Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: Bls: Bls: [SSR-Klub] Re: [pengaduanasuransi] Re: "JANGAN Ber-INVESTASI di Asuransi Jiwa!" - Jawab ROBERT T. KIYOSAKI

Expand Messages
  • Peter Hermawan
    Quote : yang kedua kendali, sy disarankan u switch GRATIS ke Cash Fund.... dan sy bisa switch GRATIS lagi waktu sy mau pindah kembali ke equity fund... hanya
    Message 1 of 14 , Apr 29 10:56 PM
    View Source
    • 0 Attachment
      Quote :
      "yang kedua kendali,
      sy disarankan u switch GRATIS ke Cash Fund....
      dan sy bisa switch GRATIS lagi waktu sy mau pindah kembali ke equity fund...
      hanya dengan 1 angkat telpon deberesin switch nya,
      berkas2 dianterin ke rumah...."

      ---------------------------------
      Di beberapa reksadana switching juga gratis pak. Bahkan pada reksadana, ketika nasabah redempt dan dana belum masuk ke rekening nasabah (karena proses admin 3hari) dana dapat dimasukkan kembali (atau melakukan penyertaan unit) tanpa menunggu dana direkening nasabah.

      Seperti kata bapak, yang penting ngerti ilmunya. Nah...
      Dari kebanyakan nasabah reksadana dan unitlink, mana yang mendapatkan pengetahuan lebih dari "what we called agent".
      Pada reksadana, nasabah bisa minta Prospektus (kalau nasabahnya tau dan agentnya ngasih tau), sementara pada unitlink ? Sangat bergantung pada proposal yang kebanyakan sangat abu2 (jangan salahkan perusahannya, tugas agentnya yang seharusnya menjelaskan)

      End the end...
      Bener kata bapak lagi, yang penting ngerti ilmunya. Saya kalau boleh nambahin pernyataan bapak....

      "Yang penting YANG JUALAN ngerti ilmunya"

      Kalo gak ngerti, mau jualan reksadana, unitlink atau kambing sekalipun *eh*...

      Ya idem ajah ;)

      Just my 2 cents

      Ada yang mau somay ? *laper*


      peter hermawan @ mobile
    • Peter Hermawan
      In the end bukan end the end , typo disebabkan karena makan somay Maaf sebelumnya ^^ peter hermawan @ mobile ... From: Peter Hermawan
      Message 2 of 14 , Apr 29 11:00 PM
      View Source
      • 0 Attachment
        "In the end" bukan "end the end", typo disebabkan karena makan somay

        Maaf sebelumnya ^^

        peter hermawan @ mobile

        -----Original Message-----
        From: "Peter Hermawan" <mindstorm68@...>
        Date: Fri, 30 Apr 2010 05:56:33
        To: <SSR-Klub@yahoogroups.com>
        Subject: Re: Bls: Bls: [SSR-Klub] Re: [pengaduanasuransi] Re: "JANGAN Ber-INVESTASI di Asuransi Jiwa!" - Jawab ROBERT T. KIYOSAKI

        Quote :
        "yang kedua kendali,
        sy disarankan u switch GRATIS ke Cash Fund....
        dan sy bisa switch GRATIS lagi waktu sy mau pindah kembali ke equity fund...
        hanya dengan 1 angkat telpon deberesin switch nya,
        berkas2 dianterin ke rumah...."

        ---------------------------------
        Di beberapa reksadana switching juga gratis pak. Bahkan pada reksadana, ketika nasabah redempt dan dana belum masuk ke rekening nasabah (karena proses admin 3hari) dana dapat dimasukkan kembali (atau melakukan penyertaan unit) tanpa menunggu dana direkening nasabah.

        Seperti kata bapak, yang penting ngerti ilmunya. Nah...
        Dari kebanyakan nasabah reksadana dan unitlink, mana yang mendapatkan pengetahuan lebih dari "what we called agent".
        Pada reksadana, nasabah bisa minta Prospektus (kalau nasabahnya tau dan agentnya ngasih tau), sementara pada unitlink ? Sangat bergantung pada proposal yang kebanyakan sangat abu2 (jangan salahkan perusahannya, tugas agentnya yang seharusnya menjelaskan)

        End the end...
        Bener kata bapak lagi, yang penting ngerti ilmunya. Saya kalau boleh nambahin pernyataan bapak....

        "Yang penting YANG JUALAN ngerti ilmunya"

        Kalo gak ngerti, mau jualan reksadana, unitlink atau kambing sekalipun *eh*...

        Ya idem ajah ;)

        Just my 2 cents

        Ada yang mau somay ? *laper*


        peter hermawan @ mobile
      • Wishnu
        lha wong underlying assets unit link kan reksadana. jadi reksadana ya bisa switching. fee maksimal 1%. switching unit link TIDAK gratis karena kena selisih
        Message 3 of 14 , Apr 30 5:11 AM
        View Source
        • 0 Attachment
          lha wong underlying assets unit link kan reksadana. jadi reksadana ya bisa switching. fee maksimal 1%.

          switching unit link TIDAK gratis karena kena selisih harga beli dan harga jual unit sebesar 5%. jadi fee reksadana 5%.

          --- On Thu, 4/29/10, priambudi <prietea@...> wrote:

          From: priambudi <prietea@...>
          Subject: Bls: Bls: [SSR-Klub] Re: [pengaduanasuransi] Re: "JANGAN Ber-INVESTASI di Asuransi Jiwa!" - Jawab ROBERT T. KIYOSAKI
          To: SSR-Klub@yahoogroups.com
          Date: Thursday, April 29, 2010, 6:35 PM

           

          unit link = asuransi + reksadana... iyaa bisa diartikan bgitu
          tapi kalo resiko investasi di unit link sama dengan di reksadana...
          sayangnya ga sperti itu mas wishnu

          resiko itu bisa diperkecil, salah duanya dengan pengetahuan dan kendali
          pengetahuan, kalo kita tau bahwa harga saham sudah terlalu mahal, overheating dan lain sebagainya yang mengindikasikan harga saham akan jatuh,
          maka kita juga tau kalo reksadana saham kita dalam bahaya, sebentar lagi anjlok....
          ini sy alami waktu 2008 kemarin... sudah sejak april 2008 sy sudah diwanti2 sm perusahaan asuransi sy
          bahwa harga terlalu mahal... someday dan ga terlalu lama pasti ambrol....
          "ini masih tertahan karena beberapa hedge fund asing beli banyak pak...
          tapi kalo mreka cabut pasti berdarah-darah pak..."

          yang kedua kendali,
          sy disarankan u switch GRATIS ke Cash Fund....
          dan sy bisa switch GRATIS lagi waktu sy mau pindah kembali ke equity fund...
          hanya dengan 1 angkat telpon deberesin switch nya,
          berkas2 dianterin ke rumah....

           
          Lucunya, ada teman sy yg punya reksadana di MI yg besoaar di Indonesia...
          kebetulan, UL sy juga dikelola di MI yg sama, tentu saja lewat 'calo' perusahaan asuransi sy...
          Sy dapet peringatan dan kendali u switching GRATIS....
          teman sy boro-boro dapet peringatan.. . begitu berdarah-darah juga ga dapet permintaan maaf...
          mo switching? boleh... urus di kantor dan jangan lupa bayar fee keluar dan fee masuk....


          mungkin tidak semua orang mengalami pengalaman sperti sy,
          mungkin cuma sy aja yg kebetulan dapet hal-hal tersebut....
          mungkin tidak semua perusahaan asuransi memberi masukan pada nasabahnya
          mungkin tidak semua MI tidak memberi peringatan pada nasabahnya
          mungkin tidak semua perusahaan asuransi memberi switching gratis
          mungkin tidak semua MI mengharuskan switching bayar

          hanya saja, sekali kita melihat angsa hitam, kita percaya bahwa black swan itu ada...
          sekali sy merasakan untungnya punya UL, maka sy percaya tidak selamanya dicaloin itu rugi

          Selama ini sy pun banyak mendapatkan calo yg justru membuat sy keluar uang lebih banyak,
          tapi setelah bertemu dengan calo yg baik, yg bisa membuat sy lebih untung daripada beli sendiri
          justru sy jadi senang beli lewat calo....

          sistem calo, makelar, keagenan itu ga salah.... tapi mungkin kita yg ketemu calo yg salah


          prie






          Dari: Wishnu <wishnu8289@yahoo. com>
          Kepada: SSR-Klub@yahoogroup s.com
          Terkirim: Rab, 28 April, 2010 10:07:46
          Judul: Re: Bls: [SSR-Klub] Re: [pengaduanasuransi] Re: "JANGAN Ber-INVESTASI di Asuransi Jiwa!" - Jawab ROBERT T. KIYOSAKI

           

          unit link = asuransi + reksadana.
          artinya resiko investasi di unit link sama dengan di reksadana.
          kelemahan unit link, tiap kali top up kena biaya hampir lima persen. di reksadana biaya to up atau subscription maksimal 2 persen, tergantung manajer investasi yang anda pilih. malah ada yang 0 persen.
          beberapa asuransi malah menyerahkan pengelolaan unit linknya kepada sebuah manajer investasi ternama. ada sebuah asuransi yang terang2an dana unit link dibelikan sebuah reksadana saham.

          kalo emang perlu asuransi beli aja terpisah. untuk jiwa ada term life. untuk kesehatan ada askes rawat inap (jgn yang cash income).

          acuan :
          as jiwa term life dengan uang pertanggungan 1 milyar, premi setahun 3.6 juta.
          as kesehatan .rawat inap untuk biaya kamar 1 juta sehari, premi per tahun 4.5 juta.

          salam,
          wishnu
          bukan agen asuransi atau RM bank.

          --- On Wed, 4/28/10, Djap Edi santoso <edi_santoso@ ymail.com> wrote:

          From: Djap Edi santoso <edi_santoso@ ymail.com>
          Subject: Bls: [SSR-Klub] Re: [pengaduanasuransi] Re: "JANGAN Ber-INVESTASI di Asuransi Jiwa!" - Jawab ROBERT T. KIYOSAKI
          To: SSR-Klub@yahoogroup s.com
          Date: Wednesday, April 28, 2010, 7:28 AM

           



          Sebelumnya saya ingin mengucapkan salut buat bapak Hendra yang memberikan tanggapan yang cukup positif.

          Bro Freddy

          Saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan dan tanggapan mengenai millis anda
          -Seberapa banyak orang mengerti cara berinvestasi dan mengelolanya ?
          -Berapa nilai Rupiah minimal untuk berinvestasi jika harus dipisahkan dengan asuransi ?
          Menurut tanggapan pribadi saya asuransi dengan memadukan unit link adalah salah satu tempat / wadah untuk dimana orang-orang yang tidak tahu secara betul bagaimana cara berinvestasi dan mengelolanya. sehingga wadah ini adalah sebuah tempat yang layak untuk berinvestasi dimana perusahaan2 asuransi yang yang memadukan UNIT LINK tidak ada yang menginginkan nasabahnya mengalami kerugian sehingga dana nasabah dikelola sebaik mungkin sedangkan untuk tinggi rendahnya hasil investasi ini tergantung dari perkembangan investasi itu sendiri. saya yakin anda juga sangat tahu akan hal ini.
          Tidak hanya orang tidak mengerti akan investasi berinvestasi di perusahaan asuransi yang memadukan dengan unit link. bahkan banyak orang pula yang mengerti akan investasi berinvestasi di unit link.

          coba jangan memojokan unit link dengan menyebutkan nama institusi-nya. jika mengatakan jgn berinvestasi di perusahaan asuransi dan sebaiknya berinvestasi di reksadana. Jika anda mampu menyusun buku demikian dan mampu mengatakan demikian. Berilah solusinya jangan hanya berkata
          dimana reksadana itu harus ditempatkan ? Bagaimana cara-cara untuk mengontrol , memonitor serta mengelola investasi tersebut?

          Tanggapan pribadi saya mengenai millis anda ini.
          pertama Anda seolah-olah memojokan perusahaan asuransi yg memadukan produknya dengan Unit Link. apakah anda paham benar akan unit link ??
          kedua dengan apa yang saya baca Anda ini sedang mengintervensi masyarakat untuk mengikuti pemikiran anda tentang unit link / ingin memberikan edukasi untuk masyarakat ??

          Dari: Freddy Pieloor <fpieloor@yahoo. com>
          Kepada: pengaduanasuransi@ yahoogroups. com
          Cc: SSR-Klub@yahoogroup s.com; Insurance Community of Indonesia <Insurance-Com@ yahoogroups. com>; "moneynlove@ yahoogroups. com" <moneynlove@yahoogro ups.com>
          Terkirim: Sel, 27 April, 2010 12:55:06
          Judul: [SSR-Klub] Re: [pengaduanasuransi] Re: "JANGAN Ber-INVESTASI di Asuransi Jiwa!" - Jawab ROBERT T. KIYOSAKI

           

          Dear Rekan Hendra,


          Terima kasih atas email Anda.

          Apa yang saya tulis, bisa jadi dan mungkin selalu, tidak bisa diterima
          oleh sebagian orang dan juga pada saat yang sama bisa diterima oleh
          kalangan lainnya.

          Jadi semua saya serahkan kembali kepada persepsi pembaca.

          Maaf, saya tidak sempat mengecap sekolah di luar negri,
          saya hanya lulusan Trisakti Lokal.

          Rekan saya Pak Aidil Akbar, memang menyampaikan demikian
          bahwa Unit Link akan sesuai bagi sekelompok orang yang tidak
          memahami investasi dan tidak mau belajar investasi.

          Saya setuju sekali dengan pendapat Pak Aidil, bila jenis investasi
          yang ada di Unit Link itu tidak bisa dibeli langsung oleh masyarakat
          luas.

          Pada kenyataannya investasi di Unit Link
          sebagian besar adalah di Reksa Dana, yang nota bene
          sudah sangat mudah untuk dilakukan.

          Saya menyampaikan bahwa mereka tetap harus memiliki
          asuransi sebagai proteksi, dan Reksa Dana sebagai saluran
          investasi mereka (menggantikan Unit Link).
          Sekali lagi jenis investasi di Unit Link adalah REKSA DANA
          (sebagian besar) dan ini mudah untuk dilakukan oleh masyarakat
          awam sekalipun.

          Semua kembali kepada keputusan Nasabah dan masyarakat
          luas.

          Pendapat Anda tentang penyesatan yang telah saya lakukan,
          saya serahkan kembali kepada keputusan Anda. Itu pemikiran Anda.

          Mari meng-edukasi masyarakat luas, agar mereka semakin
          paham dan bijak memilih apa yang terbaik bagi mereka.
          Mendahulukan kepentingan nasabah di atas kepentingan diri
          dan perusahaan adalah sebuah "investasi" jangka panjang dari
          bisnis asuransi, sebagai bisnis kepercayaan.


          Salam,
          Freddy Pieloor



          From: Hendra Ciputra <bluezheto@yahoo. com>
          To: pengaduanasuransi@ yahoogroups. com
          Sent: Tue, April 27, 2010 12:24:56 PM
          Subject: Re: [pengaduanasuransi] Re: "JANGAN Ber-INVESTASI di Asuransi Jiwa!" - Jawab ROBERT T. KIYOSAKI

           

          Rekan Freddy,

          Kalau memang anda tidak ada niat mendiskreditkan suatu perusahaan, maka sebaiknya anda dalam menulis berhati-hati, mungkin saya tidak memperdulikan dalam beberapa hal tetapi teman-teman perusahaan asuransi yang ada di indonesia tidak bisa menerima apa yang anda katakan. Saya harap anda mengerti. Dan menurut saya dibangku sekolah tidak pernah diajarkan mengenai bagaimana perinsip keuangan yang baik untuk pribadi? mungkin anda mencicipi sekolah di luar negeri. berbeda dengan di indonesia, dan saya setuju untuk memberikan edukasi kepada masyarakat indonesia, tetapi anda harus tahu banyak buku-buku yang menyesatkan dan banyak juga buku-buku yang memberikan edukasi yang baik, saya rasa anda lebih pandai dalam memilah buku-buku.
          Saya tidak setuju dengan prinsip anda bahwa asuransi harus pisah dengan investasi, itu prinsip anda, tetapi anda tidak harus merubah pemikiran masyarakat bahwa prinsip itu benar. Itu hanya dari anda, dan saya beberapa kali melihat tulisan anda, bahwa anda memberikan info kepada masyarakat bahwa asuransi dan investasi harus di pisah, saya ingin menanyakan kepada anda, anda pernah berinvestasi apa? kalau orang yang tidak pernah berinvestasi dan anda mengatakan bahwa lebih baik pisah dengan asuransi? apakah anda pernah berpikir kalau orang tersebut tidak ada pengetahuan untuk berinvestasi? apakah anda tahu permainan investasi tersebut? contohnya saham,forex?
          setiap orang berbeda pemikirannya, anda tidak bisa membawa pikiran orang ke arah investasi?anda harus tahu itu.Saya pernah mendengar dari perkataan akbar, narasumber untuk acara di O Channel,(saya lupa nama acaranya) dia pernah mengatakan, unitlink itu baik untuk dasar kepada orang-orang yang tidak pernah tahu bagaimana berinvestasi.
          kalau memang orang tersebut mengerti dan mengetahui cara-cara investasi ya silahkan, tetapi apabila tidak bagaimana? Apakah anda pernah bermain saham ? Forex? bagaimana market nya?

          Terima kasih


           

          Dear Rekan Hendra,


          Terima kasih atas email Anda.

          Saya tidak pernah me-diskredit- kan sebuah perusahaan asuransi,
          saya sekadar menyampaikan data.
          Bila Anda berpikir apa yang saya sampaikan itu "men-diskreditkan"
          itu pilihan pikiran Anda, silahkan. Perbedaan pendapat sangat wajar.

          Saya tidak membuat masyarakat "antipati" sama asuransi, maaf Anda
          keliru. Saya di sini dan di milis lain, selalu meng-edukasi bahwa masyarakat
          harus memiliki 2 pilar dalam perencanaan keuangan, yaitu Asuransi &
          Investasi. Namun prinsip saya harus di-pisah.

          Saya adalah pelaku asuransi, jadi saya tidak akan menjelekkan industri
          di mana saya lahir dan hidup. Saya mengikuti berbagai milis sejak
          tahun 2006 dan selalu mengajarkan ber-asuransi yang sesuai dengan
          Prinsip-prinsip Asuransi yang saya peroleh dari bangku sekolah,
          buku2 keuangan, pengalaman/praktek dan sekolah perencana keuangan
          yang saya ikuti..

          Silahkan berpendapat dan berpikiran yang berbeda, karena memang
          perbedaan akan membuat kita semakin kritis dan tentunya pandai.

          Perbedaan membuat warna kehidupan semakin indah dan beragam,
          biar masyarakat umum yang menilai dan memutuskannya apa yang
          terbaik bagi mereka.


          Salam damai,
          Freddy Pieloor




          From: Hendra Ciputra <bluezheto@yahoo. com>
          To: pengaduanasuransi@ yahoogroups. com
          Sent: Thu, April 22, 2010 1:08:19 PM
          Subject: Re: [pengaduanasuransi] Re: "JANGAN Ber-INVESTASI di Asuransi Jiwa!" - Jawab ROBERT T. KIYOSAKI

           

          Dear Freedy,
          Iya saya tahu untuk kepentingan masyarakat luas, akan tetapi cara anda mengedukasi yang salah, jangan suka mendiskreditkan suatu perusahaan, dan jg jangan membuat masyarakat menjadi antipati terhadap asuransi,
          apa bila memang anda niat untuk kebaikan tolong kata2 anda harus dijaga, saya sudah banyak mengetahui tentang anda, dan ada beberapa rekan diperusahaan asuransi jg tidak suka dengan artikel anda,kita sama2 cari uang, jangan hanya ke egoisan anda para pekerja diasuransi jadi tercoreng lagi, memang ada oknum akan tetapi anda harus mengedukasikan masyarakat dengan kata2 positif.....
          Ingat anda berpendidika, jangan membodohi masyarakat dengan memisahkan antara investasi dan asuransi!

          apakah anda sendiri tahu konsep investasi+asuransi, saya rasa anda mengetahuinya, dan saya rasa anda jg mengetahui kelebihan dari produk seperti itu, jadi saya rasa anda jangan hanya menginformasikan yang negatifnya
          kalo anda mau benchmark, katakanlah sejujurnya positifnya dan negatifnya.. .... saya rasa anda hanya mengejar popularitas saja (maaf). anda harus tahu produk dari unit link, memang kalau anda merasa investasi harus dipisahkan dari asuransi itu baik, tapi tidak semua orang berpendapat seperti itu.
          kalau seseorang menginvestasikan uangnya dan membeli produk asuransi saja, apakah anda pernah berpikir apakah investasi tersebut bisa naik? ingat investasi keuntungannya bisa naik bisa turun, hari ini bisa untung besok bisa buntung, dan tidak banyak masyarakat mengerti tentang investasi. apabila seseorang rugi dalam hal investasi bagaimana orang tersebut bisa membayar asuransinya? coba anda pikir, saya rasa anda lebih pintar dari saya.
          Dan jg kenapa saya katakan jangan disamakan amerika dan indonesia (asia). memang yang anda katakan buat masyarakat luas untuk kebaikan, tetapi apa yang anda katakan tidaklah benar. Anda pernah membaca buku Robert T. Kiyosaki mengenai buku yang terbarunya mengenai jangan pergi ke sekolah? menurut anda apakah buku itu benar?
          Ingat amerika itu selalu mengedepankan KESERAKAHAN. .. anda tahu kenapa terjadinya Lehman Brothers, dan yang sekarang Goldman Sach? itu karena keegoisan CEO nya yang hanya mengejar ke untungan  semata dan untuk memperkaya diri...tidak memikirkan masyarakat luas, Itulah yang akan terjadi di indonesia dimasa yang akan datang. kenapa saya tidak setuju dengan anda Pak Freddy, saya rasa anda mengetahui tentang bagaimana perencanaan keuangan yang baik sebelum menuju ke diversifikasi uang .

          Memang apa yang anda katakan benar, ada beberapa perusahaan asuransi yang tidak transparan dalam hal produk mereka, tetapi ada pula perusahan asuransi yang transparan mengenai produk dan perusahaannya. Anda harus bisa memilah-milah dan anda harus transparan jg dalam hal apapun jangan hanya membicarakan negatifnya saja. Karena itu anda bisa merekomendasikan mana yang baik atau tidak.

          Terima kasih


          --- On Wed, 4/21/10, Freddy <fpieloor@yahoo. com> wrote:

          From: Freddy <fpieloor@yahoo. com>
          Subject: [pengaduanasuransi] Re: "JANGAN Ber-INVESTASI di Asuransi Jiwa!" - Jawab ROBERT T. KIYOSAKI
          To: pengaduanasuransi@ yahoogroups. com
          Date: Wednesday, April 21, 2010, 2:36 AM

           

          Dear Rekan Hendra,

          Terima kasih atas email Anda.

          Saya tidak menyama-ratakan secara penuh apa yang terjadi di
          Amerika untuk diaplikasikan di Indonesia, namun bila ada pelajaran
          yang penting dan bisa diterapkan di Indonesia, Mengapa pula tidak
          kita pergunakan?

          Banyak hal yang tidak bisa diaplikasikan di Indonesia,
          namun cukup banyak yang bisa diaplikasikan demi kebaikan
          masyarakat luas.

          Saya tidak menginginkan kerugian di pihak masyarakat luas,
          akibat ketidak-tahuan mereka. Saya sekadar share apa yang saya
          tahu dan pahami.

          Selanjutnya keputusan ditangan masing2 pribadi.

          Demikian tanggapan saya.

          Salam,
          Freddy Pieloor

          --- In pengaduanasuransi@ yahoogroups. com, Hendra Ciputra <bluezheto@. ..> wrote:
          >
          > Jangan samakan situasi di amerika dengan di asia terlebih di indonesia bung.....
          >
          >
          > --- On Mon, 4/12/10, Freddy Pieloor <fpieloor@.. .> wrote:
          >
          > From: Freddy Pieloor <fpieloor@.. .>
          > Subject: [pengaduanasuransi] "JANGAN Ber-INVESTASI di Asuransi Jiwa!" - Jawab ROBERT T. KIYOSAKI
          > To: SSR-Klub@yahoogroup s.com, Manager-Indonesia@ yahoogroups. com, "Insurance Community of Indonesia" <Insurance-Com@ yahoogroups. com>, KKMKKAJ@yahoogroups .com, "brokerasuransi@ yahoogroups. com" <brokerasuransi@ yahoogroups. com>, "pengaduanasuransi@ yahoogroups. com" <pengaduanasuransi@ yahoogroups. com>, AMA-DKI@yahoogroups .com, "moneynlove@yahoogro ups.com" <moneynlove@yahoogro ups.com>
          > Date: Monday, April 12, 2010, 5:56 AM
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >  
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          > Dear Rekans,
          >
          >
          > Selamat siang dan salam sejahtera,
          >
          >
          > Saya saat ini sedang dalam penyusunan buku "Jangan Ber-Investasi di Asuransi!"
          > dan mendapat sebuah penegasan dari buku terbaru-nya Robert T. Kiyosaki yang
          > berjudul: "Conspiracy of The Rich" terbitan GRAMEDIA.
          >
          > Buku ini sungguh baik sebagai sebuah pembelajaran, khususnya bagi yang memiliki
          > profesi sebagai Financial Consultant, Financial Advisor atau Financial Planner.
          > Jangan sampai Anda yang ber-profesi tsb. "di-telanjangi" oleh Klien atau Calon
          > Klien.
          >
          > Dalam buku "Conspiracy of The Rich", Robert T. Kiyosaki menjawab sebuah
          > pertanyaan dari Pembaca-nya dan memberikan tanggapan:
          > "JANGAN
          > Ber-Investasi di Asuransi Jiwa!"
          > "Anda harus membeli Asuransi Jiwa Ber-jangka (Term Life),
          > untuk melindungi risiko kematian Anda!"
          >
          > Berarti buku ini melengkapi literatur atau daftar pustaka, buku yang ingin saya
          > terbitkan tsb. Mudah2an bisa terbit tahun ini juga, semoga.
          >
          > -----------
          >
          > Bersiap dirilah, saat Anda membaca buku "Conspiracy of the Rich",
          > karena bisa saja emosi dan mental Anda ter-guncang,
          > seperti yang saya alami kemarin. Dimana pemahaman dan kepercayaan
          > saya sempat ter-koyak, tentang apa yang terjadi di USA sana, dan
          > bisa saja berlaku di Indonesia, terkait penciptaan uang, inflasi dan
          > permainan "kotor" FED, Pemerintah dan Kaum Kaya (Pengusaha & Politikus).
          > Di sana juga dibahas dan dibuka habis tentang beberapa profesi
          > dan
          > jenis investasi.
          >
          > Pokoknya bila Anda "care" dengan keuangan keluarga Anda dan
          > Anda seseorang praktisi keuangan, Anda layak baca,
          > dan seperti yang saya sampai di atas,
          > "Jangan sampai Anda ditelanjangi oleh Klien atau calon Klien Anda!"
          >
          > ------------ ----
          >
          > "Jangan ber-investasi di Asuransi Jiwa!" demikian jawaban Robert T. Kiyosaki
          > (guru-nya Pak Budi Rachmat).
          > "Apakah Anda percaya pada Robert T. Kiyosaki atau pada orang yang menjual?"
          >
          > Saya berharap Anda dapat memutuskan yang terbaik bagi masa depan Anda.
          >
          >
          > Salam,
          > Freddy Pieloor
          > Yang memiliki paham sejalan dengan Robert T. Kiyosaki
          >









        • priambudi
          wah makasih infonya pak... tolong reksadana yg switching gratis apa aja pak... lumayan u alternatif teman-teman trus minimum belinya bisa di bawah 100rebu ga??
          Message 4 of 14 , May 2, 2010
          View Source
          • 0 Attachment
            wah makasih infonya pak...
            tolong reksadana yg switching gratis apa aja pak...
            lumayan u alternatif teman-teman

            trus minimum belinya bisa di bawah 100rebu ga??
            kalo bisa bgitu lebih bagus lagi


            prie



            Dari: Peter Hermawan <mindstorm68@...>
            Kepada: SSR-Klub@yahoogroups.com
            Terkirim: Jum, 30 April, 2010 12:56:33
            Judul: Re: Bls: Bls: [SSR-Klub] Re: [pengaduanasuransi] Re: "JANGAN Ber-INVESTASI di Asuransi Jiwa!" - Jawab ROBERT T. KIYOSAKI

             

            Quote :
            "yang kedua kendali,
            sy disarankan u switch GRATIS ke Cash Fund....
            dan sy bisa switch GRATIS lagi waktu sy mau pindah kembali ke equity fund...
            hanya dengan 1 angkat telpon deberesin switch nya,
            berkas2 dianterin ke rumah...."

            ------------ --------- --------- ---
            Di beberapa reksadana switching juga gratis pak. Bahkan pada reksadana, ketika nasabah redempt dan dana belum masuk ke rekening nasabah (karena proses admin 3hari) dana dapat dimasukkan kembali (atau melakukan penyertaan unit) tanpa menunggu dana direkening nasabah.

            Seperti kata bapak, yang penting ngerti ilmunya. Nah...
            Dari kebanyakan nasabah reksadana dan unitlink, mana yang mendapatkan pengetahuan lebih dari "what we called agent".
            Pada reksadana, nasabah bisa minta Prospektus (kalau nasabahnya tau dan agentnya ngasih tau), sementara pada unitlink ? Sangat bergantung pada proposal yang kebanyakan sangat abu2 (jangan salahkan perusahannya, tugas agentnya yang seharusnya menjelaskan)

            End the end...
            Bener kata bapak lagi, yang penting ngerti ilmunya. Saya kalau boleh nambahin pernyataan bapak....

            "Yang penting YANG JUALAN ngerti ilmunya"

            Kalo gak ngerti, mau jualan reksadana, unitlink atau kambing sekalipun *eh*...

            Ya idem ajah ;)

            Just my 2 cents

            Ada yang mau somay ? *laper*


            peter hermawan @ mobile


          • priambudi
            switching yg laen sy ga semua tau pak... tapi UL yg sy ambil yg switchingnya gratis... bgitu pak?? beda kernet mikrolet beda harga kali pak... adanya harga
            Message 5 of 14 , May 2, 2010
            View Source
            • 0 Attachment
              switching yg laen sy ga semua tau pak...
              tapi UL yg sy ambil yg switchingnya gratis...

              bgitu pak??
              beda kernet mikrolet beda harga kali pak...


              adanya harga beli harga jual ato bid price dan offer price
              tergantung tipe UL nya pak...
              ga semua pake cara itu..

              ada di email sy yg menjawab bid price dan offer price


              prie


              Dari: Wishnu <wishnu8289@...>
              Kepada: SSR-Klub@yahoogroups.com
              Terkirim: Jum, 30 April, 2010 19:11:13
              Judul: Re: Bls: Bls: [SSR-Klub] Re: [pengaduanasuransi] Re: "JANGAN Ber-INVESTASI di Asuransi Jiwa!" - Jawab ROBERT T. KIYOSAKI

               

              lha wong underlying assets unit link kan reksadana. jadi reksadana ya bisa switching. fee maksimal 1%.

              switching unit link TIDAK gratis karena kena selisih harga beli dan harga jual unit sebesar 5%. jadi fee reksadana 5%.

              --- On Thu, 4/29/10, priambudi <prietea@yahoo. com> wrote:

              From: priambudi <prietea@yahoo. com>
              Subject: Bls: Bls: [SSR-Klub] Re: [pengaduanasuransi] Re: "JANGAN Ber-INVESTASI di Asuransi Jiwa!" - Jawab ROBERT T. KIYOSAKI
              To: SSR-Klub@yahoogroup s.com
              Date: Thursday, April 29, 2010, 6:35 PM

               

              unit link = asuransi + reksadana... iyaa bisa diartikan bgitu
              tapi kalo resiko investasi di unit link sama dengan di reksadana...
              sayangnya ga sperti itu mas wishnu

              resiko itu bisa diperkecil, salah duanya dengan pengetahuan dan kendali
              pengetahuan, kalo kita tau bahwa harga saham sudah terlalu mahal, overheating dan lain sebagainya yang mengindikasikan harga saham akan jatuh,
              maka kita juga tau kalo reksadana saham kita dalam bahaya, sebentar lagi anjlok....
              ini sy alami waktu 2008 kemarin... sudah sejak april 2008 sy sudah diwanti2 sm perusahaan asuransi sy
              bahwa harga terlalu mahal... someday dan ga terlalu lama pasti ambrol....
              "ini masih tertahan karena beberapa hedge fund asing beli banyak pak...
              tapi kalo mreka cabut pasti berdarah-darah pak..."

              yang kedua kendali,
              sy disarankan u switch GRATIS ke Cash Fund....
              dan sy bisa switch GRATIS lagi waktu sy mau pindah kembali ke equity fund...
              hanya dengan 1 angkat telpon deberesin switch nya,
              berkas2 dianterin ke rumah....

               
              Lucunya, ada teman sy yg punya reksadana di MI yg besoaar di Indonesia...
              kebetulan, UL sy juga dikelola di MI yg sama, tentu saja lewat 'calo' perusahaan asuransi sy...
              Sy dapet peringatan dan kendali u switching GRATIS....
              teman sy boro-boro dapet peringatan.. . begitu berdarah-darah juga ga dapet permintaan maaf...
              mo switching? boleh... urus di kantor dan jangan lupa bayar fee keluar dan fee masuk....


              mungkin tidak semua orang mengalami pengalaman sperti sy,
              mungkin cuma sy aja yg kebetulan dapet hal-hal tersebut....
              mungkin tidak semua perusahaan asuransi memberi masukan pada nasabahnya
              mungkin tidak semua MI tidak memberi peringatan pada nasabahnya
              mungkin tidak semua perusahaan asuransi memberi switching gratis
              mungkin tidak semua MI mengharuskan switching bayar

              hanya saja, sekali kita melihat angsa hitam, kita percaya bahwa black swan itu ada...
              sekali sy merasakan untungnya punya UL, maka sy percaya tidak selamanya dicaloin itu rugi

              Selama ini sy pun banyak mendapatkan calo yg justru membuat sy keluar uang lebih banyak,
              tapi setelah bertemu dengan calo yg baik, yg bisa membuat sy lebih untung daripada beli sendiri
              justru sy jadi senang beli lewat calo....

              sistem calo, makelar, keagenan itu ga salah.... tapi mungkin kita yg ketemu calo yg salah


              prie






              Dari: Wishnu <wishnu8289@yahoo. com>
              Kepada: SSR-Klub@yahoogroup s.com
              Terkirim: Rab, 28 April, 2010 10:07:46
              Judul: Re: Bls: [SSR-Klub] Re: [pengaduanasuransi] Re: "JANGAN Ber-INVESTASI di Asuransi Jiwa!" - Jawab ROBERT T. KIYOSAKI

               

              unit link = asuransi + reksadana.
              artinya resiko investasi di unit link sama dengan di reksadana.
              kelemahan unit link, tiap kali top up kena biaya hampir lima persen. di reksadana biaya to up atau subscription maksimal 2 persen, tergantung manajer investasi yang anda pilih. malah ada yang 0 persen.
              beberapa asuransi malah menyerahkan pengelolaan unit linknya kepada sebuah manajer investasi ternama. ada sebuah asuransi yang terang2an dana unit link dibelikan sebuah reksadana saham.

              kalo emang perlu asuransi beli aja terpisah. untuk jiwa ada term life. untuk kesehatan ada askes rawat inap (jgn yang cash income).

              acuan :
              as jiwa term life dengan uang pertanggungan 1 milyar, premi setahun 3.6 juta.
              as kesehatan .rawat inap untuk biaya kamar 1 juta sehari, premi per tahun 4.5 juta.

              salam,
              wishnu
              bukan agen asuransi atau RM bank.

              --- On Wed, 4/28/10, Djap Edi santoso <edi_santoso@ ymail.com> wrote:

              From: Djap Edi santoso <edi_santoso@ ymail.com>
              Subject: Bls: [SSR-Klub] Re: [pengaduanasuransi] Re: "JANGAN Ber-INVESTASI di Asuransi Jiwa!" - Jawab ROBERT T. KIYOSAKI
              To: SSR-Klub@yahoogroup s.com
              Date: Wednesday, April 28, 2010, 7:28 AM

               



              Sebelumnya saya ingin mengucapkan salut buat bapak Hendra yang memberikan tanggapan yang cukup positif.

              Bro Freddy

              Saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan dan tanggapan mengenai millis anda
              -Seberapa banyak orang mengerti cara berinvestasi dan mengelolanya ?
              -Berapa nilai Rupiah minimal untuk berinvestasi jika harus dipisahkan dengan asuransi ?
              Menurut tanggapan pribadi saya asuransi dengan memadukan unit link adalah salah satu tempat / wadah untuk dimana orang-orang yang tidak tahu secara betul bagaimana cara berinvestasi dan mengelolanya. sehingga wadah ini adalah sebuah tempat yang layak untuk berinvestasi dimana perusahaan2 asuransi yang yang memadukan UNIT LINK tidak ada yang menginginkan nasabahnya mengalami kerugian sehingga dana nasabah dikelola sebaik mungkin sedangkan untuk tinggi rendahnya hasil investasi ini tergantung dari perkembangan investasi itu sendiri. saya yakin anda juga sangat tahu akan hal ini.
              Tidak hanya orang tidak mengerti akan investasi berinvestasi di perusahaan asuransi yang memadukan dengan unit link. bahkan banyak orang pula yang mengerti akan investasi berinvestasi di unit link.

              coba jangan memojokan unit link dengan menyebutkan nama institusi-nya. jika mengatakan jgn berinvestasi di perusahaan asuransi dan sebaiknya berinvestasi di reksadana. Jika anda mampu menyusun buku demikian dan mampu mengatakan demikian. Berilah solusinya jangan hanya berkata
              dimana reksadana itu harus ditempatkan ? Bagaimana cara-cara untuk mengontrol , memonitor serta mengelola investasi tersebut?

              Tanggapan pribadi saya mengenai millis anda ini.
              pertama Anda seolah-olah memojokan perusahaan asuransi yg memadukan produknya dengan Unit Link. apakah anda paham benar akan unit link ??
              kedua dengan apa yang saya baca Anda ini sedang mengintervensi masyarakat untuk mengikuti pemikiran anda tentang unit link / ingin memberikan edukasi untuk masyarakat ??

              Dari: Freddy Pieloor <fpieloor@yahoo. com>
              Kepada: pengaduanasuransi@ yahoogroups. com
              Cc: SSR-Klub@yahoogroup s.com; Insurance Community of Indonesia <Insurance-Com@ yahoogroups. com>; "moneynlove@ yahoogroups. com" <moneynlove@yahoogro ups.com>
              Terkirim: Sel, 27 April, 2010 12:55:06
              Judul: [SSR-Klub] Re: [pengaduanasuransi] Re: "JANGAN Ber-INVESTASI di Asuransi Jiwa!" - Jawab ROBERT T. KIYOSAKI

               

              Dear Rekan Hendra,


              Terima kasih atas email Anda.

              Apa yang saya tulis, bisa jadi dan mungkin selalu, tidak bisa diterima
              oleh sebagian orang dan juga pada saat yang sama bisa diterima oleh
              kalangan lainnya.

              Jadi semua saya serahkan kembali kepada persepsi pembaca.

              Maaf, saya tidak sempat mengecap sekolah di luar negri,
              saya hanya lulusan Trisakti Lokal.

              Rekan saya Pak Aidil Akbar, memang menyampaikan demikian
              bahwa Unit Link akan sesuai bagi sekelompok orang yang tidak
              memahami investasi dan tidak mau belajar investasi.

              Saya setuju sekali dengan pendapat Pak Aidil, bila jenis investasi
              yang ada di Unit Link itu tidak bisa dibeli langsung oleh masyarakat
              luas.

              Pada kenyataannya investasi di Unit Link
              sebagian besar adalah di Reksa Dana, yang nota bene
              sudah sangat mudah untuk dilakukan.

              Saya menyampaikan bahwa mereka tetap harus memiliki
              asuransi sebagai proteksi, dan Reksa Dana sebagai saluran
              investasi mereka (menggantikan Unit Link).
              Sekali lagi jenis investasi di Unit Link adalah REKSA DANA
              (sebagian besar) dan ini mudah untuk dilakukan oleh masyarakat
              awam sekalipun.

              Semua kembali kepada keputusan Nasabah dan masyarakat
              luas.

              Pendapat Anda tentang penyesatan yang telah saya lakukan,
              saya serahkan kembali kepada keputusan Anda. Itu pemikiran Anda.

              Mari meng-edukasi masyarakat luas, agar mereka semakin
              paham dan bijak memilih apa yang terbaik bagi mereka.
              Mendahulukan kepentingan nasabah di atas kepentingan diri
              dan perusahaan adalah sebuah "investasi" jangka panjang dari
              bisnis asuransi, sebagai bisnis kepercayaan.


              Salam,
              Freddy Pieloor



              From: Hendra Ciputra <bluezheto@yahoo. com>
              To: pengaduanasuransi@ yahoogroups. com
              Sent: Tue, April 27, 2010 12:24:56 PM
              Subject: Re: [pengaduanasuransi] Re: "JANGAN Ber-INVESTASI di Asuransi Jiwa!" - Jawab ROBERT T. KIYOSAKI

               

              Rekan Freddy,

              Kalau memang anda tidak ada niat mendiskreditkan suatu perusahaan, maka sebaiknya anda dalam menulis berhati-hati, mungkin saya tidak memperdulikan dalam beberapa hal tetapi teman-teman perusahaan asuransi yang ada di indonesia tidak bisa menerima apa yang anda katakan. Saya harap anda mengerti. Dan menurut saya dibangku sekolah tidak pernah diajarkan mengenai bagaimana perinsip keuangan yang baik untuk pribadi? mungkin anda mencicipi sekolah di luar negeri. berbeda dengan di indonesia, dan saya setuju untuk memberikan edukasi kepada masyarakat indonesia, tetapi anda harus tahu banyak buku-buku yang menyesatkan dan banyak juga buku-buku yang memberikan edukasi yang baik, saya rasa anda lebih pandai dalam memilah buku-buku.
              Saya tidak setuju dengan prinsip anda bahwa asuransi harus pisah dengan investasi, itu prinsip anda, tetapi anda tidak harus merubah pemikiran masyarakat bahwa prinsip itu benar. Itu hanya dari anda, dan saya beberapa kali melihat tulisan anda, bahwa anda memberikan info kepada masyarakat bahwa asuransi dan investasi harus di pisah, saya ingin menanyakan kepada anda, anda pernah berinvestasi apa? kalau orang yang tidak pernah berinvestasi dan anda mengatakan bahwa lebih baik pisah dengan asuransi? apakah anda pernah berpikir kalau orang tersebut tidak ada pengetahuan untuk berinvestasi? apakah anda tahu permainan investasi tersebut? contohnya saham,forex?
              setiap orang berbeda pemikirannya, anda tidak bisa membawa pikiran orang ke arah investasi?anda harus tahu itu.Saya pernah mendengar dari perkataan akbar, narasumber untuk acara di O Channel,(saya lupa nama acaranya) dia pernah mengatakan, unitlink itu baik untuk dasar kepada orang-orang yang tidak pernah tahu bagaimana berinvestasi.
              kalau memang orang tersebut mengerti dan mengetahui cara-cara investasi ya silahkan, tetapi apabila tidak bagaimana? Apakah anda pernah bermain saham ? Forex? bagaimana market nya?

              Terima kasih


               

              Dear Rekan Hendra,


              Terima kasih atas email Anda.

              Saya tidak pernah me-diskredit- kan sebuah perusahaan asuransi,
              saya sekadar menyampaikan data.
              Bila Anda berpikir apa yang saya sampaikan itu "men-diskreditkan"
              itu pilihan pikiran Anda, silahkan. Perbedaan pendapat sangat wajar.

              Saya tidak membuat masyarakat "antipati" sama asuransi, maaf Anda
              keliru. Saya di sini dan di milis lain, selalu meng-edukasi bahwa masyarakat
              harus memiliki 2 pilar dalam perencanaan keuangan, yaitu Asuransi &
              Investasi. Namun prinsip saya harus di-pisah.

              Saya adalah pelaku asuransi, jadi saya tidak akan menjelekkan industri
              di mana saya lahir dan hidup. Saya mengikuti berbagai milis sejak
              tahun 2006 dan selalu mengajarkan ber-asuransi yang sesuai dengan
              Prinsip-prinsip Asuransi yang saya peroleh dari bangku sekolah,
              buku2 keuangan, pengalaman/praktek dan sekolah perencana keuangan
              yang saya ikuti..

              Silahkan berpendapat dan berpikiran yang berbeda, karena memang
              perbedaan akan membuat kita semakin kritis dan tentunya pandai.

              Perbedaan membuat warna kehidupan semakin indah dan beragam,
              biar masyarakat umum yang menilai dan memutuskannya apa yang
              terbaik bagi mereka.


              Salam damai,
              Freddy Pieloor




              From: Hendra Ciputra <bluezheto@yahoo. com>
              To: pengaduanasuransi@ yahoogroups. com
              Sent: Thu, April 22, 2010 1:08:19 PM
              Subject: Re: [pengaduanasuransi] Re: "JANGAN Ber-INVESTASI di Asuransi Jiwa!" - Jawab ROBERT T. KIYOSAKI

               

              Dear Freedy,
              Iya saya tahu untuk kepentingan masyarakat luas, akan tetapi cara anda mengedukasi yang salah, jangan suka mendiskreditkan suatu perusahaan, dan jg jangan membuat masyarakat menjadi antipati terhadap asuransi,
              apa bila memang anda niat untuk kebaikan tolong kata2 anda harus dijaga, saya sudah banyak mengetahui tentang anda, dan ada beberapa rekan diperusahaan asuransi jg tidak suka dengan artikel anda,kita sama2 cari uang, jangan hanya ke egoisan anda para pekerja diasuransi jadi tercoreng lagi, memang ada oknum akan tetapi anda harus mengedukasikan masyarakat dengan kata2 positif.....
              Ingat anda berpendidika, jangan membodohi masyarakat dengan memisahkan antara investasi dan asuransi!

              apakah anda sendiri tahu konsep investasi+asuransi, saya rasa anda mengetahuinya, dan saya rasa anda jg mengetahui kelebihan dari produk seperti itu, jadi saya rasa anda jangan hanya menginformasikan yang negatifnya
              kalo anda mau benchmark, katakanlah sejujurnya positifnya dan negatifnya.. .... saya rasa anda hanya mengejar popularitas saja (maaf). anda harus tahu produk dari unit link, memang kalau anda merasa investasi harus dipisahkan dari asuransi itu baik, tapi tidak semua orang berpendapat seperti itu.
              kalau seseorang menginvestasikan uangnya dan membeli produk asuransi saja, apakah anda pernah berpikir apakah investasi tersebut bisa naik? ingat investasi keuntungannya bisa naik bisa turun, hari ini bisa untung besok bisa buntung, dan tidak banyak masyarakat mengerti tentang investasi. apabila seseorang rugi dalam hal investasi bagaimana orang tersebut bisa membayar asuransinya? coba anda pikir, saya rasa anda lebih pintar dari saya.
              Dan jg kenapa saya katakan jangan disamakan amerika dan indonesia (asia). memang yang anda katakan buat masyarakat luas untuk kebaikan, tetapi apa yang anda katakan tidaklah benar. Anda pernah membaca buku Robert T. Kiyosaki mengenai buku yang terbarunya mengenai jangan pergi ke sekolah? menurut anda apakah buku itu benar?
              Ingat amerika itu selalu mengedepankan KESERAKAHAN. .. anda tahu kenapa terjadinya Lehman Brothers, dan yang sekarang Goldman Sach? itu karena keegoisan CEO nya yang hanya mengejar ke untungan  semata dan untuk memperkaya diri...tidak memikirkan masyarakat luas, Itulah yang akan terjadi di indonesia dimasa yang akan datang. kenapa saya tidak setuju dengan anda Pak Freddy, saya rasa anda mengetahui tentang bagaimana perencanaan keuangan yang baik sebelum menuju ke diversifikasi uang .

              Memang apa yang anda katakan benar, ada beberapa perusahaan asuransi yang tidak transparan dalam hal produk mereka, tetapi ada pula perusahan asuransi yang transparan mengenai produk dan perusahaannya. Anda harus bisa memilah-milah dan anda harus transparan jg dalam hal apapun jangan hanya membicarakan negatifnya saja. Karena itu anda bisa merekomendasikan mana yang baik atau tidak.

              Terima kasih


              --- On Wed, 4/21/10, Freddy <fpieloor@yahoo. com> wrote:

              From: Freddy <fpieloor@yahoo. com>
              Subject: [pengaduanasuransi] Re: "JANGAN Ber-INVESTASI di Asuransi Jiwa!" - Jawab ROBERT T. KIYOSAKI
              To: pengaduanasuransi@ yahoogroups. com
              Date: Wednesday, April 21, 2010, 2:36 AM

               

              Dear Rekan Hendra,

              Terima kasih atas email Anda.

              Saya tidak menyama-ratakan secara penuh apa yang terjadi di
              Amerika untuk diaplikasikan di Indonesia, namun bila ada pelajaran
              yang penting dan bisa diterapkan di Indonesia, Mengapa pula tidak
              kita pergunakan?

              Banyak hal yang tidak bisa diaplikasikan di Indonesia,
              namun cukup banyak yang bisa diaplikasikan demi kebaikan
              masyarakat luas.

              Saya tidak menginginkan kerugian di pihak masyarakat luas,
              akibat ketidak-tahuan mereka. Saya sekadar share apa yang saya
              tahu dan pahami.

              Selanjutnya keputusan ditangan masing2 pribadi.

              Demikian tanggapan saya.

              Salam,
              Freddy Pieloor

              --- In pengaduanasuransi@ yahoogroups. com, Hendra Ciputra <bluezheto@. ..> wrote:
              >
              > Jangan samakan situasi di amerika dengan di asia terlebih di indonesia bung.....
              >
              >
              > --- On Mon, 4/12/10, Freddy Pieloor <fpieloor@.. .> wrote:
              >
              > From: Freddy Pieloor <fpieloor@.. .>
              > Subject: [pengaduanasuransi] "JANGAN Ber-INVESTASI di Asuransi Jiwa!" - Jawab ROBERT T. KIYOSAKI
              > To: SSR-Klub@yahoogroup s.com, Manager-Indonesia@ yahoogroups. com, "Insurance Community of Indonesia" <Insurance-Com@ yahoogroups. com>, KKMKKAJ@yahoogroups .com, "brokerasuransi@ yahoogroups. com" <brokerasuransi@ yahoogroups. com>, "pengaduanasuransi@ yahoogroups. com" <pengaduanasuransi@ yahoogroups. com>, AMA-DKI@yahoogroups .com, "moneynlove@yahoogro ups.com" <moneynlove@yahoogro ups.com>
              > Date: Monday, April 12, 2010, 5:56 AM
              >
              >
              >
              >
              >
              >
              >
              >  
              >
              >
              >
              >
              >
              >
              >
              >
              >
              > Dear Rekans,
              >
              >
              > Selamat siang dan salam sejahtera,
              >
              >
              > Saya saat ini sedang dalam penyusunan buku "Jangan Ber-Investasi di Asuransi!"
              > dan mendapat sebuah penegasan dari buku terbaru-nya Robert T. Kiyosaki yang
              > berjudul: "Conspiracy of The Rich" terbitan GRAMEDIA.
              >
              > Buku ini sungguh baik sebagai sebuah pembelajaran, khususnya bagi yang memiliki
              > profesi sebagai Financial Consultant, Financial Advisor atau Financial Planner.
              > Jangan sampai Anda yang ber-profesi tsb. "di-telanjangi" oleh Klien atau Calon
              > Klien.
              >
              > Dalam buku "Conspiracy of The Rich", Robert T. Kiyosaki menjawab sebuah
              > pertanyaan dari Pembaca-nya dan memberikan tanggapan:
              > "JANGAN
              > Ber-Investasi di Asuransi Jiwa!"
              > "Anda harus membeli Asuransi Jiwa Ber-jangka (Term Life),
              > untuk melindungi risiko kematian Anda!"
              >
              > Berarti buku ini melengkapi literatur atau daftar pustaka, buku yang ingin saya
              > terbitkan tsb. Mudah2an bisa terbit tahun ini juga, semoga.
              >
              > -----------
              >
              > Bersiap dirilah, saat Anda membaca buku "Conspiracy of the Rich",
              > karena bisa saja emosi dan mental Anda ter-guncang,
              > seperti yang saya alami kemarin. Dimana pemahaman dan kepercayaan
              > saya sempat ter-koyak, tentang apa yang terjadi di USA sana, dan
              > bisa saja berlaku di Indonesia, terkait penciptaan uang, inflasi dan
              > permainan "kotor" FED, Pemerintah dan Kaum Kaya (Pengusaha & Politikus).
              > Di sana juga dibahas dan dibuka habis tentang beberapa profesi
              > dan
              > jenis investasi.
              >
              > Pokoknya bila Anda "care" dengan keuangan keluarga Anda dan
              > Anda seseorang praktisi keuangan, Anda layak baca,
              > dan seperti yang saya sampai di atas,
              > "Jangan sampai Anda ditelanjangi oleh Klien atau calon Klien Anda!"
              >
              > ------------ ----
              >
              > "Jangan ber-investasi di Asuransi Jiwa!" demikian jawaban Robert T. Kiyosaki
              > (guru-nya Pak Budi Rachmat).
              > "Apakah Anda percaya pada Robert T. Kiyosaki atau pada orang yang menjual?"
              >
              > Saya berharap Anda dapat memutuskan yang terbaik bagi masa depan Anda.
              >
              >
              > Salam,
              > Freddy Pieloor
              > Yang memiliki paham sejalan dengan Robert T. Kiyosaki
              >










            Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.