Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

OOT FW: Vaksin penyebab Autis

Expand Messages
  • desma
    Vaksin penyebab Autis Buat para Pasangan MUDA. om dan tante yg punya keponakan... atau bahkan calon ibu ... perlu nih dibaca ttg autisme.. Bisa di share kepada
    Message 1 of 3 , Sep 5, 2005
    View Source
    • 0 Attachment
      Message

       

      Vaksin penyebab Autis 

      Buat para Pasangan MUDA. om dan tante yg punya keponakan... atau bahkan calon ibu ... perlu nih dibaca ttg autisme.. Bisa di share
      kepada
      yang masih punya anak kecil supaya ber-hati2........ Setelah kesibukan yang menyita waktu, baru sekarang saya bisa dapat
      waktu
      luang membaca buku "Children with Starving Brains" karangan
      Jaquelyn McCandless,MD yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh
      Grasindo.

      Ternyata buku yang saya beli di toko buku Gramedia seharga Rp. 50,000,- itu benar-benar membuka mata saya, dan sayang, sayang
      sekali baru terbit setelah anak saya Joey (27 bln) didiagnosa mengidap Autisme Spectrum Disorder.

      Bagian satu, bab 3, dari buku itu benar-benar membuat saya menangis. Selama 6 bulan pertama hidupnya (Agustus 2001 -
      Februari
      2002), Joey memperoleh 3 kali suntikan vaksin Hepatitis B, dan 3 kali suntikan vaksin HiB. Menurut buku tersebut (halaman
      54 - 55) ternyata dua macam vaksin yang diterima anak saya dalam 6 bulan pertama hidupnya itupositif mengandung zat pengawet
      Thimerosal, yang terdiri dari Etilmerkuri yang menjadi penyebab utama sindrom Autisme Spectrum Disorder yang meledak pada sejak
      awal tahun 1990 an. Vaksin yang mengandung Thimerosal itu sendiri sudah dilarang di Amerika sejak akir tahun 2001.Alangkah
      sedihnya saya, anak yang saya tun ggu kehadirannya selama 6 tahun, dilahirkan dan divaksinasi di sebuah rumahsakit besar yang
      bagus, terkenal, dan mahal di Karawaci Tangerang, dengan harapan memperoleh treatment yang terbaik, ternyata malah "diracuni"
      oleh Mercuri dengan selubung vaksinasi. Beruntung saya masih bisa memberi ASI sampai sekarang, sehingga Joey tidak menderita
      Autisme
      yang parah. Tetapi tetap saja, sampai sekarang dia belum bicara, harus diet pantang gluten dan casein, harus terapi ABA,
      Okupasi
      , dan nampaknya harus dibarengi dengan diet supplemen yang keseluruhannya sangat besar biayanya.Melalui e-mail ini saya
      hanya ingin menghimbau para dokter anak di Indonesia, para pejabat di Departemen Kesehatan, tolonglah ba ca uku tersebut diatas
      itu, dan tolong musnahkan semua vaksin yang masih mengandung Thimerosal. Jangan sampai (dan bukan tidak mungkin sudah terjadi)
      sisa
      stok yang tidak habis di Amerika Serikat tersebut diekspor dengan harga murah ke
      Indonesia dan dikampanyekan sampai ke
      puskesmas-puskesmas seperti contohnya vaksin Hepatitis B, yang sekarang sedang giat-giatnya dikampanyekan sampai ke pedesaan.
      Kepada para orang tua dan calon orang tua, marilah kita bersikap proaktif, dan assertif dengan menolak vaksin yang mengandung
      Thimerosal tersebut, cobalah bernegosiasi dengan dokter anak kita, minta vaksin Hepatitis B dan HiB yang tidak mengandung
      Thimerosal.

      Juga tolong e-mail ini diteruskan kepada mereka yang akan menjadi orang tua, agar tidak mengalami nasib yang sama seperti saya.
      Sekali lagi, jangan sampai kita kehilangan satu generasi anak-anak penerus bangsa, apalagi jika mereka datang dari keluarga yang
      berpenghasilan rendah yang untuk makan saja sulit apalagi untuk membiayai biaya terapi supplemen, terapi ABA, Okupasi, dokter ahli
      Autisme (yang daftar tunggunya sampai berbulan-bulan), yang besarnya sampai jutaaan Rupiah perbulannya.

      Terakhir, mohon doanya untuk Joey dan ratusan, bahkan ribuan teman- teman senasibnya di Indonesia yang sekarang sedang berjuang
      membebaskan
      diri dari belenggu Autisme.
       
       

      "Let's share with others... Show them that WE care!"

      __________________________________________________
      Do You Yahoo!?
      Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
      http
      ://mail.yahoo.com

       

    • deulis
      MessageDear rekan2 SSR Klub, Saya menerima email ini sudah lama sekali, mulanya saya takut sekali siapa sih yang mau anak kita menjadi autisme. Tapi setelah
      Message 2 of 3 , Sep 6, 2005
      View Source
      • 0 Attachment
        Message
        Dear rekan2 SSR Klub,
         
        Saya menerima email ini sudah lama sekali, mulanya saya takut sekali
        siapa sih yang mau anak kita menjadi autisme. Tapi setelah saya cari artikel
        dan relevansi kedokteran tentang adakah hubungan imunisasi dengan autisme hati saya jadi terbuka.
        Ternyata lebih sayang lagi klo kita melihat akibat2 penyakit yang akan muncul apabila anak kita tidak diimunisasi.
        Berikut saya attach beberapa file, untuk dicermati.
         
        semoga bermanfaat.
         
         
        Salam,
         
        deulis
         
         
        ----- Original Message -----
        From: desma
        Sent: Tuesday, September 06, 2005 10:13 AM
        Subject: [SSR-Klub] OOT FW: Vaksin penyebab Autis


         

        Vaksin penyebab Autis 

        Buat para Pasangan MUDA. om dan tante yg punya keponakan... atau bahkan calon ibu ... perlu nih dibaca ttg autisme.. Bisa di share
        kepada
        yang masih punya anak kecil supaya ber-hati2........ Setelah kesibukan yang menyita waktu, baru sekarang saya bisa dapat
        waktu
        luang membaca buku "Children with Starving Brains" karangan
        Jaquelyn McCandless,MD yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh
        Grasindo.

        Ternyata buku yang saya beli di toko buku Gramedia seharga Rp. 50,000,- itu benar-benar membuka mata saya, dan sayang, sayang
        sekali baru terbit setelah anak saya Joey (27 bln) didiagnosa mengidap Autisme Spectrum Disorder.

        Bagian satu, bab 3, dari buku itu benar-benar membuat saya menangis. Selama 6 bulan pertama hidupnya (Agustus 2001 -
        Februari
        2002), Joey memperoleh 3 kali suntikan vaksin Hepatitis B, dan 3 kali suntikan vaksin HiB. Menurut buku tersebut (halaman
        54 - 55) ternyata dua macam vaksin yang diterima anak saya dalam 6 bulan pertama hidupnya itupositif mengandung zat pengawet
        Thimerosal, yang terdiri dari Etilmerkuri yang menjadi penyebab utama sindrom Autisme Spectrum Disorder yang meledak pada sejak
        awal tahun 1990 an. Vaksin yang mengandung Thimerosal itu sendiri sudah dilarang di Amerika sejak akir tahun 2001.Alangkah
        sedihnya saya, anak yang saya tun ggu kehadirannya selama 6 tahun, dilahirkan dan divaksinasi di sebuah rumahsakit besar yang
        bagus, terkenal, dan mahal di Karawaci Tangerang, dengan harapan memperoleh treatment yang terbaik, ternyata malah "diracuni"
        oleh Mercuri dengan selubung vaksinasi. Beruntung saya masih bisa memberi ASI sampai sekarang, sehingga Joey tidak menderita
        Autisme
        yang parah. Tetapi tetap saja, sampai sekarang dia belum bicara, harus diet pantang gluten dan casein, harus terapi ABA,
        Okupasi
        , dan nampaknya harus dibarengi dengan diet supplemen yang keseluruhannya sangat besar biayanya.Melalui e-mail ini saya
        hanya ingin menghimbau para dokter anak di Indonesia, para pejabat di Departemen Kesehatan, tolonglah ba ca uku tersebut diatas
        itu, dan tolong musnahkan semua vaksin yang masih mengandung Thimerosal. Jangan sampai (dan bukan tidak mungkin sudah terjadi)
        sisa
        stok yang tidak habis di Amerika Serikat tersebut diekspor dengan harga murah ke
        Indonesia dan dikampanyekan sampai ke
        puskesmas-puskesmas seperti contohnya vaksin Hepatitis B, yang sekarang sedang giat-giatnya dikampanyekan sampai ke pedesaan.
        Kepada para orang tua dan calon orang tua, marilah kita bersikap proaktif, dan assertif dengan menolak vaksin yang mengandung
        Thimerosal tersebut, cobalah bernegosiasi dengan dokter anak kita, minta vaksin Hepatitis B dan HiB yang tidak mengandung
        Thimerosal.

        Juga tolong e-mail ini diteruskan kepada mereka yang akan menjadi orang tua, agar tidak mengalami nasib yang sama seperti saya.
        Sekali lagi, jangan sampai kita kehilangan satu generasi anak-anak penerus bangsa, apalagi jika mereka datang dari keluarga yang
        berpenghasilan rendah yang untuk makan saja sulit apalagi untuk membiayai biaya terapi supplemen, terapi ABA, Okupasi, dokter ahli
        Autisme (yang daftar tunggunya sampai berbulan-bulan), yang besarnya sampai jutaaan Rupiah perbulannya.

        Terakhir, mohon doanya untuk Joey dan ratusan, bahkan ribuan teman- teman senasibnya di Indonesia yang sekarang sedang berjuang
        membebaskan
        diri dari belenggu Autisme.
         
         

        "Let's share with others... Show them that WE care!"

        __________________________________________________
        Do You Yahoo!?
        Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
        http
        ://mail.yahoo.com

         

      • Diki Umarsyam
        Mungkin milis ini bukan tempat yang tepat utk diskusi ttg thimerosal. Tetapi kita harus concern dgn informasi ini, karena menyangkut persepsi ttg vaksinasi utk
        Message 3 of 3 , Sep 6, 2005
        View Source
        • 0 Attachment
          Mungkin milis ini bukan tempat yang tepat utk diskusi ttg thimerosal.
          Tetapi kita harus concern dgn informasi ini, karena menyangkut persepsi
          ttg vaksinasi utk balita di puskesmas yang sangat bermanfaat bagi
          kalangan ekonomi bawah (gratis/sangat murah). Kita tentu prihatin dengan
          kejadian pada anak autis itu, tapi apakah betul-betul fair bila kita
          mengambil satu sisi informasi. Walaupun info itu dari buku, pengalaman
          kita sendiri menyatakan sebuah buku tidak menjamin informasinya pasti
          akurat.
          Setahu saya Amerika tidak mengeluarkan kesimpulan bahwa thimerosal
          berbahaya. Vaksin tanpa thimerosal adalah relative baru, dan mahal.
          Sebagian besar balita Indonesia tentu tdk akan mau imunisasi bila mereka
          menerima informasi yang belum tentu akurat ini, dan bila memang semuanya
          kompak tidak mau imunisasi, mereka akan rentan thdp penyakit2 berbahaya
          seperti tetanus, dipteri, hepatitis B, TBC, dsb. Selanjutnya adalah
          meningkatnya anka kematian balita kita. Hanya orang mampu (yang sedikit
          itu) yang mampu membayar vaksin baru tanpa thimerosal.
          Kita bisa lihat di website FDA (BPOM nya Amerika). Silahkan
          baca apa itu thimerosal, apa gunanya, bagaimana sejarah keamanannya, dsb
          Kalau yang berminat baca, saya attach kan artikel pendek yang bersumber
          dari website resmi FDA ttg thimerosal. Kalau tidak berminat.. Ya
          langsung delete saja :-)

          Terima kasih.
        Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.