Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [SSR-Klub] Investasi Reksadana Mahasiswa

Expand Messages
  • Ao, Anwar (Jkt)
    cuma 22% aja, Bu ? (compound rate). gak kebayang yaaa kalau sy mengumbar Manulife punya : * UL Manulife Dana Ekuitas: 25,58 % / tahun(compound rate) * RD
    Message 1 of 385 , Mar 15, 2013
    • 0 Attachment

      cuma 22% aja, Bu ? (compound rate).


      gak kebayang yaaa kalau sy mengumbar Manulife punya :
      • UL Manulife Dana Ekuitas : 25,58 % / tahun (compound rate)
      • RD Manulife Dana Saham : 28,61 % / tahun (compound rate)
      tapi apa masa iya sih MENGUMBAR hal-hal spt ini ???
      tanpa memperhatikan banyak faktor lainnya.


      mendingan ruko dan kios aja ya Bu
      he he he





      Regards, 
      AA


      From: "erliana_h4lim@..." <erliana_h4lim@...>
      To: SSR-Klub@yahoogroups.com
      Sent: Thursday, March 14, 2013 4:21 PM
      Subject: Re: [SSR-Klub] Investasi Reksadana Mahasiswa

       
      Garansi ga 22%/tahun?

      Kalau garansi, mau sy invest brp nih ? Siap coba deh, asal garansi ya 22%/thn sy ga mau tau hujan badai, market bagus apa jelek, perang apa ga. Pokoknya 22%/thn fix, bisa ?

      Salam,
      Erlin


      Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

      From: "Yoel Alan Mangiwa - Prudential's Financial Advisor" <alan.mangiwa_id@...>
      Sender: SSR-Klub@yahoogroups.com
      Date: Wed, 13 Mar 2013 23:28:29 +0000
      To: <SSR-Klub@yahoogroups.com>
      ReplyTo: SSR-Klub@yahoogroups.com
      Subject: Re: [SSR-Klub] Investasi Reksadana Mahasiswa

       
      Dear Rendy,

      Kalau menurut saya, sangat disayangkan dgn Investasi yg sangat Panjang (15 tahun), dgn menabung Rp 6 jt / tahun yg anda dapatkan adalah:
      1. Nilai Investasi dr Reksadana yg nilainya belum tentu relevan saat 15 tahun yg akan datang.
      2. Anda harus pahami diri anda sebagai pengambil resiko Reksadana.
      3. Hanya mendapatkan Nilai Investasi saja, bila Anda tidak mampu menabung kembali, apakah ada Jaminan penabungan oleh Reksadana?
      4. Hanya dapat diambil pada jangka waktu tertentu.
      5. Bila anda butuh biaya perobatan sebesar 200jt utk Operasi Sakit Kritis (Jantung, Kanker, Stroke, dll), dana tersebut tidak bisa dicairkan saat itu juga.

      Hal diatas baru sebagian kecil dr Reksadana yg perlu anda pertimbangkan.

      Solusi dr saya, Anda Investasikan dana itu di Prudential, yg anda dptkan:
      1. Nilai Tunai Investasi yang bukan hanya bagus, tapi kelewatan bagusnya, dgn bunga rata2 22% per tahun.

      2. Apapun tipe pengambil resiko investasi, anda tetap mendapatkan dgn Nilai yg sangat menjanjikan.

      3. Jaminan DI-Tabungkan, Dana Perlindungan Kesehatan, Santunan bila Cacat Total Tetap krn Kecelakaan, Santunan Meninggal dunia akibat Kecelakaan dan atau Sakit Kritis hanya merupakan bagian kecil dari manfaat lainnya.

      4. Setelah Menabung 3 tahun, dapat dilakukan pengambilan dana Investasi di Prudential, bila ada.

      5. Tidak akan mengurangi Nilai Investasi anda, bila ternyata dalam proses penabungan anda harus memasuki rawan sakit hingga Rawat Inap.

      6. Risk Based Capital diatas ketentuan Pemerintah yakni 870% (min. 120% dr Pemerintah)

      7. Sejak 2011, membayarkan klaim sebesar Rp 11 Milliar / hari

      Jadi pilihan Investasi anda selama 15 tahun, dpt anda gunakan di Prudential.

      Salam

      Yoel Alan Mangiwa
      MRT Benisse Agency
      Prudential Life Insurance
      081253822141 / 05429151745
      Live from BlackBerry® on Esia max-d, Internet Max, Biaya Mini.

      From: "Rendy" <rendyhihi@...>
      Sender: SSR-Klub@yahoogroups.com
      Date: Wed, 13 Mar 2013 15:58:54 -0000
      To: <SSR-Klub@yahoogroups.com>
      ReplyTo: SSR-Klub@yahoogroups.com
      Subject: [SSR-Klub] Investasi Reksadana Mahasiswa

       
      Dear temen2 milis

      Perkenalkan, saya sekarang masih menjabat sbgai Mahasiswa usia 20thn.
      Saya tertarik untuk invest di produk reksadana, terutama Panin Dana Maxima.
      Yang jadi pertanyaan saya adalah:
      1. Apakah invest tersebut bisa dijangkau oleh mahasiswa(jangka investasi +- 15 tahun)?
      2. Uang yang dapat saya sisihkan sebesar Rp 500 rb/bln, apakah dana sekecil itu terjangkau?
      3. Seberapa besar dana yang harus disiapkan untuk pembelian reksadana pertama?
      4. Apakah nasabah harus mempunyai rekening baru di bank kustodian PDM tersebut?

      Terimakasih, mohon bantuan dan bimbingannya



    • priambudi
      pa pet, setau sy di polis AXA justru dicantumkan COI setiap usia, minta tolong ya tanyain ke tetangga segedung, masih bgitu kah? ^_^ Sy kaya bukan karena
      Message 385 of 385 , Jun 4, 2013
      • 0 Attachment
        pa pet,
        setau sy di polis AXA justru dicantumkan COI setiap usia,
        minta tolong ya tanyain ke tetangga segedung,
        masih bgitu kah?

        ^_^


        Sy kaya bukan karena memiliki segalanya,
        sy kaya karena tidak memerlukan apa-apa lagi - quote by Someone

        -prie-


        Dari: huangfucius_komisi <huangfucius_komisi@...>
        Kepada: SSR-Klub@yahoogroups.com
        Dikirim: Selasa, 28 Mei 2013 12:47
        Judul: Bls: komparasi UL vs TL+RD ... was Bls: Bls: [SSR-Klub] Re: Investasi Reksadana Mahasiswa

         
        ehehehhe... emailnya betul panjang.
        saya newbie di milis ini.
        tapi pertempuran UL vs TL+RD ternyata sudah seperti perang asuransi ke 3. hehehehe

        lucu juga tentang perang ini, banyak data saya perhatikan seharusnya di brosur ada.
        Acquisition fee, kata lain dari front loading fee (betul kan yah?? mohon koreksi), itu ada di setiap brosur dan proposal produk unit link. betul yah? tahun pertama ada yang 100%,ada yang 95%, dst.

        Yang sebenarnya kita tidak akan ketahui dari produk itu bukan acquisition fee, tapi actual Cost of Insurance dan Cost of Rider. Ini adalah actual cost yang terus bertambah seiring dengan umur client. bukan premi loh,karena premi sudah ada unsur profit dan future value of income dari setiap perusahaan. UL tidak akan pernah setara dengan RD dalam hal pertumbuhan karena salah satu alasannya yah COI dan COR ini yang ditarik dari nilai investasi, dan nilai inilah yang tidak transparan dalam UL. TL juga ada COI dan COR nya, tapi karena memang dicover oleh premi (atau gak dicaover asuransi) jadi tidak terlalu dipusingkan.
        RD bergerak hanya mempunyau cost di komisi dan management fee.

        SO in the end, yang mengambil UL atau tidak itu ada beberapa alasan juga, bukan seluruhnya karena investasi lebih tinggi dan sebagainya. UL juga bisa dikecilkan premi dan dibesarkan investasinya toh, jadi yah tergantung program yang diambil. TUJUAN MEMBELI seharusnya adalah raja dan dasar mengapa client mengambil produk tertentu. UL memberikan sebuah kemudahan dan package yang menarik. TL+RD memberikan proteksi lebih tinggi, investasi lebih tinggi, repot lebih tinggi pula. Banyak orang Indo itu malas repot. So bolanya ada di client, ngapain kita ribut tendang goal bola gimana, bolanya aja masih di tangan client. terserah client mau lempar ke siapa. Tugas kita adalah menjadi professional yang bisa menerima tanggung jawab yang dipercayakan client.

        Best Regards,

        Pet Hen Oei, B.Eng, QWP®
        Marketing Manager | Multimatics
        AXA Tower 37 Floor | Jl Satrio Kav 18 – Setiabudi, Kuningan | South of Jakarta 12940, Indonesia
        T (021)30056123 | M 0811 9693 106 | F (021)30056124 | E pethen@... |
        W www.multimatics.co.id | FB multimaticsID

        "Do you see a man skilled in his work? He will stand before kings; he will not stand before obscure men."- Proverbs

        --- In SSR-Klub@yahoogroups.com, soul_skypie@... wrote:
        >
        > Aduh pak prie email yg ini panjang beneeeer sy pusing jg bacanya, hhe..
        >
        > Cmn krg lbh sudah dipahami maksud pencitraan pak prie ini bgmn..
        > Kl dilihat dr produk sy pribadi sih jg mmpertimbangkan jg sbrp menariknya produknya..
        >
        > Mslh kejelasan biaya itu jg yg sll sy bilang kl mau beli asuransi non UL, programnya ud oromatic jd masukin umur dan UP lalu keluarlah premi..
        >
        > Kalau ditanya biaya akuisisinya brp pd g bs jawab, pdhl slama ini yg jd permasalahan utama UL adl biaya akuisisi. Kalau ad yg tahu biaya akuisisi non UL silahkan di share brhubung sy penasaran jg soalnya, hhe..
        >
        > Sepertinya sih lbh kecil tp seberapa kecilnya y ini biaya akuisisinya?!
        >
        > Terima kasih..
        >
        > Best regads,
        >
        > Hnie
        >
        > Sent from my iPhone
        >
        > On 3 Mei 2013, at 12:37 AM, priambudi <prietea@...> wrote:
        >
        > > oooh ya ya...
        > > mungkin yg pa djati maksud tu 'kepastian' ya?
        > > ga perlu dikira2 sperti UL, TL udah pasti harus bayar brapa... bgitu?
        > >
        > >
        > > sedangkan yg sy maksud dengan 'kejelasan'
        > > kira2 sperti kita bayar tagihan PLN,
        > >
        > > kalo kita bayar di atm kan ga ketauan sebenernya pemakaian kita tu brapa
        > >
        > > tapi kalo kita bayar di counter PLN ketauan perinciannya,
        > > berapa kwh yg kita pake, abodemen brapa,
        > > ada berapa kwh yg termasuk harga premium karena pemakaian di peak hour
        > > dsb
        > >
        > > nah TL tu ga merinci, sebenernya yg kita pake tu u bayar apa aja siiih...
        > > analoginya seperti kita bayar tagihan PLN di atm
        > >
        > > sedangkan UL, lebih dirinci....
        > > (LEBIH dirinci lho ya, jangan dipahami dengan SUDAH dirinci.. ^_^)
        > > analoginya sperti kita bayar tagihan PLN di counter PLN
        > > (hanya analogi lho ya, jangan disamakan persis ^_^)
        > >
        > > memang tentu saja ada perbedaan dgn tagihan PLN,
        > > ga selalu kalo bayar UL dirinci bayarnya u apa aja,
        > > akan tetapi, minimal, di awal kontrak dapet perincian...
        > >
        > > itu yg sy maksud dengan lebih jelas biaya2nya
        > >
        > >
        > > kalo sekarang ada yg tanya, emang apa gunanya tau perinciannya?
        > >
        > > kalo mnurut sy tergantung orangnya, data itu bisa dimanfaatkan, bisa tidak
        > >
        > > kalo u PLN, sy suka coba u mereduksi pemakaian kwhnya,
        > > misalnya pompa ga sy biarin nyala idup karena disambungkan ke keran kamar mandi,
        > > tapi dibuat nyala aja terus u isi toren sampe penuh,
        > > keran kamar mandinya ngambil aliran dari toren...
        > > (ndrul, emang apa bedanya pompa nyala sm pompa idup?
        > > nyala mati kaleee.... lagian knapa ngebahas PLN?
        > > asuransi nyooong, asuransiii....)
        > >
        > > yaa misalnya aja ni ya, yg pernah sy hitung u seseorang
        > > temen sy laki2 mo ambil UL u keluarganya
        > > (dia sudah memutuskan secara mandiri u ambil,
        > > sy ga intervensi)
        > > kebetulan ketemu sy, diperlihatkan ilustrasinya
        > > ada 5 ilustrasi, u dia, istri, dan 3 anaknya
        > >
        > > eh sy liat ada raiders u spouse dan juvenile,
        > > sy bilang, "cobain, minta ilustrasi kalo sekeluarga disatuin dalam 1 polis"
        > >
        > > setelah dapet, dengan coverage spouse dan juvenile yg mirip2,
        > > kita bandingkan bersama biaya2nya
        > > ketauan yg mana aja yg tereduksi,
        > >
        > > misalnya, ternyata biaya adm 1 polis dengan 1 orang tertanggung
        > > atau 5 orang tertanggung, sama aja nilainya
        > > karena biaya adm tu berlaku u 1 polis, bukan u 1 orang tertanggung
        > > di situ langsung bisa dihitung, dari biaya adm aja sudah tereduksi lebih dari 100rb
        > >
        > > kalo diitung panjangnya, brarti 100rb an x berapa bulan tu sampe polis ditutup?
        > > lumayan lah ya bisa dipake u beli krupuk temen makan nasi... ^_^
        > >
        > >
        > > sudah selesai ngutak-ngutiknya?
        > > belom, kita jadi makin smangad tau bisa dapet dengan biaya lebih murah
        > > kita bedah lagi...
        > >
        > > Naah, ni dapet ni,
        > > istri kan lebih muda dari suami,
        > > waktu polis masih terpisah, biaya asuransinya istri u UP yg sama dengan suami
        > > dapet nilai lebih murah
        > >
        > > polis sekeluarga tadi, gimana kalo istri yg tertanggung utama?
        > > suami yg ikut riders spouse? lebih murah ga biayanya?
        > >
        > > ternyata eh ternyataaa...
        > > setelah ditukar posisi tertanggung utama, bener lebih murah,
        > > lumayan jauh perbedaan bayar perbulannya...
        > >
        > > di situ bisa kita liat berapa yg tereduksi...
        > > (sy dah lupa angka2nya brapa...)
        > > sejak itu kita jadi senang utak utik UL,
        > > karena bisa dibandingkan biaya2nya
        > > dan perbedaan hasilnya langsung dihitungkan ^_^
        > > (sy utak utik doang, beli mah kagak pernah... ^_^)
        > >
        > >
        > > sekarang kita kembali ke permasalahan kepastiannya pa djati
        > > kalo masalah nasabah yg kaget uangnya ga berkembang,
        > > mnurut sy itu masalah teknis di lapangan,
        > > apakah info tidak disampaikan ato bagaimana
        > >
        > > nah yg sperti itu sy ga urus,
        > > sy cuma melihat produknya aja
        > >
        > > kalo mnurut sy,
        > > memang di situlah perbedaannya
        > > di TL biaya yg kita bayar, yaaa ga bisa diapa2in lagi,
        > > bayar aja... tunggu klaim kalo mo ngerasain manfaatnya
        > > sehingga premi TL itu dah kita anggap aja biaya yg harus keluar,
        > > ga bisa diapa2ain lagi dan kita ga mengharapkan apa2 lagi
        > >
        > > sedangkan UL justru diperuntukkan bagi mreka yg mo merancang strategi,
        > > strategi boleh macem2, kapannya bisa fleksibel, berapanya bisa diatur, dsb
        > >
        > > sehingga dari peruntukannya pun sudah beda sasaran,
        > > terkait dengan peruntukannya maka sifat2nya pun berbeda
        > >
        > > nah itu prolog u bahasan pertanyaan:
        > > "Nah, Detail tsb berguna nggak untuk kalkulasi komparasi tahun x tsb? Mana yg lebih 'jelas'?"
        > >
        > > mungkin gambarannya maksud pa djati tu, kalo semisalnya ditanya,
        > > "jadi tahun ke x sy bayar brapa asuransinya?"
        > > TL akan jawab dengan mantap, "y pa"
        > >
        > > sedangkan UL jawabnya .... plin plan,
        > > "tergantung, kalo pertumbuhan investasinya lebih dari n, ga perlu bayar,
        > > tapi kalo pertumbuhan investasinya kurang dari c, harus bayar pa"
        > > bgitu?
        > >
        > > trus nasabahnya tanya lagi kan, "berapa bayarnya?"
        > > "naah, masalahnya kolapsnya bukan tahun ke x pa, tapi z tahun sebelumnya,
        > > jadi kalo baru dibayar tahun ke x polisnya sudah keburu ditutup,
        > > maka sebaiknya bapak di tahun ke x kurang z harus bayar
        > > minimal seharga biaya2 asuransi tahun tersebut"
        > >
        > > cocoook, makin njelimet penjelasannya...
        > >
        > > nasabah tanya lagi, "iyaa jadi brapa sy harus bayar di tahun ke ... z kurang apa itulah
        > > kurang ajar kali ya?"
        > > "sy harus periksa lagi pa berapa biaya di tahun ke x kurang z itu pa.."
        > >
        > > jadi? ga ada kepastian ya harus bayar brapa
        > >
        > > naaah, nasabah yg tanyanya sperti itu, itu sy sendiri ^_^
        > > sy pernah beberapa kali dalam posisi sperti itu,
        > > agen ULnya sampe megap2 jawabnya... hehehee
        > >
        > > tapi kalo mnurut sy itu bukan masalah produknya,
        > > itu masalah agennya, kenapa pake ga bisa jawab..
        > > salah sendiri ga blajar dengan baik
        > >
        > > secara produk, memang itulah perbedaan mendasar dari UL dan TL,
        > > TL itu 'pasti' biayanya, sedangkan UL 'tergantung' ...
        > > (makanya sy cenderung menangkap inti yg mo dibahas pa djati ni
        > > tentang 'kepastian' bukan 'kejelasan'... ^_^)
        > >
        > > kalo dalam kaitannya u perencanaan keuangan masa depan,
        > > TL memberi kepastian brapa yg harus dibayarkan,
        > > sehingga sisanya bisa dipake, bgitu?
        > >
        > > sedangkan UL, kembali lagi ... 'tergantung' .. ^_^
        > > contohnya temen sy yg utak atik polis bareng sy,
        > > kita sempet minta ilustrasi kalo bayar asuransinya dibuat sama,
        > > jadi uang u bayar 5 polis itu dimasukkan semua ke satu polis sekeluarga,
        > > walaupun sebetulnya membayar kurang dari itu pun mencukupi
        > >
        > > ternyata hasil investasinya berbeda, lebih besar
        > > kita belom brenti, coba kalo ga dimasukkan ke komponen asuransi
        > > tapi langsung ke top up investasi
        > > ternyata hasilnya beda lagi... jauh lebih besar
        > >
        > > inilah yg sy maksud dengan fleksibilitas UL,
        > > UL tidak fixed (u setiap kondisi yg sama pasti ilustrasinya sama)
        > > tergantung dari cara meramunya
        > > akan tetapi setiap ramuan bisa langsung dihitungkan sampai usia 99 tahun,
        > > akan sperti apa gambaran hasilnya
        > >
        > > apakah ketidakpastian ini merupakan kelemahan UL?
        > > ya, bagi orang yg ga bisa memanfaatkannya
        > > ataukah jadi kelebihan UL?
        > > ya, bagi orang yg bisa memanfaatkannya
        > >
        > > apakah semua orang bisa memanfaatkannya? tidak
        > > kuncinya pada ketrampilan meramu software ilustrasinya
        > >
        > > kita sebagai orang awam ga bisa langsung oprek2 ilustrasinya kan,
        > > brarti harus menemukan agen yg trampil meramu
        > > kalo ketemu agen yg jangankan terampil meramu,
        > > 'pegang' softwarenya aja belom boleh
        > > yaa itu sih jangan harap bisa memanfaatkan, itu terima nasib namanya ^_^
        > >
        > >
        > > nah sekarang masalah 'biaya di tahun ke x'
        > > TL langsung terlihat biayanya,
        > > UL mana biayanya? warung remang2... bgitu?
        > >
        > > kalo mnurut sy itu perbedaan cara presentasi,
        > > perbedaan cara menggambarkan keunggulan produknya
        > >
        > > sy coba menggambarkan maksud sy dengan cara sperti ini:
        > > anggaplah 2 proposal bisnis,
        > > proposal yg satu menghitungkan sluruh pengeluaran dan pendapatan pertahun
        > > dan hanya menampilkan perkembangan keuntungannya
        > > biasanya dalam bentuk grafik NPV terhadap waktu
        > >
        > > sedangkan proposal yg lain,
        > > menampilkan seluruh biaya dan pendapatannya
        > > tetapi tidak menampilkan perhtungan hasil keuntungannya
        > > calon investor kalo mo tau keuntungannya ya itung sendiri,
        > > tu datanya dah disediain... bgitu?
        > >
        > >
        > > nah dalam kaitannya asuransi,
        > > TL hanya menampilkan biayanya,
        > > berapa sih keuntungan yg sy dapet kalo ambil TL ini?
        > > ya itung sendiri... tu dikasih biayanya
        > > bgitukah alesannya?
        > >
        > > UL hanya menampilkan keuntungan yg diperolehnya
        > > berapa sih biayanya?
        > > wah sayang, ga ditampilkan pa, ngitungnya otomatis...
        > > bgitu cara dia ngeles?
        > >
        > > melihat ini sy simpulkan bahwa TL dan UL ni beda aliran
        > > dalam menampilkan keunggulannya
        > > dan pertanyaan sy waktu itu,
        > > bisa ga keduanya menampilkan data yg sejenis?
        > > brarti, "berapa keuntungan TL?" ato "brapa biaya UL?"
        > >
        > > makanya u pertanyaan pertama sy coba buat TL jadi BTAID
        > > dan u yg kedua sy coba ekstrak biaya UL dari ilustrasinya
        > >
        > >
        > > pertanyaan pa djati soal biaya UL tu sebetulnya tipikal pa,
        > > orang yg biasa disodorin biaya2 akan secara refleks
        > > menanyakan biaya juga saat melihat instrumen yg lain
        > > sedangkan orang yg biasa disodorin keuntungan2
        > > akan otomatis tanya keuntungannya saat melihat instrumen lain
        > >
        > > makanya, di milis ini yg TL ngotot tanya 'mana BIAYA2nya UL?'
        > > yg UL balik ngotot tanya "apa UNTUNGnya TL? angus kok.."
        > >
        > > yaah 2 proposal bisnis dengan aliran yg berbeda mau dibandingkan
        > > tanpa penyesuain terlebih dahulu...
        > > yaaa ... cuantik sudaaah....
        > > konplik berkepanjangan... eeh corn flakes ya nulisnya... ^_^
        > >
        > >
        > > kira2 bgitu?
        > > tolong dikoreksi kalo sy ada salah interprestasi pertanyaannya
        > > ato arahnya... ^_^
        > >
        > >
        > > Sy kaya bukan karena memiliki segalanya,
        > > sy kaya karena tidak memerlukan apa-apa lagi - quote by Someone
        > >
        > > -prie-
        > >
        > >
        > > Dari: "djatihs@..." <djatihs@...>
        > > Kepada: "SSR-Klub@yahoogroups.com" <SSR-Klub@yahoogroups.com>
        > > Dikirim: Rabu, 1 Mei 2013 15:13
        > > Judul: Bls: komparasi UL vs TL+RD ... was Bls: Bls: [SSR-Klub] Re: Investasi Reksadana Mahasiswa
        > >
        > >
        > > Ah pak pri... Bukan itu sebenarnya arah pertanyaan saya.
        > > Lupakan apa detail tetek bengek biaya2 di UL tsb, lupakan juga spt apa penjabaran biaya di TL. Yg jelas di UL biaya nya ada, tp biaya diawal kita beli aja. Waktu beli TL sy bisa dapet s/d >20thn yg akan datang.
        > >
        > > Nah, Detail tsb berguna nggak untuk kalkulasi komparasi tahun x tsb? Mana yg lebih 'jelas'?
        > >
        > > Apa keduanya memberikan gambaran biaya yang kita (sebagai nasabah) perlukan untuk merencanakan?
        > >
        > > Kalo UL, menurut saya tidak. Makanya perlu dikira2 dgn ilustrasi pertumbuhan. Di reverse counting, baru dapet biaya asuransi nya brp.
        > > -» ini sy bilang ga jelas. Belum lagi akibat dr cara ini, komponen biaya di tahun x nya UL jadi tidak explisit. Tidak pasti. Dan nasabah cenderung dibiarkan remang2.
        > > Makanya banyak kasus nasabah UL kaget uang nya ga berkembang atau kok banyak bgt kepotongnya, dll.
        > >
        > > Kalo TL, mau biaya 20thn lagi atau 30thn lagi juga ada. Komponennya? Ya biaya semua memang. Ga perlu tau breakdown nya. Masukin aja ke hitungan.
        > > -» makanya sy bilang, ini jelas. Bisa di protes kalo suatu saat ada kenaikan atau perbedaan.
        > >
        > > Terus karena pak pri bilang sebaliknya, dan sudah dapet pencerahan sebelumnya di 2007 itu, makanya sy tanya. Kok bisa menyimpulkan UL lebih jelas.
        > >
        > > Gitu kira2. Mudah2an sdh ada keselarasan dan bisa mencerahkan karena memang ini sepintas lalu ingatan sy aja.
        > >
        > >
        > > Sent from my BlackBerry® smartphone on O2
        > > From: priambudi <prietea@...>
        > > Sender: SSR-Klub@yahoogroups.com
        > > Date: Mon, 29 Apr 2013 20:44:36 +0800 (SGT)
        > > To: SSR-Klub@yahoogroups.com<SSR-Klub@yahoogroups.com>
        > > ReplyTo: SSR-Klub@yahoogroups.com
        > > Subject: Bls: Bls: Bls: Bls: Bls: Bls: Bls: Bls: Bls: komparasi UL vs TL+RD ... was Bls: Bls: [SSR-Klub] Re: Investasi Reksadana Mahasiswa
        > >
        > >
        > > ^_^
        > >
        > > apa yg pa djati tanyakan itu sebetulnya sudah sy beritahukan alasannya
        > > "Kenapa UL pakai reverse engineering atau counting untuk mencari biaya tahun ke-x nya?
        > > Katanya lebih jelaas..."
        > >
        > > sy copas aja ya biar redaksinya ga berbeda
        > > "UL yg paling terbuka soal biaya2...
        > > paling terbuka bukan brarti terbuka lebar2 semuanya ya,
        > > tetep aja masih ada yg harus dikira2"
        > >
        > >
        > > ^_^
        > > jadi pertanyaan pa djati ni sebetulnya sebelum pertanyaan tsb muncul
        > > justru sudah sy ceritakan duluan
        > > kalo pa djati memahami tulisan sy, pertanyaan tsb ga perlu ditanyakan
        > >
        > > tapi ga masalah,
        > > justru memang kalo mo berdiskusi tu harus mencapai kesepahaman dulu,
        > > baru berlanjut ke topik selanjutnya
        > > dengan begini kan kita jadi tau sudah sampe di tataran yg sama ato belom
        > > ^_^
        > >
        > >
        > > pengalaman pa djati saat melihat ilustrasi UL itu
        > > kenapa banyak tetek bengeknya?
        > > itu hanya karena pa djati ga ngerti aja arti smua itu
        > >
        > > kenapa ga ngertinya,
        > > apakah kesalahan si agen yg tidak menjelaskan arti semua itu pada pa djati
        > > ataukah karena hal lainnya ... sy ga urus itu
        > >
        > > di sini sy cuma menyoroti produknya
        > > sperti kata peribahasa thailand "tak kenal maka tata young"
        > >
        > >
        > > skitar tahun 2007 sy juga bgitu kondisinya,
        > > ga ngerti itung2annya asuransi, properti, saham, RD, kartu kredit dll
        > > hanya saja sy dapet kesempatan u memahami semuanya
        > > karena ada orang yg mau meluangkan waktunya u membuat sy ngerti
        > >
        > > sebelum itu, asuransi apapun pasti sy tolak,
        > > bukan karena produknya, tapi karena sy nya yg ga ngerti
        > > di mata sy saat itu, itung2annya gelap, lebih baik sy tolak
        > >
        > > padahal ada cara yg lebih baik,
        > > pahami dulu sampe bisa melihat bagus ato ga nya,
        > > baru putuskan perlu ato ga,
        > > kalopun perlu, mahal ato murah
        > >
        > > paham sekali, paham seumur hidup... ^_^
        > >
        > >
        > > Sy kaya bukan karena memiliki segalanya,
        > > sy kaya karena tidak memerlukan apa-apa lagi - quote by Someone
        > >
        > > -prie-
        > >
        > >
        > >
        > > Dari: "djatihs@..." <djatihs@...>
        > > Kepada: "SSR-Klub@yahoogroups.com" <SSR-Klub@yahoogroups.com>
        > > Dikirim: Jumat, 26 April 2013 13:37
        > > Judul: Re: Bls: Bls: Bls: Bls: Bls: Bls: Bls: Bls: komparasi UL vs TL+RD ... was Bls: Bls: [SSR-Klub] Re: Investasi Reksadana Mahasiswa
        > >
        > >
        > > Iya pak pri, koreksinya dan edtingnya sy terima mentah2 gak perlu dipikir2 lagi deh...
        > >
        > > Kebetulan sy dalam hidup ini pernah dikasih kesempatan lihat ilustrasi UL dan TL, msh lumayan inget mudah2an. Di UL ada biaya tetek bengek akuisisi, admin, payor, jiwa, dll ada porsi savernya jg brp. Di TL ya biaya aja, diikhlaskan karena memang mau beli asuransi bukan 'menabung' ayo bung...
        > >
        > > Kenapa UL pakai reverse engineering atau counting untuk mencari biaya tahun ke-x nya?
        > > Katanya lebih jelaas...
        > >
        > > *benerin laptop dulu*
        > > Sent from my BlackBerry® smartphone on O2
        > > From: priambudi <prietea@...>
        > > Sender: SSR-Klub@yahoogroups.com
        > > Date: Tue, 23 Apr 2013 13:56:02 +0800 (SGT)
        > > To: SSR-Klub@yahoogroups.com<SSR-Klub@yahoogroups.com>
        > > ReplyTo: SSR-Klub@yahoogroups.com
        > > Subject: Bls: Bls: Bls: Bls: Bls: Bls: Bls: Bls: komparasi UL vs TL+RD ... was Bls: Bls: [SSR-Klub] Re: Investasi Reksadana Mahasiswa
        > >
        > >
        > > ^_^
        > > bukan ke serang ya? mudah2an tidak ada yg menyerang ,,
        > >
        > > pa djati,
        > > tulisan pa djati ni ada ketidaksesuaian,
        > > ni sy copas
        > > "Apa bener biaya UL lebih jelas, biaya TL remang2?
        > > Balik lagi, kenapa pake reverse counting untuk compare di sisi biaya UL nya kalo memang udah jelas?"
        > >
        > > kalimat pertama, pa djati tulis (sy kapitalkan yg pentingnya)
        > > "biaya UL LEBIH jelas"
        > > kalimat kedua
        > > "biaya UL .... UDAH jelas"
        > >
        > > dengan redaksi kalimat kedua,
        > > secara ga langsung, pa djati sudah mengubah arti tulisan sy sebelumnya
        > > yg sy tuliskan "biaya UL LEBIH jelas" berubah jadi "biaya UL UDAH jelas"
        > >
        > > kalo sy jawab pertanyaan tersebut tanpa mengklarifikasi arti kalimatnya,
        > > dengan tidak langsung sy menyetujui kalo sy sebelumnya tulis
        > > "biaya UL UDAH jelas"
        > > padahal sy ga maksudkan bgitu lho.... ^_^
        > >
        > > nanti kalo diskusinya memanjang,
        > > dalam pikiran pa djati, sy plin plan...
        > > "dulu katanya 'biaya UL UDAH jelas', kok ga ngakuin?"
        > >
        > > dalam pikiran sy,
        > > "yg bilang 'biaya UL UDAH jelas' kan ente,
        > > sy cuma tulis 'biaya UL LEBIH jelas'..."
        > >
        > > jadi ujung2nya diskusinya ga nyambung....
        > > bgitu?
        > >
        > > lebih baik laptopnya dibetulin dulu sebelom dikembalikan ^_^
        > >
        > > btw tau kan perbedaan dampak dua kata yg dikapitalkan itu?
        > > kalo pa djati menangkap maksud tulisan sy yg "biaya UL LEBIH jelas" itu,
        > > maka pertanyaan kedua yg 'kenapa' itu ga akan muncul ^_^
        > >
        > >
        > > Sy kaya bukan karena memiliki segalanya,
        > > sy kaya karena tidak memerlukan apa-apa lagi - quote by Someone
        > >
        > > -prie-
        > >
        > >
        > > Dari: "djatihs@..." <djatihs@...>
        > > Kepada: "SSR-Klub@yahoogroups.com" <SSR-Klub@yahoogroups.com>
        > > Dikirim: Minggu, 21 April 2013 22:31
        > > Judul: Re: Bls: Bls: Bls: Bls: Bls: Bls: Bls: komparasi UL vs TL+RD ... was Bls: Bls: [SSR-Klub] Re: Investasi Reksadana Mahasiswa
        > >
        > >
        > > Iya pak pri, mungkin...
        > >
        > > Tapi sy kira ga perlu terlalu repot sampe pembacanya perlu jadi stadion cenayang jakarta segala... ^^ Cukup artikan yg sy tulis, itu yg saya maksud, dan harus sy pertanggung jawabkan.
        > >
        > > Oh iya pa pri, balik ke laptop...
        > > Gimana sih pak pri melihat biaya TL dan UL sehubungan dgn kejelasannya.
        > > Apa bener biaya UL lebih jelas, biaya TL remang2?
        > > Balik lagi, kenapa pake reverse counting untuk compare di sisi biaya UL nya kalo memang udah jelas?
        > >
        > > Ini nanya beneran... Jgn dibuat asumsi2 kemana2, atau menerka2 apa tujuan/iktikad sy nanya.
        > >
        > > Takutnya mau ke bandung malah jadi ke serang nanti.
        > >
        > >
        > > Sent from my BlackBerry® smartphone on O2
        > > From: priambudi <prietea@...>
        > > Sender: SSR-Klub@yahoogroups.com
        > > Date: Sat, 20 Apr 2013 14:31:19 +0800 (SGT)
        > > To: SSR-Klub@yahoogroups.com<SSR-Klub@yahoogroups.com>
        > > ReplyTo: SSR-Klub@yahoogroups.com
        > > Subject: Bls: Bls: Bls: Bls: Bls: Bls: Bls: komparasi UL vs TL+RD ... was Bls: Bls: [SSR-Klub] Re: Investasi Reksadana Mahasiswa
        > >
        > >
        > > ^_^
        > > yaa dari mana lagi pak kalo bukan dari tulisan pa djati sendiri
        > >
        > > itu artinya gampang pa,
        > > brarti yg pa djati maksud dalam pikiran,
        > > saat dituangkan dalam bentuk tulisan,
        > > ga sampe tu gambarannya ke pembaca, khususnya sy ..
        > >
        > > yaa solusi yg sy bayangkan saat ini u menyamakan pandangan cuma 2
        > > pertama pembacanya jadi cenayang yg bisa tau apa yg pa djati maksud
        > > walaupun tulisannya ga mengarah ke sana
        > >
        > > kedua, pa djati yg tulisannya dibuat supaya pembaca ga salah interprestasi ^_^
        > >
        > > mungkin yg pertama lebih mudah kali ya,
        > > cuma sy sih ga bisa, mungkin orang laen bisa... ^_^
        > >
        > >
        > > Mungkin selama ini smua tulisan pa djati salah semua sy persepsikan,
        > > tapi yaa sy cuma bisa menginterprestasi dari apa yg sy baca
        > > yg namanya tulisan kan ga ada nadanya,
        > > beda dengan bahasa lisan...
        > >
        > > contoh cerita pa djati aja yg pesannya pake bahasa lisan aja masih salah kaprah
        > > apalagi ini yg cuma tulisan... ^_^
        > >
        > > dan sy ga tau kalo sesama teman juga dianggap konsultasi,
        > > bagi sy kalo sm teman yg sharing pandangan, bukan konsultasi
        > > konsultasi ya sama konsultan profesional
        > > kalo minta pendapat profesional teman yg berprofesi sbg konsultan,
        > > yaa brarti sy harus memberi harga pada pendapatnya itu,
        > > ga bisa gratis, walaupun mungkin ga dibayar saat ini atau bukan dalam bentuk uang
        > > tapi tetep harus ada harga yg kita bayar
        > >
        > > itu baru namanya ceng li... ^_^
        > >
        > >
        > > Sy kaya bukan karena memiliki segalanya,
        > > sy kaya karena tidak memerlukan apa-apa lagi - quote by Someone
        > >
        > > -prie-
        > >
        > > Dari: "djatihs@..." <djatihs@...>
        > > Kepada: "SSR-Klub@yahoogroups.com" <SSR-Klub@yahoogroups.com>
        > > Dikirim: Kamis, 18 April 2013 15:43
        > > Judul: Re: Bls: Bls: Bls: Bls: Bls: Bls: komparasi UL vs TL+RD ... was Bls: Bls: [SSR-Klub] Re: Investasi Reksadana Mahasiswa
        > >
        > >
        > > Pa prie,
        > > Kenapa jadi interpretasinya sy melarang ya...
        > > Bagian mana saya melarang nya pak?
        > > Pertanyaan sy rasanya valid, karena TL itu jelas semua yg disetorkan adalah biaya hangus...
        > >
        > > Juga mengenai konsultan yg dibayar sebelumnya.
        > > Banyak konsultan yg gratis kok pak, apalagi ama teman..
        > >
        > > Sy copas artikel lama dr milist sebelah mengenai ini, ada catatan dibagian akhirnya. Juga untuk pak adhie...
        > >
        > > ----
        > >
        > > Dahulu kala ada 2 orang kakak beradik. Ketika ayahnya meninggal sebelumnya berpesan dua hal:
        > >
        > > - Pertama : Jangan pernah menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu.
        > >
        > > - Kedua : Jika mereka pergi dari rumah ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.
        > >
        > > Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin. Ibunya yang masih hidup menanyakan hal itu kepada mereka. Jawab anak yang bungsu:
        > >
        > >
        > >
        > > "Ini karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih. Juga Ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong, padahal sebetulnya saya bisa berjalan kaki saja, tetapi karena pesan ayah itu, akibatnya pengeluaranku bertambah banyak".
        > >
        > >
        > > Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, ibupun bertanya hal yang sama. Jawab anak sulung:
        > >
        > > "Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena Ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak pernah menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut "Juga Ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam. Karenanya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup. Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama".
        > >
        > > -----
        > >
        > > Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan presepsi yang berbeda. Jika kita melihat dengan positive attitude maka segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita .. pilihan ada di tangan anda.
        > >
        > > Berusahalah melakukan hal biasa dengan cara yang luar biasa.
        > >
        > > ---
        > >
        > >
        > > Salam,
        > > Sent from my BlackBerry® smartphone on O2
        > > From: priambudi <prietea@...>
        > > Sender: SSR-Klub@yahoogroups.com
        > > Date: Tue, 16 Apr 2013 12:53:08 +0800 (SGT)
        > > To: SSR-Klub@yahoogroups.com<SSR-Klub@yahoogroups.com>
        > > ReplyTo: SSR-Klub@yahoogroups.com
        > > Subject: Bls: Bls: Bls: Bls: Bls: Bls: komparasi UL vs TL+RD ... was Bls: Bls: [SSR-Klub] Re: Investasi Reksadana Mahasiswa
        > >
        > >
        > > ^_^
        > > bgitulah manusia pa,
        > > kalo belom tau buat apa yaa gimana bisa memanfaatkannya dengan maksimal?
        > >
        > > kalo memang ga mau memanfaatkannya dengan maksimal, ya gapapa
        > > hanya saja, jangan melarang orang yg mo memanfaatkannya dengan maksimal
        > > u menghitungnya lebih detail ^_^
        > >
        > >
        > > bagi pa djati harga premi TL sudah cukup jelas, yaa silakan
        > > tapi jangan melarang orang yg merasa harga premi UL cukup murah juga
        > > ^_^
        > >
        > > kalo mo dipertanyakan, yaa jangan protes kalo penjelasannya lewat caranya yg ditanya
        > > kan pengen tau alasannya dari orang tersebut... bgitu?
        > >
        > > bukankah dengan bgitu kita belajar lebih banyak?
        > >
        > >
        > > Sy kaya bukan karena memiliki segalanya,
        > > sy kaya karena tidak memerlukan apa-apa lagi - quote by Someone
        > >
        > > -prie-
        > >
        > > Dari: "djatihs@..." <djatihs@...>
        > > Kepada: "SSR-Klub@yahoogroups.com" <SSR-Klub@yahoogroups.com>
        > > Dikirim: Sabtu, 13 April 2013 5:01
        > > Judul: Re: Bls: Bls: Bls: Bls: Bls: komparasi UL vs TL+RD ... was Bls: Bls: [SSR-Klub] Re: Investasi Reksadana Mahasiswa
        > >
        > >
        > > Ow yg menghapus nama2 produknya itu juga yg bersangkutan ^_^ (sebentar sy mikir)...
        > >
        > > Ya udah kalo gitu, mau gmn lagi.
        > >
        > > Buat saya orang awam, biaya asuransi TL itu justru jelas ya premi yg kita setorkan... Komponennya? Ga perlu dibreakdown, buat apa.
        > >
        > > Makanya pak pri ga perlu ngelakuin apa itu... Mm reverse engineering apa ya, untuk melakukan perhitungan TL.
        > >
        > > Biaya UL itu justru ga jelas, makanya dihitung dari hasil investasi dikurang pertumbuhan n modal sebelumnya kan.
        > >
        > > Apa sy salah n kebolak memahaminya?...
        > >
        > >
        > >
        > >
        > > Sent from my BlackBerry® smartphone on O2
        > > From: priambudi <prietea@...>
        > > Sender: SSR-Klub@yahoogroups.com
        > > Date: Sat, 13 Apr 2013 00:21:07 +0800 (SGT)
        > > To: SSR-Klub@yahoogroups.com<SSR-Klub@yahoogroups.com>
        > > ReplyTo: SSR-Klub@yahoogroups.com
        > > Subject: Bls: Bls: Bls: Bls: Bls: komparasi UL vs TL+RD ... was Bls: Bls: [SSR-Klub] Re: Investasi Reksadana Mahasiswa
        > >
        > >
        > > ^_^
        > > kalo pa djati bilang 'konsultan' maka sudah profesi ya,
        > > kalo profesi, ada bayarannya ya... ^_^
        > >
        > > atau apa sekarang yg namanya 'konsultan' ga dibayar?
        > > wajar ga kalo sy menginterprestasikan
        > > bahwa pa djati menyangka sy dibayar dengan menyebut sy konsultan asuransi?
        > >
        > > sorry lho, sy ga tau kalo itu ngasal, ga bisa dibedain nadanya sih di tulisan...
        > > ta pikir bagian dari topik ^_^
        > >
        > >
        > > etika bahwa yg bersangkutan, temen sy itu, ga mau ada nama yg muncul,
        > > baik nama dia, TL dan UL, makanya dihapus sama yg bersangkutan ^_^
        > >
        > >
        > > ^_^
        > > bukankah sudah sy tulis?
        > > "tapi di tulisan ini yg mo sy bandingkan bukan RD vs UL.
        > > tulisan ini membandingkan biaya2 yg dipotong oleh UL
        > > vs biaya2 yg dipotong oleh TLnya"
        > >
        > > perlu sy perjelas?
        > > BIAYA-BIAYA?
        > > ^_^
        > >
        > > selama ini yg jadi masalah adalah TL dibilang murah,
        > > padahal ga juga
        > > TL itu asuransi paling primitif dari AsJi, paling pertama diciptakan
        > > paling murah? tidak
        > >
        > > yg jadi masalah kan, gimana cara membandingkan biayanya?
        > > TL ga diketahui komponennya
        > > WL juga sama ajah gelapnya
        > > DG apalagi. lebih ga bisa diketahui
        > > UL yg paling terbuka soal biaya2...
        > > paling terbuka bukan brarti terbuka lebar2 semuanya ya,
        > > tetep aja masih ada yg harus dikira2
        > >
        > >
        > > ya sy buat aja perbandingan sederhana,
        > > jumlah uang yg sama, dikeluarkan selama selang waktu yg sama
        > > dengan UP jiwa yang sama dan pertumbuhan dana yg sama
        > >
        > > kalo hasilnya berbeda brarti ada yg menggerogoti lebih banyak
        > > gampang kan?
        > >
        > > sayangnya dalam perbandingan ini masih ada satu perbedaan,
        > > coverage usia masih berbeda,
        > > coba kalo coverage usia bisa disamakan, pasti lebih aktual
        > >
        > > dari perbandingan yg sy buat,
        > > ternyata u smoker, biaya UL masih lebih murah
        > > bahkan sampai usia proteksi 99 tahun pun, masih lebih murah
        > > daripada TL 20tahunan yg proteksinya cuma sampe 57 tahun
        > >
        > > bgitu?
        > > menang di mana? menang di biayanya
        > >
        > >
        > > kalo mo perbandingan pertumbuhan aktual,
        > > pertumbuhan UL A dibandingkan RD K,
        > > itu sih selama datanya ada di bloomberg,
        > > wah gampang banged bandinginnya
        > > yg penting tau caranya... ^_^
        > >
        > >
        > > btw daftar RDS yg ditulis itu, no 1nya apa ya?
        > > soalnya dari daftar itu rata2 ga terlalu bagus,
        > > yg bisa masuk kriteria cuma no 9 sama 13 doang
        > > yg lainnya cuma berselancar di kenaikan bursa saham,
        > > bukan mengarungi lautan
        > > ^_^
        > >
        > >
        > > Sy kaya bukan karena memiliki segalanya,
        > > sy kaya karena tidak memerlukan apa-apa lagi - quote by Someone
        > >
        > > -prie-
        > >
        > >
        > > Dari: Hananto Djati <djatihs@...>
        > > Kepada: "SSR-Klub@yahoogroups.com" <SSR-Klub@yahoogroups.com>
        > > Dikirim: Jumat, 12 April 2013 5:40
        > > Judul: Re: Bls: Bls: Bls: Bls: komparasi UL vs TL+RD ... was Bls: Bls: [SSR-Klub] Re: Investasi Reksadana Mahasiswa
        > >
        > >
        > > Oh soal konsultan asuransi itu jelas saya ngasal..
        > > Tapi karena kebetulan pak pri punya fakta nya, jadi bisa di ralat kalo salah.
        > > Coba kalo saya ganti pak pri jadi bpk A.. Ya ga ada yang bisa verifikasi.
        > > Begitu juga soal hitung2an.
        > > Btw sy blm faham soal melanggar kode etik yg seperti apa yg pak pri maksud, kalo menyebutkan produk dalam perbandingan.
        > >
        > > Kembali ke topik..
        > > Saya nggak pernah bilang pak pri dibayar lho. sumpah deh, sy cari2 di sent items mungkin salah tulis tp ga ada tuh.
        > > Saya juga nggak membandingkan pertumbuhan UL dan BTAID.
        > > UL kan gak bisa dipisahkan dari pertumbuhan investasi dan ongkos asuransi. Saling terkait.
        > > Begitu juga BTAID. Apalagi dgn hitungan excelsheet nya pak pri itu.. Ada gamba
        > >
        > > Itulah kenapa saya awalnya tanya, kalo pak pri bilang UL bisa mengalahkan TL+RD itu 'mengalahkan' dalam hal apa?
        > > Itu aja.
        > >
        > > Berhubung sudah ada yang punya data komplitnya di reply pak anwar, maka kita pakai itu aja untuk move on.
        > > Tinggal di cek kebenaran datanya deh.
        > >
        > > Oh iya saya baru buka blog nya lagi dan baru 'ngeh' sama satu fakta. Ternyata perbandingan pertumbuhan UL nya ngambil dari 'Estimasi Nilai Investasi Max' di form ilutrasi UL untuk calon nasabah ya...
        > >
        > > Hmm.. Deadlock ini pak.
        > > Saya selalu beranggapan yang diilustrasi (nilai investasi UL) tsb hanya model selling kit aja.
        > > Gak definitif atau bisa dijadikan acuan karena sangat 'abu2'.
        > >
        > > Atau ada yang bisa memberikan klarifikasi/breakdown nilai2 pencapaian investasi di ilustrasi tsb?
        > > bagus tuh kalo ada...
        > >
        > > P.S : Maksudnya 'model selling kit' itu mirip proposal investasi franchise yang ada hitungan BEP nya berapa tahun, pendapatan brp perhari, dll. uhanya gambaran rough aja untuk menarik calon customer. Ga bisa dijadikan hitungan akurat.
        > >
        > > Trims,
        > >
        > >
        > >
        > > From: priambudi <prietea@...>
        > > To: "SSR-Klub@yahoogroups.com" <SSR-Klub@yahoogroups.com>
        > > Sent: Monday, April 8, 2013 12:12 PM
        > > Subject: Bls: Bls: Bls: Bls komparasi UL vs TL+RD ... was Bls: Bls: [SSR-Klub] Re: Investasi Reksadana Mahasiswa
        > >
        > >
        > > hah????
        > > konsultan asuransi????
        > > dapet kesimpulan dari mana tuuuh???
        > >
        > > sy tu cuma distributor MLM,
        > > yg kalo donline2 sy punya kesulitan
        > > sy harus bisa membantu mreka
        > >
        > > ya dari ngurus anak, cari pembantu,
        > > masak, kehamilan, ksehatan,
        > > ngatur uang belanja, cari diskonan,
        > > sampe saham, asuransi, RD, properti,
        > > buku2, percetakan, pertanian dan bisnis2 lainnya
        > > kalo donline sy nanya hal2 tsb karena ada masalah,
        > > yaa sy harus bisa jawab
        > > Bgitu?
        > > as simple as death.. eh dead...
        > >
        > > bukan brarti orang tanya asuransi trus sy compare,
        > > dia puas trus sy dibayar
        > > kata temen sy yg betawi mah 'kagak adee....'
        > > ane nyablak gatisan bang... ^_^
        > >
        > >
        > > naah mari kita kembali ke dunia nyata,
        > >
        > > btul sperti yg sy katakan kemarin,
        > > itu artinya pa djati mau membandingkan sisi yg lain
        > > dari UL vs BTAID
        > >
        > > keunggulan BTAID adalah kita bisa memilih RD yg mana yg kita masuki
        > > sedangkan UL, kita ga bisa pilih2, adanya itu ya itu
        > >
        > > kalo sperti yg pa djati inginkan,
        > > artinya kita membandingkan pertumbuhan di UL vs pertumbuhan di RD,
        > > naah kalo dah bgitu kan tergantung RDnya
        > >
        > >
        > > tapi di tulisan ini yg mo sy bandingkan bukan RD vs UL.
        > > tulisan ini membandingkan biaya2 yg dipotong oleh UL
        > > vs biaya2 yg dipotong oleh TLnya
        > >
        > > jadi walopun persentasenya 5%, 6%, 10%, 12%, 18%,
        > > maupun lebih dari itu, asalkan ada ilustrasi ULnya,
        > > biaya yg dipotong kan tetap segitu2 aja,
        > > yaa perbandingannya ga akan jauh berbeda,
        > > bgitu pa
        > >
        > >
        > > tulisan ini menunjukkan kalo biaya di UL
        > > bisa lebih murah daripada biaya di TL
        > > tapiii, sperti sy bilang di akhir tulisan,
        > > ULnya harus pinter cara mainkannya...
        > >
        > > apakah UL selalu lebih murah biayanya? belum tentu
        > >
        > >
        > > sy ga punya data2 UL dan asuransi yg lainnya,
        > > dunia sy bukan di situ
        > > kalo mo tanya steam table boleeh.
        > > pembakaran juga okelah
        > >
        > > sy hanya dapet data kalo ada orang yg bawa,
        > > minta dikomparasi, bgitu?
        > >
        > > dan bukan sy itungin trus dianya pilih ya,
        > > sy bantu dia u ngerti cara itungnya.
        > > Sy ni pemales, ntar dianya bawa data laen
        > > trus sy lagi yg mesti itung, status repot kalo gitu
        > >
        > > tapi kalo dah paham cara ngitungnya,
        > > kan selanjutnya bisa ngitung sendiri... beres tugas sy..
        > > sy bisa melanjutkan baca komik ^_^
        > >
        > > makanya, kalo ada yg punya data,
        > > mari kita hitung bersama
        > > kalo nanya data ke sy mah, yaa sy juga ga taaauu ^_^
        > >
        > >
        > > Sy kaya bukan karena memiliki segalanya,
        > > sy kaya karena tidak memerlukan apa-apa lagi - quote by Someone
        > >
        > > -prie-
        > >
        > > Dari: "djatihs@..." <djatihs@...>
        > > Kepada: "SSR-Klub@yahoogroups.com" <SSR-Klub@yahoogroups.com>
        > > Dikirim: Minggu, 7 April 2013 13:12
        > > Judul: Re: Bls: Bls: Bls: komparasi UL vs TL+RD ... was Bls: Bls: [SSR-Klub] Re: Investasi Reksadana Mahasiswa
        > >
        > >
        > > Pa pri, sebenernya ga musti produk incaran saya yg mana yg mau dibandingkan. Soalnya hasil tsb kan di publish sebagai materi komparasi teknis, bukan bahan promosi produk tertentu bukan bahan buat pertimbangan saya jg.
        > >
        > > Dgn begitu produknya juga sebaiknya jelas dan metode sampling return investasi nya yg sy kritisi juga jgn disamakan karena return UL 18% itu kan udah persentil tinggi-mau-mentok nya tuh, tp buat RDS sih baru menengah2 aja.
        > >
        > > Silakan aja ambil dari produk yg ada dibloomberg, yg paling gampang sy ambil dr list nya pak Marco sebelumnya.
        > >
        > > 2. Samuel Indonesian Eq Fund +52.50%
        > > 3. Syailendra Eq Op Fund +32.68%
        > > 4. Milenium Equity + 31.28%
        > > 5. Pratama Equity +30.99%
        > > 6. Emco Growth Fund +30.11%
        > > 7. Danareksa Konsumer 10 +29.80%
        > > 8. Pratama Saham +27.97%
        > > 9. MNC Dana Ekuitas +26.84%
        > > 10. TRAM Eq Focus +26.44%
        > > 11. Lautandhana Eq Progresif +25.87%
        > > 12. Batavia Dana Saham Optimal +25.43%
        > > 13. Panin Dana Maksima +24.82%
        > >
        > > Untuk TL n UL nya bisa diambil juga yg sekelas dari berbagai aspek, terutama persaingan peringkat perusahaan di pasaran. Karena biasanya mereka saling benchmark banyak hal, harga, coverage, service, sales, dll. Jadi lebih akurat.
        > >
        > > Ga usah repot2, ambil aja Pru, Manu, Alli. Pak pri kan di konsultan asuransi jg, jd mustinya gampang dpt data.
        > >
        > > Terus nama produknya ga perlu ditutupi pak.
        > >
        > > Di negara lain, sy menemukan buanyaaaak sekaliiii.... Website atau company yg tugasnya mengkompare product. Benar2 detail, ga malu2, ga juga melanggar etika tuh. Kan tujuanya untuk customer agar mudah memilih produk yg sesuai.
        > >
        > > Coba googling:
        > > gocompare.com atau
        > > moneysupermarket.com
        > >
        > > Justru dgn begitu, persaingan bisnis jadi sehat. Benar2 semua ya bersaing dgn product-base competition. Bukan spt yg terjadi di indonesia, jual asuransi merekrut agen dgn tujuan agen tsb bisa merekrut family nya.
        > >
        > > Gitu kira2 pak.
        > >
        > > Salam,Djati
        > > Sent from my BlackBerry® smartphone on O2
        > > Seminar 'Mengelola Keuangan untuk Masa Depan' bersama Safir Senduk
        > > Khusus Karyawan PT Jasa Marga Cabang
        > > Surabaya, Senin 8 April 2013 - Semarang, Rabu 10 April 2013
        > >
        > > Seminar 'Menyusun Portofolio Investasi' bersama Safir Senduk
        > > bersama PT SOHO Industri Pharmacy
        > > Khusus Dokter & Tenaga Medis, April 2013
        > > Hotel Sutos Surabaya, Sabtu 6 April & Minggu 7 April
        > > Hotel Savana Malang, Selasa 9 April
        > > Batam, Sabtu 20 April - Pekanbaru, Minggu 21 April 2013
        > > Jakarta, Rabu 24 April, Sabtu 27 April
        > > Bogor, Minggu 28 April
        > >
        > > Seminar bersama Safir Senduk khusus Karyawan PT XL Axiata
        > > Rabu 17 April 2013, Gd. Grha XL Jakarta, Pkl 14-17 sore
        > >
        > > Video Tips & Seminar, kunjungi youtube.com/user/SafirSenduk
        > > ___________________________________________________
        > >
        > > Switch to: Text-Only, Daily Digest • Unsubscribe • Terms of Use • Send us Feedback
        > > .
        > >
        > >
        > >
        > >
        > >
        > >
        > >
        > >
        > >
        > >
        > >
        > >
        > >
        > >
        > >
        > >
        >



      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.