Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [SSR-Klub] Re: [Finance-Forum] Re: Financial Planning Series

Expand Messages
  • yunianto kartowinoto
    Wah..wah..maaf maaf saja ya..saya juga buta asuransi tapi saya setuju dengan ulasan pak Freddy dan pak Rasdy..memang kalau masalah UL dibahas oleh praktisi dan
    Message 1 of 6 , Mar 31, 2008
    • 0 Attachment
      Wah..wah..maaf maaf saja ya..saya juga buta asuransi tapi saya setuju dengan ulasan pak Freddy dan pak Rasdy..memang kalau masalah UL dibahas oleh praktisi dan yang melek asuransi akan tidak terpengaruhi dengan penawaran UL tetapi bagi agen UL karena penjual maka UL adalah yang terbaik dan yang teraman ya..itu semua akan terbukti oleh para nasabah-nasabahnya yang belum melek asuransi nantinya...tapi (ini pemikiran saya yang buta financial dan asuransi ya..) apakah bijaksananya kalau kita yang mempunyai aset/tabungan yang besar untuk bisa berinvestasi sambil berasuransi dipisahkan/dipilah-pilahkan saja cara nya seperti kita masukkan  tabungan kita  ke reksadana atau saham dan interestnya sebagian bisa kita alokasikan  ke  asuaransi jiwa atau asuransi kesehatan..mungkin saya rasa cara ini yang teraman..bagaimana  pak Freddy, pak  Rasdy  mungkin ada pencerahannya...terima kasih...

      2008/3/31 Freddy Pieloor (ANTARA) <antara01@...>:

      

      Dear Rekan Wargono,
       
      Terima kasih atas email Anda.
       
      Saya telah membandingkan beberapa produk unitlink dari
      beberapa perusahaan asuransi, dengan kita memilah dan
      membeli secara terpisah, maka terbuka beberapa kelebihan
      dan kekurangan masing2.
       
      Hal ini sudah juga dibahas tahun lalu dalam milis lainnya,
      seperti SSR keuntungan dan kerugian investasi di Unitlink.
      Juga memakai pandangan berita tabloid KONTAN edisi
      September 2007.
       
      Jadi silahkan Anda masuk ke file SSR dan cari perbandingan
      disana.
       
      Saya tidak memiliki interest apapun dengan unitlink atau non-
      unitlink, namun pandangan saya tidak berbeda dengan beberapa
      pandangan Independent Financial Planner lainnya, yaitu:
      Investasi dan Proteksi sebaiknya dipisahkan, untuk mendapatkan
      hasil pengembangan yang optimal dan premi perlindungan yang
      kompetitif dan ekonomis.
       
      Semua dikembalikan kepada Nasabah, apakah mau beli yang
      katanya "paket hemat" atau "pisah hebat".
       
      Demikian komentar saya, terima kasih.
       
      Salam,
      Freddy Pieloor
      Praktisi Asuransi sejak 1987
       
       
      ----- Original Message -----
      From: wargono
      Sent: Monday, March 31, 2008 12:17 PM
      Subject: FW: [Finance-Forum] Re: Financial Planning Series

       

       

      From: wargono [mailto:WARGONO.pru@...]
      Sent: Wednesday, March 26, 2008 7:03 AM
      To: 'Finance-Forum@yahoogroups.com'
      Subject: RE: [Finance-Forum] Re: Financial Planning Series

       

      Dear Bp. Suria dan rekans lainnya.

       

      Saat ini, banyak informasi yang menganjurkan untuk memisahkan saja antara asuransi dengan investasi. Saya pribadi sebagai orang yang berkecimpung dibisnis ini menjadi tertarik, apakah benar asuransi murni memang lebih murah dan lebih baik dari Unit Link. Mulai dari Asuransi BP, MNLF, SQS, Pru, AX, semuanya saya bandingkan, karena saya punya kepentingan untuk memberikan yang terbaik untuk klien-klien saya. Hasilnya, non sen, kita tertipu dengan harga yang lebih murah karena asuransi murni mengenakan biaya akuisisi yang lebih lama dibandingkan dengan unit link.

      Sebenarnya, perkembangan unit link saat ini adalah imbas dari pasar yang menginginkan asuransi yang berbeda dengan asuransi biasa, yang tidak mendapatkan apa-apa pada saat resikotidak terjadi. Jadi, menurut saya, anjuran untuk memisahkan antara asuransi dengan investasi adalah trik dagang saja antara agen reksadana dengan agen unit link.

      Kesimpulannya,

      1.       Kalo tujuan utama Anda adalah Investasi, Mungkin unit link bukanlah instrument investasi yang terbaik, banyak pilihan investasi dipasaran, tergantung budget Anda, mulai dari reksadana, saham, option, property atau real bisnis. Bahkan, menurut saya, kalau Anda punya uang kenapa tidak diputar di real bisnis saja, karena dengan demikian Anda bisa memberi arti buat banyak orang.

      2.       Tapi, kalau tujuan Anda adalah asuransi, menurut Saya, Unit link adalah pilihan terbaik, dengan selisih < 50-100 ribu, Anda bisa dapatkan nilai tunainya, dibandingan asuransi murni.

      3.       Ada yang lebih penting dari kedua point diatas, bagi Anda yang hanya bertujuan investasi saja. Bahwa, asuransi adalah kebutuhan pokok Anda. Karena, jika terjadi musibah pada diri Anda, tidak mustahil investasi yang Anda kembangkan dengan susah payah akan hilang tak berbekas.

      Demikian, mohon maaf bagi yang tidak berkenan.

       

       

      WARGONO

      PT. Prudential Life Insuranse

      Praktisi Asuransi Unit Link dan Non Unit Link

       

       

       

       

      From: Finance-Forum@yahoogroups.com [mailto:Finance-Forum@yahoogroups.com] On Behalf Of suria_wijaya
      Sent: Thursday, March 13, 2008 9:08 AM
      To: Finance-Forum@yahoogroups.com
      Subject: [Finance-Forum] Re: Financial Planning Series

       

      Dear Pak Rasdi dan rekan2 lain,

      Bagaimana dengan orang yang sudah terlanjur ikut asuransi+investasi
      (unitlink)? Apakah sebaiknya di-stop saja atau dilanjutkan?
      Karena pertengahan tahun 2007 yg lalu, saya baru membeli produk
      unitlink (asuransi jiwa+kesehatan+investasi), dan baru membayar premi
      pertama. Jika distop sekarang, tentu nilai tunai yg bs saya peroleh
      jauh lebih kecil dari premi yg sudah saya bayarkan. Dan rencana
      pembayaran saya adalah 10 thn, berarti saya masih harus membayar
      premi 9x..

      Mohon pencerahan dari rekan2..

      Thanks all.
      Suria.

      --- In Finance-Forum@yahoogroups.com, "rasdi" <rasdi@...> wrote:
      >
      > Bung Wargono,
      >
      > Bagi orang yang sudah melek financial maka memutuskan untuk
      > berinvestasi pada produk unit-link entah dari perusahaan asuransi
      > apapun adalah sebuah kesalahan besar.
      >
      > Mungkin saat 10 tahun yang lalu dimana orang belum mengetahui
      > cara membeli reksa dana maka produk unit link seperti pru-link
      > akan menjadi menarik terutama apabila hasil investasi dibandingkan
      > dengan deposito, dimana kita tahu bahwa hasil investasi pada unit-
      link
      > adalah ditempatkan sama dengan reksadana dengan 3 macam pilihan,
      > resiko kecil, sedang dan besar.
      >
      > Namun dengan kemudahan orang membeli reksa-dana yang saat ini
      > semudah membeli voucher pulsa isi ulang maka berinvestasi pada
      > asuransi seperti unit-link menjadi tidak menarik jika dilihat
      beberapa hal
      > dibawah ini:
      >
      > 1. Setiap premi investasi yang kita bayarkan akan langsung dipotong
      > didepan, nilai potongan tidak kecil yakni sekitar 5%, potongan
      ini
      > adalah diluar biaya fund manager, melainkan untuk kepentingan
      > pihak asuransi seperti komisi agen, dan biaya operational lain-
      lain
      > termasuk biaya jalan-jalan agen keluar-negeri.
      >
      > 2. Apabila ada kebutuhan mendesak, maka katakan tahun pertama,
      > kedua ataupun tahun ketiga, jika dana akan kita ambil siap-
      siaplah
      > dengan biaya potongan yang amat besar (jika dibandingkan dengan
      > dana yang telah dibayarkan untuk premi investasi)
      >
      > 3. Karena dasarnya produk ini adalah produk asuransi, maka disamping
      > kita tidak dapat memilih fund manager sesuai keinginan kita juga
      harus
      > adanya ikatan kewajiban menyetor hingga waktu tertentu
      >
      > jika seseorang telah memahami 3 kendala diatas maka seharusnya
      seseorang
      > akan berpikir panjang untuk memutuskan tidak berinvestasi via unit-
      link dengan
      > pertimbangan: membeli langsung reksadana menghindari pemotongan fee
      > yang besar seperti produk unit-link, potongan setelah tahun pertama
      biasanya
      > nol % dan kalaupun akan diambil sebelum tahun pertama biasanya
      potongannya
      > sangat kecil, bekisar 0.25% dari dana yang diambil dan yang lebih
      penting lagi
      > kita dapat bebas membeli produk reksadana yang saat ini ada (98
      perusahaan
      > fund manager) di-Indonesia.
      >
      > Biasanya pertimbangan orang asuransi selalu mengkaitkan keuntungan
      berinvestasi
      > melalui produk asuransi adalah karena adanya unsur proteksi, maka
      jauh lebih
      > menguntungakan jika kebutuhan asuransi adalah diambil tersendiri
      dan sebaiknya
      > belilah produk asuransi yang murni karena bisa jadi preminya akan
      jauh lebih murah
      > ketimbang produk unit-link.
      >
      > sayangnya di-Indonesia sudah tidak banyak produk asuransi murni
      (term-ins), namun
      > sepengetahuan saya masih ada beberapa perusahaan asuransi yang
      masih menawarkan
      > produk asuransi murni.
      >
      > Inilah fenomena negara yang belum melek asuransi dimana 8 hingga 9
      dari 10 pemilik
      > polis masih terjebak pada kesalahan pemilihan polis sebagai tujuan
      proteksi, saya yakin
      > cepat atau lambat mereka yang telah terlanjur salah pilih akan
      segera sadar saat telah
      > ber-melek financial.
      >
      > Mungkin permasalahan pemilihan asuransi telah sering dibahas dalam
      milis profec, dimana
      > banyak teman-teman yang telah sadar dan melek financial akan
      berkesimpulan bahwa
      > asuransi bukan investasi.
      >
      > demikian dan mohon maaf bagi yang tidak berkenan
      >
      > F.Rasdi LUTCF
      > praktisi dan perencana keuangan
      >
      >
      > ----- Original Message -----
      > From: wargono
      > To: APICS-ID@yahoogroups.com ; Business-
      Management@yahoogroups.com ; Finance-Forum@yahoogroups.com ;
      indoneisan-bussiness@yahoogroups.com ; jd_investors@yahoogroups.com ;
      Manager-Indonesia@yahoogroups.com
      > Sent: Friday, February 22, 2008 8:18 PM
      > Subject: [Finance-Forum] Financial Planning Series
      >
      >
      > Financial Planning Series
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      > Menabung sekarang di saat punya uang,
      >
      > Membuat masa tua anda menjadi tenang….
      >
      > Apakah anda pernah memikirkan kebutuhan masa depan anda
      (keluarga) secara financial ? misalnya kebutuhan akan perlindungan
      rumah, mobil, pendidikan anak, ibadah haji, kebutuhan pensiun, dan
      lain-lain ? Jika ya, apakah anda pernah memikirkan berapa jumlah dana
      yang dibutuhkan ?
      >
      > Rasanya kebutuhan hidup kok tidak pernah berhenti. Bahkan ketika
      sudah memiliki penghasilan yang stabil dan bertambah seiring naiknya
      karir, kita masih menghadapi persoalan financial untuk kebutuhan
      hidup.
      >
      > Persoalannya adalah, seringkali kita tidak mampu
      memanfaatkan uang yang susah payah dikumpulkan untuk mencapai tujuan
      hidup. Prinsip mendasar yang sangat mudah diterima adalah realitas
      keterbatasan pemasukan dibanding dgn tujuan/impian/cita-cita
      financial. Kegagalan mengatur arus kas berarti juga kegagalan
      mengatur jalan kehidupan financial yang akan berujung pada kegagalan
      seluruh kehidupan financial, misalnya terpaksa harus terus mencari
      uang padahal sudah usia di atas masa pensiun.
      >
      > Bagaimana menghitung kebutuhan dana pensiun Anda
      >
      > Bicara mengenai pensiun, apakah Anda sudah pernah
      menghitung berapa kebutuhan dana yang harus disiapkan ? Dengan
      harapan, gaya hidup pada masa pensiun sama dengan saat ini. Baiklah,
      agar lebih mudah, disini kami buat ilustrasinya :
      >
      > Seorang karyawan, bernama Toto, saat ini usia-nya 30 tahun.
      Sebagai seorang supervisor di sebuah perusahaan besar , gaya hidupnya
      juga cukup bonafid. Pengeluaran untuk makan, minum, kost, hiburan,
      cicilan kartu kredit dan hobbynya bergaul kira-kira 2.5 juta per
      bulan. Meski begitu, ia sadar, bahwa ia perlu menabung untuk masa
      depannya, karena siapa tahu, pada saat tua nanti anak-anaknya belum
      mampu membiayai hidupnya, lagipula dengan punya tabungan sendiri, ia
      bisa hidup bebas tanpa merepotkan anak-anaknya. Akhirnya, ia datang
      ke seorang konsultan keuangan untuk bertanya, berapa tabungan yang
      harus dicicil, agar dapat memenuhi impiannya.
      >
      > - Usia Toto saat ini : 30 tahun
      >
      > - Usia pensiun yang direncanakan : 55 tahun
      >
      > - Jumlah tahun yang dibutuhkan untuk mempersiapkan dana
      pensiun : 25 tahun
      >
      > - Biaya hidup tahunan Toto saat ini : 12 bulan x 2.5 juta = 30
      juta
      >
      > - Dengan perkiraan persentase kenaikan inflasi flat 7%, maka
      kemungkinan penghasilan tahunan Toto yang harus diproteksi adalah :
      163 juta.
      >
      > FP = PV x (1+r)n = 30 jt x ( 1 + 0.07 )25 ≈ 163 juta.
      >
      > - Angka di atas baru biaya hidup Toto pada usia 55 tahun, lalu
      berapa biayanya jika sampai usia 70 tahun ?
      >
      > - Dengan asumsi-asumsi :
      >
      > Bunga deposito/investasi lain : 15%
      >
      > Tingkat inflasi rata-rata : 7%
      >
      > Lama pensiun : 15 tahun
      >
      > Jadi persiapan dana pensiun yang dibutuhkan adalah 1,7 Milyar.
      >
      > Pertanyaannya, apakah Toto sudah memiliki uang sejumlah
      1.7Milyar saat ini ? Pastinya belum. Salah satu alternatif mencapai
      impian dana pensiun 1.7Milyar tersebut adalah menabung.
      >
      > "Harga mahal karena Sikap Suka Menunda"
      >
      > Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit, sehari
      selembar benang lama-lama menjadi kain. Tidak ada alasan untuk "Tidak
      Menabung". Permasalahannya adalah, kapan Anda akan mulai menabung ?
      Apakah akan menunggu sampai cicilan rumah selesai atau sampai
      pengeluaran menjadi stabil atau menunggu sampai gaji naik ?
      >
      > Seseorang menabung bukan karena lebih besarnya penghasilan
      dibanding orang lain. Amir yang bergaji 1 juta dapat menabung 50ribu
      secara rutin per bulan, sementara budi yang bergaji 2 juta sebulan
      tidak dapat menabung sama sekali. Di sini ditunjukkan bahwa gaya
      hidup Amir lebih memungkinkan dia untuk menabung dibandingkan Budi.
      Amir lebih memprioritaskan menabung daripada Budi.
      >
      > Selain itu, sikap menunda juga menyebabkan dana yang
      disisihkan menjadi lebih mahal. Sebagai contoh, jika saja Toto mulai
      menabung saat ini, maka ia cukup menyisihkan 500rb secara rutin
      setiap bulan dalam investasi dengan perkiraan return 15%. Tapi
      sayangnya Toto menunda sampai tahun depan. Dalam jangka waktu
      menabung yang sama dana pensiun yang diperoleh setelah 25 tahun
      adalah 1.68M.
      >
      > Penundaan satu tahun akan berakibat berkurangnya dana masa
      depan sebesar hampir 200juta. Bagaiman bila Anda menundanya 5, 10
      tahun ? berapa harga yang harus Anda bayar karena kebiasaan menunda
      ini ? Tentunya akan sangat besar.
      >
      > Tabungan 2 in 1 Plus
      >
      > Banyak orang berpendapat bahwa menabung juga tidak ada
      gunanya. Dengan bunga tabungan yang kecil belum lagi dikurangi
      pajak, dan administrasi membuat dana tabungan Anda sepertinya tidak
      pernah berkembang karena tergerus oleh inflasi. Ketahuilah bahwa
      menabung juga tidak harus di bank, anda bisa menabung melalui tempat
      lain, misalnya Tabungan 2 in 1 dari Prudential.
      >
      > Tabungan 2 in 1 Plus dari prudential, menawarkan return
      yang cukup menarik, berikut ini return yang telah terbukti dari tahun
      2001s.d 2007 :
      >
      > Jenis Investasi
      > 2001
      > 2002
      > 2003
      > 2004
      > 2005
      > 2006
      > 2007
      > Rata
      >
      > Equity Fund
      > 8.02
      > 20.66
      > 65.93
      > 58.01
      > 14.41
      > 57.80
      > 46.75
      > 39%
      >
      > Managed Fund
      > 13.65
      > 18.85
      > 30.74
      > 28.11
      > 4.88
      > 32.80
      > 18.96
      > 21%
      >
      >
      > Selain tingkat return yang cukup baik, masih banyak prestasi lain
      yang diterima Prudential. Di antaranya, secara berturut-turut menjadi
      Asuransi Terbaik dari tahun 2002 s.d 2007 versi majalah investor,
      majalah Info Bank, SWA,dan sebagainya.
      >
      > Untuk mempermudah Anda dalam membedakan menabung di bank
      regular dengan Tabungan 2 in 1 Plus-Prudential, akan kami
      ilustrasikan di bawah ini :
      >
      > Ada 2 orang kepala keluarga, bernama pak Amin dan pak Amir. Pak
      Amir dan pak Amin mempunyai impian tabungan masa pensiun 1.5 Milyar
      >
      > # pak Amir menabung secara rutin setiap bulan sebesar
      >
      > 2 juta di Bank Reguler
      >
      > # Baru 3 bulan menabung, pak Amir terkena stroke
      >
      > yang cukup berat, dan diharuskan dirawat dirumah sakit.
      >
      > # Syukurlah, akhirnya pak Amir bisa sembuh dan pulang kembali
      berkumpul dengan keluarga, tapi yang bikin pusing, tagihan
      rumahsakitnya mencapai 200 juta.
      >
      > # Memang ia punya tabungan di bank, tapi itu juga baru 3 bulan,
      kalo ia ambil masih jauh dari cukup, atau kalau pinjam pun belum
      tentu diberi padahal ia sudah menjadi nasabah bank tersebut. Belum
      lagi, cicilannya yang mesti dikembalikan.
      >
      > # Untuk menutupi kekurangannya pak Amir harus menjual beberapa
      assetnya; semua kambing piaraannya, sebagian tanah di kampung, dan
      mobil carry kesayangannya.
      >
      > # Bulan berikutnya, pak Amir tidak bisa menabung lagi karena
      tabungannya habis buat biaya berobat. Kurang beruntungnya lagi,
      karena stroke yang dideritanya, mempengaruhi produktifitas pak Amir
      di tempat kerja. Ia pun kemudian diminta pensiun dini.
      >
      > # Akhirnya, pak Amir berhenti kerja akibatnya tidak mempunyai
      penghasilan lagi dan tentunya tidak bisa menabung lagi. Untuk biaya
      hidup pun, ia harus menjual sisa-sisa asetnya. Sehingga hilanglah
      impian tabungan pensiun 1.5 Milyar dan ia harus terus bekerja apa
      saja di masa pensiunnya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, padahal
      dulu ia adalah seorang Top Manager diperusahaannya.
      >
      > • Lain pak Amir, lain pula pak Amin. Ia punya impian yang
      sama,tabungan pensiun 1.5 M. Tapi, pak Amin menabungnya di Tabungan
      2 in 1 dari Prudential. Tabungan 2 in 1 Plus dari Prudential
      >
      > • Secara rutin ia menyisihkan 2 juta per bulan.
      >
      > • Sayangnya, pak Amin juga kurang beruntung, baru 3 kali
      mencicil, ia terkena stroke berat dan diharuskan di rawat di rumah
      sakit. Namum, alhamdulilah, pak Amin bisa sembuh, tapi ia harus
      membayar tagihan rumah sakit sebesar 200 juta.
      >
      > • Setelah bertanya ke teman dan agennya, ia disarankan untuk
      meminta pihak prudential yang membayarkan tagihannya.
      >
      > • Setelah mengajukan klaim dan pihak prudential juga melakukan
      beberapa pengecekan. Pak Amin terbebas dari membayar tagihan 200juta.
      >
      > • Tidak hanya itu saja, karena stroke termasuk penyakit kritis
      pak Amin dibebaskan untuk menabung, malah sebaliknya Prudential
      secara rutin mengisi tabungan pak Amin sampai usianya 65 tahun.
      >
      > • Akhirnya, pak Amin dapat kembali bekerja dan menafkahi
      keluarganya dan ia juga sudah punya tabungan pensiun 1.5M tanpa perlu
      menabung lagi, sehingga dana yang awalnya untuk tabungan pensiun ia
      gunakan untuk tabungan pendidikan anak-anaknya.
      >
      > Pilihan ada di tangan Anda, apakah ingin seperti pak Amir atau
      menjadi pak Amin.
      >
      > Note : Kami mohon maaf, jika nama-nama yang ada dalam tulisan ini
      mempunyai kesamaan dengan Anda. Tidak ada maksud kami untuk
      melecehkan atau menghina.
      >
      > Bagi Anda yg ingin tahu lebih lanjut, silahkan hubungi
      contact person kami :
      >
      > Wargono telp. 0888 197 2992
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      > ----------------------------------------------------------
      ----------
      >
      >
      > Internal Virus Database is out-of-date.
      > Checked by AVG Free Edition.
      > Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.18/1104 - Release Date:
      11/1/2007 6:47 PM
      >



      __________ NOD32 2985 (20080330) Information __________

      This message was checked by NOD32 antivirus system.
      http://www.eset.com

    • lulut hardiyani
      Dear Pak Freddy, Kalo kita invest ke reksadana saham dalam jangka panjang katanya akan dapat untung. Tapi jika ditengah jalan terjadi redemption besar2an spt
      Message 2 of 6 , Apr 8 11:45 PM
      • 0 Attachment
        Dear Pak Freddy,
         
        Kalo kita invest ke reksadana saham dalam jangka panjang katanya akan dapat untung. Tapi jika ditengah jalan terjadi redemption besar2an spt tahun lalu, apa yang terjadi dengan uang kita? apakah kalo tidak diambil dan kita biarkan saja dalam reksadana akan ikut hilang ?


        You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total Access, No Cost.
      • Freddy Pieloor (ANTARA)
        Dear Rekan Lulut, Terima kasih atas email Anda. Kenyataannya pada tahun 2005 Agustus, yang melakukan redemption malah mengalami KERUGIAN BESAR, dan sebaliknya
        Message 3 of 6 , Apr 9 6:00 PM
        • 0 Attachment
          Dear Rekan Lulut,
           
           
          Terima kasih atas email Anda.
           
          Kenyataannya pada tahun 2005 Agustus, yang melakukan
          redemption malah mengalami KERUGIAN BESAR, dan
          sebaliknya yang STAY mendapatkan keuntungan besar.
           
          Reksa Dana diperuntukkan bagi investasi jangka panjang
          1 - 3 tahun, namun ada juga yang di atas 3 tahu.
           
          Silahkan Anda menghitung dan mengkaji ulang.
          Tanyakan kepada MI Anda atau tempat dimana Anda membeli.
           
          JANGAN PANIK atau IKUT2AN.
          Pilihlah Jalan Anda sendiri - "OTHERS CAN ONLY FOLLOW"
           
          Salam,
          Freddy Pieloor
           
           
          ----- Original Message -----
          Sent: Wednesday, April 09, 2008 1:45 PM
          Subject: Re: [SSR-Klub] Re: [Finance-Forum] Re: Financial Planning Series

          Dear Pak Freddy,
           
          Kalo kita invest ke reksadana saham dalam jangka panjang katanya akan dapat untung. Tapi jika ditengah jalan terjadi redemption besar2an spt tahun lalu, apa yang terjadi dengan uang kita? apakah kalo tidak diambil dan kita biarkan saja dalam reksadana akan ikut hilang ?


          You rock. That's why Blockbuster' s offering you one month of Blockbuster Total Access, No Cost.



          __________ NOD32 2999 (20080403) Information __________

          This message was checked by NOD32 antivirus system.
          http://www.eset.com
        Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.