Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

DO YOU LIKE YOURSELF A LOT?

Expand Messages
  • Albert Andries
    DO YOU LIKE YOURSELF A LOT?
    Message 1 of 2 , Dec 2, 2011
    • 0 Attachment


      DO YOU LIKE YOURSELF A LOT?

      http://jnathanlau.multiply.com/journal/item/514/DO_YOU_LIKE_YOURSELF_A_LOT?mid=5424386

      http://multiply.com/mu/jnathanlau/image/Pja5QSff2CNqATzUgROaoQ/photos/1M/300x300/758/yourself.jpg?et=B9OP%2CySY2YeAgSAXPRQ7cA&nmid=0

      Jika Anda tidak keberatan, saya akan mulai dengan sebuah lelucon jadul
      tentang Jin.

      Suatu hari, sesosok Jin muncul di hadapan seorang wanita dan berkata,
      “Hari ini adalah hari keberuntunganmu!  Aku akan memenuhi 3
      permintaanmu.”

      “Cihuiii!” jerit si wanita.

      “Tapi dengan satu syarat,” kata si Jin, “Apapun yang kamu minta,
      suamimu akan menerimanya tiga kali lipat.”

      Si wanita berkernyit, “Apa?  Tapi saya benci suami saya!  Ia seorang
      pria yang jahat!”

      Si Jin menggelengkan kepalanya.  “Maaf.  Saya adalah Jin Kasih.  Saya
      ulangi: Apapun yang kamu minta, suamimu akan menerimanya tiga kali
      lipat.”

      Wanita itu berkata, “Oh, baik.  Permintaan pertama saya: Jadikan saya
      kaya.  Saya ingin 1 milyar.”

      Jin bertanya, “Kamu yakin?  Suamimu akan memiliki 3 milyar.”

      Ia berkata, “Oh, tidak masalah.  Miliknya adalah milikku dan milikku
      adalah miliknya.”

      “Baiklah kalau begitu!” kata Jin, dan dengan sekali kebasan tangannya,
      dan “Puuf!” si wanita memiliki 1 milyar – dan suaminya memiliki 3
      milyar.

      “Permintaan kedua saya adalah saya ingin menjadi sangat cantik.”

      Jin bertanya, “Kamu yakin?  Suamimu akan menjadi seperti Tom Cruise
      dan Keanu Reeves dan Brad Pitt dijadikan satu.  Ini sangat berbahaya.
      Para gadis akan mengerumuninya.

      Wanita itu berkata, “Selama saya cantik tidak masalah.”

      Dan dengan kebasan tangannya, “Puuf!”, dan ia menjadi sangat cantik
      dan suaminya tiga kali lipat lebih tampan.

      Lanjut wanita itu, “Untuk permintaan ketiga, saya ingin mengalami
      serangan jantung yang sangat ringan.”

      HIDUP ADALAH SEBUAH CERMIN

      Pelajaran yang terkandung di dalamnya: Apapun yang Anda berikan pada
      diri sendiri, Anda berikan lebih banyak pada orang lain.

      Jika Anda menyukai diri Anda sendiri, Anda juga akan menyukai orang
      lain.

      Jika Anda tidak menyukai diri Anda sendiri, Anda juga tidak menyukai
      orang lain.

      Karena hidup adalah sebuah cermin.  Apa yang Anda lihat dalam diri
      orang lain adalah sebuah cerminan apa yang Anda lihat dalam diri
      Anda.

      Saya pernah bertemu orang yang sangat kritis.  Terkadang, saya pikir
      mereka merasa bahwa mereka terlahir untuk mengkritik orang lain.  Hal
      itu merupakan misi hidup mereka.  Semua yang mereka lakukan adalah
      menilai setiap orang yang mereka temui dan menunjukkan kesalahan
      mereka.  Dari mana jiwa kritis ini berasal?  Di dalam kedalaman hati
      mereka, saya percaya mereka tidak menyukai diri mereka sendiri.  Dan
      mereka memproyeksikan sikap kritis ini terhadap orang lain.

      “Ketidak-sukaan diri sendiri” ini tersebar lebih luas dari yang kita
      kira…

      INI ADALAH SUATU WABAH

      Dalam batin mereka, orang tidak merasa senang dengan diri mereka
      sendiri.  Seperti musik latar yang terdengar 24 jam sehari, orang-
      orang membebankan diri mereka sendiri dengan penolakan diri, meragukan
      diri sendiri, merasa tidak berharga.

      Hal ini adalah suatu wabah di dunia sekarang ini, dan hal ini juga
      merampas banyak kebahagiaan orang.

      Dari mana asalnya penyakit membenci diri sendiri ini?

      Kebencian terhadap diri sendiri berasal dari ketakutan.  Intinya,
      kebencian adalah ketakutan.  Kita membenci apa yang kita takuti.

      Persisnya, kita takut kita tidak cukup.  Intinya, kita takut kita
      tidak dicintai.

      Dan ketika kita tidak menyukai diri kita, kita mencoba untuk
      mengatasinya dengan banyak solusi umum yang tidak benar.  Karena
      keterbatasan ruang, saya akan berikan dua contoh.  Pertama adalah
      memiliki Lambang Status.  Dan yang lainnya adalah Penampilan Rohani.

      MENGUMPULKAN LAMBANG STATUS

      Saya tahu ada banyak orang yang menggenggam, menyambar, dan
      mengumpulkan banyak Lambang Status.

      Saya ingat sebuah kisah tentang seorang pria dengan sebuah BMW.
      Setelah parkir, saat ia membuka pintu, mobil lain menabrak dan membuat
      pintu mobilnya terlepas – bersama dengan seluruh lengannya.

      Ketika polisi datang, mereka melihat pria tersebut menatap BMW-nya
      yang hancur dan meratap, “Mobilku!  Mobilku!  Habis sudah…”

      Polisi berkata, “Maaf Tuan, tapi tidakkah Anda sadari kalau lengan
      Anda sudah tidak ada?”

      Sang pria melihat ke arah dimana seharusnya lengannya berada, dan
      ketika ia tak  melihat apapun, mulai meratap, “Oh Tuhan!  Di mana
      Rolex saya?”

      Beberapa orang begitu lekat dengan Lambang Status mereka.

      Anda lihat orang-orang ini berjalan di mal.  Kemeja merek Lacoste.
      Sepatu merek Bally.  Arloji merek Rolex.

      Saya sedang berbicara dengan seorang teman yang mengenakan sebuah
      arloji Rolex.  Saya bertanya padanya, “Saya penasaran.  Mengapa engkau
      mengenakan sebuah arloji seharga 3 juta di pergelangan tanganmu?”

      Jawabannya membuat saya sangat sedih.  Ia berkata, “Mau jujur?  Untuk
      membuat saya merasa seperti seseorang.  Untuk membuat saya merasa oke
      dengan diri saya sendiri.”

      Wow.  Jika saya ingin merasa oke, saya bernafas.  Saya tersenyum.
      Saya berdoa.  Saya mencintai.

      Saya akan berikan Anda solusi palsu lainnya...

      KITA MENCIPTAKAN TUHAN DALAM GAMBARAN KITA

      Solusi palsu lainnya adalah Penampilan Rohani.

      Ketika kita tidak menyukai diri kita, beberapa dari kita menyibukkan
      diri dengan kegiatan-kegiatan rohani untuk menenangkan seorang Tuhan
      yang mereka percaya juga tidak menyukai mereka.  Mengapa?

      Karena hidup adalah sebuah cermin.

      Karena kita menciptakan Tuhan dalam gambaran dan persamaan dengan
      kita.

      Karena kita memproyeksikan kebencian terhadap diri kita sendiri kepada
      Tuhan.

      Selama bertahun-tahun, saya terbiasa menjadi seperti ini.  Saya
      berdoa, membaca Alkitab, dan melakukan kegiatan rohani saya karena
      saya ingin pengakuan dari Tuhan yang pemarah.

      Tidak lagi.

      Saya melakukan semuanya karena Ia terlebih dulu mencintai saya.  (1Yoh
      1:14)

      Jadi bagaimana Anda mulai menyukai diri Anda?

      APA PERTANYAAN OTOMATIS ANDA?

      Anda memiliki sebuah Pertanyaan Otomatis yang Anda tanyakan pada diri
      sendiri ribuan kali setiap harinya.

      Itu seperti Sistim Operasional Anda, bekerja dengan sendirinya.

      Bagi banyak orang, Pertanyaan Otomatis mereka adalah “Apa yang salah?”

      Mereka terbangun di pagi hari dan tanpa sadar bertanya, “Apa yang
      salah dengan hari ini?  Apa yang salah dengan hidup saya?”

      Dan sepanjang hari, mereka terus menanyakan Pertanyaan Otomatis
      mereka:

      “Apa yang salah dengan suami saya?”

      “Apa yang salah dengan orang tua saya?”

      “Apa yang salah dengan anak-anak saya?”

      “Apa yang salah dengan pekerjaan saya?”

      “Apa yang salah dengan teman-teman saya?”

      Dan Pertanyaan Otomatis yang paling mematikan adalah “Apa yang salah
      dengan saya?”

      Beberapa orang menanyakan pertanyaan ini terus-menerus sepanjang hari,
      dan ini membunuh jiwa mereka.  Karena mereka menemukan begitu banyak
      hal yang salah tentang diri mereka.  Tidak heran mereka tidak menyukai
      diri mereka!

      Pertanyaan “Apa yang salah?” adalah sebuah pertanyaan yang sangat
      berguna – bukan sebagai Pertanyaan Otomatis – tapi sebagai suatu
      pertanyaan di saat darurat.  (Ketika betul-betul ada sesuatu yang
      salah!)

      Kalau begitu apa yang seharusnya menjadi Pertanyaan Otomatis Anda?

      KUNCINYA: PENGHARGAAN

      Pertanyaan Otomatis yang seharusnya kita tanyakan adalah, “Apa yang
      benar?”

      Tanyakan ini ribuan kali per hari.

      “Apa yang benar dengan hari ini?  Apa yang benar dengan suami saya?
      Apa yang benar dengan anak-anak saya?  Apa yang benar dengan pekerjaan
      saya?”

      Dan khususnya pertanyaan yang sangat sehat, “Apa yang benar dengan
      saya?”

      Jika Alkitab adalah benar bahwa Anda sungguh-sungguh diciptakan dalam
      gambar dan rupa Allah, maka wah…Anda pastilah seorang manusia yang
      sangat luar biasa.

      Anda telah menerima banyak dalam diri Anda yang luar biasa – dan Anda
      perlu waktu untuk menghargai semua itu.

      Ingat:  Hanya cinta yang dapat mengalahkan ketakutan.  Dan penghargaan
      adalah cinta.

      Ketika Yesus menyembuhkan sepuluh orang kusta, hanya satu yang kembali
      dan bersyukur padaNya.  Ia bertanya, “Di mana yang sembilan lainnya?”
      Pada hari itu, sepuluh yang disembuhkan secara fisik tapi hanya satu
      yang disembuhkan secara tuntas.  Sepuluh yang disembuhkan secara fisik
      tapi hanya satu yang disembuhkan secara fisik dan rohani.

      Sembuhkan diri Anda dengan penghargaan.

      Dan inilah satu hal yang dapat Anda lakukan…

      TULISKAN

      Duduk dan tuliskan 25 hal yang Anda suka dari diri Anda.

      Saya melakukan ini beberapa waktu lalu dan tidak bisa berhenti setelah
      25 hal.  Saya mengakhiri dengan menuliskan 67 hal yang saya suka dari
      diri saya sendiri!  Dan karena daftar ini ada dalam buku harian saya,
      saya berencana untuk terus menambahnya hingga saya mencapai 100.

      Tapi mulailah dengan 25.  Rayakan diri Anda.  Bersyukurlah pada Tuhan
      karena diri Anda!

      Hal ini akan mengubah Anda.

      Tanpa sadar, Anda akan menyadari betapa istimewanya diri Anda.

      Dan secara perlahan, Anda akan mulai sangat menyukai diri Anda.

      ALASAN YANG PALING PENTING

      Tiga hari lalu, saya dibanjiri banyak pekerjaan.

      Ada banyak artikel yang harus saya tulis, banyak rapat yang harus saya
      hadiri, banyak keterlibatan bisnis…  Tapi istri saya berkata, “Tolong
      ajak Francis ke tukang cukur.  Ia akan menjadi pembawa cincin.”
      Itulah kerugian memiliki seorang anak yang tampan.  Ia banyak diminta
      menjadi pembawa cincin dalam acara pernikahan.

      Maka saya mengenyampingkan semua pekerjaan saya siang itu dan
      membawanya ke tukang cukur.

      Setelah selesai, saya berpikir kalau kami akan segera pulang agar saya
      bisa kembali bekerja.  Tepat saat itu Francis yang berusia 4 tahun
      berkata, “Daddy, saya lapar.”

      Maka kami masuk ke Jollibee dan ia makan ayam dan nasi pada pukul 4
      sore!

      Lagi-lagi, ketika kami akan beranjak, saya pikir saya dapat segera
      bekerja kembali.  Tapi Francis menarik lengan saya lagi dan berkata,
      “Daddy, saya masih lapar.”  Ya Tuhan.  Di mana si kecil ini menaruh
      semua makanan tadi?

      Baru belakangan, saya menyadari ia bukan lapar karena makanan tapi
      karena cinta.  Persisnya, lapar akan cinta seorang ayah.

      Maka kami terus berjalan, mengunjungi toko-toko yang lain, hingga ia
      melihat sebuah tempat main.  Matanya membelalak dan berkata, “Daddy,
      bolehkah saya main?”

      Saya percaya hidup adalah soal waktu.  Maka saya membeli secangkir
      kopi untuk diri sendiri, duduk di sebuah kursi taman, dan menikmati
      memperhatikan anak saya berlompatan dari satu luncuran ke luncuran
      yang lain.

      Kami menikmati waktu yang paling hebat.

      Mengapa saya mengacaukan seluruh siang saya untuk Francis?

      Karena saya adalah ayahnya dan ia adalah anak saya.

      Ia lebih penting dari semua pekerjaan saya.

      Ia lebih penting dari semua pelayanan saya.

      Ia lebih penting dari semua buku yang saya tulis dan semua kotbah yang
      saya berikan.

      Teman, ini adalah alasan mutlak mengapa Anda perlu menyukai diri Anda.

      Karena Anda memiliki seorang Ayah yang sangat mencintai Anda.

      Anda lebih penting dari semua bintang di langit.

      Anda lebih penting dari seluruh galaksi di jagat raya ini.

      Dalam hati Tuhan, tak ada yang sebanding dengan Anda.

      Jika Ia mencintai Anda sebesar ini, bagaimana mungkin Anda tidak
      menyukai diri Anda?

      Semoga impian Anda menjadi kenyataan,

      Bo Sanchez

       

    • Adeline HK
      Bagus sekali.. Terima kasih Adeline ________________________________ From: Albert Andries To:
      Message 2 of 2 , Dec 2, 2011
      • 0 Attachment
        Bagus sekali..
        Terima kasih


        Adeline


        From: Albert Andries <albert_an84@...>
        To: jakarta_youth_holytrinity@yahoogroups.com
        Cc: theresiaavilla@yahoogroups.com
        Sent: Friday, 2 December 2011, 15:20
        Subject: [TheresiaAvilla] DO YOU LIKE YOURSELF A LOT?

         


        http://multiply.com/mu/jnathanlau/image/Pja5QSff2CNqATzUgROaoQ/photos/1M/300x300/758/yourself.jpg?et=B9OP%2CySY2YeAgSAXPRQ7cA&nmid=0
        Jika Anda tidak keberatan, saya akan mulai dengan sebuah lelucon jadul
        tentang Jin.
        Suatu hari, sesosok Jin muncul di hadapan seorang wanita dan berkata,
        “Hari ini adalah hari keberuntunganmu!  Aku akan memenuhi 3
        permintaanmu.”
        “Cihuiii!” jerit si wanita.
        “Tapi dengan satu syarat,” kata si Jin, “Apapun yang kamu minta,
        suamimu akan menerimanya tiga kali lipat.”
        Si wanita berkernyit, “Apa?  Tapi saya benci suami saya!  Ia seorang
        pria yang jahat!”
        Si Jin menggelengkan kepalanya.  “Maaf.  Saya adalah Jin Kasih.  Saya
        ulangi: Apapun yang kamu minta, suamimu akan menerimanya tiga kali
        lipat.”
        Wanita itu berkata, “Oh, baik.  Permintaan pertama saya: Jadikan saya
        kaya.  Saya ingin 1 milyar.”
        Jin bertanya, “Kamu yakin?  Suamimu akan memiliki 3 milyar.”
        Ia berkata, “Oh, tidak masalah.  Miliknya adalah milikku dan milikku
        adalah miliknya.”
        “Baiklah kalau begitu!” kata Jin, dan dengan sekali kebasan tangannya,
        dan “Puuf!” si wanita memiliki 1 milyar – dan suaminya memiliki 3
        milyar.
        “Permintaan kedua saya adalah saya ingin menjadi sangat cantik.”
        Jin bertanya, “Kamu yakin?  Suamimu akan menjadi seperti Tom Cruise
        dan Keanu Reeves dan Brad Pitt dijadikan satu.  Ini sangat berbahaya.
        Para gadis akan mengerumuninya.
        Wanita itu berkata, “Selama saya cantik tidak masalah.”
        Dan dengan kebasan tangannya, “Puuf!”, dan ia menjadi sangat cantik
        dan suaminya tiga kali lipat lebih tampan.
        Lanjut wanita itu, “Untuk permintaan ketiga, saya ingin mengalami
        serangan jantung yang sangat ringan.”
        HIDUP ADALAH SEBUAH CERMIN
        Pelajaran yang terkandung di dalamnya: Apapun yang Anda berikan pada
        diri sendiri, Anda berikan lebih banyak pada orang lain.
        Jika Anda menyukai diri Anda sendiri, Anda juga akan menyukai orang
        lain.
        Jika Anda tidak menyukai diri Anda sendiri, Anda juga tidak menyukai
        orang lain.
        Karena hidup adalah sebuah cermin.  Apa yang Anda lihat dalam diri
        orang lain adalah sebuah cerminan apa yang Anda lihat dalam diri
        Anda.
        Saya pernah bertemu orang yang sangat kritis.  Terkadang, saya pikir
        mereka merasa bahwa mereka terlahir untuk mengkritik orang lain.  Hal
        itu merupakan misi hidup mereka.  Semua yang mereka lakukan adalah
        menilai setiap orang yang mereka temui dan menunjukkan kesalahan
        mereka.  Dari mana jiwa kritis ini berasal?  Di dalam kedalaman hati
        mereka, saya percaya mereka tidak menyukai diri mereka sendiri.  Dan
        mereka memproyeksikan sikap kritis ini terhadap orang lain.
        “Ketidak-sukaan diri sendiri” ini tersebar lebih luas dari yang kita
        kira…
        INI ADALAH SUATU WABAH
        Dalam batin mereka, orang tidak merasa senang dengan diri mereka
        sendiri.  Seperti musik latar yang terdengar 24 jam sehari, orang-
        orang membebankan diri mereka sendiri dengan penolakan diri, meragukan
        diri sendiri, merasa tidak berharga.
        Hal ini adalah suatu wabah di dunia sekarang ini, dan hal ini juga
        merampas banyak kebahagiaan orang.
        Dari mana asalnya penyakit membenci diri sendiri ini?
        Kebencian terhadap diri sendiri berasal dari ketakutan.  Intinya,
        kebencian adalah ketakutan.  Kita membenci apa yang kita takuti.
        Persisnya, kita takut kita tidak cukup.  Intinya, kita takut kita
        tidak dicintai.
        Dan ketika kita tidak menyukai diri kita, kita mencoba untuk
        mengatasinya dengan banyak solusi umum yang tidak benar.  Karena
        keterbatasan ruang, saya akan berikan dua contoh.  Pertama adalah
        memiliki Lambang Status.  Dan yang lainnya adalah Penampilan Rohani.
        MENGUMPULKAN LAMBANG STATUS
        Saya tahu ada banyak orang yang menggenggam, menyambar, dan
        mengumpulkan banyak Lambang Status.
        Saya ingat sebuah kisah tentang seorang pria dengan sebuah BMW.
        Setelah parkir, saat ia membuka pintu, mobil lain menabrak dan membuat
        pintu mobilnya terlepas – bersama dengan seluruh lengannya.
        Ketika polisi datang, mereka melihat pria tersebut menatap BMW-nya
        yang hancur dan meratap, “Mobilku!  Mobilku!  Habis sudah…”
        Polisi berkata, “Maaf Tuan, tapi tidakkah Anda sadari kalau lengan
        Anda sudah tidak ada?”
        Sang pria melihat ke arah dimana seharusnya lengannya berada, dan
        ketika ia tak  melihat apapun, mulai meratap, “Oh Tuhan!  Di mana
        Rolex saya?”
        Beberapa orang begitu lekat dengan Lambang Status mereka.
        Anda lihat orang-orang ini berjalan di mal.  Kemeja merek Lacoste.
        Sepatu merek Bally.  Arloji merek Rolex.
        Saya sedang berbicara dengan seorang teman yang mengenakan sebuah
        arloji Rolex.  Saya bertanya padanya, “Saya penasaran.  Mengapa engkau
        mengenakan sebuah arloji seharga 3 juta di pergelangan tanganmu?”
        Jawabannya membuat saya sangat sedih.  Ia berkata, “Mau jujur?  Untuk
        membuat saya merasa seperti seseorang.  Untuk membuat saya merasa oke
        dengan diri saya sendiri.”
        Wow.  Jika saya ingin merasa oke, saya bernafas.  Saya tersenyum.
        Saya berdoa.  Saya mencintai.
        Saya akan berikan Anda solusi palsu lainnya...
        KITA MENCIPTAKAN TUHAN DALAM GAMBARAN KITA
        Solusi palsu lainnya adalah Penampilan Rohani.
        Ketika kita tidak menyukai diri kita, beberapa dari kita menyibukkan
        diri dengan kegiatan-kegiatan rohani untuk menenangkan seorang Tuhan
        yang mereka percaya juga tidak menyukai mereka.  Mengapa?
        Karena hidup adalah sebuah cermin.
        Karena kita menciptakan Tuhan dalam gambaran dan persamaan dengan
        kita.
        Karena kita memproyeksikan kebencian terhadap diri kita sendiri kepada
        Tuhan.
        Selama bertahun-tahun, saya terbiasa menjadi seperti ini.  Saya
        berdoa, membaca Alkitab, dan melakukan kegiatan rohani saya karena
        saya ingin pengakuan dari Tuhan yang pemarah.
        Tidak lagi.
        Saya melakukan semuanya karena Ia terlebih dulu mencintai saya.  (1Yoh
        1:14)
        Jadi bagaimana Anda mulai menyukai diri Anda?
        APA PERTANYAAN OTOMATIS ANDA?
        Anda memiliki sebuah Pertanyaan Otomatis yang Anda tanyakan pada diri
        sendiri ribuan kali setiap harinya.
        Itu seperti Sistim Operasional Anda, bekerja dengan sendirinya.
        Bagi banyak orang, Pertanyaan Otomatis mereka adalah “Apa yang salah?”
        Mereka terbangun di pagi hari dan tanpa sadar bertanya, “Apa yang
        salah dengan hari ini?  Apa yang salah dengan hidup saya?”
        Dan sepanjang hari, mereka terus menanyakan Pertanyaan Otomatis
        mereka:
        “Apa yang salah dengan suami saya?”
        “Apa yang salah dengan orang tua saya?”
        “Apa yang salah dengan anak-anak saya?”
        “Apa yang salah dengan pekerjaan saya?”
        “Apa yang salah dengan teman-teman saya?”
        Dan Pertanyaan Otomatis yang paling mematikan adalah “Apa yang salah
        dengan saya?”
        Beberapa orang menanyakan pertanyaan ini terus-menerus sepanjang hari,
        dan ini membunuh jiwa mereka.  Karena mereka menemukan begitu banyak
        hal yang salah tentang diri mereka.  Tidak heran mereka tidak menyukai
        diri mereka!
        Pertanyaan “Apa yang salah?” adalah sebuah pertanyaan yang sangat
        berguna – bukan sebagai Pertanyaan Otomatis – tapi sebagai suatu
        pertanyaan di saat darurat.  (Ketika betul-betul ada sesuatu yang
        salah!)
        Kalau begitu apa yang seharusnya menjadi Pertanyaan Otomatis Anda?
        KUNCINYA: PENGHARGAAN
        Pertanyaan Otomatis yang seharusnya kita tanyakan adalah, “Apa yang
        benar?”
        Tanyakan ini ribuan kali per hari.
        “Apa yang benar dengan hari ini?  Apa yang benar dengan suami saya?
        Apa yang benar dengan anak-anak saya?  Apa yang benar dengan pekerjaan
        saya?”
        Dan khususnya pertanyaan yang sangat sehat, “Apa yang benar dengan
        saya?”
        Jika Alkitab adalah benar bahwa Anda sungguh-sungguh diciptakan dalam
        gambar dan rupa Allah, maka wah…Anda pastilah seorang manusia yang
        sangat luar biasa.
        Anda telah menerima banyak dalam diri Anda yang luar biasa – dan Anda
        perlu waktu untuk menghargai semua itu.
        Ingat:  Hanya cinta yang dapat mengalahkan ketakutan.  Dan penghargaan
        adalah cinta.
        Ketika Yesus menyembuhkan sepuluh orang kusta, hanya satu yang kembali
        dan bersyukur padaNya.  Ia bertanya, “Di mana yang sembilan lainnya?”
        Pada hari itu, sepuluh yang disembuhkan secara fisik tapi hanya satu
        yang disembuhkan secara tuntas.  Sepuluh yang disembuhkan secara fisik
        tapi hanya satu yang disembuhkan secara fisik dan rohani.
        Sembuhkan diri Anda dengan penghargaan.
        Dan inilah satu hal yang dapat Anda lakukan…
        TULISKAN
        Duduk dan tuliskan 25 hal yang Anda suka dari diri Anda.
        Saya melakukan ini beberapa waktu lalu dan tidak bisa berhenti setelah
        25 hal.  Saya mengakhiri dengan menuliskan 67 hal yang saya suka dari
        diri saya sendiri!  Dan karena daftar ini ada dalam buku harian saya,
        saya berencana untuk terus menambahnya hingga saya mencapai 100.
        Tapi mulailah dengan 25.  Rayakan diri Anda.  Bersyukurlah pada Tuhan
        karena diri Anda!
        Hal ini akan mengubah Anda.
        Tanpa sadar, Anda akan menyadari betapa istimewanya diri Anda.
        Dan secara perlahan, Anda akan mulai sangat menyukai diri Anda.
        ALASAN YANG PALING PENTING
        Tiga hari lalu, saya dibanjiri banyak pekerjaan.
        Ada banyak artikel yang harus saya tulis, banyak rapat yang harus saya
        hadiri, banyak keterlibatan bisnis…  Tapi istri saya berkata, “Tolong
        ajak Francis ke tukang cukur.  Ia akan menjadi pembawa cincin.”
        Itulah kerugian memiliki seorang anak yang tampan.  Ia banyak diminta
        menjadi pembawa cincin dalam acara pernikahan.
        Maka saya mengenyampingkan semua pekerjaan saya siang itu dan
        membawanya ke tukang cukur.
        Setelah selesai, saya berpikir kalau kami akan segera pulang agar saya
        bisa kembali bekerja.  Tepat saat itu Francis yang berusia 4 tahun
        berkata, “Daddy, saya lapar.”
        Maka kami masuk ke Jollibee dan ia makan ayam dan nasi pada pukul 4
        sore!
        Lagi-lagi, ketika kami akan beranjak, saya pikir saya dapat segera
        bekerja kembali.  Tapi Francis menarik lengan saya lagi dan berkata,
        “Daddy, saya masih lapar.”  Ya Tuhan.  Di mana si kecil ini menaruh
        semua makanan tadi?
        Baru belakangan, saya menyadari ia bukan lapar karena makanan tapi
        karena cinta.  Persisnya, lapar akan cinta seorang ayah.
        Maka kami terus berjalan, mengunjungi toko-toko yang lain, hingga ia
        melihat sebuah tempat main.  Matanya membelalak dan berkata, “Daddy,
        bolehkah saya main?”
        Saya percaya hidup adalah soal waktu.  Maka saya membeli secangkir
        kopi untuk diri sendiri, duduk di sebuah kursi taman, dan menikmati
        memperhatikan anak saya berlompatan dari satu luncuran ke luncuran
        yang lain.
        Kami menikmati waktu yang paling hebat.
        Mengapa saya mengacaukan seluruh siang saya untuk Francis?
        Karena saya adalah ayahnya dan ia adalah anak saya.
        Ia lebih penting dari semua pekerjaan saya.
        Ia lebih penting dari semua pelayanan saya.
        Ia lebih penting dari semua buku yang saya tulis dan semua kotbah yang
        saya berikan.
        Teman, ini adalah alasan mutlak mengapa Anda perlu menyukai diri Anda.
        Karena Anda memiliki seorang Ayah yang sangat mencintai Anda.
        Anda lebih penting dari semua bintang di langit.
        Anda lebih penting dari seluruh galaksi di jagat raya ini.
        Dalam hati Tuhan, tak ada yang sebanding dengan Anda.
        Jika Ia mencintai Anda sebesar ini, bagaimana mungkin Anda tidak
        menyukai diri Anda?
        Semoga impian Anda menjadi kenyataan,
        Bo Sanchez
         


      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.