di acara Pertemuan Saudagar Bugis Makassar
                                    >tersebut.
                                    >Tapi saya sangat berterima kasih atas kepercayaanta, saya sangat tersanjung,
                                    >juga kepada bung Wahyu yang telah memberikan rekomendasinya. Saya hanya berharap
                                    >semoga pertemuan para saudagar kemarin itu menghasilkan sesuatu yang produktif
                                    >bagi kemajuan Makassar kedepan.
                                    >Saya sudah seminggu lebih di Canberra dan sudah banyak cerita yang bisa saya
                                    >share di lain waktu dengan teman2 milist. Yang jelas, selama saya di Canberra
                                    >saya banyak dibantu oleh teman2 terutama bung Faried, yang sama2 saudagar ILMU
                                    >di daerah rantau, terutama untuk secepatnya settled dengan segala urusan
                                    >administrasi di kampus.
                                    >Mudah2an kalau bung Wahyu sudah datang (sy tdk tahu apakah ke ANU atau ke
                                    >Melbourne Uni?), akan semakin banyak saudagar ILMU dari Makassar di Australia
                                    >hehehe.
                                    >Salam damai dan doanya kawan.
                                    >
                                    >Muhammad Adlin Sila
                                    >
                                    >Departement of Anthropology
                                    >ANU College of Asia and the Pacific
                                    >Australian National University
                                    >Room 7329, Coombs Building (#9)
                                    >Canberra - Australia
                                    >Ph: +61261253207 (extension 52163)
                                    >Mobile:+61420424912
                                    >Email: adlin.sila@...
                                    >
                                    >Home: Burnie st, Lyons, Woden
                                    >
                                    >
                                    >
                                    >
                                    >
                                    >
                                    >


                                  • W.Halim
                                    Kak Andi Faisal, Arskal, Adlin, Faried, Rijal, Muhaimin, Anchu, dkk.. Terima kasih banyak atas ucapan selamat, komplimentari dan harapan2 ta atas rencana
                                    Message 17 of 25 , Sep 24, 2010
                                      Kak Andi Faisal, Arskal, Adlin, Faried, Rijal, Muhaimin, Anchu, dkk..

                                      Terima kasih banyak atas ucapan selamat, komplimentari dan harapan2 ta atas rencana akademik saya. Dukungan moral dan harapan tulus kawan2 tentu saja akan menjadi pelecut bagi saya agar bisa mengikuti jejak akademik kawan2 yang telah memberi kontribusi penting bagi dunia akademik dlm berbagai level.

                                      Namun, rasanya terlalu berat menanggung beban yang tersirat dari dua kata kunci dalam email kak Andi Faisal sebelum ini: "org cerdas" dan "akan menggegerkan"..hehe. Seperti biasa, motivasi dari kak Andi untuk para juniornya selalu bisa "membakar" semangat moral-intelektual. Semoga saja tdk mengecewakanki kak.

                                      Salam hangat,
                                      WH
                                       


                                      From: Syamsul Ma'arif <anchu75@...>
                                      To: UIN-makassar@yahoogroups.com
                                      Sent: Fri, September 24, 2010 7:08:12 PM
                                      Subject: [UIN-makassar] selamat buat Pak Wahyu

                                       

                                      Saya juga ikut mengucapkan selamat kepada pak Wahyu sebagai salah satu penerima ALA tahun ini. saya juga dengar dari teman2 kalo ALA ini istimewa dalam banyak hal. sekali lagi selamat, Pak. Sukses selalu...

                                      best,
                                      an
                                       
                                      "knowledge is communicable, wisdom is not." SIDHARTHA
                                      "Live simply, you save others." GANDHI
                                       



                                      From: Syamsul Rijal <syamijal@...>
                                      To: uin-makassar@yahoogroups.com
                                      Sent: Fri, September 24, 2010 10:24:27 AM
                                      Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin (utk Adlin)

                                       

                                      Selamat Bung Wahyu !!!!!!, akhirnya tembus juga. ALA lagi, salah satu award oz yg sangat prestisius. Kesungguhan & keuletanta' mengejar impian membuahkan hasil. Semoga semua urusan studi lancar, amin.

                                      On Thu Sep 23rd, 2010 9:58 PM ICT abakti@... wrote:

                                      >Selamat ya akhirnya org cerdas uiin mks ini mendapat ksmpatan emas. Insya Allah dia akan mengegerkan Sulsel atau beyond setelah setelah Dr. Salamaki ki ndi sikki biritta mallongi-longi.
                                      >Powered by Telkomsel BlackBerry®
                                      >
                                      >-----Original Message-----
                                      >From: "W.Halim" <ruzbihan@...>
                                      >Sender: UIN-makassar@yahoogroups.com
                                      >Date: Thu, 23 Sep 2010 01:11:36
                                      >To: <UIN-makassar@yahoogroups.com>
                                      >Reply-To: UIN-makassar@yahoogroups.com
                                      >Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin (utk Adlin)
                                      >
                                      >Daeng Adlin dan kawan2 yg superb,
                                      >
                                      >Assalamu 'alaykum ww.
                                      >
                                      >Sekedar menjawab pertanyaan di akhir email di bawah, insya' Allah saya akan
                                      >segera menyusul kita dan bung Faried ke ANU awal tahun depan. Saya sudah dapat
                                      >an unconditional letter of offer (LO) dari ANU (CAP) sejak akhir Juni tahun ini
                                      >utk PhD research program yang akan bermula awal Januari 2011.
                                      >
                                      >Alhamdulillah, sebagai tanda lega dan syukur, saya sekalian ingin berbagi kabar
                                      >baik juga. Tadi siang saya mendapat telepon dan email dari kordinatior ALA
                                      >Jakarta tentang diterimanya saya sebagai salah satu dari 26 penerima Australian
                                      >Leadership Awards Scholarship (ALAS) tahun ini, yang akan efektif mulai awal
                                      >tahun depan. Karena dapat ALAS pada saat berbarengan, maka saya harus segera
                                      >merenegosiasi posisi saya sebagai penerima beasiswa Pemprov juga, walau pihak
                                      >pengelola sesungguhnya sudah mengetahui karena saya terus mengupdate mereka
                                      >tentang aplikasi2 saya pada beasiswa lain yang malah dianjurkan untuk menutupi
                                      >defisit jumlah beasiswa dari pemprov.
                                      >
                                      >Mudah-mudahan, bung Adlin dkk bisa juga nanti membantu saya agar bisa cepat
                                      >settled saat tiba pertama kali di benua yang baru buat saya itu..hehe.. Semoga
                                      >karena ada teman2 satu pulau yang superb seperti Adlin dan Faried, rihlah
                                      >fil-'ilmi di Canberra akan terasa lebih ringan dan nyaman. Soalnya, konon,
                                      >Canberra lumayan tidak kondusif buat mereka yang mau jadi saudagar, tapi paling
                                      >bagus buat yang mau menjalani hidup asketik sebagai peneliti atau saudagar
                                      >ilmu..hehe..
                                      >
                                      >
                                      >Mohon doa kawan2 juga supaya urusan kami dimudahkan oleh Allah swt, Amin.
                                      >
                                      >Salam dari Tinggimae
                                      >
                                      >Wahyu
                                      >
                                      >
                                      >
                                      >From: Adlin Sila <silaadlin2000@...>
                                      >To: UIN-makassar@yahoogroups.com
                                      >Sent: Wed, September 22, 2010 4:04:39 PM
                                      >Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin
                                      >
                                      >
                                      >Bung Saleh yang baik,
                                      >
                                      >Menarik cerita perjalananta di Makassar, bisa jadi Cerpen tuh hehehe.
                                      >Menyesal sekali tidak bisa hadir di acara Pertemuan Saudagar Bugis Makassar
                                      >tersebut.
                                      >Tapi saya sangat berterima kasih atas kepercayaanta, saya sangat tersanjung,
                                      >juga kepada bung Wahyu yang telah memberikan rekomendasinya. Saya hanya berharap
                                      >semoga pertemuan para saudagar kemarin itu menghasilkan sesuatu yang produktif
                                      >bagi kemajuan Makassar kedepan.
                                      >Saya sudah seminggu lebih di Canberra dan sudah banyak cerita yang bisa saya
                                      >share di lain waktu dengan teman2 milist. Yang jelas, selama saya di Canberra
                                      >saya banyak dibantu oleh teman2 terutama bung Faried, yang sama2 saudagar ILMU
                                      >di daerah rantau, terutama untuk secepatnya settled dengan segala urusan
                                      >administrasi di kampus.
                                      >Mudah2an kalau bung Wahyu sudah datang (sy tdk tahu apakah ke ANU atau ke
                                      >Melbourne Uni?), akan semakin banyak saudagar ILMU dari Makassar di Australia
                                      >hehehe.
                                      >Salam damai dan doanya kawan.
                                      >
                                      >Muhammad Adlin Sila
                                      >
                                      >Departement of Anthropology
                                      >ANU College of Asia and the Pacific
                                      >Australian National University
                                      >Room 7329, Coombs Building (#9)
                                      >Canberra - Australia
                                      >Ph: +61261253207 (extension 52163)
                                      >Mobile:+61420424912
                                      >Email: adlin.sila@...
                                      >
                                      >Home: Burnie st, Lyons, Woden
                                      >
                                      >
                                      >
                                      >
                                      >
                                      >
                                      >



                                    • muhamad ali
                                      Bung Wahyu, Selamat atas diterimanya di ANU dan beasiswanya yang lain. Ikut bahagia dan salut. Semoga dan Pasti sukses! Salam hangat, Ali Muhamad Ali, Ph.D
                                      Message 18 of 25 , Sep 25, 2010
                                        Bung Wahyu,

                                        Selamat atas diterimanya di ANU dan beasiswanya yang lain. Ikut bahagia dan salut. Semoga dan Pasti sukses!

                                        Salam hangat,
                                        Ali

                                        Muhamad Ali, Ph.D 
                                        Assistant Professor
                                        Religious Studies Department &
                                        Southeast Asian Studies Program (SEATRIP)
                                        University of California, Riverside
                                        Riverside, California, 92521
                                        Phone: 951-827-5111
                                        Email: muhali74@... 






                                        To: UIN-makassar@yahoogroups.com
                                        From: anchu75@...
                                        Date: Fri, 24 Sep 2010 20:08:12 +0800
                                        Subject: [UIN-makassar] selamat buat Pak Wahyu

                                         

                                        Saya juga ikut mengucapkan selamat kepada pak Wahyu sebagai salah satu penerima ALA tahun ini. saya juga dengar dari teman2 kalo ALA ini istimewa dalam banyak hal. sekali lagi selamat, Pak. Sukses selalu...

                                        best,
                                        an
                                         
                                        "knowledge is communicable, wisdom is not." SIDHARTHA
                                        "Live simply, you save others." GANDHI
                                         



                                        From: Syamsul Rijal <syamijal@...>
                                        To: uin-makassar@yahoogroups.com
                                        Sent: Fri, September 24, 2010 10:24:27 AM
                                        Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin (utk Adlin)

                                         
                                        Selamat Bung Wahyu !!!!!!, akhirnya tembus juga. ALA lagi, salah satu award oz yg sangat prestisius. Kesungguhan & keuletanta' mengejar impian membuahkan hasil. Semoga semua urusan studi lancar, amin.

                                        On Thu Sep 23rd, 2010 9:58 PM ICT abakti@... wrote:

                                        >Selamat ya akhirnya org cerdas uiin mks ini mendapat ksmpatan emas. Insya Allah dia akan mengegerkan Sulsel atau beyond setelah setelah Dr. Salamaki ki ndi sikki biritta mallongi-longi.
                                        >Powered by Telkomsel BlackBerry®
                                        >
                                        >-----Original Message-----
                                        >From: "W.Halim" <ruzbihan@...>
                                        >Sender: UIN-makassar@yahoogroups.com
                                        >Date: Thu, 23 Sep 2010 01:11:36
                                        >To: <UIN-makassar@yahoogroups.com>
                                        >Reply-To: UIN-makassar@yahoogroups.com
                                        >Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin (utk Adlin)
                                        >
                                        >Daeng Adlin dan kawan2 yg superb,
                                        >
                                        >Assalamu 'alaykum ww.
                                        >
                                        >Sekedar menjawab pertanyaan di akhir email di bawah, insya' Allah saya akan
                                        >segera menyusul kita dan bung Faried ke ANU awal tahun depan. Saya sudah dapat
                                        >an unconditional letter of offer (LO) dari ANU (CAP) sejak akhir Juni tahun ini
                                        >utk PhD research program yang akan bermula awal Januari 2011.
                                        >
                                        >Alhamdulillah, sebagai tanda lega dan syukur, saya sekalian ingin berbagi kabar
                                        >baik juga. Tadi siang saya mendapat telepon dan email dari kordinatior ALA
                                        >Jakarta tentang diterimanya saya sebagai salah satu dari 26 penerima Australian
                                        >Leadership Awards Scholarship (ALAS) tahun ini, yang akan efektif mulai awal
                                        >tahun depan. Karena dapat ALAS pada saat berbarengan, maka saya harus segera
                                        >merenegosiasi posisi saya sebagai penerima beasiswa Pemprov juga, walau pihak
                                        >pengelola sesungguhnya sudah mengetahui karena saya terus mengupdate mereka
                                        >tentang aplikasi2 saya pada beasiswa lain yang malah dianjurkan untuk menutupi
                                        >defisit jumlah beasiswa dari pemprov.
                                        >
                                        >Mudah-mudahan, bung Adlin dkk bisa juga nanti membantu saya agar bisa cepat
                                        >settled saat tiba pertama kali di benua yang baru buat saya itu..hehe.. Semoga
                                        >karena ada teman2 satu pulau yang superb seperti Adlin dan Faried, rihlah
                                        >fil-'ilmi di Canberra akan terasa lebih ringan dan nyaman. Soalnya, konon,
                                        >Canberra lumayan tidak kondusif buat mereka yang mau jadi saudagar, tapi paling
                                        >bagus buat yang mau menjalani hidup asketik sebagai peneliti atau saudagar
                                        >ilmu..hehe..
                                        >
                                        >
                                        >Mohon doa kawan2 juga supaya urusan kami dimudahkan oleh Allah swt, Amin.
                                        >
                                        >Salam dari Tinggimae
                                        >
                                        >Wahyu
                                        >
                                        >
                                        >
                                        >From: Adlin Sila <silaadlin2000@...>
                                        >To: UIN-makassar@yahoogroups.com
                                        >Sent: Wed, September 22, 2010 4:04:39 PM
                                        >Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin
                                        >
                                        >
                                        >Bung Saleh yang baik,
                                        >
                                        >Menarik cerita perjalananta di Makassar, bisa jadi Cerpen tuh hehehe.
                                        >Menyesal sekali tidak bisa hadir di acara Pertemuan Saudagar Bugis Makassar
                                        >tersebut.
                                        >Tapi saya sangat berterima kasih atas kepercayaanta, saya sangat tersanjung,
                                        >juga kepada bung Wahyu yang telah memberikan rekomendasinya. Saya hanya berharap
                                        >semoga pertemuan para saudagar kemarin itu menghasilkan sesuatu yang produktif
                                        >bagi kemajuan Makassar kedepan.
                                        >Saya sudah seminggu lebih di Canberra dan sudah banyak cerita yang bisa saya
                                        >share di lain waktu dengan teman2 milist. Yang jelas, selama saya di Canberra
                                        >saya banyak dibantu oleh teman2 terutama bung Faried, yang sama2 saudagar ILMU
                                        >di daerah rantau, terutama untuk secepatnya settled dengan segala urusan
                                        >administrasi di kampus.
                                        >Mudah2an kalau bung Wahyu sudah datang (sy tdk tahu apakah ke ANU atau ke
                                        >Melbourne Uni?), akan semakin banyak saudagar ILMU dari Makassar di Australia
                                        >hehehe.
                                        >Salam damai dan doanya kawan.
                                        >
                                        >Muhammad Adlin Sila
                                        >
                                        >Departement of Anthropology
                                        >ANU College of Asia and the Pacific
                                        >Australian National University
                                        >Room 7329, Coombs Building (#9)
                                        >Canberra - Australia
                                        >Ph: +61261253207 (extension 52163)
                                        >Mobile:+61420424912
                                        >Email: adlin.sila@...
                                        >
                                        >Home: Burnie st, Lyons, Woden
                                        >
                                        >
                                        >
                                        >
                                        >
                                        >
                                        >




                                      • Andi M.A. Amiruddin
                                        Wah selamat ya atas beasiswanya...telat karena baru buka email lagi.... Semoga tambah sukses Salam Andi Ali ... From: muhamad ali
                                        Message 19 of 25 , Sep 26, 2010
                                          Wah selamat ya atas beasiswanya...telat karena baru buka email lagi....
                                          Semoga tambah sukses

                                          Salam
                                          Andi Ali

                                          --- On Sat, 9/25/10, muhamad ali <muhali74@...> wrote:

                                          From: muhamad ali <muhali74@...>
                                          Subject: RE: [UIN-makassar] selamat buat Pak Wahyu
                                          To: "UIN Makassar" <uin-makassar@yahoogroups.com>
                                          Date: Saturday, September 25, 2010, 9:47 PM

                                           

                                          Bung Wahyu,

                                          Selamat atas diterimanya di ANU dan beasiswanya yang lain. Ikut bahagia dan salut. Semoga dan Pasti sukses!

                                          Salam hangat,
                                          Ali

                                          Muhamad Ali, Ph.D 
                                          Assistant Professor
                                          Religious Studies Department &
                                          Southeast Asian Studies Program (SEATRIP)
                                          University of California, Riverside
                                          Riverside, California, 92521
                                          Phone: 951-827-5111
                                          Email: muhali74@... 






                                          To: UIN-makassar@yahoogroups.com
                                          From: anchu75@...
                                          Date: Fri, 24 Sep 2010 20:08:12 +0800
                                          Subject: [UIN-makassar] selamat buat Pak Wahyu

                                           

                                          Saya juga ikut mengucapkan selamat kepada pak Wahyu sebagai salah satu penerima ALA tahun ini. saya juga dengar dari teman2 kalo ALA ini istimewa dalam banyak hal. sekali lagi selamat, Pak. Sukses selalu...

                                          best,
                                          an
                                           
                                          "knowledge is communicable, wisdom is not." SIDHARTHA
                                          "Live simply, you save others." GANDHI
                                           

                                          __

                                        • W.Halim
                                          Terima kasih banyak untuk ucapan selamat dari dua Ali (Bung Muhamad Ali dan Andi Ali Amiruddin). Semoga semua semoganya akan terwujud, Amin. WH
                                          Message 20 of 25 , Sep 26, 2010
                                            Terima kasih banyak untuk ucapan selamat dari dua Ali (Bung Muhamad Ali dan Andi Ali Amiruddin). Semoga semua semoganya akan terwujud, Amin.

                                            WH
                                             


                                            From: Andi M.A. Amiruddin <andialiamir@...>
                                            To: UIN-makassar@yahoogroups.com
                                            Sent: Sun, September 26, 2010 4:50:52 PM
                                            Subject: RE: [UIN-makassar] selamat buat Pak Wahyu

                                             

                                            Wah selamat ya atas beasiswanya...telat karena baru buka email lagi....
                                            Semoga tambah sukses

                                            Salam
                                            Andi Ali

                                            --- On Sat, 9/25/10, muhamad ali <muhali74@...> wrote:

                                            From: muhamad ali <muhali74@...>
                                            Subject: RE: [UIN-makassar] selamat buat Pak Wahyu
                                            To: "UIN Makassar" <uin-makassar@yahoogroups.com>
                                            Date: Saturday, September 25, 2010, 9:47 PM

                                             

                                            Bung Wahyu,

                                            Selamat atas diterimanya di ANU dan beasiswanya yang lain. Ikut bahagia dan salut. Semoga dan Pasti sukses!

                                            Salam hangat,
                                            Ali

                                            Muhamad Ali, Ph.D 
                                            Assistant Professor
                                            Religious Studies Department &
                                            Southeast Asian Studies Program (SEATRIP)
                                            University of California, Riverside
                                            Riverside, California, 92521
                                            Phone: 951-827-5111
                                            Email: muhali74@... 






                                            To: UIN-makassar@yahoogroups.com
                                            From: anchu75@...
                                            Date: Fri, 24 Sep 2010 20:08:12 +0800
                                            Subject: [UIN-makassar] selamat buat Pak Wahyu

                                             

                                            Saya juga ikut mengucapkan selamat kepada pak Wahyu sebagai salah satu penerima ALA tahun ini. saya juga dengar dari teman2 kalo ALA ini istimewa dalam banyak hal. sekali lagi selamat, Pak. Sukses selalu...

                                            best,
                                            an
                                             
                                            "knowledge is communicable, wisdom is not." SIDHARTHA
                                            "Live simply, you save others." GANDHI
                                             

                                            __


                                          • musafir pababbari
                                            Ass wr wb. Senang sekali membaca reportase dari Pak Saleh ketika mudik ke UIN, walau saya terlambat merespon. Dalam dialog saya di tangga FU&F saya ungkapkan
                                            Message 21 of 25 , Oct 8, 2010
                                              Ass wr wb.
                                              Senang sekali membaca reportase dari Pak Saleh ketika mudik ke UIN, walau saya terlambat merespon.
                                              Dalam dialog saya di tangga FU&F saya ungkapkan bahwa semua posting teman2 tdk ada yang luput dari bacaan saya, cuman saya tdk sempat memberi tanggapan hanya cukup menikmati saja, lalu Pak wahyu menggertak saya bhw kalau tdk ada postingnya suatu saat akan dicabut dari keanggotaan jamaah. wah . . .  gawat juga ini, he he he.
                                              Kepada pak Saleh, saya ucapkan terima kasih atas kunjunganta di FU&F

                                              Wassalam

                                              Musafir Pababbari

                                            • Adlin Sila
                                              Salam,   Setuju bung Wahyu, sedikit memberikan saran kepada teman2 milist agar memanfaatkan ruang maya ini untuk sharing segala macam hal, krn sy berprinsip
                                              Message 22 of 25 , Oct 8, 2010

                                                From: musafir pababbari <musafirs3@...>
                                                Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin
                                                To: UIN-makassar@yahoogroups.com
                                                Date: Friday, October 8, 2010, 4:57 PM

                                                 
                                                Ass wr wb.
                                                Senang sekali membaca reportase dari Pak Saleh ketika mudik ke UIN, walau saya terlambat merespon.
                                                Dalam dialog saya di tangga FU&F saya ungkapkan bahwa semua posting teman2 tdk ada yang luput dari bacaan saya, cuman saya tdk sempat memberi tanggapan hanya cukup menikmati saja, lalu Pak wahyu menggertak saya bhw kalau tdk ada postingnya suatu saat akan dicabut dari keanggotaan jamaah. wah . . .  gawat juga ini, he he he.
                                                Kepada pak Saleh, saya ucapkan terima kasih atas kunjunganta di FU&F

                                                Wassalam

                                                Musafir Pababbari

                                                Salam,
                                                 
                                                Setuju bung Wahyu, sedikit memberikan saran kepada teman2 milist agar memanfaatkan ruang maya ini untuk sharing segala macam hal, krn sy berprinsip there is no such a stupid question and comment. Masak yg posting hanya bung Saleh melulu dan direspon sama bung Wahy aja, seakan2 di milis ini hanya ada bung Saleh dan Wahyu hehehe.
                                                Saran saya juga biar lebih ramai milis ini adalah yg diposting bukan hanya ide2 yang segar tapi juga segala macam hal, misalnya berita2 gembira dan musibah (yg sdh kt lakukan selama ini), atau sekedar bilang SETUJU, dan juga mungkin ada yg mau jualan barang atau yg lainnya seperti yg sering kita lakukan ketika berposting ria di milist universitas kt di LN. Biar ramai!!!
                                                Tp ini tergantung pengelola milis ini sih.
                                                 

                                                Muhammad Adlin Sila

                                                 

                                                Department of Anthropology
                                                ANU College of Asia and the Pacific (CAP), School of Culture, History and Language (SCHL),
                                                Research School of Pacific and Asian Studies (RSPAS),
                                                the Australian National University (ANU)
                                                Room
                                                7239, Coombs Building (#9)
                                                Canberra - Australia
                                                Ph
                                                : +61261253207              +61261253207      
                                                (extension 52163)

                                                Mobile:+61420 424 912              +61420 424 912       and +61 415 346 763              +61 415 346 763      

                                                Email: adlin.sila@... or silaadlin2000@...

                                                Home: 1/14 Ulverstone st, Lyons ACT 2606




                                                --- On Fri, 10/8/10, musafir pababbari <musafirs3@...> wrote:

                                              • Adlin Sila
                                                Salam,   Setuju bung Wahyu, sedikit memberikan saran kepada teman2 milist agar memanfaatkan ruang maya ini untuk sharing segala macam hal, krn sy berprinsip
                                                Message 23 of 25 , Oct 8, 2010

                                                  Salam,
                                                   
                                                  Setuju bung Wahyu, sedikit memberikan saran kepada teman2 milist agar memanfaatkan ruang maya ini untuk sharing segala macam hal, krn sy berprinsip there is no such a stupid question and comment. Masak yg posting hanya bung Saleh melulu dan direspon sama bung Wahy aja, seakan2 di milis ini hanya ada bung Saleh dan Wahyu hehehe.
                                                  Saran saya juga biar lebih ramai milis ini adalah yg diposting bukan hanya ide2 yang segar tapi juga segala macam hal, misalnya berita2 gembira dan musibah (yg sdh kt lakukan selama ini), atau sekedar bilang SETUJU, dan juga mungkin ada yg mau jualan barang atau yg lainnya seperti yg sering kita lakukan ketika berposting ria di milist universitas kt di LN. Biar ramai!!!
                                                  Tp ini tergantung pengelola milis ini sih.
                                                   

                                                  Muhammad Adlin Sila

                                                   

                                                  Department of Anthropology


                                                  ANU College of Asia and the Pacific (CAP), School of Culture, History and Language (SCHL),
                                                  Research School of Pacific and Asian Studies (RSPAS),
                                                  the Australian National University (ANU)
                                                  Room
                                                  7239, Coombs Building (#9)
                                                  Canberra - Australia
                                                        

                                                  Email: adlin.sila@... or silaadlin2000@...

                                                  Home: 1/14 Ulverstone st, Lyons ACT 2606




                                                  --- On Fri, 10/8/10, musafir pababbari <musafirs3@...> wrote:


                                                  From: musafir pababbari <musafirs3@...>
                                                  Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin
                                                  To: UIN-makassar@yahoogroups.com
                                                  Date: Friday, October 8, 2010, 4:57 PM

                                                   
                                                  Ass wr wb.
                                                  Senang sekali membaca reportase dari Pak Saleh ketika mudik ke UIN, walau saya terlambat merespon.
                                                  Dalam dialog saya di tangga FU&F saya ungkapkan bahwa semua posting teman2 tdk ada yang luput dari bacaan saya, cuman saya tdk sempat memberi tanggapan hanya cukup menikmati saja, lalu Pak wahyu menggertak saya bhw kalau tdk ada postingnya suatu saat akan dicabut dari keanggotaan jamaah. wah . . .  gawat juga ini, he he he.
                                                  Kepada pak Saleh, saya ucapkan terima kasih atas kunjunganta di FU&F

                                                  Wassalam

                                                  Musafir Pababbari



                                                • salehmude@yahoo.com
                                                  Pak musafir, adlin dkk semuanya Senang saya baca respons baru dr pak musafir dan sdr adlin. Meramaikan milis kita seperti milis tetangga yang begitu ramai
                                                  Message 24 of 25 , Oct 8, 2010

                                                    Pak musafir, adlin dkk semuanya

                                                    Senang saya baca respons baru dr pak musafir dan sdr adlin.

                                                    Meramaikan milis kita seperti milis tetangga yang begitu ramai (kebayang ramainya pasar sentral dan daya makassar menjelang lebaran hehehe) seperti milis kahmipro networking atau jaringan islam liberal dll. Sebenarnya tak terlalu sulit pak.

                                                    Persis seperti saran pak musafir, tidak mesti dan harus dihantui, bahwa posting harus berita bagus dan panjang. Satu-tua kalimat is oke.

                                                    Saya terkesan di milis kahmipro misalnya saking ramai dan melubernya berita, sampai sebagian jemaahnya pernah mengalami over capasity space kb emailnya. Termasuk saya. Mereka yang jarang membuka terancam mengalami kemacetan karena harus segera dihapus2 postingan2 yang begitu deras. Bahkan moderatornya sering kewalahan karena hampir tiap saat ada murid mendaftar. Kini jemaahnya sudah ribuan dari berbagai kalangan, mulai wakil menteri sekelas fasli jalal, pengamat politik, politisi, saudagar, akademisi, hingga mahasiswa yang baru dibait di basic training. Luar biasa.

                                                    Kembali ke jumlah alumni dan mahasiswa Alauddin, jika kita proaktif mengajak mereka. Karena lahan ini bisa jadi arena belajar menulis dan membaca yang banyak hehehe. Terbayang harapan pak musafir bakal ramainya milis ini. Amin.

                                                    Saya mohon maaf jika sebelumnya saya salah menulis nama pak musafir. Tabe pak.

                                                    Salam sukses semua. SM

                                                    Sent from my BlackBerry®
                                                    powered by Sinyal Kuat INDOSAT


                                                    From: musafir pababbari <musafirs3@...>
                                                    Sender: UIN-makassar@yahoogroups.com
                                                    Date: Sat, 9 Oct 2010 06:57:08 +0700
                                                    To: <UIN-makassar@yahoogroups.com>
                                                    ReplyTo: UIN-makassar@yahoogroups.com
                                                    Subject: Re: [UIN-makassar] Mudik ke Alauddin

                                                     

                                                    Ass wr wb.
                                                    Senang sekali membaca reportase dari Pak Saleh ketika mudik ke UIN, walau saya terlambat merespon.
                                                    Dalam dialog saya di tangga FU&F saya ungkapkan bahwa semua posting teman2 tdk ada yang luput dari bacaan saya, cuman saya tdk sempat memberi tanggapan hanya cukup menikmati saja, lalu Pak wahyu menggertak saya bhw kalau tdk ada postingnya suatu saat akan dicabut dari keanggotaan jamaah. wah . . .  gawat juga ini, he he he.
                                                    Kepada pak Saleh, saya ucapkan terima kasih atas kunjunganta di FU&F

                                                    Wassalam

                                                    Musafir Pababbari

                                                  • Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.