Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Semakin Besar Luka, Semakin Besar Kekuatan Yang Dibutuhkan

Expand Messages
  • muhamad agus syafii
    Semakin Besar Luka, Semakin Besar Kekuatan Yang Dibutuhkan By: M. Agus Syafii Perih terluka karena orang yang kita cintai untuk bisa menyembuhkan membutuhkan
    Message 1 of 1 , Oct 26, 2011
    • 0 Attachment
      Semakin Besar Luka, Semakin Besar Kekuatan Yang Dibutuhkan

      By: M. Agus Syafii

      Perih terluka karena orang yang kita cintai untuk bisa menyembuhkan membutuhkan kekuatan dalam memulihkan luka perih dihati. Semakin besar luka itu, semakin besar pula kekuatan yang dibutuhkan untuk menyembuhkan luka itu. Seorang Ibu bertutur bahwa pernikahannya yang sudah berlangsung sepuluh tahun, tiba-tiba suaminya bertingkah laku aneh, hampir setiap hari menelponnya justru disaat dirinya sedang dikantor, suaminya mengeluh dan menuduh sang istri tidak setia. Waktu berkenalan dulu memang suami tipe pecemburu, tentu saja cemburu itu menghilang ketika mereka sudah menikah, namun perkembangan akhir2 ini suaminya bilang tidak benar2 mencintainya, terkadang menelpon meminta doanya agar dia supaya tenang karena bila teringat sikap istrinya timbul marah lagi. Suaminya juga suka menuduh bahwa dirinya sombong karena kariernya dikantor menanjak terus sedangkan usahanya tidak maju-maju. Padahal dia tidak pernah merendahkan suaminya. Hal seperti itulah timbul
      pertengkaran karena kemarahan yang sudah tidak bisa terkendalikan.

      Beliau merasa sudah tidak tahan hidup dalam rumah tangga seperti itu namun didalam lubuk hatinya tidak mau berpisah. Siang itu kedatangannya di Rumah Amalia berkenan untuk bershodaqoh dengan harapan mendapatkan keridhaan Allah sehingga mampu membukakan pintu hati suami. Tutur beliau dengan isak & tangis. Airmatanya mengalir begitu saja. Walaupun hatinya terluka perih, ibu itu berdoa. Dirinya memohon agar Allah berkenan menyejukkan hati suami yang dicintainya. Allah menjawab doanya. Tak lama kemudian komunikasi dirinya & suaminya mencair, sekalipun tidak mudah tetapi tidak ada lagi tutur kata saling menyerang bahkan suaminya mengajak untuk sholat berjamaah. Anak-anak juga merasakan kesejukan di dalam rumah. Sejak itu rumah tangga mereka berubah, kesabaran sang ibu membuahkan hasil. Ibu bersama anak-anak & suami akhirnya lebih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Cinta yang tulus membutuhkan pengorbanan untuk mengokohkan rumah tangganya dari
      hempasan badai. Subhanallah.

      Wassalam,
      M. Agus Syafii
      --
      Terima kasih atas partisipasi & kehadiran teman-teman pada kegiatan "Hari Nan Fitri Bersama Amalia" (HANIF), Ahad, 23 Oktober 2011 Jam 9.sd 12 siang di Rumah Amalia. Alhamdulillah, kegiatannya berjalan lancar, mohon maaf bila ada kekurangan & kehilafan kami. Teriring doa kami "Semoga Allah mengabulkan doa & harapannya, serta melimpahkan rizki, kesehatan & keberkahan selalu untuk anda & keluarga." Amin ya robbal alamin
       

      [Non-text portions of this message have been removed]
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.