Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Bls: [SSR-Klub] Re: [Finance-Forum] Re: Financial Planning Series

Expand Messages
  • ahmad ganteng
    Salam, Saya masih awam dalam dilema antara unitlink & asuransi, investasi. Menaggapi comment pak Rasdi (finance forum) & pak Freddy, pertanyaan saya: 1. apa yg
    Message 1 of 37 , Mar 19, 2008
    View Source
    • 0 Attachment
      Salam,

      Saya masih awam dalam dilema antara unitlink & asuransi, investasi.
      Menaggapi comment pak Rasdi (finance forum) & pak Freddy, pertanyaan saya:
      1. apa yg harus dilakukan pak Suria
      2. adakah informasi tentang fund manager yg bagus ( misalnya peringkat tiap tahunnya)
      Terima Kasih

      ----- Pesan Asli ----
      Dari: Freddy Pieloor (ANTARA) <antara01@...>
      Kepada: Finance-Forum@yahoogroups.com
      Cc: TheProfec@yahoogroups.com; SSR-Klub@yahoogroups.com
      Terkirim: Rabu, 19 Maret, 2008 10:13:14
      Topik: [SSR-Klub] Re: [Finance-Forum] Re: Financial Planning Series

      Dear Rekan Suria,
       
      Saya ingin memberikan opini sbb.:
       
      1. Bila Anda meneruskannya, titik BEP Anda baru
          akan tercapai pada tahun (setidaknya) ke 5.
      2. Anda baru masuk 1 tahun, berarti bila jalan terus
          Anda akan kehilangan 4 tahun potensi RETURN
      3. Bila Anda mundur akan kehilangan suatu jumlah.
       
      Bila saya diposisi Anda, saya akan membatalkan dan
      saya akan memutuskan untuk memakai
      Prinsip Investasi pada umumnya:
      INVESTASI JANGAN DICAMPUR ASURANSI.
      Investasi untuk pengembangan dana.
      Asuransi hanya untuk proteksi semata.
       
      Keputusan ditangan Anda, karena Anda juga
      yang akan menanggung risiko keuntungan atau
      kerugian.
       
      Demikian dan semoga bermanfaat.
       
      Salam,
      Freddy Pieloor
      Penulis Best Seller "How To Become RICHER"
       
      0816 1996699
      0219 1996699
       
       
       
      ----- Original Message -----
      Sent: Thursday, March 13, 2008 9:07 AM
      Subject: [Finance-Forum] Re: Financial Planning Series

      Dear Pak Rasdi dan rekan2 lain,

      Bagaimana dengan orang yang sudah terlanjur ikut asuransi+investasi
      (unitlink)? Apakah sebaiknya di-stop saja atau dilanjutkan?
      Karena pertengahan tahun 2007 yg lalu, saya baru membeli produk
      unitlink (asuransi jiwa+kesehatan+ investasi) , dan baru membayar premi
      pertama. Jika distop sekarang, tentu nilai tunai yg bs saya peroleh
      jauh lebih kecil dari premi yg sudah saya bayarkan. Dan rencana
      pembayaran saya adalah 10 thn, berarti saya masih harus membayar
      premi 9x..

      Mohon pencerahan dari rekan2..

      Thanks all.
      Suria.

      --- In Finance-Forum@ yahoogroups. com, "rasdi" <rasdi@...> wrote:
      >
      > Bung Wargono,
      >
      > Bagi orang yang sudah melek financial maka memutuskan untuk
      > berinvestasi pada produk unit-link entah dari perusahaan asuransi
      > apapun adalah sebuah kesalahan besar.
      >
      > Mungkin saat 10 tahun yang lalu dimana orang belum mengetahui
      > cara membeli reksa dana maka produk unit link seperti pru-link
      > akan menjadi menarik terutama apabila hasil investasi dibandingkan
      > dengan deposito, dimana kita tahu bahwa hasil investasi pada unit-
      link
      > adalah ditempatkan sama dengan reksadana dengan 3 macam pilihan,
      > resiko kecil, sedang dan besar.
      >
      > Namun dengan kemudahan orang membeli reksa-dana yang saat ini
      > semudah membeli voucher pulsa isi ulang maka berinvestasi pada
      > asuransi seperti unit-link menjadi tidak menarik jika dilihat
      beberapa hal
      > dibawah ini:
      >
      > 1. Setiap premi investasi yang kita bayarkan akan langsung dipotong
      > didepan, nilai potongan tidak kecil yakni sekitar 5%, potongan
      ini
      > adalah diluar biaya fund manager, melainkan untuk kepentingan
      > pihak asuransi seperti komisi agen, dan biaya operational lain-
      lain
      > termasuk biaya jalan-jalan agen keluar-negeri.
      >
      > 2. Apabila ada kebutuhan mendesak, maka katakan tahun pertama,
      > kedua ataupun tahun ketiga, jika dana akan kita ambil siap-
      siaplah
      > dengan biaya potongan yang amat besar (jika dibandingkan dengan
      > dana yang telah dibayarkan untuk premi investasi)
      >
      > 3. Karena dasarnya produk ini adalah produk asuransi, maka disamping
      > kita tidak dapat memilih fund manager sesuai keinginan kita juga
      harus
      > adanya ikatan kewajiban menyetor hingga waktu tertentu
      >
      > jika seseorang telah memahami 3 kendala diatas maka seharusnya
      seseorang
      > akan berpikir panjang untuk memutuskan tidak berinvestasi via unit-
      link dengan
      > pertimbangan: membeli langsung reksadana menghindari pemotongan fee
      > yang besar seperti produk unit-link, potongan setelah tahun pertama
      biasanya
      > nol % dan kalaupun akan diambil sebelum tahun pertama biasanya
      potongannya
      > sangat kecil, bekisar 0.25% dari dana yang diambil dan yang lebih
      penting lagi
      > kita dapat bebas membeli produk reksadana yang saat ini ada (98
      perusahaan
      > fund manager) di-Indonesia.
      >
      > Biasanya pertimbangan orang asuransi selalu mengkaitkan keuntungan
      berinvestasi
      > melalui produk asuransi adalah karena adanya unsur proteksi, maka
      jauh lebih
      > menguntungakan jika kebutuhan asuransi adalah diambil tersendiri
      dan sebaiknya
      > belilah produk asuransi yang murni karena bisa jadi preminya akan
      jauh lebih murah
      > ketimbang produk unit-link.
      >
      > sayangnya di-Indonesia sudah tidak banyak produk asuransi murni
      (term-ins), namun
      > sepengetahuan saya masih ada beberapa perusahaan asuransi yang
      masih menawarkan
      > produk asuransi murni.
      >
      > Inilah fenomena negara yang belum melek asuransi dimana 8 hingga 9
      dari 10 pemilik
      > polis masih terjebak pada kesalahan pemilihan polis sebagai tujuan
      proteksi, saya yakin
      > cepat atau lambat mereka yang telah terlanjur salah pilih akan
      segera sadar saat telah
      > ber-melek financial.
      >
      > Mungkin permasalahan pemilihan asuransi telah sering dibahas dalam
      milis profec, dimana
      > banyak teman-teman yang telah sadar dan melek financial akan
      berkesimpulan bahwa
      > asuransi bukan investasi.
      >
      > demikian dan mohon maaf bagi yang tidak berkenan
      >
      > F.Rasdi LUTCF
      > praktisi dan perencana keuangan
      >
      >
      > ----- Original Message -----
      > From: wargono
      > To: APICS-ID@yahoogroup s.com ; Business-
      Management@yahoogro ups.com ; Finance-Forum@ yahoogroups. com ;
      indoneisan-bussines s@yahoogroups. com ; jd_investors@ yahoogroups. com ;
      Manager-Indonesia@ yahoogroups. com
      > Sent: Friday, February 22, 2008 8:18 PM
      > Subject: [Finance-Forum] Financial Planning Series
      >
      >
      > Financial Planning Series
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      > Menabung sekarang di saat punya uang,
      >
      > Membuat masa tua anda menjadi tenang….
      >
      > Apakah anda pernah memikirkan kebutuhan masa depan anda
      (keluarga) secara financial ? misalnya kebutuhan akan perlindungan
      rumah, mobil, pendidikan anak, ibadah haji, kebutuhan pensiun, dan
      lain-lain ? Jika ya, apakah anda pernah memikirkan berapa jumlah dana
      yang dibutuhkan ?
      >
      > Rasanya kebutuhan hidup kok tidak pernah berhenti. Bahkan ketika
      sudah memiliki penghasilan yang stabil dan bertambah seiring naiknya
      karir, kita masih menghadapi persoalan financial untuk kebutuhan
      hidup.
      >
      > Persoalannya adalah, seringkali kita tidak mampu
      memanfaatkan uang yang susah payah dikumpulkan untuk mencapai tujuan
      hidup. Prinsip mendasar yang sangat mudah diterima adalah realitas
      keterbatasan pemasukan dibanding dgn tujuan/impian/ cita-cita
      financial. Kegagalan mengatur arus kas berarti juga kegagalan
      mengatur jalan kehidupan financial yang akan berujung pada kegagalan
      seluruh kehidupan financial, misalnya terpaksa harus terus mencari
      uang padahal sudah usia di atas masa pensiun.
      >
      > Bagaimana menghitung kebutuhan dana pensiun Anda
      >
      > Bicara mengenai pensiun, apakah Anda sudah pernah
      menghitung berapa kebutuhan dana yang harus disiapkan ? Dengan
      harapan, gaya hidup pada masa pensiun sama dengan saat ini. Baiklah,
      agar lebih mudah, disini kami buat ilustrasinya :
      >
      > Seorang karyawan, bernama Toto, saat ini usia-nya 30 tahun.
      Sebagai seorang supervisor di sebuah perusahaan besar , gaya hidupnya
      juga cukup bonafid. Pengeluaran untuk makan, minum, kost, hiburan,
      cicilan kartu kredit dan hobbynya bergaul kira-kira 2.5 juta per
      bulan. Meski begitu, ia sadar, bahwa ia perlu menabung untuk masa
      depannya, karena siapa tahu, pada saat tua nanti anak-anaknya belum
      mampu membiayai hidupnya, lagipula dengan punya tabungan sendiri, ia
      bisa hidup bebas tanpa merepotkan anak-anaknya. Akhirnya, ia datang
      ke seorang konsultan keuangan untuk bertanya, berapa tabungan yang
      harus dicicil, agar dapat memenuhi impiannya.
      >
      > - Usia Toto saat ini : 30 tahun
      >
      > - Usia pensiun yang direncanakan : 55 tahun
      >
      > - Jumlah tahun yang dibutuhkan untuk mempersiapkan dana
      pensiun : 25 tahun
      >
      > - Biaya hidup tahunan Toto saat ini : 12 bulan x 2.5 juta = 30
      juta
      >
      > - Dengan perkiraan persentase kenaikan inflasi flat 7%, maka
      kemungkinan penghasilan tahunan Toto yang harus diproteksi adalah :
      163 juta.
      >
      > FP = PV x (1+r)n = 30 jt x ( 1 + 0.07 )25 ≈ 163 juta.
      >
      > - Angka di atas baru biaya hidup Toto pada usia 55 tahun, lalu
      berapa biayanya jika sampai usia 70 tahun ?
      >
      > - Dengan asumsi-asumsi :
      >
      > Bunga deposito/investasi lain : 15%
      >
      > Tingkat inflasi rata-rata : 7%
      >
      > Lama pensiun : 15 tahun
      >
      > Jadi persiapan dana pensiun yang dibutuhkan adalah 1,7 Milyar.
      >
      > Pertanyaannya, apakah Toto sudah memiliki uang sejumlah
      1.7Milyar saat ini ? Pastinya belum. Salah satu alternatif mencapai
      impian dana pensiun 1.7Milyar tersebut adalah menabung.
      >
      > "Harga mahal karena Sikap Suka Menunda"
      >
      > Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit, sehari
      selembar benang lama-lama menjadi kain. Tidak ada alasan untuk "Tidak
      Menabung". Permasalahannya adalah, kapan Anda akan mulai menabung ?
      Apakah akan menunggu sampai cicilan rumah selesai atau sampai
      pengeluaran menjadi stabil atau menunggu sampai gaji naik ?
      >
      > Seseorang menabung bukan karena lebih besarnya penghasilan
      dibanding orang lain. Amir yang bergaji 1 juta dapat menabung 50ribu
      secara rutin per bulan, sementara budi yang bergaji 2 juta sebulan
      tidak dapat menabung sama sekali. Di sini ditunjukkan bahwa gaya
      hidup Amir lebih memungkinkan dia untuk menabung dibandingkan Budi.
      Amir lebih memprioritaskan menabung daripada Budi.
      >
      > Selain itu, sikap menunda juga menyebabkan dana yang
      disisihkan menjadi lebih mahal. Sebagai contoh, jika saja Toto mulai
      menabung saat ini, maka ia cukup menyisihkan 500rb secara rutin
      setiap bulan dalam investasi dengan perkiraan return 15%. Tapi
      sayangnya Toto menunda sampai tahun depan. Dalam jangka waktu
      menabung yang sama dana pensiun yang diperoleh setelah 25 tahun
      adalah 1.68M.
      >
      > Penundaan satu tahun akan berakibat berkurangnya dana masa
      depan sebesar hampir 200juta. Bagaiman bila Anda menundanya 5, 10
      tahun ? berapa harga yang harus Anda bayar karena kebiasaan menunda
      ini ? Tentunya akan sangat besar.
      >
      > Tabungan 2 in 1 Plus
      >
      > Banyak orang berpendapat bahwa menabung juga tidak ada
      gunanya. Dengan bunga tabungan yang kecil belum lagi dikurangi
      pajak, dan administrasi membuat dana tabungan Anda sepertinya tidak
      pernah berkembang karena tergerus oleh inflasi. Ketahuilah bahwa
      menabung juga tidak harus di bank, anda bisa menabung melalui tempat
      lain, misalnya Tabungan 2 in 1 dari Prudential.
      >
      > Tabungan 2 in 1 Plus dari prudential, menawarkan return
      yang cukup menarik, berikut ini return yang telah terbukti dari tahun
      2001s.d 2007 :
      >
      > Jenis Investasi
      > 2001
      > 2002
      > 2003
      > 2004
      > 2005
      > 2006
      > 2007
      > Rata
      >
      > Equity Fund
      > 8.02
      > 20.66
      > 65.93
      > 58.01
      > 14.41
      > 57.80
      > 46.75
      > 39%
      >
      > Managed Fund
      > 13.65
      > 18.85
      > 30.74
      > 28.11
      > 4.88
      > 32.80
      > 18.96
      > 21%
      >
      >
      > Selain tingkat return yang cukup baik, masih banyak prestasi lain
      yang diterima Prudential. Di antaranya, secara berturut-turut menjadi
      Asuransi Terbaik dari tahun 2002 s.d 2007 versi majalah investor,
      majalah Info Bank, SWA,dan sebagainya.
      >
      > Untuk mempermudah Anda dalam membedakan menabung di bank
      regular dengan Tabungan 2 in 1 Plus-Prudential, akan kami
      ilustrasikan di bawah ini :
      >
      > Ada 2 orang kepala keluarga, bernama pak Amin dan pak Amir. Pak
      Amir dan pak Amin mempunyai impian tabungan masa pensiun 1.5 Milyar
      >
      > # pak Amir menabung secara rutin setiap bulan sebesar
      >
      > 2 juta di Bank Reguler
      >
      > # Baru 3 bulan menabung, pak Amir terkena stroke
      >
      > yang cukup berat, dan diharuskan dirawat dirumah sakit.
      >
      > # Syukurlah, akhirnya pak Amir bisa sembuh dan pulang kembali
      berkumpul dengan keluarga, tapi yang bikin pusing, tagihan
      rumahsakitnya mencapai 200 juta.
      >
      > # Memang ia punya tabungan di bank, tapi itu juga baru 3 bulan,
      kalo ia ambil masih jauh dari cukup, atau kalau pinjam pun belum
      tentu diberi padahal ia sudah menjadi nasabah bank tersebut. Belum
      lagi, cicilannya yang mesti dikembalikan.
      >
      > # Untuk menutupi kekurangannya pak Amir harus menjual beberapa
      assetnya; semua kambing piaraannya, sebagian tanah di kampung, dan
      mobil carry kesayangannya.
      >
      > # Bulan berikutnya, pak Amir tidak bisa menabung lagi karena
      tabungannya habis buat biaya berobat. Kurang beruntungnya lagi,
      karena stroke yang dideritanya, mempengaruhi produktifitas pak Amir
      di tempat kerja. Ia pun kemudian diminta pensiun dini.
      >
      > # Akhirnya, pak Amir berhenti kerja akibatnya tidak mempunyai
      penghasilan lagi dan tentunya tidak bisa menabung lagi. Untuk biaya
      hidup pun, ia harus menjual sisa-sisa asetnya. Sehingga hilanglah
      impian tabungan pensiun 1.5 Milyar dan ia harus terus bekerja apa
      saja di masa pensiunnya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, padahal
      dulu ia adalah seorang Top Manager diperusahaannya.
      >
      > • Lain pak Amir, lain pula pak Amin. Ia punya impian yang
      sama,tabungan pensiun 1.5 M. Tapi, pak Amin menabungnya di Tabungan
      2 in 1 dari Prudential. Tabungan 2 in 1 Plus dari Prudential
      >
      > • Secara rutin ia menyisihkan 2 juta per bulan.
      >
      > • Sayangnya, pak Amin juga kurang beruntung, baru 3 kali
      mencicil, ia terkena stroke berat dan diharuskan di rawat di rumah
      sakit. Namum, alhamdulilah, pak Amin bisa sembuh, tapi ia harus
      membayar tagihan rumah sakit sebesar 200 juta.
      >
      > • Setelah bertanya ke teman dan agennya, ia disarankan untuk
      meminta pihak prudential yang membayarkan tagihannya.
      >
      > • Setelah mengajukan klaim dan pihak prudential juga melakukan
      beberapa pengecekan. Pak Amin terbebas dari membayar tagihan 200juta.
      >
      > • Tidak hanya itu saja, karena stroke termasuk penyakit kritis
      pak Amin dibebaskan untuk menabung, malah sebaliknya Prudential
      secara rutin mengisi tabungan pak Amin sampai usianya 65 tahun.
      >
      > • Akhirnya, pak Amin dapat kembali bekerja dan menafkahi
      keluarganya dan ia juga sudah punya tabungan pensiun 1.5M tanpa perlu
      menabung lagi, sehingga dana yang awalnya untuk tabungan pensiun ia
      gunakan untuk tabungan pendidikan anak-anaknya.
      >
      > Pilihan ada di tangan Anda, apakah ingin seperti pak Amir atau
      menjadi pak Amin.
      >
      > Note : Kami mohon maaf, jika nama-nama yang ada dalam tulisan ini
      mempunyai kesamaan dengan Anda. Tidak ada maksud kami untuk
      melecehkan atau menghina.
      >
      > Bagi Anda yg ingin tahu lebih lanjut, silahkan hubungi
      contact person kami :
      >
      > Wargono telp. 0888 197 2992
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      > ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
      ----------
      >
      >
      > Internal Virus Database is out-of-date.
      > Checked by AVG Free Edition.
      > Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.18/1104 - Release Date:
      11/1/2007 6:47 PM
      >



      __________ NOD32 2958 (20080318) Information __________

      This message was checked by NOD32 antivirus system.
      http://www.eset. com



      Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
    • Peter Hermawan
      ... untuk ini tolong calon nasabah baca baik2 ada produk termlife yang tidak mengcover kecelakaan pesawat saya tidak mau sebut nama perusahaan. silahkan saja
      Message 37 of 37 , Apr 7 7:53 PM
      View Source
      • 0 Attachment
        At 06:22 AM 4/7/2008, Freddy Pieloor \(ANTARA\) wrote:
        >Minta penjelasan dengan memakai "SPECIMEN POLIS" / dummy
        >yang akan Anda beli.
        >Minta waktu 1 - 2 minggu untuk Anda pelajari sebelum memutuskan
        >apakah jadi membeli atau tidak?

        untuk ini tolong calon nasabah baca baik2
        ada produk termlife yang tidak mengcover kecelakaan pesawat
        saya tidak mau sebut nama perusahaan. silahkan saja browsing2 di masing2 polis

        peter
        "Why do we fall down, Bruce? So we can learn to pick ourselves up
        again." Dr. Thomas Wayne
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.