Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

RE: Bls: Re: [StartUpLokal] Boediono: Kemajuan Ekonomi RI Bukan karena Inovasi!

Expand Messages
  • Didi Setiadi
    Oh ya Pak Gunawan, ada yang kelupaan nanya... Apa sih bedanya PATEN dan PATEN SEDERHANA? Saya baca di Wikipedia, kok Cuma Indonesia saja yang ada jenis paten
    Message 1 of 51 , May 11, 2012
    View Source
    • 0 Attachment

      Oh ya Pak Gunawan, ada yang kelupaan nanya...

       

      Apa sih bedanya PATEN dan PATEN SEDERHANA? Saya baca di Wikipedia, kok Cuma Indonesia saja yang ada jenis paten disebut PATEN SEDERHANA?

       

      Salam,

       

       

       

      DIDI SETIADI

       

      From: Didi Setiadi [mailto:ceo@...]
      Sent: 11 Mei 2012 16:06
      To: 'StartUpLokal@yahoogroups.com'
      Subject: RE: Bls: Re: [StartUpLokal] Boediono: Kemajuan Ekonomi RI Bukan karena Inovasi!

       

      Ini baru klarifikasi yang komprehensif.

       

      Pak Gunawan, boleh PM untuk daftar konsultan HKI yang cocok untuk start-up dan ongkos jasa nya terjangkau? J

       

      Untuk pelatihan boleh tuh Pak. Kita saweran juga gak apa, biar Pak Gunawan semangat memberi pelatihannya. Kalau perlu dengan anggota tim HKI yang lain.

       

      Salam,

       

       

       

       

      DIDI SETIADI

       

      From: StartUpLokal@yahoogroups.com [mailto:StartUpLokal@yahoogroups.com] On Behalf Of Gunawan Bagaskoro
      Sent: 11 Mei 2012 14:16
      To: StartUpLokal@yahoogroups.com
      Subject: Re: Bls: Re: [StartUpLokal] Boediono: Kemajuan Ekonomi RI Bukan karena Inovasi!

       

       

      Waaah diskusinya rame dan kemarin-kemarin sempet tergoda untuk ikutan. Baru baca posting pertama, pengen jawab pas senggang. Ternyata pas liat lagi udah rame banget.

       

      Terpaksa nunggu kerjaan selesai semua baru bisa balas sekarang dan ternyata banyak yang perlu dijelaskan nih. Saking ramainya bingung harus mulai dari mana.

      Kayaknya kalau dijawab lewat email terlalu panjang dan tidak praktis. Untuk dibuat pelatihan pun perlu ada beberapa sesi yang dibagi-bagi sesuai cabang HKI. Tapi saya jawab singkat ya.

       

      Buat teman-teman yang bingung HKI itu seperti apa dan bedanya apa serta manfaat mendaftarkannya apa, silahkan belajar di sini http://www.wipo.int/sme/en/multimedia/ penjelasannya bagus dan mudah.

       

      Buat yang ingin lihat data permohonan paten dari Indonesia ke luar negeri bisa dilihat di sini http://www.wipo.int/ipstats/en/statistics/pct/ lalu pilih data filing by country of origin. 

       

      Sedikit penjelasan dari yang disampaikan teman-teman.

       

      • Pendaftaran HKI (paten, merek, desain industri) memakan waktu lama/relatif lama semata-mata bukan karena lambatnya birokrasi kita. Lamanya proses tersebut karena ada pemeriksaan substantif yang dilakukan negara untuk memastikan si pemohon memang berhak mendapat hak monopoli. Ingat, jika kita memiliki sertifikat, kita mendapat hak monopoli atas paten, desain atau merek tersebut di negara yang mengeluarkan. Itulah sebabnya proses HKI butuh waktu, termasuk adanya masa pengumuman.
      • Pendaftaran berlaku teritorial, artinya tidak ada pendaftaran yang bersifat internasional. Meskipun ada Madrid Protocol, ia bukan merupakan pendaftaran yang berlaku di dunia. Ia hanya berlaku di negara yang memang meratifikasi protokol tersebut. Ada daerah-daerah tertentu yang lalu membentuk Kantor HKI bersama sehingga satu pendaftaran bisa mencakup beberapa negara seperti OAPI di Afrika, OHIM di Eropa. Artinya, jika anda banyak melakukan ekspor atau perdagangan lintas negara, HKI anda harus didaftarkan di negara-negara tujuan bisnis anda. Tanpa itu, HKI anda tidak dilindungi di negara yang bersangkutan.
      • Paten lebih pelik karena ada batasan 12 bulan terhitung sejak tanggal penerimaan di negara asal untuk mengajukan permohonan jika tidak ingin kebaruannya terantisipasi oleh dirinya sendiri. Permohonan paten diperiksa dan dibandingkan dengan dokumen lain yang ada sebelum tanggal penerimaannya. Jika anda terlambat mendaftarkan di negara lain, melebihi 12 bulan dari tanggal penerimaan, permohonan anda yang awal, akan ikut menjadi dasar perbandingan saat pemeriksaan. Karena sama persis, pasti akan ditolak. Itulah sebabnya ada jalur baru yang namanya PCT, Patent Cooperation Treaty. Jika paten diajukan di banyak negara, pengajuan melalui PCT lebih ringkas karena pengajuan cukup dilakukan sekali dengan satu set dokumen, jauh lebih praktis jika dibandingkan mengajukan satu per satu ke negara yang dituju.
      • Bedanya masing-masing HKI apa? Silahkan dilihat di website WIPO di atas.
      • Soal biaya pengurusan tergantung apakah anda mengajukan sendiri atau melalui konsultan HKI Terdaftar (ingat ya, yang terdaftar, jangan yang tidak terdaftar). Jika diurus sendiri, tentu biaya yang dibayar adalah biaya resmi saja. Tetapi jika melalui konsultan, tentu ada biaya jasa konsultannya. Berapa besarnya, tergantung konsultan yang dipilih. Total Konsultan HKI Terdaftar ada 500an. Silahkan memilih yang mana. Ada yang mahal, ada yang murah. Tidak ada bedanya dengan kita memilih notaris.
      • Keunggulan melalui konsultan adalah waktu lebih efisien. Anda tidak perlu ke Tangerang untuk mengajukan dan untuk mengecek status permohonan. Cukup email atau telpon konsultannya. Selain itu, anda juga dibantu dalam merumuskan jenis jasa yang anda berikan (untuk merek) atau membuat deskripsi paten serta klaim yang tepat (untuk paten). Hal ini penting dan baru akan terasa di belakang hari saat anda akan menggugat pihak lain. Jika formulasi jasa anda tidak jelas, gugatan anda mudah dipatahkan oleh lawan. Dan berdasarkan pengalaman saya, jenis jasa di Startup ini unik dan perlu penggalian lebih dalam untuk mendapat formulasi yang pas. Saya menangani pendaftaran merek teman-teman Startup lokal dan saya akui jasa-jasa yang ditawarkan unik, berbeda dari jasa-jasa yang biasa saya tangani selama ini.
      • Klaim paten sangat penting karena bagian itulah yang dijadikan rujukan. Jika penulisan klaim kurang tepat, otomatis sertifikat yang didapat hanyalah kertas biasa. Konsultan HKI akan membantu anda dalam merumuskan klaim yang tepat, termasuk melakukan penelusuran awal untuk melihat patentabilitasnya.
      • Soal penguasaan teknologi, saya berpendapat ada indikator mudah yang bisa kita lihat seberapa maju tingkat penguasaan teknologi suatu negara. Cukup dilihat dari angka permohonan patennya serta paten yang dikabulkan
        • Seberapa banyak permohonan paten yang diajukan oleh residen (perorangan maupun perusahaan) di negaranya
        • Seberapa banyak permohonan paten biasa dari total permohonan paten
        • Seberapa banyak permohonan paten tersebut dikabulkan
        • Seberapa banyak permohonan paten dari residen yang diajukan ke negara lain
        • Seberapa banyak permohonan paten dari residen yang dikabulkan di negara lain
        • Seberapa banyak permohonan paten dari residen yang diajukan ke negara-negara yang maju (EPO-European Patent Office, Jepang, Korea Selatan, AS)
        • Seberapa banyak permohonan paten dari residen yang dikabulkan oleh Kantor Paten negara-negara EPO, JPO, KIPO, USPTO
        • Makin banyak ke bawah, makin tinggi penguasaan teknologinya. Kalau dilihat data PCT, kita kalah jauh Malaysia. Mereka sudah ratusan permohonan per tahun, kita paling tinggi tahun 2010, cuma 16 permohonan. Malaysia di tahun yang sama 350.

      Atau kapan-kapan kita bikin pelatihan HKI untuk member Startup Lokal? Monggo diatur, saya setuju-setuju jika ada yang mau organize.

       

      Respectfully yours,


      Gunawan Bagaskoro

      IPLOID
      Jl. Kumdang II No. 11
      Tangerang 15119
      INDONESIA

      ph. 62 818 926 275
      e-mail: gbagaskoro@...

       


      From: Agus Eka Maharta <eka.maharta@...>
      To: StartUpLokal@yahoogroups.com
      Sent: Wednesday, May 9, 2012 5:41 PM
      Subject: Re: Bls: Re: [StartUpLokal] Boediono: Kemajuan Ekonomi RI Bukan karena Inovasi!

       

       

      Om Gunawan kemana ya? Gak ada komentarnya nih....

      Very best regards,
      Agus Eka Maharta
      0812 1048 900

      On May 9, 2012 4:16 PM, "Andrian Kurniady" <andrian@...> wrote:



      Kalau tidak salah konsesi "pakai tanggal daftar di origin country" ada batasnya, kalau tidak salah cuman 1 tahun. Artinya setelah 1 tahun kalau daftar di negara tujuan sudah tidak bisa klaim "pakai tanggal daftar di origin country". CMIIW.

       

      -Kurniady

       

      2012/5/9 Didi Setiadi <ceo@...>

       

      Ya betul mas, krn RI anggota WIPO berlaku internasional. Cuma krn ada yg berfikir jika tidak daftar di US kayaknya gak aman. Kalau ada uang lebih, daftar di sini dan daftar di negara2 maju juga yg kita yakini bisa kita pasarkan di negara tsb.

      Saya sih, pasrah aja, daftar di negeri sendiri aja. Krn hukum patent berlaku asas "Siapa yg daftar duluan dialah yang berhak". Misal sy daftar di RI, lalu sy mau pasarkan ke Vietnam 2 th kemudian, maka saya daftar lagi di Vietnam. Jika ternyata ada yg udah buat juga, maka dilihat tanggal daftarnya. Tanggal yg dilihat adalah tanggal daftar di origin country.

      Ayo, daftarkan hak cipta, paten dan paten sederhana teman2 start-up. Mari ramaikan kantor HKI kita. Kantor HKI hanya ramai utk pendaftaran Merek doang. Sedih kan... :(

       

      DIDI SETIADI
      Powered by Telkomsel BlackBerry®


      From: Jecki <jecki.go@...>

      Date: Wed, 9 May 2012 16:27:25 +0800

      Subject: Re: Bls: Re: [StartUpLokal] Boediono: Kemajuan Ekonomi RI Bukan karena Inovasi!

       

       

      Pak Didi,



      Patennya itu apakah berlaku internasional? Atau hanya nasional saja?

      http://about.me/jeckigo

      2012/5/9 Didi Setiadi <ceo@...>



      Bikin sistem pencatat mesin kasir. Silakan dilihat di www.youtube.com/prasimax

      Ngurus paten gampang dan gak ada uang siluman. Kantor HKI di Tangerang, itu masalahnya, jauuuhhhh... Dari Jakarta :)

      Tahapannya memang 2x. Pertama daftar, biaya Rp.575ribu, bayar di Bank BRI. Di sana ada bank nya.

      Beberapa minggu kemudian dapat surat pemberitahuan bahwa secara administratif diterima atau tidak. Kalau diterima scr administratif, bawa dokumen detil apa yg mau dipatenkan. Maximum ada 10 klaim yg kita anggap sebagai penemuan. Lebih dari itu bayar, resmi juga bayarannya.

      Tahap kedua, setelah administrasi lengkap, kita bawa detil nya utk pemeriksaan substantif dan dapat nomor Pendaftaran Paten. Biasa disebut No. Patent Pending, spt di US. Pemeriksaan dilakukan sekaligus dibuka ke publik. Jika dalam 3 tahun tidak ada sanggahan maka dapat sertifikat Patent Granted (Patent Registered).

      Begitu mas...

      Sekarang paten kami sedang dilirik LG CNS dari Korea, utk produksi lebih massive lagi. Kita bingung, kalau mau dijual berapa, dikasih hak royalty ngitungnya gimana. Monggo kalau ada yg punya pengalaman yg sama di share aja.

       

      DIDI SETIADI
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

       

       

       

    • Gunawan Bagaskoro
      Pendapat Pak Feris betul. Jika ada startup yang terganjal paten, jangan salahkan patennya. Bagaimana kita bisa lanjut tanpa melanggar paten tersebut.
      Message 51 of 51 , May 13, 2012
      View Source
      • 0 Attachment
        Pendapat Pak Feris betul. Jika ada startup yang terganjal paten, jangan salahkan patennya. Bagaimana kita bisa lanjut tanpa melanggar paten tersebut.

        Perusahaan obat generik menggunakan startegi ini dan paten yang dihadapi bermacam-macam jumlahnya, dari 2 sampai 60 buah.

        Ada banyak jalan menuju Roma, tetapi jalan yang paling mudah, singkat, efisien biasanya ada patennya. Tapi menemukan sebuah invensi pun membutuhkan waktu.

        Jadi jangan salahkan patennya, tapi tanya strateginya bagaimana
        Salam,

        Gunawan Bagaskoro
        Konsultan HKI

        From: Feris Thia <feris.milis@...>
        Sender: StartUpLokal@yahoogroups.com
        Date: Sun, 13 May 2012 15:40:25 +0700
        To: <StartUpLokal@yahoogroups.com>
        ReplyTo: StartUpLokal@yahoogroups.com
        Subject: Re: [StartUpLokal] Boediono: Kemajuan Ekonomi RI Bukan karena Inovasi!

         

        Pak Budi,

        Tapi paten memiliki masa berlaku kan ya ?

        Kalau saya kebayangnya begini... Misalkan situasi tanpa paten : saya
        mikir capek2 jg percuma, karena sesaat saya mengeluarkan produk dengan
        inovasi di dalamnya, maka perusahaan besar tinggal menjiplak dan jual
        kemana2.

        Tapi dengan perlindungan setidaknya untuk 10 tahun, maka negara
        memberi hak monopoli yang cukup lama untuk kesempatan ekonomis.

        Memang sudah cukup banyak paten yg malah mengekang untuk mengembangkan sesuatu.

        Tapi ada juga fair use di industri yang mengatur hal tersebut sehingga
        pemilik paten tidak sewenang2.

        Regards,

        Feris

        On 5/13/12, Budi Rahardjo <rahard@...> wrote:
        > 2012/5/13 Feris Thia <feris.milis@...>:
        >
        >> Kalau saya kurang setuju Pak. Paten bisa dianggap sumber daya yang
        >> menentukan competitive advantage apalagi di ekonomi kreatif. Jadi
        >> memang sudah waktunya jadi concern kita sebagai pengusaha di bidang
        >> teknologi Pak.
        >
        > Justru menurut saya paten merupakan *penghambat* kreativitas.
        > Ada banyak diskusi mengenai ini, yaitu mengapa *sekarang* perlindungan
        > intellectual property justru bukan menghasilkan inovasi tapi menghambat
        > inovasi.
        >
        > Bayangkan, ada startup mahasiswa yang baru mau membuat sebuah
        > produk tiba-tiba harus berhadapan dengan 10 atau 50 paten.
        > (Printer saja memiliki ratusan paten. Mana mungkin bisa buat.)
        >
        > Harus dicari mekanisme yang baru, untuk membuat inovator tetap
        > berinovasi secara fair. "Rethinking IPR."
        > Hati-hati, jangan mau kita (Indonesia) dibawa ke pertarungan yang mana
        > kita sudah pasti kalah. Kita bawa ke lapangan badminton yang chance
        > untuk menang kita masih ada. he he he
        >
        >> Btw, ekonomi Amerika memang morat marit tapi kualitas hidup masih cukup
        >> tinggi.
        >> Di samping itu, hutangnya juga banyak ke pengusahanya sendiri.
        >
        > Amerika banyak berhutang ke negara lain, eg. Jepang :)
        >
        >
        > -- budi
        >
        >
        > ------------------------------------
        >
        > Visit http://startuplokal.org for event details
        > Employer/employee? Visit http://startuplokal.org/jobs
        > http://tekno.kompas.com/startuplokal - Press Release send to
        > press@...! Groups Links
        >
        >
        >
        >

        --
        Sent from my mobile device

      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.