Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: membangun indonesia

Expand Messages
  • Teuku Faruq
    Menarik banget idenya!! Count me in. Sebagai referensi, coba juga www.qifang.cn. Saya gak tau banyak tentang business modelnya kiva, tapi kalo untuk
    Message 1 of 18 , Nov 30, 2010
    View Source
    • 0 Attachment
      Menarik banget idenya!! Count me in.

      Sebagai referensi, coba juga www.qifang.cn. Saya gak tau banyak tentang business modelnya kiva, tapi kalo untuk qifnang..itu 100% support donatur/investor. Mungkin saya salah atau ada temen yang punya informasi lengkap? Karena informasi yang saya dapatkan tentang qifang ini sebulan yang lalu dari hasil wawancara. Mereka fokus untuk pendidikan bukan pengusaha. Sebagai catatan, kiva juga baru mulai fokus ke pendidikan setelah sukses dengan microfinance.

      Sangat menarik. Saya yakin, dengan pendidikan dan support sesama, negara kita bisa bangkit lagi. Maaf, saya tidak banyak berharap dari pemerintah yang tidak cinta tanah airnya sendiri (baca: koruptor)

      Well mas, itu nantinya kalo jadi berdiri...revenuenya dari mana ya? Mau jadi not for profit atau non-profit mas? Menarik. :)


      Salam hangat dan jabat erat,
      Teuku Faruq


    • Yonathan Nova Dinata
      count me in too hahaha.. kalau sampai jadi berdiri ya jelas profit. Karena untuk menjalankannya perlu uang, kalau sampai orang uda bosen donasi kita masi bisa
      Message 2 of 18 , Dec 1, 2010
      View Source
      • 0 Attachment
        count me in too hahaha.. 

        kalau sampai jadi berdiri ya jelas profit. Karena untuk menjalankannya perlu uang, kalau sampai orang uda bosen donasi kita masi bisa survive, kalau gak masa tau2 tutup ato bubar jalan? profitnya juga buat mendanai pengusaha2 yang lain jangan ditilep sendiri tar jadi korupsi donk :p

        coba di share idenya mas, saya sih masi berkhayal saja kok, kalau ada yang mau buat ya monggo, bisa saya manfaatkan juga. Paling mantep sih kalau dikampanyekan melalui social media + media massa ikut mensupport, wow itu sih top banget.


        dasar pemikiran saya begini:

        sekarang jaman sedang susah, semua serba diirit, makan aja ngepas, kalau semua serba ngepas gimana ekonomi mau jalan?mau buat terobosan2 baru, produk yang super, strategy2 canggih, ya tetep aja toh orang ga bisa beli. Akhirnya apa?rugi -> bankrut -> phk -> resesi tambah panjang..

        Di lain pihak, orang "kaya" juga mau invest takut, bingung, ini duit enak mau dikemanain?ke bank takut pailit, ke saham uda kaya roller coster, invest ke bisnis juga bisnis apa? (sering denger kan: ada kangtaw apa nih??ada bisnis apa nih??)

        ya kenapa ga dibuat aja wadahnya hehehe.. 
        dimana ada masalah disitu PASTI ada peluang, amin.. ^^


        2010/12/1 Teuku Faruq <teuku_faruq@...>
         

        Menarik banget idenya!! Count me in.

        Sebagai referensi, coba juga www.qifang.cn. Saya gak tau banyak tentang business modelnya kiva, tapi kalo untuk qifnang..itu 100% support donatur/investor. Mungkin saya salah atau ada temen yang punya informasi lengkap? Karena informasi yang saya dapatkan tentang qifang ini sebulan yang lalu dari hasil wawancara. Mereka fokus untuk pendidikan bukan pengusaha. Sebagai catatan, kiva juga baru mulai fokus ke pendidikan setelah sukses dengan microfinance.

        Sangat menarik. Saya yakin, dengan pendidikan dan support sesama, negara kita bisa bangkit lagi. Maaf, saya tidak banyak berharap dari pemerintah yang tidak cinta tanah airnya sendiri (baca: koruptor)

        Well mas, itu nantinya kalo jadi berdiri...revenuenya dari mana ya? Mau jadi not for profit atau non-profit mas? Menarik. :)


        Salam hangat dan jabat erat,
        Teuku Faruq



      • David Santoso
        Pengertian saya itu berarti yang Pak Yonathan katakan adalah sifatnya non-profit yah.. jadi uangnya hanya untuk menutupi biaya operating expenses sendiri saja.
        Message 3 of 18 , Dec 1, 2010
        View Source
        • 0 Attachment
          Pengertian saya itu berarti yang Pak Yonathan katakan adalah sifatnya non-profit yah.. jadi uangnya hanya untuk menutupi biaya operating expenses sendiri saja.

          Untuk revenuenya mungkin bisa beberapa opsi seperti:
          - donasi (bisa mohon donasinya saat user melakukan transaksi memberikan pinjaman) - kiva kalau tidak salah begini sistemnya
          - transaction fee (bisa flat atau capped percentage)
          - atau peminjam mengembalikan dana pinjaman + bunga yang sangat rendah (bunga ini yang sebagai sumber pemasukkan)

          Apa donatur/pemberi pinjamannya akan sebagian besar dari warga negara kita sendiri / dalam negeri? Kalau iya, apakah masyarakat indonesia sudah terbiasa memberikan donasi/pinjaman?

          Salam,
          David Ang


          From: Yonathan Nova Dinata <jnova.soul@...>
          To: StartUpLokal@yahoogroups.com
          Sent: Wed, December 1, 2010 11:06:26 PM
          Subject: Re: [StartUpLokal] Re: membangun indonesia

           

          count me in too hahaha.. 


          kalau sampai jadi berdiri ya jelas profit. Karena untuk menjalankannya perlu uang, kalau sampai orang uda bosen donasi kita masi bisa survive, kalau gak masa tau2 tutup ato bubar jalan? profitnya juga buat mendanai pengusaha2 yang lain jangan ditilep sendiri tar jadi korupsi donk :p

          coba di share idenya mas, saya sih masi berkhayal saja kok, kalau ada yang mau buat ya monggo, bisa saya manfaatkan juga. Paling mantep sih kalau dikampanyekan melalui social media + media massa ikut mensupport, wow itu sih top banget.


          dasar pemikiran saya begini:

          sekarang jaman sedang susah, semua serba diirit, makan aja ngepas, kalau semua serba ngepas gimana ekonomi mau jalan?mau buat terobosan2 baru, produk yang super, strategy2 canggih, ya tetep aja toh orang ga bisa beli. Akhirnya apa?rugi -> bankrut -> phk -> resesi tambah panjang..

          Di lain pihak, orang "kaya" juga mau invest takut, bingung, ini duit enak mau dikemanain?ke bank takut pailit, ke saham uda kaya roller coster, invest ke bisnis juga bisnis apa? (sering denger kan: ada kangtaw apa nih??ada bisnis apa nih??)

          ya kenapa ga dibuat aja wadahnya hehehe.. 
          dimana ada masalah disitu PASTI ada peluang, amin.. ^^


          2010/12/1 Teuku Faruq <teuku_faruq@...>
           

          Menarik banget idenya!! Count me in.

          Sebagai referensi, coba juga www.qifang.cn. Saya gak tau banyak tentang business modelnya kiva, tapi kalo untuk qifnang..itu 100% support donatur/investor. Mungkin saya salah atau ada temen yang punya informasi lengkap? Karena informasi yang saya dapatkan tentang qifang ini sebulan yang lalu dari hasil wawancara. Mereka fokus untuk pendidikan bukan pengusaha. Sebagai catatan, kiva juga baru mulai fokus ke pendidikan setelah sukses dengan microfinance.

          Sangat menarik. Saya yakin, dengan pendidikan dan support sesama, negara kita bisa bangkit lagi. Maaf, saya tidak banyak berharap dari pemerintah yang tidak cinta tanah airnya sendiri (baca: koruptor)

          Well mas, itu nantinya kalo jadi berdiri...revenuenya dari mana ya? Mau jadi not for profit atau non-profit mas? Menarik. :)


          Salam hangat dan jabat erat,
          Teuku Faruq



        • Yonathan Nova Dinata
          ... Well bisa dibilang masyarakat indonesia gemar sms atau menyumbang. Kita lihat saja dari peristiwa merapi,mentawai,tsunami aceh. Alasan klise: membantu
          Message 4 of 18 , Dec 1, 2010
          View Source
          • 0 Attachment
            Masyarakat indonesia sudah terbiasa memberikan donasi/pinjaman?
             
            Well bisa dibilang masyarakat indonesia gemar sms atau menyumbang. Kita lihat saja dari peristiwa merapi,mentawai,tsunami aceh. Alasan klise: membantu sesama, meskipun pada akhirnya gak jelas juga itu uang kemana aja.. Lalu apa bedanya dengan ide yang saya kemukakan?

            Mengenai sms, sekarang ini ada sekitar 4 acara tv tentang bakat indonesia,contoh IMB, IV, IGT, IMB2, bla bla bla.. semua orang sms kn?kalau yang sms sedikit tidak mungkin ada acara serupa sampai ada 4-5 lebih, disaat yang bersamaan pula.
            Tiap sms 5rb kalau gak salah ya,tiap minggu lagi sms.. Buat apa? kenapa tidak kita mewadahi dana sedemikian besar untuk hal yang lebih bermanfaat.

            Untuk revenue saya setuju dengan pendapat Pak David. Namun,saya pribadi lebih suka kalau share profit. Dengan adanya share profit, tentu saja semua pihak akan saling membantu demi terwujudnya bisnis yang solid. Kalau hanya memberikan pinjaman tanpa kita berbuat apa-apa sama saja seperti Bank.

            Dalam bayangan saya:
            pengusaha A datang ke web, memberikan ide, bisnis plan. Setelah dikaji, dan ternyata bisa dijalankan. Kita akan memberikan dana, informasi pasar yang jelas (risk and reward), panduannya, lalu kalau perlu kita kirim tenaga ahli yang kompeten di bidangnya demi membantu kelancaran usaha si A.

            Di lapangan, calon entrepreneur ini pasti akan menemui banyak kendala, saya sangat berharap mereka bisa dengan mudah menemui kita dan kita bisa memberi solusi. Dengan dana yang sangat besar dan resources yang besar pasti kita bisa menemukan jalan keluarnya. Toh orang2 indonesia banyak yang brilian, tinggal dicari saja dan digaji pastinya :) Jadi bukan asal kasi uang aja terus terima beres. Bisa-bisa malah terjadi korupsi ato kabur bawa uangnya.


            2010/12/2 David Santoso <david_angga888@...>
             

            Pengertian saya itu berarti yang Pak Yonathan katakan adalah sifatnya non-profit yah.. jadi uangnya hanya untuk menutupi biaya operating expenses sendiri saja.

            Untuk revenuenya mungkin bisa beberapa opsi seperti:
            - donasi (bisa mohon donasinya saat user melakukan transaksi memberikan pinjaman) - kiva kalau tidak salah begini sistemnya
            - transaction fee (bisa flat atau capped percentage)
            - atau peminjam mengembalikan dana pinjaman + bunga yang sangat rendah (bunga ini yang sebagai sumber pemasukkan)

            Apa donatur/pemberi pinjamannya akan sebagian besar dari warga negara kita sendiri / dalam negeri? Kalau iya, apakah masyarakat indonesia sudah terbiasa memberikan donasi/pinjaman?

            Salam,
            David Ang


            From: Yonathan Nova Dinata <jnova.soul@...>
            To: StartUpLokal@yahoogroups.com
            Sent: Wed, December 1, 2010 11:06:26 PM
            Subject: Re: [StartUpLokal] Re: membangun indonesia

             

            count me in too hahaha.. 


            kalau sampai jadi berdiri ya jelas profit. Karena untuk menjalankannya perlu uang, kalau sampai orang uda bosen donasi kita masi bisa survive, kalau gak masa tau2 tutup ato bubar jalan? profitnya juga buat mendanai pengusaha2 yang lain jangan ditilep sendiri tar jadi korupsi donk :p

            coba di share idenya mas, saya sih masi berkhayal saja kok, kalau ada yang mau buat ya monggo, bisa saya manfaatkan juga. Paling mantep sih kalau dikampanyekan melalui social media + media massa ikut mensupport, wow itu sih top banget.


            dasar pemikiran saya begini:

            sekarang jaman sedang susah, semua serba diirit, makan aja ngepas, kalau semua serba ngepas gimana ekonomi mau jalan?mau buat terobosan2 baru, produk yang super, strategy2 canggih, ya tetep aja toh orang ga bisa beli. Akhirnya apa?rugi -> bankrut -> phk -> resesi tambah panjang..

            Di lain pihak, orang "kaya" juga mau invest takut, bingung, ini duit enak mau dikemanain?ke bank takut pailit, ke saham uda kaya roller coster, invest ke bisnis juga bisnis apa? (sering denger kan: ada kangtaw apa nih??ada bisnis apa nih??)

            ya kenapa ga dibuat aja wadahnya hehehe.. 
            dimana ada masalah disitu PASTI ada peluang, amin.. ^^


            2010/12/1 Teuku Faruq <teuku_faruq@...>
             

            Menarik banget idenya!! Count me in.

            Sebagai referensi, coba juga www.qifang.cn. Saya gak tau banyak tentang business modelnya kiva, tapi kalo untuk qifnang..itu 100% support donatur/investor. Mungkin saya salah atau ada temen yang punya informasi lengkap? Karena informasi yang saya dapatkan tentang qifang ini sebulan yang lalu dari hasil wawancara. Mereka fokus untuk pendidikan bukan pengusaha. Sebagai catatan, kiva juga baru mulai fokus ke pendidikan setelah sukses dengan microfinance.

            Sangat menarik. Saya yakin, dengan pendidikan dan support sesama, negara kita bisa bangkit lagi. Maaf, saya tidak banyak berharap dari pemerintah yang tidak cinta tanah airnya sendiri (baca: koruptor)

            Well mas, itu nantinya kalo jadi berdiri...revenuenya dari mana ya? Mau jadi not for profit atau non-profit mas? Menarik. :)


            Salam hangat dan jabat erat,
            Teuku Faruq




          • Mustafa Kemal
            /Mekanisme pemberian izin usaha terhadap penghimpun dana masyarakat dan pengelola dana investasi masyarakat dimaksud adalah dalam kerangka pemenuhan
            Message 5 of 18 , Dec 1, 2010
            View Source
            • 0 Attachment
              Mekanisme pemberian izin usaha terhadap penghimpun dana masyarakat dan pengelola dana investasi masyarakat dimaksud adalah dalam kerangka pemenuhan persyaratan kemampuan baik dari sisi permodalan, operasional usaha, termasuk pengendalian internal terkait dengan kegiatan pengelolaan investasi dan penghimpunan dana.

              Di samping itu, mekanisme ini akan menciptakan adanya sistem pengaturan, pembinaan, dan pengawasan terhadap setiap kegiatan pengelolaan investasi dan penghimpunan dana tersebut yang pada akhirnya akan memberikan perlindungan terhadap setiap pemodal atau nasabah yang telah mempercayakan dananya untuk diinvestasikan di sektor tertentu.

              Berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang ada, saat ini ada beberapa jenis izin usaha untuk melakukan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi, antara lain izin usaha sebagai Bank, Manajer Investasi, dan Pialang Perdagangan Berjangka (Pialang Berjangka).


              hanya sepotong yang saya ambil tolong baca terlebih dahulu biar infonya ga setengah2, lengkapnya ada disini

              http://bahankuliah-free.blogspot.com/2010/11/kegiatan-penghimpunan-dana-masyarakat.html

              saya pernah berdiskusi dengan beberapa nara sumber (terpercaya, sebut saja salah satu dari petinggi manajemen inkubasi m***h p***h) kalo untuk iklim di indonesia ga semudah itu dalam pelaksanaan pengelolaan dana masyarakat, anda harus mendapat izin lgsg dari BI, bapepam dan harus pada daftar orang tak bercacat yg artinya anda telat bayar tagihan listrik saja anda sudah tidak bisa masuk menjadi daftar orang tak bercacat itu. dan setau saya izin pengelolaan untuk salah satu dari yang saya sebutkan diatas itu harus mempunyai dana cadangan minimal sebesar 25M CMIIW baru anda boleh menghimpun dana dari masyarakat. kebetulan dulu saya juga pernah berpikiran persis seperti anda, dan sempet juga cari-cari info untuk izin usaha bisnis model seperti itu : ) semoga membantu


              On 02/12/2010 13:09, Yonathan Nova Dinata wrote:  
              Masyarakat indonesia sudah terbiasa memberikan donasi/pinjaman?
               
              Well bisa dibilang masyarakat indonesia gemar sms atau menyumbang. Kita lihat saja dari peristiwa merapi,mentawai,tsunami aceh. Alasan klise: membantu sesama, meskipun pada akhirnya gak jelas juga itu uang kemana aja.. Lalu apa bedanya dengan ide yang saya kemukakan?

              Mengenai sms, sekarang ini ada sekitar 4 acara tv tentang bakat indonesia,contoh IMB, IV, IGT, IMB2, bla bla bla.. semua orang sms kn?kalau yang sms sedikit tidak mungkin ada acara serupa sampai ada 4-5 lebih, disaat yang bersamaan pula.
              Tiap sms 5rb kalau gak salah ya,tiap minggu lagi sms.. Buat apa? kenapa tidak kita mewadahi dana sedemikian besar untuk hal yang lebih bermanfaat.

              Untuk revenue saya setuju dengan pendapat Pak David. Namun,saya pribadi lebih suka kalau share profit. Dengan adanya share profit, tentu saja semua pihak akan saling membantu demi terwujudnya bisnis yang solid. Kalau hanya memberikan pinjaman tanpa kita berbuat apa-apa sama saja seperti Bank.

              Dalam bayangan saya:
              pengusaha A datang ke web, memberikan ide, bisnis plan. Setelah dikaji, dan ternyata bisa dijalankan. Kita akan memberikan dana, informasi pasar yang jelas (risk and reward), panduannya, lalu kalau perlu kita kirim tenaga ahli yang kompeten di bidangnya demi membantu kelancaran usaha si A.

              Di lapangan, calon entrepreneur ini pasti akan menemui banyak kendala, saya sangat berharap mereka bisa dengan mudah menemui kita dan kita bisa memberi solusi. Dengan dana yang sangat besar dan resources yang besar pasti kita bisa menemukan jalan keluarnya. Toh orang2 indonesia banyak yang brilian, tinggal dicari saja dan digaji pastinya :) Jadi bukan asal kasi uang aja terus terima beres. Bisa-bisa malah terjadi korupsi ato kabur bawa uangnya.


              2010/12/2 David Santoso <david_angga888@...>
               
              Pengertian saya itu berarti yang Pak Yonathan katakan adalah sifatnya non-profit yah.. jadi uangnya hanya untuk menutupi biaya operating expenses sendiri saja.

              Untuk revenuenya mungkin bisa beberapa opsi seperti:
              - donasi (bisa mohon donasinya saat user melakukan transaksi memberikan pinjaman) - kiva kalau tidak salah begini sistemnya
              - transaction fee (bisa flat atau capped percentage)
              - atau peminjam mengembalikan dana pinjaman + bunga yang sangat rendah (bunga ini yang sebagai sumber pemasukkan)

              Apa donatur/pemberi pinjamannya akan sebagian besar dari warga negara kita sendiri / dalam negeri? Kalau iya, apakah masyarakat indonesia sudah terbiasa memberikan donasi/pinjaman?

              Salam,
              David Ang


              From: Yonathan Nova Dinata <jnova.soul@...>
              To: StartUpLokal@yahoogroups.com
              Sent: Wed, December 1, 2010 11:06:26 PM
              Subject: Re: [StartUpLokal] Re: membangun indonesia

               

              count me in too hahaha.. 


              kalau sampai jadi berdiri ya jelas profit. Karena untuk menjalankannya perlu uang, kalau sampai orang uda bosen donasi kita masi bisa survive, kalau gak masa tau2 tutup ato bubar jalan? profitnya juga buat mendanai pengusaha2 yang lain jangan ditilep sendiri tar jadi korupsi donk :p

              coba di share idenya mas, saya sih masi berkhayal saja kok, kalau ada yang mau buat ya monggo, bisa saya manfaatkan juga. Paling mantep sih kalau dikampanyekan melalui social media + media massa ikut mensupport, wow itu sih top banget.


              dasar pemikiran saya begini:

              sekarang jaman sedang susah, semua serba diirit, makan aja ngepas, kalau semua serba ngepas gimana ekonomi mau jalan?mau buat terobosan2 baru, produk yang super, strategy2 canggih, ya tetep aja toh orang ga bisa beli. Akhirnya apa?rugi -> bankrut -> phk -> resesi tambah panjang..

              Di lain pihak, orang "kaya" juga mau invest takut, bingung, ini duit enak mau dikemanain?ke bank takut pailit, ke saham uda kaya roller coster, invest ke bisnis juga bisnis apa? (sering denger kan: ada kangtaw apa nih??ada bisnis apa nih??)

              ya kenapa ga dibuat aja wadahnya hehehe.. 
              dimana ada masalah disitu PASTI ada peluang, amin.. ^^


              2010/12/1 Teuku Faruq <teuku_faruq@...>
               
              Menarik banget idenya!! Count me in.

              Sebagai referensi, coba juga www.qifang.cn. Saya gak tau banyak tentang business modelnya kiva, tapi kalo untuk qifnang..itu 100% support donatur/investor. Mungkin saya salah atau ada temen yang punya informasi lengkap? Karena informasi yang saya dapatkan tentang qifang ini sebulan yang lalu dari hasil wawancara. Mereka fokus untuk pendidikan bukan pengusaha. Sebagai catatan, kiva juga baru mulai fokus ke pendidikan setelah sukses dengan microfinance.

              Sangat menarik. Saya yakin, dengan pendidikan dan support sesama, negara kita bisa bangkit lagi. Maaf, saya tidak banyak berharap dari pemerintah yang tidak cinta tanah airnya sendiri (baca: koruptor)

              Well mas, itu nantinya kalo jadi berdiri...revenuenya dari mana ya? Mau jadi not for profit atau non-profit mas? Menarik. :)


              Salam hangat dan jabat erat,
              Teuku Faruq





            • Natali Ardianto
              Ndak usah pusing. Bikin institusinya koperasi saja. Bisa koq. Malah bisa minta dana dari pemerintah untuk memulai. Menterinya saja ada sendiri khusus untuk ini
              Message 6 of 18 , Dec 1, 2010
              View Source
              • 0 Attachment
                Ndak usah pusing. Bikin institusinya koperasi saja. Bisa koq. Malah bisa minta dana dari pemerintah untuk memulai. Menterinya saja ada sendiri khusus untuk ini koq.

                Saya doakan bisa seperti Koperasi Batik yang terkenal itu, bisa mengumpulkan dana lebih dari Rp 1,7 triliun. Amin.


                --
                Natali Ardianto
                natali@...
                @nataliardianto


                2010/12/2 Mustafa Kemal <mkemalw@...>


                Mekanisme pemberian izin usaha terhadap penghimpun dana masyarakat dan pengelola dana investasi masyarakat dimaksud adalah dalam kerangka pemenuhan persyaratan kemampuan baik dari sisi permodalan, operasional usaha, termasuk pengendalian internal terkait dengan kegiatan pengelolaan investasi dan penghimpunan dana.

                Di samping itu, mekanisme ini akan menciptakan adanya sistem pengaturan, pembinaan, dan pengawasan terhadap setiap kegiatan pengelolaan investasi dan penghimpunan dana tersebut yang pada akhirnya akan memberikan perlindungan terhadap setiap pemodal atau nasabah yang telah mempercayakan dananya untuk diinvestasikan di sektor tertentu.

                Berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang ada, saat ini ada beberapa jenis izin usaha untuk melakukan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi, antara lain izin usaha sebagai Bank, Manajer Investasi, dan Pialang Perdagangan Berjangka (Pialang Berjangka).


                hanya sepotong yang saya ambil tolong baca terlebih dahulu biar infonya ga setengah2, lengkapnya ada disini

                http://bahankuliah-free.blogspot.com/2010/11/kegiatan-penghimpunan-dana-masyarakat.html

                saya pernah berdiskusi dengan beberapa nara sumber (terpercaya, sebut saja salah satu dari petinggi manajemen inkubasi m***h p***h) kalo untuk iklim di indonesia ga semudah itu dalam pelaksanaan pengelolaan dana masyarakat, anda harus mendapat izin lgsg dari BI, bapepam dan harus pada daftar orang tak bercacat yg artinya anda telat bayar tagihan listrik saja anda sudah tidak bisa masuk menjadi daftar orang tak bercacat itu. dan setau saya izin pengelolaan untuk salah satu dari yang saya sebutkan diatas itu harus mempunyai dana cadangan minimal sebesar 25M CMIIW baru anda boleh menghimpun dana dari masyarakat. kebetulan dulu saya juga pernah berpikiran persis seperti anda, dan sempet juga cari-cari info untuk izin usaha bisnis model seperti itu : ) semoga membantu



                On 02/12/2010 13:09, Yonathan Nova Dinata wrote:
                 
                Masyarakat indonesia sudah terbiasa memberikan donasi/pinjaman?
                 
                Well bisa dibilang masyarakat indonesia gemar sms atau menyumbang. Kita lihat saja dari peristiwa merapi,mentawai,tsunami aceh. Alasan klise: membantu sesama, meskipun pada akhirnya gak jelas juga itu uang kemana aja.. Lalu apa bedanya dengan ide yang saya kemukakan?

                Mengenai sms, sekarang ini ada sekitar 4 acara tv tentang bakat indonesia,contoh IMB, IV, IGT, IMB2, bla bla bla.. semua orang sms kn?kalau yang sms sedikit tidak mungkin ada acara serupa sampai ada 4-5 lebih, disaat yang bersamaan pula.
                Tiap sms 5rb kalau gak salah ya,tiap minggu lagi sms.. Buat apa? kenapa tidak kita mewadahi dana sedemikian besar untuk hal yang lebih bermanfaat.

                Untuk revenue saya setuju dengan pendapat Pak David. Namun,saya pribadi lebih suka kalau share profit. Dengan adanya share profit, tentu saja semua pihak akan saling membantu demi terwujudnya bisnis yang solid. Kalau hanya memberikan pinjaman tanpa kita berbuat apa-apa sama saja seperti Bank.

                Dalam bayangan saya:
                pengusaha A datang ke web, memberikan ide, bisnis plan. Setelah dikaji, dan ternyata bisa dijalankan. Kita akan memberikan dana, informasi pasar yang jelas (risk and reward), panduannya, lalu kalau perlu kita kirim tenaga ahli yang kompeten di bidangnya demi membantu kelancaran usaha si A.

                Di lapangan, calon entrepreneur ini pasti akan menemui banyak kendala, saya sangat berharap mereka bisa dengan mudah menemui kita dan kita bisa memberi solusi. Dengan dana yang sangat besar dan resources yang besar pasti kita bisa menemukan jalan keluarnya. Toh orang2 indonesia banyak yang brilian, tinggal dicari saja dan digaji pastinya :) Jadi bukan asal kasi uang aja terus terima beres. Bisa-bisa malah terjadi korupsi ato kabur bawa uangnya.


                2010/12/2 David Santoso <david_angga888@...>
                 
                Pengertian saya itu berarti yang Pak Yonathan katakan adalah sifatnya non-profit yah.. jadi uangnya hanya untuk menutupi biaya operating expenses sendiri saja.

                Untuk revenuenya mungkin bisa beberapa opsi seperti:
                - donasi (bisa mohon donasinya saat user melakukan transaksi memberikan pinjaman) - kiva kalau tidak salah begini sistemnya
                - transaction fee (bisa flat atau capped percentage)
                - atau peminjam mengembalikan dana pinjaman + bunga yang sangat rendah (bunga ini yang sebagai sumber pemasukkan)

                Apa donatur/pemberi pinjamannya akan sebagian besar dari warga negara kita sendiri / dalam negeri? Kalau iya, apakah masyarakat indonesia sudah terbiasa memberikan donasi/pinjaman?

                Salam,
                David Ang


                From: Yonathan Nova Dinata <jnova.soul@...>
                To: StartUpLokal@yahoogroups.com
                Sent: Wed, December 1, 2010 11:06:26 PM
                Subject: Re: [StartUpLokal] Re: membangun indonesia

                 

                count me in too hahaha.. 


                kalau sampai jadi berdiri ya jelas profit. Karena untuk menjalankannya perlu uang, kalau sampai orang uda bosen donasi kita masi bisa survive, kalau gak masa tau2 tutup ato bubar jalan? profitnya juga buat mendanai pengusaha2 yang lain jangan ditilep sendiri tar jadi korupsi donk :p

                coba di share idenya mas, saya sih masi berkhayal saja kok, kalau ada yang mau buat ya monggo, bisa saya manfaatkan juga. Paling mantep sih kalau dikampanyekan melalui social media + media massa ikut mensupport, wow itu sih top banget.


                dasar pemikiran saya begini:

                sekarang jaman sedang susah, semua serba diirit, makan aja ngepas, kalau semua serba ngepas gimana ekonomi mau jalan?mau buat terobosan2 baru, produk yang super, strategy2 canggih, ya tetep aja toh orang ga bisa beli. Akhirnya apa?rugi -> bankrut -> phk -> resesi tambah panjang..

                Di lain pihak, orang "kaya" juga mau invest takut, bingung, ini duit enak mau dikemanain?ke bank takut pailit, ke saham uda kaya roller coster, invest ke bisnis juga bisnis apa? (sering denger kan: ada kangtaw apa nih??ada bisnis apa nih??)

                ya kenapa ga dibuat aja wadahnya hehehe.. 
                dimana ada masalah disitu PASTI ada peluang, amin.. ^^


                2010/12/1 Teuku Faruq <teuku_faruq@...>
                 
                Menarik banget idenya!! Count me in.

                Sebagai referensi, coba juga www.qifang.cn. Saya gak tau banyak tentang business modelnya kiva, tapi kalo untuk qifnang..itu 100% support donatur/investor. Mungkin saya salah atau ada temen yang punya informasi lengkap? Karena informasi yang saya dapatkan tentang qifang ini sebulan yang lalu dari hasil wawancara. Mereka fokus untuk pendidikan bukan pengusaha. Sebagai catatan, kiva juga baru mulai fokus ke pendidikan setelah sukses dengan microfinance.

                Sangat menarik. Saya yakin, dengan pendidikan dan support sesama, negara kita bisa bangkit lagi. Maaf, saya tidak banyak berharap dari pemerintah yang tidak cinta tanah airnya sendiri (baca: koruptor)

                Well mas, itu nantinya kalo jadi berdiri...revenuenya dari mana ya? Mau jadi not for profit atau non-profit mas? Menarik. :)


                Salam hangat dan jabat erat,
                Teuku Faruq








              • Mustafa Kemal
                info menarik dari banget nih! nah sekarang tinggal actionnya aja tuh bro :D
                Message 7 of 18 , Dec 1, 2010
                View Source
                • 0 Attachment
                  info menarik dari banget nih! nah sekarang tinggal actionnya aja tuh bro :D

                  On 02/12/2010 14:05, Natali Ardianto wrote:  

                  Ndak usah pusing. Bikin institusinya koperasi saja. Bisa koq. Malah bisa minta dana dari pemerintah untuk memulai. Menterinya saja ada sendiri khusus untuk ini koq.

                  Saya doakan bisa seperti Koperasi Batik yang terkenal itu, bisa mengumpulkan dana lebih dari Rp 1,7 triliun. Amin.


                  --
                  Natali Ardianto
                  natali@...
                  @nataliardianto


                  2010/12/2 Mustafa Kemal <mkemalw@...>


                  Mekanisme pemberian izin usaha terhadap penghimpun dana masyarakat dan pengelola dana investasi masyarakat dimaksud adalah dalam kerangka pemenuhan persyaratan kemampuan baik dari sisi permodalan, operasional usaha, termasuk pengendalian internal terkait dengan kegiatan pengelolaan investasi dan penghimpunan dana.

                  Di samping itu, mekanisme ini akan menciptakan adanya sistem pengaturan, pembinaan, dan pengawasan terhadap setiap kegiatan pengelolaan investasi dan penghimpunan dana tersebut yang pada akhirnya akan memberikan perlindungan terhadap setiap pemodal atau nasabah yang telah mempercayakan dananya untuk diinvestasikan di sektor tertentu.

                  Berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang ada, saat ini ada beberapa jenis izin usaha untuk melakukan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi, antara lain izin usaha sebagai Bank, Manajer Investasi, dan PialangPerdagangan Berjangka (Pialang Berjangka).


                  hanya sepotong yang saya ambil tolong baca terlebih dahulu biar infonya ga setengah2, lengkapnya ada disini

                  http://bahankuliah-free.blogspot.com/2010/11/kegiatan-penghimpunan-dana-masyarakat.html

                  saya pernah berdiskusi dengan beberapa nara sumber (terpercaya, sebut saja salah satu dari petinggi manajemen inkubasi m***h p***h) kalo untuk iklim di indonesia ga semudah itu dalam pelaksanaan pengelolaan dana masyarakat, anda harus mendapat izin lgsg dari BI, bapepam dan harus pada daftar orang tak bercacat yg artinya anda telat bayar tagihan listrik saja anda sudah tidak bisa masuk menjadi daftar orang tak bercacat itu. dan setau saya izin pengelolaan untuk salah satu dari yang saya sebutkan diatas itu harus mempunyai dana cadangan minimal sebesar 25M CMIIW baru anda boleh menghimpun dana dari masyarakat. kebetulan dulu saya juga pernah berpikiran persis seperti anda, dan sempet juga cari-cari info untuk izin usaha bisnis model seperti itu : ) semoga membantu



                  On 02/12/2010 13:09, Yonathan Nova Dinata wrote:
                   
                  Masyarakat indonesia sudah terbiasa memberikan donasi/pinjaman?
                   
                  Well bisa dibilang masyarakat indonesia gemar sms atau menyumbang. Kita lihat saja dari peristiwa merapi,mentawai,tsunami aceh. Alasan klise: membantu sesama, meskipun pada akhirnya gak jelas juga itu uang kemana aja.. Lalu apa bedanya dengan ide yang saya kemukakan?

                  Mengenai sms, sekarang ini ada sekitar 4 acara tv tentang bakat indonesia,contoh IMB, IV, IGT, IMB2, bla bla bla.. semua orang sms kn?kalau yang sms sedikit tidak mungkin ada acara serupa sampai ada 4-5 lebih, disaat yang bersamaan pula.
                  Tiap sms 5rb kalau gak salah ya,tiap minggu lagi sms.. Buat apa? kenapa tidak kita mewadahi dana sedemikian besar untuk hal yang lebih bermanfaat.

                  Untuk revenue saya setuju dengan pendapat Pak David. Namun,saya pribadi lebih suka kalau share profit. Dengan adanya share profit, tentu saja semua pihak akan saling membantu demi terwujudnya bisnis yang solid. Kalau hanya memberikan pinjaman tanpa kita berbuat apa-apa sama saja seperti Bank.

                  Dalam bayangan saya:
                  pengusaha A datang ke web, memberikan ide, bisnis plan. Setelah dikaji, dan ternyata bisa dijalankan. Kita akan memberikan dana, informasi pasar yang jelas (risk and reward), panduannya, lalu kalau perlu kita kirim tenaga ahli yang kompeten di bidangnya demi membantu kelancaran usaha si A.

                  Di lapangan, calon entrepreneur ini pasti akan menemui banyak kendala, saya sangat berharap mereka bisa dengan mudah menemui kita dan kita bisa memberi solusi. Dengan dana yang sangat besar dan resources yang besar pasti kita bisa menemukan jalan keluarnya. Toh orang2 indonesia banyak yang brilian, tinggal dicari saja dan digaji pastinya :) Jadi bukan asal kasi uang aja terus terima beres. Bisa-bisa malah terjadi korupsi ato kabur bawa uangnya.


                  2010/12/2 David Santoso <david_angga888@...>
                   
                  Pengertian saya itu berarti yang Pak Yonathan katakan adalah sifatnya non-profit yah.. jadi uangnya hanya untuk menutupi biaya operating expenses sendiri saja.

                  Untuk revenuenya mungkin bisa beberapa opsi seperti:
                  - donasi (bisa mohon donasinya saat user melakukan transaksi memberikan pinjaman) - kiva kalau tidak salah begini sistemnya
                  - transaction fee (bisa flat atau capped percentage)
                  - atau peminjam mengembalikan dana pinjaman + bunga yang sangat rendah (bunga ini yang sebagai sumber pemasukkan)

                  Apa donatur/pemberi pinjamannya akan sebagian besar dari warga negara kita sendiri / dalam negeri? Kalau iya, apakah masyarakat indonesia sudah terbiasa memberikan donasi/pinjaman?

                  Salam,
                  David Ang


                  From: Yonathan Nova Dinata <jnova.soul@...>
                  To: StartUpLokal@yahoogroups.com
                  Sent: Wed, December 1, 2010 11:06:26 PM
                  Subject: Re: [StartUpLokal] Re: membangun indonesia

                   

                  count me in too hahaha.. 


                  kalau sampai jadi berdiri ya jelas profit. Karena untuk menjalankannya perlu uang, kalau sampai orang uda bosen donasi kita masi bisa survive, kalau gak masa tau2 tutup ato bubar jalan? profitnya juga buat mendanai pengusaha2 yang lain jangan ditilep sendiri tar jadi korupsi donk :p

                  coba di share idenya mas, saya sih masi berkhayal saja kok, kalau ada yang mau buat ya monggo, bisa saya manfaatkan juga. Paling mantep sih kalau dikampanyekan melalui social media + media massa ikut mensupport, wow itu sih top banget.


                  dasar pemikiran saya begini:

                  sekarang jaman sedang susah, semua serba diirit, makan aja ngepas, kalau semua serba ngepas gimana ekonomi mau jalan?mau buat terobosan2 baru, produk yang super, strategy2 canggih, ya tetep aja toh orang ga bisa beli. Akhirnya apa?rugi -> bankrut -> phk -> resesi tambah panjang..

                  Di lain pihak, orang "kaya" juga mau invest takut, bingung, ini duit enak mau dikemanain?ke bank takut pailit, ke saham uda kaya roller coster, invest ke bisnis juga bisnis apa? (sering denger kan: ada kangtaw apa nih??ada bisnis apa nih??)

                  ya kenapa ga dibuat aja wadahnya hehehe.. 
                  dimana ada masalah disitu PASTI ada peluang, amin.. ^^


                  2010/12/1Teuku Faruq <teuku_faruq@...>
                   
                  Menarikbanget idenya!! Count me in.

                  Sebagai referensi, coba juga www.qifang.cn. Saya gak tau banyak tentang business modelnya kiva, tapi kalo untuk qifnang..itu 100% support donatur/investor. Mungkin saya salah atau ada temen yang punya informasi lengkap? Karena informasi yang saya dapatkan tentang qifang ini sebulan yang lalu dari hasil wawancara. Mereka fokus untuk pendidikan bukan pengusaha. Sebagai catatan, kiva juga baru mulai fokus ke pendidikan setelah sukses dengan microfinance.

                  Sangat menarik. Saya yakin, dengan pendidikan dan support sesama, negara kita bisa bangkit lagi. Maaf, saya tidak banyak berharap dari pemerintah yang tidak cinta tanah airnya sendiri (baca: koruptor)

                  Well mas, itu nantinya kalo jadi berdiri...revenuenya dari mana ya? Mau jadi not for profit atau non-profit mas? Menarik. :)


                  Salam hangat dan jabat erat,
                  Teuku Faruq









                • falah hasan
                  menarik sekali idenya.. Saya pernah nonton acara kick Andy yang mengenai Bank Petani, atau mengenai Bank sampah,, mengacu tayangan tersebut sepertinya urusan
                  Message 8 of 18 , Dec 1, 2010
                  View Source
                  • 0 Attachment
                    menarik sekali idenya..
                    Saya pernah nonton acara kick Andy yang mengenai Bank Petani, atau mengenai Bank sampah,, mengacu tayangan tersebut sepertinya urusan perizinan mengenai penghimpun dana masyarakat masih ada celah-celah yang bisa ditempuh

                    2010/12/2 Mustafa Kemal <mkemalw@...>
                     

                    Mekanisme pemberian izin usaha terhadap penghimpun dana masyarakat dan pengelola dana investasi masyarakat dimaksud adalah dalam kerangka pemenuhan persyaratan kemampuan baik dari sisi permodalan, operasional usaha, termasuk pengendalian internal terkait dengan kegiatan pengelolaan investasi dan penghimpunan dana.

                    Di samping itu, mekanisme ini akan menciptakan adanya sistem pengaturan, pembinaan, dan pengawasan terhadap setiap kegiatan pengelolaan investasi dan penghimpunan dana tersebut yang pada akhirnya akan memberikan perlindungan terhadap setiap pemodal atau nasabah yang telah mempercayakan dananya untuk diinvestasikan di sektor tertentu.

                    Berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang ada, saat ini ada beberapa jenis izin usaha untuk melakukan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi, antara lain izin usaha sebagai Bank, Manajer Investasi, dan Pialang Perdagangan Berjangka (Pialang Berjangka).


                    hanya sepotong yang saya ambil tolong baca terlebih dahulu biar infonya ga setengah2, lengkapnya ada disini

                    http://bahankuliah-free.blogspot.com/2010/11/kegiatan-penghimpunan-dana-masyarakat.html

                    saya pernah berdiskusi dengan beberapa nara sumber (terpercaya, sebut saja salah satu dari petinggi manajemen inkubasi m***h p***h) kalo untuk iklim di indonesia ga semudah itu dalam pelaksanaan pengelolaan dana masyarakat, anda harus mendapat izin lgsg dari BI, bapepam dan harus pada daftar orang tak bercacat yg artinya anda telat bayar tagihan listrik saja anda sudah tidak bisa masuk menjadi daftar orang tak bercacat itu. dan setau saya izin pengelolaan untuk salah satu dari yang saya sebutkan diatas itu harus mempunyai dana cadangan minimal sebesar 25M CMIIW baru anda boleh menghimpun dana dari masyarakat. kebetulan dulu saya juga pernah berpikiran persis seperti anda, dan sempet juga cari-cari info untuk izin usaha bisnis model seperti itu : ) semoga membantu




                    On 02/12/2010 13:09, Yonathan Nova Dinata wrote:
                     
                    Masyarakat indonesia sudah terbiasa memberikan donasi/pinjaman?
                     
                    Well bisa dibilang masyarakat indonesia gemar sms atau menyumbang. Kita lihat saja dari peristiwa merapi,mentawai,tsunami aceh. Alasan klise: membantu sesama, meskipun pada akhirnya gak jelas juga itu uang kemana aja.. Lalu apa bedanya dengan ide yang saya kemukakan?

                    Mengenai sms, sekarang ini ada sekitar 4 acara tv tentang bakat indonesia,contoh IMB, IV, IGT, IMB2, bla bla bla.. semua orang sms kn?kalau yang sms sedikit tidak mungkin ada acara serupa sampai ada 4-5 lebih, disaat yang bersamaan pula.
                    Tiap sms 5rb kalau gak salah ya,tiap minggu lagi sms.. Buat apa? kenapa tidak kita mewadahi dana sedemikian besar untuk hal yang lebih bermanfaat.

                    Untuk revenue saya setuju dengan pendapat Pak David. Namun,saya pribadi lebih suka kalau share profit. Dengan adanya share profit, tentu saja semua pihak akan saling membantu demi terwujudnya bisnis yang solid. Kalau hanya memberikan pinjaman tanpa kita berbuat apa-apa sama saja seperti Bank.

                    Dalam bayangan saya:
                    pengusaha A datang ke web, memberikan ide, bisnis plan. Setelah dikaji, dan ternyata bisa dijalankan. Kita akan memberikan dana, informasi pasar yang jelas (risk and reward), panduannya, lalu kalau perlu kita kirim tenaga ahli yang kompeten di bidangnya demi membantu kelancaran usaha si A.

                    Di lapangan, calon entrepreneur ini pasti akan menemui banyak kendala, saya sangat berharap mereka bisa dengan mudah menemui kita dan kita bisa memberi solusi. Dengan dana yang sangat besar dan resources yang besar pasti kita bisa menemukan jalan keluarnya. Toh orang2 indonesia banyak yang brilian, tinggal dicari saja dan digaji pastinya :) Jadi bukan asal kasi uang aja terus terima beres. Bisa-bisa malah terjadi korupsi ato kabur bawa uangnya.


                    2010/12/2 David Santoso <david_angga888@...>
                     
                    Pengertian saya itu berarti yang Pak Yonathan katakan adalah sifatnya non-profit yah.. jadi uangnya hanya untuk menutupi biaya operating expenses sendiri saja.

                    Untuk revenuenya mungkin bisa beberapa opsi seperti:
                    - donasi (bisa mohon donasinya saat user melakukan transaksi memberikan pinjaman) - kiva kalau tidak salah begini sistemnya
                    - transaction fee (bisa flat atau capped percentage)
                    - atau peminjam mengembalikan dana pinjaman + bunga yang sangat rendah (bunga ini yang sebagai sumber pemasukkan)

                    Apa donatur/pemberi pinjamannya akan sebagian besar dari warga negara kita sendiri / dalam negeri? Kalau iya, apakah masyarakat indonesia sudah terbiasa memberikan donasi/pinjaman?

                    Salam,
                    David Ang


                    From: Yonathan Nova Dinata <jnova.soul@...>
                    To: StartUpLokal@yahoogroups.com
                    Sent: Wed, December 1, 2010 11:06:26 PM
                    Subject: Re: [StartUpLokal] Re: membangun indonesia

                     

                    count me in too hahaha.. 


                    kalau sampai jadi berdiri ya jelas profit. Karena untuk menjalankannya perlu uang, kalau sampai orang uda bosen donasi kita masi bisa survive, kalau gak masa tau2 tutup ato bubar jalan? profitnya juga buat mendanai pengusaha2 yang lain jangan ditilep sendiri tar jadi korupsi donk :p

                    coba di share idenya mas, saya sih masi berkhayal saja kok, kalau ada yang mau buat ya monggo, bisa saya manfaatkan juga. Paling mantep sih kalau dikampanyekan melalui social media + media massa ikut mensupport, wow itu sih top banget.


                    dasar pemikiran saya begini:

                    sekarang jaman sedang susah, semua serba diirit, makan aja ngepas, kalau semua serba ngepas gimana ekonomi mau jalan?mau buat terobosan2 baru, produk yang super, strategy2 canggih, ya tetep aja toh orang ga bisa beli. Akhirnya apa?rugi -> bankrut -> phk -> resesi tambah panjang..

                    Di lain pihak, orang "kaya" juga mau invest takut, bingung, ini duit enak mau dikemanain?ke bank takut pailit, ke saham uda kaya roller coster, invest ke bisnis juga bisnis apa? (sering denger kan: ada kangtaw apa nih??ada bisnis apa nih??)

                    ya kenapa ga dibuat aja wadahnya hehehe.. 
                    dimana ada masalah disitu PASTI ada peluang, amin.. ^^


                    2010/12/1 Teuku Faruq <teuku_faruq@...>
                     
                    Menarik banget idenya!! Count me in.

                    Sebagai referensi, coba juga www.qifang.cn. Saya gak tau banyak tentang business modelnya kiva, tapi kalo untuk qifnang..itu 100% support donatur/investor. Mungkin saya salah atau ada temen yang punya informasi lengkap? Karena informasi yang saya dapatkan tentang qifang ini sebulan yang lalu dari hasil wawancara. Mereka fokus untuk pendidikan bukan pengusaha. Sebagai catatan, kiva juga baru mulai fokus ke pendidikan setelah sukses dengan microfinance.

                    Sangat menarik. Saya yakin, dengan pendidikan dan support sesama, negara kita bisa bangkit lagi. Maaf, saya tidak banyak berharap dari pemerintah yang tidak cinta tanah airnya sendiri (baca: koruptor)

                    Well mas, itu nantinya kalo jadi berdiri...revenuenya dari mana ya? Mau jadi not for profit atau non-profit mas? Menarik. :)


                    Salam hangat dan jabat erat,
                    Teuku Faruq






                  • Yonathan Nova Dinata
                    oiya saya juga pernah denger tuh soal bank sampah, di bogor / bekasi ya kalau gak salah.. bagus juga konsepnya. Andaikata tiap kota/ kabupaten ada bank sampah.
                    Message 9 of 18 , Dec 2, 2010
                    View Source
                    • 0 Attachment
                      oiya saya juga pernah denger tuh soal bank sampah, di bogor / bekasi ya kalau gak salah.. bagus juga konsepnya. Andaikata tiap kota/ kabupaten ada bank sampah. Mantep banget tuh pastinya hahaha..

                      2010/12/2 falah hasan <mhamzahn@...>
                       

                      menarik sekali idenya..
                      Saya pernah nonton acara kick Andy yang mengenai Bank Petani, atau mengenai Bank sampah,, mengacu tayangan tersebut sepertinya urusan perizinan mengenai penghimpun dana masyarakat masih ada celah-celah yang bisa ditempuh

                      2010/12/2 Mustafa Kemal <mkemalw@...>
                       

                      Mekanisme pemberian izin usaha terhadap penghimpun dana masyarakat dan pengelola dana investasi masyarakat dimaksud adalah dalam kerangka pemenuhan persyaratan kemampuan baik dari sisi permodalan, operasional usaha, termasuk pengendalian internal terkait dengan kegiatan pengelolaan investasi dan penghimpunan dana.



                      Di samping itu, mekanisme ini akan menciptakan adanya sistem pengaturan, pembinaan, dan pengawasan terhadap setiap kegiatan pengelolaan investasi dan penghimpunan dana tersebut yang pada akhirnya akan memberikan perlindungan terhadap setiap pemodal atau nasabah yang telah mempercayakan dananya untuk diinvestasikan di sektor tertentu.

                      Berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang ada, saat ini ada beberapa jenis izin usaha untuk melakukan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi, antara lain izin usaha sebagai Bank, Manajer Investasi, dan Pialang Perdagangan Berjangka (Pialang Berjangka).


                      hanya sepotong yang saya ambil tolong baca terlebih dahulu biar infonya ga setengah2, lengkapnya ada disini

                      http://bahankuliah-free.blogspot.com/2010/11/kegiatan-penghimpunan-dana-masyarakat.html

                      saya pernah berdiskusi dengan beberapa nara sumber (terpercaya, sebut saja salah satu dari petinggi manajemen inkubasi m***h p***h) kalo untuk iklim di indonesia ga semudah itu dalam pelaksanaan pengelolaan dana masyarakat, anda harus mendapat izin lgsg dari BI, bapepam dan harus pada daftar orang tak bercacat yg artinya anda telat bayar tagihan listrik saja anda sudah tidak bisa masuk menjadi daftar orang tak bercacat itu. dan setau saya izin pengelolaan untuk salah satu dari yang saya sebutkan diatas itu harus mempunyai dana cadangan minimal sebesar 25M CMIIW baru anda boleh menghimpun dana dari masyarakat. kebetulan dulu saya juga pernah berpikiran persis seperti anda, dan sempet juga cari-cari info untuk izin usaha bisnis model seperti itu : ) semoga membantu



                      On 02/12/2010 13:09, Yonathan Nova Dinata wrote:
                       
                      Masyarakat indonesia sudah terbiasa memberikan donasi/pinjaman?
                       
                      Well bisa dibilang masyarakat indonesia gemar sms atau menyumbang. Kita lihat saja dari peristiwa merapi,mentawai,tsunami aceh. Alasan klise: membantu sesama, meskipun pada akhirnya gak jelas juga itu uang kemana aja.. Lalu apa bedanya dengan ide yang saya kemukakan?

                      Mengenai sms, sekarang ini ada sekitar 4 acara tv tentang bakat indonesia,contoh IMB, IV, IGT, IMB2, bla bla bla.. semua orang sms kn?kalau yang sms sedikit tidak mungkin ada acara serupa sampai ada 4-5 lebih, disaat yang bersamaan pula.
                      Tiap sms 5rb kalau gak salah ya,tiap minggu lagi sms.. Buat apa? kenapa tidak kita mewadahi dana sedemikian besar untuk hal yang lebih bermanfaat.

                      Untuk revenue saya setuju dengan pendapat Pak David. Namun,saya pribadi lebih suka kalau share profit. Dengan adanya share profit, tentu saja semua pihak akan saling membantu demi terwujudnya bisnis yang solid. Kalau hanya memberikan pinjaman tanpa kita berbuat apa-apa sama saja seperti Bank.

                      Dalam bayangan saya:
                      pengusaha A datang ke web, memberikan ide, bisnis plan. Setelah dikaji, dan ternyata bisa dijalankan. Kita akan memberikan dana, informasi pasar yang jelas (risk and reward), panduannya, lalu kalau perlu kita kirim tenaga ahli yang kompeten di bidangnya demi membantu kelancaran usaha si A.

                      Di lapangan, calon entrepreneur ini pasti akan menemui banyak kendala, saya sangat berharap mereka bisa dengan mudah menemui kita dan kita bisa memberi solusi. Dengan dana yang sangat besar dan resources yang besar pasti kita bisa menemukan jalan keluarnya. Toh orang2 indonesia banyak yang brilian, tinggal dicari saja dan digaji pastinya :) Jadi bukan asal kasi uang aja terus terima beres. Bisa-bisa malah terjadi korupsi ato kabur bawa uangnya.


                      2010/12/2 David Santoso <david_angga888@...>
                       
                      Pengertian saya itu berarti yang Pak Yonathan katakan adalah sifatnya non-profit yah.. jadi uangnya hanya untuk menutupi biaya operating expenses sendiri saja.

                      Untuk revenuenya mungkin bisa beberapa opsi seperti:
                      - donasi (bisa mohon donasinya saat user melakukan transaksi memberikan pinjaman) - kiva kalau tidak salah begini sistemnya
                      - transaction fee (bisa flat atau capped percentage)
                      - atau peminjam mengembalikan dana pinjaman + bunga yang sangat rendah (bunga ini yang sebagai sumber pemasukkan)

                      Apa donatur/pemberi pinjamannya akan sebagian besar dari warga negara kita sendiri / dalam negeri? Kalau iya, apakah masyarakat indonesia sudah terbiasa memberikan donasi/pinjaman?

                      Salam,
                      David Ang


                      From: Yonathan Nova Dinata <jnova.soul@...>
                      To: StartUpLokal@yahoogroups.com
                      Sent: Wed, December 1, 2010 11:06:26 PM
                      Subject: Re: [StartUpLokal] Re: membangun indonesia

                       

                      count me in too hahaha.. 


                      kalau sampai jadi berdiri ya jelas profit. Karena untuk menjalankannya perlu uang, kalau sampai orang uda bosen donasi kita masi bisa survive, kalau gak masa tau2 tutup ato bubar jalan? profitnya juga buat mendanai pengusaha2 yang lain jangan ditilep sendiri tar jadi korupsi donk :p

                      coba di share idenya mas, saya sih masi berkhayal saja kok, kalau ada yang mau buat ya monggo, bisa saya manfaatkan juga. Paling mantep sih kalau dikampanyekan melalui social media + media massa ikut mensupport, wow itu sih top banget.


                      dasar pemikiran saya begini:

                      sekarang jaman sedang susah, semua serba diirit, makan aja ngepas, kalau semua serba ngepas gimana ekonomi mau jalan?mau buat terobosan2 baru, produk yang super, strategy2 canggih, ya tetep aja toh orang ga bisa beli. Akhirnya apa?rugi -> bankrut -> phk -> resesi tambah panjang..

                      Di lain pihak, orang "kaya" juga mau invest takut, bingung, ini duit enak mau dikemanain?ke bank takut pailit, ke saham uda kaya roller coster, invest ke bisnis juga bisnis apa? (sering denger kan: ada kangtaw apa nih??ada bisnis apa nih??)

                      ya kenapa ga dibuat aja wadahnya hehehe.. 
                      dimana ada masalah disitu PASTI ada peluang, amin.. ^^


                      2010/12/1 Teuku Faruq <teuku_faruq@...>
                       
                      Menarik banget idenya!! Count me in.

                      Sebagai referensi, coba juga www.qifang.cn. Saya gak tau banyak tentang business modelnya kiva, tapi kalo untuk qifnang..itu 100% support donatur/investor. Mungkin saya salah atau ada temen yang punya informasi lengkap? Karena informasi yang saya dapatkan tentang qifang ini sebulan yang lalu dari hasil wawancara. Mereka fokus untuk pendidikan bukan pengusaha. Sebagai catatan, kiva juga baru mulai fokus ke pendidikan setelah sukses dengan microfinance.

                      Sangat menarik. Saya yakin, dengan pendidikan dan support sesama, negara kita bisa bangkit lagi. Maaf, saya tidak banyak berharap dari pemerintah yang tidak cinta tanah airnya sendiri (baca: koruptor)

                      Well mas, itu nantinya kalo jadi berdiri...revenuenya dari mana ya? Mau jadi not for profit atau non-profit mas? Menarik. :)


                      Salam hangat dan jabat erat,
                      Teuku Faruq







                    • Yonathan Nova Dinata
                      @mustafa: terima kasih sekali pak infonya.. kebetulan saya cukup familiar dengan WMI,karena saya sendiri sudah mendapatkan WPPE. Memang ide seperti ini saya
                      Message 10 of 18 , Dec 2, 2010
                      View Source
                      • 0 Attachment
                        @mustafa: terima kasih sekali pak infonya.. kebetulan saya cukup familiar dengan WMI,karena saya sendiri sudah mendapatkan WPPE. Memang ide seperti ini saya rasa cukup umum, karena jenuh sekali ya kita melihat pemerintahan kita gak "jelas" arahnya.. DPR buang2 duit, pejabat korupsi milyaran.
                        Salah satu bentuk perlindungan terhadap kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi adalah melalui mekanisme pemberian izin usaha oleh otoritas terhadap pihak yang menghimpun dana masyarakat dan atau mengelola portofolio investasi dimaksud untuk nasabah individu atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah.
                        Kalau saya memberikan Rp 1,000 ke PT AAA sebagai hibah/sumbangan, saya jelas tidak mendapatkan benefit apa - apa. Apakah PT AAA juga harus ada izin usaha?kalau memang harus ada izin usaha, berarti stasiun TV,koran yang mengadakan sumbangan untuk merapi dll ada izin usaha dari BI,bapepam,pialang berjangka?Dulu pernah ada kasus, sejuta koin untuk prita. Apakah ini termasuk legal?
                        Di samping itu, mekanisme ini akan menciptakan adanya sistem pengaturan, pembinaan, dan pengawasan terhadap setiap kegiatan pengelolaan investasi dan penghimpunan dana tersebut yang pada akhirnya akan memberikan perlindungan terhadap setiap pemodal atau nasabah yang telah mempercayakan dananya untuk diinvestasikan di sektor tertentu.
                        Kutipan "mengelola portofolio investasi dimaksud untuk" mencerminkan adanya return atau imbal hasil bagi yang menyumbangkan uangnya. Jadi saya berasumsi UU atau hukum ini berlaku untuk yang mengharapkan imbalan dan membutuhkan perlindungan hukum atas return investasinya.

                        Seperti yang kita tahu bahwa di daerah sering terjadi penipuan berkedok investasi, dimana orang bisa menyetorkan sejumlah modal dan mereka bisa mendapatkan imbal hasil yang luar biasa 20%-50% tiap bulan. Untuk mengantisipasi hal hal semacam ini lah dibuat UU atau hukum2nya.

                        Maaf nih kalau ternyata saya salah, gak gitu paham tentang UU atau hukum, jadi mohon dikoreksi... ^^

                        @natali: koperasi bisa juga ya ternyata.. koperasi batik di mana ya,solo maksudnya?kalau boleh tau dari mana tuh kok bisa dapat 1,7 T. Business modelnya apa sama seperti kiva juga? kementrian yang menanganinya apa ya?sori ya pak jadi banyak nanya.. :)

                        Kalau badan usaha semacam ini izinnya sangat ribet bagaimana kalau dibuat melalui organisasi amal atau yayasan?atau dibuat seperti arisan?arisan ambil dana dari masyarakat juga kan?dan saya rasa yang buat arisan tidak ada ijin BI,MI,dll.. bener gak ya? hehehe..

                        2010/12/2 Yonathan Nova Dinata <jnova.soul@...>
                        oiya saya juga pernah denger tuh soal bank sampah, di bogor / bekasi ya kalau gak salah.. bagus juga konsepnya. Andaikata tiap kota/ kabupaten ada bank sampah. Mantep banget tuh pastinya hahaha..

                        2010/12/2 falah hasan <mhamzahn@...>

                         

                        menarik sekali idenya..
                        Saya pernah nonton acara kick Andy yang mengenai Bank Petani, atau mengenai Bank sampah,, mengacu tayangan tersebut sepertinya urusan perizinan mengenai penghimpun dana masyarakat masih ada celah-celah yang bisa ditempuh

                        2010/12/2 Mustafa Kemal <mkemalw@...>
                         

                        Mekanisme pemberian izin usaha terhadap penghimpun dana masyarakat dan pengelola dana investasi masyarakat dimaksud adalah dalam kerangka pemenuhan persyaratan kemampuan baik dari sisi permodalan, operasional usaha, termasuk pengendalian internal terkait dengan kegiatan pengelolaan investasi dan penghimpunan dana.



                        Di samping itu, mekanisme ini akan menciptakan adanya sistem pengaturan, pembinaan, dan pengawasan terhadap setiap kegiatan pengelolaan investasi dan penghimpunan dana tersebut yang pada akhirnya akan memberikan perlindungan terhadap setiap pemodal atau nasabah yang telah mempercayakan dananya untuk diinvestasikan di sektor tertentu.

                        Berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang ada, saat ini ada beberapa jenis izin usaha untuk melakukan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi, antara lain izin usaha sebagai Bank, Manajer Investasi, dan Pialang Perdagangan Berjangka (Pialang Berjangka).


                        hanya sepotong yang saya ambil tolong baca terlebih dahulu biar infonya ga setengah2, lengkapnya ada disini

                        http://bahankuliah-free.blogspot.com/2010/11/kegiatan-penghimpunan-dana-masyarakat.html

                        saya pernah berdiskusi dengan beberapa nara sumber (terpercaya, sebut saja salah satu dari petinggi manajemen inkubasi m***h p***h) kalo untuk iklim di indonesia ga semudah itu dalam pelaksanaan pengelolaan dana masyarakat, anda harus mendapat izin lgsg dari BI, bapepam dan harus pada daftar orang tak bercacat yg artinya anda telat bayar tagihan listrik saja anda sudah tidak bisa masuk menjadi daftar orang tak bercacat itu. dan setau saya izin pengelolaan untuk salah satu dari yang saya sebutkan diatas itu harus mempunyai dana cadangan minimal sebesar 25M CMIIW baru anda boleh menghimpun dana dari masyarakat. kebetulan dulu saya juga pernah berpikiran persis seperti anda, dan sempet juga cari-cari info untuk izin usaha bisnis model seperti itu : ) semoga membantu



                        On 02/12/2010 13:09, Yonathan Nova Dinata wrote:
                         
                        Masyarakat indonesia sudah terbiasa memberikan donasi/pinjaman?
                         
                        Well bisa dibilang masyarakat indonesia gemar sms atau menyumbang. Kita lihat saja dari peristiwa merapi,mentawai,tsunami aceh. Alasan klise: membantu sesama, meskipun pada akhirnya gak jelas juga itu uang kemana aja.. Lalu apa bedanya dengan ide yang saya kemukakan?

                        Mengenai sms, sekarang ini ada sekitar 4 acara tv tentang bakat indonesia,contoh IMB, IV, IGT, IMB2, bla bla bla.. semua orang sms kn?kalau yang sms sedikit tidak mungkin ada acara serupa sampai ada 4-5 lebih, disaat yang bersamaan pula.
                        Tiap sms 5rb kalau gak salah ya,tiap minggu lagi sms.. Buat apa? kenapa tidak kita mewadahi dana sedemikian besar untuk hal yang lebih bermanfaat.

                        Untuk revenue saya setuju dengan pendapat Pak David. Namun,saya pribadi lebih suka kalau share profit. Dengan adanya share profit, tentu saja semua pihak akan saling membantu demi terwujudnya bisnis yang solid. Kalau hanya memberikan pinjaman tanpa kita berbuat apa-apa sama saja seperti Bank.

                        Dalam bayangan saya:
                        pengusaha A datang ke web, memberikan ide, bisnis plan. Setelah dikaji, dan ternyata bisa dijalankan. Kita akan memberikan dana, informasi pasar yang jelas (risk and reward), panduannya, lalu kalau perlu kita kirim tenaga ahli yang kompeten di bidangnya demi membantu kelancaran usaha si A.

                        Di lapangan, calon entrepreneur ini pasti akan menemui banyak kendala, saya sangat berharap mereka bisa dengan mudah menemui kita dan kita bisa memberi solusi. Dengan dana yang sangat besar dan resources yang besar pasti kita bisa menemukan jalan keluarnya. Toh orang2 indonesia banyak yang brilian, tinggal dicari saja dan digaji pastinya :) Jadi bukan asal kasi uang aja terus terima beres. Bisa-bisa malah terjadi korupsi ato kabur bawa uangnya.


                        2010/12/2 David Santoso <david_angga888@...>
                         
                        Pengertian saya itu berarti yang Pak Yonathan katakan adalah sifatnya non-profit yah.. jadi uangnya hanya untuk menutupi biaya operating expenses sendiri saja.

                        Untuk revenuenya mungkin bisa beberapa opsi seperti:
                        - donasi (bisa mohon donasinya saat user melakukan transaksi memberikan pinjaman) - kiva kalau tidak salah begini sistemnya
                        - transaction fee (bisa flat atau capped percentage)
                        - atau peminjam mengembalikan dana pinjaman + bunga yang sangat rendah (bunga ini yang sebagai sumber pemasukkan)

                        Apa donatur/pemberi pinjamannya akan sebagian besar dari warga negara kita sendiri / dalam negeri? Kalau iya, apakah masyarakat indonesia sudah terbiasa memberikan donasi/pinjaman?

                        Salam,
                        David Ang


                        From: Yonathan Nova Dinata <jnova.soul@...>
                        To: StartUpLokal@yahoogroups.com
                        Sent: Wed, December 1, 2010 11:06:26 PM
                        Subject: Re: [StartUpLokal] Re: membangun indonesia

                         

                        count me in too hahaha.. 


                        kalau sampai jadi berdiri ya jelas profit. Karena untuk menjalankannya perlu uang, kalau sampai orang uda bosen donasi kita masi bisa survive, kalau gak masa tau2 tutup ato bubar jalan? profitnya juga buat mendanai pengusaha2 yang lain jangan ditilep sendiri tar jadi korupsi donk :p

                        coba di share idenya mas, saya sih masi berkhayal saja kok, kalau ada yang mau buat ya monggo, bisa saya manfaatkan juga. Paling mantep sih kalau dikampanyekan melalui social media + media massa ikut mensupport, wow itu sih top banget.


                        dasar pemikiran saya begini:

                        sekarang jaman sedang susah, semua serba diirit, makan aja ngepas, kalau semua serba ngepas gimana ekonomi mau jalan?mau buat terobosan2 baru, produk yang super, strategy2 canggih, ya tetep aja toh orang ga bisa beli. Akhirnya apa?rugi -> bankrut -> phk -> resesi tambah panjang..

                        Di lain pihak, orang "kaya" juga mau invest takut, bingung, ini duit enak mau dikemanain?ke bank takut pailit, ke saham uda kaya roller coster, invest ke bisnis juga bisnis apa? (sering denger kan: ada kangtaw apa nih??ada bisnis apa nih??)

                        ya kenapa ga dibuat aja wadahnya hehehe.. 
                        dimana ada masalah disitu PASTI ada peluang, amin.. ^^


                        2010/12/1 Teuku Faruq <teuku_faruq@...>
                         
                        Menarik banget idenya!! Count me in.

                        Sebagai referensi, coba juga www.qifang.cn. Saya gak tau banyak tentang business modelnya kiva, tapi kalo untuk qifnang..itu 100% support donatur/investor. Mungkin saya salah atau ada temen yang punya informasi lengkap? Karena informasi yang saya dapatkan tentang qifang ini sebulan yang lalu dari hasil wawancara. Mereka fokus untuk pendidikan bukan pengusaha. Sebagai catatan, kiva juga baru mulai fokus ke pendidikan setelah sukses dengan microfinance.

                        Sangat menarik. Saya yakin, dengan pendidikan dan support sesama, negara kita bisa bangkit lagi. Maaf, saya tidak banyak berharap dari pemerintah yang tidak cinta tanah airnya sendiri (baca: koruptor)

                        Well mas, itu nantinya kalo jadi berdiri...revenuenya dari mana ya? Mau jadi not for profit atau non-profit mas? Menarik. :)


                        Salam hangat dan jabat erat,
                        Teuku Faruq








                      • Mustafa Kemal
                        sama sama pak maaf infonya sebatas warung kopi alias baru denger2 saja, iya saya jenuh sekali dengan pemerintah yang sedikitpun melirik ke arah investasi small
                        Message 11 of 18 , Dec 2, 2010
                        View Source
                        • 0 Attachment
                          sama sama pak maaf infonya sebatas warung kopi alias baru denger2 saja, iya saya jenuh sekali dengan pemerintah yang sedikitpun melirik ke arah investasi small medium seperti ini, ide jenuh mungkin pak, tapi ide saya lebih ke arah untuk create platform bisnisnya, bukan menjalankan bisnisnya. kalo saya lihat disini bapak sebagai pelakunya kalo saya waktu itu platformnya yang saya jual. setelah diskusi kanan kiri kok kayaknya abu-abu sekali (dari sudut pandang saya) dari sisi perizinan legal dan lain-lain, ya udah saya tarik diri dulu untuk sementara sampe ada info lebih lanjut, dan fokus ke bisnis media based.

                          sedikit masuk akal kalau memang dijadikan organisasi, tapi setau saya sudah ada bukan seperti HIPMI ataupun KADIN sekalipun. CMIIW. kalo permasalahan koperasi saya juga baru tau barusan

                          On 02/12/2010 15:36, Yonathan Nova Dinata wrote:  

                          @mustafa: terima kasih sekali pak infonya.. kebetulan saya cukup familiar dengan WMI,karena saya sendiri sudah mendapatkan WPPE. Memang ide seperti ini saya rasa cukup umum, karena jenuh sekali ya kita melihat pemerintahan kita gak "jelas" arahnya.. DPR buang2 duit, pejabat korupsi milyaran.

                          Salah satu bentuk perlindungan terhadap kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi adalah melalui mekanisme pemberian izin usaha oleh otoritas terhadap pihak yang menghimpun dana masyarakat dan atau mengelola portofolio investasi dimaksud untuk nasabah individu atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah.
                          Kalau saya memberikan Rp 1,000 ke PT AAA sebagai hibah/sumbangan, saya jelas tidak mendapatkan benefit apa - apa. Apakah PT AAA juga harus ada izin usaha?kalau memang harus ada izin usaha, berarti stasiun TV,koran yang mengadakan sumbangan untuk merapi dll ada izin usaha dari BI,bapepam,pialang berjangka?Dulu pernah ada kasus, sejuta koin untuk prita. Apakah ini termasuk legal?
                          Di samping itu, mekanisme ini akan menciptakan adanya sistem pengaturan, pembinaan, dan pengawasan terhadap setiap kegiatan pengelolaan investasi dan penghimpunan dana tersebut yang pada akhirnya akan memberikan perlindungan terhadap setiap pemodal atau nasabah yang telah mempercayakan dananya untuk diinvestasikan di sektor tertentu.
                          Kutipan "mengelola portofolio investasi dimaksud untuk" mencerminkan adanya return atau imbal hasil bagi yang menyumbangkan uangnya. Jadi saya berasumsi UU atau hukum ini berlaku untuk yang mengharapkan imbalan dan membutuhkan perlindungan hukum atas return investasinya.

                          Seperti yang kita tahu bahwa di daerah sering terjadi penipuan berkedok investasi, dimana orang bisa menyetorkan sejumlah modal dan mereka bisa mendapatkan imbal hasil yang luar biasa 20%-50% tiap bulan. Untuk mengantisipasi hal hal semacam ini lah dibuat UU atau hukum2nya.

                          Maaf nih kalau ternyata saya salah, gak gitu paham tentang UU atau hukum, jadi mohon dikoreksi... ^^

                          @natali: koperasi bisa juga ya ternyata.. koperasi batik di mana ya,solo maksudnya?kalau boleh tau dari mana tuh kok bisa dapat 1,7 T. Business modelnya apa sama seperti kiva juga? kementrian yang menanganinya apa ya?sori ya pak jadi banyak nanya.. :)

                          Kalau badan usaha semacam ini izinnya sangat ribet bagaimana kalau dibuat melalui organisasi amal atau yayasan?atau dibuat seperti arisan?arisan ambil dana dari masyarakat juga kan?dan saya rasa yang buat arisan tidak ada ijin BI,MI,dll.. bener gak ya? hehehe..

                          2010/12/2 Yonathan Nova Dinata <jnova.soul@...>
                          oiya saya juga pernah denger tuh soal bank sampah, di bogor / bekasi ya kalau gak salah.. bagus juga konsepnya. Andaikata tiap kota/ kabupaten ada bank sampah. Mantep banget tuh pastinya hahaha..

                          2010/12/2 falah hasan <mhamzahn@...>

                           
                          menarik sekali idenya..
                          Saya pernah nonton acara kick Andy yang mengenai Bank Petani, atau mengenai Bank sampah,, mengacu tayangan tersebut sepertinya urusan perizinan mengenai penghimpun dana masyarakat masih ada celah-celah yang bisa ditempuh

                          2010/12/2 Mustafa Kemal <mkemalw@...>
                           

                          Mekanisme pemberian izin usaha terhadap penghimpun dana masyarakat dan pengelola dana investasi masyarakat dimaksud adalah dalam kerangka pemenuhan persyaratan kemampuan baik dari sisi permodalan, operasional usaha, termasuk pengendalian internal terkait dengan kegiatan pengelolaan investasi dan penghimpunan dana.



                          Di samping itu, mekanisme ini akan menciptakan adanya sistem pengaturan, pembinaan, dan pengawasan terhadap setiap kegiatan pengelolaan investasi dan penghimpunan dana tersebut yang pada akhirnya akan memberikan perlindungan terhadap setiap pemodal atau nasabah yang telah mempercayakan dananya untuk diinvestasikan di sektor tertentu.

                          Berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang ada, saat ini ada beberapa jenis izin usaha untuk melakukan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi, antara lain izin usaha sebagai Bank, Manajer Investasi, dan Pialang Perdagangan Berjangka (Pialang Berjangka).


                          hanya sepotong yang saya ambil tolong baca terlebih dahulu biar infonya ga setengah2, lengkapnya ada disini

                          http://bahankuliah-free.blogspot.com/2010/11/kegiatan-penghimpunan-dana-masyarakat.html

                          saya pernah berdiskusi dengan beberapa nara sumber (terpercaya, sebut saja salah satu dari petinggi manajemen inkubasi m***h p***h) kalo untuk iklim di indonesia ga semudah itu dalam pelaksanaan pengelolaan dana masyarakat, anda harus mendapat izin lgsg dari BI, bapepam dan harus pada daftar orang tak bercacat yg artinya anda telat bayar tagihan listrik saja anda sudah tidak bisa masuk menjadi daftar orang tak bercacat itu. dan setau saya izin pengelolaan untuk salah satu dari yang saya sebutkan diatas itu harus mempunyai dana cadangan minimal sebesar 25M CMIIW baru anda boleh menghimpun dana dari masyarakat. kebetulan dulu saya juga pernah berpikiran persis seperti anda, dan sempet juga cari-cari info untuk izin usaha bisnis model seperti itu : ) semoga membantu



                          On 02/12/2010 13:09, Yonathan Nova Dinata wrote:
                           
                          Masyarakat indonesia sudah terbiasa memberikan donasi/pinjaman?
                           
                          Well bisa dibilang masyarakat indonesia gemar sms atau menyumbang. Kita lihat saja dari peristiwa merapi,mentawai,tsunami aceh. Alasan klise: membantu sesama, meskipun pada akhirnya gak jelas juga itu uang kemana aja.. Lalu apa bedanya dengan ide yang saya kemukakan?

                          Mengenai sms, sekarang ini ada sekitar 4 acara tv tentang bakat indonesia,contoh IMB, IV, IGT, IMB2, bla bla bla.. semua orang sms kn?kalau yang sms sedikit tidak mungkin ada acara serupa sampai ada 4-5 lebih, disaat yang bersamaan pula.
                          Tiap sms 5rb kalau gak salah ya,tiap minggu lagi sms.. Buat apa? kenapa tidak kita mewadahi dana sedemikian besar untuk hal yang lebih bermanfaat.

                          Untuk revenue saya setuju dengan pendapat Pak David. Namun,saya pribadi lebih suka kalau share profit. Dengan adanya share profit, tentu saja semua pihak akan saling membantu demi terwujudnya bisnis yang solid. Kalau hanya memberikan pinjaman tanpa kita berbuat apa-apa sama saja seperti Bank.

                          Dalam bayangan saya:
                          pengusaha A datang ke web, memberikan ide, bisnis plan. Setelah dikaji, dan ternyata bisa dijalankan. Kita akan memberikan dana, informasi pasar yang jelas (risk and reward), panduannya, lalu kalau perlu kita kirim tenaga ahli yang kompeten di bidangnya demi membantu kelancaran usaha si A.

                          Di lapangan, calon entrepreneur ini pasti akan menemui banyak kendala, saya sangat berharap mereka bisa dengan mudah menemui kita dan kita bisa memberi solusi. Dengan dana yang sangat besar dan resources yang besar pasti kita bisa menemukan jalan keluarnya. Toh orang2 indonesia banyak yang brilian, tinggal dicari saja dan digaji pastinya :) Jadi bukan asal kasi uang aja terus terima beres. Bisa-bisa malah terjadi korupsi ato kabur bawa uangnya.


                          2010/12/2 David Santoso <david_angga888@...>
                           
                          Pengertiansaya itu berarti yang Pak Yonathan katakan adalah sifatnya non-profit yah.. jadi uangnya hanya untuk menutupi biaya operating expenses sendiri saja.

                          Untuk revenuenya mungkin bisa beberapa opsi seperti:
                          - donasi (bisa mohon donasinya saat user melakukan transaksi memberikan pinjaman) - kiva kalau tidak salah begini sistemnya
                          - transaction fee (bisa flat atau capped percentage)
                          - atau peminjam mengembalikan dana pinjaman + bunga yang sangat rendah (bunga ini yang sebagai sumber pemasukkan)

                          Apa donatur/pemberi pinjamannya akan sebagian besar dari warga negara kita sendiri / dalam negeri? Kalau iya, apakah masyarakat indonesia sudah terbiasa memberikan donasi/pinjaman?

                          Salam,
                          David Ang


                          From: Yonathan Nova Dinata <jnova.soul@...>
                          To: StartUpLokal@yahoogroups.com
                          Sent: Wed, December 1, 2010 11:06:26 PM
                          Subject: Re: [StartUpLokal] Re: membangun indonesia

                           

                          count me in too hahaha.. 


                          kalau sampai jadi berdiri ya jelas profit. Karena untuk menjalankannya perlu uang, kalau sampai orang uda bosen donasi kita masi bisa survive, kalau gak masa tau2 tutup ato bubar jalan? profitnya juga buat mendanai pengusaha2 yang lain jangan ditilep sendiri tar jadi korupsi donk :p

                          coba di share idenya mas, saya sih masi berkhayal saja kok, kalau ada yang mau buat ya monggo, bisa saya manfaatkan juga. Paling mantep sih kalau dikampanyekan melalui social media + media massa ikut mensupport, wow itu sih top banget.


                          dasar pemikiran saya begini:

                          sekarang jaman sedang susah, semua serba diirit, makan aja ngepas, kalau semua serba ngepas gimana ekonomi mau jalan?mau buat terobosan2 baru, produk yang super, strategy2 canggih, ya tetep aja toh orang ga bisa beli. Akhirnya apa?rugi -> bankrut -> phk -> resesi tambah panjang..

                          Di lain pihak, orang "kaya" juga mau invest takut, bingung, ini duit enak mau dikemanain?ke bank takut pailit, ke saham uda kaya roller coster, invest ke bisnis juga bisnis apa? (sering denger kan: ada kangtaw apa nih??ada bisnis apa nih??)

                          ya kenapa ga dibuat aja wadahnya hehehe.. 
                          dimana ada masalah disitu PASTI ada peluang, amin.. ^^


                          2010/12/1Teuku Faruq <teuku_faruq@...>
                           
                          Menarikbanget idenya!! Count me in.

                          Sebagai referensi, coba juga www.qifang.cn. Saya gak tau banyak tentang business modelnya kiva, tapi kalo untuk qifnang..itu 100% support donatur/investor. Mungkin saya salah atau ada temen yang punya informasi lengkap? Karena informasi yang saya dapatkan tentang qifang ini sebulan yang lalu dari hasil wawancara. Mereka fokus untuk pendidikan bukan pengusaha. Sebagai catatan, kiva juga baru mulai fokus ke pendidikan setelah sukses dengan microfinance.

                          Sangat menarik. Saya yakin, dengan pendidikan dan support sesama, negara kita bisa bangkit lagi. Maaf, saya tidak banyak berharap dari pemerintah yang tidak cinta tanah airnya sendiri (baca: koruptor)

                          Well mas, itu nantinya kalo jadi berdiri...revenuenya dari mana ya? Mau jadi not for profit atau non-profit mas? Menarik. :)


                          Salam hangat dan jabat erat,
                          Teuku Faruq









                        • Tomi Satryatomo
                          Model lain yang mungkin bisa dilirik adalah: AppsArabia: http://appsarabia.com/en/ Saya kutipkan introduction-nya: The global market for app development is
                          Message 12 of 18 , Dec 2, 2010
                          View Source
                          • 0 Attachment
                            Model lain yang mungkin bisa dilirik adalah: AppsArabia: http://appsarabia.com/en/

                            Saya kutipkan introduction-nya:

                            The global market for app development is valued at $6.2 billion in 2010 and is expected to grow to $22.1 billion in 2013 (source: Gartner, 2010).

                            There’s a growing demand for Arabic apps and yet there’s been very little development of apps within the Arabic world to date. This presents a huge opportunity.

                            AppsArabia is an exciting new initiative that creates unprecedented opportunities for everyone involved in the development of apps in The Middle East & North Africa. We invest in killer ideas, taking your passion and creativity to market and through to commercial success:

                            • entrepreneurs can share and develop ideas
                            • techies can collaborate and help each other
                            • corporates and agencies can find talent

                            Our aim is to establish a sustainable local market for app development by supporting entrepreneurs, designers and developers who now offer a serious alternative to outsourcing beyond MENA. Click here to find out how we’re doing this.

                            Arab entrepreneurs and businesses should take note … you’ll get top quality app development talent right here, locally within MENA!

                            Join us! Membership to AppsArabia is FREE so register now to enjoy the many benefits of being a part of AppsArabia.

                            Setahu saya ada cukup banyak venture capitalists di Jakarta, tapi kalau ada platform seperti ini mestinya para investor dan para startupp-ers bisa lebih mudah bertemu dan berkolaborasi.

                            Salam,

                            --
                            Tomi Satryatomo
                            skype: tomi.satryatomo

                            http://wisat.smugmug.com
                            http://www.trekearth.com/members/wisat/photos/
                            http://www.jpgmag.com/people/wisat

                            "We shall build good ship here,
                            at a profit if we can,
                            at a loss if we must,
                            but... always a good ship."


                            2010/12/1 Teuku Faruq <teuku_faruq@...>


                            Menarik banget idenya!! Count me in.

                            Sebagai referensi, coba juga www.qifang.cn. Saya gak tau banyak tentang business modelnya kiva, tapi kalo untuk qifnang..itu 100% support donatur/investor. Mungkin saya salah atau ada temen yang punya informasi lengkap? Karena informasi yang saya dapatkan tentang qifang ini sebulan yang lalu dari hasil wawancara. Mereka fokus untuk pendidikan bukan pengusaha. Sebagai catatan, kiva juga baru mulai fokus ke pendidikan setelah sukses dengan microfinance.

                            Sangat menarik. Saya yakin, dengan pendidikan dan support sesama, negara kita bisa bangkit lagi. Maaf, saya tidak banyak berharap dari pemerintah yang tidak cinta tanah airnya sendiri (baca: koruptor)

                            Well mas, itu nantinya kalo jadi berdiri...revenuenya dari mana ya? Mau jadi not for profit atau non-profit mas? Menarik. :)


                            Salam hangat dan jabat erat,
                            Teuku Faruq



                          • Yonathan Nova Dinata
                            @mustafa: HIPMI atau KADIN bisa juga namun mereka tidak fokus di pengembangan bisnis secara nasional. Tapi yang jelas HIPMI ada biaya membernya,masa belum
                            Message 13 of 18 , Dec 2, 2010
                            View Source
                            • 0 Attachment
                              @mustafa:

                              HIPMI atau KADIN bisa juga namun mereka tidak fokus di pengembangan bisnis secara nasional. Tapi yang jelas HIPMI ada biaya membernya,masa belum apa-apa uda bayar jutaan per bulan?dan semua yang tergabung kan pengusaha yg sudah mapan, yang sudah money oriented..

                              Rasanya berbeda jauh sih, kan core ideanya: mau meng encourage orang buat jadi pengusaha bukan bikin pengusaha makin kaya.
                              Platform ya harus dibuat pak, ga mgkn kan kalau hanya menggunakan forum begini aja,hehehe.. dibuatin ya pak :)

                              @tomi:

                              wah info yang sangat bagus pak.. bisa dijadikan acuan nih..  Thx a lot :) konsepnya memang mirip dengan http://appsarabia.com/en/ cuma buat versi indonesianya kali ya hehehe...


                              Kalau saya sih mungkin ingin lebih fokus ke arah bisnis yang padat karya, seperti pertanian, perkebunan, perikanan, dll.. tapi tidak menutup kemungkinan bidang yang lain. FYI: pangan kita masih import loh -.-'''

                              Saya ada baca buku pertanian, fantastis sekali peluangnya dalam 2-3 bulan profitnya bisa 60-80% (brokoli,kangkung,kailan,dll)
                              modal cuma kurang lebih 20jt-an.


                              On Thu, Dec 2, 2010 at 5:07 PM, Tomi Satryatomo <wisat13@...> wrote:
                               

                              Model lain yang mungkin bisa dilirik adalah: AppsArabia: http://appsarabia.com/en/

                              Saya kutipkan introduction-nya:

                              The global market for app development is valued at $6.2 billion in 2010 and is expected to grow to $22.1 billion in 2013 (source: Gartner, 2010).

                              There’s a growing demand for Arabic apps and yet there’s been very little development of apps within the Arabic world to date. This presents a huge opportunity.

                              AppsArabia is an exciting new initiative that creates unprecedented opportunities for everyone involved in the development of apps in The Middle East & North Africa. We invest in killer ideas, taking your passion and creativity to market and through to commercial success:

                              • entrepreneurs can share and develop ideas
                              • techies can collaborate and help each other
                              • corporates and agencies can find talent

                              Our aim is to establish a sustainable local market for app development by supporting entrepreneurs, designers and developers who now offer a serious alternative to outsourcing beyond MENA. Click here to find out how we’re doing this.

                              Arab entrepreneurs and businesses should take note … you’ll get top quality app development talent right here, locally within MENA!

                              Join us! Membership to AppsArabia is FREE so register now to enjoy the many benefits of being a part of AppsArabia.

                              Setahu saya ada cukup banyak venture capitalists di Jakarta, tapi kalau ada platform seperti ini mestinya para investor dan para startupp-ers bisa lebih mudah bertemu dan berkolaborasi.

                              Salam,

                              --
                              Tomi Satryatomo
                              skype: tomi.satryatomo

                              http://wisat.smugmug.com
                              http://www.trekearth.com/members/wisat/photos/
                              http://www.jpgmag.com/people/wisat

                              "We shall build good ship here,
                              at a profit if we can,
                              at a loss if we must,
                              but... always a good ship."


                              2010/12/1 Teuku Faruq <teuku_faruq@...>


                              Menarik banget idenya!! Count me in.

                              Sebagai referensi, coba juga www.qifang.cn. Saya gak tau banyak tentang business modelnya kiva, tapi kalo untuk qifnang..itu 100% support donatur/investor. Mungkin saya salah atau ada temen yang punya informasi lengkap? Karena informasi yang saya dapatkan tentang qifang ini sebulan yang lalu dari hasil wawancara. Mereka fokus untuk pendidikan bukan pengusaha. Sebagai catatan, kiva juga baru mulai fokus ke pendidikan setelah sukses dengan microfinance.

                              Sangat menarik. Saya yakin, dengan pendidikan dan support sesama, negara kita bisa bangkit lagi. Maaf, saya tidak banyak berharap dari pemerintah yang tidak cinta tanah airnya sendiri (baca: koruptor)

                              Well mas, itu nantinya kalo jadi berdiri...revenuenya dari mana ya? Mau jadi not for profit atau non-profit mas? Menarik. :)


                              Salam hangat dan jabat erat,
                              Teuku Faruq




                            • Mustafa Kamal
                              Assalaamu alaikum wr wb Kalau gak salah practically ini juga yg dilakukan oleh Muhammad Yunus dgn Grameen bank di Bangladesh kan ya. Gw pernah baca, selain
                              Message 14 of 18 , Dec 2, 2010
                              View Source
                              • 0 Attachment
                                Assalaamu'alaikum wr wb

                                Kalau gak salah practically ini juga yg dilakukan oleh Muhammad Yunus dgn Grameen bank di Bangladesh kan ya. Gw pernah baca, selain konsep (dimana grameen bank ber-differentiate dgn bank lain, dia hanya memberikan pinjaman untuk masyarakat kelas bawah dan diprioritaskan perempuan), Grameen bank juga sangat unggul dalam sisi infrastruktur IT nya. Mereka mengelola jutaan nasabah yang kecil itu susah bgt klo tanpa infrastruktur IT yang baik

                                What you want to do probably have the same concept with Grameen bank, but with internet as the main medium.

                                Dulu gw pernah ngobrol dan nanya2 sama salah seorang mantan senior manager bank Mandiri: "Kenapa di Indonesia gak ada yg jalanin konsep seperti Grameen bank". Dia bilang "Ooohh... banyak koq yg jalanin konsep Grameen Bank, lembaga-lemabag microfinance yg tersebar di seluruh Indonesia itu kan ngambil konsepnya Grameen Bank"

                                Trus gw tanya lagi: "Oh ya, tapi kenapa ya koq gak ada yg bisa seberhasil Grameen bank?"
                                Nah ini jawaban ultimate dia "Ini ttg kultur, Di bangladesh sana, prinsip Tanggung Renteng bisa dijalankan dengan baik, sementara di kita gak bisa"

                                Dulu gw juga sebenarnya kepikiran untuk bikin website macem kayak gitu, tapi setelah ngobrol sama bapak sennior manager ini akhirnya gw lumayan ngerti masalahnya.

                                Tapi itu kan perkataan-nya senior manager, right?! Kita entrepreneur sering berhasil membuktikan mainstream thought itu salah dengan action kita, bukan dgn argumen2 akademis dan experience. Jadi, gw gak berniat men-demotivate. Go for it!! buktikan bahwa konsep dan strategi itu bisa dijalankan di Indonesia.

                                Challenge nya kan berarti: EDUKASI. not just giving away money. We must monitor and educate them tightly.

                                Semangat bro!

                                FYI: prinsip Tanggung renteng: prinsip dimana tanggungan/jaminan atas pinjaman modal ditanggung per group peminjam. Jadi klo salah satu dari anggota grup itu rugi usahanya, maka sleuruh anggota grup itu harus rela membayar tanggungannya. walaupun usaha dari orang2 lain dalam satu grup itu still profitable.


                                Wassalaam

                                MustafaKamal - President Director
                                Tunas Univindo Mandiri -
                                Integrated OnlineSolution
                                Jl Mahali No 30, Margonda Raya, Depok,Jawa Barat, Indonesia

                                Website: Univind.com - AnakUI.com - NeoHoster.com
                                Office 021 788 90 739 - Mobile 0878 8164 9886




                                From: Yonathan Nova Dinata <jnova.soul@...>
                                To: StartUpLokal@yahoogroups.com
                                Sent: Thu, December 2, 2010 5:53:08 PM
                                Subject: Re: [StartUpLokal] Re: membangun indonesia

                                 

                                @mustafa:

                                HIPMI atau KADIN bisa juga namun mereka tidak fokus di pengembangan bisnis secara nasional. Tapi yang jelas HIPMI ada biaya membernya,masa belum apa-apa uda bayar jutaan per bulan?dan semua yang tergabung kan pengusaha yg sudah mapan, yang sudah money oriented..

                                Rasanya berbeda jauh sih, kan core ideanya: mau meng encourage orang buat jadi pengusaha bukan bikin pengusaha makin kaya.
                                Platform ya harus dibuat pak, ga mgkn kan kalau hanya menggunakan forum begini aja,hehehe.. dibuatin ya pak :)

                                @tomi:

                                wah info yang sangat bagus pak.. bisa dijadikan acuan nih..  Thx a lot :) konsepnya memang mirip dengan http://appsarabia.com/en/ cuma buat versi indonesianya kali ya hehehe...


                                Kalau saya sih mungkin ingin lebih fokus ke arah bisnis yang padat karya, seperti pertanian, perkebunan, perikanan, dll.. tapi tidak menutup kemungkinan bidang yang lain. FYI: pangan kita masih import loh -.-'''

                                Saya ada baca buku pertanian, fantastis sekali peluangnya dalam 2-3 bulan profitnya bisa 60-80% (brokoli,kangkung,kailan,dll)
                                modal cuma kurang lebih 20jt-an.


                                On Thu, Dec 2, 2010 at 5:07 PM, Tomi Satryatomo <wisat13@...> wrote:
                                 

                                Model lain yang mungkin bisa dilirik adalah: AppsArabia: http://appsarabia.com/en/

                                Saya kutipkan introduction-nya:

                                The global market for app development is valued at $6.2 billion in 2010 and is expected to grow to $22.1 billion in 2013 (source: Gartner, 2010).

                                There’s a growing demand for Arabic apps and yet there’s been very little development of apps within the Arabic world to date. This presents a huge opportunity.

                                AppsArabia is an exciting new initiative that creates unprecedented opportunities for everyone involved in the development of apps in The Middle East & North Africa. We invest in killer ideas, taking your passion and creativity to market and through to commercial success:

                                • entrepreneurs can share and develop ideas
                                • techies can collaborate and help each other
                                • corporates and agencies can find talent

                                Our aim is to establish a sustainable local market for app development by supporting entrepreneurs, designers and developers who now offer a serious alternative to outsourcing beyond MENA. Click here to find out how we’re doing this.

                                Arab entrepreneurs and businesses should take note … you’ll get top quality app development talent right here, locally within MENA!

                                Join us! Membership to AppsArabia is FREE so register now to enjoy the many benefits of being a part of AppsArabia.

                                Setahu saya ada cukup banyak venture capitalists di Jakarta, tapi kalau ada platform seperti ini mestinya para investor dan para startupp-ers bisa lebih mudah bertemu dan berkolaborasi.

                                Salam,

                                --
                                Tomi Satryatomo
                                skype: tomi.satryatomo

                                http://wisat.smugmug.com
                                http://www.trekearth.com/members/wisat/photos/
                                http://www.jpgmag.com/people/wisat

                                "We shall build good ship here,
                                at a profit if we can,
                                at a loss if we must,
                                but... always a good ship."


                                2010/12/1 Teuku Faruq <teuku_faruq@...>


                                Menarik banget idenya!! Count me in.

                                Sebagai referensi, coba juga www.qifang.cn. Saya gak tau banyak tentang business modelnya kiva, tapi kalo untuk qifnang..itu 100% support donatur/investor. Mungkin saya salah atau ada temen yang punya informasi lengkap? Karena informasi yang saya dapatkan tentang qifang ini sebulan yang lalu dari hasil wawancara. Mereka fokus untuk pendidikan bukan pengusaha. Sebagai catatan, kiva juga baru mulai fokus ke pendidikan setelah sukses dengan microfinance.

                                Sangat menarik. Saya yakin, dengan pendidikan dan support sesama, negara kita bisa bangkit lagi. Maaf, saya tidak banyak berharap dari pemerintah yang tidak cinta tanah airnya sendiri (baca: koruptor)

                                Well mas, itu nantinya kalo jadi berdiri...revenuenya dari mana ya? Mau jadi not for profit atau non-profit mas? Menarik. :)


                                Salam hangat dan jabat erat,
                                Teuku Faruq





                              • Yonathan Nova Dinata
                                wah kalau bicara kultur sih gampang - gampang susah ya.. Saya ada baca buku * exploiting chaos *. Ada sebuah contoh yang menarik ya.. Disebutkan dulu Texas
                                Message 15 of 18 , Dec 2, 2010
                                View Source
                                • 0 Attachment
                                  wah kalau bicara kultur sih gampang - gampang susah ya..

                                  Saya ada baca buku "exploiting chaos". Ada sebuah contoh yang menarik ya.. Disebutkan dulu Texas mengalami masalah serius dengan sampah. Berbagai cara dilakukan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Pernah ada iklan menggunakan seorang indian yang menangis melihat daerahnya yang dipenuhi sampah. Namun gagal.

                                  Kemudian dibuatlah slogan "Don't mess with Texas", dengan gaya Chuck Norris. Seketika itu langsung mengena, sampah berkurang drastis dan sampai sekarang slogan itu sudah menjadi budaya orang Texas.

                                  http://en.wikipedia.org/wiki/Don%27t_Mess_with_Texas

                                  Oleh karena itu saya pikir, budaya bisa diciptakan, dengan slogan yang tepat, saat yang tepat, dan visi yang tepat, budaya bisa dibuat bahkan mengakar.. Budaya yang sudah ada sulit untuk dirubah, tapi untuk menciptakan yang baru saya rasa bukan hal yang mustahil. Saya yakin betul manusia itu makhluk yang sangat mudah dimanipulasi. Tinggal bagaimana kita mengkondisikannya agar berhasil. Film "Inception" mungkin bisa menjadi inspirasi ^^

                                  At the very beginning when Cobb is meeting with Saito in dream world:

                                  What is the most resilient parasite? Bacteria? A virus? An intestinal worm?

                                  An idea. Resilient… highly contagious. Once an idea has taken hold of the brain it’s almost impossible to eradicate. An idea that is fully formed – fully understood – that sticks; right in there somewhere.

                                  Near the end when Cobb and Ariadne are approaching Mal hoping to find Fischer alive:

                                  There’s something you should know about me… about inception. An idea is like a virus. Resilient… highly contagious. The smallest seed of an idea can grow. It can grow to define, or destroy you.

                                   
                                  2010/12/3 Mustafa Kamal <mustafa.kamal@...>
                                   

                                  Assalaamu'alaikum wr wb

                                  Kalau gak salah practically ini juga yg dilakukan oleh Muhammad Yunus dgn Grameen bank di Bangladesh kan ya. Gw pernah baca, selain konsep (dimana grameen bank ber-differentiate dgn bank lain, dia hanya memberikan pinjaman untuk masyarakat kelas bawah dan diprioritaskan perempuan), Grameen bank juga sangat unggul dalam sisi infrastruktur IT nya. Mereka mengelola jutaan nasabah yang kecil itu susah bgt klo tanpa infrastruktur IT yang baik

                                  What you want to do probably have the same concept with Grameen bank, but with internet as the main medium.

                                  Dulu gw pernah ngobrol dan nanya2 sama salah seorang mantan senior manager bank Mandiri: "Kenapa di Indonesia gak ada yg jalanin konsep seperti Grameen bank". Dia bilang "Ooohh... banyak koq yg jalanin konsep Grameen Bank, lembaga-lemabag microfinance yg tersebar di seluruh Indonesia itu kan ngambil konsepnya Grameen Bank"

                                  Trus gw tanya lagi: "Oh ya, tapi kenapa ya koq gak ada yg bisa seberhasil Grameen bank?"
                                  Nah ini jawaban ultimate dia "Ini ttg kultur, Di bangladesh sana, prinsip Tanggung Renteng bisa dijalankan dengan baik, sementara di kita gak bisa"

                                  Dulu gw juga sebenarnya kepikiran untuk bikin website macem kayak gitu, tapi setelah ngobrol sama bapak sennior manager ini akhirnya gw lumayan ngerti masalahnya.

                                  Tapi itu kan perkataan-nya senior manager, right?! Kita entrepreneur sering berhasil membuktikan mainstream thought itu salah dengan action kita, bukan dgn argumen2 akademis dan experience. Jadi, gw gak berniat men-demotivate. Go for it!! buktikan bahwa konsep dan strategi itu bisa dijalankan di Indonesia.

                                  Challenge nya kan berarti: EDUKASI. not just giving away money. We must monitor and educate them tightly.

                                  Semangat bro!

                                  FYI: prinsip Tanggung renteng: prinsip dimana tanggungan/jaminan atas pinjaman modal ditanggung per group peminjam. Jadi klo salah satu dari anggota grup itu rugi usahanya, maka sleuruh anggota grup itu harus rela membayar tanggungannya. walaupun usaha dari orang2 lain dalam satu grup itu still profitable.


                                  Wassalaam

                                  MustafaKamal - President Director
                                  Tunas Univindo Mandiri -
                                  Integrated OnlineSolution
                                  Jl Mahali No 30, Margonda Raya, Depok,Jawa Barat, Indonesia

                                  Website: Univind.com - AnakUI.com - NeoHoster.com
                                  Office 021 788 90 739 - Mobile 0878 8164 9886




                                  From: Yonathan Nova Dinata <jnova.soul@...>
                                  To: StartUpLokal@yahoogroups.com
                                  Sent: Thu, December 2, 2010 5:53:08 PM

                                  Subject: Re: [StartUpLokal] Re: membangun indonesia

                                   

                                  @mustafa:


                                  HIPMI atau KADIN bisa juga namun mereka tidak fokus di pengembangan bisnis secara nasional. Tapi yang jelas HIPMI ada biaya membernya,masa belum apa-apa uda bayar jutaan per bulan?dan semua yang tergabung kan pengusaha yg sudah mapan, yang sudah money oriented..

                                  Rasanya berbeda jauh sih, kan core ideanya: mau meng encourage orang buat jadi pengusaha bukan bikin pengusaha makin kaya.
                                  Platform ya harus dibuat pak, ga mgkn kan kalau hanya menggunakan forum begini aja,hehehe.. dibuatin ya pak :)

                                  @tomi:

                                  wah info yang sangat bagus pak.. bisa dijadikan acuan nih..  Thx a lot :) konsepnya memang mirip dengan http://appsarabia.com/en/ cuma buat versi indonesianya kali ya hehehe...


                                  Kalau saya sih mungkin ingin lebih fokus ke arah bisnis yang padat karya, seperti pertanian, perkebunan, perikanan, dll.. tapi tidak menutup kemungkinan bidang yang lain. FYI: pangan kita masih import loh -.-'''

                                  Saya ada baca buku pertanian, fantastis sekali peluangnya dalam 2-3 bulan profitnya bisa 60-80% (brokoli,kangkung,kailan,dll)
                                  modal cuma kurang lebih 20jt-an.


                                  On Thu, Dec 2, 2010 at 5:07 PM, Tomi Satryatomo <wisat13@...> wrote:
                                   

                                  Model lain yang mungkin bisa dilirik adalah: AppsArabia: http://appsarabia.com/en/

                                  Saya kutipkan introduction-nya:

                                  The global market for app development is valued at $6.2 billion in 2010 and is expected to grow to $22.1 billion in 2013 (source: Gartner, 2010).

                                  There’s a growing demand for Arabic apps and yet there’s been very little development of apps within the Arabic world to date. This presents a huge opportunity.

                                  AppsArabia is an exciting new initiative that creates unprecedented opportunities for everyone involved in the development of apps in The Middle East & North Africa. We invest in killer ideas, taking your passion and creativity to market and through to commercial success:

                                  • entrepreneurs can share and develop ideas
                                  • techies can collaborate and help each other
                                  • corporates and agencies can find talent

                                  Our aim is to establish a sustainable local market for app development by supporting entrepreneurs, designers and developers who now offer a serious alternative to outsourcing beyond MENA. Click here to find out how we’re doing this.

                                  Arab entrepreneurs and businesses should take note … you’ll get top quality app development talent right here, locally within MENA!

                                  Join us! Membership to AppsArabia is FREE so register now to enjoy the many benefits of being a part of AppsArabia.

                                  Setahu saya ada cukup banyak venture capitalists di Jakarta, tapi kalau ada platform seperti ini mestinya para investor dan para startupp-ers bisa lebih mudah bertemu dan berkolaborasi.

                                  Salam,

                                  --
                                  Tomi Satryatomo
                                  skype: tomi.satryatomo

                                  http://wisat.smugmug.com
                                  http://www.trekearth.com/members/wisat/photos/
                                  http://www.jpgmag.com/people/wisat

                                  "We shall build good ship here,
                                  at a profit if we can,
                                  at a loss if we must,
                                  but... always a good ship."


                                  2010/12/1 Teuku Faruq <teuku_faruq@...>


                                  Menarik banget idenya!! Count me in.

                                  Sebagai referensi, coba juga www.qifang.cn. Saya gak tau banyak tentang business modelnya kiva, tapi kalo untuk qifnang..itu 100% support donatur/investor. Mungkin saya salah atau ada temen yang punya informasi lengkap? Karena informasi yang saya dapatkan tentang qifang ini sebulan yang lalu dari hasil wawancara. Mereka fokus untuk pendidikan bukan pengusaha. Sebagai catatan, kiva juga baru mulai fokus ke pendidikan setelah sukses dengan microfinance.

                                  Sangat menarik. Saya yakin, dengan pendidikan dan support sesama, negara kita bisa bangkit lagi. Maaf, saya tidak banyak berharap dari pemerintah yang tidak cinta tanah airnya sendiri (baca: koruptor)

                                  Well mas, itu nantinya kalo jadi berdiri...revenuenya dari mana ya? Mau jadi not for profit atau non-profit mas? Menarik. :)


                                  Salam hangat dan jabat erat,
                                  Teuku Faruq






                                Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.