Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Kebahagiaan Dalam Keluarga

Expand Messages
  • muhamad agus syafii
    Kebahagiaan Dalam Keluarga By:  M. Agus Syafii Setiap orang selalu berharap ada kebahagiaan dalam keluarga. Kebahagiaan dalam keluarga tentunya harus juga
    Message 1 of 3 , Mar 1, 2011
    • 0 Attachment
      Kebahagiaan Dalam Keluarga

      By:  M. Agus Syafii

      Setiap orang selalu berharap ada kebahagiaan dalam keluarga. Kebahagiaan dalam keluarga tentunya harus juga diikuti dengan adanya kemandirian. Hal itulah sebagaimana yang dialami seorang bapak dalam perkawinannya selama empat tahun dengan memiliki dua orang putra bersama istrinya tinggal di rumah mertua karena kebetulan rumah orang tua istri cukup dekat dengan kantor tempatnya bekerja. Selama tinggal bersama mertua, kehidupan keluarganya baik-baik saja. Mertua yang baik dan dirinya cukup betah tinggal bersama mertua. Apalagi rumah sering kosong karena ibu dan bapak mertua memiliki usaha di luar kota, hanya pulang seminggu sekali. Mereka juga sering menjenguk anak-anaknya yang lain dan menginap beberapa hari di rumah anak-anaknya. Beberapa bulan ini orang tuanya yang hanya tinggal berdua di rumah sangat berharap dirinya dan keluarganya untuk tinggal bersama dengan mereka karena sudah tua dan sering sakit-sakitan, terutama ibunda tercinta. Rumah orang
      tuanya cukup jauh dari kantor, dirinya sangat ingin sekali menemani dan menjaga kedua orang tuanya disisa hidup mereka.

      Pernah dirinya membicarakan dengan istri tetapi istri tidak memberikan jawaban yang pasti dan ketika ditanya malah berakhir dengan pertengkaran. 'Mas Agus, bagaimana sebaiknya kami tinggal? rumah orang tua atau rumah mertua? Apa yang harus saya lakukan Mas Agus Syafii? Saya kemudian menjelaskan padanya bahwa permasalahan kemandirian adalah faktor utama di dalam sebuah keluarga. Apalagi anak-anak akan semakin tumbuh dewasa, tentu harus dipikirkan tempat tinggal yang kondusif agar anak tumbuh dengan baik. Saat ini dengan tinggal di rumah mertua dengan alasan dekat dengan kantor. Ternyata saat bersamaan orang tua juga sudah tua. sakit-sakitan dan membutuhkan 'teman' di usia yang telah lanjut. Sebagai anak yang berbakti tentu saja hal itu adalah perbuatan yang sangat mulia. Jadi, sebaiknya musyawarah dengan istri sangatlah penting. Kemudian mengkomunikasikan hal itu dengan baik pada mertua dan orang tua apapun keputusannya yang akan diambil bersama istri
      tetaplah memperhatikan mertua dan orang tua dengan cara yang mampu dilakukan, apakah mengunjungi, menelpon atau bersilaturahmi.  

      Selanjutnya sebagai suami kemandirian dalam keluarga harus terbangun. Meski dengan mengontrak rumah. Jika diperhatikan dengan seksama selama tinggal di rumah mertua atau orang tua, ada kesan ketergantungan, Dalam jangka panjang hal ini sangatlah tidak baik namun bila hal itu dilakukan sementara waktu, tidaklah masalah. Mengapa? karena dalam jangka panjang akan menimbulkan ketidakmandirian dan kondisi rumah tangga menjadi tidak kondusif karena keterlibatan mertua atau orang tua dalam keputusan rumah tangganya secara langsung atau tidak langsung akan terlibat dan itu menjadi tidak sehat dalam berumah tangga. Keputusan apapun tentunya didasarkan pada rencana yang sudah matang, baik jangka panjang maupun jangka pendek namun sebagai ayah dan sebagai suami harus tetap memikirkan dan tempat tinggal yang mandiri untuk keluarga.

      Wassalam,
      M. Agus Syafii
      --
      Yuk, hadir di kegiatan 'Amalia Bersyukur' Ahad, 20 Maret 2011, di Rumah Amalia. Bila  berkenan berpartisipasi dg menyumbangkan buku2, Majalah, Komik, Novel, Cerpen,Kaset VCD, CD, DVD ( ISLAMI ), IPTEK, buku Pelajaran, peralatan sekolah, baju layak pakai. silahkan kirimkan ke Rumah Amalia.  Jl. Subagyo IV blok ii, no. 24 Komplek Peruri, Ciledug. Tangerang 15151. Dukungan & partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info: agussyafii@... atau SMS 087 8777 12 431,http://agussyafii.blogspot.com/






      [Non-text portions of this message have been removed]
    • muhamad agus syafii
      Kebahagiaan Dalam Keluarga   By: M. Agus Syafii   Dalam bahasa Arab ada empat kata yang berhubungan dengan kebahagiaan, yaitu sa`adah (bahagia), falah
      Message 2 of 3 , Apr 29, 2011
      • 0 Attachment
        Kebahagiaan Dalam Keluarga
         
        By: M. Agus Syafii
         
        Dalam bahasa Arab ada empat kata yang berhubungan dengan kebahagiaan, yaitu sa`adah (bahagia), falah (beruntung) dan najat (selamat) dan najah (berhasil). Jika saadah (bahagia) mengandung nuansa anugerah Allah setelah terlebih dahulu mengarungi kesulitan, maka falah mengandung arti menemukan apa yang dicari (idrak al bughyah). Falah ada dua macam, dunyawi dan ukhrawi. Falah duniawi adalah memperoleh kebahagiaan yang membuat hidup di dunia terasa nikmat, yakni menemukan (a) keabadian (terbatas); umur panjang, sehat terus, kebutuhan tercukupi terus dsb, (b) kekayaan; segala yang dimiliki jauh melebihi dari yang dibutuhkan, dan (c) kehormatan sosial.
         
        Sedangkan falah ukhrawi terdiri dari empat macam, yaitu (a) keabadian tanpa batas, (b) kekayaan tanpa ada lagi yang dibutuhkan, (c) kehormatan tanpa ada unsur kehinaan dan (d) pengetahuan hingga tiada lagi yang tidak diketahui. Sedangkan najat merupakan kebahagiaan yang dirasakan karena merasa terbebas dari ancaman yang menakutkan, misalnya ketika ternyata seluruh keluarganya selamat dari gelombang tsunami. Adapun najah adalah perasaan bahagia karena yang diidam-idamkan ternyata terkabul, padahal ia sudah merasa pesimis, misalnya keluarga miskin yang sepuluh anaknya berhasil menjadi sarjana semua.
         
        Kesenangan berdimensi horizontal, sedangkan kebahagiaan berdimensi horizontal dan vertikal. Orang masih bisa menguraikan anatomi kesenangan yang diperolehnya, tetapi ia akan susah mengungkap rincian kebahagiaan yang dirasakannya. Air mata bahagia merupakan wujud ketidakmampuan kata-kata. Prof. Fuad Hasan dalam bukunya Pengalaman Naik Haji mengaku tidak bisa menerangkan kenapa beliau menangis di depan Ka`bah, karena kebahagiaan yang beliau alami berdimensi vertikal, bernuansa anugerah, bukan prestasi. Banyak mempelai menitikkan air mata ketika akad nikah, demikian juga kedua orang tuanya, dan mereka tidak bisa menerangkan anatomi perasaan bahagianya.
         
        Kebahagiaan berkaitan dengan tingkat kesulitan yang dialami. Kebahagiaan sesungguhynya dalam kehidupan keluarga bukan ketika akad nikah, bukan pula ketika bulan madu, tetapi ketika pasangan itu telah membuktikan mampu mengarungi samudera kehidupan hingga ke pantai tujuan, dan di pantai tujuan ia mendapati anak cucu yang sukses dan terhormat. Sungguh orang sangat menderita ketika di ujung umurnya menyaksikan anak-anak dan cucu-cucunya nya sengsara dan hidup susah, meski perjalanan bahtera rumah tangganya penuh dengan sukses story. Kebahagiaan biasanya datang setelah orang sukses mengatasi kesulitan yang panjang, tetapi tidak semua kesulitan mengantar pada kebahagiaan yang sebenarnya.
         
        Menurut hadis Nabi ada empat pilar kebahagiaan dalam hidup berumah tangga (1) isteri/suami yang setia (2) anak-anak yang berbakti (3) lingkungan sosial yang sehat dan (4) rizkinya dekat. Kesetiaan membuat hati tenang dan bangga, anak-anak yang berbakti menjadikannya sebagai buah hati, lingkungan sosial yang sehat menghilangkan rasa khawatir dan rizki yang dekat merangsang optimisme, idealisme dan kegigihan.
         
        Wassalam,
        M. Agus Syafii
        --
        Yuk, hadir di kegiatan 'Salam Amalia (SALMA)' jam 8 s.d 11 siang, Ahad, 26 Juni 2011, di Rumah Amalia.  Jl. Subagyo IV blok ii, no. 24 Komplek Peruri, Ciledug. Tangerang 15151. Dukungan & partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info: agussyafii@... atau SMS 087 8777 12 431, http://agussyafii.blogspot.com/



        [Non-text portions of this message have been removed]
      • i_am_ranny@yahoo.com
        Pak muhamad, saya sangat diberkati dg artikel anda ini. Tetap diinspirasi dr Allah sendiri. Agar setiap tulisan yang dipost bermanfaat, dan memberi faedah buat
        Message 3 of 3 , Apr 29, 2011
        • 0 Attachment
          Pak muhamad, saya sangat diberkati dg artikel anda ini.
          Tetap diinspirasi dr Allah sendiri.
          Agar setiap tulisan yang dipost bermanfaat, dan memberi faedah buat setiap orang yang membacanya.

          Regards,


          Asmaranny
          Powered by Telkomsel BlackBerry�

          -----Original Message-----
          From: muhamad agus syafii <agussyafii@...>
          Sender: TaManBinTaNG@yahoogroups.com
          Date: Fri, 29 Apr 2011 01:26:57
          To: <agussyafii@...>
          Reply-To: TaManBinTaNG@yahoogroups.com
          Subject: TaManBinTaNG >>> Kebahagiaan Dalam Keluarga

          Kebahagiaan Dalam Keluarga

          By: M. Agus Syafii

          Dalam bahasa Arab ada empat kata yang berhubungan dengan kebahagiaan, yaitu sa`adah (bahagia), falah (beruntung) dan najat (selamat) dan najah (berhasil). Jika saadah (bahagia) mengandung nuansa anugerah Allah setelah terlebih dahulu mengarungi kesulitan, maka falah�mengandung arti menemukan apa yang dicari (idrak al bughyah). Falah ada dua macam, dunyawi dan ukhrawi. Falah duniawi adalah memperoleh kebahagiaan yang membuat hidup di dunia terasa nikmat, yakni menemukan (a) keabadian (terbatas); umur panjang, sehat terus, kebutuhan tercukupi terus dsb, (b) kekayaan; segala yang dimiliki jauh melebihi dari yang dibutuhkan, dan (c) kehormatan sosial.

          Sedangkan falah ukhrawi terdiri dari empat macam, yaitu (a) keabadian tanpa batas, (b) kekayaan tanpa ada lagi yang dibutuhkan, (c) kehormatan tanpa ada unsur kehinaan dan (d) pengetahuan hingga tiada lagi yang tidak diketahui. Sedangkan najat merupakan kebahagiaan yang dirasakan karena merasa terbebas dari ancaman yang menakutkan, misalnya ketika ternyata seluruh keluarganya selamat dari gelombang tsunami. Adapun najah adalah perasaan bahagia karena yang diidam-idamkan ternyata terkabul, padahal ia sudah merasa pesimis, misalnya keluarga miskin yang sepuluh anaknya berhasil menjadi sarjana semua.

          Kesenangan berdimensi horizontal, sedangkan kebahagiaan berdimensi horizontal dan vertikal. Orang masih bisa menguraikan anatomi kesenangan yang diperolehnya, tetapi ia akan susah mengungkap rincian kebahagiaan yang dirasakannya. Air mata bahagia merupakan wujud�ketidakmampuan kata-kata. Prof. Fuad Hasan dalam bukunya Pengalaman Naik Haji mengaku tidak bisa menerangkan kenapa beliau menangis di depan Ka`bah, karena kebahagiaan yang beliau alami berdimensi vertikal, bernuansa anugerah, bukan prestasi. Banyak mempelai�menitikkan air mata ketika akad nikah, demikian juga kedua orang tuanya, dan mereka tidak bisa menerangkan anatomi perasaan bahagianya.

          Kebahagiaan berkaitan dengan tingkat kesulitan yang dialami. Kebahagiaan sesungguhynya dalam kehidupan keluarga bukan ketika akad nikah, bukan pula ketika bulan madu, tetapi ketika pasangan itu telah membuktikan mampu mengarungi samudera kehidupan hingga ke�pantai tujuan, dan di pantai tujuan ia mendapati anak cucu yang sukses dan terhormat. Sungguh orang sangat menderita ketika di ujung umurnya menyaksikan anak-anak dan cucu-cucunya nya sengsara dan hidup susah, meski perjalanan bahtera rumah tangganya penuh dengan sukses story. Kebahagiaan biasanya datang setelah orang sukses mengatasi kesulitan yang panjang, tetapi tidak semua kesulitan mengantar pada kebahagiaan yang sebenarnya.

          Menurut hadis Nabi ada empat pilar kebahagiaan dalam hidup berumah tangga (1) isteri/suami yang setia (2) anak-anak yang berbakti (3) lingkungan sosial yang sehat dan (4) rizkinya dekat. Kesetiaan membuat hati tenang dan bangga, anak-anak yang berbakti menjadikannya sebagai buah hati, lingkungan sosial yang sehat menghilangkan rasa khawatir dan rizki yang dekat merangsang optimisme, idealisme dan kegigihan.

          Wassalam,
          M. Agus Syafii
          --
          Yuk, hadir di kegiatan 'Salam Amalia (SALMA)' jam 8 s.d 11 siang, Ahad, 26 Juni 2011, di Rumah Amalia.� Jl. Subagyo IV blok ii, no. 24 Komplek Peruri, Ciledug. Tangerang 15151. Dukungan & partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info: agussyafii@... atau SMS 087 8777 12 431, http://agussyafii.blogspot.com/



          [Non-text portions of this message have been removed]




          [Non-text portions of this message have been removed]
        Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.