Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Perbandingan Vinaya Theravada dan Mahayana

Expand Messages
  • dh4rm4duta
    Perbandingan Vinaya Theravada dan Mahayana Saudara-saudaraku yang terkasih di dalam Dharma, Marilah hari ini kita melakukan studi ilmiah apakah benar ada
    Message 1 of 1 , Oct 16, 2002
    • 0 Attachment
      Perbandingan Vinaya Theravada dan Mahayana

      Saudara-saudaraku yang terkasih di dalam Dharma,

      Marilah hari ini kita melakukan studi ilmiah apakah benar ada
      perbedaaan atau penyimpangan vinaya di dalam Tradisi Theravada dan
      Mahayana.
      Marilah kita mulai pembahasan kita.

      Vinaya-vinaya yang ada pada masing2 aliran adalah sebagai berikut:

      THERAVADA MAHAYANA

      4 Parajika 4 Parajika
      13 Sanghadisesa 13 Sanghavasesa
      2 Aniyata 2 Aniyata
      30 Nissagiyapacittiya 30 Naihsargikaprayascittika
      92 Pacittiya 90 Prayascitta
      4 Patidesaniya 4 Pratidesaniya
      75 Sekhiyavatta 100 Siksakaraniya
      7 Adhikarana Samatha 7 Adhykarana samadha

      Total
      Theravada (T) sejumlah 227 pasal
      Mahayana (M) sejumlah 250 pasal

      Mari kita bandingkan satu persatu.

      a. 4 Parajika (Abrahmacarya, Adinandana, Panatipatta,
      Uttarimanussadhamma/ Uttaramanusyadharmapralapad = berbohong/
      menyombongkan pencapaian) adalah 100 persen sama pada T dan M [pasal
      1 sampai 4]

      b. 13 Sanghadisesa/ Sanghavasesa

      Perbedaan hanya minor, misalnya:
      -letak, pasal 6 dan 7 berbalikan letaknya pada Theravada (T) dan
      Mahayana (M)
      -nama ukuran pada pasal 10, pada T, satuan ukuran yang dipakan adalah
      Sugata, sedangkan pada Mahayana disebut kheub.
      -letak, pasal 12 dan 13 bertukaran letaknya pada T dan M
      -pasal 14 dan 15 mengenai Bhikkhu/ Bhiksu yang memecah belah Sangha.
      Pada T prosesnya dinasehati bila gagal diumumkan Kammavaca. Pada M
      tidak menyebutkan mengenai Kammavaca. Tetapi intinya tetap sama yaitu
      pelanggaran memecah belah Sangha.

      Kesimpulan: Perbedaan amat sangat minor sekali dan tidak menyentuh
      esensi ajaran, dapat dikatakan 98 persen sama.

      c. 2 Aniyata [ps 18-19] - 100 persen sama

      d. 30 Nissagiyapracittiya/ Naihsargikaprayascittika
      Beda sedikit-sedikit, misalnya ps 21:
      Theravada (T): "Jika seorang Bhikkhu terpisah dari jubah utamanya
      selama 1 malam, kecuali telah memperoleh ijin dari Sangha, maka ia
      melakukan Nissagiyapacittiya."

      Mahayana (M): "Jika seorang Bhikshu tidur tanpa pakaian, walaupun
      hanya satu malam kecuali telah diumumkan oleh Para Bhikshu atau
      Sangha, bahwa pikirannya tidak waras, maka ia melakukan
      Naihsargikaprayascittika."

      Esensi keduanya sama:
      Disiplin berpakaian termasuk sedang tidur. Seorang Bhikkhu/ Bhikshu
      beda dengan manusia biasa/ umam awam, karena itu pada saat tidurpun
      harus tetap berpakaian secara sopan.

      Kesimpulan: Perbedaan hanya sangat sedikit, dapat dikatakan 98 persen
      masih sama.

      e. 92 Pacittiya/ 90 Prayascitta

      Perbedaan hanya pada hal-hal yang amat minor:

      1.Urutan
      M = Mahayana, T = Theravada
      M 127 = T 123
      M 128 = T 124
      M 129 = T 125
      M 130 = T 132
      M 131 = T 133
      M 132 = T 134
      M 133 = T 136
      M 134 = T 137
      M 136 = T 138

      2.Yang tidak ada pada Mahayana
      T 139 mengenai ukuran kain penutup luka, tidak ada Mahayana.
      T 140 mengenai ukuran kain untuk mandi.
      Kesimpulan vinaya yang ada pada Theravada inipun juga tidak merupakan
      hal yang pokok, dengan pertimbangan.
      1. Saat luka biarpun telah mengenakan kain pembalut yang sesuai
      ukuran, maka belum tentu hal itu dapat membawa kita pada pencerahan.
      2. Tidak bisa saat luka yang serius, kita harus mencari dan
      mengunting dahulu kain dengan ukuran yang sesuai, bisa-bisa terburu
      kehabisan darah, apalagi jika Bhikkhu yang luka menderita hemophilia.
      Sang Buddhapun mengajarkan kita untuk fleksibel.

      f. 4 Patidesaniya/ Pratidesaniya

      Pada Theravada [ps 142 - 145]
      Pada Mahayana [ps 140 - 143]

      T 143 dan M 141 agak berbeda.
      Pada T mengenai memindahkan makanan yang diperintahkan oleh seorang
      Bhikhhuni.
      Pada M mengenai menerima makanan dari Bhikkhuni.

      Kesimpulan, karena dari 4 beda 1, maka dapat dikatakan 75 persen sama.

      75 Sekhiyavatta/ 100 Siksakaraniya

      Perbedaan minor, misalnya:

      T 146 mengenai jubah dalam
      M 144 mengenai jubah bawah

      T 147 mengenai jubah luar
      M 145 mengenai pakaian

      Aturan-aturan yang tidak tercatat pada Theravada misalnya:

      M 217 "Seorang Bhikshu harus belajar untuk tidak membuang air besar
      atau kecil di bawah Upavasatha, Stupa, Caitya."

      M 225 "Seorang Bhikshu harus belajar untuk tidak meludah, membuang
      dahak, atau mengeluarkan air liur di bawah sebuah Upavasatha, Stupa,
      atau Caitya."

      M 226 "Seorang Bhikshu harus belajar untuk tidak meludah, membuang
      dahak, ataupun mengeluarkan air liur di sebelah manapun dari
      Upavasatha, Stupa, atau Caitya."

      Peraturan2 tersebut erat hubungannya dengan kebersihan dan tidak
      bertentangan dengan Ajaran Sang Buddha yang lainnya. Malahan
      peraturan tersebut sangat positif di dalam menjaga kebersihan tempat
      ibadah. Bayangkan apabila tempat ibadah kita kotor, dapatkah kita
      beribadah dengan baik?

      KESIMPULAN AKHIR:

      VINAYA THERAVADA DAN MAHAYANA ADALAH SEBAGIAN BESAR SAMA DAN TIDAK
      BERTENTANGAN. JADI KESIMPULAN THERAVADA DAN MAHAYANA ADALAH SATU
      KESATUAN AJARAN SANG BUDDHA.

      Karena itu survey membuktikan bahwa tuduhan adanya perbedaan antara
      vinaya Theravada dan Mahayana adalah tidak berdasar dan asbun serta
      tidak didukung oleh bukti tertulis yang cukup.

      17 Oktober 2002.

      Salam metta,

      Tan
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.