Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [SSR-Klub] Sharing : Membatalkan polis unitlink

Expand Messages
  • moza09@ymail.com
    Bagus sekali sharingnya pak budi..kalau ini benar...sangat buruk dan tercela itu financial planner yg mengarahkan seperti itu... Makanya ambil keputusan
    Message 1 of 126 , Oct 31, 2010
    View Source
    • 0 Attachment
      Bagus sekali sharingnya pak budi..kalau ini benar...sangat buruk dan tercela itu financial planner yg mengarahkan seperti itu...

      Makanya ambil keputusan asuransi itu bukan dari siapa2 tp pelajari dan pahami sendiri..

      Krn financial planner juga sama2 manusia cari makan disitu pasti juga tdk seratus persen obyektif..agen juga sama tdk seratus persen objectif.

      So pahami sendiri aja

      Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!


      From: sbastian ms <mohamad.sbastian@...>
      Sender: SSR-Klub@yahoogroups.com
      Date: Thu, 28 Oct 2010 08:42:15 +0700
      To: <SSR-Klub@yahoogroups.com>
      ReplyTo: SSR-Klub@yahoogroups.com
      Subject: Re: [SSR-Klub] Sharing : Membatalkan polis unitlink

       

      Pak, jika masa kontrak selesai katakanlah 5 atau 10th, maka perusahaan asurnasi akan terus membayarkan premi sampai umur kita 65 th..yang mebayarkan bukan perusahaan asuransi kan? tapi tetap menggunakan uang kita dari nilai investasi di unitlink?

      Bagaimana jika nilai investasi tidak mencukupi untuk membayarkan polis?



      2010/10/27 <oetjoe96@...>
       

      Pak, kyknya pak budi itu cerita fiktif ya? Dikarang oleh agen unitlink :)

      Piss ah,..


      Sent from my BlackBerry®
      powered by Sinyal Kuat INDOSAT


      From: "Zevry Yudha" <zevry.yudha@...>
      Date: Tue, 26 Oct 2010 08:53:44 +0700
      Subject: RE: [SSR-Klub] Sharing : Membatalkan polis unitlink

       

      Mau kasih pendapat atau trik nih.

      Jika sudah ada yang terlanjur ambil UL seperti Pak Budi, lebih baik diteruskan. Kemudian lakukan cuti premi.

      Jika sudah cuti premi, dana 2jt/bln bisa diinvestasikan ke reksadana, emas, dll dsb etc.

      Jadi jika terjadi musibah seperti yang Pak Budi alami, maka nasabah tetap mendapatkan manfaat penyakit kritis dari UL tsb dan tentunya bebas bayar premi sampai usia 75tahun…

      Tapi harus diingat, nasabah secara berkala harus mengecek nilai tunai pada polis mereka agar tidak lapse.

       


      From: SSR-Klub@yahoogroups.com [mailto:SSR-Klub@yahoogroups.com] On Behalf Of Solomon Firm
      Sent: 22 Oktober 2010 15:53
      To: SSR-Klub@yahoogroups.com
      Subject: [SSR-Klub] Sharing : Membatalkan polis unitlink

       

       

      Saya mau sharing sedikit tentang seorang bapak berusia 32 tahun, dengan 2 orang anak berusia 5 & 7 tahun.

       

      Pada desember tahun 2008, sang bapak, sebut saja Pak Budi merencanakan dana pendidikan dengan mengambil asuransi unitlink dengan tujuan memproteksi dana pendidikan bagi anak2nya. Premi yang dibayarkan sebesar Rp2jt/bulan.

       

      Sang agen membuat ilustrasi sbb:

      Premi asuransi : 8 jt/tahun   = 667 ribu/bulan

      Premi investasi : 16 jt/tahun = 1.3 jt/bulan

      Bayar Premi 10 tahun

       

      Manfaat meninggal 500jt

      Manfaat penyakit kritis 100 jt

      Dan manfaat BEBAS PREMI sd usia 75 tahun

       

      Beliau mengasumsikan pada saat anak II berusia 18 tahun akan tersedia dana +/- 420jt untuk anaknya kuliah, dengan asumsi return 10% per tahun

       

      Pada Juli 2010, Pak Budi mengikuti seminar tentang unitlink yang dibawakan oleh seorang penulis buku ttg unitlink. 

       

      Sepulang dari seminar itu , sesuai dengan saran yang ia dengar bahwa adalah lebih baik membeli asuransi secara terpisah, asuransi ya asuransi, investasi ya pilih emas, reksadana, saham atau lain2. Pada bulan itu juga Pak Budi menutup polis unitlinknya yg belum berusia 2 tahun. Setelah berkonsultasi dengan financial planner dalam seminar itu, ia membeli asuransi non unitlink secara terpisah, dan dana investasi ia kelola di reksadana.

       

      Dengan membeli asuransi secara terpisah dengan dana yang sama, manfaat yang sama ia ternyata hanya membayar premi sebesar 3 jt/tahun, sehingga ia dapat menambah investasi nya menjadi 21jt/thn (dari yg sebelumnya hanya 16 jt/th). Pak Budi membeli reksadana/emas/lain dan ia mendapat gambaran saat anak II nya kuliah maka akan ada dana sebesar 562 jt , dengan asumsi return 10%(lebih besar 140 jt dibandingkan membeli unitlink). 

       

      Pak Budi merasa jasa financial planner tsb sangat besar. Dan ia merasa telah mengambil keputusan yang tepat.

       

      Namun, roda kehidupan berjalan lain. Pada Sept 2010, Pak Budi mengalami stroke. Pak Budi merasa bersyukur telah mempunyai asuransi sebesar Rp 100jt dan ia tidak perlu membayar asuransi lagi (Rp3jt/thn). Tetapi karena stroke, Pak Budi terpaksa harus keluar dari tempat kerjanya sebagai seorang manajer karena sudah tidak bisa lagi melakukan pekerjaan spt biasa. 

      hal tsb mengganggu keuangan keluarga, ia harus menghemat, dan ia TIDAK BISA LAGI           berinvestasi di reksadana/emas/lain(sebesar Rp 21jt/thn)  krn di REKSADANA/EMAS/LAIN2 tidak ada manfaat bebas bayar, bahkan ia MENGAMBIL DANA INVESTASINYA untuk kehidupan sehari-hari.

       

      Ia MENYESAL telah menutup polis asuransi unitlink nya karena jika ia tetap meneruskan polisnya maka, SELURUH DANA (Rp 24jt/th)akan terus ditabungkan oleh perusahaan asuransi tempat ia mengambil asuransi sampai ia berusia 75 thn dan ia tidak perlu risau untuk biaya kuliah anaknya.

      Ia MENYESAL terlalu mementingkan NILAI UANG di masa depan sementara PROTEKSI DANA adalah hal yang juga SANGAT PENTING.

       

      Beliau menganjurkan bagi rekan2 yang ingin menutup polis dan mengambil secara terpisah memikirkan hal tsb secara matang.

       

       

       

      Salam,

      Sony Yulianto

       

       

       

       

       

       

       

       

       

      NB : Cerita di atas hanyalah suatu ilustrasi, dengan ilustrasi perhitungan premi , asuransi , dana investasi yang sebenarnya .

      Namun bayangkan kalau anda menjadi Pak Budi ...... pertimbangkan secara matang setiap mengambil keputusan. Berkonsultasilah kepada orang yang tepat.

       

       

       

       

      Tidak ada virus ditemukan dalam pesan masuk.
      Diperiksa oleh AVG - www.avg.com
      Versi: 9.0.862 / Basis Data Virus: 271.1.1/3217 - Tanggal Rilis: 10/25/10 01:34:00




      --
      sbastian

      http://kecil.tokopedia.com
      --kidz fashion--

    • priambudi
      syukurlah kalo berguna pa ada topik yg jadi ketertarikan khusus? mungkin bisa kita bahas bersama... ^_^ kip de spirit haih prie
      Message 126 of 126 , Jan 4, 2011
      View Source
      • 0 Attachment
        syukurlah kalo berguna pa

        ada topik yg jadi ketertarikan khusus?
        mungkin bisa kita bahas bersama... ^_^


        kip de spirit haih

        prie


        Dari: M. Saiful Effendi <ipul15@...>
        Kepada: SSR-Klub@yahoogroups.com
        Terkirim: Jum, 24 Desember, 2010 10:08:06
        Judul: Re: Bls: Bls: Bls: [SSR-Klub] Sharing : Membatalkan polis unitlink

         

        Pak Prie, saya sangat senang membaca pencerahan yang diberikan pak Prie sehingga banyak pengetahuan yang saya dapat dari milis ini.
        keep spirit ya....

        wassalam
        mse



        From: priambudi <prietea@...>
        To: SSR-Klub@yahoogroups.com
        Sent: Thursday, December 23, 2010 11:25:34
        Subject: Bls: Bls: Bls: [SSR-Klub] Sharing : Membatalkan polis unitlink



        pa mada, sy nebeng ya 
        sebelumnya sy coba clear kan dulu 
        kalo maksud sy menanggapi ini bukan untuk mendukung salah satu produk ... ^_^
        kebetulan aja email pa mada yg sy reply

        sy hanya ingin agar kita bisa membandingkan sesuatu lebih tepat porsinya...

        yg sy lihat bgini...
        orang membandingkan UL dengan reksadana... sebenarnya UL yg mana dengan RD yg mana?
        karena setiap UL punya kinerja yg berbeda-beda
        dan setiap reksadana punya kinerja yg berbeda-beda...

        kita sudah berusaha membandingkan instrumen yg sama... misalnya yg sama2 dasarnya saham
        tapi dalam UL saham pun satu dengan yg lain berbeda-beda pertumbuhannya....
        demikian juga dalam RD saham, satu dengan yg lain berbeda2 pertumbuhannya...

        kenapa?
        karena komposisi sahamnya pada masing2 instrumen berbeda...
        jenis2 sahamnya, maupun persentase kepemilikannya...


        jangankan dengan jenis saham-saham yg berbeda...
        dengan jenis saham-saham yg sama saja, dengan persentase yg berbeda
        akan memberi pertumbuhan yg berbeda...
        apalagi kalo jenis saham-sahamnya berbeda...

        gambarannya gini
        dengan bahan yg sama, terigu + telor+gula+margarin... 
        dengan komposisi yg berbeda bisa dihasilkan kue yg berbeda-beda
        apalgi kalo bahan2nya lebih bervariasi???


        akibatnya apa?
        kita bisa aja mengambil UL saham yg kinerjanya tinggi, 
        dibandingkan kendan RD saham yg kinerjanya rata-rata.... lalu kita tarik kesimpulan... UL lebih untung

        atau sebaliknya...
        kita ambil RD saham yg kinerja tinggi, lalu dibandingkan dengan UL saham yg kinerjanya rata-rata
        lalu kita tarik kesimpulan... RD lebih untung...


        ada terlalu banyak data dan fakta diluar sana 
        sehingga orang bisa mengambil sesuai seperti kesimpulan yg dia inginkan...


        kenapa ini jadi masalah?
        karena jadinya orang memilih instrumen karena perbandingan angkanya...
        kalo kebetulan ketemu orang yg pegang data keunggulan UL, ya dia ikut UL
        kalo kebetulan ketemu orang yg pegang data keunggulan RD, ya dia ikut RD...
        kalo bgitu... siapa yg menguasai media informasi, maka dia lah yg menang....


        berbahaya kah?
        yaaa kira-kira sperti pengalaman yg pernah dialami teman sy..
        suatu saat anaknya pulang sekolah dengan menangis menggerung-gerung...
        ternyata waktu pelajaran matematika, bu guru nanya... 2x3 berapa anak?
        semua jawab empaaaat.......
        tapi ternyata anaknya jawab ... tiga ratuuuuuus...... dengan smangad...
        terus dia diketawain semuanya sampe malu...
        dan mreka ga berhenti mentertawakan sampe pulang sekolah....
        bahkan teman kelas sebelah pun turut mentertawakan....
         
        apa yg salah?
        ternyata anaknya menyangka '2x3' tuh pas foto, 'berapa' tuh disangka nanya harganya...
        salah??? tidak... yaa kalo cetak sekaligus 4 memang bisa seribu rupiah kok... ;-)
        masalahnya dia cuma terlalu sering maen ke tukang afdruk pas foto di depan rumahnya 
        informasi yg didapat terlalu banyak dari tukang foto shingga mendistorsi informasi dari sekolah ^_^


        maksud saya di sini, 
        sy mengajak masing2 dari kita...
        daripada kita memilih karena berdasarkan berbagai informasi dari luar
        cobalah kita mencoba untuk jadi pengolah dan penerjemah data..
        sehingga keputusan kita berdasarkan kesimpulan kita sendiri... bukan orang lain...

        jadi kalo ada yg bilang 'ayo kiriiiii'.... atau 'ayo kanaaan'... 
        kita ga langsung mengikuti begitu saja
        tapi mari kita coba u mencernanya culu... sy lebih baik ke kiri atau ke kanan?
        dan mungkin kita akan melanjutkan pertanyaan.... emang sy mau ke mana?

        kalo ternyata.... ke kiri atau ke kanan ga akan membuat sy sampai ke tujuan... 
        terus ngapain belok?... kalo lurus???
        oh ternyata kalo lurus pun ga akan sampai.... berarti salah jalan dong.... ayo putar balik....

        dari ajakan belok... jadi putar balik...
        hanya orang yg punya kepercayaan diri yg bisa melakukannya....


        prinsip sy tetap: 
        instrumen apapun ga ada yg jelek, 
        masalahnya tidak semuanya sesuai dengan selera kita

        sama sperti masakan... ga ada masakan yg ga enak... 
        karena ga ada koki yg dari awal berniat masak masakan ga enak...
        tapi karena selera.... jadi ada 2 kategori masakan u sy.... 'enak' vs 'enak bangeeedh'.... ^_^


        mumpung akhir tahun... biasanya kan kita menutupkan dengan tekad perbaikan ^_^


        kip d spirit haih

        prie



        Dari: Mada Aryanugraha <aryanugraha.md32@...>
        Kepada: Safir Senduk Perencana keuangan <ssr-klub@yahoogroups.com>
        Terkirim: Ming, 19 Desember, 2010 12:52:17
        Judul: RE: Bls: Bls: [SSR-Klub] Sharing : Membatalkan polis unitlink

         

        Sekedar informasi saja, untuk urusan investasi UL memang menginvestasikan uangnya dalam bentuk reksadana, maka dari itu NAB UL masuk dalam kolom yang sama dengan produk RD.
         
        Nah yang ingin saya tekankan adalah, jika produk RD dapat memberikan return yang tinggi, tetapi mengapa untuk UL tidak sebesar produk RD. Apakah Perusahaan Asuransi tidak mengelola investasi nya dengan baik, apa jangan-jangan perusahaan Asuransi sengaja supaya mendapatkan keuntungan yang besar ??
        Dan memang pada kenyataan nya, Perusahaan Asuransi di Indonesia mendapatkan keuntungan besar dari produk UL, di bandingkan jenis produk lainnya.
         
        Yang cukup mengejutkan adalah jika Anda semua coba membandingkan hasil Investasi di UL dengan, investasi langsung di RD.
        Anda yang punya UL silahkan check kembali pergerakan saldo Anda pada satu tahun awal, berapa nilai Investasi yang Anda miliki di akhir tahun pertama.
        Bandingkan dengan Anda secara langsung investasi di RD, buka saja rekening dengan nominal yang sama anda invest kan di UL. Begitu juga pilih sektor yang sama.
        Anda akan terkejut dengan hasil yang berbeda jauh.
         
        Yang perlu di ingat oleh teman-teman adalah, apa tujuan awal anda, Proteksi atau Investasi ??
        Jangan karena kemalasan Anda dalam mengenal produk Investasi, maka menyesatkan Anda, sehingga setelah sekian lamanya Anda menyadari bahwa selama ini Anda telah berinvestasi dengan sia-sia.
         
        Saya tidak memperdebatkan mana yang lebih baik, tapi saya ingin mengungkapkan kebenaran, Investasi dan Proteksi di UL tidak lah memberikan hasil yang MAKSIMAL.
        Untuk dua tahun awal, nilai Investasi UL Anda akan banyak di potong oleh berbagai biaya, termasuk untuk bonus Agen dan uang jalan-jalan...!!
         
        Mengenai keagresifan Agen, saya juga mohon kepada semua Agen Asuransi untuk tidak meminta para orang tua untuk mengasuransikan jiwa Anaknya. Mengasuransikan jiwa Anak di bawah umur 21 tahun dapat mengakibatkan cacat hukum pada saat terjadi klaim, sehingga akan mengakibatkan kekecewaan orang tua.
        Agen juga jangan memaksa seorang single yang belum memiliki tanggungan untuk memiliki Asuransi Jiwa.
         
        Regards,
        Mada A.
        Menjadi cerdas, untuk mencerdaskan bangsa...!!
         


        To: SSR-Klub@yahoogroups.com
        From: ados77@...
        Date: Fri, 17 Dec 2010 06:42:16 +0000
        Subject: Re: Bls: Bls: [SSR-Klub] Sharing : Membatalkan polis unitlink

         
        Saya berpendapat UL itu asuransi berpaket investasi. Investasinya di produk pasar modal. Kl dr segi 'kejelasan', terlihat uangnya di investasikan di sektor mana saja. Sepintas apa yg dilakukan UL seperti RD, tp beda. RD ya produk investasi lgsg di pasar modal tanpa embel2 asuransi.

        Kl asuransi konvensional lebih 'parah' dlm hal transparansi kmana uangnya di investasikan siapa yg tau. Anda beli asuransi bayar premi sekian, kl ada resiko dpt sekian. Ato kl ada unsur investasi, pd akhir masa kontrak dapat sekian.

        Sebaiknya gak usah dipertentangkan, mana yg lebih baik. Yang diperlu dipertanyakan, ANDA MAUNYA APA? Asuransi apa proteksi?

        Jujur saja, para agen asuransi kdg terlalu agresif menjual. Terkdg udh ditolak halus sdh punya ass.jiwa dan kesehatan masih aja nawarin terus. Seharusnya ada kode etik, bgmn memasarkan kpd yg mmbutuhkan dan hanya kejar target.

        Waktu saya kuliah, sy bahkan punya 4 asji atas nama saya sendiri, stlh dibujuk2 ktnya anggap aja nabung.. Saya yg wkt itu taunya cm deposito, kl dbanding dgn return di asuransi mmng menguntungkan.

        Jd yg mau investasi di pasar modal, tp krn malas mempelajari dan belajar, dan butuh proteksi ya pilihnya UL.
        Kdg ada jg tipe yg sumringah kl return bagus, cemberut kl return jatuh. Gak mau tau perkembangan pasar modal, taunya mau untung aja. Pdhal UL khan ikut apakata pasar modal (kcuali obligasi dan psr uang)

        Kl udh canggih, biasanya ambil sesuai kebutuhan. Asji,askes,investasi diambil terpisah. Dan msg2 mmberikan hasil sesuai manfaat yg diinginkan. Rata2 financial planner independent menyarankan seperti ini. AMBIL SESUAI KEBUTUHAN.

        Jadi pilih yang mana?
        Pertanyaannya, ANDA MAUNYA APA?

        Salam,

        Sent from my whiteberry® smartphone


        From: Mada Aryanugraha <aryanugraha.md32@...>
        Sender: SSR-Klub@yahoogroups.com
        Date: Wed, 15 Dec 2010 21:53:14 +0700
        To: Safir Senduk Perencana keuangan<ssr-klub@yahoogroups.com>
        ReplyTo: SSR-Klub@yahoogroups.com
        Subject: RE: Bls: Bls: [SSR-Klub] Sharing : Membatalkan polis unitlink

         
        Bu Lucia,
         
        Memang betul Bu, untuk term dan wholelife serta endowment perincian biaya mungkin tidak di sebutkan dengan jelas.
        Tapi tetap saja besarnya beban biaya yang harus di tanggung oleh pembayar polis tidak sebesar beban biaya yang harus di bayarkan dalam produk Unit Link.
        Karena pengguna Unit Link harus membayarkan beban biaya untuk proteksi dan ditambah beban biaya yang dikenakan untuk Investasi.
        Terutama untuk besarnya beban biaya di Investasi yang di kenakan sekitar 5% dari premi Investasi.
        Sebagai perbandingan saja, untuk masalah investasi, karena biasanya Investasi di Unit Link di putarkan di produk Reksa Dana.
        Besarnya beban biaya yang harus di keluarkan jika kita sebagai nasabah langsung ber investasi di Reksa Dana hanya 2% bahkan ada yang kurang dari 2%.
        Begitu juga untuk beban biaya pada saat akan melakukan top up.
        Selain itu juga untuk besarannya return yang diberikan, di Unit Link masih kalah di bandingkan beberapa produk langsung Reksa Dana.
        Hal ini bisa di check di bursa Reksa Dana, membandingkan antara produk unit link dengan produk reksa dana langsung.
        Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah, jika Unit Link memutarkan Investasinya secara Reksa Dana, mengapa besarnya NAB dari Unit Link tidak sebesar produk reksa dana lainnya. Silahkan anda check dan tanyakan kenapa kepada perusahaan asuransi Anda.

        Jika mengenai masalah kenyamanan, fleksibilitas dan kemudahan, saya rasa untuk produk Reksa Dana yang lainnya juga sama dengan Unit Link.
        Auto debet, penarikan 1 sampai dengan 2 hari, sampai pergerakan nilai investasi yang bisa di ikuti melalui Internet maupun koran harian.
        Permasalahannya adalah tinggal kemauan seorang nasabah dalam mencari tahu dan memahami produk yang akan di belinya.
         
        Yang perlu di perhatikan oleh kita semua adalah, sudah optimalkah besar nilai pertanggungan Asuransi yang di dapatkan, dan sudah optimal juga kah nilai investasi yang akan di dapatkan.
         
        Awalnya saya bingung dan bimbang, ketika banyak perencana keuangan independent yang tidak merekomendasi produk unit link.
        Saya penasaran, dan dalam pikiran saya selalu bertanya kenapa. Untuk menjawab pertanyaan itu saya harus terlebih dahulu membedah apa itu Unit Link.
        Setelah saya membedah Unit Link, maka yang berikutnya adalah saya membandingkan antara produk Unit Link dengan produk lainnya.
        Saya coba dengan produk term life untuk Asuransi, dan menabung di produk reksa dana untuk Investasi, serta ditambah dengan asuransi kesehatan konvensional.
        Dan hasilnya adalah unit link tidak memberikan saya hasil yang optimal. Baik itu untuk proteksi maupun untuk investasinya.
         
        Saya juga sudah coba praktikan kepada teman-teman saya, dan hasilnya pada saat membandingkan dengan produk non UL, maka hasilnya adalah Unit Link yang mereka miliki, juga tidak memberikan hasil yang optimal.

        Silahkan coba di check kembali, apakah UL yang teman-teman miliki sudah memberikan hasil yang optimal ??
         
        Regards,
        Mada A.


        To: SSR-Klub@yahoogroups.com
        From: lucia_534@...
        Date: Thu, 9 Dec 2010 08:54:18 -0800
        Subject: Re: Bls: Bls: [SSR-Klub] Sharing : Membatalkan polis unitlink

         
        Pak Mada,

        saya pribadi kurang setuju juga jika ada yang mengatakan bahwa beban biaya terlalu besar ditanggung nasabah di unit link.  Emang tidak ada biaya yang ditanggung oleh nasabah  di produk asuransi whole life? endownment?  tidak juga.. cuma sudah dipaketi dan TIDAK TRANSPARAN.. berapanya. dan keuntungannya darimana.

        Kalau seorang nasabah yang melek investasi, produk asuransi, justru lebih baik memilih Unit Link yang jelas2 lebih menguntungkan karna dengan uang sedikit bisa beli manfaat banyak. dan fleksibilitasnya serta kenyamanan berinvestasi ataupun baru/awam belajar berinvestasi.. sehingga mempunyai suatu gambaran akan perkembangan nilai investasinya.

        one man's meat is another man's poison. yang tidak tau, akan jadi racun. yang tau, bisa menjadi obat.  dari pada mengambil produk whole life yang kaku .....

        semoga bermanfaat.

        cheers,
        lucia
        www.luciakosasih.multiply.com


        From: Mada Aryanugraha <aryanugraha.md32@...>
        To: Safir Senduk Perencana keuangan <ssr-klub@yahoogroups.com>
        Sent: Wed, December 8, 2010 8:39:27 PM
        Subject: RE: Bls: Bls: [SSR-Klub] Sharing : Membatalkan polis unitlink

         
        Two thumbs up...!!
         
        Betul sekali Pak, oleh karena itu banyak independent Financial Planner yang tidak menyarankan untuk membeli Unit Link.
        Masih banyak masyarakat kita yang salah kaprah dalam memahami kegunaan dari Unit Link.
        Jika di bedah isi unit link, maka akan di ketahui apa saja kelemahan dari Unit Link, yang salah satunya adalah besarnya beban biaya yang harus di tanggung oleh Nasabah.
         
        Maka dari itu sebaiknya menggunakan Asuransi Tradisional yang konvesional, yaitu term life atau whole life, bisa juga yang dwi guna.
        Bukannya saya tidak suka Unit Link, apalagi ingin menjelek-jelekkan Unit Link.
        Setelah saya pelajari dan dalami lebih jauh, pada dasarnya produk Unit Link memang tidak cocok untuk di gunakan di Indonesia.
         
        Bagi yang sudah punya dan pakai produk Unil Link, sebaiknya jangan langsung di tutup, karena Anda harus menghitung ulang untung dan ruginya jika Anda menutup Polis Anda.
        Jika Anda tidak ingin pusing untuk masalah Unit Link, Anda bisa coba konsultasikan dengan Perencana Keuangan Independent. Ingat Perencana Keuangan Independent...!!
         
        Mudah-mudahan makin banyak yang dipintarkan dengan adanya milis ini, sehingga tidak ada lagi yang salah ambil langkah...
         
        Regards,
        Mada A.

         


        To: SSR-Klub@yahoogroups.com
        From: imansa_2000@...
        Date: Tue, 7 Dec 2010 09:20:39 +0000
        Subject: Re: Bls: Bls: [SSR-Klub] Sharing : Membatalkan polis unitlink

         
        Tks atas penjelasan yg gamblang ini.

        Kalau boleh sy simpulkan, bila perjanjian byr premi sdh selesai (misal, 15 thn sejak polis terbit) mk biaya COI "pasti" ditarik dr hsl investasi. Kalau dipikir betul2, UL memang "bukan" sarana investasi yg tepat ttp hanya "salah satu" pilihan sarana berasuransi.

        Bila semua anggota mailist sdh sepakat dg kesimpulan ini mk sy harap tdk ada "polemik" lagi ttg topik yg satu ini.

        Salam, Powered by Telkomsel BlackBerry®


        From: Solomon Firm <sonyulianto@...>
        Sender: SSR-Klub@yahoogroups.com
        Date: Thu, 2 Dec 2010 17:27:31 +0800 (SGT)
        To: SSR-Klub@yahoogroups.com<SSR-Klub@yahoogroups.com>
        ReplyTo: SSR-Klub@yahoogroups.com
        Subject: Bls: Bls: [SSR-Klub] Sharing : Membatalkan polis unitlink

         
        Untuk rekan2 yang masih bingung mengenai premi asuransi, biaya asuransi (COI) & biaya akuisisi :

        Komponen Yang terdapat dalam Premi Asuransi ialah :
        1. Biaya akuisisi ( biasanya 5 tahun pertama )
        2. Biaya Asuransi (COI) ( sejak polis terbit hingga berakhirnya masa pertanggungan )
        3. Biaya Administrasi ( selama polis aktif )
        4. Investasi ( jika ada ). Pada beberapa perusahaan asuransi dana investasi inipun terkena biaya COI dan atau biaya investasi.

        Koreksi @ P.Seno, COI tidak termasuk dalam biaya akuisisi. 
        @ Bu Diana, reksadana tidak bisa dibandingkan dengan unitlink ( tidak apple to apple ). Cth yg juga tidak apple to apple ialah membandingkan reksadana saham dengan reksadana pendapatan tetap, pasti reksadana saham lebih unggul namun mempunyai resiko tersendiri. 

        Bila kita ingin membandingkan, bandingkan unitlink A dengan unitlink B dengan pilihan fund yang sama. Atau membandingkan reksadana saham perusahaan A dengan reksadana saham perusahaan B. 

        Unitlink adalah produk yang kelihatannya sederhana namun sebenarnya sangat kompleks. Diperlukan pemahaman yang mendalam bagi calon nasabah yang awam mengenai asuransi & investasi. Di lain pihak , wahai para agen tingkatkan skill dalam presentasi produk agar jangan misleading.

        Salam,


        Dari: "dianasandjaja@..." <dianasandjaja@...>
        Kepada: SSR-Klub@yahoogroups.com
        Cc:
        Dikirim: Kamis, 2 Desember 2010 0:58:41
        Judul: Re: Bls: [SSR-Klub] Sharing : Membatalkan polis unitlink

         
        Dear Ibu Lucia,

        Terima kasih atas penjelasan ibu, tapi sebenarnya masih ada yang mengganjal mengenai biaya akuisisi ini dipemahaman saya.
        Pertama, bisa diartikan biaya akuisisi adalah biaya yang di ambil oleh perusahaan asuransi untuk proses mengadakan polis, jadi akan dibayarkan untuk komisi agen, biaya pemasaran, keuntungan perusahaan, dll besarannya kalo di total mencapai 205 % (100,60,15,15,15) dari premi berkala, lalu setiap bulan nasabah pasti dikenakan premi sesuai pertanggungan yang diambil, sedangkan sepengetahuan saya biaya pun sudah menjadi komponen penghitung dalam pembentukan premi, ditambah lagi biaya administrasi (diluar premi) juga di bebankan pada nasabah setiap bulan, jadi nasabah dibebankan 'banyak' biaya ketika membuka polis unit link.
        Kedua, beban biaya akuisisi ini, menurut saya menyebabkan unit link sebagai investasi menjadi berjalan lebih lambat jika dibandingkan dengan instrumen investasi lain mis reksadana.
        Padahal konsep unit link menurut saya sudah cukup memikat, tapi kalau harus membayar banyak 'biaya' perlu penghitungan lebih mendalam lagi sebelum ikut UL.
        Mohon tanggapan dari Ibu dan CMIIW bu..
        Terima kasih.


        Salam,


        Diana
        Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
        From: Lucia Kosasih <lucia_534@...>
        Sender: SSR-Klub@yahoogroups.com
        Date: Mon, 29 Nov 2010 00:18:57 -0800 (PST)
        To: <SSR-Klub@yahoogroups.com>
        ReplyTo: SSR-Klub@yahoogroups.com
        Subject: Re: Bls: [SSR-Klub] Sharing : Membatalkan polis unitlink

         
        Bu Diana,

        Penjelasan ibu tentang biaya akuisisi sudah benar.  biaya untuk mengadakan suatu kontrak polis. (harus ada yang jelaskan dan tawarkan bukan? nah itu harus  ada yang dapat komisi, ada yang mencetak dan mengerjakan admin bukan? biaya kantor dll.....)

        Tetapi besar kecilnya itu tergantung kebijaksanaan masing masing perusahaan.  Ada perusahaan yang menerapkan biaya akuisisi besar ada yang lebih kecil sedikit (demi menyikut saingan usaha).  Tetapi, biaya akuisisi bukanlah suatu patokan untuk mengambil asuransi, agennya, seluk beluk claimnya, kebutuhan kita (ini yang paling penting), kemudian, biaya2 asuransi yang dikenakan bulanan (ini kalau besar, tetapi akuisisi diperkecil, nasabah malah akan makin rugi lho).

        semoga berguna.

        salam,
        lucia



        From: diana sandaja <dianasandjaja@...>
        To: SSR-Klub@yahoogroups.com
        Sent: Sat, November 27, 2010 6:32:20 PM
        Subject: Re: Bls: [SSR-Klub] Sharing : Membatalkan polis unitlink

         
        Dear Pa Imansa

        Menurut keterangan dalam polis biaya akuisisi di definisikan biaya untuk mengadakan polis termasuk biaya pemasaran, komisi agen dsb, tidak disebutkan termasuk COI (premi asuransi). Memang kita sebagai nasabah tidak bisa menawar lagi dengan pengenaan biaya akuisisi ini.
        Mungkin diantara para senior dalam bidang asuransi ada yang mau menjelaskan secara terbuka apa itu biaya akuisisi dan mengapa besarannya sangat signifikan (100 % di tahun pertama dst), kita tunggu bersama Pa!

        Salam,


        Diana

        --- On Thu, 11/25/10, imansa_2000@... <imansa_2000@...> wrote:

        From: imansa_2000@... <imansa_2000@...>
        Subject: Re: Bls: [SSR-Klub] Sharing : Membatalkan polis unitlink
        To: SSR-Klub@yahoogroups.com
        Date: Thursday, November 25, 2010, 1:30 AM

         
        Mbak Diana,

        Tks atas inputnya, ttp apakah ada yg bs jelaskan apa "isi" dr biaya akuisisi tsb? Sy akan berusaha tdk menyebutkan produk asuransinya, ttp bila dlm diskusi ini ada yg bs menduganya sy mhn maaf.

        Klu menurut "kalkulasi" baku, biaya akuisisi khan "hanya" 5%. Bila 5% kita kalikan 12 bln kali 15 thn (byr premi) misalkan hslnya 9 (maaf klu salah hitung). Ttp bila dipakai "aturan" si company, biaya akuisisi thn 1 = 100%; thn 2 = 60%; thn 3, 4 dan 5 msg2 = 15%. Klu ditotal semuanya, hslnya jauh lbh bsr dr 9 (smg dugaan sy ini keliru).

        Jd, mnrt pendpt sy, dlm komponen biaya akuisisi tsb sdh ada COI nya. Klu tdk demikian halnya, berarti si company dgn sengaja melakukan upaya "penyesatan" informasi atau "pembodohan" publik. Dlm hal ini, sbg konsumen, sy ingin mendpt penjelasan "yg jelas dan jujur" bgmn komponen2 tsb dihitung.

        Setahu saya, utk bidang asuransi ada ilmunya tersendiri namanya aktuaria. Mgkn ada teman2 para pakar asuransi yg bs jelaskan hal ini dg "lebih terang". Mnrt sy, para konsumen yg lain (tdk hanya sy) jg perlu tahu hal yg sebenarnya.

        Sblmnya, sy ucapkan banyak tks kpd semua teman2 di mailist ini yg telah bersedia "sharing" ilmunya.

        Salam,
        Powered by Telkomsel BlackBerry®
        From: dianasandjaja@...
        Sender: SSR-Klub@yahoogroups.com
        Date: Sat, 20 Nov 2010 17:55:36 +0000
        To: <SSR-Klub@yahoogroups.com>
        ReplyTo: SSR-Klub@yahoogroups.com
        Subject: Re: Bls: [SSR-Klub] Sharing : Membatalkan polis unitlink

         
        Salam kenal Pa,

        Saya sedikit ingin memberikan informasi, setahu saya dalam asuransi UL, prosentase dalam tahun ke- 1 sampai ke-5 dipakai untuk biaya akuisisi saja, sedangkan premi pertanggungan dasar (meninggal dunia), Premi rider akan tetap diperhitungkan (dibayar) selama jangka waktu polis,berikut by investasi dan biaya administrasi, jadi pasti akan bayar premi terus entah dari premi bulanan yang dibayarkan atau dari nilai unit yang sudah ada dan cukup( kalau sudah tidak mau bayar premi ). Hal ini bisa Bapa lihat pada pemberitahuan biaya premi tahunan yang biasanya dikirimkan oleh perusahaan asuransi bagi pemegang polis UL.

        Kalau asuransi tradisional (non UL) memang ada sistem yang misalnya bapa menginginkan pembayaran premi untuk jangka waktu tertentu saja (misalnya 5thn,10thn dst) tapi jangka waktu pertanggungan seumur hidup,atau minimal lebih lama dari masa pembayaran polis. perusahaan asuransi sudah mempunyai formula penghitungannya sendiri tanpa kita tahu komponen mana premi atau investasi (pokoknya sudah satu paket hitung2an).

        Mohon tanggapan dari para senior jika ada yang kurang tepat dari pemahaman saya ini, terima kasih.

        Salam,

        Diana
        Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
        From: imansa_2000@...
        Sender: SSR-Klub@yahoogroups.com
        Date: Thu, 18 Nov 2010 13:01:16 +0000
        To: <SSR-Klub@yahoogroups.com>
        ReplyTo: SSR-Klub@yahoogroups.com
        Subject: Re: Bls: [SSR-Klub] Sharing : Membatalkan polis unitlink

         
        Tks atas pencerahannya. Klu bgt kenyataannya, berarti hampir semua pernyataan yg ada dlm polis asuransi "standar" yg lazim sifatnya agak "menyesatkan".

        Sbgmn diketahui, ilustrasi yg sy peroleh menyatakan bhw dlm perjanjian pembayaran polis 10 thn tsb biaya asuransi "hanya" dikenakan selama 5 thn. Thn ke 1 bsrnya 100% dr premi yg kita byr smntr pd thn ke 6 hanya 0%. Selanjutnya, mulai thn ke 6 kita cm byr premi utk biaya investasinya.

        Mhn penjelasan lbh lanjut dr para pakar asuransi (yg merangkap agen maupun yg independen) atas hal2 yg sptnya "menyesatkan" ini, tks banyak seblmnya.

        Salam,
        Powered by Telkomsel BlackBerry®
        From: Solomon Firm <sonyulianto@...>
        Sender: SSR-Klub@yahoogroups.com
        Date: Wed, 17 Nov 2010 18:35:16 +0800 (SGT)
        To: <SSR-Klub@yahoogroups.com>
        ReplyTo: SSR-Klub@yahoogroups.com
        Subject: Bls: [SSR-Klub] Sharing : Membatalkan polis unitlink

         
        Dear Rekan Seno Adji Iman,

        Terimakasih untuk email Bpk dan pertanyaan Bapak, 
        Saya yakin hal yang membingungkan ini juga banyak dialami nasabah asuransi unitlink, karena demikian juga hal nya dengan saya. 

        Awal saya mengambil unitlink, yang menjadi dasar mengambil unitlink ialah : HANYA membayar premi selama 10 thn, selesai. 

        ok, menjawab pertanyaan Anda,
        Premi memang dibayar selama 10 tahun ( tapi ini pun tidak tertulis dalam kontrak ), tetapi biaya asuransi terus dibayar selama manfaat asuransi berlangsung. Sesungguhnya kewajiban membayar premi untuk unitlink umumnya hanya 2 tahun, setelah itu bisa cuti premi. 

        Jadi sebenarnya membayar premi bisa lebih dari 10 tahun ( jika ternyata nilai tunai yang ada tidak bisa membayar biaya asuransi selama manfaat asuransi berlangsung ), atau cukup membayar 2 tahun ( yang penting ada nilai tunai untuk membayar biaya asuransi )

        Yang perlu dipahami adalah biaya asuransi tidak sama dengan premi asuransi. Yang dipotong dari nilai tunai adalah biaya asuransinya (yang mana biasanya di tahun2 awal tidak sebesar premi asuransi, tetapi menjelang usia lanjut biaya asuransi akan lebih besar dari premi asuransi )

        Mungkin penjelasan singkat ini masih membingungkan, unitlink memang tidak sesederhana presentasinya, anda bisa konsultasi dengan agen anda atau lewat milis ini.

        Salam,


        Dari: Seno Adji Iman <imansa_2000@...>
        Kepada: SSR-Klub@yahoogroups.com
        Terkirim: Sen, 15 November, 2010 00:35:26
        Judul: RE: [SSR-Klub] Sharing : Membatalkan polis unitlink

         
        Temans,

        Kalau boleh saya ingin memastikan kembali "pernyataan" Pak Sony khususnya yg terkait dgn "masa perjanjian polis bayar premi 10 thn" sebagaimana ilustrasi di bawah ini:

        "Saya mau sharing sedikit tentang seorang bapak berusia 32 tahun, dengan 2 orang anak berusia 5 & 7 tahun.
         
        Pada desember tahun 2008, sang bapak, sebut saja Pak Budi merencanakan dana pendidikan dengan mengambil asuransi unitlink dengan tujuan memproteksi dana pendidikan bagi anak2nya. Premi yang dibayarkan sebesar Rp2jt/bulan.
         
        Sang agen membuat ilustrasi sbb:
        Premi asuransi : 8 jt/tahun   = 667 ribu/bulan
        Premi investasi : 16 jt/tahun = 1.3 jt/bulan
        Bayar Premi 10 tahun
         
        Manfaat meninggal 500jt
        Manfaat penyakit kritis 100 jt
        Dan manfaat BEBAS PREMI sd usia 75 tahun"

        Sepemahaman saya dari "pernyataan" tsb saya hanya wajib bayar premi selama 10 thn karena premi saya tsb seharusnya sdh dihitung (dgn formula tertentu oleh pihak asuransi) utk mebayar semua kewajiban polis pertanggungan termasuk semua rider yg saya ikuti. Saya sama sekali tidak berniat memasukkan hasil investasi saya sebagai "bagian" dari premi asuransi yg harus dibayarkan mulai thn ke 11 dst.

        Dgn mengacu pd praktek perjanjian polis asuransi "standar" yg lazim, mohon penjelasan dari para pakar asuransi dan/atau para "financial planner" independen bagaimana sehrsnya "pernyataan" tsb diartikan dan diberlakukan?

        Terimakasih banyak atas segala perhatian dan penjelasannya.

        Salam,

        --- On Mon, 1/11/10, Mada Aryanugraha <aryanugraha.md32@...> wrote:

        From: Mada Aryanugraha <aryanugraha.md32@...>
        Subject: RE: [SSR-Klub] Sharing : Membatalkan polis unitlink
        To: ssr-klub@yahoogroups.com
        Date: Monday, 1 November, 2010, 9:34 AM

         
        Selamat Pagi...
         
        Salam kenal semua...
         
        Sedikit komen untuk cerita di bawah, itu ilustrasi yang memang sering di berikan oleh seorang agen Asuransi Unit Link.
        Dan kebetulan saya juga seorang Agen Asuransi dari Prudential, dan saat ini saya sedang mendalami profesi Perencana Keuangan.
         
        Mungkin tujuan awal Pak Sony menuliskan ilustrasi itu adalah untuk membuka sedikit pemikiran teman-teman, mengenai asuransi Unit link.
        Memang saya lihat saat ini sedang ramai juga di bicarakan mengenai permasalahan Unit Link, seperti email yang sedang ramai di bahas di komunitas ini dengan judul "jangan beli Unit Link..."
         
        Saya menyarankan sebaiknya pada saat membaca kita tidak melihat "siapa" yang salah, tetapi melihat "apa" nya yang salah.
        Solnya kalau kita melihat "siapa" yang salah, kita tidak akan pernah belajar dari kesalahan itu.
         
        Nah kalau begitu "apa" nya yang salah dari hal di bawah ini ? Yang salah itu adalah pemahamannya...!!
        Seperti yang di katakan oleh Moza email di bawah, sebaiknya sebagai individu kita memahami terlebih dahulu kebutuhan kita sendiri.
        Untuk ilustrasi "Pak Budi", Permasalahannya adalah Pak Budi tidak mendalami kebutuhan akan dirinya sendiri.
        Yang pertama kali di lihat Pak Budi adalah Nilai Investasi, bukan nilai proteksinya.
        Sehingga dengan pemikiran yang salah, Pak Budi mengambil keputusan untuk mengecilkan nilai proteksinya dan membesarkan nilai Investasinya.
        Ini adalah kesalahan yang sering di lakukan oleh individu, dalam mengambil keputusan atau melakukan perencanaan keuangan.
         
        Hal utama dalam melakukan perencanaan keuangan seharusnya adalah merencanakan memiliki proteksi diri yang tepat, baru kemudian merencanakan Investasi yang tepat.
        Seringkali orang-orang ketika membeli proteksi tidak melihat seberapa besar nilai dirinya, sehingga untuk proteksi mereka mencari yang semurah mungkin.
        Biasanya mereka akan memilih membeli Asuransi Jiwa berjangka (asuransi tradisional) yang lebih murah biayanya, yang tentunya nilai proteksinya juga lebih rendah.
        Pendekatan yang ingin dilakukan Pak Sony dengan memberikan ilustrasi "Pak Budi" adalah dengan Asuransi Unit Link, dimana gabungan antara Proteksi dan Investasi menjadi satu, akan lebih baik di bandingkan anda memisahkan antara asuransi dengan investasi. Dalam artian di Unit Link, saat terjadi resiko pada diri anda, maka tidak hanya diri atau jiwa anda saja yang di proteksi tetapi investasi anda juga (investasi yang ada di Unit Link).
         
        Biasanya saya menyarankan kepada Klien saya, untuk menghitung seberapa besar nilai dirinya secara "keuangannya" dan dari situ baru menetukan seberapa besar nilai proteksi diri yang harus di beli (dalam artian untuk menentukan besarnya uang pertanggungan yang di inginkan, serta manfaat tambahan yang hanya bisa di dapat dalam asuransi Unit Link) baru kemudian nilai investasi yang ingin di capai nantinya. Dan saya selalu menyarankan untuk memiliki terlebih dahulu proteksi diri yang tepat, baru kemudian berinvestasi di pasar Investasi seperti Saham, Reksa Dana, Logam Mulia, properti dan lain-lain...
         
        Yang perlu di renungkan baik-baik oleh teman-teman adalah, ketika anda membuat perencanaan keuangan tanpa memiliki prencanaan proteksi diri yang tepat, maka yang terjadi pada saat anda menghadapi resiko adalah, semua perencanaan keuangan yang sudah dibuat sedemikian baik oleh anda akan menjadi berantakan.
         
        Hal ini saya dapatkan saat mempelajari perencanaan keuangan dari beberapa perencana keuangan yang baik, yang salah satunya adalah Pak Safir Senduk.
        Ingat, Perencanaan keuangan yang baik adalah dengan membuat perencanaan proteksi diri yang tepat.
        Jadi pahami apa itu Asuransi, ketahui serba-serbi berbagai jenis Asuransi, ketahui kebutuhan proteksi diri anda sendiri, baru kemudian menentukan proteksi diri yang tepat untuk diri anda sendiri.
         
        Nah jika anda kesulitan dalam memahami apa itu asuransi dan serba serbi jenis asuransi, dan bagaimana menentukan Proteksi diri yang tepat untuk diri anda sendiri, anda dapat berkonsultasi dengan saya, atau anda dapat mencari jasa Perencana Asuransi yang profesional.
         
        Regards,
        Mada A.
        NB : Berkonsultasi bukan berarti harus menggunakan/membeli produk yang nantinya saya tawarkan. Keputusan dalam mentukan proteksi diri yang tepat ada di tangan anda sendiri.
        Mohon maaf kalau terlalu banyak yang saya tulis, atau ada kesalahan penulisan. Mohon koreksi dan masukkannya.
         
        To: SSR-Klub@yahoogroups.com
        From: moza09@...
        Date: Mon, 1 Nov 2010 00:03:10 +0000
        Subject: Re: [SSR-Klub] Sharing : Membatalkan polis unitlink

         
        Bagus sekali sharingnya pak budi..kalau ini benar...sangat buruk dan tercela itu financial planner yg mengarahkan seperti itu...

        Makanya ambil keputusan asuransi itu bukan dari siapa2 tp pelajari dan pahami sendiri..

        Krn financial planner juga sama2 manusia cari makan disitu pasti juga tdk seratus persen obyektif..agen juga sama tdk seratus persen objectif.

        So pahami sendiri aja
        Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
        From: sbastian ms <mohamad.sbastian@...>
        Sender: SSR-Klub@yahoogroups.com
        Date: Thu, 28 Oct 2010 08:42:15 +0700
        To: <SSR-Klub@yahoogroups.com>
        ReplyTo: SSR-Klub@yahoogroups.com
        Subject: Re: [SSR-Klub] Sharing : Membatalkan polis unitlink

         
        Pak, jika masa kontrak selesai katakanlah 5 atau 10th, maka perusahaan asurnasi akan terus membayarkan premi sampai umur kita 65 th..yang mebayarkan bukan perusahaan asuransi kan? tapi tetap menggunakan uang kita dari nilai investasi di unitlink?

        Bagaimana jika nilai investasi tidak mencukupi untuk membayarkan polis?



        2010/10/27 <oetjoe96@...>
         
        Pak, kyknya pak budi itu cerita fiktif ya? Dikarang oleh agen unitlink :)

        Piss ah,..



        Sent from my BlackBerry®
        powered by Sinyal Kuat INDOSAT
        From: "Zevry Yudha" <zevry.yudha@...>
        Date: Tue, 26 Oct 2010 08:53:44 +0700
        Subject: RE: [SSR-Klub] Sharing : Membatalkan polis unitlink

         

        Mau kasih pendapat atau trik nih.
        Jika sudah ada yang terlanjur ambil UL seperti Pak Budi, lebih baik diteruskan. Kemudian lakukan cuti premi.
        Jika sudah cuti premi, dana 2jt/bln bisa diinvestasikan ke reksadana, emas, dll dsb etc.
        Jadi jika terjadi musibah seperti yang Pak Budi alami, maka nasabah tetap mendapatkan manfaat penyakit kritis dari UL tsb dan tentunya bebas bayar premi sampai usia 75tahun…
        Tapi harus diingat, nasabah secara berkala harus mengecek nilai tunai pada polis mereka agar tidak lapse.
         
        From: SSR-Klub@yahoogroups.com [mailto:SSR-Klub@yahoogroups.com] On Behalf Of Solomon Firm
        Sent: 22 Oktober 2010 15:53
        To: SSR-Klub@yahoogroups.com
        Subject: [SSR-Klub] Sharing : Membatalkan polis unitlink
         
         
        Saya mau sharing sedikit tentang seorang bapak berusia 32 tahun, dengan 2 orang anak berusia 5 & 7 tahun.
         
        Pada desember tahun 2008, sang bapak, sebut saja Pak Budi merencanakan dana pendidikan dengan mengambil asuransi unitlink dengan tujuan memproteksi dana pendidikan bagi anak2nya. Premi yang dibayarkan sebesar Rp2jt/bulan.
         
        Sang agen membuat ilustrasi sbb:
        Premi asuransi : 8 jt/tahun   = 667 ribu/bulan
        Premi investasi : 16 jt/tahun = 1.3 jt/bulan
        Bayar Premi 10 tahun
         
        Manfaat meninggal 500jt
        Manfaat penyakit kritis 100 jt
        Dan manfaat BEBAS PREMI sd usia 75 tahun
         
        Beliau mengasumsikan pada saat anak II berusia 18 tahun akan tersedia dana +/- 420jt untuk anaknya kuliah, dengan asumsi return 10% per tahun
         
        Pada Juli 2010, Pak Budi mengikuti seminar tentang unitlink yang dibawakan oleh seorang penulis buku ttg unitlink. 
         
        Sepulang dari seminar itu , sesuai dengan saran yang ia dengar bahwa adalah lebih baik membeli asuransi secara terpisah, asuransi ya asuransi, investasi ya pilih emas, reksadana, saham atau lain2. Pada bulan itu juga Pak Budi menutup polis unitlinknya yg belum berusia 2 tahun. Setelah berkonsultasi dengan financial planner dalam seminar itu, ia membeli asuransi non unitlink secara terpisah, dan dana investasi ia kelola di reksadana.
         
        Dengan membeli asuransi secara terpisah dengan dana yang sama, manfaat yang sama ia ternyata hanya membayar premi sebesar 3 jt/tahun, sehingga ia dapat menambah investasi nya menjadi 21jt/thn (dari yg sebelumnya hanya 16 jt/th). Pak Budi membeli reksadana/emas/lain dan ia mendapat gambaran saat anak II nya kuliah maka akan ada dana sebesar 562 jt , dengan asumsi return 10%(lebih besar 140 jt dibandingkan membeli unitlink). 
         
        Pak Budi merasa jasa financial planner tsb sangat besar. Dan ia merasa telah mengambil keputusan yang tepat.
         
        Namun, roda kehidupan berjalan lain. Pada Sept 2010, Pak Budi mengalami stroke. Pak Budi merasa bersyukur telah mempunyai asuransi sebesar Rp 100jt dan ia tidak perlu membayar asuransi lagi (Rp3jt/thn). Tetapi karena stroke, Pak Budi terpaksa harus keluar dari tempat kerjanya sebagai seorang manajer karena sudah tidak bisa lagi melakukan pekerjaan spt biasa. 
        hal tsb mengganggu keuangan keluarga, ia harus menghemat, dan ia TIDAK BISA LAGI           berinvestasi di reksadana/emas/lain(sebesar Rp 21jt/thn)  krn di REKSADANA/EMAS/LAIN2 tidak ada manfaat bebas bayar, bahkan ia MENGAMBIL DANA INVESTASINYA untuk kehidupan sehari-hari.
         
        Ia MENYESAL telah menutup polis asuransi unitlink nya karena jika ia tetap meneruskan polisnya maka, SELURUH DANA (Rp 24jt/th)akan terus ditabungkan oleh perusahaan asuransi tempat ia mengambil asuransi sampai ia berusia 75 thn dan ia tidak perlu risau untuk biaya kuliah anaknya.
        Ia MENYESAL terlalu mementingkan NILAI UANG di masa depan sementara PROTEKSI DANA adalah hal yang juga SANGAT PENTING.
         
        Beliau menganjurkan bagi rekan2 yang ingin menutup polis dan mengambil secara terpisah memikirkan hal tsb secara matang.
         
         
         
        Salam,
        Sony Yulianto
         
        visit us at asuransiku.wordpress.com

        (Message over 64 KB, truncated)
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.