Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Dumb Student, Smart Student..

Expand Messages
  • Wanda Hazman
    Dumb Student, Smart Student Sewaktu kita sekolah atau kuliah, murid/mahasiswa di kelas dapat dibagi dalam 3 kategori : murid pintar, murid rata-rata dan murid
    Message 1 of 2 , Jul 1, 2004
      Dumb Student, Smart Student

      Sewaktu kita sekolah atau kuliah, murid/mahasiswa di
      kelas dapat dibagi dalam 3 kategori : murid pintar,
      murid rata-rata dan murid bodoh. Setiap orang tua
      pasti menginginkan anaknya masuk ke kategori pertama
      yaitu murid yang pintar dan menghindari yang terakhir
      atau murid bodoh. Orang tua seringkali mendaftarkan
      anaknya untuk kursus ini, kursus itu agar nilai
      anaknya menjadi bagus. Orang tua sering kali
      memfokuskan pada kelemahan anaknya dan berusaha
      menutup kelemahan anaknya itu.

      Pada workshop yang saya adakan, saya bertanya kepada
      peserta: jika anda mempunyai anak yang menyukai
      menggambar tetapi nilai matematikanya tidak bagus.
      Keuangan anda hanya cukup untuk membiayai 1 jenis
      kursus, kursus apa yang akan anda berikan ke anak
      anda? Hampir semua peserta menjawab : kursus
      matematika.

      Murid yang pintar biasanya adalah tipe yang ngotot
      dalam belajar, mereka takut kalau tidak bisa
      mengerjakan ujian, stress jika mendapat nilai buruk.
      Tipe murid inilah yang biasanya ikut les ini dan itu,
      karena mau SEMUA pelajarannya mendapat nilai baik.
      Murid yang bodoh biasanya adalah tipe orang yang
      masabodoh, mereka tidak terlalu memikirkan akan dapat
      nilai berapa. Murid tipe ini biasanya mempunyai
      SESUATU yang sangat mereka sukai dan mereka lebih suka
      melakukan hal itu daripada belajar. Sedangkan murid
      rata-rata berada di antara 2 kategori itu.

      Di kemudian hari, siapakah yang akan lebih sukses atau
      kaya dalam kehidupannya? Sukses di sini harus
      dibedakan dengan kaya. Menjad kaya berarti mempunyai
      lebih banyak uang, sedangkan sukses berarti
      mengerjakan hal yang mereka sukai dan menyukai yang
      mereka kerjakan, dan orang-orang menghargai apa yang
      mereka kerjakan. Dalam banyak kasus, banyak murid yang
      bodoh semasa sekolah dan kuliah tetapi kemudian
      menjadi orang yang sukses. Dan banyak pula yang
      menjadi sukses dan kaya. Sedangkan murid yang dulu
      pintar banyak juga yang menjadi kaya tapi sedikit yang
      sukses. Mengapa demikian ? Karena dari kecil murid yg
      bodoh sudah terbiasa FOKUS kepada KEKUATAN yg dia
      miliki, dan tidak terlalu perduli dengan kelemahannya.
      Sedangkan murid yang pintar biasanya TIDAK FOKUS pada
      sesuatu, terlebih lagi mereka terbiasa mendahulukan
      perbaikan pada kelemahan.

      Saya mempunyai rekan yg merupakan contoh nyata dari
      tipe murid yang bodoh ini. Sebut saja namanya a dan b,
      keduanya pernah tinggal kelas dan termasuk murid yang
      tidak perduli dengan nilai bagus, sekarang si a
      menjadi fotografer professional dgn client dari
      perusahaan-perusahaan terkenal di Indonesia dan si b
      menjadi montir professional yg disegani di dunia rally
      mobil.

      Ambil contoh lain, Deddy Corbuzier semasa sekolah juga
      tidak termasuk murid yang cemerlang, tetapi sejak
      kecil telah menunjukkan kecintaan yg mendalam dengan
      dunia sulap. Sekarang, siapa yang tidak mengenal Deddy
      Corbuzier.

      Contoh lain lagi adalah Rhenald Khasali, beliaupun
      pernah tinggal kelas sewaktu sekolah tetapi sekarang
      merupakan salah satu pembicara handal.

      Di lain pihak, yang dulunya murid yang pintar
      seringkali berakhir dengan bekerja di kantoran,
      mungkin mereka menghasilkan banyak uang tetapi belum
      tentu mereka sukses, karena mereka mungkin tidak
      terlalu menyukai apa yang mereka kerjakan, hal ini
      karena dari kecil mereka diarahkan untuk memperbaiki
      kelemahan dan tidak memperkuat apa sebetulnya kekuatan
      mereka.

      Jika anak anda termasuk dalam kategori anak pintar,
      jangan terlalu cepat senang dahulu. Tetaplah gali apa
      yg ia sukai, apa yg dengan senang ia lakukan, berilah
      support agar ia juga melakukan hal yg ia senangi dan
      tidak hanya belajar terus menerus. Sedangkan jika anak
      anda termasuk anak yg bodoh dan lebih menyukai
      kesenangannya daripada belajar, carilah suatu alasan
      mengapa belajar itu juga penting untuk mendukung
      kesenangannya. Misalnya ia suka sekali dengan dunia
      otomotif, beri pengertian bahwa seorang ahli otomotif
      harus mengerti bahasa Inggeris supaya dapat sukses di
      luar negeri, atau harus mengerti matematika agar
      nantinya mengerti mesin dengan baik, dsb.

      Jika sekarang anda bekerja sebagai seorang karyawan,
      andapun tentu dibiasakan oleh perusahaan untuk
      ditambal kelemahannya. Setiap akhir tahun setelah
      diadakan penilaian prestasi, pasti ada kelemahan si
      karyawan yang diperhatikan oleh atasan dan kemudian
      dibuatkan "Plan for Development" dengan mengikutkan
      karyawan tersebut pada suatu training yang dapat
      membantu memperbaiki kelemahannya itu, sedangkan untuk
      kelebihannya hanya diminta untuk dipertahankan.

      Mereka yang hanya memfokuskan diri pada memperbaiki
      kelemahan biasanya lebih sulit menemukan impiannya
      dibandingkan mereka yang terbiasa fokus pada
      kekuatannya. Jadi jangan terpaku pada kelemahan anda,
      fokuskan perhatian anda lebih kepada kekuatan anda.




      a..




      [Non-text portions of this message have been removed]
    • duke
      nice pictures ;o) saya jadi inget, sebuah tulisan dari vincent, mengenai definisi takut yang tentunya menurut versi dia (ato pendapat secara umumnya). maka
      Message 2 of 2 , Jul 2, 2004
        nice pictures ;o)
        saya jadi inget, sebuah tulisan dari vincent,
        mengenai 'definisi takut' yang tentunya menurut
        versi dia (ato pendapat secara umumnya).
        maka saya hanya menanggapi, bahwa jika vincent
        sudah punya: 'informasi, pengalaman dan pendapat
        sendiri serta cara tersendiri untuk menjalani
        kehidupan dengan takut', maka itulah 'hidup-mu'.

        menurutku, sama dengan ilustrasi ini. tulisan tentang
        sekolah atau kuliah, murid/mahasiswa di kelas berikut
        3 kategori-nya. artinya, manusia memang perlu untuk
        mendapatkan informasi mengenai sesuatu hal, lantas
        pengalaman serta kemudian pendapat terhadap sesuatu
        hal itu, lantas bisa digunakan untuk menjalani kehidupan
        dengan 'sesuatu itu', maka itulah 'pegangan hidup-mu'.
        artinya pula, seseorang boleh sama dengan lainnya serta
        boleh saja tidak sama. boleh *sepakat untuk gak sepakat*
        dan tentu pula boleh *gak sepakat namun ber-sepakat*.

        misalnya dari tulisan ini, mungkin saja saya boleh
        berbeda bahwa 'saya akan memilih kursus menggambar untuk
        si anak, ketimbang kursus matematik' karena alasan khusus
        maupun perkembangan otak tertentu ato e.q nya.
        anyway, makasih tulisan bagusnya. berikut saya paste
        juga mengenai tanggapan terhadap tulisan vincent.

        -duke-

        --- In radioliner@yahoogroups.com, "duke" <jazzdinny@h...> wrote:
        anda menemukan takut,
        anda menilai sebuah takut,
        anda memberi makna takut.

        anda merasakan takut,
        anda mengalami takut,
        anda hidup dalam takut.

        anda coba bargain dengan takut,
        anda mengalami dan ternyata gak takut,
        anda merasa makna lain sebuah takut,
        anda mengalami takut yang gak takut,
        anda juga gak takut lagi pada takut.

        anda kini takut hidup tanpa takut,
        (gunakan faktor eliminasi ngawur)
        anda kini .. hidup tanpa ..
        kini anda .. tanpa hidup ..

        -duke-

        --- Vincent Liong <vincentliong@y...> wrote:
        > Soal Rasa Takut
        >
        > Siang hari saya tidak takut. Yang saya tahu soal rasa
        > takut adalah ketika saya kecil saya takut gelap, karena
        > saya kira ada setan di sana yang tidak mampu saya lihat
        > yang ingin menakuti saya. Saya juga takut terpisah dari
        > kumpulan orang yang sudah saya kenal yang selalu berada
        > di sekitar saya ketika saya berada di tempat umum karena
        > saya kira akan ada yang menculik saya. Saya hanya
        > seorang anak kecil yang menyatakan kepada dirinya
        > sendiri bahwa dirinya sangat lemah. Saya takut pada
        > apapun yang belum saya kenal; apakah ini karena saya
        > mengatakan kepada diri saya sendiri bahwa saya lemah
        > atau saya takut berada di luar ruangan?
        >
        > Diantara semua persoalan tentang rasa takut yang saya
        > tahu, satu pengalaman ini mungkin bisa disebut sesuatu
        > yang baru. Pengalaman yang cukup satu hari saja
        > mengubah konsep di dalam kepala saya. Saya menyerah
        > untuk yang satu ini…
        > ------------- setip
        >
        > Vincent Liong
        > 17 Juni 2004
        --------------------------------------

        -- In TamanBintang@yahoogroups.com, "Wanda Hazman" <wandahazman@h...>
        wrote:
        >
        > Dumb Student, Smart Student
        >
        > Sewaktu kita sekolah atau kuliah, murid/mahasiswa di
        > kelas dapat dibagi dalam 3 kategori : murid pintar,
        > murid rata-rata dan murid bodoh. Setiap orang tua
        > pasti menginginkan anaknya masuk ke kategori pertama
        > yaitu murid yang pintar dan menghindari yang terakhir
        > atau murid bodoh. Orang tua seringkali mendaftarkan
        > anaknya untuk kursus ini, kursus itu agar nilai
        > anaknya menjadi bagus. Orang tua sering kali
        > memfokuskan pada kelemahan anaknya dan berusaha
        > menutup kelemahan anaknya itu.
        >
        > Pada workshop yang saya adakan, saya bertanya kepada
        > peserta: jika anda mempunyai anak yang menyukai
        > menggambar tetapi nilai matematikanya tidak bagus.
        > Keuangan anda hanya cukup untuk membiayai 1 jenis
        > kursus, kursus apa yang akan anda berikan ke anak
        > anda? Hampir semua peserta menjawab : kursus
        > matematika.
        >
        > Murid yang pintar biasanya adalah tipe yang ngotot
        > dalam belajar, mereka takut kalau tidak bisa
        > mengerjakan ujian, stress jika mendapat nilai buruk.
        > Tipe murid inilah yang biasanya ikut les ini dan itu,
        > karena mau SEMUA pelajarannya mendapat nilai baik.
        > Murid yang bodoh biasanya adalah tipe orang yang
        > masabodoh, mereka tidak terlalu memikirkan akan dapat
        > nilai berapa. Murid tipe ini biasanya mempunyai
        > SESUATU yang sangat mereka sukai dan mereka lebih suka
        > melakukan hal itu daripada belajar. Sedangkan murid
        > rata-rata berada di antara 2 kategori itu.
        > ------------------
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.