Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

[OOT] RAMAH ITU INDAH !

Expand Messages
  • bajigur garut
    RAMAH ITU INDAH 1. RAMAH ITU INDAH Secantik apapun atau setampan apapun seseorang, jika ia termasuk orang yang judes, pemarah pasti akan hilanglah segala
    Message 1 of 1 , Sep 1, 2007
    • 0 Attachment
      RAMAH ITU INDAH


      1. RAMAH ITU INDAH
      Secantik apapun atau setampan apapun seseorang, jika ia termasuk orang
      yang judes, pemarah pasti akan hilanglah segala keindahan fisiknya
      bahkan bisa jadi yang tampak adalah kebalikannya, wajah yang tidak
      sedap dipandang, sikap yang menyebalkan dan tentu saja orang enggan
      berakrab-akrab dengannya. adapun sebaliknya, kita sering pula berjumpa
      dengan orang yang penampilan luamya biasa-biasa saja namun tampak
      bersahaja, dan tampak begitu manis serta menyejukkan, kita yang
      bergaul dengannya pun akan merasa nyaman dalam memandang dan
      mendengarkannya, tahukah anda siapa orang tersebut? tak salah lagi
      dialah "si ramah". Sosok pribadi yang tampil dengan segala
      keramahannya dan bersikap santun kepada siapapun. Ia tak memerlukan
      makeup yang tebal, jas yang keren atau topeng-topeng mahal untuk
      menutupi kekurangannya, karena keindahan hakiki itu tidak terletak
      pada topeng yang kita kenakan, sebagus apapun aksesoris tubuh kita,
      melainkan terdapat pada isinya. Pada hati kita yang bersih. Itulah
      keindahan yang hakiki. Persis seperti kalimat dalam sebuah iklan,
      "Buat apa beli botolnya, ini biangnya!" tetapi tentu saja kita yang
      biasa-biasa saja - baik penampilan maupun harta dan pangkat- tidak
      perlu merasa pesimis dan kecewa. Sebab, kita masih bisa menampilkan
      keindahan yang mengesankan buat siapapun, kuncinya adalah dengan
      menjadi orang yang selalu tampil ramah, sopan dan tulus.

      2. RAMAH ADALAH SIKAP ORANG-ORANG TERHORMAT & MULIA

      Setiap kali kita mendengar pribadi seorang Nabi, Rasul, Para Ulama
      atau orang . yang bijaksana lainnya, sudah pasti yang terbayang adalah
      pribadi-pribadi yang berakhlak mulia. Dan salah satu dari akhlak mulia
      itu adalah terpancarnya keramahan, baik dari sikapnya, tutur katanya
      yang santun, wajahnya yang jernih, serta sikap yang arif dan bijak.
      Siapapun yang bergaul akrab dengan mereka, akan merasakan suasana aman
      dan menyenangkan, bahkan ketika berpisahpun akan menimbulkan kerinduan
      untuk berjumpa kembali dengannya. Jika kita mendengar kata para
      penjahat, orang durhaka, manusia biadab, niscaya yang terbayang adalah
      wajah yang bengis dengan sorat mata tajam dan dingin, bibir tanpa
      senyum, kalaupun tersenyum maka yang tercipta hanyalah senyum yang
      tidak disukai bahkan disyukuri kematiannya karena orang lain terbebas
      dari kejelekan kita?? Naudzubillah!

      Kita tidak punya pilihan lain, kecuali memilih bergabung dengan
      orang-orang yang mulia dan terhormat, walaupun harta, gelar pangkat
      kita tidak setinggi orang lain, karena kemuliaan manusia yang
      sesungguhnya tergantung dari akhlaqnya, dan salah satu kunci kemuliaan
      akhlaq adalah menjadi pribadi yang ramah. kesinisan semata, kata-kata
      yang keluar pun bisa jadi kata-kata yang ketus, kotor, kasar dan tentu
      penuh kesombongan serta perilaku yang menyakitkan. Bagi orang
      baik-baik tentu tak terbayang sedikitpun ingin akrab dengan mereka,
      karena rasa - rasanya tak akan pemah merasa aman dan bahagia bergaul
      dengan mereka. Pertanyaannya adalah? Seperti apakah kira-kira
      penampilan sehari-hari diri kita, seperti contoh yang mana? yang
      pertama atau yang kedua. Syukurlah jika kita bisa jujur menilai diri
      sendiri, tapi kalau belum sanggup melakukannya, tanyakanlah kepada
      orang-orang terdekat yang mengetahui perilaku kita sehari-hari. Hal
      ini penting sekali, agar kita tak terkecoh oleh penilaian diri yang
      merasa hebat dan mulia namun ternyata dalam pandangan orang lain
      sangat rendah, dlan menyebalkan. Semakin jujur terhadap diri maka
      semakin berpeluang menjadi terhormat dlan mulia. Akankah hidup yang
      hanya sekali-kalinya ini akan berakhir menjadi manusia


      3. RAMAH ITU MENYENANGKAN

      Percaya atau tidak, anda akan sangat terkaget-kaget, temyata biang
      kesusahan itu bukan terletak semata-mata pada masalah yang sedang
      dihadapi, melainkan terletak pada sikap kita dalam menghadapi masalah
      tersebut. orang yang emosional, sebenarnya tidak sedang menyelesaikan
      masalah dengan baik, melainkan sedang mempersulit diri. Terkadang
      banyak masalah yang sepele dan sederhana menjadi rumit dan sangat
      merugikan, tentu semua ini terjadi disebabkan oleh pribadi yang jauh
      dari kebeningan hati, dan akibatnya sudah jelas, suasana bathin akan
      hidup ini menyenangkan dan bahagia ?!? Marilah kita mulai dari sikap
      yang paling murah dan paling ringan tapi paling cepat kita rasakan
      hasilnya. Hidup menjadi orang yang ramah dan santun, kepada siapapun.

      4. RAMAH ITU SEHAT

      Ada sebuah penelitian tentang kalori yang dipakai untuk sebuah
      kemarahan, ternyata energi untuk marah dalam segala bentuknya, sangat
      menguras tenaga luar dan dalam. Belum lagi kinerja organ tubuh kita
      menjadi semakin terpacu dalam kondisi yang tak normal, akibatnya sudah
      bisa ditebak, orang-orang yang ketus, pemarah mempunyai kecenderungan
      terserang penyakit (selain penyakit busuk hati sebagai biangnya), dan
      hidup yang tak sehat merupakan bagian dari penderitaan tersendiri, apa
      artinya bergelimang makanan, harta, kedudukan bila lahir bathin kita
      tidak sehat. Kalau kita membaca riwayat Nabi Muhammad, ternyata
      sepanjang hayatnya hanya dua kali beliau menderita sakit.,padahal
      beban masalah dan persoalan yang dipikulnya amatlah dasyat, para
      peneliti kemudian berusaha mencari kuncinya. Ternyata diantara
      kunci-kunci penting selain keyakinan yang kokoh dan mendalam kepada
      Alloh SWT, ibadah yang istiqomah, juga kebeningan hati yang selalu
      terjaga, melimpahnya kasih sayang kepada orang lain, selalu ingin
      membahagiakan orang, menyenangkan, menyelamatkan, menuntun sesama
      manusia, semua luapan kasih sayang itu akan terpancar dari kejemihan
      wajah, senyum tutus, sapaan penuh rasa hormat, sikap dan tutur kata
      yang sangat ramah, dan tidak pernah terdahului oleh orang lain, selalu
      saja beliau berusaha berbuat kebaikan sebelum didahului orang lain,
      ibarat pancaran matahari yang tersebar kesegala penjuru alam tanpa
      adanya harapan agar cahaya itu kembali kepadanya. Lalu mengapa kita
      harus merusak tubuh dan kebahagiaan diri kita dengan sikap sombong,
      pemarah, ketus, padahal temyata bagian dari sehat yang sangat kita
      rindukan itu adalah terletak pada sikap ramah dan tawadhu dari dalam
      diri kita sendiri.

      5. RAMAH PEMBUKA PINTU RIZKI
      Alkisah ada sorang pedagang kecil yang mempunyai sebuah kios mini.
      Kiosnya menjual pakaian dan peralatan sekolah yang sederhana, letak
      kios tersebut agak masuk ke dalam pasar, namun anehnya hampir tiada
      sesaatpun kios tersebut sepi dari pembeli, selalu saja pembelinya
      penuh berjubel, omzetnyapun melampaui omzet kios yang lebih bagus dan
      lebih lengkap, dan tentu saja rezekinyapun jauh lebih melimpah, anda
      ingin tahu rahasianya ??? . Ternyata pedagang ini sangat terkenal
      dengan kejujuran dan keramahannya, tidak bisa jadi pula anda akan
      rnenganjurkan orang lain untuk tidak berbelanja ketempat itu. Hal yang
      persis samna akan dilakukan orang lain bila mereka menilai anda adalah
      orang yang tidak ramah, ketus, judes maka tidak ada harapan rezeki
      akan datang.

      6. RAMAH PENAKLUK AMARAH
      Jika batu diadukan dengan batu lagi maka hasilnya akan ada yang belah,
      tapi lain halnya bila batu di adukan dengan tanah liat, niscaya
      menjadi lengket. Didalam Al Quran sendiri terdapat rumus untuk
      menaklukan hati yaitu dengan bersikap lembut dan penuh kasih
      sayang.Kita tentu pernah merasakannya, bayangkan saja, bila anda
      sedang kesal atau marah, lalu berjumpa dengan orang yang bijaksana,
      baru menatap wajahnya yang jernih dan cerah saja, hati kita sudah
      merasa lebih sejuk daripada tadi, belum lagi perhatian yang tulus
      serta keramahan pemah ada pembeli yang merasa tertipu sedikitpun juga
      dan tak pemah ada Pembeli yang merasa tersinggung oleh sikap dan tutur
      katanya, bahkan pesona dari keramahan serta transaksi jual-beli yang
      mudah, artinya tidak rewel dan rumit ini, membuat para pembeli
      mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari barang yang dibelinya , yaitu
      kepuasan bertemu dengan orang yang mulia akhlaknya, yang selalu
      memperlakukan para tamunya dengan baik membeli ataupun tidak. Karena
      ternyata, keuntungan bagi dirinya bukanlah dari untung jualannya
      melainkan kebahagiaan bagi para pelanggannya. Jika pelanggan bahagia,
      diapun bahagia, maka sudah bisa dipastikan rizkinyapun melimpah. Jika
      anda ingin mencoba mempraktekkan hal ini, temuilah pedagang yang
      berwajah anti senyum, ketus, sombong, tentu saja anda akan merasa
      kesal dan enggan bertemu lagi dengannya, tutur katanya yang berbobot
      akan membuat semakin teredam emosi kita bahkan bisa jadi berbalik
      pikir menjadi orang yang menyesali perbuatan yang sebelumnya kita
      anggap benar. Menarik sekali sebuah kisah dari buku kecerdasan emosi
      yang menceritakan tentang seorang pemabuk yang naik kedalam kereta
      clan mulai berbuat onar, kebetulan didalam kereta tersebut terdapat
      pula seorang ahli bela diri yang sangat terlatih, di benaknya sudah
      sangat terbayang hantaman untuk menaklukan sang pemabuk ini, terutama
      ketika pemabuk itu mulai mengganggu ibu yang membawa seorang bayi.
      Tapi secara tiba-tiba ada seorang tua kurus dengan beraninya menemui
      sang pemabuk dan menyapanya dengan penuh kesopanan, bahkan tetap
      menjawab dengan ramah serta penuh perhatian walaupun pemabuk tersebut
      bersikap ketus. Yang sangat menarik adalah ternyata lambat-laun
      kemarahan sang pemabuk semakin mereda, bahkan mereka akhimya turun di
      salah satu stasiun, dan ketika kereta bergerak lagi tampak dari
      jendela, sang pemabuk yang berbadan besar tersebut tengah duduk
      bersimpuh, disamping kakek Selamat berbahagia bagi siapapun yang bisa
      bersikap ramah sekalipun terhadap orang yang berbuat tak baik kepadanya.

      7. RAMAH PEREKAT SILATURAHMI
      Jikalau sifat kasih sayang sudah melekat pada diri seseorang maka akan
      tampak indahlah orang tersebut serta akan disukai manusia lainnya.
      Namun sebaliknya, bila sifat kasih sayang sudah sirna pada diri
      seseorang maka akan terkumpulah sifat serta perilaku buruk yang
      merugikan, bisa dipastikan pula ia akan menjadi manusia yang dibenci.
      Bayangkan dan amati keadaan di rumah, disiratkan oleh Rosululloh SAW
      bahwa ahli silaturahmi itu rezekinya akan bertambah, umur akan lebih
      dipanjangkan, dan tertolak dari bala musibah. Bagi para ibu yang judes
      dan ketus, para ayah yang kasar dan galak, para atasan yang arogan dan
      sombong serta emosional dan lain sebagainya, tidak usah terlalu
      bercita-cita ingin hidup tentram, bahagia, disukai orang lain,
      dilindungi, dan dibela orang lain dengan tulus, karena pintu kearah
      tersebut hanya terbuka bagi orang yang hatinya penuh kasih sayang,
      ketulusan dan sikap yang ramahdi kantor atau dimanapun yang sudah tak
      bernuansa kasih sayang, niscaya akan membuah gerah dan tak nyaman.
      Saling menyikut, saling menginjak, saling menendang, dan ternyata
      perusak suasana ini adalah orang-orang yang berperilaku kasar, ketus,
      bengis, serakah, sombong. Mereka benar-benar perusak keadaan termasuk
      perusak hubungan kekeluargaan, kekerabatan, perusak suasana dan
      hubungan kerja, dan juga perusak nama baik keluarga, nama baik
      perusahaan dan lain sebagainya. Berlainan halnya dengan orang yang
      ramah, murah senyum, ringan tangan dalam membantu orang lain, kebaikan
      akan terpancar dari dirinya, siapapun akan suka berdekatan dan
      berakrab-akrab dengannya. Orang akan merasakan manfaat darinya,
      biasanya bila orang sudah memiliki rasa suka maka akan timbul komitmen
      untuk membela, melindungi, atau berkorban untuk orang yang disukai,
      baik diminta ataupun tidak, mungkin inilah yang disiratkan oleh
      Rosululloh SAW bahwa ahli silaturahmi itu rezekinya akan bertambah,
      umur akan lebih dipanjangkan, dan tertolak dari bala musibah. Bagi
      para ibu yang judes dan ketus, para ayah yang kasar dan galak, para
      atasan yang arogan dan sombong serta emosional dan lain sebainya,
      tidak usah terlalu bercita-cita ingin hidup tentram, bahagia, disukai
      orang lain, dilindungi, dan dibela orang lain dengan tulus, karena
      pintu kearah tersebut hanya terbuka bagi orang yang hatinya penuh
      kasih sayang, ketulusan dan sikap yang ramah.

      8. RAMAH LADANG AMAL YANG MELIMPAH
      Dalam teori ekonomi selalu saja kita ingin untung sebesar-besamya
      dengan modal sekecil-kecilnya, hal yang sangat manusiawi sekali clan
      tidak sepenuhnya salah. Begitu pula dalam urusan keuntungan akherat
      kitapun harus mencarinya sekuat tenaga sambil kita nikmati keuntungan
      duniawinya yang halal.Ternyata diantara amal yang paling ringan, tampa
      mengeluarkan harta, tenaga, biaya bahkan mendapat keuntungan
      yangmelimpah ruah, baik kepada sesama manusia, maupun dengan Penguasa
      Aiam semesta, adalah dengan menjadi ahli sedekah dengan cara
      memperlihatkan sikap kita yang selalu penuh keramahan, sedekah dengan
      senyum yang mills, sedekah dengan wajah yang cerah ceria, sedekah
      dengan ucapan salam dan tegur sapa yang sopan,sedekah dengan sikap
      santun penuhkemaafan, sedekah dengan pribadi lapang dada terhadap
      perilaku orang lain yang kurang menyenangkan, sedekah dengan tidak
      membalas penghinaan melainkan dengan kala-kala yang baik

      9. RAMAH KESAN yang tak TERLUPAKAN
      pertunjukan yang mengesankan, kemudian anda pulang. Ternyata ingatan
      akan pertunjukan tersebut terbawa sampai ke rumah. Begitupun halnya
      jika kita bertemu dengan pribadi yang menyenangkan, berjam-jam pun
      kita tidak Hogan bercengkrama dengannya. Caranya menanggapi
      pembicaraan kita, penuh dengan kesantunan dan penuh perhatian.
      Sikapnya yang sopan ketika menyela pendapat kita membuat kita merasa
      nyaman. Tidak ada nada meremehkan dalam setiap ucapannya, , walaupun
      ia tidak sependapat dengan kita. Keramahannya akan membuat kita ingin
      bertemu lagi dengannya. Berdiskusi dengannya clan menikmati pesona
      kesantunan yang terpancar dari dalam dirinya. Tidak demikian halnya
      jika kita berpapasan dengan seorang yang berwajah tidak menyenangkan
      untuk dipandang, suram, sikap yang kasal, pembicaraan Pemahkah anda
      menyaksikan suatu beraktifitas. Lalu apa hubungannya keramahan dengan
      energi yang kita keluarkan? Tentu saja ada, tatkala kita melakukan
      perbuatan yang lebih santun clan hormat kepada orang lain, kita tidak
      memerlukan banyak tenaga uuntuk melakukannya, cukup sebuah senyuman,
      orang lain akan lebih terkesan dengan keramahan yang kita tampilkan.
      Hanya sebuah senyuman saja, tidak lebih. Bukankah shadaqah yang paling
      ringan adalah dengan tersenyum. Tersenyum hanya blituh waktu beberapa
      detik, tapi.. .dampaknya amat luar biasa. Orang yang tadinya
      uring-uringan di timpa masalah, mendadak menjadi riang karena senyuman
      kita. Tentu saja senyuman dan keramahan harus tulus terpancar daTi
      hati ang bening pula, karena kenanyapun akan ke hati lagi. Contoh yang
      lain lagi, cobalah anda bersikap lebih santun ketika bertemu dengan
      siapapun, ucapkan salam Walau singkat, itu akan jauh lebih baik,
      ketimbang yang ketus clan tidak pernah mall menghormati, bahkan
      meremehkan pendapat kita. Apa yang kita rasakan? Tentu saja perasaan
      sebal, kesal bercampurdengan keinginan untuk tidak bertemu lagi
      dengannya. ltulah yang akan kita terima dari orang lain jika kitapun
      bersikap seperti itu, kita akan dikenang sebagai orang yang
      menyebalkan clan memuakkan, hingga orang lain enggan untuk
      berbincang-bincang dengan kita. lain halnya jika kita berperilaku
      ramah clan sopan selia menyenangkan jika bertemu, atau berbincang,
      orang lain tentu akan lebih berkesan ketika bertemu untuk kedua
      kalinya dengan kita. Jadi.. .silahkan anda tentukan pilihan, kesan
      mana yang ingin anda tampilkan terhadap orang lain.

      10. RAMAH HEMAT ENERGI

      Hemat energi, berarti kita sudah mengefektifkan waktu kita untuk tidak
      berlalu begitu saja ketika berpapasan dengan teman atau
      sahabat-sahabat kita. Ternyata, memang tidak butuh waktu banyak untuk
      berbuat ramah kepada orang lain, cukup dengan sebuah senyuman, wajah
      yang cerah ceria, serta ucapan yang baik orang akan terkenang pada
      kita. Lain halnya dengan jika kita bersikap ketus, sinis, sombong dan
      penuh kebencian, energi yang kita keluarkan tidak akan pernah
      sebanding dengan apa yang akan kita dapatkan dari orang lain.
      Kebencian orang lain pada kita akan membuat diri kita tersiksa dan
      menderita, sehingga lambat laun energi kitapun terkuras hanya untuk
      memikirkan ketidaksukaan orang kepada kita. Jadi mengapa memilih
      bersikap ketus dan sombong kalau kita bisa bersikap ramah dan santun
      kepada orang lain!


      Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

      [Non-text portions of this message have been removed]
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.