Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

850Renungan KTM: Selasa, 4 Maret 2014 - Dengan rahmat Allah, berusaha menyenangkan hatiNya

Expand Messages
  • Adeline HK
    Mar 3 4:37 PM
    • 0 Attachment
      Renungan: Selasa, 4 Maret 2014
       
      Bacaan Pertama     1 Pet 1: 10-16
      Mazmur                 Mzm 98: 1-4
      Bacaan Injil            Mrk 10: 28-31
       
      Pekan Biasa VII
       
       
      Bacaan Injil:
       
      Berkatalah Petrus kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!" Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."
       
       
      Shalom semuanya,
       
      "Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu." (Mrk 10: 31)
       
       
      Renungan:
       
      Kehidupan seorang kristiani adalah kehidupan yang berdasar oleh Kristus. Yang menjadikan Kristus sebagai dasar dan tujuan hidup kita. Hidup untuk mencintai Kristus dan menyenangkanNya di setiap waktu. Tuk mengikuti panggilan Tuhan dan menjalaninya dengan rela dan bersuka hati. Sebab hidup bersama dan dalam Kristus, serta boleh ikut ambil bagian dalam karya-karyaNya (termasuk menanggung salib kita) ialah anugerah terbesar dan terindah yang kita terima dariNya.
       
      Kehidupan di dalam Kristus memang tidak selalu mudah, penuh dengan gelombang. Namun bila kita menaruh segala pengharapan kita di dalam Kristus, kita akan merasakan damai meski kita diterpa banyak kesulitan. Dan kita percaya, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.
       
      Di mazmur hari ini pun, kita diingatkan: “Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepadaNya oleh tangan kananNya, oleh lenganNya yang kudus.” Maka, “Bersorak-soraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!”.
       
       
      Setiap detik, waktu semakin bergulir. Semakin hari, sisa waktu kita tuk hidup di bumi ini semakin berkurang. Demikian juga, kesempatan kita tuk menggenapi rencana Allah yang telah Dia tanamkan dalam hati dan pikiran kita. Kesempatan tuk berbuat yang terbaik seturut kehendak Allah. Berusaha tuk menjadi insan-insan yang menghadirkan Allah di dunia ini.
       
      Mungkin ada baiknya kalau sejenak kita merefleksikan diri kita. Apakah kita sudah berusaha tuk hidup di hadiratNya di setiap waktu? Apakah perbuatan-perbuatan kita sungguh-sungguh telah menyenangkan hatiNya, pada saat kita sadar maupun pada saat kita kurang sadar? Apakah kita senantiasa mengikuti dorongan Roh Kudus yang hidup di dalam kita? Apakah kita telah melayani sesama kita, keluarga kita, sel/komunitas kita, lingkungan/paroki kita seturut keinginan Allah? Apakah kita berusaha mengikis, mengurangi, atau bahkan menghilangkan segala kecenderungan negatif kita, terutama 7 dosa pokok? Apakah kita berusaha dengan tekun dan setia menjalani panggilan Allah dan berusaha secara terus-menerus mencari kehendakNya dan berusaha menggenapi kehendakNya dalam hidup kita? Apakah kita berusaha meneladani cara hidup, pola pikir, perkataan dan tindakan Yesus, terlebih ketika kita dihadapkan pada situasi yang kurang mengenakkan atau kurang menyenangkan? Apakah kasih Kristus yang menjadi dasar dalam setiap tindakan kita? Apakah kita mau berbelarasa kepada sesama yang membutuhkan pertolongan atau bantuan kita?
       
      Seperti yang kita renungkan dalam bacaan pertama hari ini: Kepada mereka telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu, dengan perantaraan mereka, yang oleh Roh Kudus, yang diutus dari sorga, menyampaikan berita Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat.
       
      Kehidupan kita adalah untuk melayani, mengasihi, untuk berkorban bagi sesama, terlebih yang terluka dan membutuhkan. Untuk membawa setiap orang tuk merasakan kasih Kristus dan bahkan sampai mengalami sendiri suasana Surga sejak kita masih di dunia.
       
      Seperti yang Yesus telah contohkan terlebih dahulu kepada kita lewat cara hidupNya. Hidup yang berdasarkan kehendak Bapa, berjalan di jalan kekudusan. Ia rela berkorban bagi sesama yang menderita. Ia mengorbankan diriNya sendiri supaya jiwa kita dapat diselamatkan. Bukan untuk keuntunganNya, melainkan untuk orang-orang yang dikasihiNya.
       
       
      Tuhan pun memanggil banyak orang, termasuk kita yang telah di baptis, dan juga secara khusus memanggil kita dalam hidup berkomunitas (KTM) ini. Setiap orang dipanggil dengan cara yang unik, dan di waktu-waktu yang berbeda. Dan Tuhan memiliki rencana bagi kita masing-masing dan memberikan begitu banyak rahmat bagi kita.
       
      Setiap orang diajak untuk menggunakan segala talenta yang dimiliki untuk semakin memuliakan Tuhan dan membawa sesama semakin mengenal, semakin dekat dan semakin mencintai Tuhan.
       
      Bagaimana dengan kita, yang telah Tuhan panggil terlebih dahulu tuk mengikutiNya, daripada sesama kita lainnya. Apakah kita berusaha menggembangkan segala talenta kita? Apakah kita bertanggung jawab dalam hal-hal yang telah Tuhan percayakan kepada kita? Atau malah kita berada di satu tahap dimana kita tak lagi berusaha dengan sepenuh hati kita tuk selalu menyenangkan hatiNya, melainkan malah tenggelam dalam pikiran dan tindakan duniawi, berbuat dosa terus-menerus, terutama dosa-dosa yang sama?
       
      Semoga kita cepat menyadari apabila ada sesuatu hal yang menyedihkan hati Yesus, dan kemudian mau berbalik dan berusaha sekuat tenaga berjuang tuk mengikuti kehendak Allah.
       
      Pada akhirnya, kita mau belajar tuk semakin hidup kudus, sama seperti Allah kita yang adalah kudus. Dan, mengutip perkataan Rasul Petrus, biarlah kita ingat: Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaknya kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu, sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu.
       
      Rahmat Allah menyertai kita semua.
       
       
      Doa:
       
      Kami bersyukur kepadaMu Tuhan atas segala rahmatMu yang berlimpah bagi kami. Engkau memberikan begitu banyak talenta bagi kami, tuk kami kembangkan dan menjadikannya sebagai sarana tuk melayani Engkau lewat sesama kami. Biarlah kami boleh semakin membawa diri kami serta sesama kami semakin dekat dengan Engkau sendiri. Dan menjadikan Engkau sebagai pusat hidup kami, tingkah laku kami, cahaya hidup kami.
      Biarlah kami boleh terus menerus menyadari Engkau yang tinggal dalam diri kami dan dengan bantuan rahmatMu, semakin hidup di jalan kekudusanMu. Biarlah kami boleh menjadi orang-orang yang tahu berterima kasih kepadaMu. Atas segala hal yang telah Kau kerjakan dalam hidup kami, dan untuk semua rencanaMu bagi masa depan kami.
      Kiranya sinar kasihMu memancar atas kami, sehingga hidup kami boleh menjadi suatu pujian bagi kemuliaanMu yang kekal.
      Kemuliaan kepada Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
      Bunda Maria, santo-santa pelindung Karmel dan pelindung kami masing-masing, serta malaikat pelindung kami, doakanlah kami selalu. Amin.
       
       
      Kisah Orang Kudus:
       
      Santo Kasimirus, pengaku iman
       
      Putra kedua Kasimir III, Raja Polandia dan maharaja Lithuania ini, lahir pada tahun 1461. Keluarganya tergolong saleh dan taat agama. Ibunya, Elisabeth dari Austria, mendidik dia menurut tata cara hidup kerjaan dan hidup Kristiani yang berlaku pada masa itu. Setelah menanjak remaja, pendidikannya diserahkan kepada Yohanes Longinus. Kasimirus berkembang dewasa menjadi seorang putra Raja yang berhati mulia, murah hati, sopan dan ramah dalam pergaulan dengan sesamanya. Ia disenangi banyak orang terutama teman-temannya sebaya. Kecuali itu, pendidikan itu berhasil menanamkan dalam dirinya sikap yang tepat dan terpuji tersemarakan dan kemewahan duniawi. Bahwasannya semua kemewahan dan hormat duniawi itu bersifat sia-sia dan bisa saja menjerumuskan manusia kedalam keserakahan dan ingat diri. 
Sikap itu terbukti kebenarannya, tatkala ia terlibat dalam suatu perkara politik yang terjadi di kerajaan Hongaria. Banyak bangsawan Hongaria tidak suka akan Matias, rajanya. Mereka datang kepada Kamisirus dan memohon kesediannya untuk menjadi raja mereka. Kamisirus mengabulkan permohonan itu dan segera berangkat ke Hongaria. Mendengar hal itu, Raja Matias menyiapkan sepasukan prajurit untuk melawan kerajaan Polandia. Tetapi perang tidak terjadi karena campur tangan Paus. 
Dengan malu, Pangeran Kamisirus pulang ke Polandia. Peristiwa ini menyadarkan dirinya akan kesia-siaan hormat duniawi. Maka mulai saat itu ia meninggalkan cara hidupnya yang mewah dan kehormatan duniawi, lalu memusatkan perhatiannya pada doa, puasa dan tapa. Banyak waktunya di habiskan untuk berdoa. Pagi-pagi sekali ia sudah berdiri di depan pintu gereja untuk mengikuti perayaan Misa Kudus dan mendengarkan Kotbah. Ia juga lebih banyak memperhatikan kepentingan kaum kafir miskin dengan membagi-bagikan harta kekayaannya. Cinta kasih dan hormatnya kepada Bunda Maria sangat besar. "Omni die hic Mariae"("Mengasihi Maria, kini dan selalu") adalah semboyannya. 
Semua usahanya untuk memusatkan diri pada doa, tapa dan puasa membuat dia menjadi seorang beriman yang saleh. Ia menjadi orang kesayangan warganya, terutama kaum miskin di kota itu. Ia meningal dunia pada tanggal 4 Maret 1484 karena penyakit sampar. Seratus dua puluh tahun kemudian, kuburnya di Katedral Wein di buka kembali dan relikuinya dipindahkan ke sebuah kapela. Tubunya masih tampak utuh dan menyebarkan bau harum. Tulisan doanya "Mengasihi Maria, kini dan selalu"masih terletak rapi di kepalanya. Hal ini menunjukkan bahwa devosinya kepada Maria merupakan suatu persembahan yang berkenan di hati Maria.
       
      Santo Kasimirus, doakanlah kami..
       
       
      Lagu:
       
      Ku Mau MenyenangkanMu
      http://www.youtube.com/watch?v=UQ4jctFFMtg
       
      Yang terindah bagiku adalah bersamaMu
      dalam setiap perkara Kau menjaga hidupku
      kebanggaan bagiku dijadikan anakMu
      kes'lamatan yang kekal menjadi bagianku
       
      Dengan seg'nap hatiku, jiwa dan pikiranku
      kulakukan FirmanMu berharap kepadaMu
      Kau yang memurnikanku dan memahkotaiku dengan kekuatanMu
      ku mau menyenangkanMu.
       
       
       
      Vivit Dominus In Cuius Conspectu Sto. Zelo Zelatus Sum Pro Domino Deo Exercituum.
       
       
      Jesus Bless Us,
       
       
      Skolastika Luisa Adeline HK (Adeline)
      Sel Teresia Avila
      KTM Muda-Mudi Jakarta
      Indonesia