Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: Pencairan Deposito jika deposan meninggal dunia

Expand Messages
  • wishnu8289
    setahu saya di polis asuransi selalu diwajibkan menuliskan ahli waris. sementara deposito tidak. apakah mas indra pernah ngurus klaim meninggal asuransi jiwa?
    Message 1 of 37 , Jan 1, 2010
    View Source
    • 0 Attachment
      setahu saya di polis asuransi selalu diwajibkan menuliskan ahli waris. sementara deposito tidak. apakah mas indra pernah ngurus klaim meninggal asuransi jiwa? mohon dibagi ceritanya.

      salam,
      wishnu

      --- In SSR-Klub@yahoogroups.com, "Indra Hadiwidjaja" <mlindra@...> wrote:
      >
      > Membaca email mas Yhoga di antara berbagai kecaman terhadap produk unit
      > link, saya jadi tersadar dan melihat satu nilai tambah asuransi unit link
      > dibanding investasi murni: berupa kemudahan untuk mencairkan dana kepada
      > ahli waris yang sudah ditunjuk sebelumnya oleh pemilik rekening.
      >
      > Dalam asuransi si ling ling, hasil investasi maupun uang pertanggungan akan
      > diserahkan kepada ahli waris asalkan ada bukti meninggal dan tidak
      > memerlukan surat keterangan waris atau fatwa waris dari pengadilan.
      >
      > Biaya? Memang lebih tinggi. Tapi lebih mudah kalau sampai kejadian.
      > Memang kemudahan itu tidak gratis ya... :)
      >
      > Mungkin bisa ditambahkan sebagai nilai plus si ling ling dalam buku pak
      > Freddy berikutnya... :p
      >
      > Best regards,
      > Indra Hadiwidjaja
      >
      > -----Original Message-----
      > From: SSR-Klub@yahoogroups.com [mailto:SSR-Klub@yahoogroups.com] On Behalf
      > Of yhogaswara
      > Sent: Sunday, December 20, 2009 6:33 AM
      > To: SSR-Klub@yahoogroups.com
      > Subject: Re: [SSR-Klub] Pencairan Deposito jika deposan meninggal dunia
      >
      > Dear Pak Gun dan friend semuanya
      >
      > Trima kasih atas komentar & penunjuknya
      > BTW, depositonya di BNI cabang Majestik,Jakarta & nominalnya diatas 100 juta
      > KOndisi sekarang menunggu surat pengadilan agama Tangerang tentang
      > jadwal sidangnya
      >
      > Tapi, berkaca dari kejadian ini, kalau saya yang meninggal, bagaimana ?
      > 1. Bank mana yang lebih mempermudah pencairan deposito, supaya tidak
      > mempersulit ahli waris (istri & anak-anaknya) ?
      > 2. Mengingat deposito & tabungan untuk kepentingan konsumsi keluarga di
      > masa depan, mana yang lebih baik, deposito atas nama suami atau atas
      > nama istri ?
      > Ini untuk mempersempit ruanglingkup ahli waris, seperti
      > saudara/keponakan yang tidak diinginkan
      >
      > Terima kasih
      > Yhoga
      >
      > gunonthesky wrote:
      > >
      > > Dear Pak Yhoga,
      > > Kebetulan beberapa bulan yg lalu saya pernah melakukan pencairan
      > > tabungan (bukan deposito) untuk nasabah yang meninggal, persyaratannya
      > > sbb;
      > > 1. Surat Ahli waris (dittd oleh semua anak dan istri Alm)
      > > 2. Surat Kuasa Ahli Waris (dittd oleh semua ahli waris kepada org yg
      > > dikuasakan u/ mencairkan dana)
      > > 3. Surat Permohonan pencairan dana (ditujukan kepada BNI)
      > > 4. Surat Pernyataan (Pencairan dana)
      > > untuk dokumen pendukungnya;
      > > 1. KK
      > > 2. Fotocopy KTP Alm & ahli waris
      > > 3. Surat Keterangan kematian yg dttd RT, RW, Kel, Camat
      > > 4. Surat Kematian dari RS yg dilegalisir juga oleh Kel, Camat
      > > 5. Akte Kematian dari Catatan Sipil
      > > 6. Surat Waris yg di ttd RT, RW, Kel, camat
      > > Btw Bapak BNI cabang mana ? karena kadang setiap cabang (apalagi beda
      > > bank) bisa memiliki standar yg berbeda tergantung relationship nasabah
      > > dgn pihak Bank.
      > > bila ada info yg kurang jelas silahkan Pak Yhoga Japri. Thanks
      > > Ps; saya urus untuk BNI & Mandiri
      > > Rgds,
      > > Gun
      > >
      > > ----- Original Message -----
      > > *From:* yhogaswara <mailto:yhogaswara@...>
      > > *To:* SSR-Klub@yahoogroups.com <mailto:SSR-Klub@yahoogroups.com>
      > > *Sent:* Friday, December 11, 2009 1:37 AM
      > > *Subject:* [SSR-Klub] Pencairan Deposito jika deposan meninggal dunia
      > >
      > > Dear all
      > >
      > > Mau tanya sehubungan dengan pencairan deposito
      > >
      > > Bapak saya kebetulan baru saja meninggal. Ternyata ia menyimpan
      > > deposito
      > > di bank BNI. Saat ibu saya mau mencairkan, dia diminta : Surat
      > > kematian
      > > dari RT dan Rumah sakit, surat keterangan ahli waris dari
      > > kecamatan, dan
      > > fatwa waris dari pengadilan agama.
      > > Surat kematian ---> OK
      > > Surat keterangan waris ----> pak camat minta 200rb per surat yang
      > > ditanda-tangani
      > > Fatwa waris pengadilan agama -------> pakai sidang dulu. Bayar 300rb
      > > sidangnya 1 bulan lagi (jadwal belum confirmed). Tapi kalo bayar
      > > 700rb,
      > > sidang 1 minggu lagi
      > >
      > > Yang jadi pertanyaan: apakah semua bank memiliki peraturan yang sama
      > > kalo pemiliknya meninggal ? Soalnya kasihan juga si ahliwaris, banyak
      > > yang ambil kesempatan dalam kesedihan
      > >
      > > Minta tolong sharing-nya, yang punya pengalaman mengurus deposito
      > > bank
      > > BNI sesuai jalur diatas
      > >
      > > terima kasih
      > > Yhoga
      > >
      > >
      >
      >
      > ------------------------------------
      >
      > ______________________________________________
      >
      > Dapatkan buku
      > "KARYAWAN HARUS NABUNG BIAR MAKMUR..!"
      > (5 Kiat Praktis Menabung & Berinvestasi bagi Karyawan)
      > oleh: Safir Senduk ; Harga: Rp 39.800
      > Penerbit: PT Elex Media Komputindo
      >
      > Ingin mendapatkan Artikel & Tanya Jawab Rutin
      > di email Anda tentang Perencanaan Keuangan?
      > Kirimkan email kosong Anda ke alamat
      > SSR-InfodanArtikel-subscribe@yahoogroups.com
      >
      > Kunjungi www.perencanakeuangan.com
      > ______________________________________________Yahoo! Groups Links
      >
      >
      >
      > No virus found in this incoming message.
      > Checked by AVG - www.avg.com
      > Version: 9.0.717 / Virus Database: 270.14.115/2576 - Release Date: 12/21/09
      > 14:36:00
      >
    • renwick.bernando@yahoo.com
      Hahaha,gantian saya yg minta maap baru bales. Bpk benar, jd paling tidak kita perlu siapkan minimal 3x cicilan sambil ngurus claim asuransi jiwa. Tapi cicilan
      Message 37 of 37 , Jun 29, 2012
      View Source
      • 0 Attachment
        Hahaha,gantian saya yg minta maap baru bales.

        Bpk benar, jd paling tidak kita perlu siapkan minimal 3x cicilan sambil ngurus claim asuransi jiwa.

        Tapi cicilan kpr tsb tdk perlu dimasukkan dlm financial plan ahli waris krn akan di lunasi oleh asuransi jiwa nya.

        Btw apakah ada teman-teman lain yang pernah mengurus claim asuransi jiwa terkait kredit? Boleh sharingnya mungkin?

        Salam
        Renwick
        Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

        From: yhogaswara <yhogaswara@...>
        Sender: SSR-Klub@yahoogroups.com
        Date: Sat, 23 Jun 2012 18:54:26 +0700
        To: <SSR-Klub@yahoogroups.com>
        ReplyTo: SSR-Klub@yahoogroups.com
        Cc: <renwick.bernando@...>
        Subject: Re: [SSR-Klub] Re: Pencairan Deposito jika deposan meninggal dunia

         

        Salam kenal juga pak...

        maaf baru balas.
        memang benar, perusahaan asuransi akan menanggung sisa kewajiban & otomatis rumah akan menjadi milik hak waris.
        Yang saya khawatirkan adalah seberapa lama & seberapa panjang prosedur yang harus dijalani ahli waris dari tanggal kematian sampai ada keputusan dari asuransi & pengadilan.
        Contoh pembayaran kpr tanggal 27. Tapi (amit2 ya...) kita meninggal tanggal 25. Sekarang kan pembayaran sudah auto debet. Lebih baik punya saldo 1 bulan kpr daripada tidak sama sekali.
        Karena kita tidak tahu, apakah ahli waris tenang menghadapi ini atau harus berdebat dulu dengan pihak bank karena belum ada pernyataan secara hukum bahwa kita sudah meninggal & yang menjadi ali waris adalah istri & anak2 kita.

        yah...dalam hal proteksi, saya mesti ambil skenario terjeleknya pak

        salam

        On 6/18/2012 9:25 AM, renwick.bernando@... wrote:
         

        Salam kenal Pak Yhoga,
        Mau nanya pak, CMIW bukankah di dalam kpr itu ada asuransi jiwa bagi debitur nya, shg apabila kita (misalkan sbg suami) sbg debitur pengambil kpr rumah,ternyata meninggal dunia sebelum kpr tsb lunas, maka perusahaan asuransi menanggung sisa kewajiban kpd bank dan rmh tsb otomatis milik ahli waris? (istri dan anak2)
        Salam
        Renwick

        Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

        From: yhogaswara <yhogaswara@...>
        Date: Sat, 16 Jun 2012 09:19:34 +0700
        Subject: Re: [SSR-Klub] Re: Pencairan Deposito jika deposan meninggal dunia

         

        Wah email saya tahun 2009.
        Pada akhirnya, uang warisan cair 2 bulan setelah bapak saya meninggal dunia, dan setelah menempuh semua proses. Itu juga menggerakkan seluruh keluarga/saudara2 untuk bantu urus.

        To mba' Laksmi :
        Sama, waktu itu saya jadi terpikir masalah RD.
        Akhirnya saya putuskan RD yang bisa saya setor & ambil secara online....seperti Danareksa (maaf bukan iklan).
        Saya tuliskan manual book tentang cara penyetoran & penarikan untukkeluarga, terutama istri saya ajarkan operasionalnya.
        Dengan catatan, rekening tabungan kita jangan dirubah & jangan ditutup. Biarkan nanti sampai semua uang RD cair (penarikan secara online) baru tutup tabungan/biarkan hangus.
        Tujuannya biar ahli waris masih bisa melanjutkan hidup 2-3 bulan sampai selesainya semua prosedur, seperti pencairan deposito,
        Jadi mereka tetap bisa beraktivitas normal & juga bayar KPR/kredit motor-mobil, dll.

        Semoga membantu

        Regards
        Yhoga

        On 6/10/2012 4:26 PM, laksmi_saraswati@... wrote:

         

        Wah..sy kok jd kpikiran sm reksadana sy ya.sy baru mulai invest di RD utk bekal pensiun.kl seandainya sy meninggal,berarti ahli waris sy jg tdk bs lgs mengambil alih ya?mgkn ada rekan2 yg bs ksh saran,apa yg sebaiknya qt siapkan,spy ahli waris tdk perlu direpotkan spt kasus bapak dg bank BNI.

        Powered by Telkomsel BlackBerry®

        From: "sbastian" <mohamad.sbastian@...>
        Date: Sat, 9 Jun 2012 15:32:12 +0000
        Subject: Re: [SSR-Klub] Re: Pencairan Deposito jika deposan meninggal dunia

         

        Jadi memang ada pentingnya kita sejak sekrng siapkan surat wasiat ya? Jgn sampai ahli waris kita kesulitan nantinya utk klaim warisan2 investasi yg kt punya

        msbastianw
        ┏┉┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉┓
        ┆ D 18 KB
        ┆ 04.15
        └┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈ ┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶


        Date: Sat, 9 Jun 2012 15:04:18 +0000
        Subject: Re: [SSR-Klub] Re: Pencairan Deposito jika deposan meninggal dunia

         

        Dear Pak Bimo

        Saya pernah mengalami hal yg sama ketika ayah saya meninggal, waktu itu case nya di danamon deposito dlm bentuk $ dan Rp, Jika Ibu dan ayah anda ada surat nikah, seharusnya yang menjadi ahli waris adalah ayah,dgn melampirkan surat kematian, surat nikah,kartu keluarga. Jika tidak ada akte nikah maka yg berhak adalah anak dengan melampirkan akte lahir, surat kematian dan kartu keluarga.

        Saat itu saya sudah melampirkan semua yg diminta oleh pihak legal bank danamon, namun hal itu pun masih tidak dapat mencairkan dana tsb.

        Berdasarkan pengalaman saya inti dari pihak legal bank yaitu "mereka tidak mau dituntut oleh pihal lain, ketika dana itu sudah cair" maka dengan kata lain surat2 yg di minta pihak legal pun tidak terpakai sama sekali, dan pada akhirnya yg dapat mencairkan dana tsb adalah kawan ayah sy yg mempunyai dana cukup besar yang menjadi jaminan, dgn sebuah kalimat "saya yg jamin dan saya yg tanggung jika ada tuntutan dr pihak lain" dalam waktu 5 menit dana ayah sy cair semua.

        Pada saat saya mengurus semua yg diminta pihak legal kurang lebih memakan waktu 2 thn, dari ke notaris utk ahli waris, sampai pihak notaris mengirimkan surat ke departemen hukum dan ham, utk meminta apakah ayah saya meninggalkan surat wasiat, dan jawabannya tidak ada dr departemen hukum dan ham dalam selembar surat, membuat akte kematian dll,

        Saran saya jika semua yg diminta oleh legal bank bni dan pada akhirnya tidak dapat mencairkan dana tsb, cari kawan, teman atau saudara utk menjamin bahwa tidak ada tuntutan ke pihak bank ketika dana itu cair, atau point tidak ada tuntutan ke pihak bank ketika dana sudah cair juga di cantumkan dalam pembuatan surat di akte notaris.

        Semoga membantu

        Salam

        Djap Edi Santoso


        Date: Fri, 8 Jun 2012 01:01:32 +0000
        Subject: Re: [SSR-Klub] Re: Pencairan Deposito jika deposan meninggal dunia

         

        Pak Bimo,

        Coba minta aturan yg "menahan" pencairan deposito ibu anda secara tertulis. Jgn2 aturan tsb hanya kebijakan "lisan + sepihak" si kepala cabang. Klu kebijakan manajer cabang, anda bisa coba konsultasi ke bagian hukum bni pusat.

        Hanya sekadar sumbang saran, semoga akhirnya ada solusi atas "kasus" anda tsb.

        Powered by Telkomsel BlackBerry®

        From: "Bim0" <noviantobimo@...>
        Date: Thu, 07 Jun 2012 15:11:27 -0000
        Subject: [SSR-Klub] Re: Pencairan Deposito jika deposan meninggal dunia

         

        Dear All & Pak Yhoga,
        Saat ini saya juga sedang mengalami hal yg sama, yaitu memproses pencairan simpanan deposito almarhumah ibu di BNI.
        pada salah satu rekening deposito di bank BNI saya menemui kendala yaitu kebijakan internal mereka mewajibkan adanya surat fatwa waris dari pengadilan agama/negeri. kondisi saat ini ahli waris hanya ada saya (putra satu2nya & belum menikah) dan ayah saya. dg alasan simpanan >100juta. sedangkan pada proses di bank BUMN lainnya lainnya serta di bank swasta kebijakan justru lebih "longgar" pencairan >100juta hanya cukup akta notaris saja. posisi saat ini akta notaris sedang dalam proses.

        alasan saya hanya membuat akta notaris dan menolak fatwa pengadilan.
        1. akta notaris proses jauh lebih mudah & waktu yg singkat
        2. insya allah biaya masih jauh lebih rendah dari biaya pengadilan
        3. sebagai org yg tdk terlalu faham dg hukum, saya menganggap akta notaris sudah berketetapan cukup tinggi.
        4. jika harus memakai fatwa waris pengadilan, diperlukan adanya persidangan dan memakan waktu cukup lama (saya sangat keberatan krn dimana kondisi kesehatan ayah saya saat ini tdk memungkinkan utk sidang,krn stroke)

        selain hal diatas, pada saat saya datang ke cabang BNI tersebut dan bertemu dg pimpinan cabang dapat saya nilai bahwa hubungan antara pihak bank dan almarhumah ibu saya sebagai nasabah sangat baik. namun hal ini ternyata tdk berpengaruh.
        lalu selain itu dari pihak pimpinan cabang juga sudah "sowan" ke rumah utk bertemu ayah saya (mungkin ada rasa ketidakpercayaan bank) . tetap saja mereka berpegang teguh dengan kebijakan internalnya. saat ini sembari menunggu akta notaris selesai proses saya masih berusaha "membujuk" fihak BNI agar mengabulkan permhonan keberatan saya akan fatwa waris pengadilan.

        saya sendiri juga karywan pada salah satu bank swasta , saya juga mengerti kebijakan mereka utk melindungi dr segala tuntutan di kemudian hari. tapi lha ya mbok jangan terlalu kaku membuat kebijakan , mohon di lihat secara case by case.
        krn sesuai penelusuran saya selama ini, justru sesuai surat edaran MA bahwasannya pihak pengadilan DILARANG memutuskan tentang hak waris seseorang, terkecuali di antara ahli waris terdapat perselisihan atau sengketa.

        jgn saya juga berpendirian akta notaris sudah mempunyai ketetapan yg tinggi dan mohon di ingat notaris bertugas di bawah sumpah UU Republik Indonesia, sehingga utk pembuatan akta pun tidak bisa sembarangan.

        semoga pihak internal/legal BNI dapat "melonggarkan" policy kakunya tsb. kasihan nasabah.

        Terima Kasih.

        --- In SSR-Klub@yahoogroups.com, yhogaswara <yhogaswara@...> wrote:
        >
        > Dear all
        >
        > Mau tanya sehubungan dengan pencairan deposito
        >
        > Bapak saya kebetulan baru saja meninggal. Ternyata ia menyimpan deposito
        > di bank BNI. Saat ibu saya mau mencairkan, dia diminta : Surat kematian
        > dari RT dan Rumah sakit, surat keterangan ahli waris dari kecamatan, dan
        > fatwa waris dari pengadilan agama.
        > Surat kematian ---> OK
        > Surat keterangan waris ----> pak camat minta 200rb per surat yang
        > ditanda-tangani
        > Fatwa waris pengadilan agama -------> pakai sidang dulu. Bayar 300rb
        > sidangnya 1 bulan lagi (jadwal belum confirmed). Tapi kalo bayar 700rb,
        > sidang 1 minggu lagi
        >
        > Yang jadi pertanyaan: apakah semua bank memiliki peraturan yang sama
        > kalo pemiliknya meninggal ? Soalnya kasihan juga si ahliwaris, banyak
        > yang ambil kesempatan dalam kesedihan
        >
        > Minta tolong sharing-nya, yang punya pengalaman mengurus deposito bank
        > BNI sesuai jalur diatas
        >
        > terima kasih
        > Yhoga
        >

      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.